Diskusi mendalam bersama Leon Hartono tentang dinamika IHSG, saham konglomerat, dan strategi investasi di pasar saham Indonesia.
Ask about this video. Answers come from its transcript only — with the timestamp, so you can check them.
Generated from the transcript and can be wrong — check the timestamp.
Key Takeaways
- Saham konglomerat menjadi pendorong utama rally IHSG dalam beberapa tahun terakhir.
- Investasi di saham blue chip dan indeks besar cenderung memberikan return yang lebih rendah dibandingkan saham non-blue chip.
- Strategi investasi yang menggabungkan dividen dan fundamental saham penting untuk hasil jangka panjang.
- Diversifikasi portofolio dengan instrumen global dan digital dapat membantu mengurangi risiko.
- Pemahaman mendalam tentang market movers dan kondisi pasar sangat krusial untuk pengambilan keputusan investasi.
What the video covers
- Raditya Dika dan Leon Hartono membahas fenomena trading hold dan dampaknya pada pasar saham Indonesia.
- Analisis perbandingan kinerja IHSG dengan dan tanpa saham konglomerat menunjukkan pengaruh besar saham konglomerat terhadap rally pasar.
- Investasi pada saham blue chip dan indeks seperti LQ45 dan IDX30 cenderung memberikan pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan saham di luar blue chip.
- Definisi market movers dijelaskan sebagai saham dengan earnings anomali dan kapitalisasi pasar besar yang memengaruhi pergerakan indeks.
- Diskusi juga mencakup pentingnya dividen sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang untuk pensiun.
- Leon Hartono berbagi pandangan tentang diversifikasi portofolio, termasuk investasi di reksadana global dan instrumen keuangan lain seperti RDPT dan deposito digital.
- Pembahasan risiko dan peluang investasi di pasar saham Indonesia dan global, termasuk pengaruh kebijakan BI dan kondisi ekonomi makro.
- Penjelasan tentang pentingnya memahami fundamental saham dan strategi buy and hold versus trading aktif.
- Diskusi menyentuh juga tentang investasi di aset kripto dan ETF sebagai alternatif diversifikasi.
- Leon menekankan perlunya pendekatan yang hati-hati dan berimbang dalam mengambil keputusan investasi di tengah ketidakpastian pasar.
Chapters
- 00:00Pembukaan dan perkenalan dengan Leon Hartono
- 02:50Spektrum investasi: fundamental, crypto, dan MSCI play
- 05:14Perbandingan pertumbuhan investasi di blue chip dan non-blue chip
- 07:32Analisis market movers dan pengaruhnya terhadap IHSG
- 10:20Strategi dividen dan investasi jangka panjang
- 12:51Diversifikasi portofolio dan instrumen investasi alternatif
- 16:57Risiko pasar dan kebijakan BI terkait investasi
- 19:33Penutup dan refleksi strategi investasi
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
Hari ini kita ngobrol bersama Leon Hartono, terima kasih sudah mampir ke sini.
Speaker A
Thank you, Bang Radit, sudah diundang ke sini.
Speaker A
Ini YouTube yang banyak banget, ngobrol sama teman-teman dari bidang keuangan dan makin ke sini tuh makin sering ya lu ngundang-ngundang tipe-tipe podcast gitu ya. Kalau dulu kan enggak ya. Lebih ke monolog gitu ya.
Speaker A
Iya. Dulu agak balance antara monolog sama podcast. Tapi belakangan ini lebih sering ke podcast lah.
Speaker A
Lebih sering ke podcast. Gua sering nontonin juga yang sama Cicu A itu gua berkali-kali gua tontonin.
Speaker A
Hari ini tuh sebenarnya gua pengen pengin banyak tahu insight yang lu dapat dengan ngobrol sama teman-teman ini sih. Kira-kira apa aja take away-nya yang bisa di-share ke kita? Kan selama perjalanan ini kan lu mungkin sering ngobrol sama mereka, ada yang bisa
Speaker A
di-share ke kita. Iya. Iya. Tapi ketika kita ketemu hari ini, ini trading hold kedua nih. Ketika habis MSC nyuratin tuh kemarin trading hold ini hari ini trading hold Januari. Jadi kayaknya kita bahas itu dulu deh. Kayaknya biasanya gua kalau
Speaker A
bikin podcast tuh ng-lagnya lumayan lama tuh 2 minggu baru upload ya. Tapi kayaknya gua bilang sama Fadil, "Ini harus duluan deh. Kita harus bahas nih karena kebakaran nih semua orang nih." Betul. Betul.
Speaker A
Gimana tuh menurut lu? Ya, ini emang very big news ya buat semua orang lah. Emang tadinya waktu tim lu juga ngundang, oke kita bahas topik apa nih? Oh topiknya tentang keuangan lah, tentang karir lah, tentang apalah. Kayaknya kita ganti semua.
Speaker A
Pas banget hari ini, Bro. Pas banget. Pas banget hari ini. Ya, cuman dan menariknya sebenarnya hari Senin itu gua baru ada acara di BI, gua presentasi buat sebuah event lah, gitu. Dan di sana gua sebenarnya percis ngebahas hal ini.
Speaker A
Oh, iya. Dan gua udah punya deck-nya sebenarnya. Jadi waktu ada kalau misalnya ada kayak gini makanya ya kalau misalnya dikasih kesempatan buat share screen gua sekalian share screen boleh lu presentasiin apa present ke BEI?
Speaker A
Artinya ini kan ketika lu bukan ke BI mungkin di BI di sana di B buat sebuah acara gitu. B di BI. Oh, di BI. Iya. I tapi kan pas lo saat ke sana belum terjadi dong huruhara ini kan lu baru me
Speaker A
apa nih? Mengkhawatirkan. Betul. Kita harus hati-hati. Betul betul betul. Iya. Ternyata di hari-hari Rabu meleduk gitu semua. Boleh boleh.
Speaker A
Iya. Jadi mungkin secara konteks, secara prinsip gua itu berusaha buat acknowledge semua kungfu lah. Kungfu apapun ada yang kungfunya itu maunya aman doang. Misalnya kayak Bro Andrew Susanto gitu misalnya yang target 6% 7% bagus dia fokusnya the bisnis.
Speaker A
Ada yang kungfunya itu misalnya super fundamental misalnya kayak Bro Rifan. Ada yang kungfunya itu super crypto gitu oke crypto. Ada yang kungfunya itu MSCI play. Nah, jadi gua udah ngelihat semua spektrumnya nih. Nah, kalau misalnya dari yang MSCI Play yang gua sharing itu
Speaker A
kemarin kayak gini. Jadinya ini gua skip beberapa hal aja. Jadi kenapa ISG kita itu belakangan ini rally dan gua tuh ngebikin datanya antara dua kubu yaitu adalah IASG lawan IASG kurangin 3 conlo SS.
Speaker A
Oke, jadi tiga Konglo stocks ini by definition adalah saham-saham yang terafiliasi dengan konglomerat gitu.
Speaker A
Tentu konglomerat ini ada banyak sebenarnya cuman gua cuma milih tiga orang gitu. Oh sori gua salenin dulu ya.
Speaker A
Nah, jadi IHG versus IHSG kurangin 3 conl stocks dan hasilnya itu kayak gini.
Speaker A
Ini cuma dikurangin 12 saham ya. Dari tahun 2023 sampai tahun 2026 ISG kita itu naik 33% yang ini yang biru.
Speaker A
Tapi kalau misalnya kita cuman kurangin 12 saham ISG itu sebenarnya cuman tubuhnya 16%. Oke.
Speaker A
16%. Nah, artinya apa? Artinya kalau misalnya kemarin-kemarin orang-orang yang rally, yang jackpot-jackpot yang dapat uang gede di tahun 2025 itu adalah orang-orang yang invest gedenya itu atau trade-nya itu adalah di saham-saham Konglo ini gitu.
Speaker A
Nah, habis itu tentu kalau misalnya gua ngerti kalau misalnya bahasa Konglo Stocks ini adalah sebuah misnomer, bahasa itu enggak benar. Soalnya kalau misalnya BCA emang kurang konglo gitu ya, mereka konglow juga obviously gitu kan. Cuma kalau misalnya kita
Speaker A
ngobrol-ngobrol samail yang mereka anggap K adalah yang lagi rally bangetah intinya market mover gitu jadinya.
Speaker A
Karena kalau lu megang reksadana indeks pun juga kayak LQ45 30 dia enggak nggow juga kan grow-nya kecil gitu ya paling segituan.
Speaker A
Betul betul enggak? Malah lebih bawah kalau misal J lebih bawa nih gua punya datanya juga yang itu karena ada expend rasionya. Nah, di sini nih ini ada datanya juga. Ini adalah di Januari 2025 sampai Januari 2026 ini sekitar tanggal 19 Januari. Jadi, fresh
Speaker A
data lah gitu ya. IG kita tuh tumbuh 26%. Lalu kalau misalnya LQ45 itu tumbuhnya 5%, IDX 30 tumbuhnya itu 4% gitu. Jadi sebenarnya kalau misalnya kita orang-orang yang invest di SAM Indonesia, for the most part tuh kalau
Speaker A
misalnya kita benar-benar purely based on nyari-nyari saham yang ada di LQ45, IDX30, blue chip, blue chip, most likely kita tuh enggak bakal make money.
Speaker A
He soalnya kalau misalnya kita invest di blue chip, blue chip lihat aja grow-nya indeksnya aja 5% atau 4% sehingga orang-orang itu tuh ngelihat rumput di sebelah, rumput di sebelah di hijau. Soalnya kalau misalnya kita investnya itu di tempat-tempat yang
Speaker A
tidak terkonsentrasi di blue chip itu bisa tumbuhnya 25%. Betul. Nah, apalagi kalau misalnya kita masuknya di yang ini nih kategori ini.
Speaker A
Ini ada kategori namanya itu ISG lawan IHG minus market movers. Oke. Nah, apa itu definisi market movers?
Speaker A
Jadi kalau misalnya buat gua market movers itu adalah jadi kan tadi kalau misalnya tadi market movers itu ada banyak. Ada yang dalam kategori Konglo Stocks tadi sama ada yang di luar dari Konglo Stocks. Yang cuma tiga orang itu
Speaker A
karena ada banyak orang-orang yang pengin yang terinspirasi oleh perusahaan-perusahaan yang berhasil masuk ke MSCI gitu.
Speaker A
Nah, contoh misalnya kayak DSSA ini salah satu perusahaan yang super successful lah yang berhasil masuk MSCI bis Arco, Coin, Ronkai segala macam.
Speaker A
Tapi definisi market movers itu adalah perusahaan-perusahaan yang memiliki earnings anomali yang definisi gua itu adalah pair-nya di atas 100 lalu negatif dan ini udah di-adjust sama one off gain.
Speaker A
Jadi kalau misalnya mereka jualan sebuah aset yang cuman di tahun itu aja ya gua enggak gua tetap enggak consider itu gitu misalnya.
Speaker A
Nah terus juga yang gua cuman consider yang masuk ke dalam top 100 flot adjusted market cap. Jadi yang gede-gede doang gitu yang kecil-kecil.
Speaker A
Gua enggak konsider hasilnya itu dari tahun 2023 sampai tahun 2026 awal kalau misalnya IG minus market movers itu cuma tumbuh 7%.
Speaker A
Artinya apa? Artinya kalau misalnya orang-orang itu enggak partisipasi di 21 saham tadi, most likely tuh mereka tuh enggak terlalu make money gitu. Misalnya sulit untuk mereka beat the index yang minus market movers ini yang cuman cuan itu 7%.
Speaker A
Dalam konteks ini ya harga saham kan? Harga saham. Tapi itu kan di luar lu dapat dividen.
Speaker A
Betul. Tapi kalau misalnya kita ngomongin dividen misalnya kita include dividennya. Kalau misalnya seharga sahamnya juga mengalami penurunan drawdown dari segi harga ya oke mungkin enggak dapat realized apa namanya ya dari segi equity-nya mau lagi not making money juga gitu
Speaker A
dari equity both dividen plus equity-nya misalnya equity-nya plus 10% atau enggak 5% 5% 5% per tahun gitu. Tapi kalau misalnya kita lihat saham-saham banking yang gede-gede ya turunnya juga sekitar segituan juga per tahun secara harga saham.
Speaker A
Secara harga saham gitu. Jadi ya to make money gitu. Kecuali kalau misalnya kita benar-benar jago dari segi fundamental stocksnya ya. Cuman for the most part ini secara indeks lah gitu.
Speaker A
I see. I see. Kalau gua tuh sebenarnya lagi menyusun rapi porto dividen untuk pensiun gue ya. Jadi, target gua tuh sebenarnya blended di antara 7 sampai 7,5% net dividen, which is pajak dividen kan 10% nih. Nanti ketika udah
Speaker A
waktunya gua ngambil bukan ngambil waktunya gua menunggu income dari situ sih pendekatan gua ke situ. Makanya ngelihat banyak saham blue chip yang bertebaran ini jadi tertarik.
Speaker A
mereka punya announcement gitu ya. Mereka itu bakal freeze all increases to foreign inclusion factors F dan of SH.
Speaker A
Betul. dan mereka gak bakal implement additions to MSI Investible Market Indexes. Dan implikasinya itu kayak gini, a potential reclasification of Indonesia from emerging market to frontier market status. Jadi kayak gini intinya intinya kan kalau misalnya gua lihat yang sekarang bertebaran di sosmet
Speaker A
itu adalah lihat nih you punya Konglow play segala macam eh itu udah enggak berhasil mereka ya kasihan deh lu segala macam.
Speaker A
Back to fundamental. Back to fundamental. Iya. Masalahnya yang fundamental juga kena Bang. Betul. Kalau misalnya yang fundamentalnya itu terbang sama yang M play-nya itu rongkat ya okelah gitu. Tapi ini duanya kena.
Speaker A
Kenapa kena? Soalnya ini tadi nih a potential reclassification of Indonesia from emerging market to frontier market status. Dan yang paling kena itu yang mana? Yang paling kena adalah blue chip blue chip yang sekarang di MSI-nya yang bobot itu gede. Termasuk saham-saham
Speaker A
kayak BBCA gitu misalnya. Itu kenapa BBCA walaupun mereka itu sebenarnya enggak ada story yang mereka pengin masuk MCI segala macam soalnya mereka sudah di sana mereka juga kena. Soalnya kalau misalnya itu sampai turun ke frontier bakal ada outflow yang
Speaker A
besar-besaran dan mereka bakal haki. Mereka enggak peduli valuasinya berapa, mereka enggak peduli dividenilnya berapa. Tapi mereka bakal hajar habis-habisan mereka bakal exit kalau misalnya itu sampai mereka diowngrade.
Speaker A
Makanya kan sekarang ada beberapa skenario. Iya. Ada skenario nomor satu apa yang MSI minta? Ya MSI minta adalah transparansi ya kan mereka pengin bisa lihat you punya free float ee free float secara transparan gitu kan.
Speaker A
Iya kan benar atau enggak yang di bawah 5% ternyata juga ikut. Betul yang di bawah 5% ini punya siapa?
Speaker A
Mereka pengin lihat itu semua gitu kan. Berarti kita ada kalau misalnya kita bikin game theory kan ini bercabang nih.
Speaker A
Nomor satu kalau misalnya kita punya regulator itu tidak memuruhi permintaannya MSCI ini berarti kita bakal diowngrade ke frontier status which is losose semua orang bakal losose.
Speaker A
Yang fundamental play bakal loose, yang invest di blue chip bakal loose, yang invest di indeks apapun lah, yang invest di mana pun pasti loose gitu. bakal ada outflow besar-besaran. Itu adalah ee potensi nomor satu.
Speaker A
Potensi nomor dua adalah regulator kita memenuhi permintaannya MSCI. Hm. Ya kan? Kalau misalnya mereka memenuhi permintaan MSCI berarti most likely kita ada potensi untuk tetap stay di MSCI IM emerging market. He gitu kan. Nah sekarang ini bercabang lagi jadi dua. Kalau misalnya kita
Speaker A
sekarang stay sebagai MSCI eh IM apakah konglo-konglo kita masih bisa menggunakan gameplay yang kemarin?
Speaker A
Heeh. He. Kalau misalnya tidak bisa berarti kalau stok yang kemarin berusaha dirive ke atas bakal ada koreksi habis-habisan.
Speaker A
Betul gitu kan. Tapi kalau misalnya kalau kita somehow kungfunya itu jago dan mereka bisa somehow cari cara berarti mungkin masih bisa back kontrak gitu. Nah, itu adalah tiga probabilitas yang saat ini kelihatan gitu. Oke.
Speaker A
Nah, e kelihatannya bakal butuh waktu untuk itu playout lah. Dan kita menurut gua ya ujung-ujungnya jangan sampai kitanya kena kick dari frontier. Itu menurut gua the worst case scenario gitu.
Speaker A
Kalau dari gua pribadi strategi gua sekarang gua nunggu sideways dulu kan gua enggak tahu nih udah 2 hari trading hold anjir. Ini kayak kemarin tuh kayak cuman sekali sehari-sehari doang ya zaman-zaman trap itu ya. Eh, gua nunggu sideways, gua masuk buat dividen e on
Speaker A
cost gua itu bisa naik di porto gua. Nah, dari strategi itu deg-degan gua cuman satu. Bulan Mei itu kita ke Frontrier.
Speaker A
Eh, begitu masuk sana kan kita satu baket sama Bangladesh and the gang tuh sama Burkina Faso, Bro.
Speaker A
Itu pasti outflow habis-habisan kan. Bues kena juga dong pasti kan. Pasti kalau misalnya kena kayak gitu ya.
Speaker A
Rata rata Porto kan karena e fan pasif aja pasti. seberapa banyak tinggal nurunin ke bawah kan cabut. Betul betul.
Speaker A
Oke. Nah, jadi gua sih deg-degannya cuman di situ doang tuh. Betul. Menurut lu seberapa besar probabilitasnya untuk kita downgrade?
Speaker A
Itu hal yang di luar dari apa namanya? Control slash ability gua buat ngomong lah ya. Tapi ee kita sih hanya bisa berharap ke regulator sih kalau misalnya bagian itu ya. Kalau misal Pak Purbaya sih kelihatannya sih berusaha untuk
Speaker A
memberikan confidence lah seperti biasanya gitu ya. Cuman itu I have no idea. Cuman kalau misalnya lu tanya gua, seharusnya kita si enggak downowngrade probabilitas wise. Seharusnya seharusnya soalnya kalau misalnya soalnya kalau misalnya kita pikir secara logika kalau misalnya kita sampai turun
Speaker A
itu very bad news. Dan kalau misalnya kita ngomongin indeks indeks kan ada banyak. MSI itu cuma salah satu masih ada FTSI masih lebih kecil lagi misalnya GDX atau GDXJ. Kalau misalnya GDX GDXJ itu yang lebih fokus ke gold lah gitu.
Speaker A
Nah, ini tuh bakal mempertanyakan Indonesia sebagai eh investibility issue-nya kayak gimana gitu. Kayak karena risk premium kita bakal naik. Ini sama aja kayak kalau misalnya di bond tuh kita bakal turun dari segi rating yang tadinya itu investable jadi enggak
Speaker A
investable. Ada yang bahasa itu namanya risk premium. Artinya kalau misalnya mereka investasi di kita, kita bakal ee diminta return yang lebih tinggi untuk asing itu tertarik untuk masuk ke kita, gitu. itu misalnya sama aja kayak kalau misalnya kita ngomongin obligasi kan
Speaker A
kita ada spektrumnya yang paling aman misalnya Amerika mungkin mereka cukup ngasih 4% orang ah happy tapi kalau misalnya di Indonesia kita butuh ngasih misalnya 6% untuk bikin orang tertarik itu namanya risk premium nah kalau misalnya itu terjadi kita sampai turun
Speaker A
grade segala macam risk premiumnya naik itu kaitan ke semuanya tuh termasuk ke usaha-usaha juga artinya kalau misalnya kita pinjam duit itu bakal lebih mahal lagi gitu kan jadi impasnya bakal ke mana-mana kalau misalnya yang gua harapkan tentunya kita tidak diowngrade
Speaker A
dan harusnya nya most likely orang bakal bekerja keras untuk itu. Tapi ini semuanya namanya probabilitas.
Speaker A
Makanya kalau misalnya kungfu gua itu selalu gua adalah tipenya kungfu yang diversifikasi. Mau orang itu apa namanya yang paling jago di kripto bilang mereka cua kayak gimana diam kayak gimana tetap gua diversifikasi.
Speaker A
Belum belum lagi kalau Vietnam tiba-tiba tiba-tiba naik ya jadi emerging ya itu pasti kan mending di south east mungkin fun larinya ke sana juga ya.
Speaker A
Betul betul ya. Kalau misalnya kita ngomongin dari segi bisnis saja e investor asing udah banyak yang tertariknya di sana. Sekarang bakal lebih lagi kalau misalnya itu sampai terjadi. Itu yang ya gua khawatirkan sih ya. cuman ya kita percaya dengan
Speaker A
Bapak-bapak yang di atas. Aduh, mudah-mudahan enggak sih. Mudah-mudahan enggak sih. Lu kan udah ke BEI tuh. Lu bisikin lah gimana sih caranya? Eh, tapi gini deh. Katakanlah BEI itu ee ini ee mereka setuju dengan MSCI, oke mereka mau transparan, ya kan?
Speaker A
Emang mereka bisa nge-enforce itu ke para emiten-emiten ini dalam sisi mana sih? Gua gua enggak ngerti mekanismenya sebenarnya. Kalau misalnya ee dari segi transparansi, kalau misalnya ya ini again ini sepengertian gua ya, gua enggak tahu di belakang liar kayak
Speaker A
gimana. Cuman logikanya itu adalah kalau misalnya mereka mengenforce transparansiy itu soalnya sekarang yang gua ngerti apa yang bisa dilihat sama MECI sama kita itu enggak gitu beda jauh sama retail gitu. Jadi apa yang mereka lihat sama kita tuh jadi misalnya mereka
Speaker A
cuma masuk ke kategori. Oh kalau misalnya 5% mereka cuma bisa lihat kategori-kategori sama kayak kita gitu jadinya.
Speaker A
Nah ee kalau misalnya mereka enforce harusnya sih bisa tinggal kalau kayak gitu dari konglul-konglonya. Apakah mereka bisa melakukan adjustment atau enggak?
Speaker A
Oke. Menurut gua sih lebih ke arah sana mereka kan yang memberikan kebijakan. Cuman kalau misalnya dari situ itu eh outside of my inilah gua enggak gitu tahu di belakang layarnya kayak gimana.
Speaker A
Iya. Artinya kalau kalaupun BEI udah ketemu sama MSCI terus bilang, "Oke deh kita kita nurut deh. Toh juga yang harus gedein freeat kan bukan mereka anyway kan." Betul.
Speaker A
Oh itu yang gua masih enggak masih enggak nangkap tuh. eh kalau dari regulatornya oke dengan mekanisme enforcement seperti apa sehingga itu menjadi masuk akal buat MSI dan teras sama market kita gitu.
Speaker A
Iya. Harusnya kalau misalnya kita bikin transparan MSCI-nya itu jadi oke. Cuman yang kita enggak tahu adalah reaksi dari Konglonya sih kayak gimana. Cuman logikanya harusnya sih Konglo-Konglo adalah orang-orang yang pintar-pintar dan yang kungfunya banyak yang kita harapkan ya papa kita bersama bisa
Speaker A
menyelamatkan kita. Tapi ya tapi yang what I have to say is this ya. Sebenarnya gua udah sempat pelajaran juga ee walaupun gua belum sempat dive into detail gitu. Jadi gua belum terlalu berani e menjelaskan secara detail. Tapi sebenarnya kejadian ini tuh bukan unik
Speaker A
ke Indonesia. Oke. Jadi this things have happened before di negara-negara lain. Artinya ada saham yang dially. Oh i ya.
Speaker A
Kongl ini nih bukan unik Indonesia itu sebagai inventornya. Sebenarnya kalau misalnya di India tuh udah ada juga kalau misal durur tuh namanya ada ni grup lah. Mereka juga melakukan hal yang mirip-mirip gitu. Dan mirip juga pernah ada sebuah koreksi dan
Speaker A
akhirnya mereka berhasil rebound. Nah, yang gua harapkan adalah kita bisa mengikuti rebound-nya India gitu. Jadi jangan sampai setelah terkoreksi kita malah terkoreksi terus gitu. Airb berjilit atau by the deep tapi sampai berkedip-kedip enggak balik-balik gitu.
Speaker A
Coba ceritain gua e ceritain ke gua yang soal India itu. Jadi jadi mereka juga sama ditegur.
Speaker A
Ini gua baru deep di-nya secara prinsipnya. Jadi gua belum terlalu detailin jadi gua belum berani buat ngomong soalnya gua belum punya data tuh back up lah. Cuman secara prinsip itu seperti itu. Pernah terjadi di luar negeri dengan cerita yang sama dan ya
Speaker A
mereka punya ya comeback story lah gitu jadinya. Oke. Nah, lu dengan interview segitu banyak ee orang-orang di financial market apa yang terjadi dengan Porto nih? Ada enggak yang jadi berubah atau gaya lu jadi ke mana?
Speaker A
Pasti sih. Pasti. Jadi gua itu e mungkin gua adalah orang yang make money-nya itu bukan dari investment. Maksudnya main income gua adalah dari kerja, dari bisnis.
Speaker A
Tapi gua percaya kalau misalnya kita melakukan investasi kita tuh bisa gua pernah lakukan studinya juga ya. Jadi misalnya gini, misalnya kita invest let's say eh 10% per tahun yang kita dapat rata-rata gitu ya.
Speaker A
Ini gua lupa percis angkanya. Tapi secara prinsip itu benar. Secara prinsip adalah kalau misalnya kita kerja selama 15 tahun atau 20 tahun misalnya uangnya kita kumpulin misalnya 1,5 M gitu misalnya ya.
Speaker A
Tapi kalau misalnya kita dapat 10% per tahun kita bisa dapat misalnya 3 M gitu misalnya. Secara prinsip again e angkanya kurang benar tapi secara prinsip itu bisa lebih besar. Artinya apa? Artinya kalau misalnya kita itu kerja misalnya kita kerja 9 jam sehari
Speaker A
kita dapat 1,5 M dalam waktu 20 tahun gitu ya. Tapi kalau misalnya kita investasi dengan kita dapat 10% per tahun dari cuan investasi ini kita bisa dapat misalnya 2 3 miliar gitu. Itu kan sesuatu yang buat gue tuh enggak make
Speaker A
sense. Enggak make sense. Kenapa? Soalnya kalau misalnya kita dapetin 10% per tahun menurut gua enggak susah-susah amat gitu. Dan mungkin waktu yang kita luangin itu kita butuh luangin misalnya 1 sampai 2 jam per hari itu ah bisa.
Speaker A
Jadi dari segi waktu kita luangin waktu itu adalah 1 jam atau 2 jam per hari tapi segi outcome-nya at the end of the day setelah jangka panjang itu jauh lebih besar dari segi total porto gitu kan. itu menurut gua banget di bagian
Speaker A
investasinya juga. Nah, kalau misalnya impnya kayak gimana dulu itu gua orang yang super konservatif dan dulu gua cuman investnya di saham Indo dan di e reksadana, deposito gitu-gitu doang.
Speaker A
Nah, tapi di tahun 2022 ee gua akhirnya ee masuk ke SAM US juga. Cuman kalau misalnya itu bukan dari podcast. Kalau misalnya dari podcast itu sebenarnya di crypto di tahun 2023. Oke, jadi e gara-gara gua terpaksa untuk nontonin semua podcast gua via live gini
Speaker A
kan kalau misalnya gua kan terpaksa nontonin semua podcast gua, tapi gua gua punya itu live. Jadi gara-gara gua kan interview orang, jadi gua terpaksa nontonin semua podcast gua gitu kan.
Speaker A
Oh, gitu maksudnya. I. Nah, otomatis ee gua jadi dapat serap ilmu dari crypto juga.
Speaker A
Tadinya lu enggak kto banget anti kripto jadi di tahun enggak ada fundamentalnya. Iya. Kok jadi masuk lu di tahun 2023? Ya, gua punya conviction kalau misalnya itu cerita lama, tapi saat itu sebelum ETF approval lalu e four year cycle, story-storynya kayak
Speaker A
gitu. Kalau misalnya di tahun 2003 itu akhirnya masuk nyemplung. Habis itu di tahun 2025 itu gua masuk ke Sam Kongo.
Speaker A
Samsam Konglo gitu. Cuman 2025 itu pertama kali gua ada exposure ke sana. Tapi walaupun gua ada exposure ke sana, gua punya e Porto itu selalu diversified gitu. Soalnya gua tipe-tipe orang yang bukan mencari jackpot-jackpot lah, gua orang yang takut miskin lagi gitu.
Speaker A
Jadi cuman ada exposure eh tapi gua ada jug expor juga di SAM yang fundamental di RDPT obligasi itu tetap konsisten masih ada gitu.
Speaker A
Oh lu secara Porto lu diversified lah ya diversified. Tapi kalau misalnya dulu e cuman ada apa namanya ada e kungfu-kumfu baru yang selalu diintroduce. Contoh kalau misalnya dulu enggak ada kripto, sekarang dari diversified porto ini ada yang diselisihkan untuk kripto.
Speaker A
Lalu kalau misalnya dulu enggak ada aliran sam-sam konglo, sekarang dengan tahun 2025 lah ya. Gara-gara gua ketemu S banyak orang, akhirnya itu juga ada gitu.
Speaker A
Oke, berarti lu ee sekarang RDPT berapa persen dari total liquid network? Majority sih di atas eh RDPT, RDPU sama eh deposito which is maksud gua tu digital bank itu gua consider same bucket lah ya. Same bucket which is
Speaker A
liquid cash yang gua consider relatively safe gitu. Itu di atas 50% sih. Liquid cash. Wow. Which is RDPT sendiri tahun lalu naik bisa 10% ya?
Speaker A
Iya enggak sih? Gua mungkin dapat average-nya 7,5% sekitar segitulah average. Average-nya soalnya gua EDPT pun gua jugit gua consider myself adalah orang yang konservatif. Oke.
Speaker A
Jadi walaupun gua masuk ke saham Samkong loh, tapi ya orang ketahuin gua sih, masa lu konservatif, lu masuk ke Samkong L gitu kan.
Speaker A
Tapi gua consider konservatif. Soalnya kalau misalnya RDPT pun gua juga berusaha untuk diversifikasi ee sebisa mungkin gitu. Contoh cara kita diversifikasi RDPT itu kayak gimana?
Speaker A
Kita juga lihat dari isinya itu apa. Banyak orang itu kalau misalnya mereka masuk ke RDPT mereka anggap kalau misalnya mereka tebar ke 10 RDPT yang berbeda itu mereka sudah melakukan diversifikasi padahal itu salah besar.
Speaker A
Oke, yang benar itu adalah kita harus lihat isinya itu apa. Soalnya kalau misalnya lu beli 10 RDPT tapi isi dari underlying asset 10 RDPT itu adalah isinya sama semua ya lu enggak diversifikasi gitu misalnya. Jadi kalau misalnya gua, gua
Speaker A
diversifikasinya itu dengan make sure ada yang isinya itu adalah obligasi pemerintah yang isin banyak FRFR Indonesian Index ya biasanya tu betul ABF Indonesia index fund gitu misalnya terus ada yang isinya itu copert bond yang copper bond itu yang
Speaker A
triple A terus juga ada yang isinya itu coper bond yang bukan triple A terus juga gua masukin ke RDPU yang isi itu deposito dan juga yang shortterm copper bond gitu jadi gua berusaha untuk make sure diversifikasi dan kalau misalnya
Speaker A
sebenarnya salah satu ee banyak orang yang enggak ngerti tapi salah satu underlying aset yang paling sering diborong sama itu adalah barang-barang Sinar Mas.
Speaker A
Nah, jadi gue juga secara intensional berusaha untuk melimit gitu maksudnya ya kita tentulah ee kurang percaya apalagi sama Sinar Mas ya. Mereka K segala macam segala macamlah tapi tetap gua harus e make sure gua tidak put my X in one
Speaker A
basket gitu. Jadi gua juga secara eh apa ya secara apa sih bahasanya secara intentional gua make sure gua juga diversifikasi jangan sampai barang itu barang-barang Sinama semua gitu. ada porsinya, tapi ada yang di luar dari barang-barang mereka juga gitu. Oh,
Speaker A
berarti ada berapa beberapa produk RDPT yang tujuannya super diversified karena lu lihat jeroannya tuh isinya apa di funit ya biasanya itu betul betul gua lihat sih gua lihat sekitar 35 kali RDPT RDPU ya banyak banyak yang gua beli gua diversified
Speaker A
diversified wow i itu lu lihat aumnya juga kah atau gua aum sih enggak terlalu sih ee gua lebih ke lihat isinya apa.
Speaker A
Oke ya. Tapi kalau misalnya gua gua berusaha lihat untuk tentu kan historical result does not determine the future segala segala macam. Tapi gua juga tetap ngelihat historicalnya sih.
Speaker A
Kalau misalnya historicalnya itu dalam waktu 20 tahun terakhir mereka memberikan return secara rata-rata itu 6% secara straight line itu memberikan gua conviction lebih dikitlah bahwa harusnya tahun depan lu agak mirip-mirip gitu. Soalnya udah dua dekade membangun reputasi dengan seperti itu gitu kan.
Speaker A
Itu misalnya kalau misalnya teman-teman tahu pasti ya stable fun segala macam lah yang kayak gitu. Jadi, gua ada exposure ke sana juga gitu.
Speaker A
Jadi, artinya Cagr buat semuanya itu kira-kira kita tarik 5 tahun 7% mungkin. Enggak, enggak. Kalau 20 tahun mungkin mereka sekitar berapa ya kalau enggak salah sekitar 56% deh 6% dan gua pun juga oke. Jadi ee kebanyakan mistake orang adalah
Speaker A
mereka ngelihat return itu sebagai pemenang dan yang orang yang kalah gitu. Mereka lihat orang yang 7% itu artinya menang dibandingkan orang yang 5%. Orang yang dapat coannya itu 50% itu menang dibandingkan orang yang 20%. Dan orang yang multibagger itu menang dibandingkan
Speaker A
orang yang dapatnya 6% itu salah total. Iya. Padahal yang benar itu adalah kita harus ngelihat itu selalu dari dua spektrum yaitu dari segi risk dan dari segi reward. Orang selalu cuma ngelihat dari segi reward-nya doang. Oh, kalau misalnya dia dapat 100% gila, dia jago
Speaker A
banget gitu. Padahal mereka enggak tahu bahwa mereka itu juga menerima potensial downside risknya. Kalau misalnya orang yang pengin bisa dapetin can 100% mereka harus bisa menerima bahwa potensial downside risknya itu juga setara. bisa min 99% juga gitu misalnya.
Speaker A
Nah, makanya kalau misalnya orang-orang itu yang cuan itu 6% 7% tapi kalau misalnya mereka punya potensial downside trak gitu banyak ya itu fair.
Speaker A
Jadi kita tuh selalu gambarin kayak gini gambarin kayak gitu gitu. Jadi eh risk reward. Jadi yang penting kita dapat itu fair. Yang yang ada kalanya kita bisa enggak dapat itu fair. Contoh menurut gua kalau misalnya kita ngomongin Rexarana saham dari tahun 2020 sampai
Speaker A
tahun 2025 itu menurut gua high risk low return. Jadi itu enggak fair. Itu menurut gua itu enggak masuk akal gitu.
Speaker A
Tapi ada kalanya juga di mana kalau misalnya gua lihat itu adalah low risk eh high risk dan low return di spektrum ujungnya yaitu adalah di menurut keyakinan saya adalah kayak kemarin P2P misalnya kalau misal kita invest lu dapatnya itu 10%
Speaker A
tapi lu punya eh underlying asset itu adalah perusahaan-perusahaan kecil yang utang gitu misalnya ee dan mereka mungkin jual lagi ke orang-orang lain yang nabung yang dapatnya itu misalnya 20% 30% jadi ya kita harus lihat dari dua spektrum bukan
Speaker A
cuma dari return doang Tapi dari segi risknya doang. Itu yang gua berusaha edukasi berkali-kali.
Speaker A
Karena reksana saham itu sendiri expens rasionya di Indonesia juga gede banget ya. Betul. Coba kalau di kayak di luar ETF jalan kayak kayak di Vanguard punya kan oke banget ya. Masalahnya kalau misalnya di US, kalau misalnya di US itu kan e
Speaker A
enaknya mereka bisa invest di SPY, QQQ, ETF-nya indeks gitu kan. Dan itu bisa bikin ya tentu sekali lagi sejarah tidak mendetermine the future result. Tapi kalau misalnya kita tarik selama berdekade-dekade terakhir, it has been working for them. Orang yang invest di
Speaker A
SPYQQ itu udah very successful gitu kan. Masalahnya kalau misalnya di ASG ya indeks kita for the longest time sebelum Kongl Play ini return itu enggak seksi.
Speaker A
Ini gua penjara datanya sih sebenarnya sih sebenarnya. Iya. Lu kalau narik CAGR 5 tahun dengan Kongl Play yang di ujung 2025 itu CAGR lu akan ke skew ke yang sekarang dan meleduknya hari ini lagi dua hari ini.
Speaker A
Betul. Betul. Ini ya ini gua unjuk ini datanya nih. Januari 2003 sampai Januari 2025 ISG itu tuh naik 3%, SP itu naiknya 73%, Bitcoin itu naiknya 300%. Makanya kalau misalnya kita ingat di akhir 2024 dan di awal 2025 kita tuh pada bilang
Speaker A
kita tuh diketawain lah Sam Indo gitu ya. Sam Indo lu ngapain Sam Indo? Masuknya ke Bitcoin dong, masuk ke yang lain dong. Soalnya ya historically kurang oke. Apalagi kalau misalnya kita tarik 5 tahun terakhir 2020 ISG itu 6.300, 2025 itu 7.100. Artinya kita itu
Speaker A
naiknya 12,7% dalam waktu 5 tahun. He. Makanya ya kalau misalnya index play-nya kita kalau misalnya kita pengin masukin expense ratio yang rendah soalnya kita bisa tinggal masuk ke passif ya. Sulit ya kita cuma nunggu 12,7% dalam waktu 5
Speaker A
tahun gitu. Nah, makanya apa artinya funnya mau dapat apa gitu atau gimana? Artinya kalau misalnya kita numbuhnya itu 12,7% dalam waktu 5 tahun per tahunnya kita dapat berapa? Mungkin kita dapatnya 2% per tahun. 2% per tahun berarti apa? Orang kan enggak ada yang
Speaker A
mau masuk ke sana. 2% per tahun dikurangin expense ratio yang dikurang expense ratio. Jadi totally tidak make sense gitu. Akhirnya secara ekosistem enggak masuk akal. Buat orangnya invest enggak masuk akal buat fun invest enggak masuk akal juga.
Speaker A
Soalnya AOM-nya enggak mungkin bertumbuh kalau misalnya kayak gini. Beda sama di eh di US yang kalau misalnya mereka punya eh SPO itu naik terus ya kan secara rata-rata gitu. Dan mereka juga didukung sama mereka punya ini ya kayak
Speaker A
pemerintah gitu. Soalnya kalau misalnya di US kan mereka punya namanya 401K. Nah 401K di Amerika itu orang-orang dikasih pilihan lah mereka masuknya ke mana dan majority itu mereka masuknya ke equity. Nah, gara-gara itu ya eh dari segi demand wise mereka punya passifund
Speaker A
inflow dari mereka punya lokal sendiri sudah tinggi. Soalnya orang-orang yang kerja itu bukan bukan terpaksa tapi secara otomatis most likely mereka bakal nabung ke mereka punya own passive fund which is SPY gitu kan. Sedangkan kalau misalnya kita BPJS kita tuh alokasi ke
Speaker A
ke equity sangat sedikit gitu. Dan gua bisa paham kenapa. Soalnya kalau misalnya dulu sebelum danantara dan segala macam kalau misalnya orang rugi itu you bisa dipermasalahkan gitu.
Speaker A
You bisa ada resiko masuk ke penjara gara-gara you merugikan negara gitu kan. Dia merugikan duit. Padahal secara thought proses mungkin aja benar mereka ya bisa dapatin dividity sekian. Mereka lihatin harganya murah tapi gara-gara rugi lu dipermasalahkan. Makanya banyak
Speaker A
orang tuh tidak berani. Nah, makanya gua berharap dengan kita shifting kemarin dan antara dari segi apa namanya?
Speaker A
Prinsip itu adalah business judgment rule. Hopefully itu juga bisa keate ke orang-orang lain juga gitu.
Speaker A
Percaya loh. Tapi kok di gua optimis. Optimis pasti harus cautiously optimis ya dengan semua kebijakan-kebijakan kita. Soalnya kita makannya di sini, hidupnya di sini ya kita harus Iya. Lagi, Bro. Itu, Bro, itu persoalannya, Bro. Em, oke. Kal ee tapi
Speaker A
menurut gua ya kayak pension fund di Indonesia, kenapa enggak lari ke equity juga lu kalau ngelihat tadi lu bisa dapat 6% 7% dari RDPT aja itu kan no brainer. No brainer kan. Lu ngelihat kayak gini lu cuma dapat 2 3% ya udahlah
Speaker A
masukin ke obligasi aja. Iya enggak sih. Iya. Cuma yang diharapkan kan kalau misalnya eh dikasih kesempatan invest ya bisalah masuk ke banking-banking yang udah di atas divid sudah di atas 10% per tahun lagi.
Speaker A
Nah, kalau misalnya sekarang kan kita kan enggak ada yang jadi bumper buat sekarang semuanya kan jadi nunggu-nungguan. Misalnya nih kayak tadi semuanya kayak tadi gitu gua ngelihat misalnya saham-saham banking yang gede-gede udah murah di udah double digit gitu kan. Tapi kita enggak ada
Speaker A
yang berani beli soalnya kita khawatir sama potensial outflow dari asing gitu sampai terjadi gitu kan. Akhirnya kan semuanya sama-sama enggak ada yang mau beli ya. Kita enggak mau beli lalu ya semua orang nunggu gitu. Jadi kan. Nah kalau misalnya itu terjadi ya jadi susah
Speaker A
kecuali kalau misalnya kita punya e passive inflow dari lokal yang terus bisa menjadi bumper untuk saham-saham yang bagus kan kita jadi lebih tenang juga belinya gitu.
Speaker A
Iya sih. Iya sih. Tapi betnya justru di situ ya sekarang ya. Ketika lu berani ngambil divaluasi yang murah seperti ini saat ini dan di bulan Mei itu ternyata aman-aman aja seharusnya inflow akan datang lagi dong. Betul.
Speaker A
Mungkin logikanya sih harusnya kalau misalnya kita ngomongin dari segi ee MSI-nya harusnya enggak ada inflow soalkan mereka sudah masuk.
Speaker A
Mereka enggak ada kenaikan atau turunan. Cuma mungkin dari yang actifannya kali dari actifannya. Soalkan sekarang ee mereka sekarang ngelihat ada potensial risk kan yaitu kalau misalnya exit kayak gimana. Nah mungkin kalau gitu dari orang-orang yang ngelihat ee secara valuasi sudah murah
Speaker A
ya mereka bakal masuk lagi ya inflownya mungkin dari situ kali. Oke. Nah, lu udah banyak karena kan lu ada perubahan nih dari awalnya super konservatif lah katakanlah kayak gitu ya. Terus lu mulai lihat-lihat segala macam, ngobrol sama banyak orang. Ee kita lihat realita
Speaker A
saham Indonesia seperti ini. Kita tadi lu bilang kita makan hidup di sini. Lu ada diversifikasi ke saham-saham luar negeri enggak?
Speaker A
Ada. Ada saham US gitu ada. Cuman dengan cara apa? Cuman gua udah exit full sih gua gua 2022 gua masuk kok mungkin exit full-nya itu 2023 akhir ya udah udah lu jual semua saham jual semua waktu 3 akhir pindahin semua ke bitcoin
Speaker A
lalu bitcoin ee di 2025 awal udah exit semua pindan ke saham Indo jadi gesernya geser lumayan drastis mungkin mungkin gak oke kalau misal bitcoin gua ada dua dua kantong ada kantong yang gua tradingin sendiri sama ada kantong yang gua buy and hold yang
Speaker A
gua buy and hold gua masih kip ya sampai sekarang masih ada gitu cuman yang gua gua tradingin gua udah cabut semua, gua pindahin ke SAM US. Cuman gua berusaha untuk melimitasi ee dari segi baketnya lah gitu ya. Ini kan soalnya kan bukan
Speaker A
sesuatu yang ee yang gua lakukan 247 gitu kan. Jadi gua juga tahu gua punya limitasi makanya gua batasin gitu.
Speaker A
Jangan sampai gua hajar yang gedenya itu di sini. Lu ketika beli saham US berarti lu kena pajak progresifnya juga?
Speaker A
Lu pajak progresif. Bayar semua. Anjir. Lumayan tuh, Bro. Berarti capital gain lu bayarin pajaknya?
Speaker A
Bayar pajak semua. Oh wow. Semuanya bayar. Karena ada beberapa reksadana global USD juga tuh.
Speaker A
Nah, tapi kalau misalnya reksana global USD sama aja. Sama aja. Itu sama aja kayak gini. Orang ini banyak yang salah persepsi juga. Oh, enak banget kalau misalnya kita beli RDPT yang isinya itu adalah obligasi.
Speaker A
Oh, bukan obligasi yang ngerti yang saham kan? Ngerti ngerti. Gua bakal ke sana. Nah, tapi kalau soalnya orang bilang misalnya nih, oh enak banget kalau misalnya kita beli RDPT yang obligasi soalnya kita udah enggak udah final udah enggak kepotong pajak lagi
Speaker A
ya kan. Sedangkan kalau misalnya kita beli FR kan kita kena potong 10% atau kalau misalnya kita beli obligasi swasta kan kita kena potong 10% mendingan kita beli RDPT dong kalau kayak gitu. Oke.
Speaker A
Nah, logika itu tuh flot soalnya fannya udah bayar pajak. Makanya fnya sudah bayar pajak waktu mereka ngasih lu udah bersih gitu sama aja. Nah, ini sama kayak Sam US. US kalau misalnya mereka beli ini e tesis gua ya, gua gua gak punya fun jadi gua
Speaker A
gak tahu. Tapi tesis gua tuh logikanya harusnya saat mereka mendirikan perusahaannya kan mereka belinya pakai e vehicle apapun mereka sudah bayar pajaknya di situ.
Speaker A
Sama kayak misalnya kita kita kalau misalnya kita mau beli e SAM US kita kan bisa belinya pakai dua cara. Kita bisa beli pakai Radit sebagai pribadi atau kita bisa beli sebagai perusahaan PT Bank Radit gitu misalkan. Dan e pajak
Speaker A
itu kan berlaku dengan cara yang berbeda. Kalau misalnya Radit yang beli itu otomatis bakal kena progressive income tax. Kalau misal PT yang beli itu pajaknya berlakunya berbeda gitu. Nah, ini berarti sama nih. Kalau misalnya reserna yang reser sahamnya IS itu
Speaker A
adalah reser saham global kita dapatnya bersih tapi di belakang layar mereka bayar pajaknya. Oke.
Speaker A
Itu jadinya artinya lu dipotong di depan ee ya kan dipotong di fannya. Dipotong di fannya dapatnya bersih.
Speaker A
Betul betul betul. Jadi sebenarnya sama aja gitu. Tapi kalau lu hitung lebih makes sense lu beli reksadana USD global dengan semua mereka yang ngurusin kita terima bersih tanpa lu harus buka account dan lain-lain atau mending lu capital ga-nya lu sikat 30% aja tuh lu
Speaker A
bayar jadi reksarana saham yang global versus ee saham beli dari broker lu langsung gitu ya.
Speaker A
Kalau misalnya gua gua mikirnya enggak pernah kayak gitu. Hm. Yang gua mikir itu soalnya ee kan itu sama aja pertanyaannya kayak lu mendingan masuk ke saham Indo yang lu enggak bayar atau saham US yang lu bayar 30%. Oke, thought prosesnya mirip.
Speaker A
Thought prosesnya adalah gua bakal masuk ke saham US dan gua bakal bayar semua pajak progresifnya kalau misalnya itu sudah semurah itu ee harga sahamnya.
Speaker A
Harga sahamnya. Jadi kan gua selalu ngelihatnya dari risk reward kan. Jadi waktu gua ngelihatin risk reward gua udah ngelihat reward dikurangin sama pajak progresifnya.
Speaker A
itu apagi kita di tahun itu sebenarnya salah satu over pertama gitu di tahun itu kan lagi enggak bagus gitu kan dari segi returnnya ya kurang cuan segala macam lah kita tadi lihat year on returnnya ISG cuma 2 3% per tahun gitu
Speaker A
kan jadi kalau misalnya saat itu S&P 500 itu lagi di old lagi di bawah banget dan potential upside itu tingg tinggi I'm happy to pay gitu jadinya. Nah, jadi gua mikirnya dari segitu. Nah, sekarang kalau misalnya pertanyaan dar itu adalah
Speaker A
reer saham kita ee beli itu versus kita beli individual stocks yang gua mikirin bukan dari segi T savings-nya, tapi gua mikir isi Rexal saham ini apa?
Speaker A
Oke. Gua percaya atau enggak gitu, gua suka atau enggak gitu. Soalnya re saham yang di Indo yang global pilihannya masih belum banyak. Ada baru mulai tapi belum banyak gitu.
Speaker A
Gua bakal sangat happy kalau misalnya P lebih banyak soalnya sekarang pilihan itu limited. Makanya gua kemarin-kemarin masih lebih milih ke stock gitu.
Speaker A
Iya. dengan expense rasio juga 2 sampai 3%. Anyway juga juga gede juga sih. Tapi sebenarnya yang menarik buat gua juga RDPT USD.
Speaker A
Gua juga masuk ke RDPT USD tapi isinya obligasi Indonesia kan. Iya obligasi dengan USD kan.
Speaker A
Kenapa? Kenapa lu masuk? Kenapa? Kan sama aja juga itu ketika apalagi ada currency risnya.
Speaker A
Currency ris. Iya justru ya emang sih sebenarnya ee RDPT USD gua enggak enggak gede ya porsi itu enggak besar. E kalau misalnya kita ngobrolnya itu mungkin 5 tahun lalu, 10 tahun lalu mungkin porsi RDPT USD gua bakal jauh lebih besar
Speaker A
daripada gua punya RDPT yang Indo gitu. Soalnya kalau misalnya sekarang ini tentu ada kekhawatiran juga dengan US dollarnya sendiri lah. Kalau misalnya dulu kan by theory USD itu selalu menguat rata-rata kalau misalnya kita tarik 10 tahun terakhir kira-kira
Speaker A
menguatnya itu 3% per tahun on average gitu. Jadi kalau misalnya kita bisa dapatin 4% per tahun dari obligasinya kita tinggal tambahin 3% ya kira-kira on average 7% gitu kira-kira. Nah, tapi kan sekarang Tramet sendiri juga suka nyenggol kiri kanan. Dia juga bermusuhan
Speaker A
sama lainnya. Kanada itu juga jadi mendekati sama China dan Eropa itu juga sama g segala macam. Itu juga yang bikin gua jadi tanya. Jadi sekarang bingung sih mau taruh duit yang aman di mana.
Speaker A
Oke. Sekarang tar duit yang aman misalnya di Singapura gitu misalnya. Singapura mereka punya obligasi juga sangat-sangat kecil.
Speaker A
Sangat kecil. Lalu kita ya agak ribet lah kita harus ee bolak-balik ke sana segala macam ya. Jadi bingung sih sekarang duit di mana. Bingung sekarang. Bingung ya.
Speaker A
Sekarang bingung. Karena saham Indo kita juga lagi kayak gini. Semua bingung loh sekarang. Kalau misalnya dulu tuh enak gua udah selalu pindah-pindah dari yang udah all time high gua pindah ke yang lagi crash gitu.
Speaker A
Gu gua hobinya kayak gitu gitu. Sekarang mau pindah ke mana? Gold lagi ATH, SPY lagi ATH, Bitcoin kalau misalnya kita ngomong secara forear cycle lagi enggak benar. He.
Speaker A
Jadi kalau misalnya saham Indo yang tadinya kita lagi momentum di saham-saham K ini lalu kalau misalnya US E USD atau US obligasi juga sekarang mereka lagi mengkhawatirkan jadi lagi bingung sih.
Speaker A
Tapi berarti tipe yang ngelihat distress aset juga ya kayak oh ini lagi distress nih gua masuk nih. Sangat sangat sangat sang.
Speaker A
Nah berarti kan Bitcoin lagi turun juga. Oh tapi kan turunnya enggak seturun kemarin waktu gua beli itu di angka R5.000 itu pertama kali gua beli.
Speaker A
Nah jadi sekarang sudah naik kan kita punya AT itu di Rp10.000 sekarang kan di angka Rp90.000 ya masih belumlah gua lihat dan kita kan lihat dari kan kalau misalnya kita ngomongin Bitcoin, Bitcoin itu ada dua kubu.
Speaker A
He. Ada kubu yang bilang this time it is different sama ada kubu yang bilang history will always repeat. Itu ad kubu.
Speaker A
Kalau misalnya kita ngomongin kubu yang eh history will repeat itu adalah kita ngomongin four year cycle. Nah, kalau misalnya kita ngomongin four year cycle harusnya Bitcoin itu tuh udah masuk ke dalam teritory beish sekarang saat ini bakal turun. Berarti it's not the right
Speaker A
time buat go enter gitu misalnya. Nah, tapi ada kubu sebelah yang bilang this time is different. Soalnya mereka bilang kan lihat aja si apa namanya institusi-institusi itu pada beli mereka eh apa negara-negara mulai ee tertarik dengan Bitcoin, mulai lebih terbuka
Speaker A
dengan bitcoin segala macam. Itu adalah kategori-kategori yang seperti itu. Nah, tapi kalau misalnya ini adalah fifty-50y, gua kurang berani untuk bat sesuatu yang fifty-fy. Kalau misalnya, gua mendingan share the sidelines gitu.
Speaker A
Nah, dan juga ada sesuatu hal yang mengkhawatirkan, salah satu yang mengkhawatirkan buat gua itu adalah si MSTR sih, si Micro strategy buat gua ya.
Speaker A
Mereka kan beli pakai e conver e note gitu. Jadi mereka intinya micro strategy adalah sebuah perusahaan ohudah berubah namanya jadi strategi.
Speaker A
Mereka sebuah perusahaan yang beli Bitcoin menggunakan convertible loan convertible note gitu. Jadi kalau misalnya harga e kalau misalnya harga Bitcoin itu naik enggak pernah ada masalah soalnya sama itu pasti naik dan pasti mereka enggak perlu bayar utang. Tapi
Speaker A
yang gua yang gua khawatirkan adalah kalau misalnya Bitcoin itu bakal sampai turun, artinya perusahaan ini bakal harus menjual Bitcoin mereka untuk bayar utangnya.
Speaker A
Dan mereka adalah perusahaan dengan holding yang besar, salah satu yang terbesar di Bitcoin gitu kan. Dan kalau misalnya si MST jualan, orang lain juga bakal jualan gitu. Nah, itu adalah hal-hal yang bikin gua khawatir di Bitcoin. Kenapa gua reduce habis-habisan
Speaker A
posisi gua di Bitcoin? Jadi, dan gua tipe-tipe orang yang selalu grateful gitu. maksudnya kalau misalnya kalau udah dapat ini ya udah betul kalau misalnya kemarin gua dapat dari 37.000 gua exitnya kecepatan gua set itu diangka 90.000 gua udah cabut
Speaker A
jadi gua set itu di e awal 2025 R90.000 lalu kan ril lagi Rp10.000 tapi gua enggak pernah regret enggak pernah sekalipun gua bilar ah tahu gitu gua J nanti enggak gua thankful gitu kalau misalnya gua udah dikasih con gua
Speaker A
berterima kasih sama kayak sekarang kalau misalnya ternyata Bitcoin itu nanti naik ke Rp150.000 ke 130.000 Ibu ya itu bagus untuk orang-orang yang masuk karena mereka menerima potensial downside risk-nya juga. H sedangkan gua, gua enggak menerima potensial downside risknya untuk saat
Speaker A
ini gitu. Oke oke oke. Nah, ini karena di lu udah presentasi di BI berarti lu udah exit Kong lo play lo dari jauh-jauh hari dong.
Speaker A
Enggak gua kemarin gua kemarin waktu crash pertama gua waktu kemarin hari ini tr pertama gua cut semuanya.
Speaker A
Oh wow. Cut semuanya gua cut. Jadi gua punya porto itu grow grow grow lumayan tajam lah di tahun 2025 ya. Jadi gua gua punya profit itu berkurang ke posisi gua di bulan November. Jadi gua 2 bulan gua 2
Speaker A
bulan profit gua hilang lah. Kira-kira 50% ada kali ya. Enggak enggak enggak 15% dong. Enggak lah 10% kira-kira 10%. Jadi oke. Oh enggak enggak dari dari awal lu masuk.
Speaker A
Oh 50% ada enggak dong 10%. Jadi, jadi misalnya gua ee grow profitnya kan gua take profit take profit gua trading, trading, trading gua grow kayak gini. Habis itu itu sampai di bulan e Januari yang kemarin ya gua cut. Waktu gua cut ya
Speaker A
katakan 10%. Oke. Soalnya teman-teman gua ada yang yang dari tahun lalu bisa sampai 60 dari awal masnya maksudnya. Oh, maksudnya cuannya dari 60% berkurang jadi ee jadi berapa gitu. Oh, nah gua enggak ngelihat kayak gitu soalnya buat gua sulit untuk ngelihatnya soalnya kan
Speaker A
gua inout out-nya banyak kan keluar masuk keluar masuk dan kalau misalnya ee kan gua top up RDPT gua di sebuah aplikasi lah. Gua punya aplikasi tuh kayak gini set set jadi jadi analisanya jadi enggak beres ya karena lu keluar masuknya ini ya
Speaker A
kalau maksud gua lumayan intens kalau maksud gua lumayan intens dan Oh jadi lu taruh RDPT ada opportunity lu keluarin.
Speaker A
Betul betul meskipun nge-lag 35 hari itu. Betul. Nah, itu salah satu kungfu gua juga.
Speaker A
Jadi, gua ee gua gua gua tahu se apa ya? Ee kita kan kalau misalnya investasi kita berusaha menggunakan logika selogika-logika mungkin. Kita tahu jangan FOMO, jangan FOMO, jangan FO, kita tahu kayak gitu kan. Dan kita tahu e berusaha jangan time the market,
Speaker A
belinya itu kita over a period of time gitu. Tapi tetap salah satu cara yang paling gampang buat gua membatasi diri adalah gua masuknya itu ke banyak tipe.
Speaker A
Misal tadi di digital bank atau enggak ke EDPU yang same day. Habis itu gua masuk juga ke RDPU atau gua masuk juga ke RDPT. Jadi kan cairnya beda-beda nih.
Speaker A
Jadi kalau misalnya ada satu nih yang gua percaya banget full high conviction gua tetap terpaksa tidak bisa all in.
Speaker A
Oh jadi gua terpaksa bakal masuknya juga stagger gitu. Jadi maksudnya tetap tetap maksudnya stagger gitu. Jadi kadang-kadang keselamat enggak lu gara-gara stagger?
Speaker A
Tentu ada sih ada yang keselamat ada yang gua jadi enggak bisa buy titik yang terendah juga. Cuman yang gua percaya itu kayak gitu sih. Kayak apa namanya?
Speaker A
Ee menurut gua mindset yang paling works itu adalah enggak greedy gitu. Jadi kalau misalnya gua miss pun ya it's ok itu rezeki orang lain gitu. Misalnya kayak ada orang yang bilang em misalnya nih harga sekarang 100 sekarang ke 120
Speaker A
mereka ke 150. Orang yang jual di 120 itu suka bilang aduh tahu gitu gua jual di 150. Padahal orang yang jual di 150 mungkin adalah orang yang beli di 120.
Speaker A
Oke gitu. Jadi itu kan kayak ya udahlah kayak enggak bakal ada habisnya kalau gitu dan lu enggak bakal happy, bakal pusing terus kayak gitu.
Speaker A
Oke. Nah, ee gua tahu lu sering keluar masuk terus diversifikasinya juga banyak. Ee tapi lu ngecekin enggak?
Speaker A
Maksud gua secara kasat mata aja, secara kasar aja eh year on year dari Januari 2025 sampai Januari 2026, e, your whole network di investment itu naik turun berapa persen gitu. Lu ngitungin enggak dari blended dari semuanya itu?
Speaker A
Nah, sulitnya kenapa? Soalnya gua itu tuh ngetracknya bukan dari investment/active income. Tapi kalau yang gua sama istri gua ngetrack adalah kita punya eh liquid cash berapa sih?
Speaker A
Nah, jadi kita tuh ngetracknya itu misalnya nih misalnya kita punya 10 aplikasi gitu ya. Jadi kita kita ngrekap ng-rekapnya mungkin kalau misalnya ingat gitu ya. Kalau misalnya kita lagi ingat, kita tinggal ngrekap e di BCA punya berapa, di di aplikasi ini punya berapa,
Speaker A
di aplikasi ini punya berapa, aplikasi punya berapa, kita bisa kita totalin. Jadi kita lihat gitu secara total kenaikan. Tapi kita enggak tahu total kenaikan itu berapa yang dari e investment.
Speaker A
Tapi kalau misalnya dari mungkin kalau misalnya dari segi risky portfolio I would say eh harusnya not never less than 30% sih sejak tahun 2020.
Speaker A
Gila sejak tahun 2020. Yang benar loh. Tapi kan pindah-pindahnya gua lumayan agresif ya. pindah-pindah itu ke SAM US, habis itu pindahnya itu ke ee Bitcoin, habis itu pindahnya itu ke sekarang ke Indo gitu.
Speaker A
Gila sih 30% konsisten 6 tahun mah gila sih Bro. Tapi kalau misalnya gua apa dibandingin sama teman-teman lainnya di sana sih gini dibanding tamu-tamu lu sih gitu ya. Maksudnya gini dulu ya e oke jujurly speaking dulu tuh gua ngerasa
Speaker A
gua adalah orang yang lumayan yang lumayan capable dulu gua ngerasa jago nih jago nih iya soalnya gua gua ngerasa ee bahkan kalau misalnya waktu di S&P 500 waktu kita ngomongin 2020 crash itu gua dapat 50% 60% dapat masuk tuh pas
Speaker A
crash iya iya crash SP e sorry eh crash COVID crash COVID gua masuk lalu crash yang tahun 2002 gua masuk dan itu jadi conten over pertama jadi gua pikir tuh gua lumayan oke gitu investment sampai gua ketemu narsar
Speaker A
yang oke. Ternyata ada banyak orang yang jauh pintar ketemunya And Hakim ketemunya H gitu kan. Nih kok orang kayak gini nih menurut gua orang-orang aneh gitu bisa kayak gitu. Cuman tentu yang gua juga kasih disclaimer ke orang-orang adalah
Speaker A
ada yang namanya itu survivorship bias gitu. Ini orang-orang yang benar-benar gua benar-benar menurut gua tuh jadi dan benar-benar jago lah gitu dan ee gua pernah ngelihat gitu keberanian mereka itu jauh di tes gua. Kalau misalnya tadi gua bilang eh misalnya harusnya gua
Speaker A
mungkin e cuman ini not by data ya, mungkin gua 40% 50% kalau misalnya kita ngomongin cuman dari yang porto agresif gitu ya. Cuman gua kan tadi disklaimer adalah ini adalah dari porto agresif.
Speaker A
Porto agresif gua mungkin kalau misalnya sekarang 30% doang gitu misalkan. Tapi kalau sama mereka-mereka ini itu bisa 80% 90% agresif gitu dan mereka bisa bisa apa namanya eh tetap tetap trading dengan full convion dengan eh AUM yang seg-gede ya mereka pemberanilah.
Speaker A
Iya meskipun Andri Hakim IG story minus 100M juga kemarin minus 100 miliar. Nah, jadi kayak gini.
Speaker A
Gua punya cerita kocak. Apa tuh dulu waktu training hold yang ee Oktober bukan yang yang April yang April kan sempat turun kan itu gua juga sempat karena drawdown terus gua gua sama istri gue gua bilang wah gila kita punya
Speaker A
drawown di foto-foto yangkonglo kayak gini nih gitu kan. Habis itu kita gimana ya cari POPMP me lah. Cari popi kita candanya gitu cari POPM gitu kan. Habis itu kita lihat IG story-nya Andre Hakim.
Speaker A
Oh hati kita lebih tenang. Ada yang kehilangan Ferrari dalam waktu 1 jam. Kilangan Ferrari, Ferrari, Ferrari, Ferrari gitu. Jadi cara kita menenangkan hati adalah kita ngelihat porto orang lain yang lebih emang kampret juga sih sebenarnya dengan melihat orang lain yang yang
Speaker A
lebih parah ya. Lebih parah. Astaga. Iya iya iya. Waduh seru banget. Oke. Ee buat lu plan pribadi lu 2026 nih gimana nih? Keseluruhan dari investment lu dari kan lu aktif banget di YouTube juga sekarang gitu. Apa yang bisa
Speaker A
dishare nih? Enggak pernah berubah sih. Enggak pernah berubah. Maksudnya selalu gua punya main income itu dari bisnis. Gua selalu fokus di active income dan gua juga selalu saranin orang-orang di luar sana untuk seperti itu.
Speaker A
Oke. Karena orang-orang yang boleh serius diinvestasi adalah orang-orang yang willing to pay the price. Willing to pay the price apa? Ya, dari segi waktu lu harus all out juga di situ dan lu harus e curiosity, hunger to learn itu harus
Speaker A
ada gitu kan. Dan lu harus bisa be risk. Itu adalah orang-orang yang oke untuk terjun secara full time ya. Lu harus ke sana gitu. Dan kebanyakan orang ya gua tahu mungkin menurut gua 95% orang minimum itu tuh enggak cocok untuk itu.
Speaker A
Mereka adalah orang-orang yang mungkin min kayak gua which is mereka punya income utama itu adalah dari usaha atau dari kerjanya mereka. Lalu mereka berharap dengan mereka melakukan investasi dalam jangka waktu yang panjang itu bisa jadi grow mereka punya
Speaker A
portfolio secara kumulatif gitu. Ya. Ya. Jadi kalau misalnya gua punya rencana sih bisnis as sih. Cuman yang yang dari segi portonya ya tentu gua kemarin kan udah cut kan gua cut 10% gitu dari gua punya eh equity yang di Sam Indo. Sekarang lagi hunting
Speaker A
sih lagi ny opportunity dan menurut gua cutting kemarin itu adalah is the best decision ya walaupun orang kan ada yang bilang gila lu cutnya gede banget.
Speaker A
Soalnya secara amount buat gue itu gede buat gue itu lumayan besar gitu ya. Tapi secara kedisiplinan, it's it's the right thing to do. It's the right to do.
Speaker A
Soalnya kita ya habis itu kan juga bisa ngelihat kan gila yang bitnya itu tebal banget.
Speaker A
Bahkan ada satu saham yang bit ARB itu sampai kemarin gua hitung 1,8T Samkong lu itu siapa yang mau ngebangkitin artinya apa itu pasti bakal airb berjilit gitu kan. He.
Speaker A
Nah, jadi ya e buat gua bisa as gua terus mencariunity ya sekarangortunity di mana sih masih belum kelihatan tapi gua ada beberapa watchlist saham sih yang gua ready untuk deploy. Iya Sam Indo. Sam yang gua ready untuk ee deploy
Speaker A
masuk lagi gitu. Dan kelihatan ee lumayan di saat-saat di mana SAMS K itu outf gede dan di saat-saat di mana SAM-SAM fundamental itu juga outf itu gede S ini lumayan resist nih kelihatan k ada banyak smart money yang masuk juga yang
Speaker A
ngejagain juga gitu gara-gara I'm sure they know something gitu gua sih enggak tahu apa cuman the fact that mereka masuk uang yang segitu besarnya ya gua ngikutin aja gitu. Oke, oke, oke, oke, Bro. Terima kasih sudah mampir hari ini.
Speaker A
Kalau ada yang mau tahu lebih banyak bisa ke mana channel atau IG atau TikTok?
Speaker A
Eh, belajar di Bang Radit aja. Waduh, jadi gua gue nanya. Overpost ya, overpost namanya. Thank you, Bro.
Topics:IHSGsaham konglomeratinvestasi sahamblue chipmarket moversdividentrading holdLeon HartonoRaditya Dikapasar saham Indonesia











