Video membahas kekurangan fatal Daihatsu Terios dibandingkan Toyota Rush, termasuk limbung, head rest, dan performa mesin.
Key Takeaways
- Terios lebih murah dengan mesin dan bodi yang sama dengan Rush, namun memiliki beberapa kekurangan signifikan.
- Keselamatan penumpang tengah kurang optimal karena hanya dua head rest di baris kedua.
- Handling dan bantingan Terios kurang nyaman dibanding mobil lain seperti Ford Fiesta dan Expander.
- Mesin Terios dan Rush kurang bertenaga untuk akselerasi dan performa di kelas low SUV.
- Fitur wireless charger ada tapi penempatannya kurang user friendly.
What the video covers
- Terios dan Rush memiliki limbung karena ground clearance tinggi yaitu 220 mm.
- Head rest baris kedua Terios hanya dua, sedangkan Rush tiga, yang berdampak pada keselamatan penumpang tengah.
- Kursi driver Terios agak kecil untuk postur lebih besar, tapi masih nyaman untuk postur slim.
- Mesin Terios dan Rush sama-sama 1NRVE 1500 cc dengan tenaga 106 hp, sehingga performa dianggap kurang kencang.
- Dibandingkan dengan Honda BRV dan Mitsubishi Expander, Terios dan Rush kurang bertenaga dan bantingan terasa keras.
- Terios memiliki fitur wireless charger, namun penempatannya kurang praktis dan pengisian daya biasa saja.
- Cover ban serep tersedia di tipe tertentu, namun tidak semua tipe seperti tipe X memiliki cover.
- Posisi lampu fog lamp Terios terlalu tinggi sehingga berpotensi menyilaukan pengendara lain jika diganti bi-xenon.
- Pajak tahunan Terios tipe Air Custom matic sekitar Rp3.452.000.
- Desain Terios lebih gagah dan mendekati Fortuner, menjadi pilihan mobil keluarga dengan harga lebih murah dibanding Rush.
Chapters
- 00:00Pembukaan dan pengantar video
- 01:11Pembahasan head rest baris kedua Terios vs Rush
- 02:27Kekurangan Terios: sabuk pengaman, kursi, mesin, bantingan
- 03:40Detail mesin Terios dan perbandingan performa
- 04:54Kenyamanan Expander dan Innova sebagai mobil keluarga
- 05:53Fitur wireless charger Terios dan penempatan
- 06:47Cover ban serep pada tipe Terios
- 08:03Posisi lampu fog lamp dan efek silau
- 09:05Pajak tahunan dan harga Terios
- 10:30Kesimpulan dan penutup video
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
Halo semuanya, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kembali lagi di channel Junior Feri.
Speaker A
Nah, teman-teman, sekarang saya akan menjawab pertanyaan teman-teman yang sudah komen di video saya sebelumnya. Kenapa saya memilih Terios dibandingkan Toyota Rush, teman-teman? Jadi, di video itu ramai banget yang bertanya kekurangannya yaitu
Speaker A
hanya satu, limbung dari Indri Selani. Nah, jadi sini saya jelaskan teman-teman ya untuk mobil Terios maupun Rush itu memang limbung karena apa? Karena ground clearance-nya yang tinggi nih bisa dilihat ya ground clearance-nya ini 220 mm. Jadi enggak heran ya kalau mobil ini
Speaker A
limbung. Saya akui limbung. Sebelumnya saya bawa mobil Ford Fiesta itu enak banget. Handling-nya juga oke punya teman-teman. Karena apa? Karena dia ceper serta memang suspensinya enak teman-teman. Ford Fiesta pasti teman-teman juga tahu tuh. Kalau mau dibandingkan dengan ini ya jelas ini
Speaker A
sangat limbung. Head rest-nya di row 2 cuma ada dua saja. Kalau Rush ada tiga.
Speaker A
Betul banget, teman-teman. Jadi, head rest-nya ini cuma dua. Seperti yang saya jelaskan pada video saya sebelumnya, teman-teman. Head rest-nya itu ini nih.
Speaker A
Bagi teman-teman yang mungkin belum paham ya. Ini head rest-nya ini ada dua, sedangkan di Rush itu ada tiga. Enggak tahu kenapa Daihatsu selalu memberikan dua head rest, teman-teman, untuk di baris keduanya. Padahal kan ini penting, ya. Kalau di Calya Sigra juga
Speaker A
itu Calya dapat head rest-nya tiga. Sedangkan di Sigra itu dua juga sama seperti ini. Jadi head rest ini pentingnya gini teman-teman ya. Coba saya naik ya. Nih nih kayak gini. Kalau misalnya terjadi kecelakaan ya teman-teman, ini bahaya.
Speaker A
Enggak ada untuk penopang dari leher dan kepala kita karena head rest-nya enggak ada. Sedangkan di kanan kirinya ini ada kan kalau misalnya pakai head rest nih kayak gini nih jadinya bisa tertopang bisa tertopang dengan baik kalau misalnya ada sesuatu kejadian kayak gini nih kalau
Speaker A
misalnya di kita duduk di tengah teman-teman berarti safety-nya kurang nih safety-nya kurang jadi seperti ini dah ini kan bahaya teman-teman bahaya pada saat terjadi kecelakaan itu sangat bahaya nah aku juga enggak tahu ya kenapa di Daihatsu itu enggak
Speaker A
menyediakan head rest tiga buah atau tiga titik untuk mobil-mobilnya ya. Padahal kan ini mobil mobil paling mahalnya nih bisa dikatakan mobil paling mahalnya di Daihatsu. Kenapa enggak disediain juga tiga? Sabinnya sempit, kursi driver agak kecil, mesin lemot sama bantingan keras. Oke, teman-teman
Speaker A
saya jelasin satu-satu ya. Limbung tadi oke memang limbung. Kursi drivernya agak kecil. Kita lihat kursi drivernya agak kecil.
Speaker A
Nah, ini kursi drivernya nih. Sebenarnya mau dikatakan kecil enggak juga. Dikatakan besar juga enggak terlalu besar ya. Nih kursinya kecil. Mungkin untuk orang yang dengan postur yang lebih lebar ya itu memang lebih kecil ya. Tapi kalau untuk
Speaker A
seukuran saya yang ya memang enggak gemuk ya. Memang slim saya ya. Jadi masih it's ok kalau menurut saya nih.
Speaker A
Terus mesinnya lemot. Nah, mesinnya lemot. Oke, mesin lemot. Mesin lemot di Daihatsu Terios sama aja nih mesinnya sama dengan Toyota Rush.
Speaker A
Mesinnya menggunakan mesin dengan kode 1NRVE 1500 cc. Sama juga digunakan di mesinnya Avanza Veloz yang 1500. Jadi, mesinnya memang enggak kencang, teman-teman. Powernya juga cuma 106 kalau enggak salah ya. Torsinya cuma berapa? Memang enggak kencang. Lemot dibilang lemot. Iya. Bobot dan
Speaker A
dimensinya Terios dan Rush ini memang gimana ya? Lebih besar nih, teman-teman. Jadi kalau untuk akselerasi memang dia agak lemot, teman-teman. Enggak kencang, ya. Kalau mau dibandingkan dengan sekelasnya low SUV BRV, jelas kalah, teman-teman, untuk sisi tenaganya.
Speaker A
Karena power dan torsinya enggak sebesar dengan Honda BRV. Apalagi kalau jalan beton bergelombang, sakit pinggang asli.
Speaker A
Nah, kalau sampai sakit pinggang itu kalau menurut saya enggak ya. Sakit pinggang itu berarti kita itu lama duduk. Mungkin kalau kelamaan duduk, enggak minum, enggak gerak pasti kita sakit pinggang. Tapi kalau misalnya kita melakukan aktivitasnya dengan normal, nyetirnya dengan normal, kalau sakit
Speaker A
pinggang gimana ya? Karena kan ini kan lembut nih. Ini lembut ya. Terus mau dikatakan sakit pinggang mungkin tadi kurang minum dan juga kurang gerak.
Speaker A
Expander nyaman. Kalau Expander memang kalau Expander saya akui lebih nyaman dibandingkan dengan Terios dan Rush.
Speaker A
Kalau saya tetap di hati mobil keluarga ya Innova. Beda cerita itu mobil MPV harganya juga lebih mahal dibandingkan ini ya. Enggak enggak sama kelasnya. Rush dan Terios diproduksi satu pabrik di Daihatsu Motor? Kayaknya benar karena yang produksinya itu di Daihatsu,
Speaker A
teman-teman. By Terios. Beda cerita kalau Veloz ya. Veloz itu diproduksi oleh Toyota sendiri enggak di Daihatsu.
Speaker A
Kalau Avanza masih diproduksi di Daihatsu sama dengan Xenia. Lebih ganteng Terios. Nah, itu mungkin sependapat ya sama saya karena di bagian depannya fascia depannya ini seperti ini nih kalau untuk Terios Air Custom nih. Dia ada ini nih yang
Speaker A
saya senang nih ada cover fog lamp-nya. Ini di Terios ada wireless charger. Nah, jadi ini teman-teman maksudnya ini memang ada wireless charger.
Speaker A
Aku lupa ya untuk di tipe apa aja yang dapat wireless charger. Aduh, sori. Ini nih di sini dia itu kan jadi dua lapis kayak gitu.
Speaker A
Nih, ini wireless chargernya. Tapi ya ini sangat jarang digunakan, teman-teman. Kenapa sangat jarang? Karena posisinya itu di dalam. Sayang banget nih, ada wireless charger, tapi posisinya di dalam nih ya. Nih di dalam ini kan jadi repot ya. Mau lagi
Speaker A
nyetir ya, lagi nyetir mau ngecas handphone. Biasanya kan kita ngeletakin di sini nih handphone ya. Taruh di sini.
Speaker A
Eh, ini kalau mau nyetir mau buka dulu. Ini kan agak gimana ya, agak mengganggu ya. Pada saat kita nyetir mau ngecas handphone.
Speaker A
Mau dibuka dulu. Ini juga kalau udah terkunci nih agak susah nih. Nih kayak gini. Nah, mau taruh sini. Terus juga ngecasnya enggak juga terlalu cepat ya.
Speaker A
Ngecasnya juga biasa aja. Om, kalau tipe X apa ada covernya juga untuk ban cadangan? Nah, kalau tipe X saya enggak bisa jawab, teman-teman. Kalau untuk tipe ini memang ada nih. Ini covernya ya, cover dari ban serepnya.
Speaker A
Kalau untuk tipe X saya kemarin review enggak lihat covernya, teman-teman. Enggak lihat cover dari ban serepnya.
Speaker A
Nanti kalau misalnya saya review lagi, saya bisa jawab. Kurangnya Terios itu lampu fog lamp-nya terlalu di atas. Jadi bikin pengendara lain sangat silau jika lampunya diganti bi-xenon. Oh, jika lampunya diganti lampu fog lamp-nya terlalu atas. Iya ya. Kalau dilihat
Speaker A
memang di atas ya. Ini fog lamp-nya di sini malahan. Sedangkan kan kalau si Rush itu di sini kalau enggak salah ya. Di sini ya. Benar, benar. Benar teman-teman. Terlalu tinggi. Saya juga baru nyadar nih karena mungkin
Speaker A
terkamuflase sama covernya itu ya. Covernya ada DRL-nya sini. Jadi saya baru nyadar kalau lampu fog lamp-nya ini berada di atas. Sedangkan kan kalau si Rush itu ada di sini nih. Ada di sini ya. Mungkin bisa jadi. Tapi kalau
Speaker A
komennya tadi kalau diganti bi-xenon, nah sayangnya ini enggak saya ganti bi-xenon masih standar banget. Masih warnanya warna kuning. Semoga enggak buat teman-teman silau pada saat kita lewat.
Speaker A
Pajak tahunannya berapa, Bang? Pajak tahunannya saya simpan, ya. Pajak tahunnya di sini nih. Saya simpan STNK-nya di sini 3,452,000.
Speaker A
Nah, itu yang terakhir kali saya bayar untuk pajaknya. Terios tipe Air Custom matic. Rush bacanya Rush artinya Rush.
Speaker A
Jujur masih enak bantingan Veloz 2016. Bantingan Veloz 2016 dibanding mobil ini ya. 2016 Veloz 2016. Saya belum nangkap Veloz-nya yang mana ya? Mungkin ya Veloz mungkin lebih enak dibandingkan ini. Enggak tahu kalau Veloz yang lebih ceper ini kayaknya
Speaker A
memang lebih center of gravity-nya lebih enak karena kan lebih ceper tuh jadi kan. Tapi kalau 2016 saya rasa itu yang masih yang masih RWD kalau enggak salah ya. Tapi nanti boleh teman-teman komen ya. Itu yang gimana
Speaker A
tuh alasannya? Karena kami kaum mendang-mending dan Terios lebih murah dengan body dan mesin yang sama. Nah, lebih murah.
Speaker A
website-nya itu hanya R45 juta. Itu untuk Terios tipe X teman-teman. Sedangkan untuk RAS jelas lebih mahal untuk tipe G. Tipe G itu merupakan tipe paling rendahnya dari RAS. harganya dengan transmisi manual di R288 juta.
Speaker A
Sedangkan Terios tadi itu X manual R245 juta. Jadi selisihnya hampir R0 juta, Teman-teman, untuk versi atau tipe terendahnya. Akan tetapi untuk tipe tertingginya teman-teman seperti Terios Air Custom dan Toyota GR Sport ini kalau realnya ini lebih mahal lebih mahal
Speaker A
Terios Air Custom dibandingkan Toyota Rus GR Sport. Mesin Toyota bundle. Kalau mesin dia sama aja, baik Toyota dan Dahsu Terios itu mesinnya sama aja 2 NRV, Teman-teman. Tapi kenapa masih laku Rus GR? Aneh betul. Secara data Terios dan Rus itu berada di puncak klasmen
Speaker A
penjualanan low SUV. Toyota Rus memimpin di nomor satu, sedangkan Daihatsuterios di nomor dua. Kenapa RAS itu lebih mahal? Karena branding Toyota itu kuat banget, kencang banget. Orang-orang terstigma karena Toyota. Toyota itu gimana ya? Kalau di sini ni udah menjadi
Speaker A
raksasa ya. Kalau di Indonesia udah menjadi raksasanya, merek raksasanya otomotif di Indonesia. Jadi enggak heran kalau misalnya ras lebih ramai karena stigma orang itu harga jual. Harga jual.
Speaker A
Kalau di Indonesia ini harga jual itu menjadi yang utama. Yang kedua itu after sale atau servis, suku cadang dan lain-lainnya. Nah, sedangkan kalau Toyota kan di atasnya dari Daihatsu.
Speaker A
Sedangkan Daihatsu ini sudah ee diambil juga oleh Toyota. Makanya, merek Toyota lebih gimana ya? Lebih menarik dibandingkan Daihatsu. Padahal yang ngeproduksinya hitung yang ngproduksinya yaitu Daihatsu. Belum ISOIC, enggak ada heater kaca belakang apa enggak masalah, Om? Belum isofic. Bentar. Isofic.
Speaker A
Mungkin teman-teman ada beberapa yang belum paham ya. Isso oke. Itu untuk ee bawa bayi ya, bawa karsit itu ada di sini biasanya. Kalau di ras udah ada isofic kalau enggak salah ya. udah ada isofic. Tapi benar banget di Terios
Speaker A
enggak ada namanya ISOVIC. Jadi kalau mau bawa bayi enggak bisa dipasang, Teman-teman. Ya mungkin mungkin cocoknya ya untuk orang-orang yang di luar orang-orang di luar Indonesia biasanya orang-orang Barat ya yang pakai karsit seedat dibawa oleh ibunya terus diaruhnya di jok penumpang sana
Speaker A
teman-teman. Biasanya itu tuh orang-orang Barat ya kalau di Indonesia. Apalagi di sini ada yang bawa karsit tapi jarang banget, Teman-teman.
Speaker A
Biasanya ibunya ikut duduk di sana digendong bayinya enggak dimasukkan di karsit biasanya ya. Tapi kan di setiap daerah beda-beda. Tapi kalau di sini kebanyakan kayak gitu sih. Jarang banget pakai karsit, Teman-teman. Emang ini enggak ada nih. Nah, terus ee defoger
Speaker A
belakang enggak ada. Benar. Ini saya tunjukin ya. Enggak ada defoger belakang. Jadi kalau di ras ini ada nih ya, ini ada namanya rear devoger. Fungsinya untuk menghilangkan embun yang berada di kaca belakang. Nah, di Terios ini enggak ada, Teman-teman. Jadi, fungsinya itu.
Speaker A
Nah, selama saya gunakan Terios ini belum pernah ngembun di bagian belakang. ngembun itu berarti suhu di luar lebih dingin dibandingkan suhu di dalam kabin.
Speaker A
Nah, jadi usahakan di dalam kabin ini suhunya tetap dingin. Suhunya tetap dingin. Jadi enggak ngembun selama ini. Alhamdulillah belum pernah ngembun. Baik di kaca depan maupun di sini belum pernah ngembun.
Speaker A
Oke. Secara desain lebih gagah. Ini udah mendekati desain Fortuner ya. Eh, desain Fortuner mungkin ya. Kalau dimirip-miripin mungkin lah ya. Karena bagian depannya ini nih cover lamp-nya kayak kayak gini mungkin ya. Terus di sini nih ada list merahnya yang masuk ke
Speaker A
dalam headlamp. Ini beda berarti kalau misalnya mau ganti ini enggak bisa ganti yang biasa karena dia beda dengan yang tipe R biasa. Enggak. Kalau yang biasa kan enggak ada nih lis merahnya langsung masuk ke dalam. Terios lebih worth it
Speaker A
ras. Tapi katanya, Bang, unitnya yang air custom susah dan perlu inden. Benar enggak, Bang? Jadi gini, saya dapatkan informasi di Daihatsu-nya tipe air custom ini emang enggak diok, Teman-teman. Hanya beberapa dealer yang stok tipe ini. Karena apa? Tipe ini
Speaker A
jarang banget dipilih karena harganya yang sudah tinggi. Beberapa dealer itu enggak nyetok. Kalau misalnya ada yang mesan, dia pasti nginden atau ngambil dari dealer lain, Teman-teman. Sama seperti ini. Ini kemarin enggak nyetok di Astra Daihatsu. Enggak nyetok, tapi
Speaker A
dia ngambil di stok yang ada di Jakarta. Dealer yang ada di Jakarta. Kecepatan 100 km/h di RPM berapa, Om? Saya bingung, Teman-teman, mau jawabnya, ya. Karena jujur mobil ini semenjak kita beli di 1 tahun lebih yang lalu, 1,5 tahun ya,
Speaker A
belum pernah saya geber di 100 km/h. Jadi saya enggak tahu di RPM berapa dia sampai di ee 100 km/h itu, Teman-teman.
Speaker A
Jadi saya belum bisa jawab. Saya pembeli All New Rus di September 2025. Kebetulan saya dapat yang Bristone Alenza juga kata Sales Toyota. Saya beruntung karena dapat bistone soalnya RAS ada yang kebagian download juga dikirim dari random dari pabrik tapi untuk desain
Speaker A
emang selera ya saya kurang suka image dahatsu. Oke. Nah, jadi saya juga kebeneran ya ee untuk ban untuk ban Ras dan Terios untuk tipe ini ya. Enggak tahu kenapa kalau di Terios kayaknya Terios tipe Air Custom itu diberi
Speaker A
Bristone Alenza. Sedangkan kalau Toyota Ras itu antara dua. Kalau enggak download dia dapatnya Bridstone Alenza.
Speaker A
Nah, kebeneran yang komen tadi itu dapat juga Briston Alenza karena random dari pabrik. Iya, benar gitu. Nah, alhamdulillahnya teman-teman dapat Bristone Alenza. Tapi enggak tahu kenapa ini mudah banget kena paku, kena sekrup teman-teman ya. Mudah banget. Ini udah
Speaker A
berapa kali nih? Ini udah berapa nih? Kayaknya ini udah satu kali belakang itu satu kali udah nampel, Teman-teman. Tapi it's ok lah. Pada posisi auto lampu kecil atau alis menyesuaikan. Kalau sensor menilai belum gelap benar, maka lampu kecil atau alis yang menyala,
Speaker A
lampu besar juga menyala. Kalau DRL selalu akan menyala pada posisi auto. Benar. Jadi gini ya maksudnya, Teman-teman, lampu DRL-nya ini akan selalu menyala pada saat auto.
Speaker A
Nih, ini auto ya. Auto. Ini auto nih. DRL-nya nyala, Teman-teman. ini posisinya auto. Kalau misalnya sensornya menilai gelap seperti yang kata Abang tadi tanyakan itu benar. Kalau ini nih sensornya, Teman-teman. Sensornya ada di sini. Kalau misalnya dia udah menilainya
Speaker A
gelap, lampunya akan menyala. Coba kita tutup ya sensornya nih. Kita tutupin nih. Nih, nyala enggak dia tuh. Nah, itu kita tutupin sensornya, Teman-teman. Kita tutupin sensor dan dia menyala. Betul kan? Nah, untuk fog lamp ini sebenarnya sedang saya matikan.
Speaker A
Kalau misalnya saya nyalakan dia ikut lampu besar. Kalau lampu sori lampu kecil saya nyalakan fog lamp. Fog lamp-nya juga akan menyala.
Speaker A
Tuh dia ini ngikutin lampu ini. Lampu alis ini, Teman-teman. Lampu alis, ya. Nah, lampu alis ini juga bisa nyala nyala dengan sendiri tanpa ada lampu headlamp dengan cara seperti ini. Jadi tiga kali ya lampunya. Ini nih. Ini lampu kecil nih. Kita ubah ke lampu
Speaker A
kecil. Nah. Nah, ini lampu alisnya aja yang nyala. Lampu headlamp-nya mati karena kita posisikan di lampu kecil. Dia enggak deteksi autonya enggak enggak nyala.
Speaker A
Karena apa? Karena dia posisi saklarnya ada di sini. Kalau di auto ini kan posisinya gelap nih. Saya tutupin tuh gelap ya. Nah, kalau dion-kan di auto dia otomatis nyala nih. Otomatis nyala semuanya nyala.
Speaker A
Nah, kalau mau matikan bisa, Teman-teman. Misalnya masuk lorong dan sebagainya bisa kita matikan semuanya ada di sini nih. Nih di saklar ini.
Speaker A
Matiin aja. Tuh dia mati. Ini kan saklarnya nih kosong nih. Ee ini ya. Nih. Nah, dia mati semua.
Speaker A
Jadi dia enggak auto semuanya mati sama DRL-nya juga mati, Teman-teman. Kalau mau matiin DRL semuanya mati, Teman-teman. Bisa di saklar yang off tadi. Oke, Teman-teman. Itulah ya jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dan juga komenan-komenan Teman-teman yang berada di video saya sebelumnya. Semoga
Speaker A
membantu untuk pertanyaan dan juga komentar-komentarnya sudah saya tanggapi. Terima kasih. Sampai jumpa di video selanjutnya. Apa aja yang harus saya bahas lagi? bisa komen lagi di kolom komentar, Teman-teman.
Topics:Daihatsu TeriosToyota Rushmobil low SUVhead restground clearancemesin 1NRVEhandling mobilfitur wireless chargerlampu fog lampperbandingan mobil











