Skip to content

Tonton Ini Biar Sayang Jantung! — Transcript

Diskusi bersama Dokter Bobi tentang penyakit jantung koroner, pencegahan, dan penanganan serangan jantung di Indonesia.

Key Takeaways

  • Penyakit jantung koroner adalah masalah kesehatan utama yang memerlukan perhatian serius di Indonesia.
  • Serangan jantung sering terjadi pada malam hari karena perubahan fisiologis alami tubuh.
  • Deteksi dini dan penanganan cepat sangat penting untuk mengurangi risiko kematian akibat serangan jantung.
  • Pencegahan melalui gaya hidup sehat dan kontrol faktor risiko sangat dianjurkan.
  • Spesialisasi kardiologi intervensi sangat dibutuhkan untuk menangani kasus penyakit jantung koroner.

Summary

  • Dokter Bobi menjelaskan gelar dan spesialisasi dalam bidang kardiologi, khususnya kardiologi intervensi.
  • Penyakit jantung koroner adalah penyebab kematian utama di Indonesia, terutama pada laki-laki usia produktif.
  • Serangan jantung sering terjadi pada malam hari hingga subuh karena perubahan irama sirkadian dan hormon tubuh.
  • Plak aterosklerosis yang pecah menyebabkan penyumbatan mendadak dan serangan jantung akut.
  • Penyumbatan juga bisa terjadi di pembuluh darah lain seperti otak (stroke) dan tungkai (akut limb iskemik).
  • Penanganan serangan jantung membutuhkan tindakan cepat, termasuk pemasangan ring oleh dokter kardiologi intervensi.
  • Pencegahan meliputi pola makan sehat, olahraga teratur, dan pengawasan faktor risiko seperti peradangan dan kadar kolesterol.
  • Teknologi deteksi penyakit jantung semakin maju, namun kasus serangan jantung tetap meningkat.
  • Dokter Bobi sering menangani kasus serangan jantung pada malam hari sebagai bagian dari tugas on call.
  • Suplemen dan pengawasan medis penting untuk menjaga kesehatan jantung, terutama bagi yang memiliki risiko genetik.

Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:00
Speaker A
Hari ini kita ngobrol bersama Dokter Bobi, seorang dokter spesialis jantung. Ini di sini tulisannya SPJP K.
00:10
Speaker A
Yes. Apa ini K? K-nya [tertawa] nih, Dok. Gelar konsultan, Mas Radit. Konsultan. Konsultan kardi kardiologi intervensi.
00:19
Speaker A
Kardiologi intervensi. Kalau konsultan itu berarti yang ini enggak sih kayak ditanya-tanyain sama dokter yang di sana kalau di IGD itu enggak sih?
00:28
Speaker A
Iya. Sebenarnya sih semua dokter spesialis pasal bakal dikonsulkan. Artinya kalau konsultan artinya seorang dokter spesialis yang melanjutkan kembali pendidikan keahlian.
00:38
Speaker A
Biasanya 1 sampai 2 tahun pasca lulus spesialis, Mas Radit. Kalau saya ngambilnya di bidang kardiologi intervensi. Berarti kalau ada dokter yang SPJP, spesialis jantung ya.
00:50
Speaker A
Dan kalau melanjutkan pendidikan secara spesifik kayak tadi di kardiologi intervensi itu baru dapat gelar yang K-nya itu.
00:57
Speaker A
Benar. Benar. Memangnya di spesialis jantung jalurnya ke mana aja tuh? Banyak. Heeh. Mungkin di antaranya seperti Dr. Vito, senior saya, abang saya. Beliau itu mengambil di konsultan vaskuler atau pembuluh darah.
01:11
Speaker A
Itu yang di kaki, di tungkai. Ada lagi yang teman-teman yang mengambil di konsultan aritmia, ini dokter jantung yang fokus ke bidang gangguan irama jantung.
01:23
Speaker A
Oke, ada lagi satu lagi banyak sih tapi ada satu lagi seperti pediatric kardiologi, artinya dokter jantung.
01:34
Speaker A
Iya betul. Yang mungkin punya penyakit jantung bawaan, Mas Radit, banyak sih.
01:47
Speaker A
Kalau aritmia itu teman saya baru diablasi tuh, dia baru ketahuan tuh baru sumuran sama saya. [tertawa]
01:59
Speaker A
Oke, berarti pemilihan dokter Bobi waktu itu maunya ke kardiologi intervensi itu lebih karena apa tuh?
02:04
Speaker A
Kebutuhan sih, Mas Radit. Karena kalau kardiologi intervensi mungkin buat teman-teman yang dengar podcast pada hari ini, kalau kardiologi intervensi itu dokter jantung yang fokus ke penanganan penyakit jantung koroner.
02:21
Speaker A
Ya, mungkin mudahnya penyakit jantung yang bikin serangan jantung dan itu kan kasusnya banyak banget, Mas.
02:30
Speaker A
Iya. Dan Indonesia butuh banyak banget dokter konsultan intervensi. Bahkan pemerintah pun menyekolahkan banyak konsultan kardiologi intervensi hari ini. Dan pada waktu saya dulu, waktu itu kebutuhannya juga banyak sehingga saya juga sempat ditawarkan dan saya juga tertarik.
02:41
Speaker A
Ya sudah lanjut. Nah, berarti penyakit jantung koroner itu termasuk penyakit paling mematikan di Indonesia secara jumlah.
02:53
Speaker A
Iya, betul. Untuk laki-laki terutama kah?
03:01
Speaker A
Laki-laki. Jadi kalau urutannya yang pertama penyakit jantung koroner, serangan jantung ya, kemudian stroke, kemudian ada lagi infeksi.
03:08
Speaker A
Hm. Tetapi seperti kata Mas Radit memang nih aduh yang paling banyak menyebabkan kematian mendadak di usia produktif seperti kita Mas 40-an ya koroner.
03:18
Speaker A
Oke. Dan yang paling banyak bikin laki-laki enggak bisa kerja selain stroke ya ini serangan jantung ini karena dia langsung bikin lemah jantung.
03:27
Speaker A
Nah, ini bahayanya di sana Mas Adid.
03:41
Speaker A
Oke. Dan apakah prevansinya semakin tinggi saat ini sekarang-sekarang ini?
03:58
Speaker A
Yes. Sayangnya seperti itu. Apakah dokter Bobby sendiri merasakan dari awal praktik sampai sekarang kok makin lama makin banyak aja kasus atau gimana tuh?
04:09
Speaker A
Makin banyak, Mas Radit. Berasa tuh. Berasa banget. Maksudnya mungkin kita enggak bisa membandingkan dengan dulu sih Mas Adit. Dulu mungkin teknologi belum semaju sekarang.
04:25
Speaker A
Heeh. He. Jadi, deteksi itu enggak sebanyak sekarang bisa jadi, tapi secara jumlah tidak menunjukkan penurunan dan malah semakin banyak kasus serangan jantung yang kayak gini. Kayaknya enggak habis-habis ya, Mas Adit. Setiap hari pasti ada.
04:34
Speaker A
Berarti Dokter Bobi karena sebagai konsultan juga suka tuh malam-malam dari IGD nelepon, "Dok, ini ada ini, Dok." gitu.
04:41
Speaker A
Iya, itu sering tuh jam kerja saya di ruang tidur, Mas Radit. [tertawa]
04:50
Speaker A
Oh, jadi kalau saya kerja kalau dalam jam on call ibaratnya saya kerjanya mungkin jam 12 sampai subuh, Mas. Kadang, Dok, ini ada konsul serangan jantung namanya STEMI. Itu yang tipe sumbatan.
04:56
Speaker A
He. Jadi, pembuluh darah jantung kita itu tersumbat dan butuh tindakan segera untuk melancarkan.
05:02
Speaker A
Iya. Paling banyak serangan itu tengah malam sampai subuh. Kadang dalam satu malam bisa dua tiga tindakan berturut-turut sampai pagi kadang Mas. Dan itu ya memang seperti itulah adanya kalau serangan jantung kan ada penjelasannya sih.
05:09
Speaker A
Berarti pagi ke sore kan praktik.
05:26
Speaker A
Iya benar pagi sore praktik malamnya nanganin orang serangan jantung.
05:43
Speaker A
Betul sekali. Main Mobile Legends-nya kapan? [tertawa]
05:50
Speaker A
Enggak sempat sih.
06:00
Speaker A
Enggak sempat ya. God of War.
06:06
Speaker A
Aduh God of War [tertawa] keras juga tuh gamenya tuh.
06:16
Speaker A
Em berarti tadi kan dokter Bobby bilang ada hubungannya sama terjadi di malam hari.
06:33
Speaker A
Betul. Betul. Apa apa yang bikin serangan jantung lebih mungkin di malam hari? Nah, ada penjelasannya Mas Radit.
06:47
Speaker A
Ada pertanyaan kenapa kalau secara kasus paling banyak di malam bahkan dekat-dekat subuh?
07:04
Speaker A
Heeh.
07:15
Speaker A
Jadi ada penjelasannya dengan hubungannya dengan irama kardian tubuh.
07:29
Speaker A
Oke. Irama sirkadian kan itu fisiologis ya.
07:35
Speaker A
Artinya kita diciptakan polanya seperti itu. Malam ketika kita tidur jantung mulai rileks, santai, turun, nadinya, tensi mulai turun. Nah, dekat-dekat subuh tubuh secara alami bersiap-siap untuk bangunin kita.
07:48
Speaker A
Oke. Adrenalin naik, kortisol naik, detak jantung mulai meningkat, tensi mulai meningkat. Nah, pada beberapa orang yang memang punya faktor risiko penyakit jantung, peningkatan nadi dan tekanan darah ini yang dalam bahasa medis bikin ruptur plak atau robekan dari plak aterosklerosis yang bikin serangan jantung.
08:03
Speaker A
Jadi persiapan bangun itu yang paling sering bikin serangan jantung, Mas Adit.
08:18
Speaker A
Ruptur plak ini kan artinya ada plak yang pecah terus menyumbat gitu.
08:24
Speaker A
Yes. Betul. Berarti serangan jantung itu bukan hanya persoalan ada sumbatan di jantungnya ya?
08:30
Speaker A
Iya, ada dua jenis. Jadi kalau kita bahas lebih lanjut, kalau secara umum namanya penyakit jantung koroner.
08:40
Speaker A
Oke. Ini terj kita bilang PJK kalau seandainya ada penyempitan di pembuluh darah jantung. Oke, itu umum.
08:47
Speaker A
Nah, bentuk beratnya atau akutnya ya serangan jantung.
08:54
Speaker A
Oke. Kok bisa timbul serangan jantung? Karena plak plak itu mungkin mirip-mirip jerawat ya. Misal jerawat ada yang permukaannya utuh, ada yang vulnerable gitu yang gampang pecah.
09:01
Speaker A
He.
09:08
Speaker A
Nah, yang gampang pecahnya bahaya, Mas. Ketika dia robek permukaannya ini bikin rangsangan untuk pembentukan trombosis namanya atau bekuan darah yang awalnya mungkin penyumbatan cuma 60% tiba-tiba menjadi 100%. Itu yang diserangnya jantung.
09:15
Speaker A
Berarti apakah artinya plaknya itu di sekitaran jantung bisa menyebabkan serangan jantung seperti tadi?
09:25
Speaker A
Bisa. Tapi ada enggak contoh dari plak tempat lain yang tidak di jantung pecah dan akhirnya masuk ke sana?
09:42
Speaker A
Itu mungkin kalau ke jantung tidak, tapi mekanisme ini juga berlaku pada stroke misalkan.
09:47
Speaker A
Oke. Karena plak aterosklerosis tadi seperti kita yang 40 tahunan mungkin sudah mulai terbentuk mungkin tapi kita enggak tahu di mana.
09:54
Speaker A
Bisa jadi di otak, di karotis, di jantung, di organ vital, di tungkai, kita enggak pernah tahu. Nah, itu semua berpotensi untuk ruptur untuk pecah. Ketika pecah tersumbat ya tergantung sumbatannya di mana. Kalau di otak ya stroke.
10:10
Speaker A
Kalau di jantung ya timbul serangan jantung. Kalau di kaki bilangnya dokter Vito nih ada namanya akut limb iskemik.
10:22
Speaker A
Jadi kakinya jadi hitam gitu loh. Karena sumbatan aliran darah sampai amputasi kalau terlambat.
10:27
Speaker A
Oh bisa gitu. Saya baru tahu tuh bisa penyumbatan itu di tempat lain selain otak dan jantung. Saya baru tahu ternyata bisa ya.
10:41
Speaker A
Bisa di itu namanya akut limb iskemik. Jadi sumbatan di tungkai kakinya sangat nyeri. Lama-lama jari-jari kakinya jadi pucat, jadi hitam, rusak. Ya, pada akhirnya harus diamputasi kalau terlambat penanganan.
10:55
Speaker A
Kalau saya sudah pernah scan jantung 4 tahun lalu terus itu bersih, terakhir kali CRP juga normal, itu berarti masih aman.
11:02
Speaker A
Tuh, saya dengar podcast Mas Radit sih, Dokter Tirta ya kalau enggak salah yang lupa ya, MSC ya, Mas. Kalau enggak salah yang pakai kontras masuk yang hangat dadanya.
11:07
Speaker A
Iya. Ah, itu katanya kalau bersih 5 tahun boleh apa gimana sih sebenarnya?
11:18
Speaker A
Oke. Tapi kenyataannya enggak enggak semua seperti itu. Ada kasus-kasus yang pasang ringnya sulit banget seperti kata Masid yang sudah terlalu keras atau pembuduh darah ee penyempitannya di tempat yang berisiko atau di pembudar yang kecil. Nah, ini semua banyak faktor sih, Mas. Jadi
11:34
Speaker A
enggak sesimpel itu sih sebenarnya. Berarti kalau misalnya ada orang kita lihat ada penyumbatan ring enggak bisa dipasang nih. H alternatifnya bypass berarti.
11:43
Speaker A
Oke, ini menarik nih pertanyaannya. He. Jadi ee ada beberapa kriteria. Yang pertama kalau misalkan tidak bisa dipasang karena karakteristik penyempitan yang sangat keras namanya kalsifikasi sangat kaku karena kalsiumnya banyak.
12:00
Speaker A
Itu kita usahakan dengan tindakan lanjut di bor, Mas. Apanya di bor? dibor pembu darahnya di bor maksudnya bukan pemudara dibor tapi plaknya itu dibor dengan bor khusus namanya rotabat jadi ditembus dengan dihancurkan dikikis dari dalam wow setelah lebih longgar baru dipasang ring
12:17
Speaker A
itu juga bisa ok tapi kalau misalkan penyempitannya sudah di tiga pembuduh darah kalau pembudara jantung kita itu kan tiga cabang kalau tiga-tiganya penyempitan itu harus bypass yang terbaik dibandingkan dengan pasang ring karena studinya menunjukkan orang yang banyak penyempitan
12:34
Speaker A
dibandingkan dia pasang ring 5 atau empat misalkan lebih bagus bypass long term-nya lebih bagus hasil studinya Mas Radit tapi bypass tuh kan ya betul operasi besar Mas coba jelaskan apa yang terjadi [tertawa] ketika operasi bypass dibuka jantungnya Mas
12:49
Speaker A
jadi kan ini pertama rongga dada dibuka dulu ya jadi ini ini dilakukan bukan dokter SPJP ya tapi teman-teman saya BTKV nih beda lagi bedah ee torak kardiovaskuler ya bedung beda lagi nih Mas berarti Anda meriver biasanya Benar.
13:04
Speaker A
Jadi kalau ketemu nih kasusnya banyak penyambitan. Kita konferensi dulu ada saya dokter bedah jantung anestesi. Kita tampilkan kasus di forum kita bahas ini bagusnya pasang ring atau ee bypass nih.
13:15
Speaker A
Eh ternyata bagusan bypass ya. Sudah berarti saya refer ke mereka. Anda tetap terlibat tetap tetap artinya kita pengawasan dan juga diskusilah ya.
13:24
Speaker A
Oke. [mendengus] Ee yang dilakukan dokter dokter beda jantung ya dibelah Mas e kan jantung kan di sini kan. Iya. Iya.
13:32
Speaker A
Berarti dibuka. Betul. Apanya? Rusuknya dibuka atau dipotong atau tulang dadanya? Jadi di tengah ini sebenarnya ada teknologi banyak sih sekarang terbaru minimal invasif.
13:41
Speaker A
Mungkin mereka lebih bisa menjelaskan tapi secara umum yang konvensional ya digergaji dari tengah. Gimana? Gimana? Gimana digergaji Mas? [tertawa] Digergaji dari tengah kemudian tulang dadanya dibuka. Jadi kalau ada yang bilang belalah dadaku itu mungkin dibayas kali [tertawa] ya, Mas ya.
14:00
Speaker A
Ada yang gombalin [berdehem] nih padahal aku itu bypass mungkin maksudnya dibelah Mas dibuka cangkangnya dan tapi kalau saya kan isinya Anisa itu apakah [tertawa] aman Mas?
14:11
Speaker A
Tunggu tunggu di Eli Gergaji itu di tengah tulang rusuk di tulang dada. Jadi tulang dada itu apa sih? Ini di tengah tengah tengah yang ini kokok di gergaji kan ada rongga.
14:18
Speaker A
Ee betul. Jadi menariknya tulang dada kita itu bisa dibuka. Ini kan iga nih kiri kanan di tengah ini ada kayak pedang gitu di tengah itu dibelah tengahnya digaji yang keras mas.
14:30
Speaker A
Oh terus dibuka. Oh wow kan ngebuka tuh kelihatan jantungnya buka. Oke. Kemudian dokter bedah jantung ee mengambil pembuluh darah cadangan yang ada di kaki kita.
14:41
Speaker A
Jadi pembuluh darah kaki dicabut. Iya ada yang diambil dan disambungkan ke pembudarah jantung. Jadi dicabut dicabut tuh artinya jadi ada satu pembuluh darah yang bisa dipegang gitu kan maksudnya gitu.
14:53
Speaker A
Iya di saya mungkin bahasanya lebih Dr. BT Kafe yang lebih paham. Oke. Oke. Tapi intinya mereka mengambil pembuluh darah di kaki kemudian ini dipindahkan ke jantung. Ada ada dua bisa sampai tiga pembu darah. Ada beberapa lokasi si yang
15:06
Speaker A
bisa diambil dan kemudian disambungkan ee sebelum dan setelah penyempitan. Jadi bikin bypass. Makanya bypass namanya Mas Radit. Pembuluh darah jantungnya tetap ada di situ.
15:17
Speaker A
Tetap yang yang natifnya ada tidak diganti. Tidak diganti. Dia cuma melewati penyempitannya. Itu gokil. Makanya namanya operasi bypass.
15:25
Speaker A
Bypass. Tidak bisa ada orang mendonorkan pembuluh darah kaki. Menarik pertanyaan. Tapi kayaknya belum sih. Jadi auto bypass atau dari diri dia sendiri untuk dirinya gitu. jantungnya tetap di dalam ketika itu semua dilakukan.
15:40
Speaker A
Tetap tetap berarti artinya kan ada jalur yang di bypass itu kan kayak semacam di dimasukin gitu ya ke pembuluh darah ya.
15:49
Speaker A
Iya. Jadi kalau misalkan pembuluh darah seperti ini dilewatin ini dipasang dilewati ke kalau di penyubatannya dilewatin dijahit dijahit.
15:59
Speaker A
Oke. Begitu. Ee dia tahan lama enggak sih bypass itu? Ya, itu tergantung kepada per pasien dulu Mas Radit seberapa eh disiplin mu obat mengontrol faktor risikonya. Nah, dan juga kualitas dari tindakan karena pastinya ee kalau bagus kualitas tindakan maka ketahanan dari bypass-nya
16:18
Speaker A
juga akan bagus untuk jangka panjang. Banyak faktor yang mempengaruhi. Tapi kalau misalkan setelah bypass masih merokok, diabetes dibiarin, ya lama-lama bypass-nya juga tersubat.
16:27
Speaker A
Ada ada resiko ke kakinya enggak? Karena kan pembuluh darahnya diambil ee selalu ada risiko pastinya. Tetapi secara umum yang diambil oleh ee dokter bedah jantung adalah pembu darah yang diyakini tidak akan mengganggu fungsi.
16:42
Speaker A
Oke. Jadi ada kriterianya lagi dari mereka pastinya sih yang aman. Seberapa sering dokter Bobi menemukan pasien yang sudah tidak bisa diring dan akhirnya harus di-iver ke banyak Mas.
16:53
Speaker A
Banyak. Banyak banget yang harus bypass. Yes. Apalagi di Oh ini juga dengan sistem BPJS ini bagus karena banyak pasti audiens Mas Radis banyak yang pakai BPJS ya. Oke.
17:01
Speaker A
Kalau pakai BPJS rule mereka kalau misalnya penyempitannya di tiga pembuduh darah, mereka enggak cover untuk pasang ring. Maspass langsung bypass.
17:10
Speaker A
Iya. Ini bukan tanpa alasan karena secara studi e mungkin secara penghematan biaya dibandingkan pasang 45 ring beas yang satu kali tindakan itu menyelesaikan semua masalah.
17:21
Speaker A
Oke. Yang kedua secara long term penelitian memang lebih bagus bypass dibandingkan pasang banyak ring.
17:27
Speaker A
Kenapa kok bisa lebih bagus? kan diand kan dibuka gitu. Betul. Banyak penelitiannya. Pertama ee kalau misalkan banyak penyempitan, kemungkinan pembuh darah yang kita pasang ring itu lebih kaku, Mas.
17:41
Speaker A
Bukan simple case. Maksudnya sudah kalsifikasi sudah rumit. Jadi ring yang dipasang ada kemungkinan dia mengalami penyempitan atau penyumbatan ulang.
17:50
Speaker A
Karena ring itu bisa jadi menyimpit ulang, Mas Radit. Itu yang nantinya bikin ee masalah yang terus berulang.
17:57
Speaker A
Apalagi makin banyak ring e teorinya maka risiko penyempitan ulangnya makin besar. Tapi kalau bypass dia enggak mengganggu natifnya dia bikin aluran aliran baru yang di luar itu. Jadi ya lebih bagus ini dibuktikan dengan penelitian sih.
18:11
Speaker A
Oke. Semudah apa pasien dokter Bobi yang datang dan sudah punya masalah jantung karena gaya hidup?
18:17
Speaker A
Hmm menarik ya. Kalau yang paling muda baru berapa? Sebulan yang lalu 28 tahun serang jantung. 28.
18:24
Speaker A
Ah tapi ada catatannya Mas Sadit. Heh. Bukan enggak hidup. Oh, bukan bukan. Tapi tapi ini masalah genetik karena dia ada masalah dengan faktor pembukuan darah.
18:34
Speaker A
Oke. Tapi kalau Mas tanya, Dok, kalau bisa kan murni nih, dia enggak ada masalah genetik.
18:39
Speaker A
Ee tapi dia memang jelek deh gak hidupnya 30-an, Mas. 30 berapa? Paling muda berapa?
18:44
Speaker A
31 sekian deh. 31 31 sudah punya masalah jantung. Iya. 30 31 sih ada itu ngerokok, makan sembarangan.
18:51
Speaker A
Paling paling banyak faktor risikonya merokok. Jadi faktor risiko yang paling cepat bikin seseorang penyepitan di usia muda itu perokok, Mas.
19:00
Speaker A
Karena ada ada pemahamannya kan [berdehem] faktor risiko ada beberapa nih. Merokok, diabetes, kolesterol tinggi, dan hipertensi. Ini yang faktor risiko tradisional.
19:09
Speaker A
H kita kan hipertensi diabetes dan kolesterol tinggi masih di usia 35 ke atas paling ya.
19:14
Speaker A
Oke. Tapi merokok dari kapan, Mas Radit? Betul. SMP sudah mulai merokok. Betul. Dan teorinya 10 years 10 tahun. Ketika dia merokok 10 tahun, misalkan dia mulai merokok 14 tahun dan kemudian 10 tahunnya 24 plak terbentuk terus merokok plaknya makin tebal, Mas.
19:31
Speaker A
Jadi yang paling banyak bikin penyempitan di usia muda adalah perokok. Nih ini juga kenapa saya juga getol bikin itu ya edukasi tentang rokok Mas Adit karena paling banyak merokok pada serangan jantung pada usia muda.
19:43
Speaker A
Tapi ada enggak orang usia muda datang ke dokter Bobi tidak merokok tapi punya masalah jantung karena gaya hidup.
19:48
Speaker A
Merokok kan gaya hidup. Oh iya, maksudnya maksudnya selain rokok maksudnya ada ada ada karena makan atau kalau muri makan jarang.
19:55
Speaker A
Oh paling banyak mohon maaf obesitas masadit. Oke. Jadi mungkin dari SMA, SMP udah obes ya. Kok berat napas lu? [tertawa] E udah berasa dokter datang ke sini.
20:13
Speaker A
Ayo kita lari pagi. Ayo kita jalan. Udah gua ajakin tuh besok [tertawa] Ragunan kita.
20:21
Speaker A
Terus terus. Iya. Yang paling banyak mohon maaf ya obesitas. Karena obesitas itu enggak berdiri sendiri. Masal ketika kita obes kita juga mageran kan artinya malas gerak.
20:30
Speaker A
Ketika kita obes pelan-pelan tensi kita juga mulai naik, prediabet mulai muncul. Kolesterol mulai tinggi. Nah, semua faktor itu yang bikin risiko penyempitan gitu.
20:41
Speaker A
Oke. Ee makanan ngaruh enggak? Pasti. Oh, makanan ngaruh. Jadi asupan apapun yang kita kasih ke tubuh itu berpengaruh ke kesehatan jantung itu pasti pasti. Jadi kalau sebenarnya ada ada lima Mas Radit yang yang perlu kita perhatikan apalagi teman-teman milenial nih 40 tahunan yang
20:59
Speaker A
perlu diperhatikan biar jantungnya sehat. Pertama apa yang kita hirup? Udara bersih dari rokok. Apa yang kita makan? Makanan yang seimbang namanya.
21:08
Speaker A
Kemudian ee apa yang kita lakukan? Olahraga rutin. Yang keempat ee bagaimana dengan pola tidur kita? kita menjaga tidur yang berkualitas di antara stres, manajemen stres dan maka salah satu komponen paling penting dari menjaga kesehatan jantung dan pemuda kita, Mas Adit.
21:23
Speaker A
Oke. Oke. Nah, coba ya misalnya suplemen ya, saya bahas suplemen nih. Misalnya dari Nature's Health ini kan ada Faskura nih.
21:30
Speaker A
He. Eh, di sini ada beberapa beberapa ingrediens. Ada empat jenis antioksidan. Dia ada green tea, how torn, garlic, sama ada coquten. Tapi kalau misalnya dari yang empat jenis antioksidan tadi, seberapa ngebantu tuh buat menjaga tuh?
21:50
Speaker A
Nah, ee yang perlu kita pahami ee tidak ada satu faktor yang berpengaruh secara dominan Mas Radit.
21:57
Speaker A
Artinya tadi kan ada lima poin tuh yang menjaga kesehatan jantung. Betul. Suplemen bisa jadi salah satunya gitu.
22:04
Speaker A
Hanya sebagian lah ya, sebagian. Jadi kita semuanya harus kita lakukan untuk menjaga kesehatan. Terkait yang dijelaskan tadi beberapa komponen itu merupakan antioksidan.
22:13
Speaker A
Oke. Antioksidan itu ee mudahnya gini, ketika kita bertambah usia, punya faktor risiko, tubuh kita cenderung untuk e terjadi peradangan. Peradangan itu ee tubuh kita panaslah tanda kutipnya.
22:27
Speaker A
Antioksidan ini dia meredakan peradangan tersebut. simpelnya seperti itu. Karena ketika jadi peradangan, organ pertama yang paling dulu rusak adalah pembuluh darah, Mas Radit.
22:38
Speaker A
Oke. Ketika dia rusak ee kolesterol masuk, kalsium masuk dan bikin plug aterosklerosis di situ awalnya. Jadi yang Mas Radi disampaikan tadi ikhtiar buat meminimalkan kondisi tersebut.
22:52
Speaker A
Oke. Makanya kalau kita cek kesehatan jantung itu ada tes CRP. Yes, betul. itu kan radang di pembuluh darah yang kecil-kecil itu ya.
23:00
Speaker A
Iya. Ee CP sebenarnya ee marker peradangan secara umum sebenarnya umum. Oke. Kalau terlalu tinggi berarti ada yang salah dengan pola hidup kita, Mas Radit.
23:09
Speaker A
Hmm. Atau apa yang kita makan mungkin atau apa yang kita lakukan sehingga peradangannya terlalu tinggi.
23:16
Speaker A
Nah, kenapa tes CRP itu dalam konteks peradangan tubuh itu sering dikaitkan dengan untuk ngecek kesehatan jantung?
23:24
Speaker A
Iya, yang tadi kembali yang tadi. Oke. Karena kalau radang baru ini. Iya. Jadi enggak cuma jantung sih, termasuk otak semuanya, Mas Radit.
23:31
Speaker A
Karena kalau misalnya peradangannya tinggi, yang pertama bermasalah kan pembuduh darah. Jangan baterai habis. [tertawa] Apa baterai?
23:38
Speaker A
Bener aja lu tiba-tiba baterainya habis. Apa itu tadi? Handphone. [tertawa] Kenapa? Kenapa handphone lu harus pakai [tertawa] penanda penanda bahasa Indonesia sih? Yuk. Enggak. Maksud gua kena kenapa harus ada? Maksudnya kalau baterai habis ya habis aja kan.
23:56
Speaker A
[tertawa] Kenapa harus baterai habis di di apa diin diumumkan ya? Diumkan. [tertawa] Oh lu mau bikin kita jantungan ya?
24:06
Speaker A
Bubong ada dokter jantung di sini. [tertawa] Kok bisa? Kenapa HP lu kasih dikasih itu sih?
24:12
Speaker A
Engak tahu, Bang. Oh berarti habisin HP mulu ya. G Oh gitu. Itu tapi kan lu bisa lihat kalau lu lagi handphone pakai handphone [tertawa] lu bisa lihat.
24:23
Speaker A
Wah, ini isi dada saya, Dok. [tertawa] Oh, masyaallah. Wah, pintar aja nih. Tadi nih habis main sama dokter Tirda kemarin, [tertawa] ganti ininya, wallpapernya.
24:35
Speaker A
Iya, kan lu bisa lihat ini merah kan kadang-kadang enggak enggak, Bang. Hah? Bener, Bang. Kadang-kadang enggak enggak.
24:40
Speaker A
Terus harus dienannounce gitu, [tertawa] harus diumumkan. Baterai. Baterai habis. Siapa juga orang yang pakai penanda kayak gitu? Lu ada-ada aja lu. [tertawa] Ada-ada aja. Maf ya. [mendengus] Pernah enggak, Dok, lagi operasi ada baterai? [tertawa] Pernah enggak, Dok? Operasi jantung.
25:02
Speaker A
Enggak mungkin ya. Kayaknya enggak ada lagi gergaji nih. Gergaji gini nih. Batroy habis [tertawa] handphone enggak mungkin ya. Kalau operasi berarti handphone di luar semua. I kalau bisanya tindakan kayak pasang ring enggak sih? Stand by karena kita pakai
25:17
Speaker A
earphone ya. Karena bisa dikonsul lagi tindakan ada konsul ya kita jawab. Bisa sih kalau tindakan ada konsul maksudnya gimana sih?
25:24
Speaker A
Iya bisa. Misalnya lagi jadwal konsul jaga malam kita lagi tindakan nih pasang ring emergency serangan jantung.
25:30
Speaker A
He. Tapi kita tahu di bawah misalkan di GD lagi ada pasien yang antrian tindakan kan kondisi pasien bisa berubah berubah berubah-rubah maradit yang stabil tiba-tiba jelek kondisinya. Nah, kadang jaga telepon, "Dok, ini perburukan nih.
25:43
Speaker A
Ini duluan," gitu. Ini duluan ditindak baru kita ya dinamis itu memang multitasking sekali. Harus, harus harus tidur sehari berapa jam, Dok?
25:52
Speaker A
Wah, 4 jam, 5 jam gitu. Enggak ideal sih ya, Mas Rad. Enggak ideal sih, tapi itu kondisinya emang kayak gitu kan. Jadi, wah kata guru-guru saya ee yang berisiko serangan jantung pertama perokok, diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, mageran, dan dokter jantungnya.
26:07
Speaker A
[tertawa] Iya, benar. Karena kebanyakan begadang. Karena begadang beneran. Jadi kami pun termasuk orang yang berisiko karena kam kita yang kardiologi intervensi lemah di masalah tidur. Jadi kami harus kuatkan di sisi yang lain olahraga, pola makan, stres sebisa mungkin diatur gitu Mas
26:24
Speaker A
Radin. Tapi itu memang panggilan hati untuk tidak tidur kan? Maksudnya kalau kalau Anda tidur kan berarti ada yang mungkin terjadi fatal gitu kan.
26:33
Speaker A
Iya Mas. Apa memang itu regulasinya bahwa dokter jantung memang harus standby atau gimana? Kita punya jadwal artinya ee di rumah sakit saya ada banyak tot intervensi.
26:41
Speaker A
Jadi kita atur jadwalnya agar kita juga enggak kelelahan dan kesehatan kita juga bagus. Oke.
26:46
Speaker A
Tapi Mas Radit ada kepuasan loh Mas Radit bagi kami untuk melakukan tindakan pertolongan pada orang yang serangan jantung karena kan risikonya kematian.
26:54
Speaker A
Paham. Paham? ketika dia datang kondisinya berat, kita lakukan tindakan, pasiennya selamat, kumpul lagi dengan keluarga itu, itu enggak bisa sesuatu yang enggak bisa kita nilai deh dengan apapun.
27:06
Speaker A
Ee karena kalau saya dengar dari tadi kan tindakannya lumayan seram ya, terutama yang bypass tadi tuh.
27:12
Speaker A
I berarti yang kita bisa lakukan adalah jaga dong. Itu yang terbaik masa, kan. Heeh. Betul. termasuk tadi kalau suplemen ya antioksidan supaya enggak ada radang tapi jangan lupa olahraga juga tidak merokok dan lain-lain kan benar benar harus kardio kah
27:28
Speaker A
olahraganya heeh atau boleh weight weight lifting doang gitu oke ini menarik karena banyak teman-teman yang condong ke satu olahraga oh saya kardio aja deh beban enggak usah enggak usah berat-berat atau saya olahraga beban cukup tanpa kardi padahal berdasarkan guideline dan panduan dari
27:44
Speaker A
persatuan dokter spesialis kardiovaskuler Indonesia atau perki Oke, dua-duanya direkomendasikan, Mas Radit. Dua-duanya direkomendasikan. Dua-duanya rekomendasikan. Ini penting ee rekomendasinya totalinya itu 150 kali eh sori 150 menit dalam 1 minggu atau 30 menit dalam sehari. Ee bisa kita kombinasikan hari ini kardio, besok
28:04
Speaker A
angkat beban dan seterusnya. Karena bedanya antara olahraga kardio dan resistance itu ada perbedaan. Oke.
28:11
Speaker A
Kardio kita melatih otot jantung. Oke. Olahraga beban kita melatih otot rangka. Dua-duanya bermanfaat. Oke. [mendengus] Kalau kita latih otot, jantung atau kardio, dia bisa bekerja dengan efektif, Maradit.
28:24
Speaker A
He. Yang dibuktikan dengan nadi istirahat kita lebih rendah dibandingkan orang yang enggak terlatih. Idealnya kalau bisa yang terbaik kalau kita lagi santai nih, bangun tidur cek nadi di bawah 60.
28:34
Speaker A
Buset, rendah juga ya. Dari Ronaldo tahu enggak Masid berapa istirahatnya? 40 Cristiano Ronaldo karena memang saking ee fitnya beliau saking efektifnya.
28:43
Speaker A
Iya. E 60 juga bagus, tapi kalau bisa di bawah 60 itu termasuk tanda kita bugar jantungnya.
28:50
Speaker A
Oh, saya enggak, saya enggak, saya 70-an kalau enggak salah. 70 okelah. Oke. Tapi berarti Mas Ad harus latih lagi olahraga kardio. Kalau bisa kita karena kalau olahraga kardio dia satu kali pompa dia bisa mumpain darah yang lebih banyak gitu loh. Dan makin rendah
29:05
Speaker A
dia makin santai makin rileks. Oke. Tapi itu dipengaruhi banyak hal sih masalah seperti kurang tidur apa kita minum kopi atau banyak hal stres juga mungkin pasti. Nah kalau resisten kan otot ya.
29:16
Speaker A
Heh. Otot juga ngaruh ke jantung tapi secara enggak langsung. He. Ketika kita punya otot rangka yang kuat, dia bantu regulasi hipertensi, gula, dan kolesterol.
29:26
Speaker A
Oke, gitu. Oke. Nah, tadi pas lagi bahas ini ee saya ee kita harus tegaskan juga ini kan suplemen bukan obat ya.
29:35
Speaker A
Ah, benar. Benar. Jadi, kan mungkin banyak pasien jantung yang konsumsi obat pengencer darah. Ah, iya. Atau saya baca di sini nih kalau misalnya hati-hati penggunaan bersama dengan obat lain terutama obat penuh kolesterol dalam kurung starfostatin nih statin nih biasanya
29:50
Speaker A
berarti artinya kalau minum suplemen pun kalau emang pengin untuk ee dalam konteks kesan jantung kalau memang sudah konsul ke dokter jantung mending konsul aja ya gitu mending dicek ini aman engak g kalau pasien jantung wajib konsult dulu dengan dokternya sebelum konsumsi ee
30:05
Speaker A
suplemen tertentu oke meskipun ini antioksidan juga kan betul kalau enggak ada keluhan pengin jaga kesehatan jantung karena ada antioksidannya kalau itu enggak masalah atau tetap mendingan tanya walaupun yang terbaik ee kita kan enggak tahu ya artinya bisa jadi kita ngerasa
30:21
Speaker A
sehat-sehat saja setelah kita cek tahunya ada problem oke oke. Jadi yang terbaik tetap cancel ee tetapi secara umum suplemen bisa dikonsumsi mandiri dengan pengawasan ee pakar ya baik dengan dokter ya artinya ini suplemen bukan obat jadi bisa dicek aja. Nah, yes.
30:39
Speaker A
Ee ini vegetable capsule juga nih. Jadi enggak mengandung gelatin buat teman-teman yang mungkin enggak bisa tuh kalau misalnya bukan ee dari sayuran gitu. Ee bulan ini, Dok, saya akhirnya menyerah ke internis saya.
30:52
Speaker A
Eh, karena setelah bertahun-tahun saya menolak meminum obat penurun kolesterol. Akhirnya bulan ini saya minum.
31:01
Speaker A
Selamat, Mas Radit. Selamat. Saya minum statin. Akhirnya 190-an LDL saya. Ah, iya. selama bertahun-tahun.
31:09
Speaker A
Oke, lumayan [tertawa] tadi. Lumayan itu kayaknya gede banget ya. Ya, enggak sih? Lumayan sih. Iya, kalau bisa lebih rendah sih, Mas Radin. Apalagi kalau kita milenial 40-an kalau bisa sih di bawah 100, Mas. Uh, gua udah 100 tuh kayaknya tuh.
31:24
Speaker A
Kalau bisa, kalau bisa kalau bisa. Tapi enggak buru-buru sih, Mas, menurunkannya. Enggak buru-buru. Tapi kalau bisa lebih rendah, LDL sih lebih bagus sih.
31:31
Speaker A
Iya. Ee kalau pasien-pasien dokter Bobi LDL-nya berapa tuh? Biasanya ada yang 200-an pasti ada ya.
31:38
Speaker A
Ada ada ada. Uh, tapi kembali Mas Tadit ee buat teman-teman enggak usah terlalu khawatir sih sebenarnya.
31:44
Speaker A
Heh. Karena karena ee ingat ee penyakit jantung koroner itu umumnya tidak single factor gitu. He.
31:50
Speaker A
Kadang kolesterolnya tinggi, tapi mungkin dia imbangi dengan gaya hidup yang lebih di sisi yang lain.
31:56
Speaker A
Oke, itu juga ngebantu. Oke. Tapi tapi tetap secara ee panduan preventif kalau bisa LDL kita turunkan ke batasan direkomendasikan biar lebih aman aja.
32:06
Speaker A
Mungkin enggak sih ada orang yang LDL-nya memang bandel udah minum ee obat kolesterol tetap ya di bawah CP 50 CP20.
32:14
Speaker A
Iya. Banyak banyak. Karena secara genetik karena kan sebenarnya ee itu Mas Radit yang dari makanan cuma 30%.
32:22
Speaker A
Hmm. Yang genetik sisanya maksudnya secara produksi tubuhnya gitu. Ada saja yang secara genetik ee dia sudah jaga makan nih tapi LD-nya tetap tinggi, tetap ada.
32:32
Speaker A
Saudara saya he masuk menopause. Oke. Tiba-tiba penyumbatan di banyak tempat. H. Terus kata dokternya, biasanya kalau perempuan udah menopause, itulah waktunya e resiko-resiko [tertawa] jantung terjadi itu. Betul atau?
32:51
Speaker A
Betul. Yes, betul. Oh. Ee jadi kabar baik buat teman-teman yang ee wanita Heh. selama belum menopause risiko penyakit jantungnya rendah banget, Mas Radit.
33:02
Speaker A
Oh, benar tuh. Benar. Makanya perempuan dikit ya serangan jantung ya. Yes. Jadi yang bedakan kita dengan istri kita itu hormon estrogen mereka, Mas Radit, yang tinggi yang bikin ee pembuluh darahnya awet dibandingkan kita laki-laki. Dan ketika dia melepos,
33:18
Speaker A
estrogen kan turun tuh. Oke. Nah, resiko seorang wanita untuk mengalami penyakit jantung coroner itu juga ee sama dengan laki-laki. Kecuali satu kondisi, Mas Radit, pengalaman saya apa tuh?
33:28
Speaker A
Masih muda, masih belum menopos, tapi serangan jantung. Kenapa? Perokok. Oh, lagi-lagi soal rokok ya.
33:35
Speaker A
Rokok, ngerokok, nge-vap itu ngerusak ee keseimbangan hormon seorang wanita. Oke. Dan itu menyebabkan peradangan dan akhirnya bikin penyempitan yang lebih cepat dibandingkan seharusnya.
33:46
Speaker A
Oke. Jadi, buat teman-teman yang ee wanita yang merokok baiknya jangan sayang gitu loh. Karena kan sudah ada proteksinya nih dari secara fitrahnya sayang kalau dirusak. Termasuk juga diabetes ya.
33:59
Speaker A
Diabetes dan hipertensi juga termasuk ya. Lagi-lagi tadi ya soal asupan ya dan lagi-lagi soal peradangan ya.
34:04
Speaker A
Iya. Kembali ke sana. Betul. Cuman tadi kalau ada beberapa ee beberapa e beberapa ingrediens-nya tuh bagian mana aja sih yang jadi ngebantuin ya?
34:16
Speaker A
Kayak contohnya tadi ada K2 ya. Vitamin K2 itu fungsinya untuk apa, Dok? Tapi, Dok.
34:21
Speaker A
Oh, iya. Ee setahu saya vitamin K2 atau dia itu membantu penyerapan kalsium sebenarnya Mas Radit.
34:26
Speaker A
Oh, vitamin K2 penyerapan kalsium. Iya, betul. Jadi ada teorinya salah satu yang bikin kekakuan pembuluh darah itu adalah kalsium yang menumpuk di pembuluh darah.
34:36
Speaker A
Oke. Nah, dengan kita konsumsi seperti vitamin K2 ataupun vitamin D, kita memastikan tanda kutip ya memastikan kalsium itu memang diserapnya ke tulang tidak ditumpuk di di seberang tempat di antaranya pembu darah.
34:50
Speaker A
Oh. Oh, karena kalau di pembuduh darah akhirnya kalau Mas Radit kemarin Citis kan kalsium skornya tinggi tuh kaku pembu darahnya gitu bisa salah satunya ke sana arahnya.
34:59
Speaker A
Oh, berarti kekurangan vitamin K tapi vitamin D-nya tinggi K2 ya, Mas ya. Bukan K2 tapi vitamin D-nya tinggi. Jadi bisa bikin resiko dong kalau kayak gitu. ee secara umum ee kalau kita secara teori bisa, tapi tidak se segamplang itu
35:14
Speaker A
sebenarnya karena kembali ini kan multifaktor. Jangan jangan sampai juga ada teman-teman yang vitamin K-nya K2 rendah D2 takut jantung enggak juga karena kembali yang tadi Mas faktor risikonya kan banyak ya.
35:25
Speaker A
Oke. Kalau potasium itu lebih ke mana manfaatnya? Ee itu ke ee elektrolit ya Mas Radit.
35:30
Speaker A
Oh elektrolit. Elektrolit itu penting untuk gangguan e untuk irama jantung. Oh iya. Ngaruh ya? ngaruh sama koenzim Q10 tuh.
35:39
Speaker A
Iya, itu antioksidan. Antioksidan. Iya, antioksidan untuk anti peradangan untuk dia di tingkat metabolisme sih. Di tingkat metabolisme otot jantung.
35:47
Speaker A
Benar enggak sih katanya kalau kebanyakan gula pun juga bisa memicu peradangan di satu badan?
35:51
Speaker A
Iya betul betul betul. Oh, iya. Konsumsi gula biasa gitu sesuai takaran kali ya. Iya. Ee dari Kemenkes kan sudah ada aturan.
36:00
Speaker A
Ee kalau gula itu sebenarnya dibutuhkan kan, Mas Radit? Gula itu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh sebenarnya.
36:07
Speaker A
Oke. Ee tapi ada batasnya itu 50 gr sehari. H. Tapi kalau lebih resiko penumpukan dan resiko bikin peradangan gitu.
36:16
Speaker A
Oke. Dikonsumsi seperlunya dan secukupnya. Kalau bisa sih tanpa gula tambahan sih. Kita kita gula yang bersumber [berdehem] dari makanan aja cukup buah gitu masih.
36:24
Speaker A
Buah. Heeh. Buah. Oke. Nah, ngomongin soal konsumen potensial. Iya. Memangnya operasi ring Heeh. satu ring deh ya. Kita mungkin kualitas ring ada beda-beda ya.
36:36
Speaker A
Oh iya betul betul. Kita ngambil yang medium deh yang standar gitu. Itu berapa sih sebenarnya? Biasanya rumah sakit bikin paket ya Mas Redit.
36:45
Speaker A
Heeh. Ee yang mahal sebenarnya bukan jasa dokternya tapi barang habis pakai namanya ringnya, balonnya, wire-nya itu diimpor semua tuh mahal banget. Dan dan rumah sakit tentu ada biaya rawatan. Setahu saya itu kalau di Jakarta itu mungkin sekitar ya 70 sampai
37:05
Speaker A
Rp150 juta lumayan tapi dicover JS ya teman-teman ya [tertawa] kalau bisa jangan sampai kalau bisa jangan sampai jaga kesehatan itu lebih bagus he satu ring 70 sampai 100 kita kita enggak ngomongin ringnya aja tapi kan tindakannya semuanya sebisa sampai semahal itu.
37:24
Speaker A
Belum lagi kalau misalkan butuh dua ring atau tiga ring misal kali dua tuh biasanya rumah sakit ada paket ya saya kurang hafal sih ada ketentuan dari mereka pengalaman dokter paling banyak masang berapa ring rata-rata kalau saat ini paling banyak
37:37
Speaker A
dua satu kali tindakan sekali tindakan dua kalau karena kalau tiga mendingan diver ke bypas iya kita akan atur ke bypas kalau misalnya pasang ring satu heeh [berdehem] tahun depan pas kontrol harus pasang lag i tahun depan harus pasang lag itu mending
37:53
Speaker A
bypass atau pasangin [tertawa] [terkesiap] itu banyak variabel. Pertama kalau seandainya ee banyak sekalian bypass saja.
38:02
Speaker A
Hm. Tetapi ee ada kondisi tertentu di mana kadang dokter jantung mungkin di kateter pertama pasang ring satu nih. Oh, masih ada sisa penyempitan. Kita evaluasi dulu ya setahun ke depan. Nah, setahun ke depan dites lagi Mas trid meal nuklir
38:15
Speaker A
dan lain sebagainya. Kalau ternyata enggak signifikan mengganggu aliran darah, kita enggak pasang ring. Dibiarin.
38:20
Speaker A
Biarin aja dengan obat aja cukup. Oh, enggak semuanya harus pasang ring gitu. Tapi kalau ternyata dengan cek ee berulang signifikan mengganggu aliran darah, kita anjurkan pasang ring kedua.
38:31
Speaker A
Jadi enggak selalu otomatis harus pasang ring. Tidak. Sebenarnya se parah-parahnya kita ngejaga kondisi badan segala macam, kalau udah di atas misalnya umur katakanlah 80 85 udah pasti ada enggak sih sebenarnya?
38:46
Speaker A
majoritia udah pasti kan ya kemungkinan ya ada ada saya ketemu tapi jangan dijadikan keumuman ya karena banyak juga teman-teman yang merokok suka tampil oh kakeknya 280 90 masih sehat walaupun merokok itu minoritas banget Mas Radit itu pun kebanyakan ya
39:01
Speaker A
enggak dicek aja enggak ketahuan gitu loh tapi yang kebanyakan majority kalau kita bertambah usia secara fisiologis pembuara kita pasti akan makin kaku makin ee mengecil ya dan penyempitan biasanya mulai ada apalagi lagi kalau selain usia ditambah dengan faktor
39:18
Speaker A
risiko diabetes, hipertensi, dan merokok penyempitannya tentu lebih besar lagi kemungkinan adanya gitu loh. Heeh.
39:25
Speaker A
Nah, itu kalau di penyempitan eh kalau ada plak di jantung bisa diring atau dist tadi kan.
39:29
Speaker A
Iya betul. Kalau di otak, kalau penyempitannya di otak ada ada tindakannya di juga ee setahu saya ada tindakannya, tapi mungkin dokter neurologi ya yang paling kompeten menjelaskan. Oke.
39:40
Speaker A
Tapi setahu saya ee ada beberapa tindakan intervensi neuro neurointervensi. Mereka punya keahlian tersendiri yang mengintervensi ke otak.
39:48
Speaker A
Oke. Oke. Ada. Oke. Berarti kalau dokter sendiri ee praktik paling banyak, tindakan paling banyak sudah pasti ring dong.
39:55
Speaker A
Iya. Karena paling populer itu ring lah ya. Betul. Karena konsultannya di sana. Oke. Iya.
39:59
Speaker A
Sebulan bisa berapa pemasangan kah? Uh, memang variatif tapi bisa 30 sampai 40 pasien sih.
40:06
Speaker A
Berarti sudah tutup mata lah itu ya istilahnya ya. juga. Ayo gini kayak udah rutin banget dong.
40:11
Speaker A
Ee setiap pasien baru tuh unik Mas Radit. Oh walaupun mungkin kalau secara cas mungkin sudah ratusan tindakan dan alhamdulillah berhasil tapi setiap pasien baru itu dedekannya selalu ada.
40:23
Speaker A
Oh iya iya betul. Enggak enggak ke sesimpel itu. Artinya ee karena variasi kemungkinan terjadi yang aneh-aneh itu selalu ada gitu loh.
40:32
Speaker A
Apa tuh yang mungkin terjadi aneh-aneh ketika masa ngering? Pertama kalau misalkan ee pembu darah itu dia punya sifat dan karakter.
40:40
Speaker A
He. Ada beberapa kasus walaupun tidak e sering ketika kita balon mau pasang ring, setelah pasang ring malah nyumbat.
40:47
Speaker A
Mas Radit bisa namanya eh no flow seperti itu. Jadi aliran darahnya tidak lancar walaupun sudah pasang ring karena adanya bekuan-bekuan darah yang terlalu banyak. Oke, itu memang minor ya, enggak banyak tapi salah satu hal yang kita waspadai itu
41:02
Speaker A
termasuk mimpi buruknya kardio intervensi. Makanya terbaik jangan sampai deh, jangan sampai salah jantung. Saya sih take away dari ngobrol sama dokter Bobi hari ini preventif sih.
41:12
Speaker A
Iya betul. Karena seram sih, seram bayarnya, [tertawa] seram dibuka dadanya, seram macam-macam. Padahal kan kita bisa ee kayak tadi ya, perbaiki makan mungkin dari suplemen juga, terus olahraga, betul.
41:28
Speaker A
Ngurangin kebiasaan-kebiasaan yang mungkin memperburuk ee ini kita sistem kardiovaskular kita kan. He kayaknya emang paling benar harusnya itu deh mencegah ya, Mas ya.
41:37
Speaker A
Mencegah ya mencegah. Benar. Milenial banyak juga tuh yang kena tuh. Aduh, gimana ya, Mas? Sekarang lagi hit Mas milenial seram jantung [tertawa] lagi ngetren angkatan kita, Mas. Masit kalau engak salah 41.
41:50
Speaker A
Saya 42 tahun ini sama lagi kita juga 42. Oh, iya umur itu 40-an tuh ya.
41:54
Speaker A
Teman-teman kita semua Mas sekarang lagi milenial semua 40-an. Teman angkatan Anda ada enggak pernah Anda kerjain?
42:00
Speaker A
Ee yang saya pribadi sih enggak, cuma teman-teman saya ditindak di rumah sakit lain ada. Bahkan dokter dokter sudah penyumbatan.
42:07
Speaker A
Iya. Bahkan di usia yang lebih muda dari kita, Mas. 30-an. Beliau seorang dokter bedah yang memang sibuk sekali ya.
42:12
Speaker A
Dokter kandungan yang sangat sibuk sekali. Ada penyempitan, akhirnya pasang ring. Ya gimana memang seperti itulah adanya.
42:19
Speaker A
Kalau pasang ring cuman satu, dia bertahan sampai berapa lama sih, Dok? Semur hidup, Mas.
42:25
Speaker A
Dia tidak ada penurunan fungsiah e dari ringnya? Ee teorinya enggak. Karena di teknologi ring yang terbaru beda dengan 10 tahun, 20 tahun yang lalu dia sudah pakai obat di permukaan ring tersebut. Jadi lebih canggih.
42:36
Speaker A
Obatnya apa tuh? ee ada obat untuk mencegah penyempitan ulang. Macam-macam sih namanya. Jadi enggak cuma selongsong ring aja cuma dengan obat. Jadi dia akan bertahan seumur hidup tapi tetap harus dijaga ya.
42:49
Speaker A
Minum obat memang ada yang seumur hidup di minum obat. Oke. Nah, kalau ini saya punya teman dedimernya tinggi.
42:57
Speaker A
Ah, oke. Menarik ya. Itu laju endap darah. Ee bukan beda. Dedim itu faktor ee faktor pembekuan darah. Beda.
43:04
Speaker A
Iya. DDMR produk-produk pembekuan darah. Iya. Ee kalau tinggi [berdehem] katanya ada resiko jantungkah atau gimana sih?
43:10
Speaker A
Iya. Jadi ada yang salah berarti artinya ee apakah ada penyumbat ini kita harus lihat kasus lagi.
43:17
Speaker A
Oke. Kalau misalnya dia sesek nafas daya diimernya tinggi mungkin ada sumbatan di pembu darah paru Mas. Namanya emboli paru.
43:24
Speaker A
Oke. Kalau misalkan kakinya bengkak mungkin ada penyumbatan di tungkai. Oke. Di venanya gitu. Tapi ada gangguan dengan pembekuan darah. Betul Mas. Harus diselidiki. Kenapa dedimernya tinggi?
43:34
Speaker A
Pasti ada yang salah. Dedim tinggi, apakah serta-merta juga berhubungan dengan penyakit jantung? Kalau yang dimaksud dengan penyakit jantung corona yang kita bahas dari tadi enggak.
43:44
Speaker A
Oh enggak. Enggak. Ini lebih banyak ke pemudarah vena kebanyakan. Vena. Vena itu bagian pembudarah juga tapi ee kalau di kaki namanya di ventrombosis. Ini bahasa medis lagi.
43:54
Speaker A
Kalau di pemudarah arteri paru namanya emboli paru, Mas. Oke. Ee banyak sih ya. Banyak sih bahasanya.
44:01
Speaker A
[berdehem] Kalau ini katanya orang yang jantungnya bermasalah, kakinya bengkak. Iya. Oh, itu benar kalau itu.
44:07
Speaker A
Iya, benar. Itu namanya gagal jantung. Gagal jantung. Kalau ada orang yang kakinya bengkak itu kemungkinan besar salah satunya ya.
44:17
Speaker A
Oke. Jadi ee ini menarik nih. Jadi kaki kaki bengkak itu banyak penyebab. Hm. Tapi secara umum kita biasanya dokter perhatikan apakah dua-duanya atau satu satu kaki yang bengkak.
44:29
Speaker A
Oh, itu beda tuh. beda. Oke. Kalau dua-duanya bengkak yang ee bisa jadi bukan jantung, bisa jadi bukan ginjal. Cuma masalah mungkin lama berdiri bisa gangguan pembudara vena namanya seperti Farises itu bisa. Ada mungkin ibu-ibu yang lama berdiri di di
44:44
Speaker A
Trans Jakarta mungkin atau di pesawat lama dulu kakinya bengkak. Itu masalah pembudarah saja jaringan ya.
44:49
Speaker A
Oke. Oke. Itu kalau satu dua-duanya. Oh kalau dua-duanya dua. Iya. Tapi bengkaknya ringan ya.
44:54
Speaker A
Tapi [berdehem] pada kondisi seperti gagal jantung Mas Radit. Gagal jantung itu maksudnya gini, progal jantung itu adalah eh kondisi terakhir dari segala penyakit jantung.
45:04
Speaker A
He. Jadi mungkin dia punya penyakit jantung koroner, hipertensi, penyakit gangguin irama jantung, dibiarin nih tanpa pengobatan. Lama-lama jantungnya bengkak, kemampuan pompanya turun, akhirnya ada penumpukan cairan di kakinya, kedua kakinya bengkak.
45:19
Speaker A
Oh, kok bisa gagal jantung jadi penumpukan cairan? Jantung kan pompa darah, dia pompa darah. I ketika dia bengkak kemampuan pompanya turun. Mas Radit ini namanya ejection fraction ya. Kemampuan pompanya lemah.
45:32
Speaker A
Cairan kan harusnya muter terus kan ya. Sebagian [berdehem] numpuk di bawah karena gravitasi. Jadi kakinya bengkak dua-duanya. Tapi di kaki yang paling banyak kalau pada gagal jantung kakinya dua-duanya bengkak.
45:42
Speaker A
Karena pompanya itu tidak kuat. I ee pompa tidak kuat karena jantungnya sudah lemah. Lemah. Betul. sehingga aliran cairan dari seluruh tubuh tuulasinya enggak berkurang terganggu karena gravitasi makanya turun turun jadi cairan cairan itu keluar dari pembuluh darah ke jaringan-jaringan di
46:00
Speaker A
kaki. Oh iya itu satu. Yang kedua ginjal bengkak di kedua kaki juga tapi khasnya ginjal namanya bahasa medisnya udem anasarka.
46:10
Speaker A
Jadi mukanya juga bengkak Mas. Oh, kalau kalau jantung biasanya kurus, perutnya agak buncit karena cairan juga di perut ada di kakinya bengkak dua-duanya. Tapi kalau ginjal semuanya bengkak, mukanya bengkak, tangannya bengkak, perut dan kakinya bengkak karena dia gangguan kehilangan protein
46:27
Speaker A
ya karena gangguan ginjal kebuang proteinnya. Oh, jadi itu penanda khasnya supaya beda tuh. Heeh.
46:33
Speaker A
Kalau mungkin dokter lagi ada orang konsul masuk ruangan, kaki saya bengkak, Dok. Gitu. Dicek nih, mukanya juga enggak, tangannya juga enggak. gitu.
46:42
Speaker A
Betul. Jadi kalau pasien datang masuk keik saya sudah lihat [berdehem] Mas Radit kalau guru saya bilang ee lihat di dua tempat di leher dan di kaki.
46:50
Speaker A
Jadi pasien masuk nih sesek nafas misalkan kita ngelihat di sini ada namanya JVP pena.
46:55
Speaker A
Kalau tinggi itu artinya tekanan jantungnya tinggi. Tinggi maksudnya apa tuh? Ee ee dia ini kan enggak ada enggak ada nampak pembuh darah kan maksudnya juga enggak ada. Tapi kalau pada pasien gagal jantung terisi di sini. Masadi pernah lihat
47:08
Speaker A
orang nyanyi enggak sih yang sampai kelihatan lehernya? Teriak lah ya orang teriak. Teriak teriak itu kan ee itu bukan kelainan ya. Tapi maksudnya karena dia mengejan tahanan jantung tinggi dan terisi gitu.
47:19
Speaker A
Itu normal ya. Normal. Kalau gagal jantung dia tanpa teriak pun terisi. Oh. Karena jantungnya berat kerjanya.
47:26
Speaker A
Kalau dia masuk begini [tertawa] kan ketutupan. Oke. Itu mau masuk sekolah mungkin. Mas K.
47:35
Speaker A
Terima kasih sudah di-support [tertawa] Dok. Terima kasih. di sini kan dua. Oke, berarti kalau ngelihat nih udah udah curiga nih baru lihat kaki.
47:44
Speaker A
Iya, lihat kaki kakinya bengkak kita belum mulai kita tahu ini gagal jantung. Kalau kaki yang bengkak terus dipencet dia enggak balik lagi.
47:51
Speaker A
Termasuk ini termasuk ya. Suka ada yang dipencet terus dia enggak mau balik. Namanya udem piting. Piting udem khasnya gagal jantung dan ginjal. Biasanya kalau ditekan di kaki lama balik ke normal gitu. Tapi buat teman-teman jangan oversinking dulu ya. Maksudnya banyak
48:08
Speaker A
hal penyebab kaki bengkak. Jangan sampai janganjangan di sini yang nonton di rumah kayak Iya. Iya. [tertawa] Iya.
48:15
Speaker A
Makanya kuatinnya ke sana Mas. Maksudnya ini harus dicek oleh profesional ya. Jadi jangan sampai oversinking juga teman-teman yang menyaksikan podcast ini.
48:22
Speaker A
Betul betul betul betul. [tertawa] Ini paranoid semua. Kalau sudah nyampai gagal jantung dan sudah sampai kakinya bengkak dipencet enggak bisa balik. He he.
48:33
Speaker A
Kemungkinan ininya baiknya masih bisa. Oh tentu tentu tentu tentu. Oh kan soalnya kan namanya gagal jantung.
48:38
Speaker A
Betul. Walaupun ini tahap akhir dari penyakit jantung ee teknologi sekarang sudah sangat maju Mas. Obat-obatan sudah sangat bagus. SOP-nya juga bahkan di Perki Persatuan Dokter Spesi Jantung Indonesia ya kami punya Pokja gagal jantung yang memang dokter-dokter ini sangat konsern bagaimana menangani gali
48:55
Speaker A
jantung. Sudah ada SOP-nya tinggal diikuti. Bersabar memang karena butuh pengobatan yang panjang tapi hasil akhirnya rata-rata bagus. Pastinya yang awalnya sesek sekarang sudah enggak sesek lagi. Yang awalnya enggak bisa produktif sekarang bisa produktif lagi.
49:08
Speaker A
Tapi syaratnya memang harus sabar berobat itu pakai apa, Dok? Minum. Obat minum atau obat? Obat obat minum. ada SOP obat ee beberapa kadang butuh tindakan seperti pasang ring kalau masih memungkinkan.
49:20
Speaker A
Tapi ee sebagian besar lagi kalau sudah gagal jantung kita enggak pasang ring lagi. Cukup mengoptimalkan obat. Tapi ada penduanya, Mas. Ada yang obat dinaikkan dosisnya, jenisnya dan sebagainya. itu ada SOP-nya tinggal diikuti. Oke, ada beberapa pertanyaan dari member nih kita pilihin dari member
49:37
Speaker A
YouTube Raditi dari Ratui untuk orang yang jarang olahraga terus mau mulai olahraga biar enggak shik shake syok jantungnya gimana.
49:46
Speaker A
Ini pertanyaan bagus Mas Radit ee karena banyak yang FOMO ya sekarang ada langsung lari 5K, 10K bahkan maraton ya padahal itu bahaya Mas Radit.
49:55
Speaker A
Oke. Oh, enggak boleh langsung. Enggak boleh karena jantung itu sifatnya pembiasaan. Jadi buat teman-teman yang mulai enggak ingin hidup sehat, start slow aja tapi konsisten.
50:06
Speaker A
Kalau enggak biasa jalan kaki, kita mulai jalan kaki rutin aja 30 menit dengan kecepatan yang santai. Belum ada target apa-apa, Mas Radit. Kalau memang belum pernah, kalau sudah biasa mungkin 2 3 bulan diubah menjadi jalan cepat.
50:18
Speaker A
Hmm. Jalan cepat ada jalan cepatnya. Nah, setelah mungkin 6 bulan rutin jalan cepat baru mulai kardio yang agak lebih intens seperti jogging atau lari.
50:28
Speaker A
Tapi tetap untuk kesehatan dan keamanan jantung saya tidak menyarankan teman-teman yang baru mulai olahraga langsung intensitas berat seperti lari.
50:36
Speaker A
Oke. Apalagi jarak jauh ya. Iya. Apalagi kalau di usia seperti kita Mas Radit 35 ke atas 40. Jangan coba-coba sebelum medical check up.
50:43
Speaker A
Oke. Oke. Siap. Baik. Dari koin. Dok. Mau tanya kenapa kalau kita ketemu cewek yang kita suka jantung berdebar-debar? Lu awas ya udah [tertawa] ini dokter spesialis jantung lu tanyain kayak gini-gini.
50:55
Speaker A
Tapi itu ada apa? hormonah atau ee normal Mas Radit. Jadi ee tidak semua berdebar-debar itu karena penyakit jantung, Teman-teman. [tertawa] Oke.
51:03
Speaker A
Kalau kita senang, happy, grogi, ee semua itu bisa bikin kita jantungnya lebih cepat, gitu loh. Jadi respon respon kimiawi dari kondisi psikologis.
51:13
Speaker A
I di jawab beneran kan lu kan gua [tertawa] tahu lu bercanda pada lu koin.
51:16
Speaker A
Oke, terakhir dari Dezura. He. Kalau enggak pernah olahraga sama sekali, tapi pola makan sehat dalam kurung, enggak pernah ngerokok, gula dibatasin, tidur cukup, apakah jantung bisa sehat-sehat aja atau tetap harus ada olahraganya juga?
51:27
Speaker A
Memang sih, Mas Radit, kurang. Karena tadi ingat ada lima faktor dan di antara faktor yang penting adalah olahraga. Jadi untuk kesehatan jantung bukan cuma satu atau dua faktor, tapi ada banyak faktor yang harus kita jaga. Di antaranya olahraga secara
51:41
Speaker A
rutin, pola tidur dijaga, makan dijaga, stres, dan juga ee apa namanya? Apa yang kita makan ya diatur ya. Oke. Wow, luar biasa. Terima kasih, Dokter Bobi sudah mampir ke sini. Ee semangat terus datang di postingan orangor siap [tertawa]
51:57
Speaker A
dengan memakai maskernya juga. Buat teman-teman terima kasih yang sudah nonton. Sekali lagi olahraga jangan lupa jaga kesehatan jantung dan olahraga. Ee benerin lifestyle-nya kalau masih melakukan lifestyle yang merusak e jantung juga atau berpotensi merusak jantung di depannya. I
52:14
Speaker A
sama kalau mau cobain suplemen boleh juga dari Health ini ada Faskur ini suplemen bukan obat kalau emang lagi konsumsi obat juga bisa konsul ke dokternya sebelum konsumsi suplemen. Dan kalau kalian mau cek Instagramnya ya apa Natures Health Fascura ini bisa ke
52:33
Speaker A
IG-nya di @naturees healthid bisa langsung ke sana cek semua info komplit di situ bisa dicobain dan dibeli juga.
52:43
Speaker A
Terima kasih sekali lagi, Dok. Terima kasih semua yang sudah nonton.
Topics:penyakit jantungserangan jantungkardiologi intervensipencegahan jantungplak aterosklerosisdokter spesialis jantungIndonesiakesehatan jantungpenanganan jantunggaya hidup sehat

Answers

Frequently Asked Questions

Apa itu kardiologi intervensi dan perannya dalam penanganan penyakit jantung?

Kardiologi intervensi adalah spesialisasi dokter jantung yang fokus pada penanganan penyakit jantung koroner, terutama melalui tindakan medis seperti pemasangan ring untuk membuka penyumbatan pembuluh darah.

Mengapa serangan jantung sering terjadi pada malam hari atau subuh?

Serangan jantung sering terjadi pada malam hari karena perubahan irama sirkadian tubuh yang menyebabkan peningkatan hormon adrenalin dan kortisol, sehingga meningkatkan detak jantung dan tekanan darah yang dapat memicu pecahnya plak aterosklerosis.

Bagaimana cara mencegah penyakit jantung koroner agar tidak terjadi serangan jantung?

Pencegahan meliputi menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, mengontrol faktor risiko seperti kolesterol dan peradangan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk deteksi dini.

Get More with the Söz AI App

Transcribe recordings, audio files, and YouTube videos — with AI summaries, speaker detection, and unlimited transcriptions.

Or transcribe another YouTube video here →