Skip to content

Gak Punya Otak Dilarang Nonton!!!!!! — Transcript

Raditya Dika ngobrol dengan dr. Rian Keswani tentang neurosurgery, demensia, lobotomi, dan operasi otak dengan penjelasan mendalam dan santai.

Key Takeaways

  • Neurosurgeon memiliki izin khusus untuk menangani otak secara langsung, tapi tidak semua kasus otak harus operasi.
  • Demensia tidak bisa disembuhkan, tapi gejalanya bisa dikontrol dan proses penurunan fungsi otak bisa diperlambat.
  • Lobotomi adalah prosedur lama yang kini sudah tidak digunakan lagi secara luas, tapi ada operasi pengangkatan bagian otak untuk epilepsi yang masih dilakukan.
  • Operasi otak bisa dilakukan dengan pasien dalam keadaan sadar menggunakan teknik pembiusan khusus.
  • Gaya hidup seperti pola makan, olahraga, dan tidur sangat mempengaruhi kesehatan otak dan risiko demensia.

Summary

  • Raditya Dika berdiskusi dengan dr. Rian Keswani, neurosurgeon dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional.
  • Penjelasan tentang profesi neurosurgeon dan tugasnya menangani kelainan otak, tidak selalu harus operasi.
  • Pembahasan tentang demensia, jenis-jenisnya, dan penjelasan bahwa demensia tidak bisa sembuh tapi bisa diperlambat.
  • Diskusi mengenai lobotomi, sejarahnya, dan bagaimana prosedur ini dilakukan serta perkembangannya hingga sekarang.
  • Penjelasan tentang operasi epilepsi dengan pengangkatan bagian otak tertentu untuk menghilangkan fokus kejang.
  • Proses operasi otak yang bisa dilakukan dalam keadaan sadar dengan pembiusan yang berbeda.
  • Dampak dan efek samping dari pengangkatan bagian otak pada pasien epilepsi.
  • Penjelasan tentang proses penuaan otak dan faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan fungsi kognitif.
  • Diskusi ringan dan interaktif dengan gaya santai dan humor khas Raditya Dika.
  • Informasi tambahan terkait kondisi neurologis dan terapi yang dilakukan pada pasien.

Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:00
Speaker A
Hari ini kita ngobrol bersama seorang neurosurgeon, dr. Rian Keswani dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional.
00:07
Speaker A
Udah yang kedua kali kita ketemu. [tertawa] Jumpa lagi. Jumpa lagi. Setelah waktu video pertama banyak yang ngilu karena kita ngomongin cara buka otak.
00:16
Speaker A
Iya, habis itu pas ngundang dokter Rian lagi, kita buka di YouTube membership kita di memberadit.com. Kalau mau join di situ, itu banyak yang nanya, "Dok, ke dokter Rian." He.
00:29
Speaker A
Tapi sebelumnya kita ngasih konteks dulu ya, neurosurge itu secara definisi pekerjaan tuh seperti apa?
00:34
Speaker A
Neurosurge itu dokter yang mengkhususkan diri untuk mengatasi kelainan atau fungsi dari otak. Oke. Jadi kita punya privilege, mungkin satu-satunya profesi yang punya izin untuk megang otak secara langsung.
00:47
Speaker A
Gokil. [tertawa] Gokil. Oke. Jadi segala penyakit atau ketidaknormalan dalam otak dokter yang handle. Iya. Apakah selalu operasi atau boleh enggak seorang neurosurge ketemu pasien terus cuma dikasih obat itu boleh juga toh? Oh, bisa.
01:01
Speaker A
Bisa, bisa. Berarti enggak selalu masalah otak itu neurosurge sampai ke tahap operasi. Enggak semuanya solusinya operasi.
01:07
Speaker A
Semua solusinya operasi? Semua enggak, semua operasinya enggak, semua solusinya operasi. Jadi bisa aja kita cuma perlu kasih obat atau bahkan ada yang kita observasi aja.
01:16
Speaker A
Kalau dokter Rian ke pagi sore makan otak ada perasaan pengin dibedah yang pasti rasanya enak.
01:23
Speaker A
[tertawa] Agak seram ya. [tertawa] Oke, kita langsung mulai karena banyak banget yang nanya ke dokter Rian.
01:34
Speaker A
Sebelum kita cerita-cerita, kita tanya dulu dari member-member YouTube. Yang pertama ini agak personal buat saya, ini dari Quantilion. Dia nanya, "Demensia bisa sembuh enggak ya, Dok?" Kenapa personal?
01:46
Speaker A
Karena nenek saya baru ulang tahun yang ke-100. Uh. Dan kemarin pas saya selametin dia, dia nanya kamu siapa?
01:54
Speaker A
Jadi udah di tahap itu. Dia udah lupa nama orang, udah enggak tahu dia di mana segala macam. Jadi lumayan personal nih.
02:01
Speaker A
Nah, pertanyaan dia, demensia bisa sembuh enggak? Tergantung demensianya. Jadi demensia itu ada sebenarnya bukan bidang spesifik saya, tapi secara umum demensia itu ada vaskular atau yang nonvaskuler atau yang degeneratifnya.
02:13
Speaker A
Oke. Kalau yang vaskular kebetulan personal juga. Jadi orang tua saya salah satunya sempat mengalami sedikit demensia vaskular.
02:22
Speaker A
Oke. Eh sori, Dok. Kita define dulu kali ya. Demensia apa? Demensia itu proses penurunan fungsi kognitif dari otak. Umumnya itu masalah memori.
02:31
Speaker A
Oke. Jadi lupa-lupaan lah gitu ya. Iya. Oke. Lalu curiganya karena demensia vaskular jadi ada seperti mini stroke atau stroke kecil, sumbatan di pembuluh darah otaknya yang bikin fungsi kognitifnya terganggu.
02:43
Speaker A
Oke. Nah, itu adalah proses aging sebenarnya. Kita semakin menua, otak kita akan semakin kecil, fungsinya juga akan semakin menurun.
02:49
Speaker A
Oke. Enggak ada cara untuk menghentikan proses penuaan. Oke. Kita cuma punya cara untuk memperlambat. Jadi, enggak ada yang namanya mengembalikan jadi muda. Enggak bisa.
02:59
Speaker A
Oke. Nah, proses itu akan terus berjalan whether we like it or not. Pada umur berapa otak mulai menyusut?
03:06
Speaker A
Itu belum. Saya belum pernah baca literatur yang langsung. Iya. Cuma memang penyusutan otak itu bisa terjadi bahkan di usia muda.
03:14
Speaker A
Oh. Oh, jadi misalnya pasien-pasien dengan infeksi yang dia mengalami infeksi di kepalanya terus infeksinya jadi berkembang jadi lebih parah. Setelah dia healing itu sering otaknya mengalami atrofi atau pasien dengan trauma, cedera kepala.
03:28
Speaker A
Oh, itu pasti akan terjadi. Bisa terjadi atrofi kalau cederanya cedera hebat sampai perdarahan gitu.
03:34
Speaker A
Berarti tidak realistis untuk nenek saya di usia 100 tahun dia masih bisa ingat orang atau segala macam itu enggak realistis tuh. Mana orang 100 tahun sudah pasti dia agak kesulitan dalam sisi memori.
03:47
Speaker A
Iya. Akan jauh lebih lamban, proses kognitifnya juga jauh lebih lamban. Pada level apa orang itu bisa totally lupa bahkan ke identitas dirinya dia?
03:56
Speaker A
Itu kan banyak ya kondisi yang seperti itu. Kayak salah satunya misalnya Alzheimer, ada demensia, ada Alzheimer, untuk tiap orang tuh berbeda.
04:04
Speaker A
Hm. Jadi bahkan ada orang yang bisa demensia tuh di umur 65 atau 50 sudah mengalami demensia karena itu sangat dipengaruhi oleh lifestyle.
04:13
Speaker A
Heeh. Dari mana? Jadi lifestyle kita tuh adalah tabungan untuk kita mau secepat apa kita akan mengalami proses penurunan nantinya.
04:20
Speaker A
Artinya konsumsi makanan atau konsumsi makanan, olahraga, tidur. Tidur pengaruh banget. [tertawa] Saya paling susah tidur. Oke, berarti jawabannya adalah enggak bisa sembuh. Enggak bisa buat sembuh. Sama kayak diabetes.
04:35
Speaker A
Oh, diabetes enggak bisa sembuh? Enggak bisa. Cuma bisa remisi atau iya, remisi kan dalam kondisi terkontrol. Sama demensia juga kalau dikasih obat-obatan gejala itu bisa dikurangi lajunya tapi tetap akan di masa depan pasti akan mengalami penurunan gitu kan. Kita enggak ada yang tambah muda, kita semua tambah tua.
04:51
Speaker A
Enggak, enggak sedih, Dok. Heeh. [tertawa] Tapi kan hidup itu jadi indah karena dia enggak selamanya kan.
04:59
Speaker A
Iya sih. Iya. Kalau dia terus-terusan seperti itu konstan kayak neraka enggak sih? Iya sih.
05:06
Speaker A
Damn damn. [tertawa] Betul. Oke oke oke. Dari kumaken, Dok. Lobotomi itu beneran enggak sih? Nah, apa ini lobotomi?
05:18
Speaker A
Lobotomi itu kan salah satu lobus atau bagian dari otak diambil. Kalau dulu tuh ada namanya tindakannya dilakukan untuk convicted atau apa ya? Orang-orang tahanan yang jahat banget dilakukan lobotomi.
05:32
Speaker A
Jadi, ada salah satu bagian otaknya yang kita rusak. Jadinya dia enggak punya kemampuan inhibisi. Jadi, jadi orang baik banget. Tapi orang baiknya tuh enggak ada remnya. Jadi, misalnya nih orang yang di lobotomi itu kalau dia bilang, "Eh, sweater lu bagus, minta dong." Dikasih. Oke, tunggu bentar. Pelan-pelan ya. Jadi lobotomi itu adalah tindakan untuk ngambil salah satu bagian otak dulu. Iya. Dengan tujuan membuat orang itu menjadi baik.
05:48
Speaker A
Iya. Dulu-dulu. Nah, berarti artinya kita bicara dulu nih 1800-an. Oke. Itu beneran dilakukan?
05:58
Speaker A
Beneran dilakukan. Tapi sekarang enggak boleh lagi tuh. Mereka bilangnya leukotomi dulu ya. Heeh. Sekarang lobotomi itu bisa dikerjakan contohnya ada sebagian dari lobus temporal yang diambil. Jadi lobus temporal itu ada di samping. Jadi bagian otak. Otak tuh ada yang di depan namanya frontal, samping temporal, samping belakang sini parietal, terus ada oksipital, terus ada serebelum otak kecil di belakang.
06:07
Speaker A
Oke. Nah, temporal ini pernah enggak dengar ada orang operasi epilepsi? Enggak pernah. Tahu. Setahu saya obat biasanya pernah. Iya. Jadi kalau untuk pasien-pasien epilepsi yang mereka sudah konsumsi obat, heeh.
06:22
Speaker A
Misalnya sudah kombinasi tiga obat terus masih kejang, heeh. Mereka akan dilakukan MRI terus dilihat ada enggak fokus kejangnya. Kalau ada fokus kejangnya, fokus kejang itu diambil. Nah, itu namanya hipokampektomi kadang disebutnya. Itu adalah bagian dari lobus temporal yang diambil untuk mengambil si fokus kejang ini supaya orangnya enggak kejang. Nah, itu bagian dari lobotomi juga gitu. Itu dikerjakan itu dan sampai sekarang masih dikerjakan.
06:29
Speaker A
Tunggu, sebelum kita ke situ, berarti zaman dulu ketika lobotomi dilakukan tentu enggak pakai bius-bius yang zaman sekarang dong.
06:43
Speaker A
Enggak, enggak sejaman sekarang. Berarti diapain itu kepala? Dibuka aja gitu.
06:58
Speaker A
Dibuka tanpa bius. Tanpa bius. Tapi kan kita juga mengerjakan awake surgery yang operasi secara bangun itu.
07:05
Speaker A
Oh iya. Heeh. Karena proses pembiusan beda saraf, tindakan beda saraf itu sebenarnya bisa sangat sederhana gitu. Kalau dokter biusnya jago tuh dengan obat-obatan yang menurut kita umum itu mereka bisa kerjakan gitu.
07:11
Speaker A
Oke. Heeh. Lebih ke skill dokter biusnya sih daripada skill dokter bedah sarafnya. Oke. Oke. Oke. Oke. Nah, sebelum ke sana lagi kita balik ke yang soal tadi epilepsi diambil bagian otaknya. Berarti tentu ada efek samping dong. Karena ketika ngambil bagian otak, fokus kejangnya kita ambil. Tapi kan fokus kejang itu enggak cuma soal kejang, kan.
07:20
Speaker A
Fokus kejang itu kan pasti ada hipokampus. Heeh. Itu apa yang terjadi ketika orang epilepsi bagian otak diambil? Seringnya.
07:35
Speaker A
Oke. Heeh. Lebih ke skill dokter biusnya sih daripada skill dokter bedah sarafnya. Oke. Oke. Oke. Oke. Nah, sebelum ke sana lagi kita balik ke yang soal ee tadi epilepsi diambil bagian otaknya. Berarti tentu ada efek samping dong. Karena
07:47
Speaker A
ketika ngambil bagian otak, fokus kejangnya kita ambil. Tapi kan fokus kejang itu enggak cuma soal kejang, kan.
07:53
Speaker A
Fokus kejang itu kan pasti ada hipokus. Heeh. Itu apa yang terjadi ketika orang epilepsi bagian otak diambil? Seringnya kalau orang epilepsi itu ada gangguan memorinya karena terjadi sklerosis atau ee proses penuaan dinilah kita bilangnya pada area itu. Justru kalau kita lakukan
08:11
Speaker A
hipokampektomi seringnya memorinya jadi improve. Oh. Karena kejang itu merusak otak. Semakin sering lu kejang, semakin banyak sel otak yang mati. Makanya kita mencegah supaya orang enggak kejang.
08:24
Speaker A
Nah, balik ke soal yang bius tadi. Di Alya nanya, "Halo, Dok. Saya sering lihat video pasien yang dibedah otak dalam keadaan sadar, bahkan diminta main musik atau bernyanyi.
08:32
Speaker A
Apa tujuannya? Apakah dokter pantau aktivitas otak? Gimana caranya supaya pasien enggak ngerasa sakit padahal otaknya lagi dibuka?
08:39
Speaker A
Apakah semua harus kayak gitu? Ada kondisi tertentu. Ya, jadi itu namanya wake surgery. Lagi hits banget kalau di kita nonton film-film apa gris anatomy atau macam-macamlah. film yang dari US rata-rata selalu akan berusaha menunjukkan ada wake surgery. Itu adalah
08:53
Speaker A
operasi yang tujuannya mengoperasi pasien dalam keadaan bangun supaya bisa dimonitor fungsinya. Oke. Ee salah satunya itu terindikasi untuk tumor otak yang ada di area ter yang di area yang menurut kita penting.
09:05
Speaker A
Oke. Dan penting menurut pasiennya. Contohnya kalau buat seorang musisi yang penting adalah misalnya otak sebelah kanannya.
09:13
Speaker A
Heeh. Kreatif ya. Ya, jadi misalnya ada tumor kah yang tumbuh di sana itu akan diusahakan kita pasiennya tetap bisa kita evaluasi skill itu tetap ada atau enggak. Karena nantinya kalau kita angkat tumornya seringnya dia mm berdekatan sama area
09:32
Speaker A
yang masih fungsional itu. Heeh. Dan kalau kita angkat dan kita enggak cek pas misalnya nih dioperasi secara tidur kan kita enggak bisa evaluasi kan.
09:40
Speaker A
Terus habis itu enggak bisa main gitar. Hm. atau dia enggak bisa baca ee partitur lagu gitu misalnya. Makanya kita usahakan tindakan operasi itu kan tujuannya memperbaiki kondisi pasien.
09:50
Speaker A
Oke. Jangan sampai sesudah operasi kondisinya malah makin buruk. Itu kan rugi dong. Oke. Betul.
09:56
Speaker A
Sudah prosesnya enggak nyaman terus malah makin buruk. Pasti kan tujuannya adalah kondisinya lebih baik. Kalau ada tumor tumornya diangkat. Sesudah itu jangan sampai ada kondisi yang ee kondisi fungsional yang hilang. Itulah tujuannya awake surgery dan selama proses operasi tuh style-nya banyak tuh
10:13
Speaker A
awake surgery. Ada yang ditidurin dulu. Heeh. Terus di tengah-tengah operasi nanti dibangunkan. Heeh. Nah, ada juga pasien yang dari awal mulai dari proses ee tindakan operasinya dia udah dalam keadaan bangun. Dipasang pin di terus ee kulit kepalanya diblok
10:30
Speaker A
dulu biar enggak ada rasa sakit. Terus ya ada proses bornya, terus batok kepalanya kita lepas, selapot otaknya kita buka. Terus sambil itu dia sambil diajak ngobrol ada satu dokter itu tim effort itu enggak bisa dikerjakan sendiri. Di rumah sakit PON kita juga
10:47
Speaker A
ada tim khusus yang memegang itu. Jadi itu kombinasi antara dokter anastesi, dokter bedah saraf, dokter neurobhavior, terus ada dokter interoperative monitoring. Itu dua dokter ini dari bagian neurologi. Jadi kita periksa kelistrikannya gitu. Tapi, Dok, itu lagi sadar kita ngerasain kepala di bor
11:05
Speaker A
I dan dibuka batok kepalanya. Iya. Rasanya apa? Geli-geli atau kalau kata gue pernah iseng nanya sama pasiennya kan rasanya gimana. Jadi menurut dia yang berasa itu cuman bergetar aja waktu di bor. Karena [tertawa] lalu lalu yang berasa cuman waktu di
11:27
Speaker A
bor. Oh iya, cuman waktu di [tertawa] terus terus terus eh bergetar bergetar aja karena kan memang dibor Iya. Karena kan kepalanya difikasi kan jadi kayak ada head fixation yang mengunci kepala jadi biar dia enggak gerak-gerak kepalanya. Jadi cuman berasa bergetar
11:40
Speaker A
aja. Pas batok kepala dibuka berasnya juga puk gitu kali ya kayak [tertawa] kayak lepas kayak lepas topi kan karena enggak sensitif rasa kan yang sensitif itu cuman kulit otak kita tidak punya reseptor rasa nyeri.
11:53
Speaker A
Gini katakanlah saya seorang pemain gitar. He. Ee dicek dong ee ini masih fungsional enggak gitu kan.
12:00
Speaker A
Adalah tumor di otak kanan nih. He awake surgery ya. Katakan tumor diangkat tiba-tiba enggak bisa main di dalam surgerynya kayak anjir enggak bisa nih Dok gitu kan.
12:11
Speaker A
Tapi kan udah diangkat enggak? Jadi kita itulah gunanya ee teman-teman neurologi yang khusus megang intraoperative monitoring. Jadi kita punya alat namanya subcortical mapping atau cortical mapping. Jadi kayak alat stimulator.
12:25
Speaker A
Bentuknya kayak apa ya? Mirip pinset ujungnya besi. Itu ada aliran listriknya. Nah, jadi sebelum kita angkat, kita konfirmasi area ini sebenarnya fungsional enggak.
12:34
Speaker A
Kita coba ganggu sambil dia bermain gitar. Kalau pada saat kita ganggu area itu, tiba-tiba main gitarnya hilang, berarti kita enggak boleh angkat sampai area itu. Berarti dimundurin dikit lagi.
12:43
Speaker A
Oh, sori. Itu itu berarti dikasih pinset buat di buat di pinpoint gitu apa gimana?
12:47
Speaker A
Iya, buat pinp. Nah, ini ini aman enggak ya? Ini aman ya, Pak. Main gitar, Pak.
12:52
Speaker A
Nanti kan kemarin kita habis operasi tuh ada di kalau di web IG-nya Rumah Sakit Pon tuh ada tuh yang lagi main gitar pasiennya.
12:59
Speaker A
Oh, ada videonya. Ada. Ada aja di IG-nya rumah sakit Pon ada. Wow. Terus komennya apa? Request Bang Jamrut gitu. [tertawa] Ada dokter-dokternya ng-request karena waktu saya operasi usus buntu didorong kan masuk ruang operasi terus yang tim operasinya udah nyamperin gitu.
13:18
Speaker A
Mas Radit gimana? Apa kabar? Gini-gini gini nih kita sty musik ya. Mau request apa? Anjir bisa request musik emang kayak gitu ya?
13:23
Speaker A
Iya. Jadi sering tuh tim operasi sambil dengar musik lazim. Personally gua enggak suka pakai musik.
13:29
Speaker A
Jadi ruang operasi gua hening. Cuman memang ada beberapa dokter bedah yang memang senang musik. Bahkan ada yang suka dangdut koplo gitu. Ada teman gua.
13:37
Speaker A
Oh. Nyalin ddut koplo sambil operasi. Iya. Oke oke oke oke. Wah seru banget. Lalu kita lanjut lagi ke sekarang dari Sunanpras nih. Ini teman kita nih. Mau tanya apakah memang ada bedanya otak orang yang cerdas dan kurang cerdas
13:53
Speaker A
ketika dibedah? Kelihatan enggak? Misalnya yang cerdas lebih mengkilap. [tertawa] Ada enggak apa gimana? Enggak ada sih bedanya. [tertawa] Enggak ada ya? Enggak ada bedanya ya?
14:07
Speaker A
Jadi memang semua sama. Ada. Iya. Tapi kalau tua ada keriputnya kah? Ada warna yang berubah. Oh lebih kecil doang.
14:14
Speaker A
Ke lebih kecil. Kalau otak yang stroke misalnya stroke sumbatan otaknya jadi lebih pucat karena kan dia enggak dapat darah kan. Pada saat kita buka wah warnanya lebih pucat.
14:23
Speaker A
Oh dan itu ada manifestasinya pasti kepada I pasti kehilangan fungsi. Oke. Oke. Dari Sensei Dai, Dok, saya mau tanya soal meningitis. Sepupu saya ada yang pernah terkena meningitis dan waktunya sangat singkat dari gejala awal sampai meninggal.
14:35
Speaker A
Penyebabnya apa? Menyerang semua umur apa enggak? Gejala awal supaya dicegah atau gimana? Meningit itu penyebabnya bisa bakteri atau misalnya mikobacterium kayak paling banyak sih tuberkulosis TBC.
14:47
Speaker A
Oke. Ee kita negara endemik TBC dan compliance pasien terhadap pengobatan TBC itu jelek di Indonesia. Makanya paling banyak angka infeksi maningit kita disebabkan oleh TBC. Seringnya proximity kontak. Jadi TBC itu enggak bisa misalnya nih gua punya TBC terus
15:04
Speaker A
gua nularin ke lu karena ketemu sekali gini enggak. Dia kontak erat. Jadi memang kalau ada satu keluarga yang kena TBC harus dicek tuh satu keluarga.
15:14
Speaker A
Orang-orang yang paling dia kontak paling dekat itu biasanya orang yang menularkan. Heeh. Terus anak-anak paling gampang kena dari orang dewasa. Tapi anak-anak sesama anak-anak tidak menularkan dari anak-anak. ke anak-anak tidak meneluarkan TBC enggak.
15:26
Speaker A
Oke. Terus ya kalau dia sudah infeksi maning itis itu dari katanya maning maning itu selaput otak.
15:34
Speaker A
Jadi itis itu radang. Jadi radang di selapot otak yang disebabkan oleh infeksi. Bisa disebabkan infeksinya si kuman-kuman itu. Jadi penyebabnya bisa banyak bisa virus, bisa bakteri, bisa kuman TBC.
15:46
Speaker A
Oke. Nah, TBC ini paling prevalen soal meaningit di Indonesia. Paling lazim ini. Iya. paling lazim kita temukan sekarang TBC.
15:54
Speaker A
Oke. Karena TBC itu kan ada yang laten, ada yang enggak kan. Heeh. Dan ee orang bisa punya kuman TBC lama di tubuhnya tanpa gejala.
16:05
Speaker A
Sehingga nanti suatu hari ketika imun turun atau apa dia menyerang. I. Nah, kalau orang kita kan mikirnya TBC itu selalu sama paru.
16:13
Speaker A
I tapi ternyata kuman ini bisa ke mana-mana. Bisa ke mana-mana termasuk ke ke selapur otota bahkan bisa ke otaknya sendiri. TBC itu bisa bikin tumor seperti tumor yang kita sebut namanya tuberkuloma dan itu kita bilang namanya the greatest
16:28
Speaker A
imitator. Dia bahkan kalau di MRI bisa kayak wah ini tumor otak ganas. Pas dibuka eh ternyata TBC. Gimana cara dokter tahu sebelum dibuka bahwa itu TBC bukan tumor otak biasa? Agak susah kalau dia tuberkuloma kadang-kadang bisa gambarannya seperti tumor ganas. H
16:48
Speaker A
kalau walaupun sudah dikasih z kontras di MRI masih. Makanya kalau dokter radiologi itu bikin ekspertise mereka bilang mereka enggak pernah kasih diagnosis pasti mereka bilang kemungkinan ini 1 2 3 4 gitu. Kalau setahu saya TBC itu pengobatannya lama
17:04
Speaker A
ya. Itu bisa 8 bulan mungkin ya. 6 sampai 9 bulan. 6 sampai 9 bulan.
17:09
Speaker A
Meningitis nih kena nih gara-gara TBC. Iya berarti tapi kan perawatannya sampai 9 bulan. Iya.
17:17
Speaker A
Sedangkan seladang selap otak berbahaya dong. Iya. Nah, itu gimana? Apakah memang apa ee tingkat ininya harapannya chennya rendah atau gimana? Karena kan pasti 9 bulan itu dia mengalami dan enggak mungkin dong sebulan dikasih antibiotik dia langsung sembuh kan.
17:32
Speaker A
Ee iya dia dapat terapi ITBC ee itu biasanya memang kita akan kasih obat-obatan untuk mengurangi proses radang. H.
17:39
Speaker A
Jadi proses radangnya membaik, pasiennya stabil ee terus sambil kita lanjutkan dengan obat-obatan yang untuk terapi TBC-nya.
17:47
Speaker A
Oke. Heeh. Jadi kita pasti kasih terapi supportif untuk menstabilkan kondisi pasiennya dulu. Angka harapan kesemburnya tinggikah kalau udah kena meningitis TBC?
17:56
Speaker A
Tergantung fasilitas dan kondisi pada saat dibawa ke rumah sakit. Kalau dia sudah dalam kondisi misalnya peran kesadaran, sudah ada infeksi hebat, dan sudah ada keterlibatan organ lain, angka kematiannya cukup besar.
18:09
Speaker A
Oh iya. Heeh. Karena kan seringnya kadang-kadang tuh kita temukan dia sudah TBC, ternyata paru-parunya juga hancur sama TBC-nya.
18:15
Speaker A
Jadi dia TBC fulminan gitu. Di dalam paru-parunya juga udah banyak cairan-cairan. Iya. Terus kan kita bingung nih kapalnya bocor terus bocornya depan belakang nih.
18:23
Speaker A
Otaknya kena, paru-parunya kena. Terus kalau otaknya diobatin terus paru-parunya enggak enggak ada oksigen, otaknya juga jelek gitu. Jadi kayak lingkaran setan itu susah banget. Itu biasanya kita pasti kerja sama sama dokter paru untuk terapi TBC-nya. Bahkan kalau yang ada infeksi di otak di
18:40
Speaker A
paru-paru kondisinya baik-baik aja, kita tetap konsul ke dokter paru juga. Heeh. Berarti untuk mencegahnya gimana?
18:48
Speaker A
Meningitis kan pertanyaan dia itu tuh gimana mencegah meningitis jadinya? Berarti kan sebenarnya screening ya paling bagus itu adalah screening. Ee dan kalau kejadian nih di teman gua nih teman dekat banget anaknya meninggal karena meningit tb.
19:03
Speaker A
Wow. Ekonomi bagus. Wah mungkin wealthy family lah menurut gua. Maksudnya secara ekonomi tidak buruk tapi kebagian maningitisnya dari asisten rumah tangga. Oke.
19:13
Speaker A
Jadi kan rata-rata tuh TBC memang pada ekonomi menengah ke bawah karena kan mereka hidup dalam close quarter, ventilasi enggak cukup, kontak erat, daya tahan dan gizi enggak kurang bagus gitu. Jadi memang ee makanya gerakan kalau udah ada batuk-batuk 2 minggu itu
19:31
Speaker A
sebaiknya dicek untuk ke arah TBC. Betul. Nih [tertawa] 3 bulan dia batuk-batuk enggak mau ngecek-ngecek sampai kita curiga di TBC akhirnya ngecek ke dokter. Hasilnya hasilnya radang radang radang ya.
19:45
Speaker A
Cuma kita tes IGra semua satu kantong buatat. [tertawa] Nah, kasus yang anak itu he apa yang terjadi itu? Ee telat dibawa atau kalau udah meningitis dia segitu silent-nya sehingga sudah terlambat pasti pasti biasanya terlambat.
20:01
Speaker A
Heeh. Gimana tuh? Karena kata dari wealthy family apa segala macam gitu. Mm. Ada masalah diagnosis juga waktu itu. Heeh. di awal karena gejalanya agak masking karena anaknya datang dengan keluhan demam terus susah buang air kecil. Jadi sempat dikira infeksi
20:16
Speaker A
saluran kemih dulu di awal gitu. Terus setelah dirawat beberapa hari baru ada ee gangguan kesadaran baru dicurigai ke arah TBC gitu. Jadi dicurigai ke arah infeksi otak. Terus ee untuk diagnosis TBC-nya waktu itu sempat agak menurut gua agak terlambat karena
20:34
Speaker A
pengambilan cairan otaknya juga agak lama waktu itu. Karena waktu itu kalau untuk TBC kan maning itis kita ambil contoh cairan otak untuk diperiksakan.
20:43
Speaker A
Oh no. Terus kondisinya udah keburu jelek akhirnya meninggal. Astaga itu. Iya itu dengarnya stres banget sih.
20:50
Speaker A
Iya karena berarti sebisa terjadi itu gitu maksudnya. Iya. Iya. Berarti itu enggak batuk dong anaknya.
20:58
Speaker A
Enggak. Wah gila ya. Ee boleh enggak kalau gitu kita tes IGRA aja satu rumah?
21:03
Speaker A
Ya boleh-boleh aja sih. Em kalau memang kalau kalau memang lu ada ketakutan atau misalnya gini, kalau misalnya ada asisten rumah tangga di screening aja asisten rumah tangganya.
21:13
Speaker A
Kalau dalam lingkaran terdekat lu tidak ada TBC kan kalau ada orang baru yang akan kontak erat dengan anak sebaiknya kan di screening kan.
21:22
Speaker A
Ee dan TBC itu kan pasti nularnya lewat batuk dong. Enggak juga. Iya. Kalau dari dewasa biasanya dengan droplet dan batuklah.
21:29
Speaker A
Oh, artinya kita screening kasih ke dokter umum cek kondisi paru sama tes igranya juga.
21:34
Speaker A
Iya. Oh. Atau biasanya BTA sputum. Jadi ee dia dahak pagi. Heeh. Nah, tapi itu susah keluar, Dok.
21:40
Speaker A
Kadang-kadang, Dok, dahak pagi. Iya sih. Iya kan? Iya. Banyak keluhan pasien sekarang rata-rata bilang susah dibatukin gitu.
21:48
Speaker A
Oh, berarti gimana? Tetap paksa atau tetap paksa sih? Secara invasif harus diinin enggak? Enggak harus ya?
21:55
Speaker A
Enggak sih? Enggak. Wah, iya sih. Soalnya saya dengar data bahwa Indonesia tuh peringkat dua setelah India kan ya, TBC kan. Heeh.
22:04
Speaker A
Itu ngerinya ngeri banget ya. Ngeri karena negara-negara Eropa tuh takut banget sama misalnya nih kayak saya kan pernah mau ke Kanada.
22:11
Speaker A
Oke. Oke. Ee buat ee fellowship. Terus itu mereka screening TV-nya sampai dua kali diulang suruh ulang lagi saking takutnya gua bawa tibi ke sana gitu. [tertawa] Dengan apa screeningnya? eh ronson baru suruh BTA Seputum.
22:26
Speaker A
Wah. Terus eh akhirnya disuruh periksa IGRA untuk meyakinkan sekali lagi. Nah, cuman IGRA itu katanya positifnya lama.
22:33
Speaker A
Iya. Bertahun-tahun. Jadi meskipun kita sembuh Iya. Masih ada. Masih masih ada. Iya. Berarti kalaupun udah dokter udah justru alasan dia cek IRA dia pengin tahu gua pernah terinfeksi sebelumnya enggak atau pernah ee ada dengan infeksi TBC enggak. Salah satunya.
22:48
Speaker A
Wah gila sih. Ih seram banget. Seram banget. Seram banget. Seram banget. Oke. Dari boleh otak ngeres beneran ada. Udah enggak usah itu. Enggak usah ya. [tertawa] Oke. Oke. Dari society sucks nih, Dok.
22:59
Speaker A
Waktu itu kan udah pernah jelasin cara buka otak di video sebelumnya. Nah, mau tahu dong nutupnya lu ini banget ya. Agak agak detail ya anaknya ya.
23:09
Speaker A
Nutup otak. Kita bahas teknis nih ya berarti ya. Oke. Jadi kan kalau kita operasi berarti kan selaput otaknya dibuka. Heeh.
23:15
Speaker A
Nah, kalau setelah dioperasi dan kita pastikan tidak ada perdarahan, semua tindakan selesai, selaput otaknya kita tutup lagi di jahit.
23:24
Speaker A
Oke. Sori. Selaput otak tuh berarti ini otak ada selaputnya dibuka tuh dirobek. Dipotong digunting.
23:30
Speaker A
What the hell? Kayak digunting. Iya. Terus dijahit bisa seringnya sih pakai benang. Emm. Atau bisa pakai ada klip kecil gitu kadang-kadang. Kalau seandainya selaput otaknya ada yang kita buang, kita ganti dengan selaput otak artifisial buatan.
23:49
Speaker A
Dari sebagian besar bahannya tuh ada kolagennya gitu. Oh, berarti sintetik. Ee bukan kulit sapi, bukan kulit bukan. Ee biasanya kolagennya pakai kolagen sapi.
23:58
Speaker A
Oke. Oke. Lalu lalu, lalu. Terus emm setelah itu si duramatnya atau si selapot otaknya kita hanging, kita usahakan rapatkan ke tulangnya supaya enggak ada dead space atau ada rongga potensial di antara itu.
24:15
Speaker A
Terus tulangnya kita taruh lagi dan kita fiksasi pakai plat sama skru di kayak kayak dikunci pakai baut.
24:24
Speaker A
Iya. Iya. Di otak. Eh, di kepala. Iya. Ada ada bautnya. Ada bautnya. [tertawa] Terus jadi bautnya biasanya kita taruh di bautnya ditaruh di tiap sisi. Jadi kalau dia kotak kan kalau cuman satu sisi nanti jeblos kan. Jadi harus
24:37
Speaker A
ditahan di semua sisi. He. Wah gila sih. Gila sih. Atau ada beberapa teknik lain misalnya waktu kita motong tulang kita bikin kayak doftil gitu. Jadi biar si tulangnya enggak jeblos ke bawah.
24:47
Speaker A
Doftil tuh kayak gimana sih? Dofttail tuh bentuknya gini. Lu suka ngerjain furniture enggak? Gua enggak.
24:52
Speaker A
Ya pokoknya intinya supaya enggak jeblos. Iya. Supaya enggak jeblos. Jadi dibikin kan kalau motong tulang kayak gini dia bisa jeblos ke bawah dong.
24:59
Speaker A
Heeh. Jadi dipotongnya agak Oh kayak trapesium k trapesium dengan arah lebar ke atas. Jadi kalaupun kita taruh tulang tulangnya akan ketahan.
25:06
Speaker A
Iya iya iya. Karena karena lebih sempit di bawah. Iya. Itu doil ya. Oke. Doftil nih.
25:11
Speaker A
Taruh dan dikasih baut ya istilahnya gitulah ya. Iya. Kalau karena ba ada beberapa senter yang enggak ada baut kita pakai benang aja kita ikat.
25:19
Speaker A
Tulangnya dipakai benang. Heeh. Oh cukup kuat tuh. Cukup kuat karena kita ikatkan ke tulang lainnya. Jadi di tulangnya kita bikin lubang, terus kita masukin benang buat kita ikat. Jadi buat biar dia ketahan.
25:32
Speaker A
Oke. Habis itu sudah ketutup tuh kepala belum. Karena habis itu kita tutup ee perios. Jadi ada selaput lagi di atas tulang terus baru jahit kulit.
25:41
Speaker A
E perios itu perios yang ee dari dianya sendiri atau lagi-lagi kolagen atau enggak? Periosnya dari dianya sendiri.
25:48
Speaker A
Oh, berarti memang itu pas dibuka disimpan aja nanti tinggal ditutup gitu. Iya, digeser aja sih. Enggak ada kulitnya. Kalau kulit juga tinggal ditutup gitu.
25:54
Speaker A
Iya, kan kita akan bikin luka nanti dijahit aja lagi baru ya botak lah. Udah pasti ya.
26:01
Speaker A
Enggak. Hah? Rambutnya rata-rata sih sekarang udah jarang dibotakin. Oh, palingong potong 1 centti. Jadi akan ada garis bekas operasi aja gitu. Tapi kalau pasiennya rambut panjang ee atau wanita tuh udah enggak kelihatan kayak habis operasi sih.
26:15
Speaker A
Kenapa dulu harus botak sebelum operasi otak dan kok bisa sekarang enggak perlu botak? Kalau dulu orang enggak ngerinfeksi kulit itu berkembang terus kan. Kalau dulu kan pakai iodin, sekarang pakai betadin, sekarang kita sudah pakai klorheksidin yang ternyata terus orang penasaran
26:35
Speaker A
sebenarnya rambut ini bikin infeksi enggak sih? Akhirnya dibikin penelitiannya ternyata rambut enggak bikin infeksi. Asal kita bersihkan dengan baik gitu. Jadi biasanya sesudah operasi pun pasiennya gua keramasin di kamar operasi.
26:47
Speaker A
Wow. sambil blow atau [tertawa] sekalian sekalian sekalian biasanya sambil dijalin sama perawatnya kalau ibu perawatnya rajin langsung di jadi kalau kalau cewek keluar kamar operasinya udah cantik jadi glowing enggak takut ada rambut yang masuk ke otak kan kalau kita operasi kita pakai film
27:05
Speaker A
ee seperti film clear film gitu Heeh buat menahan rambutnya terus rambutnya juga biasanya kita ikat hm jadi dia enggak akan masuk-masuk ke lapangan operasi sejauh ini udah berapa Berapa kepala orang yang dokter buka?
27:19
Speaker A
Aduh 1000 ada enggak? Mungkin lebih kayaknya. Udah lebih hell. Selama pendidikan aja itu sekitar 800-an 5 tahun.
27:29
Speaker A
Sekarang gua udah 10 hampir 10 udah 10 tahun jadi bedah saraf tahun mungkin. Bahkan gua mengerja setahun tuh 200 lah.
27:39
Speaker A
200 kepala yang dibuka. Iya sekitar 200-an setahun. Ee banyak banget ya. membuat gua terdengar seperti psikopat sih [tertawa] tapi pekerjaannya kayak kita kan seminggu berapa video gitu kan jangan-jangan gua dikasih julukan Dexter habis ini. [tertawa] Ee seminggu berapa kira-kira
28:03
Speaker A
seminggu? Kalau untuk yang terjadwal biasanya tumor-tumor besar sekitar tiga atau dua sisanya kalau mungkin kalau di Rumah Sakit Besar otak ee dokter Beda sarafnya ada jaga malam standby. Jadi kita standby 24 jam di rumah sakit ditambah lagi sekitar tiga atau empat
28:22
Speaker A
kalau lagi e onside. Kalau kalau lagi ada ber sekitar 6 en en atau tuuh minggu ini udah udah buka otak orang sudah buka kepala orang kemarin.
28:30
Speaker A
Iya jadi baru satu hari yang lalu buka kepala orang. Iya. [tertawa] Tapi emang buat buat dokter pedasaran itu hal biasa. Tapi buat kita kan kayak anjir buka kepa orang dong. Jadi udah enggak ada rasa lah ya. Udah kayak saat it's
28:47
Speaker A
another ada rasa lah. Pasti sebelum mulai operasi gua selalu ketakutan. Pasti ada rasa takut. Iya masih ada rasa takut karena kan ini ibunya seseorang, bapaknya seseorang. Terus iya sih kalau gua bikin masalah dia cacat seumur hidup gitu. Kepikiran yang kayak
29:03
Speaker A
gitu-gitu kan. E ada cara kan karena kan kita bicara surgen itu kan ada ke apa tuh? Kerapihan, ada ketelatenan lah dalam dalam soal tangan kan.
29:12
Speaker A
Ada ada cara menjaga tangannya kah supaya tetap terampil kalau ya latihan. Em waktu pasti akan ada waktunya. Misalnya dulu kita latihan menjahit enggak enggak langsung di pasien pasti latihannya beli daging sapi dulu yang murah beli yang kulitnya mirip sama kulit manusia itu
29:33
Speaker A
babi sebenarnya. Jadi kita beli daging babi sama kulitnya terus kita potong-potong terus belajar jahit, belajar jahit gitu.
29:39
Speaker A
Oke. Sebelum nyoba ke manusia. Nah, kalau sekarang berarti karena udah emang sudah dilakukan terus-menerus sudah otomatis terampil kan.
29:46
Speaker A
Iya pastinya dong. Tapi tiap tahun gua tetap pergi pelatihan. Jadi ada namanya pelatihan cadaver di seksi. Jadi kita latihan di mayat untuk teknik-teknik operasi yang misalnya teknik operasinya kasusnya jarang. Untuk tetap menajamkan skill di bidang itu gua akan tetap tiap tahun
30:04
Speaker A
latihan untuk e teknik itu di cadaver. Oke. Karena kejadian itu enggak enggak selalu ada dalam sebulan gitu kan maksudnya supaya tetap masih memorinya masih ada nih masalnya. He.
30:15
Speaker A
Ada cara memproteksi tangan enggak? Pasti kan kalau misalnya ya main padel. Heeh. Kalau dari tengah ke saleo aja kan pasti berefek sama operasi mungkin. Enggak tahu juga. Tapi ada ada cara enggak buat melindungi dari day to day itu tangan
30:28
Speaker A
gua berharga nih supaya enggak kenapa-napa gitu? Enggak ada yang khusus sih ya? Iya. Cuma kalau nahan lift gua pakai kaki aja. [tertawa] Ya Allah spesifik banget.
30:37
Speaker A
Karena kan di rumah sakit paling sering ngejar lift kan. Oh iya. Jadi kalau nonlift pakai kaki.
30:42
Speaker A
Berarti mencet tombol juga [tertawa] bisa bisa. Iya. Lihat dokteran ngapain pakai kaki kadang enggak ada yang khusus kok.
30:51
Speaker A
Seru banget. Seru banget. Seru banget, Dok. Apa benar kreatin bagus garis miring bermanfaat untuk otak? Nah, itu benar enggak tuh?
30:59
Speaker A
Iya. Gua baru kayaknya baru lihat paper-nya tadi pagi, tapi papernya gua belum pernah baca metaanalisis maksudnya yang penelitian banyaknya, tapi ini baru single paper kemarin ya yang gua lihat tadi pagi tuh pada wanita menopaus ya. He.
31:14
Speaker A
He. Jadi, ternyata memang ada membantu meningkatkan fungsi kognitif kayak gitu. Nah, yang pertanyaan terakhir dari YouTube member kita, "Dok, anak saya pernah di MRI pas umur sekitar 7 sampai 8 bulan karena sempat kejang tanpa demam.
31:28
Speaker A
Hasil dari MRI itu ukuran otaknya lebih kecil dari seharusnya. Iya. Jadi, ada gap antara otak sama tengkorak.
31:34
Speaker A
Nah, itu sebenarnya ada hubungan sama kejang dan epilepsinya enggak? atau cuman sekedar otaknya belum berkembang, tinggal dikasih vitamin sudah beres.
31:42
Speaker A
Dokterologi anak sempat bilang enggak ada hubungannya sama epilepsi, lebih ke tumbuh kembangnya aja yang terhambat.
31:47
Speaker A
Tahun masih suka kejang sekitar du sampai kali sebulan belum bisa ngomong, jalan belum sempurna. Melihat perkembangannya memang lambat atau ada enggak cara biar otaknya jadi normal atau memang ini genetik enggak bisa diperbaiki? Ke depannya kalau emang lebih kecil benar otak lebih kecil
32:02
Speaker A
normal efeknya apa aja? Makasih dan maaf banyak nanya. Dia bilang, "Kalau ini kan sebenarnya gua enggak periksa anaknya langsung, jadi enggak bisa kasih pendapat. Jadi ini asumsi dari ee informasi yang gua dapatkan aja ya. Ee otak lebih kecil
32:17
Speaker A
kemungkinan besar memang akan ada efek ee tapi itu bukan ketok palu yang bilang akan jelek.
32:24
Speaker A
Hm. Bagaimana kita memaksimalkan apa yang ada dengan stimulus. Karena kalau otak tidak diberikan stimulus, dia enggak akan bisa memberikan respon yang tepat.
32:33
Speaker A
Oke, gitu. Ee terus eh untuk kejang kayaknya itu harus dieekplore lebih lanjut apakah dengan EEG kah atau dengan longterm EEG.
32:43
Speaker A
Jadi EEG-nya pasiennya nginep sampai kita lihat dia tanpa obat kejang dan di mana fokus kejangnya karena kalau dia masih kejang kemungkinan besar yang membuat dia delay developmentnya justru kejangnya.
32:56
Speaker A
Oke. Karena setiap kali anak kejang itu sel otaknya ada yang mati. Semakin sering kalau dia tiap hari kejang berarti tiap hari ada sel otaknya yang mati. Iya.
33:04
Speaker A
H berarti kalau ada tiap hari yang mati fungsinya makin lama makin jelek gitu. Oke. Oke. Jadi emang harus dianalisa dulu, ditentuin dan gimana caranya kejangnya tidak tidak terus-menerus terjadi karena itu ada risiko sama kerusakan otak.
33:16
Speaker A
Lazim enggak sih untuk ada gap antara otak sama tengkorak tadi yang dia bilang itu?
33:20
Speaker A
Kalau pada anak-anak harusnya gap-nya kecil karena penuh otaknya harusnya. Nah, itu terjadi karena betul genetik karena dari lahir ada permasalahan bisa ya bisa aja atau misalnya infeksi juga bisa atau kurang nutrisi pada saat di dalam kandungan juga bisa.
33:36
Speaker A
Kondisi ini termasuk kedaruratankah yang harus segera dikonsultasikan? Kalau kejangnya iya, tapi kalau atrofinya mungkin harus ke dokter tumbuh kembang anak sama dokter neuropediatri.
33:48
Speaker A
Oke. Itu harus kerja sama antara mereka berdua untuk mungkin sama gizi anak sekalian gitu.
33:53
Speaker A
Oke, sekarang saya mau nanya nih nih pribadi nih. Kalau misalnya udah sering ketemu pasien ya dan otak itu adalah salah satu yang paling penting dalam tubuh manusia ya bahkan yang terpenting gitu kan pasti selalu ada kondisi-kondisi yang memang
34:10
Speaker A
sangat buruk ya dan lain-lain kan. Gimana ini karena saya nonton depit nih yang di HBO tuh.
34:16
Speaker A
He gimana cara kita menentukan he ketika pasien datang melihat kondisinya dan kita bisa merasa bahwa itu masih bisa diselamatkan atau enggak gitu.
34:28
Speaker A
Gimana caranya kita punya punya ngomong ke pasien dan bilang bahwa ini kayaknya enggak bisa deh gitu.
34:36
Speaker A
Itu kayak ris assessment sih. Biasanya kita lihat secara kita akan lihat secara keseluruhan ee jantung paru dan otaknya. Terus kalau untuk otak ada caranya untuk melihat apakah dia sudah mati batang otak atau belum.
34:50
Speaker A
Nah, jadi kita tes matanya ee terus refleks-refleks dasarnya. Kalau refleks dasar itu sudah tidak ada, berarti batang otaknya sudah enggak bekerja. He.
34:59
Speaker A
Kalau batang otak sudah tidak bekerja itu jantung sama paru cuman kerja otomatis. Yang lama-lama kalau dia enggak dapat sinyal dari batang otak, dia akan berhenti sendiri. Oke.
35:08
Speaker A
Nah, itu kita biasanya kita akan sampaikan bahwa ini mungkin kita akan sarankan untuk DNR atau do not resusitate atau kita paliatifkan. Jadi kayak cuman terapi sportif atau mm ya ventilatornya dilepas atau ditarik gitu.
35:23
Speaker A
Nah, di series itu ada tuh kayak gitu batang otaknya kan udah kena jadi dia koma kan dia gitu.
35:29
Speaker A
Terus pasiennya tuh bilang kayak tetap mau dicoba selamatkan. Tapi dokternya tahu memang udah pasti enggak bisa.
35:39
Speaker A
Heeh. Nah, dilemanya dia tuh antara ee gua mau ngikutin harapan hope-nya he atau gua mau langsung smash aja bahwa enggak sih emang udah enggak bisa. You are wasting eh effort energy time-nya.
35:53
Speaker A
Nah, dari sudut pandang dokter gimana nih? Oh, ini menarik sih sebenarnya. [tertawa] Tapi kita masuk ke ranah kultural kan.
36:00
Speaker A
Oke. Ee pengalaman mungkin gua share pengalaman gua kalau waktu di Kanada atau waktu gua di ikutan ee pelayanan di Kanada mereka ada namanya eh assisted suicide atau mereka punya namanya advance directive. Jadi di sana orang menilai bahwa kalau hidup adalah hak, mati juga
36:22
Speaker A
adalah hak. Jadi kita berhak memilih kapan kita meninggal terutama untuk pasien-pasien kanser. Makanya mereka kalau pasien Cancer mereka akan minta mau bikin advance directive enggak.
36:32
Speaker A
Karena ada titik di mana kita tidak bisa mengambil keputusan buat diri kita sendiri dan yang mengambil adalah keluarga dan keluarga umumnya emosional.
36:41
Speaker A
Jadi kalau orang-orang dengan paliatif dia akan bikin surat bahwa kalau seandainya saya tidak sudah tidak bisa mengambil keputusan tolong diakhiri. Ada kalau di negara-negara majulah rata-rata. Dan itu tugas dokternya yang fulfill their wishes karena kita menghormati eh keinginan dari si pasien.
37:00
Speaker A
Tapi itu memang sangat terkait dengan kultural. Kalau di Indonesia kita sangat hopeful sama kondisi-kondisi pasien yang walaupun kadang udah enggak ada harapannya, tapi memang adalah tugas gua sebagai dokter untuk menyampaikan mungkin udah cukup nih ikhtiarnya gitu di sini udah cukup
37:20
Speaker A
nih gitu. Karena kan yang ditakutkan orang adalah gua enggak cukup berusaha untuk keluarga gua, gua enggak cukup fight buat orang tua gua. Itu kan sebenarnya yang diminta kayak ee ya kayak gua pernah terima pasien yang memang dia datang hanya untuk
37:36
Speaker A
keluarganya datang dan dia datang hanya untuk perlu untuk gua bilang kayak kayaknya usahanya udah cukup, Pak. Gitu.
37:42
Speaker A
Sori ini pasiennya datang ke dokter untuk bilang usahanya cukup. Jadi ada keluarga dan pasien datang ee dengan tumor otak ganas dan secara literatur memang ganas. Sudah empat atau lima kali dioperasi, balik lagi, tumbuh lagi, tumbuh lagi. Dan setiap
37:58
Speaker A
dioperasi ada aja fungsi yang hilang yang diambil sama si tumornya. Udah dikemo, udah diradiasi. Intinya ee pasiennya menderit lah dengan kondisi ini. Terus dia datang ke poliklinik gua.
38:11
Speaker A
Terus kita ngobrol terus dia nanya, "Ni kita mau ngapain?" apa bisa dioperasi lagi enggak gitu.
38:17
Speaker A
Terus gue yang bilang, gue yang bilang kayak bapak kalau Bapak berpikir ini e ikhtiar kayaknya ikhtiarnya udah cukup gitu.
38:25
Speaker A
Wah. Terus itu ngomong ke pasien tuh. Iya. Karena ya objectively speaking memang Iya. Terus akhirnya mereka baru bilang, "Iya yang kita butuhkan itu memang dokter bilang ini cukup, Dok." Katanya karena kita udah capek katanya dan pasiennya udah capek.
38:40
Speaker A
Oh my God. Enggak bisa gua jadi dokter gua. Gua enggak bisa gua. Ternyata rasa cukup itu mahal rupanya.
38:47
Speaker A
Ada enggak dokter yang cuma ngurus kuku gitu? Jadi ada gua gua mau tuh [tertawa] dermatologi.
38:53
Speaker A
Wow. Apa yang terjadi dengan pasien itu? Akhirnya mereka memilih pasiennya memilih buat paliatif karena ternyata memang dia datang cuman buat minta apa ya assurance bahwa ini udah cukup. Terus dia minta ee death with dignity. Dia enggak mau meninggal
39:10
Speaker A
di rumah sakit. Dia mau di rumah dikelilingi anaknya. Usianya masih lumayan muda soalnya masih early 30. Ya Allah, ya Rabbi.
39:19
Speaker A
Mau bersama keluarga dengan orang-orang yang dia sayangin. Dia bilang dia, "Saya kebayang, Dok, meninggal sendirian di ICU dengan mesin ventilator dan saya enggak bisa peluk anak saya." Dia bilang. Akhirnya dia pulang. Tapi gua enggak tahu akhirnya meninggalnya kapan.
39:32
Speaker A
Oh my God. dari pengamatan dokter eh berapa lama itu harapannya kalau dari kondisi dia saat itu? Is it one year or tumornya waktu itu kalau enggak salah Gleoblastoma tumor otak paling Gleoblastoma itu di posisi manakah atau di depan sebelah kiri di otak depan
39:51
Speaker A
sebelah kiri jadi memang struktur yang paling penting dan itu the worst tumor i dia terganas ya definisi terganas tuh dia secara literatur dari terdiagnosis tanpa diobati akan meninggal 6 bulan what penyebabnya itu kita enggak ada yang tahu sampai sekarang belum tahu protokolnya
40:10
Speaker A
baru berubah lah per tahun lalu kita. Jadi dia kan karena ada mutasi gen misalnya ee IDH1.
40:17
Speaker A
Jadi kalau kita ada obat baru yang baru keluar EDH1 IDH eh inhibitor itu memperpanjang gua lupa em 7 bulan itu semacam biologics gitukah atau iya jadi mengabar ekspresi gen dari si tumor itu memperpanjang 7 bulan. Hm.
40:35
Speaker A
Tapi setidaknya ada harapan setelah penelitian bertahun-tahun ini ketemu obat Iya. yang tidak menyembuhkan tapi mpanjang 7 bulan.
40:42
Speaker A
Iya. Wow. Ada kemungkinan sembuh enggak sebenar-benarnya kalau di early? Enggak. Pengalaman gua ya itu jadi itu deat vonis aja. Kalau orang udah ketemu itu udah it's a a sure death aja gitu.
40:57
Speaker A
Ada beberapa pasien yang bertahan sampai so far pasien gua ada yang bertahan sampai 7 tahun sekarang masih hidup. Ah, itu kok bisa? Tapi dan dia cuman sekali dioperasi.
41:07
Speaker A
Em, ya kalau gua percaya bahwa ada hal lain di luar kemampuan kita yang kita belum ngerti. Apakah mungkin secara genetik variasi genotype dari si tumor ini lebih mild? Walaupun kan kalau kita untuk gold standar kita periksa tumor kan, kita ambil
41:23
Speaker A
jaringannya terus diperiksa oleh dokter patologi. Dilihat selnya, selnya ini nih glioblastoma misalnya. Tapi kan kita enggak tahu secara sifat genetiknya bagaimana. Karena rata-rata pasien glioblastoma yang gua operasi yang lain begitu dioperasi enggak sampai 2 bulan tumbuh lagi, enggak sampai 2
41:41
Speaker A
bulan tumbuh lagi gitu. Dan tumbuhnya biasanya jauh lebih agresif dan lebih cepat kayak gitu. Sedangkan pada pasien ini habis dioperasi enggak tumbuh lagi.
41:51
Speaker A
Hm. Dan dia masih bekerja sampai sekarang. Akhirnya tadinya kerja sebagai satpam. sekarang ee karena dia mau spend lebih banyak waktu sama keluarga, akhirnya dagang aja di di rumah gitu ya. Karena punya scare yang pertama, jadi gua enggak mau miss the memory lah
42:09
Speaker A
gitu ya. Enggak ngerti gua harus berhadapan dengan yang kayak gitu tiap hari itu enggak ngerti. Enggak ngerti.
42:14
Speaker A
Enggak ngerti. Is it expected dari dari awal jadi ini jadi dokter yang kayak gini-gini?
42:20
Speaker A
Sebenarnya gua enggak nyangka akan kerja di bidang tumor. Oke. Jadi gua jadi bedah saraf waktu itu pengin ee di bidang pediatrik anak.
42:28
Speaker A
Anak i. Heeh. Menurut gua banyak yang bisa gua lakukan di sana. Oke. Tapi pada saat itu rumah sakit tempat gua bekerja tidak mendukung untuk ee fasilitas anak. Karena waktu itu dokter anaknya juga baru satu, tidak ada isu anak. akhirnya harus ganti haluan nih,
42:43
Speaker A
apalagi bidang yang kosong. Terus ee ngobrol sama kita tim ada waktu itu berlima, berenam akhirnya ngobrol kayaknya yang enggak belum ada yang megang tumor nih. Akhirnya gua sama kolega gua ada satu orang lagi ee cewek kita sepakat kita berdua akan pegang
42:59
Speaker A
tumor terus kita bagi dua akhirnya ya sampai sekarang sampai sekarang sampai sekarang kita megang tumor ber semacam partneran gitulah ya.
43:06
Speaker A
Heeh. Pernah enggak ngelihat ada pasien terus ngerasa kayak seandainya dia lebih cepat eh screening ya atau kan banyak orang Indonesia tuh takut ke dokter kan kayak gilang ini nih takut ke dokter nih gimana nih cara kita untuk secara
43:22
Speaker A
objektif enggak enggak takut gitu loh karena saya termasuk yang setiap ulang tahun full cek H dan ketika ngomong ke teman-teman program pemerintah enggak [tertawa] pemerintah enggak apa-apa juga sih kalau program pemerintah Ada tiap ulang tahun bisa medical checkup.
43:38
Speaker A
Hah? Iya. Gratis. Iya. Eh, gua mending itu dari [tertawa] I saya medical checkup tiap ulang tahun karena lebih gampang ingat.
43:49
Speaker A
Iya. Nah, semua teman-teman yang tahu bilang kayak, "Ih, itu seram banget kalau ketemu. Seram banget kalau ketemu." Lah, justru kan lebih seram kalau enggak ketemu.
43:57
Speaker A
Iya betul. Nah, gimana meyakinkan orang Indonesia nih? Heeh. Bahwa dari pengalaman dokter seandainya ini lebih cepat, lebih baik gitu.
44:05
Speaker A
Em. Kalau ada tumor, kita ngomongin masalah otak ya, masalah otak apapun itu kalau kita temukan lebih dini itu akan lebih mudah penanganannya.
44:16
Speaker A
Oke. Apapun itu, apakah dia masalah pembuluh darah, apakah dia masalah degeneratif, apakah dia masalah tumor otak. Semakin kecil, semakin gampang, maksudnya semakin sederhana ee penanganannya, semakin kecil resiko komplikasinya.
44:32
Speaker A
Oke, gitu. Bahkan ada tumur otak tertentu. Ah, ini mumpung mumpung lagi bahas ini nih. Bulan ini tuh lagi pitutary awareness month.
44:42
Speaker A
Partner pitutary atau awareness month. Jadi pitutary itu adalah master gland yang ada di tengah-tengah otak kita yang ngurus hampir semua hormon di badan.
44:49
Speaker A
Oke. Ee partner gua ee di Rumah Sakit Pon namanya Dr. Selfi Oswari. Dia khusus mengkhususkan diri di tumor pitutari dan itu sering banget miss. Kenapa? Karena dia tumornya kecil, tapi dia dekat banget sama saraf mata. Dan kalau dia
45:05
Speaker A
bertambah besar 1 centti aja dia akan menekan saraf mata. Terus yang terjadi adalah lu mengalami penyempitan lapang pandang.
45:12
Speaker A
Heeh. Dan sebagian besar pasien kita datang itu udah buta atau dia lapang pandangnya sudah sempit. Jadi berasa kayak ditutup tirahed Dok. Cuman segini doang yang bisa lihat. Dia bilang.
45:21
Speaker A
Oke. Oke. Dan kalau sudah kejadian seperti itu, saraf matanya enggak bisa disembuhkan walaupun tumurnya diangkat.
45:28
Speaker A
Jadi memang kalau didapatkan lebih cepat dia adalah tumor jinak yang bisa dioperasi ee dan kita bisa selamatkan matanya. Kalau misalnya saya setiap ulang tahun kan medical check up ya.
45:41
Speaker A
Kalau medical check up itu ditambah dengan MRI scan otak. Heeh. Untuk mengetahui bisa enggak untuk mengetahui potensi stroke atau apakah ada tumor itu bisa.
45:53
Speaker A
Bisa. Bisa. Dengan MRI atau city scan? MRI. MRI. MRA. Jadi sekalian dilihat pembuluh darahnya. Bahkan mereka bisa sampai terusin dikit ke leher untuk ngelihat di leher lu ada plak. Karena paling sering yang bikin sumbatan di kepala itu adalah plak yang lepas dari
46:08
Speaker A
leher atau jantung. Wow. Oke. Oke. Wah, gua nambah tuh berarti nanti. [tertawa] Oke. Terlalu sering setahun sekali mra ada efeknya enggak?
46:17
Speaker A
Enggak apa-apa. Dia kan bukan radiasi. Dia gelombang magnet kan. Jadi it's ok. He. Oke. Nah, saya ada cerita nih. Jadi, ada satu YouTuber yang gua suka, Dok.
46:27
Speaker A
He. Namanya Glucose God. Jadi, dia ngomongin glukosa. Oke. Jadi, ee kalau misalnya makan apa gitu nanti dicek glukosa darahnya gimana.
46:36
Speaker A
Jadi, dia tuh consciously ngecek gula darah dia. Salah satu programnya dia, dia mau full scan MRI badan dia dalam setahun itu.
46:44
Speaker A
Iya. Dia mau cek ada anomali apa di badan dia untuk e jaga-jaga aja. Namanya juga orang peduli kesehatan kan.
46:50
Speaker A
Ketemulah di otak dia, Dok. H itu calon aniorism. Anurism ya. Iya. Jadi ada pembuluh darah tipis or something.
46:58
Speaker A
I yang sewaktu-waktu bisa pecah. Yang itu yang kita lihat sering berita orang meninggal karena pendarahan otak gitu kan.
47:05
Speaker A
Iya. Dokter-dokter itu bilang enggak bisa diapa-apain. I enggak tahu ya. For whatever reason ya.
47:10
Speaker A
E dan bisa jadi sampai meninggal dia meninggal e karena penyebab lain itu juga orang dia enggak akan tahu itu ada.
47:17
Speaker A
I bisa jadi kayak gitu. Iya. Cuman itu membuat dia hyper paranoid sepanjang dia hidup.
47:25
Speaker A
Iya. Dari mulai penemuan itu. Iya. Nah, artinya kan kita berada di dalam persimpangan di antara gua mending tahu atau enggak tahu gitu loh maksudnya.
47:35
Speaker A
Heeh. Gimana cara menyikapi orang yang menemukan ada begituan tapi [tertawa] enggak enggak bisa diapa-apain dan akhirnya malah hidupnya jadi enggak nyaman gitu.
47:43
Speaker A
Sebenarnya gini kan kalau kita periksa em medical checkup Heeh. Memang disarankan setelah kita dalam proses menua kan. Jadi kayak umurnya lu sama gua itu udah mulai [tertawa] Iya. Oke. Terus kan kita seumuran ya.
47:57
Speaker A
Betul. Betul. Jadi kalau di atas ee umur tertentu kalau bisa volumenya dipersering memang. Oke.
48:06
Speaker A
Ee 30 tuh mungkin disarankan 3 tahun sekali. Kalau umur 20-an 5 tahun sekali. Tapi MRI-nya juga kan ada populasi yang memang punya resiko.
48:16
Speaker A
Heeh. untuk penyakit itu. Dan setahu gua rata-rata sih anorisme otak bisa diatasi kecuali yang kondisinya em kompleks banget.
48:29
Speaker A
Sori atasi maksudnya diangkat atau diin ada banyak tekniknya bisa diklip jadi kayak ya kan anorisma tuh jadi kayak pembuluh darah terus kayak ada kantong kecilnya.
48:41
Speaker A
He heh. Diklip. diklip kita pasang klip atau sekarang bisa dilakukan secara kateterisasi kayak kateterisasi jantung dimasukin koil ke dalamnya terus nanti jadinya dia kebentuk clot di dalam situ.
48:52
Speaker A
Jadi pembuluh darahnya dindingnya anorisma yang tipis itu enggak jadi pecah. I see. Nah atau kalau di sirkulasi di belakang-belakang bisa dipasang flow diverter.
49:03
Speaker A
Jadi kayak selang yang apa? Dinding buatan untuk pembuluh darah yang mengalihkan aliran supaya enggak masuk ke sianurismanya. banyak tekniknya.
49:12
Speaker A
Hm. Atau bahkan ada yang dibypass gitu misalnya. Jadi di anorismanya ditutup terus di dicariin pembuluh darah lain buat men-suplai pembuluh darah yang ditutup itu gitu.
49:24
Speaker A
Oke. Jadi artinya pada banyak kasus tuh bisa ditangani. Iya. Tapi ada juga enggak adorisme yang tidak bisa diapa-apain karena posisi jarang?
49:30
Speaker A
Ada sih yang sulit ya. Ada sih. Oh. Dan dan ngukur resiko dengan benefitnya tuh menjadi lebih mending enggak diapa-apain gitu.
49:39
Speaker A
Iya. Oh. Heeh. Karena kita sering lihat berita orang meninggal karena pecah pembuluh darah otak tiba-tiba.
49:45
Speaker A
He. Apa? Hemor. Hemoroage. Hemorage. Iya. Brand hemorage stroke i. Stroke hemorage ya. Dan mus yang masih muda. He.
49:53
Speaker A
Itu bisa dihandari dengan rajin MRI dan MRA atau MRI MRI itu bahkan bisa miss.
50:00
Speaker A
Kalau stroke di usia muda seringnya disebabkan oleh anorisma atau AVM, AVM atau covernoma. Oke, seringnya ya intinya dia akibat dari anomali pembuluh darah dan umumnya itu bisa ditangkap dengan MRI.
50:13
Speaker A
Oke, berarti memang enggak apa-apa ya gitu. Wow. Oke. Oke. Seru banget. Ee, dokter, ada yang mau disampaikan enggak nih buat teman-teman yang nonton gitu soal tadi kan udah jangan takut kalau mau ke dokter. Apaagi kira-kira yang yang teman-teman butuh
50:28
Speaker A
tahu nih? Screening dini yang pasti dan belajar mendengarkan diri sendiri kali ya. S artinya apa tuh? Jadi, gua sering ketemu pasien yang setelah di anamnesis dia udah mengalami gejala ini udah 5 tahun gitu. Contohnya untuk tumor yang khusus
50:45
Speaker A
gua tangani namanya vestibular suanoma. Tumornya berhubungan dengan saraf pendengaran. Saraf pendengarannya berubah jadi tumor.
50:51
Speaker A
Wow. Terus waktu ditanya, "Bu, pendengarannya enggak ada masalah?" "Enggak, enggak ada masalah." Terus, "Oh, tapi nanti suaminya yang bilang, "Iya, Dok. Tapi ini 5 tahun terakhir memang kalau ee dengar musik tuh cuman perlu satu telinga doang. Ternyata sudah ada
51:07
Speaker A
gangguan pendengaran dari 5 tahun yang lalu, tapi dia enggak pernah mengganggap itu masalah besar.
51:12
Speaker A
Hm. Gitu. Atau dia sudah ada kayak telinga berdenging dari beberapa tahun sebelumnya yang diabaikan gitu. Sama kalau yang untuk tumur pitutari tadi, lapang pandang menyempit itu sering memang sering tidak dirasakan secara langsung kalau dia perlahan. Makanya itu pentingnya medical check up kan. Jadi
51:32
Speaker A
kalau di medical check up kan mata diperiksa juga kan. Iya benar. Iya. Jadi pasti akan dapat screening.
51:37
Speaker A
Oke. Untuk yang soal kuping tadi berarti dia munculnya bisa kayak 10 tahun yang lalu, 5 tahun yang lalu karena dia tumor jinak tumbuhnya sekitar 1 mili sampai 3 mili per tahun.
51:48
Speaker A
Nah, kalau untuk ibu itu akhirnya bisa diangkat atau gimana? Bisa diangkat. Oh, masih enggak apa-apa.
51:53
Speaker A
Masih enggak apa-apa. Meskipun kupingnya udah enggak bisa dengar. Iya. Sebelah kiri enggak bisa dengar.
51:59
Speaker A
Heeh. Oh, kalau ibu itu telat datang tuli sebelah datang pasti akan tuli sebelah karena yang berubah jadi tumor kan si saraf pendengarannya.
52:08
Speaker A
Cuma kalau dia datangnya 5 tahun kemudian tetap masih enggak apa-apa karena dia kategori tumor jinak kah atau Kak? Tapi kan dia adanya di belakang ya dekat batang otak. Kalau tumornya semakin besar dia akan menekan ee struktur lainnya.
52:20
Speaker A
Jadi gua selalu bilang jadi bagian belakang kepala sini namanya fosa posterior. Itu areanya sempit tapi ramai. Oke.
52:26
Speaker A
Jadi di dalamnya ada batang otak, ada pons, ada otak kecil, ada saraf-saraf dari 3 sampai 12 di sana semua.
52:34
Speaker A
Iya. Iya. Iya. Jadi kalau dia membesar si saraf-saraf dan si batang otak dan lain-lain ini nih bisa terganggu bahkan bisa bikin pasiennya berden kayak kencing di gitu ya. Ming kayaknya 2 minggu atau 2 minggu yang lalu gua operasi yang pasiennya
52:50
Speaker A
udah sampai bad riden. Bahkan untuk ngangkat kepala aja udah enggak bisa karena batang otaknya udah tipis banget.
52:55
Speaker A
ketekan sama si tumornya dan tapi itu tetap masih bisa diperbaiki. Pasti akan ada gejala sisa kalau sudah sampai seburuk itu.
53:01
Speaker A
Wow. Oke. Si ibu akhirnya dioperasi. Operasi terus dan sekarang kondisinya aman. Aman dengan gangguan pendengaran di sebelah kiri.
53:08
Speaker A
Karena itu enggak bisa bali. Iya. Wah gila Dok. [tertawa] MRI di semua tempat samakah atau di PON lebih komplit?
53:15
Speaker A
Di mana aja sih sama ya. Heeh. Yang penting ee yang ya enggak usah pakai kontras dulu.
53:22
Speaker A
Terus yang penting willingness buat MRI aja dulu. Nanti kan kita bisa MRI yang lebih advance kan IMR itu ada yang 1,5 Tesla, ada yang 3 Tesla.
53:29
Speaker A
Heeh. E yang 3 Tesla memang akan lebih akurat eh lebih tajam gambarnya. Tapi menurut gua 1,5 Tesla cukup kalau entahnya untuk screening aja.
53:37
Speaker A
Ruangannya gede juga ya karena satu Tesla tuh di rumah teman saya tuh sekitar Iya.
53:42
Speaker A
Yang trak atau yang sedan? [tertawa] Dok, makasih banget sudah main lagi ke sini. Kalau ada yang mau tahu konten-kontennya Dr. Rian bisa ke mana?
53:51
Speaker A
ke Ryan Keswani atau Rian Keswani itu di IG ada TikTok juga enggak sih, Dok?
53:55
Speaker A
Ada ada di TikTok, ada TikTok juga bisa main ke sana dan lihat konten-kontennya. Terima kasih semuanya.
Topics:neurosurgeondemensialobotomioperasi otakepilepsiRaditya Dikakesehatan otakpenyakit otakneurosurgerypenuaan otak

Answers

Frequently Asked Questions

Apakah demensia bisa disembuhkan?

Demensia tidak bisa disembuhkan, tetapi gejalanya bisa dikontrol dan proses penurunan fungsi otak dapat diperlambat dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup.

Apa itu lobotomi dan apakah masih dilakukan saat ini?

Lobotomi adalah prosedur pengangkatan atau perusakan bagian otak yang dulu digunakan untuk mengubah perilaku pasien, namun sekarang prosedur ini sudah tidak dilakukan lagi secara luas, meskipun operasi pengangkatan bagian otak untuk epilepsi masih dilakukan.

Bagaimana operasi otak bisa dilakukan saat pasien dalam keadaan sadar?

Operasi otak dalam keadaan sadar dilakukan dengan teknik pembiusan khusus yang hanya mematikan saraf tertentu, sehingga pasien tetap sadar namun tidak merasakan sakit pada area yang dioperasi.

Get More with the Söz AI App

Transcribe recordings, audio files, and YouTube videos — with AI summaries, speaker detection, and unlimited transcriptions.

Or transcribe another YouTube video here →