Diskusi mendalam tentang peluang Persib dan Persip di Liga Super Asia serta strategi dan pemain kunci untuk menghadapi kompetisi internasional.
Key Takeaways
- Mentalitas dan pengalaman bertanding di level Asia sangat penting bagi Persip.
- Dukungan bobotoh sangat berpengaruh dalam semangat dan performa tim.
- Pemain kunci seperti Peralta memberikan kontribusi besar dalam pertandingan krusial.
- Persip sudah mempersiapkan skuad dengan pemain berkualitas untuk menghadapi Liga Super Asia.
- Masih ada tantangan di posisi tertentu, namun optimisme tetap tinggi untuk kompetisi mendatang.
What the video covers
- Persip kini lebih tenang menghadapi kekalahan berkat mentalitas dan pengalaman bertanding di level Asia.
- Bobotoh sebagai suporter setia sangat mendukung Persip, bahkan sampai ke luar negeri seperti Korea dan Yunani.
- Persip berhasil lolos ke ACL 2 dengan perjuangan keras di menit-menit akhir pertandingan.
- Peralta disebut sebagai pemain MVP yang sangat berperan penting dalam keberhasilan Persip.
- Transfer dan negosiasi pemain seperti Peralta melibatkan agen dan angka kontrak yang signifikan.
- Pemain baru seperti Luka Menalo, Balsa Sekul, dan Mutombo memperkuat skuad Persip untuk kompetisi Asia.
- Tim Persip memiliki komposisi pemain asing dan lokal yang berkualitas dengan kemampuan membentuk dua tim kuat.
- Masih ada kekurangan di posisi back kiri, namun pelatih optimis dengan latihan dan adaptasi pemain.
- Persaingan di level Asia semakin ketat, sehingga Persip harus mempersiapkan strategi dan materi pemain yang matang.
- Diskusi juga menyentuh aspek mentalitas, dukungan suporter, dan dinamika internal klub dalam menghadapi kompetisi.
Chapters
- 00:00Mentalitas dan pengalaman Persip di kompetisi Asia
- 02:46Perjuangan Persip lolos ke ACL dan peran bobotoh
- 05:44Negosiasi dan transfer pemain kunci Peralta
- 08:38Pemain baru dan persiapan skuad untuk Liga Super Asia
- 11:15Kekuatan skuad, posisi kritis, dan strategi pelatih
- 13:51Persaingan ketat di Asia dan tantangan yang dihadapi Persip
- 15:27Dukungan suporter dan dinamika internal klub
- 18:10Kesimpulan dan harapan untuk musim ini
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
Persip kalah 2 masih tenang sekarang tuh. [tertawa] Oh, kalau zaman dulu mah ketinggalan satu gol udah pusing lah.
Speaker A
Mentalitas Balkan itu yang bikin beda ya. Persip udah punya pengalaman bertanding ya. Terus juga udah menjadikan etalase kan udah ke Australia lah, udah ke Korea gitu beserta dengan supporternya ya. Itu aja enggak enggak bisalah disamain sama klub Indonesia lain gitu apalagi kalau lolos.
Speaker A
Nah tadi tanya apakah bisa lolos? Feeling saya ah ketemu Boboto di apa di luar negeri di tempat-tempat yang enggak terbira ya sampai ke Yunani. Bayang Yunani ada Boboto gila Persip lawan Persija Persip akan unggul ya dari Persija di Jakarta.
Speaker A
Bukan karena Persijanya jelek. Saya ngomong kayak gitu bukan berarti enggak mau juara empat kali ya. Tapi kalau untuk sekarang prioritas saya pikir level Asia aja mendukung Persija nih.
Speaker A
Pengin Persija juara musim ini ya. Berdoalah semoga Persip ACL melaju terus. Melaju terus sampai jauh ya.
Speaker A
Sampai jauh tahajud duha. Doain Persip lah gitu. Saling mendoakan. Saling [musik] Bang Ais ya.
Speaker A
Jujur ya kemarin nonton Persip ngalin Manila Digger tuh deg-degan banget. Betul. Butuh sampai menit berapa? 88 89 8889 lah melalui Peralta ya.
Speaker A
Iya. Susah payah itu Mister MVP kita. Betul. Susah payah. Tapi hari ini juga kita punya MVP nih.
Speaker A
Ada MVP juga. Ada MVP dan MVP ini MVP ini adalah Boboto. Boboto yang tahu luar dalamnya Persip.
Speaker A
Betul. Makanya kita kenalin nih dia. Dia adalah Kang Eko Maung. Tahu luarnya aja, dalamnya enggak tahu. Tapi tadi bagus loh saya tuh kalau di tiap ee ngadirin podcast kan orang-orang ngomongnya Persip ya. Karena asosiasinya kan persatuan. Kalau dia ngomong Persip loh.
Speaker A
Udah bener. Nah, [tertawa] kalau Bobot itu ngelihat Persip itu entitas aja. Jadi bukan sebagai singkatan persatuan ya. Enggak. Persip aja sebagai brand. Udah benar tuh.
Speaker A
W [tertawa] baru sekarang nih podcast Jakarta ngomongnya Persip bukan Persip. Kang Eko datang langsung dari Bandung ya, Kang ya?
Speaker A
Iya biasa baru baru i enggak apa-apa. Sip. Jam berapa tadi dari Bandung, Kang? Jam 11.00 lah.
Speaker A
Jam 11.00 ya. Jam 11.00 nih. By the time kita syuting jam 3-an lah ya. Jam 3-an. Langsung ke sini kita bahas Persip langsung ya. Jangan yang susah-susah ya.
Speaker A
[tertawa] Saya kaget ini. Aduh ini kayaknya pada senior gini nih. Oh yang ini senior ya? [tertawa] Enggak. Saya masih 25 tahun. 25 tahun 20 tahun yang lalu. [tertawa] Tetap muda dong kalau gitu.
Speaker A
Oh iya. Tapi gini Kang Persip akhirnya berhasil memesan tiket tiket ya ke ACL2 tapi susah paya nih sampai menit ke detik-detik menit-menit terakhir lah ya.
Speaker A
Iya 89 lah. Padahal di Fas Grup lawannya luar biasa ya lawannya ya. Ada raksasa Korea Selatan FC ada Melbourne Victory, ada juga Chong Vitel dari Vietnam. Ini menurut Kang Eko Maung gimana nih ngelihatnya nih? Ya, itu ee pengertian
Speaker A
bersusah payah kan karena s0 menit-menit akhir. Tapi apakah sudah diduga? Sudah. Itu bobotoh yang apply visa ke Korea terus nanya-nanya caranya ke saya ya.
Speaker A
Saya kan ya standar lah rekening koran terus kamu kerja di mana? Cap basah gitu. Itu udah dari seminggu seminggu yang lalu. Jadi mereka tuh udah udah yakin bakalan apa bakalan lolos. Sudah yakin gitu. Jadi kalau dikatakan susah payah karena sos
Speaker A
menit-menit akhir ya. Tapi kalau diperkirakan sudah apa akan lolos ya udah banyak yang menduga bobo tuh udah pada bikin tour ada tuh kayak apa travel-travel ya pada bikin tour ke Korea udah udah banyak gitu.
Speaker A
Tapi kalau lihat main kemarin deg-degan enggak tuh? Ee deg-degan sih enggak ya cuma ini cuma nunggu waduh apakah adupin hati apa perpanjangan waktu cuma itu doang. Sekaligus menegaskan peranan Peralta ya bahwa enggak rugi euy beli peralta gitu. Enggak [tertawa] rugi
Speaker A
beneran. Iya. Mungkin Kang ee Eko ee punya ini enggak apa ee cerita gitu tentang kok bisa tiba-tiba Peralta belok nih?
Speaker A
Ee saya tuh sebenarnya bukan tiba-tiba ya, ada beberapa konten saya yang sudah memastikan ini Peralta mendahului gitu ya. Peralta sudah pasti ya.
Speaker A
Itu sejak apa? Sejak 3 minggu sebelum sebelum deal itu sebetulnya simpel itu jadi ee kayak ada permainan apa ya? Eh, mungkin agen ya agen saya saya enggak ngomong zaman sekarang.
Speaker A
Zaman sekarang kayaknya lebih lebih parah lagi. Kalau zaman dulu nih kita waktu zaman koran ya belum ada konten kreator kan. Tapi kalau ada pemain-pemain tuh pakai mulut ke mulut diberitain aja di koran-koran apa yang jadi rujukan ya itu udah pasti naik
Speaker A
harganya sudah pasti gitu. Udah gitu saya dengar ee Peralt bukan lagi dua kali katanya di atas dua kali lipat. Saya cuma nebak ada dua dua klub kan yang bisa kayak gitu ya, yang jur-joran, finansial besar ya.
Speaker A
E saya enggak saya enggak enggak apa enggak mengenyampingkan kayak Garuda Yaksa Dewa ya. Tapi yang yang apa sangat berkepentingan untuk juara itu dengan dalih momentum ya itu Persija Persebaya.
Speaker A
Tapi kayaknya Persebaya enggak lah ya. Nah berarti Persija plus Persip. Karena kalau Persip kan mau mau main tuh mau enggak duit segitu mah ada gitu ya. He.
Speaker A
Nah, tapi belakangan tuh yakin karena saya ngobrol sama seorang agen senior, anggaplah duitnya sama dengan Persija itu dia pasti milih ee Persip. Karena apa coba?
Speaker A
Perip karena kesempatan bermain di Asia gitu. Usia pesepak itu kan singkat sebetulnya ya. Makanya setiap kali dia bermain tuh memang harus dapat advantage lebih popularitas segala macam fasilitas dapat dia.
Speaker A
Dan juga kan dia kan bilang saya mau gabung ke tim yang kotanya mau juara gitu kan gitu kan.
Speaker A
Iya. I cuma saya kti bercanda. Wah kalau Peralata bergabung enggak akan juara kita runner up. [tertawa] Borneo diperkuat Peralata B tiga musim ya. Runner up ya kita runer up enggak apa-ap lah. Udah udah apa udah tiga kali juara berturut-turutnya enggak [tertawa]
Speaker A
apa-ap. Nah tadi kan Kang Eko ee bilang angkanya sama nih. Emang berapa sih Kangnya Kang?
Speaker A
He yang jelas yang jelas di atas dua kali lipat. Enggak. Intinya Borneo aja ya.
Speaker A
Ini tanpa mengecilkan Borneo ya. Borneo aja udah enggak kepikiran lah memperpanjang kalau dengan angka segitu gitu.
Speaker A
Hmm. H berarti Peraltanya minta naik ya? Ya, agen sih ya. Jadi sebetulnya semua tuh agen aja. Agen sih.
Speaker A
Hm. Iya. Luar biasa dengan Peralta. Kemudian juga kan ada masuk pemain-pemain baru nih, Luka Menalo, ada balsa Secul, He. Ada Mutombo ya.
Speaker A
Ada Mutombo. Artinya ini kan kalau kita lihat kan modenya sudah mode tempur untuk Asia nih.
Speaker A
He. Kira-kira cukup enggak dengan pemain-pemain yang baru ini? Ya, sementara cukup ya. Jadi gini kan kita kan akan bermain anggaplah di yang biasa-biasa juga kita masukin ya levelnya ya. Ada empat kan yang akan dilwati ya diikuti.
Speaker A
Nah harus leluasa dong pelatih ya. Minimal dia itu bisa membentuk dua tim ya A dan B yang minimal enggak jomplang gitu kekuatannya. Nah kalau saya lihat sih sekarang iyalah 11 pemain asing loh kemarin 12 sama Ramon ya. Sekarang 11 pemain asing
Speaker A
kurang apa gitu. Tahun lalu eh musim lalu kan 12 tuh Kang. Iya, ada Adam Zek yang enggak didaftarin yang dari Wales ya. Iya.
Speaker A
Jadi gini, ini pemain asingnya bagus-bagus ya. Terus gitu pemain seniornya bagus-bagus ya. Level timnas, diaspora, pemain muda juga bagus-bagus, memperkuat timnas juga gitu. Jadi udah udah grade A semua di berbagai segmen gitu ya. Ya menurut saya sih sangat ini ya sangat memadai apalagi
Speaker A
kalau buat apa Liga 1 aja mah ya udah berlebih gitu. Berlebih hitung hitung-hitungan ya kan sepak bola banyak faktor cuma ini hitung-hitungan ya. Iya. Tapi belum ada back kiri itu, Kang.
Speaker A
Eh, saya cuma ngitung siapa kan? Eliano, ya. Iya, Elano. ACnya kanan cuman dimainin kemarin kan di kiri.
Speaker A
Kiri wangga pergi kan praktis enggak ada back kiri. Tapi inilah maksudnya secara materi kan gini ee apa ini sih obrolan cuma sama pelatih juga ya, pelatih asal Amerika Latin juga dia tuh bilang kalau zaman sekarang ada pemain kekeh dia posisinya ini ya udah
Speaker A
enggak akan kepakai. minimal itu harus dua posisi. Nah, saya enggak tahu pemain-pemain mana aja yang bisa ee apa menempati kalau enggak di apa di switch atau apa. Tapi saya yakin untuk masalah back kiri ya teratasilah kan seiringnya latihan terus gitu kan bisa.
Speaker A
Kalau untuk masalah kiper bagaimana K? Nah
Speaker A
enggak ya? Masih bisa, masih bisa kan ee pendaftaran tutup sampai akhir September nih, akhir bulan ini sebulan lagi ya.
Speaker A
Ya, cuman kan kalau pemain asing udah kuotanya sudah terpenuhi. Iya. Berarti ini apa berarti mungkin ya lokal yang penting kan jangan jangan teja banget sendirian. Udah gitu aja sih sebetulnya.
Speaker A
Iya. Pemain lokal atau kalau mau pemain asing enggak didaftarin di domestik buat Asia. Sama kayak Adam Zebek musim lalu tuh dia didaftarin cuma di Asia aja. He.
Speaker A
Tapi ya harusnya ada satu lagi kiper lah. Saya cuma enggak tahu siapa. Hm. Paling minus itu aja ya.
Speaker A
Iya kayaknya kiper lah perlu. Nah, bagaimana dengan Asia? Kita tahu persaingan di Asia semakin ketat ya.
Speaker A
Kita tahu ada Selc yang merupakan raksasa keresatan, enam kali juara di negaranya dan juga ada Melbon Victory yang diperkuat one mata.
Speaker A
One mata istilahnya playmakernya Chelsea MU dulu Spanyol ya. Spanyol juga, Valencia juga ya dulu ya.
Speaker A
Terus juga ada Chong Vitel yang mainnya ngotot nih dengan gayanya Vietnam nih. Ini PR bakal ketakutnya enggak nih menghadapi ini?
Speaker A
Eh, kalau misalkan dilihat dari sekedar ini ya, sekedar ee posisi ya, posisi liganya mungkin agak jomplang. Iya.
Speaker A
Heeh. Karena buat di Asia Tenggara aja kan kita kan enggak yang paling tinggi ya.
Speaker A
Tetaptetap masih Thailand ini. Nah, Thailand. Nah, bahkan Vietnam ya. Bahkan untuk Thailand ini saya pernah ini nih waktu tahun berapa ya?
Speaker A
2019 nih waktu studi ke mana? ke JFE ya, ke Jepang. Orang Jepangnya ngomong ngomong kayak gini, pokoknya walaupun di Indonesia banyak pemain bagus katanya sebelum dia main di ee Tha League ya liga Jepang, maka enggak akan ada loncatan karir ke
Speaker A
Liga Jepang. Oke. Sampai ngomong kayak gini si apa orang JF-nya lebih baik main di Thailand yang Liga 2 itu bisa terpantau katanya.
Speaker A
[berdehem] Karena liga Jepang itu kalau buat Asia Tenggara memang cuma ngelihat e liga Thailand gitu. Heeh. Nah, di situ saya saya mikir, "Oh, sebegininya gitu ya. Karena saya ceritakan tentang potensi-potensi Indonesia gitu. Nah, kecuali pertama kalau pertama arahan kan kas casnya beda
Speaker A
ya. Ada apa ibaratnya branding apa gitu. Tapi kalau untuk karir karir yang apa yang biasa yang normal itu normal orang mau ke liga Jepang aja masuknya harus lewat liga Thailand. Tapi benar juga loh kalau ada pemain liga Jepang yang udah apa e
Speaker A
mau purnawirawan lah dia ke Liga Thailand kan. Nah kayak apa Natsuda. Nah itu kan dari liga Thailand ya sebbenutnya Liga Jepang kan gitu kan.
Speaker A
Nah, sebaliknya kalau ada pemain Thailand main di liga Jepang juga bukan cadangan loh. Inti dia kan inti jadi apa? Jadi ee pemain kunci juga gitu ya. Nah, itu baru di Asia Tenggara tuh.
Speaker A
Nah, terus ya apalagi Australia ya udah gitu ee porsel kekuatan Asia Timur kan masih yang paling tinggiah.
Speaker A
Tapi kan itu kan dari hitung-hitungan ee posisi liga ya. Tapi ini kan pertandingan sesungguhnya kan kita bicara materi pemain ya. Apalagi Persip materinya e pemain-pemain diaspora gitu.
Speaker A
Belum. Kalau kita lihat nih ya, Bang Haris ya tahun '90-an itu selalu ada sisi inferior loh. Kalau pemain nasional kita ya, klub kita lawan klub lain tinggi besar apa selalu tertunduk gitu loh ya kan. Mungkin saya enggak tahu apakah
Speaker A
bingung ngedebatnya enggak ngerti bahasanya. Kalau sekarang kan enggak mau huan mata aja sama Tom He ya beranilah misalkan kalau ngomong-ngomongan berhadap-hadapan gitu.
Speaker A
Jadi saya pikir kita lihatnya dari apa materi pemain ini juga memadai ya mumpuni. Minimal yang membuat saya yakin tuh gini ee satu hal yang sangat menentukan ya kalau kita main di level Asia ya mau di level regional internasional itu kan faktor ini jam
Speaker A
terbang sama terbiasa enggak bermain dengan apa dengan kluk-kup luar. Nah pemain Persip ini sekarang dihuni sama para pemain yang memiliki itu semua gitu. Oke. Jadi bukan mainnya di Liga 1 terus tiba-tiba ketemu liga orang ya gimana kali udah terbiasa gitu.
Speaker A
Nah, dari pelatih sendiri nih kalau ee Kang Eko lihat sebagai bobotoh gitu yang dekat dengan Persip.
Speaker A
Ee perbedaan antara Boyan Hodak dan Igor Tolic ini Iya. Seperti apa, Kak? Iya. Ini analisis ini ya simpel mungkin enggak mendalam. He.
Speaker A
Cuma gini, waktu itu kan saya itu mengalami ini ya masa-masa pecahnya Kroasia dari Yugoslavia ya, terus e pemain-pemain Balkan.
Speaker A
Bahkan kalau kita lihat pada dunia 98, Kroasia kan kayaknya happy banget. Bapak saya juga selalu kayak Dor Sukar apa ya tapi di balik itu kan mereka itu kan intinya kan ee pemain-pemain yang terluka ya tertempa di zaman perang.
Speaker A
Terus kalau kita lihat usianya aja usia pemain-pemain Kroasia pelatih itu kan memang mengalami itu ya. Jadi dari mental saya pikir enggak diragukan lagi nih ya kan selama ini kan Persip katanya kan ee Persip itu walaupun dalam kondisi yang enggak ideal ya
Speaker A
itu enggak pernah dihuni sama pemain-pemain kacangan loh sejak tahun 2000-an itu ya selalu pakai pemain-pemain yang baguslah katanya masalah mental kan mental juara mental juara mental juara nah ini diisi sama pemain-pemain Balkan yang memang sudah keras ya nah
Speaker A
saya pikir itu sisi plus lah bohjan hodak ini percaya atau enggak ya itu waktu ada video kan dia marah-marah ruang ganti sampai gebrak-gebrak. Nah, itulah bahkan saya enggak tahu apakah kultur Bandung bisa membuat dia humoris ya bisa jadi
Speaker A
iya. Karena kalau dalam keseharian itu suka bercanda itu. Pelatih tim pelatih banyak ketawanya. Tapi kalau misalkan pas lagi serius ya itu marah-marah itu saya saya enggak berharap ini jadi pada ketegangan ya marah-marah. Cuma saya pikir kalau masalah mental ya
Speaker A
pemain-pemain Balkan plus pelatihnya ya kerja keras apa itu udah enggak perlu diragukan lah. Termasuk Igor Tolid juga begitu. Iya.
Speaker A
Apalagi dia tuh kan plusnya itu kan mendampingi e Bujan Jan ya. Cuma saya pikir tetaplah saya itu saya tuh kan orangnya kan pesimis dalam hidup ya. Jadi saya tuh selalu enggak percaya sama orang yang seketika menggantikan walaupun dia punya
Speaker A
pengalaman ya. Saya pikir enggak gitu ini enggak ini berbagai kalau jadi kalau misalkan Tolic mau megang e Persip ya maksudnya dia jadi apa jadi head coach dulu di tim lain apa baru ini kalau misalkan tiba-tiba saya pikir tetaplah masih belum itu
Speaker A
Bojan ya. Bojan itu masih menurut saya itu masalah masalah aura leadership masih di atas ee tolage lah. Tapi enggak tahu seiring waktu ya enggak tahu ya.
Speaker A
Mudah-mudahan juga bisa keep up gitu ya istilahnya. Iya gitu. Tapi kalau misalkan misalkan ya kalau misalkan tolage enggak apa enggak bisa sebagus bojan ya udah itu memang harus ee diterima gitu ya.
Speaker A
Walaupun bobotoh-bobotoh setiap kali saya ngomong ah ini bojan itu ibaratnya Alpard polis itu grand max. Saya bilang tuh jomplang marah-marah marah-marah. Ini apa? Bobot tuh kebanyakan enggak terima ya.
Speaker A
Iya enggak terima. Kalau saya sih ee karena udah ini ya mengalami pengalaman-pengalaman ya pelatih yang menggantikan ya saya pikir ee Tolic masih masih jauhlah masih.
Speaker A
Tapi bojan Hodak sendiri kan masih sebagai technical advisor kan. Nah itu saya saya enggak percaya itu hanya untuk menina bubukkan publik sepak bola Bandung biar enggak seakan-akan cut gitu ya. Misal kita lihat ya ee peranan udah gitu ee konteks
Speaker A
dia dalam bekerja ya lalu ee apa intervensinya segala macam itu kan sebetulnya kan nihil sebetulnya itu mah ibaratnya ya biar apa biar apa publik sepak bala Bandung enggak kaget aja jadi dinin bowokan eh tenang ini masih ada buenjan hodak nih orang yang membawa
Speaker A
kita juara tiga kali tenang tenang masih ada masih ada benang merahnya gitu ya h padahal enggak sebetulnya kalau kata saya enggak ya gini ini ini ini ini ini kan gini loh ini kan bukan Apa ini kita bukan corporate yang apa
Speaker A
yang perusahaannya multinasional di mana-mana jadi butuh konsultan. Ini kan ibaratnya kan konsultan ya konsultan ya maksudnya peranannya tetaplah si apa di tool lah bukan di Bojan gitu. Soalnya kan kemarin waktu launching juga kan enggak ada sama sekali. Iya. Itu untuk
Speaker A
menina bobokan aja. Dininabukan ya kan bobotoh Persip itu kan galak-galak ya. [tertawa] Dikit-dikit marah, dikit-dikit marah. Kita nih nabubukan kasih posisi ya walaupun peranannya entah gitu ya.
Speaker A
Kayak gini nih Bujan apakah bisa ee melatih tim lain bulan depan? Bisa aja kalau klausulnya enggak mengikat dia mah gitu loh.
Speaker A
Oh tapi itu mengerikan dong buat bobot. Iya enggak misalkan ya tapi kayaknya enggak akan lah. H kayaknya enggak lah ya. Kayaknya enggakjan itu obrolan waktu di Lampung.
Speaker A
Makanya dia ada satu hal ya waktu habis di Lampung tuh bukan lawan PS bukan lawan PSBL apa lawan apa polisi itu apa bayangkara dia kayaknya kalau misalkan enggak Persip dia enggak mau lagi ngelatih tim Indonesia kayaknya berim jadi emosional sama bobotonya sudah
Speaker A
dapat gitu ya nah itu saya pikir kalau ngelatih lagi tiba-tiba enggak cuma maksudnya secara status hukum ya apakah dia bisa melatih klub Malaysia, Thailand, Vietnam bisa nah itu jadi enggak enggak enggak seterikat itu loh posisi dia sekarang di Persip
Speaker A
ee sebetulnya bojannya sendiri yang mundur ya waktu itu ya. Ini enggak tahu ya karena kan ee saya cuma dengar-dengar dengar-dengar. Jadi itu pernah mengatakan sama seseorang yang kebetulan saya waktu itu ee ngobrol langsung juga ya ee 3 bulan di Persip itu seperti 9
Speaker A
bulan. Jadi tekanan buat Bojanak itu tiga kali lipat daripada di Malaysia dan dia itu mengakhiri dengan ee bagus. Saya pikir kan saya pernah juga bikin konten bojan harus berhenti tahun depan gitu maksudnya setelah juara tiga kali. Oh itu kan pada marah-marah juga. Maksud
Speaker A
saya tuh gini loh, sepak bola ini enggak memberi ruang untuk nostalgia sebetulnya di live di segmen pelatih ya. He tahu kalau diani itu udah ajaib tu keajaiban dunia tuh Leicester City bisa juara enggak ada ampun musim depan di terus termasuk ini coach Janur ya
Speaker A
Jajang Nurzaman 19 tahun enggak juara di bawah juara kan luar biasa tapi musim-musim berikutnya enggak sesuai ekspektasi sudah mulai kurang sopan kan bobotoh kalau kita lihat ya postingan-postingan merendahkan apa kurang ajar saya bilang tuh makanya jangan sampai Bojan hodak
Speaker A
mengalami fase seperti itu gitu oh berarti bocan hodak meninggalkan sudah di puncak meninggalkan Persip dengan apa akan terus dikenang gitu loh.
Speaker A
He. Sebelum dibully gitu atau apa gitu kan. Iya betul. Kalau saya saya pikir dia berhenti di saat yang pas lah gitu.
Speaker A
He. Tapi dengan mental Balkan ya istilahnya ya ini berarti Persip enggak takut nih menghadapi raksasa-raksasa.
Speaker A
Mana ada justru ini mental nih enggak tahu nih Bung Haris ya. Eh Bang Haris bener enggak Persip zaman dulu kalau udah ketinggalan 10 udah susahnya minta ampun. Makanya dulu itu Persip itu harus masukin duluan biar paling apes draw zaman dulu ya. He.
Speaker A
Tapi sekarang Persip ketinggalan 2 malah 42 tuh lawan Bayangkara ketinggalan 20 jadi 42. Udah gitu di ACL musim lalu aja ketinggalan 2 berapa kali bisa comback loh itu di kandang lawang di luar negeri. Nah, makanya dari masalah mental
Speaker A
udah saya tuh udah apa udah udah percaya banget. Kemarin aja kemarin kemarin persidali. Bali lawan Bali itu di dewata itu juga kanalleng iya bisa apa bisa comeback comeback gitu. Jadi ee sekarang itu ya di segmen Bobotos angkatan saya, Persip
Speaker A
kalah 2 tu masih tenang sekarang tuh. Oh kalau zaman dulu mah [tertawa] ketinggalan satu gal udah pusinglah pusing. Mentalitas Balkan itu yang bikin beda ya.
Speaker A
Iya bisalah itu sangat berpengaruhlah. Oh berarti siap menaklukkan Asia nih berarti kalau misalnya bicara prediksi target menurut Kang Ek Asia saya jadi gini ya kita pertama jangan dulu bicara lolos apa enggak.
Speaker A
misalkan passifnya enggak lolos ya itu kan tetap udah naik level gitu dibandingkan dengan lawan-lawan kemarin kan semua full Asia Tenggara ya dari Singapura, Malaysia gituah Thailand Selangor ya Selangor sama Bangkok itu kan masih tengah sekarang ini kan ibaratnya kan
Speaker A
ee kita ketemu yang Australia sama yang Korea [mendengus] ini aja kan udah naik kelas gitu ya ya levelnya sudah berbeda dengan kontestan Liga 1 yang lain gitu ya. Jadi walaupun enggak lolos ya Persip sudah punya pengalaman bertanding ya terus
Speaker A
juga udah menjadikan etalase kan sudah ke Australia lah, udah ke Korea gitu beserta dengan supporternya ya itu aja enggak enggak bisalah disamain sama ee klub Indonesia lain gitu ya apalagi kalau lolos. Nah tadi tanya apakah bisa lolos?
Speaker A
Feeling saya ada kesempatan buat bisa lolos ke fase berikutnya. Wow feeling saya ya. Nah, Kang Eko ada rencana enggak buat away ke Korea atau Vietnam?
Speaker A
Ini apa ini apa ee ini makanya banyak yang nanya ya. Ini ini saya sebutkan aja nih. Salah satunya ada dokter ya, dokter anastesi ya. Dokter Anastesi ee dia di Advent sama di RSAS sama dia juga ketua anastesi di UNPAT apa gitu.
Speaker A
Itu baru tadi ng-DM saya ya. Dia tuh nanyain tentang ya enggak apa-apalah ini ya. Kalau kelamaan tinggal di apa?
Speaker A
Tinggal di [tertawa] ini dokter nih. Ni dokternya kita enggak ada durasi. Iya. Ini tinggal nih. Ini baru nih.
Speaker A
Makanya kalau pengin tahu segila apa ya bobotoh Persip ini dokter loh ya. Profesi ee apa profesi terhormat apa nih? DTR Riza Widianto Sujud ya. Lihat nih.
Speaker A
Lihat nih. Oh iya tuh. Nih nih nih nih. Oh iya nih nih nih. Kang upami gaduh ini saya artius ya Kang. Kalau punya teman yang mau ke Korea tapi sukanya enggak lama gitu, jadi bukan buat piknik kan udah bapak-bapak ya. Nih sehari dua
Speaker A
hari kenalin nih kakang biar saya ada teman. Tuh lihat ini dokter ya, dokter Reza Sujud, dokter Anastesi. He iya ini a dokter ada yang bangkir apa ini pada pengin bareng gitu ya. Bareng kalau bisa sama saya karena kebetulan
Speaker A
saya lihat kan tanggal itu kan bukan apa bukan bukan we weekend. Makanya saya bilang ee lihat nanti cuma kalau misalkan ke sana apply visa ya sudah siap apa sekitar 5 hari.
Speaker A
Jadi kalau misalkan apa ke Korea ya doain aja ya. Karena target saya itu sebetulnya kalau pengin sekali-kalinya kan rezeki juga mungkin ada-adanya segitu penginnya ke Australia sebetulnya.
Speaker A
Kesempatan paling logis ya diterima sama pemerintah sana untuk visa, nonton bola apa kalau enggak kan lumayan lumayan susah loh Australia itu.
Speaker A
Iya susah susah gitu. Jadi kalau misalkan suruh milih mending Korea, mending Australia nih. Kalau suruh milih satu pinginnya Australia gitu. Tapi kalau misalkan bisa dua-duanya ya lebih bagus loh. Tapi kalau yang Korea ini udah dipastiin banyak kok. Bobot
Speaker A
banyak. Jadi bobot yang di Korea udah banyak ya. Banyak apalagi yang ee eh apa belum ditambah yang tur Korea. Nah, di Australia apakah sudah ada? Sudah juga. Ini saya juga sudah ada kontak-kontak yang lagi pada lanjut kuliah di Melbourne tuh banyak.
Speaker A
Lumayan banyak ya. terutama yang apa ee Melbourn University itu bagus sama ilmu-ilmu sosialnya itu banyak plus beberapa teman yang saya lupa Queinland apa ya apa pokoknya beberapa jadi naik pesawat saya saya enggak nyangka sebesar itu Australia ya jadi
Speaker A
katanya dari suatu kota ke kotaan juga lumayan lama berapa jam itu kalau misalkan nanti beneran Persip main di sana katanya juga mau datang jadi enggak pernah ada ceritanya Persip mau main di mana pun enggak ada supporternya enggak ada botnya enggak
Speaker A
akan pernah full support bahkan lebih bisa jadi lebih berisik loh entar di Australia Ah, lebih berisik spotter Persip bisa jadi daripada Australia.
Speaker A
Bisa jadi. Nah, itu dia Kang yang saya agak bingung tuh ya. Di Persip ini ee beda dibanding klub-klub lain ya. Artinya kok ya bisa dari segala kalangan tadi ada dokter kan he bangkir juga bangkir.
Speaker A
Bisa segila itu sama Persip tuh. Kenapa? Kalau Kang Eko lihat dari sejarahnya. Iya. Makanya saya tuh punya teori ya hasil riset saya bahwa sebetulnya sepak bola ini kan ee pelampiasan orang ya yang kalah-kalah dalam kehidupan sehari-hari kan.
Speaker A
Orang-orang yang biasa tertunduk ya, Pak. Iya, Pak. Iya, Pak. Tiba-tiba ketika menemukan momentum di sepak bola ya sebagai boboto Persip bisa teriak-teriak [tertawa] gitu kan. Teriak-teriak maki-maki wasit.
Speaker A
Itu teori yang relevan sebetulnya ya. Tapi kalau di kita perhatikan ada segmen lain nih. Dokter itu kan bukan orang yang kalah dalam kehidupan ya, yang sukses dalam kehidupan ya. Ada dokter, ada lawyerlwyer ya sama apa sama orang-orang apa pejabat-pejabat
Speaker A
kementerian juga ada ya di segmen ini. Makanya Persip ini unik nih. Jadi orang-orang yang memang nyari apa momentum, orang-orang yang kalah tadi ya. Jadi pengin kepenatanlah itu ada. Nah, ini yang rata-rata di seluruh segmen sepak bola kota lain juga iya sudah biasalah
Speaker A
orang-orang kayak gini. Tapi di level lain ada artis tahu kan artis-artis. Iya. artis-artis yang beneran loh, bukan artis-artis yang enggak terkenal. Ini yang beneran nih. Makanya dulu tuh pernah ada kompilasi ya album isya lagu-lagu Persip itu major label loh.
Speaker A
Major label ee bahkan band-band yang bahkan ada band pas band ya. Past band itu ada lagunya Aing Pendukung Persip itu di album utama mereka. Jadi mereka itu kan sebetulnya milik nasional kan.
Speaker A
Tapi dia enggak enggak takut kehilangan penggemar kan karena saya wah kalau pendukung Persif nanti dimusuhin sama enggak gitu. Jadi artis-artis. Kenapa apalagi saya karena ada Bang Haris, saya mau cerita nih, Bang.
Speaker A
Dulu ya ada film namanya Kabayan dan Gadis Kota. Iya. Kabayan Sabah Kota ya. Ee beda lagi ini Kabayan dan gadis kota.
Speaker A
Oh iya. I itu ada salah satu scene ya syuting di Stadion Siliwangi Bandung itu menampilkan artis-artis nih. Si kabayanya itu kan Kang Didi Petet, ada Teh Nurul Arifin ya, udah gitu ada Kang Ibing, ada Aum Kusman ya. Plus ada satu
Speaker A
birokrat ya namanya Pak Ateng Wahyudi dulu Walikota Bandung ya. Walikota Bandung. Pak Ateng Wahyudi ini pernah dapat penghargaan ya dari Pak Soeharto langsung kalau enggak salah ya.
Speaker A
Jadi para kepala daerah itu dipanggil ya ini kayaknya warta-warton pasti coba Abang crossek deh benar ya. Jadi dipanggil ke podium itu bukan Walikota Bandung, enggak. Ketua umum Persip.
Speaker A
Oh [tertawa] jadi Ateng Wyudi ketua umum Persip gitu. He. Satu-satunya itu jadi luar biasalah.
Speaker A
Jadi dari artis-artis, seniman ada kalangan ini ya. Terus birokrat juga iya gitu. Walaupun kalau buat yang birokrat saya pikir di masa lampau juga ya ini salah satu kritik saya kurang sehat ya. Jadi dengan dalih ee support Persip APBD ugal-ugalan itu gitu kan. Jadi
Speaker A
sebenarnya itu kan enggak benar ya. Kalau apa tetap pengelolanya harus benar, tapi gara-gara birokrat pemerintah kota mendukung Persip jadi iya kalau kata saya sih tetap gitu tetap harus proporsional gitu loh. Nih ini dalam konteks yang apa saya pengin ini tentang Persip aja apa
Speaker A
boleh nyerempet yang lain nih boleh tentang APBD ya. Kalau penggunaan APBD di Kota Bandung untuk Persip ya itu mungkin enggak terlalu apa mengkhawatirkan karena PAD-nya besar.
Speaker A
Tapi ada klub-klub ya di luar kota Bandung ya. Heeh. Yang gara-gara penggunaan APBD-nya ugal-ugalan itu melampaui anggaran untuk ee sektor-sektor utama kayak pendidikan dan kesehatan.
Speaker A
Saya sebutin klubnya kayak enggak apa-apa nih ya. Pernah dengar enggak ada tiga klub waktu itu yang tiba-tiba meleegit ya. Oke.
Speaker A
Persiter Ternate. Oh. Eh, Pers Minahasa, Persibom, Bol on, Mengond. Oke. Itu Sulawesi ya? Iya. Pokoknya uang rakyat ya dipakai buat bayar pemain asing, pemain asing gitu-gitu ya.
Speaker A
Ya, menurut saya dari prinsip. Iya. Justru itu. Nah, inilah inilah menariknya nih. Ketika APBD dicabut tiga-tiganya entah ke mana kan.
Speaker A
Itu artinya apa? Itu artinya mereka itu sebetulnya enggak profesional gitu loh. Karena hanya bisa ee apa?
Speaker A
Menyusu ke APBD ya. Jadi klub bukan profesional ini ya. APBD ketika APBD dicabut langsung entah ke mana kan beda sama Persip waktu APBD dipakai dengan embel-embel apa ee memang masih milik Pemkod apa ya uang raket dipakai bisa beli pemain bagusbag mahal-mahal
Speaker A
lah bukan bagus kan ada juga pemain mahal tapi jelek kan iya ada. Nah, sekarang di masa profesional juga Persip kan jadi ini apa? Jadi role model klub mandiri di apa di Indonesia gitu ya. Makanya karena gini karena Persip itu dulu punya
Speaker A
potensi mah apa fan base-nya itu ya massanya itu kan t saya tadi sebutin potensial tapi enggak dimanfaatkan karena apa? Karena mereka pengin APBD.
Speaker A
Ngapain jual-jual jersey, jual-jual ini udah aja PBD lah puluhan miliar aman kan? Tapi ketika dipaksa ya disapih APBD-nya tetap ternyata kan bisa malah bisa mengoptimalkan apa potensi yang benarnya sebagai kelu profesional.
Speaker A
Berarti kan itu bukti ee profesionalnya manajemen berarti kan. Betul. Ini saya masih ingat saya sebut aja nama-namanya enggak apa-apah bukan niat jelek ya. Dulu walikotanya pada Rosada, Sekdanya Pak Edi Siswadi. Nama ruangannya auditorium auditorium Rosada di apa? Di Kota Madia Bandung.
Speaker A
Hm. Tahun 2008. Jadi saya punya penelitian. Saya masih ingat nih penelitiannya implementasi Permendagri nomor 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah dalam pengalokasian dan APBD untuk peserta Liga Indonesia.
Speaker A
Ya, saya katakan kepada Sekda Walikota dulu saya akses sebagai wartawan kan jadi memang kenal ya Pak ini kalau jadi gini zaman dulu itu setiap klub sepak bola itu kenapa bisa dapat APBD? Karena dialokasikan melalui pos hibah. H.
Speaker A
Nah, yang namanya hibah itu enggak boleh berulang. Jadi, harus sekali udah sekali. Sekali udah. Nah, kalau untuk klub sepak bola itu tiap tahun berarti kan melanggar aturan.
Speaker A
Itu melanggar aturan. Pertama kan melanggar hukum. Yang kedua juga dari apa ee good governance ya. Saya lupa lagi kuliah zaman dulu ya. Itu juga enggak patut kan karena enggak transparan, enggak akuntabel apa ya. Jadi intinya APBD ini enggak benarlah saya bilang
Speaker A
tuh. He. Dan saya bilang ke Bapak-bapak itu Persip bisa Pak apa ee mandiri profesional dengan mengoptimalkan empat sektor merchandise, sponsorship, jualan tiket sama Hakar TV apa jadi saya kasih tahulah yang benar-benar kan masih muda, masih semangat saya gini
Speaker A
saya B ah Eko kan ini masih semangat masih muda ya [tertawa] muda Persip MA pakai HPBD aja digituin saya tapi kan ternyata back in the day ternyata bisa cuma dulu tuh kebayang enggak jadi yang harus kita lawan itu
Speaker A
tentang sepak bola profesional itu termasuk mindset I saya sebutin lagilah karena enggak ada niat jelek ya. Sriwijaya FC.
Speaker A
Oh iya benar. Sriwijaya FC itu tahu enggak kan ada aturan Persip apa ee ada aturan klub sepak bola harus berbadan hukum ya.
Speaker A
Srijaya FC badan hukumnya apa coba yang mereka pilih pertama-tama dulu ya yayasan artinya apa coba? Artinya mereka masih mau nerima APBD akhirnya jadi PT memang.
Speaker A
Tapi pertama kali tuh mereka tuh yayasan ya. H saya juga pernah pokoknya saya enggak pengin pokoknya dulu dulu tuh Kang Nugrah Besus masih masih ada lah ya jadi surj FC dulu yayasan padahal yang dimaksud itu kan profesional itu profit
Speaker A
oriented kan PT persyarat gitu jadi 20 tahun ya langkah menuju sepak bola pro saya pikir percepatan paling signifikan ya di Persif Persip nah pemasukan paling besar nah Persip kan sekarang kayaknya tadi Kang Eko bilang Peralta ya uang segitu sih buat Persip
Speaker A
kecil gitu Ya, [tertawa] pasti gede kan sih. Iya. Nah, mereka ini Persip ini pendapatan paling besar dari mana sih, Kang?
Speaker A
Nah, ini dia ya. Karena tadi kan ngomong kok tahu luar. Enggak saya tahu luarnya doang, tapi saya pakai ini ya pakai logika-logika aja. Pengelolaan kopi sepak bola di Indonesia sih mana ada yang untung sih sebetulnya ya. Tapi ingat PSM itu punya konsorsium.
Speaker A
Konsorsium ya. Jadi saya pernah ada satu orang yang beretorika tapi apaan sih nih orang? Saya bilang tuh. Jadi dia mengatakan, "Aduh eh enggak untung nih ini Persip." Tapi dia itu punya perusahaan yang produknya itu terpampang di jersey Persip ya.
Speaker A
Dan ini saya juga karena enggak niat menjatuhkan orang bahkan memuji ya. Ee enggak, ini bukan orang yang tadi, ini beda ya.
Speaker A
Pak Peter Tanuri. Oke. Pak Peter itu enggak suka sepak bola ya. Enggak suka sepak bola. Tanya aja awalnya ya. Awalnya enggak suka sepak bola.
Speaker A
Beliau itu punya perusahaan apa? Multistrada. Ban ban Corsa sama Eiles tuh ya. sama nyonsorin Persip.
Speaker A
Oh iya benar. Iya. Nambah dua gudang tuh [berdehem] Pak Peter itu. Cuma mungkin Pak Peter kan ee kalau di Persip kan mungkin ya kurang kurang inilah karena kan banyak hambatannya ya.
Speaker A
Ada mantan Persip ada bobotoh yang apa dikit-dikit marah apa udahlah buat buat sendiri aja Bali United udah buat.
Speaker A
Makanya waktu itu saya punya pernah studi juga sekitar tahun 2017-an ya ke Bali United. Kalau dilihat loh cara pemasaran mereka, marketing mereka apa itu mirip identik. Jadi makanya saya tuh sering ngomong DNA-nya Bali United sama PESIP ini sama. He
Speaker A
cuma dampaknya berbeda gitu katanya kan saudaraan. Iya cuma dampaknya berbeda. Emang beneran saudaraan ya?
Speaker A
Hah? Iya. Orang-orangnya itu kalau kita lihat makanya circelnya itunya itu kan Pak Peter tuh dulu di Persip ya sponsor ya circelnya lah Pak Glen kan mirip-mirip akhirnya ke Bali United kan itu mirip loh nge-endorse pemain dengan produk tertentu cuma dampaknya beda kalau di
Speaker A
Persip kan produk apa jadi wah ramai banget kalau di Bali mungkin awalnya biasa aja tapi di Bali United ya mungkin Pak Peter sama Pak Yabes ya pasti lebih leluasa kan karena resistensinya minim kalau di Persif kan ganti logo apa
Speaker A
enggak ribut [tertawa] ya apa enggak apa demo tiap hari kan ganti tahun apa kan resensinya banyak ya dari bobotoh dari tokoh-tokoh naon di ee karuhun figur sesepuh ah udahlah budayawan apa kalau di Bandung ya jadi resistennya memang ee tinggi karena kan dia punya
Speaker A
nilai sejarah juga kalau di Bali kan buat baru nih dari awal malah mereka tuh di Bali tuh saya ter ke sana tuh mereka punya program bagus tuh apa ee ke sekolah-sekolah gitu loh. Nah, ke sekolah-sekolah jadi kayak ada coaching
Speaker A
klinik apa jadi rasa cintanya itu ditumbuhkan dicreate dari awal enggak enggak apa enggak natural kayak di Bandung gitu.
Speaker A
Kalau Bandung memang udah rutnya begitu ya. Iya. Keturunan iya kayak warisan ya ya. Kultur lah kalau di Bandung ya.
Speaker A
Nah, ini bicara soal warisan tadi ini dukung Persip dari tahun berapa, Kang? Nah, saya itu beda makanya makanya makanya fitnah nih kalau misalkan ada komen-komen oh Kang Eko apa si Eko merasa paling persif? Enggak. Saya tuh enggak pernah merasa paling persip. Saya
Speaker A
tuh justru merasa banyak orang yang lebih persip dari saya, lebih gila. Pernah lihat enggak orang ditatuk sebadan-badan Persip? Saya enggak berani. Kecil pun saya enggak berani dimarin sama mama saya ya. Tapi boboto tuh banyak tuh yang di tato di sini logo
Speaker A
Persip apa gitu ya. Banyak itu. Nah, cuma mereka itu mungkin bukan tipikal penutur gitu ya.
Speaker A
Bukan tipikal penutur dan mungkin ya merasa kalau ada yang ngomongin Persip, "Ah, tahu apa dia lebih Persif." I itu enggak apa-apa. It's ok ya. It's ok kan.
Speaker A
Nah, tadi makanya disebut nontonnya gimana saya itu termasuk ini termasuk sebetulnya dibandingin yang lain terlambat saya tuh nonton P maksudnya terlambat ke stadion ya bukan terlambat nonton terlambat ke stadion saya itu di TV dengan radio di TV tapi ke stadian
Speaker A
terlambat pertandingan pertama saya itu baru dimulai ketika Persip kalah eh 13 dari Persija tuh oh tahun berapa tahun kelas 99 kalau enggak salah ya Persija lagi bagus-bagusnya tuh dulu ada Luciano Leandro ada Dedi Umar Marela ada Nur Alim Mirubaldo ya.
Speaker A
Iya kayaknya ya. Widod Rocky Putira Imran Humarudir masih kurus dulu di sana ya. Persip dulu squadnya biasa aja makanya kalah di Siliwangi. Jadi Persip kalah sama Persija di Siliwangi itu dulu ya apa bukan hal yang ini. Nah bukan hal
Speaker A
yang aneh gitu loh. Karena Persija jauh lebih kuat kan dulu digelontorin dana sama Sutioso ya gila-gilaan lah.
Speaker A
Tapi apa coba? Itulah hebatnya Bobotoh. Persija datang dengan pemain yang apa? Bintang-bintang. Persip juga biasa aja waktu itu. Tetap nonton full gitu stadion tuh gitu. Jadi kalau dikatakan sejak kapan dari kecil dulu ya mungkin SD lah. Tapi kalau mulai ke stadion
Speaker A
termasuk ee terlambat gitu. Tahun '99 ya. Iya. Karena Bapak saya dulu ee apa bukan bobotoh tipikal yang nonton ke stadion juga gitu. Bahkan Bapak saya itu dulu ee selalu jangan ke stadion. Bahaya Jiri.
Speaker A
Karena kan stigmanya memang masa gitu ya, jangan. Cuma waktu itu saya memang memang nekad tuh nekat. Ah, pengin nonton ke stadion. Harus dong ke stadion gitu. Nah, sejak itu enggak berhentilah kayaknya ya.
Speaker A
Mungkin ada yang berhenti. Cuma maksudnya sejak itu ya sering amat ya. Sekarang searang aja udah udah tua mulai milih-milih lah. Milih-milih match.
Speaker A
Kalau macet apa udah malas lah. Sekarang kan cara menikmati bola juga berubah ya. Bisa lewat HP loh.
Speaker A
Kalau zaman dulu itu pengin tahu pertandingan Persip away itu harus neleponin kantornya pikiran rakyat tuh.
Speaker A
He. [tertawa] Bukan pakai HP ya, pakai telepon rumah. H. Kalau pemain nama pelatih yang paling favorit siapa, Kang? Standar lah kalau misalkan ee apa kehebatan itu kan aja sudut. Cuma ada satu mantan pemain Persip yang termasuk mengubah banyak hidup saya loh sampai pindah
Speaker A
kampus ya. Jadi ada satu pemain ya ini harus agak serius nih karena kalau [tertawa] apa?
Speaker A
Jadi ada pemain Persip ya yang menurut saya dia perfect ya dalam tanda kutip perfect karena mencapai sukses di tiga bidang ya. Namanya adalah Himendra warga Hadi Brata ya. Nama lengkapnya Profesor Himendra Warga Hadi Brata dokter spesialis anastesi lah.
Speaker A
Jadi dalam dunia sepak bola dia itu kan playmaker Persip ya dan dia mencapai timnas main buat timnas di zamannya pelatihnya Tony Pogaknik.
Speaker A
Oh. kita sepakatlah ya maksudnya walaupun sekarang katanya ee pemain timnas apa terbelah-belah karena suporter tapi saya pikir karir puncak seorang sepak bola kan bermain untuk timnas ya Pak Himendra melakukannya ya udah gitu di bidang pendidikan meraih guru besar loh
Speaker A
guru besar kan sampai profesor terus jadi rektor rektor dua periode di UNPAT lag bukan kampus asal-asalan nih UNPAT ya kampus UNPAT dua periode jadi rektor dan jurusannya juga kedokteran loh kedokteran nah sudah gitu di bidang ini profesi beliau itu adalah dokter
Speaker A
anastesi senior. Jadi rujukan. Nah, tadi yang saya ee sebutin tadi yang Reza tadi dokter itu ini apa muridnya beliau nih?
Speaker A
Muridnya. Oh, oke. Muridnya beliau nih. Wah, luar biasa. Jadi ini dia sepak bola enggak meninggalkan pendidikan juga.
Speaker A
Betul. Betul. Murid-muridnya beliau nih. Tadi tadi siapa? Reza nih ya. Reza tuh. Oh, tuh. Sampai Prof. nanya ke saya, "Kok bisa kenal Eko?" Saya ngomong saya muridnya profesor gitu.
Speaker A
Oh gitu. Jadi dulu tuh di rumah sakit kan Hah? Ada yang inilah komunikasi sama saya ya. Saling sapa, saling sapa. Dia tuh ngomong kata kuncinya Prof. Fimendra tuh. Ah udah jadi ngobrol ini tu murid-muridnya Prof. Vimendra. Jadi bayangin ya di belahan dunia mana lagi
Speaker A
zaman sekarang ya. Kalau zaman dulu mungkin masih bisa kayak siapa Sokrates itu kan dokter juga ya. Tapi zaman sekarang orang bisa jadi rektor, bisa jadi dokter.
Speaker A
main bolanya sampai dinas saya pikir cuma Profendra ya. Profesor berarti S3 ya. S3 eh lebih dong.
Speaker A
Doktor apa dia? Doktor ya profesor benar profesor. Wah luar biasa ini saya sampai pindah kampus tuh. Jadi dulu saya tuh ee pertama kali kuliah kan di Unpar Fakultas Parahyangan ya. Nah tiba-tiba dengar ada I rektornya UNP mantan pemain Persip kat.
Speaker A
Nah dulu tuh literasi enggak kayak sekarang googling dapat enggak. Jadi dari mulut ke mulut, dari mulut ke mulut gini-gini ah pindah penginlah kuliah di yang rektornya pemain PERTI. Sekindah ke pindah ke UNPAT. [tertawa] Jadi sempat ketemu tuh berarti.
Speaker A
Alhamdulillah kenal ya beberapa kali ke rumahnya gitu ya. Alhamdulillah lah. Kalau sosok pelatih yang paling disuka pelatih pelatih ini macam-macam sih ya.
Speaker A
Macam-macam. Ee cuma yang paling berkesan aja ya. Yang paling berkesan itu adalah Arcan Yuri.
Speaker A
Arcan Yuri. Arcan Yuri enggak enggak juara kan. enggak juara. Cuma makanya berkesan ya saya enggak ngomongin hebat kalau kalau hebat mungkin bojan hodak di sudah disebut Arcan Yuri ya. Arcan Yuri ini buat yang asing lah Aran Yuri. Jadi Arcan Yuri itu
Speaker A
pernah membawa ini disiplin ala Eropa Timur tuh. Saya masih ingat ee Persip itu kan kalah dua kali tuh di kandang sendiri tahun oh tepat 20 tahun lalu loh tahun 2006 nih.
Speaker A
Kalah dari PSIS kalah dari Persijap. Akhirnya ada demo besar melengserkan pelatih Risnandar kan. diganti sama Arcan Yuri.
Speaker A
Arcan Yuri ini misi pertamanya adalah ee ke kandang PSIM di stadion Mandala Krida ya di Yogyakarta.
Speaker A
Arcan Yuri tuh itu ada satu pemandangan yang saya keren banget. Kalau dulu kan pemain PESIP tuh ada yang celana kalau kalau suria celana pendek pada pakai kaos, pakai sendal apa zamannya Aryuri pertandingan itulah itu semuanya pakai celana panjang. He
Speaker A
enggak ada pakai sepatu, enggak ada yang pakai kaos, pada pakai polo. Wah, keren saya bilang tuh gitu kan ya. Keren gitu ya. Nah, itu hal simpel tapi menurut saya keren gitu ya. Itu yuri.
Speaker A
Jadi disiplinnya yang ditanam ya. Heeh. Terus kalau misalkan buat lokal ya mungkin Jajang Nurzaman itu beliau tuh lengkap ya. Jajang Nurzaman tuh jadi pemain ee juara tuh bahkan ngegolin tuh gol tunggal ya waktu tahun '86 lawan Manokari ya. As pelatih juara juga asens
Speaker A
pelatih. Terus pas jadi pelatih juara juga. Mungkin tukang Jajang Nurjaman sama Arcan Yuri. Oh iya. Nah, dua-duanya pernah kerja bareng buat Persip. Jadi waktu Arcan Yuri pelatih asistennya itu Pak Jajang Nurzaman. Nah, dulu kan belum ada medsos ya, tapi
Speaker A
koran-koran di Bandung kan udah ada tuh ada namanya tuh rubrik-rubik kayak suara bobotoh gitu kan. kritik-kritik kan itu arcan yuri sampai pingsan itu gara-gara ngebaca sampai sakitlah saya enggak tahulah pokoknya sakit gitu dan mungkin orang mungkin ya orang yang pertama kali
Speaker A
mengajari arcan yuri artinya apa ini bahasa Sunda itu mungkin kok jajang Nur zaman itu bisa jadi ya iya ke siapa lagi gitu iya iya iya nah ada enggak pengalaman-pengalaman paling menarik paling keingat teruslah paling gila gitu paling gila lah selama jadi bot
Speaker A
kalau kalau kalau yang paling gila ya tadi yang tato ya itu entah berapa orang loh beneran tato loh ibarat tato itu kan seumur hidupnya itu banyak loh boboto yang di tato-tato gitu ya banyak banget tuh itu udah gila menurut saya terus mungkin
Speaker A
yang paling gila itu oh waktu lawan ini kalau setiap kali Persip tandang kebontang Heeh PKT itu PUKM itu kan punya Pvuka tim ya PTK.
Speaker A
Nah itu kan di situ ternyata banyak ini banyak e orang-orang Sunda Jawa Barat. He.
Speaker A
Jadi di masa saya dulu ya, sekarang enggak tahu masih enggak tahu enggak pejabatnya tuh dulu banyak banget orang Sunda. Jadi kalau kita ke kantor apa PKT I stadion apa namanya Mulawarman kalau enggak salah Mulawarman ya itu tuh kalau kita lihat tuh ee
Speaker A
orang-orang yang kerja direksi mungkin di pegawai-pegawai itu banyak namanya Dadang Yayat gitu nama-nama Sunda banyak jadi memang banyak ya nah [berdehem] Persip lawan ee PT kan pulang kerja tuh main malam ya diceritain saya sama orang situ kalau misalkan apa ee di sini itu jelas
Speaker A
mendukung PT Tapi Kang Eko katanya kalau lawan Persip ini terbelah katanya stadion [tertawa] dan terbelah itu dalam artian yang mendukung PKT cuma keluarga pemain.
Speaker A
Jadi sisanya tetap mendukung Persip dan iya benar dong. Jadi kebayang enggak Persip statusnya ini apa we tapi jadi kayak berasa semua dukung Persip kecuali keluarga pemain itu udah paling gila. Terus yang paling gila lagi apa ya? Ya, kalau
Speaker A
nah ketemu bobotoh di apa di luar negeri di tempat-tempat yang enggak terkira ya sampai ke Yunan bayang Yunane ada boboto. Gila enggak ada sumpah di di mana? Di Athena atau di di Athena sama di Pireus kandangnya Ollympiacos. Coba bayangin itu ada
Speaker A
boboto ya maksudnya mungkin cerita kayak gini ada mungkin komen yang komen ya. Wah boboto di mana-mana juga memang di mana-mana gampang gitu ya. Tapi oh ada satu tempat nih, satu tempat yang saya juga enggak nyangka bobotnya banyak ya.
Speaker A
Dulu tuh Persip main di ajang Kopa. Dulu kan ada Kopaj Samsu ya, Kopa Indonesia ya.
Speaker A
Kopa itu kan lintas divisi kan. He lawan klub divisi tiga apa ya apa empat?
Speaker A
Di tiga kali namanya Persir Serengat. Ohengat ya. Persir Serengat ini jauh banget dong. Dari Riau aja itu mungkin 4 jam. Dari Riau bayangin coba 4 jam ya.
Speaker A
Ee enggak ada mall waktu tahun 2000 berapa ya? Pokoknya dulu tuh belum ada mall. Sekarang mungkin ada. Cuma pokoknya dulu tuh hiburannya itu ya hiburan muda-mudunya itu cuma di pasar ada terpal makan duren sama kopi gitu-gitu aja. Itu malam minggu
Speaker A
[mendengus] aku ingat karena itu tuh malam minggu tuh enggak ada tempat main. Persip aja dapat hotel tuh kayaknya yang kurang representatif lah untuk ukuran Persip ya.
Speaker A
Walaupun belum seprok sekarang ya. Emang kayak beginilah Kota Rengat katanya. Nah udah gitu besoknya itu ya ampun itu stadion penuh dong. Oh, tiba-tiba penuh, penuh. Dan itu adalah orang-orang ee orang-orang Sunda mungkin yang kerja di sana. Saya tuh kaget juga pas ke stadion
Speaker A
lapanglah penuh itu semua pendukung ya bukan semualah e serta pendukung Persip ya. Dan ketika bubaran yang dikejar itu kan dulu yang muda-mudanya kan Jenal Arif, Salim, Er Langgas itu yang mereka kejar bukan dong. Yang mereka kejar adalah Robi Darwis, Aden Hudaya,
Speaker A
Legendle Legend. Legend. Nah, akhirnya saya baru tahu. Oh, ternyata mereka ini adalah ee dulu waktu masih muda tuh nonton nonton Persip cuma kan enggak bisa di kayak sekarang di HP apa.
Speaker A
Jadi pengin banget ketemu Robi Darwis tuh gimana lihat gitu ya dari dekat tuh kesampaiannya baru pas direngat.
Speaker A
bayangin karena mereka kan karena alasan apa mungkin merantau lah kehidupan kan bisa-bisanya gitu ketemu Kang Robi pertama kalinya sedekat ini tuh malah di ee direngatengat rengat 6 jam dari eh 4 jam dari Pekanbaru jadi kebanyakan tuh bobotoh-bobotoh yang
Speaker A
udah apa udah senior jadi waktu mereka masih muda itu yang mereka tahunya Husu Btiar Adeng Hudaya Robi Darwis favorit Robi Darwis aja saya masih ingat sampai kalau enggak salah [tertawa] yang telat ke mobil malah Robi Darwis pemain yang lain mah pada masuk justru
Speaker A
pemain-pemainnya gitu. Oh, karena ini dulu salam-salamin dulu. Oh, udah. Jadi, dulu tuh belum HP kayak gini ya. Ee HP-HP apalah VGA gitu gitulah yang harus disambung-sambung gitu. Ee kayak gitulah. Jadi saya tuh saya tuh belum pernah ke satuun tempat
Speaker A
ya yang enggak ada bobotohnya gitu kalau misalnya. Jadi, oh enggak ada pendukung PSP, enggak pernah.
Speaker A
Kalau cerita yang di Yunani gimana? Kok bisa ketemu? Oh, yang Yunani itu ee kan dulu tuh awal-awal ada fature apa insta story ya.
Speaker A
Saya tu lupa Instagram atau apa itu ada yang apa ngontak saya. Oh DM. Heeh. Eh, iya. Ngomentarin, "Kang, saya di sini. Di sini akhirnya diceritain juga ee apa diceritain juga kalau misalkan di Yunani ini. Nah, ini siapa yang merujuk salah satu perguruan tinggi
Speaker A
pariwisata terkenal nih, NHAI ya." Nah, ternyata gitu. Jadi orang-orang jadi katanya dia bilang yang punya kapal di dunia ini kebanyakan walaupun benderanya beda-beda negaranya, tapi pemiliknya pasti orang Yunani ya.
Speaker A
Terus orang Bandung itu paling disukai di sana. Di sana karena mungkin ya mungkin ya enggak banyak protes, enggak banyak apa ya sampai a itu ngomongin NH. Nah, terus katanya ciri-ciri kalau pengin direkrut ya kan suka ada tuh pelayaran nyapin udah pakai
Speaker A
Persip karena orang-orang di sana owner-owner kapannya tahu kalau Persip dari Bandung. Bayangin sampai begitunya loh.
Speaker A
Berarti sampai orang Yunani pun tahu ya. Iya pada pakai baju Persip itu. Oh jadi jersei Persip apa? ya maksudnya dia dia mikirnya gitu simpel gitu kalau pengin pengin identitas Bandungnya keluar udah pakai ojip aja gitu. Nah, Kang kalau kita bicara bubuotoh kan nih
Speaker A
agak sensitif kalau gesekannya sama Jack Mania sama Persij sudah mau main ya tanggal 12 ya.
Speaker A
Tanggal 12 ya dan week kedua dan rencananya kan di Jakarta tuh ya tujuh musim ya tujuh musim ya enggak ter apa ya iya di GBK sekitar tujuh musim enggak main di Jakarta. Nah saya enggak tahu ya apakah ee Bobotoh
Speaker A
udah boleh away atau belum gitu ya. Heeh. Ee nah kira-kira sekarang tuh masih gesekan itu masih kencang enggak sih? Kan di tingkat bawah ya? Kalau di tingkat atas mungkin enggak ya?
Speaker A
Iya. Kalau di atas kan ibaratnya bisa salaman, bisa ngobrol bareng ya. Di bawah mah masih ya. Enggak. Ini sebetulnya indikatornya simpel.
Speaker A
Bentrokan-bentrokan yang terjadi dalam porsi yang enggak tepat. Ya, saya bukan memaklumi ya. Tapi kalau misalkan bentrokan terkind di stadion, kita masih mikir, oh iya stadion ini mah enggak terjadinya di acara setelah nonbar.
Speaker A
Kemarin paling baru aja nih ee apa yang Piala Dewata eh Dewata Challeng kemarin ketemu ya Pers? Oh ketemu ya Persji ya? Presiden presiden.
Speaker A
Oh pi presiden. Nah itu kan ada bentrokan tuh masih bisa telusuri masih hangat nih digoogling aja. Bentrokan terjadi di Banten dan Bogor gitu.
Speaker A
Jadi sering bentrokan itu terjadi di ee apa waktu yang bukan pertandingan. Lalu tempatnya juga bukan di stadion pertanian. Berarti kan enggak sehat nih dalam keseharian gitu lah. Itu masih sering terjadi gitu. Apalagi di daerah-daerah yang sebutannya tuh ibaratnya jalur
Speaker A
jalur Gaza lah. Ini jalur penopang e ke Jakarta kayak di Bogor, Bekasi, Kilengsi itu suka masih ada aja.
Speaker A
Kilengsi saya tuh terakhir kali tuh ngelihat orang ya apa Cibitung ya? Cibitung ya ada ya dekat Cibitung itu Bekasi Karawang gitu ya. Nah itu pernah tuh ada sampai ya itulah ada korban gitulah. H.
Speaker A
Jadi, jadi apa? Sulit untuk mengatakan bahwa ini semua harus ee segera disegerakan ya pakai proses aja lah ya. Terus gimik-gimik di atas ya walaupun itu terjadi di level atas gitu ya, ketua-ketua itu juga hal yang bagus sebetulnya gitu. Mau itu gimik, mau itu
Speaker A
apa bagus tetap aja gitu. Karena kan gini ee manusia itu kan dipengaruhi itu kan oleh dua hal ya, visual dan audio.
Speaker A
Visual itu adalah baju-baju rasis. Dulu tuh sering tuh ini goblok ini anjing itu itu mempengaruhi loh generasi bawahnya loh.
Speaker A
Saya tuh pernah menemukan orang anak kecil ya enggak tahu masalahnya enggak pernah bentor tapi kebencian dia sama suporter itu luar biasa. itu karena dia sering ngelihat kaos-kaos yang gitu ya visual terus audio itu nyanyian-nyanyian tuh saja itu tuh
Speaker A
ngaruh tuh sekarang ini kan sudah berapa musim enggak ada kan enggak ada di Bandung enggak ada nyanyian seperti itu di Jakarta enggak ada cuma medsos medsosnya kan enggak bisa ditahan komen-komen apa gitu kayak kemarin nih yang kemarin Pak Feri Paulus
Speaker A
ke ceplosan it wah ini masih terus nih oh masih ya masih terus dijadiin bahan untukjadiin alasan untuk saling nuduh ini apa itu pelatih Saya itu saya pelari saya ini masih sampai sampai detik ini nih.
Speaker A
Oh, susah juga ya ini ya. Iya. Metsos ini eraos makanya diredam lah ya. Diredam. Tapi kalau kalau untuk disegerakan terburu-buru sampai tadi boleh kalau itu ya boleh cuma jangan.
Speaker A
Jadi setelah kanjuran itu terlalu beresiko ya. Setelah Kanjuruhan itu, Bang, saya tuh pernah diminta mematakan kan e conflik supporter sebetulnya yang lain itu masih bisa lah.
Speaker A
Cuma ada dua match aja yang saya bilang red ini enggak enggak boleh sekarang-sekarang ini Persi Persija sama Arema Persebaya.
Speaker A
Oh, itu masih juga ya. Wah, itu mah susahlah. Maksudnya kalau misalkan dengan apa dengan dalih dicoba-dicoba ini resikonya besar.
Speaker A
Hm. Kecuali persis PSIM boleh dicoba tuh. Kalau PSS Present ya itu juga termasuk boleh dicoba karena itu saya tempatkan di ee kuning orany lah.
Speaker A
Tapi kalau yang merah udah cuma dua pertengan itu ya. Artinya sampai kapan pun susah ee ada support away di situ ya. Susah sangat susah gitu sangat susah dan bukan untuk dicoba-coba ya.
Speaker A
Hm. Kalau yang dicoba itu yang itu yang tadi kayak misalkan PSM Sleman itu kan bisa dilihat tuh ee apa hubungan terakhir dua supporter gimana terus apakah pernah ada kericuhan berapa bulan sebelumnya? Kalau enggak ada coba, kalau misalkan ada jangan dulu gitu. Tapi
Speaker A
kalau untuk yang Persi Persija, Persibaya sama Arema janganlah, jangan duluah. Karena ya. Padahal kan kalau kita lihat kan sebetulnya di Jakarta banyak orang ee Bandung, orang Sunda lah ya yang pasti pendukung Persip.
Speaker A
Iya. Dan orang Jakarta juga banyak [tertawa] banyak di Bandung. Di Bandung, sekolah di Bandung. Dan kan irisannya kayak Zalur Gaza itu kan ini kan Bogor ee Bogor kemudian di Bekasi ya. Saya termasuk saya orang yang termasuk ee demen pakai jersey.
Speaker A
Ee jersey semua klub lah. Karena saya enggak terlalu ada favorit klubnya. Kalau jersei luar negeri Milan saya pakai, Inter saya pakai juga gitu.
Speaker A
Barcelona, Real Madrid. Tapi dua jersey yang yang enggak pernah saya pakai kalau naik angkutan umum tuh Persip dan Persija.
Speaker A
Oh iya. Kita kita kadang-kadang enggak tahu loh ini yang mana. Jangan dipikir oh ini kan orang Bogor Sunda apa enggak belum tentu.
Speaker A
Itu dua kecuali saya bawa bawa kendaraan sendiri. Betul itu aman. Itu aman. Tapi kalau saya enggak bawa kendaraan sendiri bawa itu dua jersei itu enggak pernah saya pakai.
Speaker A
Betul. Betul. Itu harus hati-hati. Ini ini pengamatan saya juga ya. Bahkan saya pernah bikin tulisannya beberapa kali nih. Jadi ada perubahan. Jadi saya saya mengalami ada saya tuh adalah orang yang kayaknya enggak enggak bisa diterima gitu ya. Kalau misalkan di daerah-daerah
Speaker A
Jawa Barat kok ada pendukung Persija aneh ya. Tapi seiring waktu ya, ini kan usia segini kan bukan untuk benar apa salah ya, tapi untuk memahami ya. Kenapa sih di Bogor sampai ada pendukung Persija dan basisnya lumayan ya? Karena
Speaker A
gini, kamu anak remaja nih lagi mencari identitas, komunitas apa pengin nonton Persip tiketnya susahnya minta ampun harus ke Bandung. He.
Speaker A
Sementara naik Jakarta bisa naik KRL ya. Terus relatif juga enggak terlalu padat. Terus komunitas keseharian juga ketemunya sama orang Jakarta itu membentuk tuh ya kalau zaman dulu ya sekitar 20 tahun lalu memang masa orang Bogor ngedukung Persija terus
Speaker A
masa orang Bekasi kayak itu kan agak aneh tapi seiring waktu memang ada tuh ya jadi ada interaksi-interaksi sosial ya ada pola-pola sosial yang memang bisa ternyata membuat hal-hal yang kalau dulu tuh aneh ya sekarang jadi biasa kayak orang Jakarta ya ya orang Jakarta suka
Speaker A
bola tiba-tiba suka Persip karena misalkan keseharian dia kuliah di UNPAT sehari-hari sama kalau di Bandung kok beda ya dalam keseharian banget. Kalau [berdehem] saya ke Jakarta ee [tertawa] kakak-kakak saya Persija mungkin ketika hari pertandingan di Jack Mania, tapi
Speaker A
ketika di Bandung tuh sehari-hari ngomongin Persip-peri akhirnya jadi suka Persip. Banyak gitu cerita. Kan kalau zaman dulu Bandung Jakarta harus 4 jam ya 4 jam jadi kayak merantau banget gitu.
Speaker A
Tapi kalau sekarang kan enggak apalagi ada wus lebih cepat sekarang jam. Iya. Makanya sebetulnya di balik apa ee rivalitas nih tanya Bang Aris. Rivalitas Jakarta Bandung itu kan bukan cuma sepak bola bahkan dulu ya dulu itu basket ya apa Aspak sama
Speaker A
Panasia ee Satria Muda ya. Iya pokoknya Bandung Jan basket udah gitu fashion band. Nah band kan kayak gitu fashion band disuruh-distur J persaingannya kan sehat sebetulnya. Nah di sepak bola kok jadi kayak begini makanya gitu.
Speaker A
Dan nih di persaingan ini bakal lanjut ke Liga Indonesia ya ke Liga 1 nih.
Speaker A
Iya. Nah, itu dia persaingan antara Persija dan Persip kan bakal panas nih. Kira-kira kalau lihat Persija sekarang kayak gimana, Pak?
Speaker A
Sintayong bertinya kalau sekarang jadi gini e kan kalau orang kan wahintayong apa kebanyakan orang-orang itu haters itu mengaitkan sama kasus dia di Korea kemarin kan enggak berprestasi di sanksi ya.
Speaker A
Cuma ada fakta ya lihatnya Sinayang bisa ngalahin Jerman dong. Korea kan [tertawa] udah ajaib. Iya. Jadi ibaratnya kalau secara kualitas ya Sinayang punya lah jam terbang itu kan ngaruh ya. Jadi dia punya dia respek rasa respek pemain ke
Speaker A
pelatih juga itu saya pikir ngaruh ya. Apalagi di klub yang syarat bintang ya itu ngaruh tuh Sinta yang punya itu. Jadi pelatihnya okelah bagus materi pemain di pertiga bagus saya bilang ya dukungan finansial bagus banget ya apalagi kan ada momentum
Speaker A
500 tahun Jakarta ya. Nah jadi saya pikir saya pikir kandidat paling serius ya musim ini selain Persip ya Persija Persebaya. Nah, Persebaya kan katanya ngajar momentum 100 tahun Persebaya pengin juara juga. Cuma saya lihat ini apa ee kan yang paling gitu ya, yang
Speaker A
paling tetap inilah Persija tanpa mengesampingkan ya Dewa United terus Borneo kan trennya selalu tiga besar itu juga pasti menarik ya. Cuma kalau yang paling nih musim ini ibaratnya kalau enggak sekarang kapan lagi Persija.
Speaker A
Berarti kalau pertanyaannya adalah klub yang paling mengancam Persif musim. [berdehem] Persija Persija. Nah, buat tanggal 12 besok kira-kira.
Speaker A
Nah. Oh iya ya. Buat tanggal 12 besok ya itu Persip akan mengalahkan Persija di Jakarta. Itu kan yang pengin apa? Jadi enggak nanggung kalau selama ini kan Persip menang menangnya bukan di Jakarta gitu ya.
Speaker A
Persip menang di Jakarta tapi bukan lawan Persija gitu. lawan tim lain kan waktu jurid kan lawan Srijaya gitu.
Speaker A
Okelah. Nah, ini sekarang nih ada pembuktian ya paling nyata paling lugas terdokumentasikan dengan baik. Tanggal 12 September Persip lawan Persija.
Speaker A
Persip akan unggul ya dari Persija di Jakarta. Bukan karena Persijanya jelek tapi banyak faktor berpihak sama Persip. Anggaplah materi pemain sama-sama bagus ya. Tapi yang namanya ee kompetisi itu kan butuh chestry ya. Minimal saya kalau pengalaman saya lima pertandingan baru
Speaker A
kelihatan pola ya. Dalam artian Sinayong nge-handle Persija mungkin nantilah panasnya ya setelah lewat pekan ke berapa. Tapi ini kan pekan kedua ya.
Speaker A
Pekan kedua keunggulan keuntungan ada di tangan Igor Tolic yang sudah memegang Persip dari beberapa musim sebelumnya.
Speaker A
Wah itu bakal kemenangan yang manis ya. Persip menang di Jakarta. Udah Persipin menang di Jakarta udah itu enggak enggak akan salah. Udah perj sama saya itu prediksi atau enggak? Itu mah prediksi doa-doa dan keyakinan. Udah, [tertawa] udah. Itu mah udah pasti menang itu.
Speaker A
Bukan pasti menang. Berapa skor, Kang? Berapa skor? Wah, kalau ngomongin skor sebenarnya udah enggak enggak terlalu enggak terlalu penting lagi. Pokoknya menang aja Persip menang di Jakarta di hadapan pendukungnya Persija udah itu itu tapi aman tuh.
Speaker A
Apa aman? Iya pasti aman ya. Aman lah kan enggak boleh juga. Oh ya udah ini sekaligus nih ya buat para apa buat para bobotoh ya. Ini juga entar kita lihat lagi DM-DM saya itu juga banyak lagi yang ngajakin
Speaker A
ke Jakarta. Saya itu kan pertandingan lawan Persija tuh selalu nonton juga tuh ya termasuk yang waktu di PTIK gitu-gitu kan nonton. Nah, maksud saya tuh kalau saya kan sudah punya mitigasi terukur gitu. Jadi jangan konyol nih. Saya ingat
Speaker A
tahun 2000 berapa ya 2010 apa ya apa 2009 e dulu tuh Persip draw golnya itu pokoknya masih ada Erangga Sucipto, masih ada Cristian Gonzalez ya.
Speaker A
Di GBK itu banyak banget yang ketangkap gitu. Oh jadi ekspresif kan lompat kayak gitu ya. Ketangkap ketangkap ketangkap gitu. Tapi untungnya korlap-korlapnya Jack Mania itu ya termasuk sigap kan diamankan di bawah itu ada puluhan bobotoh itu. Nah, janganlah maksudnya kita enggak tahu ya
Speaker A
korlap yang sekarang apa. Jangan jadi jangan jangan konyol nih buat Boboto. Jangan mencoba-coba e walaupun ya kehadiran mereka itu dirasakan. Iya. Jadi nanti H-1 pertandingan biasanya okupansi hotel sekitaran Sudirman FX gitu ya sampai arah-arah Sahid gitu ya. itu pasti
Speaker A
meningkat itu bakal full ya kitaak kita enggak tahu tuh yang nginpnya siapa cuma minimal walaupun mereka enggak ke stadion mereka itu akan ngedatangin pemain-pemain Persifi Hotel Fermon terakhir Fermon ya kalau dulu kan Katika Candra terus ya cuma sejak ada kasus molotov itu yang
Speaker A
bis Persip diserang tahun 2013 Persip tuh enggak pernah di Kartika Chandra lagi Fermon di Fermon gitu itu jadi banyak bobot tuh cuma ke Jakarta dari Bandung sengaja mereka tahu enggak bisa nonton nih tapi mereka senang merasakan atmosfer menjelang
Speaker A
pertandingan sebelum pertandingan Kan itu di kafe-kafe sekitar situ saya juga kaget kan saya kan jadi parno juga kan tiap oko saya kira kan siapa [tertawa] nih ternyata orang-orang Bandung cuma mereka nonbar nonton di situ tapi bobotoh juga itu tapi kalau stadiun
Speaker A
janganlah jangan konyol gitu ya Kang Eko ada niat nonton di enggak beneran nih [tertawa] ya jadi saya juga enggak apa saya akses ada kan cuma enggak lah jangan Nah kemarin itu memang ada kehadiran e Bung Feri kan ya di GBLA dan disambut
Speaker A
bagus kan disambut hangat bagus Bagus. Tapi kan Bung Feri itu figur ya. Kalau kalian bukan figur gitu jadi bahaya.
Speaker A
Saya juga bukan makanya bahaya. Jangan ya. Jangan jangan ya Boboto jangan apa jangan aneh-anehlah. Tanggal 12 sudah nonton di TV aja lah.
Speaker A
Mendukung dari rumah. Dukung dari rumah gitu. Wah itu closing statement dari Kang Eko dan yang menarik adalah akan menang di Jakarta. menang nih saya tuh kalau bisa apa ya cuma saya gini loh jadi enggak pernah saya seyakin ini gitu loh ya saya
Speaker A
tuh orangnya kan pesimis dalam hidup ya cuma masalah Persip menang lawan Persija tanggal 12 di Gelora Bung Karno itu sangat optimis tapi logis logis logis karena memang benar chemistry pemain membership lebih kena ketimbang Persij Iya faktor pelatih juga karena I told
Speaker A
toolit sudah sempat juga kan sebagai asisten tapi enggak terakhir dikit dikit kan dibilang Persija Jadi ancaman paling nyata ini bakal bikin Persip jadi ketak-ketir enggak atau enggak? Santai aja.
Speaker A
Kalau saya sih enggak peduli. Kalau saya, saya enggak tahu nih kalau bobotoh yang apa yang sangat merindukan persik juara empat kali ya. Kalau saya tuh udah cukuplah tiga kali ya. Kecuali gini, kecuali kan gini loh, saya ngomong kayak
Speaker A
gitu bukan berarti enggak mau juran empat kali ya. Tapi kalau untuk sekarang prioritas saya pikir level Asia aja gitu. Nah, nanti makanya biarlah Persija itu bersaing dengan Garuda Yaksa gitu.
Speaker A
Jadi iya, [tertawa] jadi Jack Mania sayangannya jangan sama boboto terus rivalitasnya sama pendukung inilah apa Garuda Maninia coba cari jangan-jangan udah pada bikin akun gitu loh ya. Jadi semusim ini ya semusim ini pendukung Persija sama Persip reda dululah karena memang beda prioritas ya.
Speaker A
Pendukung Persip lagi asik ya Heeh. lagi pengin tur-tur Asia gitu. Nah kalau Persija pendukungnya kan masih ini nih ramai di domestik ya menikmati apa kesempatan main di GBK apa ya siapa tahu ada Garuda Yaksa gitu pendukungnya ya itulah. Karena Gardu juga gini loh,
Speaker A
Gardu Xa itu gimanapun juga pasti akan jadi kandidat juara tetap gitu ya. Bukan karena apa, bukan karena hal-hal aneh, tapi karena apa? Karena kekuatan finansial mereka bagus.
Speaker A
Jadi kekuatan finansial bagus bisa beli pemain bagus, terus ee apa k psikologis pemain yang gaji tepat waktu. Kan sekarang dengar ya liga mau mulai masih banyak nunggak kan. Nah itu kan psikologis ngaruh tuh. Tapi di klub-klub yang gajinya lancar masuk rutin
Speaker A
termasuk salah satu lawan Persip tuh yang masih gaji. Nah, ada tuh klub besar lagi, klub legend lagi masa pengin disebutin ya [tertawa] gitu. Jadi saya pikir ee apa ee Garuda Yaksa, Dewi United, Borneo itu jelas akan kandidat. Tapi yang paling
Speaker A
serius Persij dan Persip enggak takut ya? Pers ya udah maksudnya apa ya? Ya udah enggak maksudnya saya enggak pengin ngomong ini. Jadi kita beda-beda prioritas lah ibaratnya. Sudah prioritasnya kan Asia satu ya. Kalau Persija kan lagi ngejar momentum nih.
Speaker A
Ayo 500 tahun Jakarta kapan lagi? Ayo ayo serius musim ini ya gitu loh. Jadi intinya Persip sukses di Asia, Persija menguasai di Indonesia.
Speaker A
Betul. Tapi yang gua tekankan Persip bakal menang banget. Iya bakal menang. [tertawa] Itu penting.
Speaker A
Penting enggak? itu penting. Itu penting. Terus gini, maksud saya gini, untuk ee supporter yang lain ya, supporter yang lain yang enggak pengin Persip juara itu jang jadi ketika Persip nanti tersingkir di ACL itu jangan senang. Justru ketika energi Persip tercurah di domestik ah
Speaker A
itu malah makin bahaya itu kayak musim lalu. Ah, persis kayak musim lalu berarti gini nanti habis misalnya Persip melawan Persija di game kedua kita undang lagi Kang Eko mau sih [tertawa] ya. Jadi buat apa? Buat apa? Buat misalkan misalkan misalkan ya pendukung
Speaker A
Persija nih pengin Persija juara musim ini. Ya berdoalah semoga Persip ACL melaju terus. Melaju terus sampai jauh ya sampai jauh tahajud duha doain Persip lah gitu.
Speaker A
Saling mendoakan saling mendoakan ya sudah itu closing statement. [tertawa] Thank you Kang Maung. Thank you.
Speaker A
Nanti kita undang lagi begitu FIP Nil untuk hija nanti. [tertawa] Thank you sudah saksikan sampai di detik ini. Sampai jumpa di episode Sikat Tipis berikutnya. Siapa tahu kita habis ini The Jack yang kita undang ya, The siapa tahu. Bye. [tertawa]
Speaker A
Oke makasih. [musik] Yeah.
Topics:PersibPersipLiga Super AsiaBobotohPeraltaPemain asingMentalitas sepak bolaACLTransfer pemainStrategi tim











