Putusan PTUN mewajibkan UGM membuka ijazah Jokowi sebagai informasi publik, memicu polemik dan proses hukum lanjutan.
Ask about this video. Answers come from its transcript only — with the timestamp, so you can check them.
Generated from the transcript and can be wrong — check the timestamp.
Key Takeaways
- Ijazah Jokowi dinyatakan sebagai informasi terbuka oleh PTUN dan KIP, bukan rahasia pribadi.
- UGM wajib membuka dokumen akademik Jokowi kepada publik sesuai putusan pengadilan.
- Polemik ijazah Jokowi terus berlanjut dengan berbagai upaya hukum dari pihak-pihak terkait.
- Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dokumen pejabat publik dalam demokrasi.
- Penyitaan dokumen oleh polisi menimbulkan pertanyaan terkait proses hukum dan integritas penanganan kasus.
What the video covers
- PTUN Jakarta menolak banding UGM terkait keterbukaan informasi ijazah Jokowi dan menguatkan putusan Komisi Informasi Publik.
- Majelis hakim menegaskan ijazah dan transkrip nilai Jokowi adalah informasi terbuka dan bukan rahasia pribadi.
- UGM wajib menyerahkan dokumen akademik Jokowi kepada publik sesuai putusan pengadilan.
- Bonjowi sebagai pemohon informasi meminta dokumen perjalanan akademik Jokowi dari awal kuliah hingga ijazah.
- Roy Suryo kembali mengajukan permohonan praperadilan terkait pencekalan dirinya dalam kasus ijazah palsu Jokowi.
- Putusan ini menjadi babak baru dalam polemik ijazah Jokowi yang sudah berkali-kali kandas di berbagai pengadilan.
- Dokumen yang diminta meliputi bukti legalisasi, verifikasi KPU, dan SOP terkait pencalonan Jokowi sebagai pejabat publik.
- Jika tidak ada kasasi dari UGM atau Bonjowi, putusan PTUN akan berkekuatan hukum tetap dan dokumen harus dibuka.
- Terdapat kontroversi terkait penyitaan dokumen oleh Polda Metro Jaya yang dianggap tidak relevan dengan pokok perkara.
- Polemik ini menimbulkan perdebatan tentang keterbukaan informasi pejabat publik dan perlindungan data pribadi.
Chapters
- 00:00Putusan PTUN Tolak Banding UGM
- 03:46Hakim Tolak Dalih UGM soal Data Pribadi
- 06:40Permintaan Dokumen Akademik Jokowi
- 09:12Pelaksanaan Putusan dan Kontroversi Penyitaan Dokumen
- 12:06Dokumen Pencalonan Jokowi Sebagai Pejabat Publik
- 15:36Polemik dan Dampak Putusan PTUN
- 22:06Kesimpulan dan Implikasi Hukum
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
UGM kalah artinya UGM ditolak bandingnya. Ini memalukan sekali, Mbah. Iya. Saya selaku alumnus UGM malu saya.
Speaker A
[musik] Putusan Tun, putusan KIP sudah menyatakan bahwa itu bukan rahasia pribadi. Sehingga Jokowi wajib memperlihatkan kepada masyarakat apa yang dilakukan mereka. Halusinasi.
Speaker A
[musik] Beliau akan menunjukkan ijazahnya di persidangan. [musik] Ini adalah beberapa dokumen untuk pencalonan Jokowi sebagai pejabat publik.
Speaker A
Jangan salah ya, Pak Jokowi itu siap sesiap-siapnya berkaitan dengan masalah keterbukaan informasi ini. Tidak ada yang ditutupi.
Speaker A
[musik] Kalau UGM tidak memenuhi putusan ini, maka berarti akan menghalangi atau tidak mendukung tuntasnya sebuah urus pidana.
Speaker A
Menghalang-halangi itu ada ancaman hukumannya disebut sebagai obstruction of justice. [musik] [musik] [musik] [musik] Perkara ijazah Presiden ketujuh Republik Indonesia Joko Widodo masih terus jadi sorotan. Terbaru, Pengadilan Tata Usaha Negara menolak keberatan Universitas Gadjah Mada dalam sidang sengketa informasi ijazah dan hakim menyatakan
Speaker A
salinan ijazah serta transkrip nilai milik Joko Widodo merupakan informasi terbuka. Apakah ini berarti publik bisa melihat langsung ijazah mantan Presiden Jokowi?
Speaker A
Ikuti penelusuran kami bersama saya Berliana Mileni inilah Insadilan. [musik] Tata Usaha Negara Jakarta menolak seluruh permohonan keberatan yang diajukan Universitas Gadjah Mada terkait keterbukaan informasi ijazah mantan Presiden Joko Widodo. Putusan ini menguatkan penetapan Komisi Informasi Publik yang mewajibkan UGM membuka
Speaker A
dokumen akademik Jokowi kepada publik. Selain menolak banding UGM, majelis hakim juga membebankan biaya perkara sebesar Rp648.500 kepada pihak UGM.
Speaker A
Dalam pertimbangan hukumnya, Majelis Hakim PTUN Jakarta menegaskan hak masyarakat untuk mengetahui riwayat pendidikan pejabat negara mengalahkan klaim kerahasiaan data pribadi.
Speaker A
Hakim menolak dalih UGM yang mempermasalahkan batas waktu permohonan informasi serta alasan perlindungan data pribadi.
Speaker A
UGM kini wajib menyerahkan dan membuka seluruh dokumen akademik Joko Widodo ke publik. Sementara Roy Suryo kembali mendaftarkan permohonan praadilan keempat terkait pencekalan terhadap dirinya oleh Polda Metro Jaya dalam perkara dugaan ijazah palsu Presiden ketujuh Republik Indonesia Joko Widodo.
Speaker A
[musik] Terkait putusan PTUN kemarin yang memang sudah menolak keberatan dari Universitas Gadjah Mada dan memutuskan memang ijazah Joko Widodo ini salinan dan transkripnya ini bersifat dokumen terbuka bagi publik. Ini seperti apa tanggapannya?
Speaker A
Majelis Hakim Tun menyatakan menguatkan putusan Komisi Informasi Pusat baik pertimbangan hukumnya maupun tuntutan yang diminta oleh Bonjowi. Kami dari Bonjowi kaget dengan putusannya karena yang kita hadapi itu kan Jokowi dan kroninya. Kami tempatkan UGM itu sebagai kroni dari Jokowi karena selama
Speaker A
ini sikap UGM sendiri menutup jalan bagi masyarakat yang ingin mengetahui soal kebenaran ijazah Jokowi ini selalu berlindung di balik alasan bahwa dokumen terkait ijazah Jokowi merupakan informasi publik yang dikecualikan artinya tidak bisa dibuka ke publik walaupun Jokowi tidak menjadi pihak
Speaker A
dalam sengketa informasi publik di KIP tetapi objeknya tentang ijazah Jokowi. Secara tidak langsung Jokowi juga menjadi bagian dari perlawanan kami.
Speaker A
Karena melawan Jokowi ini sekelas Mahkamah Konstitusi saja dia bisa menelikung, dia bisa mengintervensi sehingga dengan mudah mengatur-ngatur, mengutak-atik Gibran lolos menjadi wakil presiden.
Speaker A
Karena Bonjowi melihat perdebatan soal ijazah Jokowi ini palsu atau asli, selalu kandas di mana-mana.
Speaker A
Di pengadilan pidana kandas, di peradilan perdata tata usaha negara kandas termasuk di KIP baru kita melihat ada titik terang. Karena kandas di mana-mana Bonjowi mengambil bagian hulunya. Bagian hulunya itu apa? Mulai hari pertama Jokowi daftar sebagai mahasiswa UGM
Speaker A
sampai dengan disebut-sebut dia punya ijazah. Bonjowi minta dokumennya. Jadi 20 dokumennya diminta Bonjowi itu akan merepresentasikan Jokowi ini benar kuliah di UGM atau tidak.
Speaker A
[musik] Kalau dia benar kuliah di UGM sampai tahapan mana? Heeh. Apakah hanya sarjana muda dan berhenti atau dia lanjut sampai dengan S1?
Speaker A
Terkait yang digugat oleh UGM yang dibanding ini isi detail putusan dari KIP-nya apa saja sih, Pak?
Speaker A
Putusan Tun kemarin itu kan menolak permohonan keberatan dari UGM dan menguatkan putusan Komisi Informasi Pusat yang mengabulkan permohonan Bonjowi. Permohonan Bonjowi itu lengkapnya seperti apa? Mungkin Ibu Leonia bisa akan menjelaskan. Yang kami minta itu sebetulnya ada tiga kategori.
Speaker A
Yang pertama adalah data yang terkait dengan perjalanan akademik Jokowi dari masuk sampai selesai. Dalam kategori ini ada dua putusan K. Yang pertama adalah tentang ijazah asli dan itu memang tidak bisa diberikan karena tidak ada karena dikuasai bersangkutan. Terus
Speaker A
kategori yang kedua yang kami minta bukti adanya permintaan legalisasi dan bukti permintaan verifikasi dari KPU.
Speaker A
Terus yang ketiga adalah SOP-SOP. Keberatan UGM tuh ada di kategori yang data akademik yang dianggap itu data yang harus dilindungi karena itu data pribadi. Padahal kami meminta sebagai data pejabat publik.
Speaker A
Jika nanti memang Joko Widodo membuka ijazahnya ini bagaimana dengan proses hukum selanjutnya? Kalau dalam 14 hari ini Bonjowi maupun UGM tidak mengajukan kasasi, berarti putusan berkekuatan hukum yang tetap.
Speaker A
Bagi Bonjowi, kami terima putusan ini karena putusan ini memang sesuai dengan tuntutan Bonjowi. Tapi kita belum tahu UGM. Kalau UGM ternyata juga tidak mengajukan kasasi, maka kami akan menyurati UGM supaya siapkan waktu kami datang untuk meminta dokumen yang kami
Speaker A
perlukan. Jokowi boleh menutupi ijazahnya, tetapi putusan Tun, putusan KIP sudah menyatakan bahwa itu bukan rahasia pribadi.
Speaker A
Sehingga Jokowi wajib memperlihatkan kepada masyarakat [musik] siapapun yang datang untuk minta diperlihatkan. Kapan mungkin masyarakat ini bisa melihat? Jadi paling tidak saya sudah 17 Agustus tim Bonjowi Heeh
Speaker A
datang UGM. Iya. Minta supaya putusan itu dilaksanakan. Ini ada hal yang juga menjadi tanda tanya yang selama ini belum pernah terjawab. Laporan Jokowi di Polda Metro Jaya itu soal pencemaran nama baik. Kok yang disita itu 500 dokumen terkait
Speaker A
ijazah Jokowi yang tidak ada hubungan dengan pokok perkara pencemaran nama baik. [musik] Di mata kami dia sudah tidak punya nama baik lagi karena dia sudah dicap oleh masyarakat sebagai raja ngibul. [musik] Jadi kalau dia mencari nama baiknya dalam kasus terkait dengan Roy Suryo dan
Speaker A
kawan-kawan, sebetulnya dia tidak akan menemukan nama baik itu dalam perkara ini. Bahkan kalau kita lihat berbagai kejanggalan di dalam kaitan dengan penyitaan itu sebetulnya permainannya semakin kotor. Mungkin Bung Jemi tunjukkan itu dokumen penyitaan ini.
Speaker A
Iya, Pak. Ini dokumen apa? Boleh dijelaskan penyitaan 507 dokumen terkait mulai dari hari pertama Jokowi daftar sebagai mahasiswa sampai dengan dia mendapatkan ijazah.
Speaker A
Nah, dokumen yang diminta oleh Bonjowi itu semuanya ada di sini. Jadi kalau besok Bonjowi datang UGM, UGM pasti tunjukkan ini. Ini diita.
Speaker A
Oke. Datanglah ke polisi. Polisi bilang, "Wah, ini sudah di pengadilan. Datanglah ke pengadilan." Dan kami pengadilan bilang, "Ya, saya enggak bisa buka karena ini masih proses persidangan." Sementara masyarakat berbondong-bondong. Ada yang gugat ke pengadilan negeri Solo, ada yang
Speaker A
pengadilan tata usaha negara Solo, ada yang ajukan ke pidana Bonjowi ke KIP. Semua minta ini. Jadi ini adalah upaya cerdik tapi tidak terpuji yang dilakukan oleh UGM, Polda dan Jokowi supaya masyarakat yang meminta itu tidak mendapatkannya.
Speaker A
Selain dari dokumen tadi, apa saja yang dibawa? Ini adalah beberapa dokumen yang merupakan hasil dari permintaan informasi publik kami ke tiga KPU, KPU Surakarta, KPU DKI, dan KPU RI ya untuk pencalonan Jokowi sebagai pejabat publik.
Speaker A
[musik] Ini untuk Surakarta pencalonan Walikota 2005. Heeh. Ini 2010 sama cuman ini fotokopinya jelek. Ini bersih. Ini DKI.
Speaker A
Coba dilihat ini ukuran fotokopinya beda ya. Bentuk fotok...
Speaker A
tanggal satu pun kemudian ini yang ini yang DKI ya ini yang eh KPU 2014 ini sama bentuk fotokopi berbeda. Ini masih cap merah tanpa tangga 2012-2014 dan ini adalah 2019 bentuknya berbeda.
Speaker A
lebih ada lonjongnya, ada persegi panjang dan cap biru. Keanehannya adalah UGM menyatakan mereka tidak menguasai permintaan legalisasi ijazah.
Speaker A
Oh ya, legalisasi tahun 2005 masih oleh pejabat yang sama di tahun 2014 [musik] yang berbeda cuman di 2019 saja. Jadi ini artinya dia legalisir untuk kebutuhan walikota sebagai calon walikota, tapi dia gunakan sampai dengan dia calon presiden.
Speaker A
[musik] Padahal bagi semua calon penyelenggara negara yang mau mendapatkan jabatan lewat Pilkada, Pilek atau Pilpres itu setiap mau menjadi calon itu legalisir ulang. Persyaratan legalisir itu diwajibkan oleh Undang-Undang Administrasi Pemerintahan harus diberi tanggal. Karena ketika dia mau gunakan
Speaker A
lagi dilihat tanggalnya 5 tahun yang lalu, KPU harusnya nolak. Apalagi ijazah palsu di kalangan pejabat publik ini adalah penyakit akut yang sampai sekarang pemerintah gagal menertibkan.
Speaker A
Kalau semisalnya selanjutnya ada upaya hukum nih terkait yang tadi putusan PTUN ini berarti kami lawan.
Speaker A
Berarti kami lawan kami lawan saya lawan ya. akan bayar mahal karena setelah sampai kasasi diputus dan putusannya sama Bonjowi akan gugat UGM secara perdata dan kalau kasasinya kita menang lagi makin terpuruklah UGM jadi nama baiknya kan [musik] berarti ketika ijazah Jokowi ini sudah
Speaker A
diukah untuk publik sebetulnya nanti masyarakat bisa melihatnya lewat Nah sebetulnya salah satu perhitung kami di KP itu adalah meminta ee KPU itu m-publish berkas pencalonan Jokowi di website-nya mereka sehingga mereka enggak repot-repot harus memberikan satu persatu ke setiap yang meminta karena
Speaker A
itu harus transparan kan berkas pencalonan dari Walikota DKI ya sampai dengan KPU. [musik] Itu yang saya minta Jokowi. Kalau memang berani foto bersama pejabat UGM, pegang ijazahnya.
Speaker A
[musik] [musik] [musik] [musik] [musik] Bang Roy siap, Bang. ee tadi sudah menjalankan sidang prapadan ketiga yang dimohon oleh Bang Roy ini R juta ya. Iya R6 juta.
Speaker A
[musik] R6 juta. Ini memang kerugian yang sudah di ini memang itu semua ada aturannya dan sebenarnya jauh lebih dari itu.
Speaker A
Terus terang saja Mbak pada tanggal 19 Juni ketika saya pagi hari itu ditangkap secara tidak sah siang dan sorenya itu sebenarnya ada undangan satu podcast satu TV dan itu tentu ada kerugian. Dan sabtunya harusnya saya berangkat ke luar
Speaker A
kota bahkan ke luar pulau ya gitu. Dan itu saya sudah beli tiketnya, [musik] saya sudah juga kemudian memberikan konsultasi dan itu ada nilainya nilainya puluhan juta sebenarnya gitu loh. Dan itu yang kemasuk kerugian saya [musik] karena itu ada kerugian material
Speaker A
yang ada dan ada kerugian imateri dan itu totalnya R6 juta. Mau sampai kapan nih Bang Roy?
Speaker A
Praadilan. Inilah yang menarik karena ini adalah tahun di mana pemberlakuan KUHP Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan KUAP Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang baru bahwa peradilan itu sekarang itu harus didahulukan tidak boleh ditabrak oleh pokok perkara seperti waktu zaman dulu.
Speaker A
Ini eksklusif nih bahwa menurut SIPP sistem informasi penelusan perkara ya ee Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan mengidangkan juga praadilan untuk sahabat kita, sahabat saya drter Tifa jadi dia pun akan maju praper juga. Jadi artinya apa? Minggu depan Dr. Tifa akan
Speaker A
mulai praper pada hari Rabu. Saya minggu ini sudah mulai pada hari Jumat. Prapreradan keempat nanti yang hari Jumat saya preradalan keempat. Dr peradilan yang pertama.
Speaker A
Pra peradilan keempat ini mau ngomong saya akan menggugat soal cekal, cegah, dan tangkal. Sampai kapan mengajukan pra peradilan?
Speaker A
Tunggu saja, Bang Roy. Ini terkait ee putusan KP ini kan jasa itu kan harus terbuka tapi kemudian akhirnya di acukan keberatan oleh Universitas Gajah.
Speaker A
Nah, kalau dari Bang Roy ini melihat langkah yang diambil seperti apa? Gini, jadi kita harus berterima kasih dulu pada dua pihak. I yang pertama pada sahabat saya Dr. Bonua Silal yang melakukan terobosan ini dengan mempertanyakan ke KIP dan
Speaker A
kemudian diteruskan oleh kelompok namanya ee Boncowi bongkar ijazah Jokowi. Artinya apa? Artinya ini akan membuka semua tabir bahwa sebenarnya yang namanya ijazah Jokowi itu bukan hal yang patut disembunyikan atau dikecualikan.
Speaker A
Apa yang saya lakukan itu adalah untuk kepentingan publik. Dan makanya kalau saya kemudian dituntut dengan pencemaran fitnah itu akan gugur kalau bisa dibuktikan bahwa saya melakukan untuk kepentingan publik dan inilah gunanya.
Speaker A
Apalagi UGM ketika kemudian melakukan banding terhadap itu dan UGM kalah artinya UGM ditolak bandingnya. Ini memalukan sekali, Mbak.
Speaker A
Iya. Saya selaku alumnus UGM malu saya. Apa sih susahnya menunjukkan ee apa kalau itu memang dia salah satu alumnus yang katanya membanggakan kok malah melakukan banding dan ternyata terbukti kalah. Keluarga besar UGM harusnya memberikan satu penalti ya atau
Speaker A
memberikan satu pelajaran bagi pengurus di UGM ya yang kemudian telah melakukan hal yang sangat memalukan ini.
Speaker A
UGM ini sampai mengacukan keberatan ini apa alasannya? dia pasti ada sesuatu yang pengin dia lindungi.
Speaker A
Ada pesanan dari apa ya? Saya saya mengatakan pesanan karena apa? Masa yang namanya ijazah yang harusnya itu membanggakan bagi kita itu harus disembunyikan. Itu kan harusnya kan tidak ada soal ya. Ijazah itu saya akan tunjukkan misalnya kayak ini misalnya.
Speaker A
Nah, ini kan pertama kali itu kan ditunjukkan oleh Dian Sandi Utama ya pada tanggal 1 April 2005. Ini adalah sekaligus jawaban saya. Ada orang-orang oknum-oknum ya, termul-termul yang sekarang mempertanyikan ijazahnya mana?
Speaker A
Ini dari ijazah dokter saya. Ijazah S1, S3, S3. Ini dari Universitas Negeri Jakarta yang saya tunjukkan bahkan ee saya juga dengan tegas ya kalau itu misalnya kemudian ditanya dengan mudah saya akan tunjukkan. Tidak hanya ijazah. Ini transkrip nilai. Transkrip nilai pun
Speaker A
saya dengan bangga saya tunjukkan. Lihat itu IP komulatornya 3,8. sangat ee memuaskan. Ini transkrip nilainya ya.
Speaker A
Kemudian ini ijazahnya. Kalau ijazah asli ya gini nih. Ada embosnya, ada kemudian watermark-nya dan saya berani menunjukkan ijazah ini.
Speaker A
[musik] Itu yang saya minta Jokowi. Kalau memang berani foto bersama pejabat UGM, pegang ijazahnya baru itu benar-benar dipercaya. Ini pertama kalinya saya tunjukkan juga ya di depan media ya. Ini lihat ini adalah ketika saya melakukan sidang apa terbuka
Speaker A
ya S3. Kemudian setelah itu nih saya ketika kemudian bersama para profesor ya berani enggak Jokowi?
Speaker A
[musik] Dan kemudian ini yang kemudian wisuda nih yang katanya saya enggak pernah wisuda. Tuh lihat ini wisuda saya ya pada bulan Maret tahun 2024. Dan ini yang paling penting. Ini pertama kali saya tunjukkan surat pencataan ciptaan.
Speaker A
Jadi ini sudah dilindungi oleh hak cipta. Oke, karya saya, karya dari promotor. Iya. Dan dan apa k tugas akhir saya, disertasi saya berarti eksklusif hanya di Fil ini tunjukkan pertama.
Speaker A
Ini pertama kali pertama kali saya tunjukkan. Oh, iya iya iya betul. Dan terima kasih kepada iws oke ini pertama kalinya ya saya tunjukkan.
Speaker A
Makanya saya juga bilang ya orang-orang yang enggak update kayak gitu tuh mungkin apa? Mungkin perlu minum obat karena mereka itu pening kepala. Oke ya. Parah banget mereka itu ya. Pak Rahmen. Nah ini Pak Rahmen parah banget pikiran mereka ya. Pak
Speaker A
Rahmen mereka itu berarti menandakan bahwa keputusan PTUN menolak keberatan UGM. Oh itu sudah betul. Ada satu orang yang ditanya ijazahnya disembunyikan hanya di peradilan. Peradilan apa ya itu mungkin peradilan Tuhan nanti.
Speaker A
Kalau semisalnya nih Bang Roy Pak Jokowi menunjukkan ijasanya begitu. Apakah ini akan menjawab seluruh pertanyaan?
Speaker A
Iya. Kalau mau nunjukkan Wijazen kenapa enggak dari dulu? Sekarang baru nunjukkan nanti akan banyak gerakan dan saya percaya nanti kalau sudah sidang panjang ini bisa 3 tahun ini nanti sidangnya praktid 4 kalau lakukan ini itu yang terakhir gitu loh
Speaker A
yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat kita Roy Suryo. Kamu jadi jangan seorang pengecut. Masuk aja ke pokok perkara. Kita lihat.
Speaker A
[musik] Sakit kepala minum Paramex. Gue andalan nih. Paramex cepat kerjanya gak pakai lama. Cepat redakan sakit kepala aman sesuai dosis anjuran untuk redakan nyeri. Sakit kepala paramx obatnya. Produksi Kimex.
Speaker A
Welcome to the Grand Prix final. Look who's fighting for the title. Ooh, it's sexual racing.
Speaker A
Nobody's managed to break the red team's dominance. Will there ever be one? [musik] The red team is still holding on to the lead. That's incredible.
Speaker A
[musik] The red team is driving with total confidence. Stu everything out of the pit. Look at the face. There will [musik] [musik] tenggorokan kering haus ya. Asiknya minum Adem Sari. Herbal nyaman ditenggorokan.
Speaker A
Adem Sari pereda panas dalam nomor satu. Adem sari ada tanpa soda dan tinggi vitamin C.
Speaker A
Indis ekonomi terus gerak kejar rezeki. Nyeri otot lagi minum Neoremasilo. Andalanku juga ahlinya redakan nyeri otot, nyeri sendi dan pegal.
Speaker A
Nyeri keram kebas kesemukan, Neoremasil nyuro. Neoremasil terus bergerak saat menyerah bukan pilihan. Bukan sekedar air pegunungan. Pristin 8,6 Plus dengan teknologi nomor 1 Jepang yang dapat memecah molekul, bantu cepat menghidrasi tubuh. Pristin 8,6 plus.
Speaker A
Canggih airnya beda manfaatnya. Situasi genting harus ekstra cepat. Aduh. Bodrek cepakan sakit kepala. Aduh sakit kepala berat nyeri. Minum bodrex ekstra bodrex dengan smart formula. Kalahkan sakit kepala dan nyeri.
Speaker A
Bodrex terus menangkan harimu. Welcome to the grand final. Look who fighting for the title. It's sexual racing.
Speaker A
Nobody's managed to break the red team's dominance. Will there ever be one? [musik] The red is still holding on to the lead.
Speaker A
That's incredible. [musik] The red team is driving with total confidence. Stu everything out of the pit. Look at the face. There will [musik] [musik] genting harus ekstra cepat.
Speaker A
Aduh, Bodrek cepat sakit kepala. Uh, sakit kepala berat. Nyeri minum bodrek ekstra. Bodre dengan smart formula, kalahkan [musik] sakit kepala dan nyeri.
Speaker A
Bodre terus menangkan harimu. Bukan sekedar air pegunungan. Pristin 8,6 Plus dengan [musik] teknologi nomor 1 Jepang yang dapat memecah molekul bantu cepat menghidrasi tubuh. Pristin 8,6 Plus. Canggih airnya beda manfaatnya.
Speaker A
Sakit kepala minum Paramexe. Andalan nih Paramex cepat kerjanya gak pakai lama. Cepat redakan sakit kepala aman sesuai dosis anjuran untuk redakan nyeri. Sakit kepala paramox obatnya. Produksi Konimex.
Speaker A
Ah check out ah. Hah? Katanya cinta fotoku habis aja enggak tahu. Kan udah diisi smartfame kuota nonstop.
Speaker A
Jangankan belanja aplikasi penting lain tetap aktif tuh. Jagoan. Cuma smartfend [musik] yang punya nonstop kuota.
Speaker A
Saat aktivitas padat saatnya level up. Minum Hemafiton Action Imon Up. Imune up formula dengan buffer vitamin C. D3 zink dan ginseng ekstrak bantu jaga daya tahan tubuh siap [musik] taklukkan hari jangan sampai drop dong minum Hemafiton Action imun up satu kali sehari action
Speaker A
lag baru Hemafiton Action energy drink energy gue untuk siap action saat ada tantangan lebih, ini waktunya challenge your action Hema Viton Action Imut up Hema Viton action energy drink ambil bentarong eh tolong kuota habis pas ngurus orderan bisa kurus nih
Speaker A
kan pakai smartf kuota nonstop Jangankan urus orderan, aplikasi penting lain tetap aktif. Jago friend yang punya nonstop kuota.
Speaker A
Sirnas Ajakarta hanya di Inews Premium Sport. Saat aktivitas padat, saatnya level [musik] up. Minum Hemafiton Action Impune Up formula dengan buff vitamin C, D3, zink, dan ginseng ekstrak. Bantu jaga daya tahan tubuh. Siap taklukkan [musik] hari. Jangan sampai drop dong.
Speaker A
Minum Hemafiton action imon Up satu kali sehari. Ready action lagi. Baru Hemaiton [musik] Action energy drink. Energy gue untuk siap action. Saat ada tantangan lebih, ini waktunya challenge your action. Hema Viton Action emote up. Hema Viton Action energy drink.
Speaker A
Kulit kepala pria lebih rentan berketombe. Pakai shampo pria untuk perlindungan lebih baru Clearman Ultra.
Speaker A
Tiga kali sculp barrier defense tiga kali perlindungan ultra lawan ketombe dan minyak. Performa ultra 48 jam dengan Clearman Ultra. Ganti ke Clearman.
Speaker A
Ambil. Eh, tolong [berteriak] kuota habis pas ngurus orderan bisa kurus nih. Kan pakai smartfend kuota nonstop.
Speaker A
Jangankan ngurus orderan aplikasi penting lain tetap aktif. Jago yang punya nonstop kuota. [musik] [musik] [musik] terkait kemarin itu putusan petun menolak gitu ya keberatan dari Universitas Gadjah Mada soal salinan ijazah Jokowi ini harus terbuka begitu ya.
Speaker A
Pak Andi sendiri nih melihatnya ee seperti apa? Kalau saya melihatnya ini ya mungkin it's too late gitu ya.
Speaker A
Dalam hal ini kan kita melihat bahwasanya kalau ijazah pajak itu ada di pengadilan negeri Jakarta Timur ya dalam ini juga dalam kejaksaan juga [musik] sudah memegang itu yang sebagai bahan materi nanti dalam sidang pokok perkara drtera maupun Roy Suryo. Kalau kembali
Speaker A
lagi apa yang dilakukan oleh katakanlah Bon Jowi ya. Iya. Ya, menurut saya bukan membongkar, mencari sensasi lah.
Speaker A
Buat apa lagi buat gitu. Tapi ya ini tidak ada hubungannya dengan Pak Jokowi. Semua pemimpin atau birokrat kalau di-challenge oleh sekelompok masyarakat ada orang-orang yang ingin melakukan ya suatu hal yang unquot genit-genit lah. [tertawa] Ingin membongkar salah satu
Speaker A
Heeh. ee pejabat publik ini gitu ya. Mau tidak mau ya harus dibuka semua. Tapi kalau kita melihat ada sisi burka pasti juga ada. Bisa saja presiden ini dijadikan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk menekan lawan politik.
Speaker A
Tapi dalam konteksnya yang untuk Pak Jokowi ini, ini sudah barang bukti di persidangan. Kalau misalnya dibuka apa faedahnya? Apa [musik] untungnya? Ini kan sudah masuk ke dalam ranah pengadilan, pidana gitu.
Speaker A
Berarti akan ada kemungkinan nanti ee Bapak Jokowi menunjukkan ijazahnya g loh. Bukan ada kemungkinan. Beliau akan menunjukkan ijazahnya di persidangan.
Speaker A
Memang kalau kita melihat apa sih yang mereka cari? Wah, saya mencari kebenaran. Kebenaran apa yang akan kau cari? Kebenaran itu akan muncul ketika terjadi suatu perselisihan yang di mana?
Speaker A
Di lembaga pengadilan, [musik] bukan di lembaga-lembaga jalanan yang sifatnya untuk ya asumsi-asumsi yang dia glorifikasikan untuk menarik atensi publik dan membenarkan apa asumsi mereka. Bukan itu.
Speaker A
Pak Jokowi sendiri sebetulnya mengikuti enggak sih ini kayak ada Bon Jowi dengan ini kasus-kasus seperti ini tanggapannya se beliau itu mengikuti dia melihat semua perkembangan seperti apa [musik] responnya seperti apa, Pak?
Speaker A
Ya luar biasa. Saya sempat kaget juga waktu saya ketemu beliau diskusi dia mengikuti ketika diraket bersuara. Heh.
Speaker A
Dia ikut ya nonton nonton. Dia nonton. Betul. Berarti enggak pernah keberatan ya, Pak Jokowi itu maksudnya dibahas seperti itu ya, Pak? datang B enggak masalah.
Speaker A
Dia senang diskusi dan juga dia tahu kok apa bing perkembangan-perkembangan politik gitu loh. Karena dia punya data-data juga. Bagus juga kalau setiap pejabat publik kemudian jadi mantan ya itu jangan jangan kudet. Kemudian beliau itu bisa memberikan masukan kepada pemerintah sekarang.
Speaker A
Tapi kalau dari ee kacamata pandi melihat ini UGM memberikan ee keberatan gitu ya dengan putus KP. apa sih pertimbangannya mereka ini? Akhirnya aku iya itu lagi saya bilang tadi masalah ketika itu semua diperlihatkan ini yang jadi presiden nanti ke depan
Speaker A
apa efeknya nanti mohon maaf aja belum tentu semuanya itu mereka kuliah kan [musik] ee banyak anggota DPR mereka itu kejar paket bukan yang ataupun kuliah [musik] dengan adanya seperti ini ya UGM juga pasti juga kuat angkut ya didongrade
Speaker A
gitu [musik] oleh siapa ya didonggrade oleh alumninya sendiri. Langkah apa sih, Pak yang harusnya diambil begitu ya supaya selesai dengan mekanisme hukum yang tepat dan terbuka juga maksudnya untuk masyarakat tidak gadu lagi gitu.
Speaker A
2 tahun loh ini jadi perbincangan masyarakat juga kan semua juga. Iya. Internasional juga pembicaraan juga teman-teman diaspora itu juga membicarakan hal seperti ini suatu hal yang menurut saya remeh-temeh sebetulnya ya. sesuatu hal yang tidak mempunyai benefit yang baik gitu loh yang memang
Speaker A
harus dilakukan ini karena ada ya elit-elit yang ingin namanya berselancar dalam kondisi ini untuk meningkatkan kepentingan-kepentingan mereka dan tujuan-tujuan mereka itu gitu. Jadi, jadi bahan politik.
Speaker A
Kalau kita bicara secara hukum murni enggak seperti ini, cepat selesai karena unsur politik masuk di dalam akhirnya berlarut-larut. Jadi harus lakukan apa nih Pak?
Speaker A
Di pengadilan. Oh, mengikuti proses persidangan. [musik] Proses persidangan terus harus berjalan. Untuk Roy Sorio udahlah praktid tempat kalau lakukan ini, itu yang terakhir gitu loh.
Speaker A
Yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat kita Roy Suryo. Kamu jadi jangan seorang pengecut. Masuk aja ke pokok perkara. Kita lihat.
Speaker A
Jangan lagi Anda memanfaatkan yang cela-cela hukum. Puhap baru ya yang bahwasanya perapit itu didahulukan sebelum masuk ke pokok perkara. Sudah cukuplah.
Speaker A
Tadi saya melihat e Pak Adi bawa sesuatu nih mungkin bisa ditunjukkan tadi. Iya. Yang menarik itu ketika di dalam PN Jakarta Timur itu setelah selesai tertiba mengatakan ijazah asli ada di saya.
Speaker A
Yang benar adalah ini ya, meterannya warna merah yang kalau saya lihat tu punya Pak Bambang yang selama ini dibawa bawa oleh Roy Surio di UGM tahun 1985 itu ada empat gelombang dalam wisuda. Gelombang pertama itu adalah di bulan Februari. Nah, di
Speaker A
gelombang itu Pak Jokowi tidak ada teman-temannya yang ee tahun 0 itu di wisuda. Di gelombang kedua itu di bulan Mei. Nah, itulah yang dibawa oleh dr.
Speaker A
Tifa itu ijazah dari Pak Bambang yang dia katakan [musik] warna meternya warna merah 500 dia sebut.
Speaker A
[musik] Saya punya contoh di bulan yang sama. Heeh. dengan Pak Bambang. Iya. Ini angkatannya Pak Jokowi yang tercepat. Ada tiga orang gitu.
Speaker A
Tahun 1985. 1985 masuknya 80. Oh, masuknya 80. Berarti masih materai merah. Berapa harganya nominalnya? Itu 100 bukan 500.
Speaker A
Kemudian di bulan apaagi ada? Yaitu di bulan Agustus. itu warna hijau. Tapi saya bawa ini adalah di bulan November warna hijau 100 ya.
Speaker A
Nah, kalau dia katakan bahwa warna hijau 100 itu adalah sarjana muda, itu bohong besar dokter Tifa itu.
Speaker A
Buktinya apa? Ini tem Pak Jokowi ini sudah disita juga ini ijazah aslinya untuk sebagai barang bukti nanti. Ini jelas untuk itu ya. Nah itu kita lihat Jokowi Pak Jokowi punya. Ah ya.
Speaker A
Jadi sudahlah kalau kita melihat itu semua apa yang dilakukan mereka? Halusinasi. [musik] Kalau UGM tidak memenuhi putusan ini, maka berarti akan menghalangi atau tidak mendukung tuntasnya pidana.
Speaker A
Menghalang-halangi itu ada ancaman hukumannya. [musik] [musik] [musik] [musik] terkait putusan PTUN kemarin yang menolak banding dari Universitas Gadjah Mada yang akhirnya memang sebetulnya ee menyetujui begitu ya kalau dokumen Ijazah Joko Widodo ini memang adalah dokumen yang terbuka untuk publik.
Speaker A
Tanggapan seperti apa, Pak? Tentunya putusan tersebut harus diapresiasi dan kita harus hormati. Karena kenapa?
Speaker A
Itu produk hukum kan. Negara kita negara hukum. Kalau sudah seperti itu, mau enggak mau kita juga harus sepakat dengan keputusan tersebut.
Speaker A
Kayaknya momennya aja yang enggak tepat. Kenapa sih diajukan pada saat ini ee sedang ramai ee adanya dugaan laporan tidak pidana, perbuatan tidak menyenangkan, penghinaan, penistaan dan lain sebagainya. Dan itu sudah bergulir di pengadilan kan sebetulnya muaranya sama. Kalau saya melihat dari putusan
Speaker A
itu bukan hanya terkait ijazah, transkrip nilai yang memang itu juga harus dibuka gitu. Kemudian UGM mengajukan keberatan itu narasinya bisa saya terima juga. Ini kan ee lembaga yang sama ya direcokin oleh dua kepentingan.
Speaker A
Kepentingan berkaitan dengan masalah keterbukaan informasinya dan kepentingan dunia peradilan yang sekarang lagi bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang persidangannya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Ini kan ada persoalan tentunya kan dalam konteks pemeriksaan perkara pidananya kan di sana ada yang namanya penyitaan yang
Speaker A
dilakukan oleh penyidik. Dokumen itu kan diambil enggak bisa kemudian ada di UGM berkaitan dengan transkrip nilai dan yang lain-lain gitu kan. Dan posisinya ada di Polda Metro gitu. Itu yang menjadi persoalan. Apakah setelah ini akan diperlihatkan ke publik
Speaker A
ee ijazah Jokowi Pak? Kalau kita melihat putusan dan ini kan sudah berkekuatan hukum harusnya dibuka.
Speaker A
Cuma saya dibilang tadi untuk membuka ini juga kan enggak sederhana itu karena wilayah ee dokumen ada di penyidikan ya dan sekarang sudah masuk ke tingkat persidangan. barangkali nanti pada waktu dibuka itu di pengadilan enggak sekyong-konyong kemudian ee berdasarkan perintah itu kemudian
Speaker A
dibuka. Tidak. Karena kan ee pengadilan itu akan pasti mendahulukan kepentingan hukum-hukum yang berlaku. Hukum-hukum yang berlaku itu dalam hal ini apa ya?
Speaker A
persidangan itu tadi perkara Roy Suryo dan Tipa itu nanti yang akan dikedepankan dan kalau nanti memang harus dibuka itu harus dapat izin dari ketua Mahkamah Agung dan Presiden.
Speaker A
Jangan salah ya Pak Jokowi itu siap sesiap-siapnya berkaitan dengan masalah keterbukaan informasi ini. Tidak ada yang ditutupi.
Speaker A
[musik] Dia pernah menjabat sebagai walikota Solo dua kali, Gubernur satu kali, Presiden dua kali.
Speaker A
Oke. Tapi di ranah itu enggak ada orang ngeributin gitu ya. Oke. Kalau semisalnya nanti ketika ijazahnya dibuka tapi masih ada yang belum terima itu seperti apa, Pak?
Speaker A
Enggak bisa dong. Kalau sudah diperlihatkan masih enggak terima juga ya kan enggak bisa seperti itu juga ya.
Speaker A
Harus mau enggak mau d suka dan enggak suka. [musik] Kan memang itulah produk sebuah ijasa.
Speaker A
Apalagi yang dipermasalahkan kan [musik] UGM sudah mengakui Pak Jokowi kuliah di sana ada teman-temannya seharusnya ini selesai gitu.
Speaker A
Apakah bisa dikatakan dengan putusan PTON kemarin polemik ini sebetulnya sudah usai Pak? Kalau saya lihat secara keterbukaan informasinya yang selama ini katanya tidak terbuka padahal enggak pernah ada yang minta juga ya menurut saya selesai dalam konteks status ijazahnya. Tapi
Speaker A
kasus ini terus bergulir dong. Jangan sampai juga ini dimaknai begitu ini dianggap selesai, selesai juga perkaranya gitu kan.
Speaker A
[musik] Di sini ada rana pidana yang sudah dilakukan. Apa? Yaitu tadi penghinaan, [musik] he perbuatan tidak menyenangkan, ya penistaan dan juga ee pasal 32 dan 34 Undang-Undang IT 35 Undang-Undang ITE itu yang saya lihat di dalam persoalan ini itu harus tetap
Speaker A
dijalankan bukan kemudian setelah ijazah Pak Jokowi diperlihatkan tuh ini bisa selesai. Tidak. [musik] [musik] Putusan PTUN ini yang menolak keberatan Universitas Gadjah Mada. keputusan KIP yang menyatakan bahwa dokumen ijazah Jokowi ini adalah dokumen terbuka. Ini kan ditolak oleh PTUN.
Speaker A
Memang ee dalam menjelaskan perkara sengketa informasi bahwa itu ada apa tidak, palsu atau tidak asli ini memang wilayah ee pengadilan PTUN. ee apa yang diartikan dan diributkan palsu atau asli ini di wilayah administrasi atau hukum administrasi ee disebut dengan sah atau
Speaker A
tidak sah. Oleh karena itu, putusan ini menjadi tepat bagi saya agar ee UGM membuka ee ijazah dimiliki oleh Pak Jokowi agar tahapan-tahapan proses itu sesuai dengan hukum atau syarat hukum administrasi terungkap.
Speaker A
Dengan membuka itu kan runtutan proses itu dapat diketahui kapan yudisiumnya, kapan KRS-nya dilakukan. Itu semua akan terbuka secara akademik. Kalau betul produknya berarti sah ya, bukan bukan ee asli tapi sah. Dengan sah ini berarti kan kaitan dengan proses pidana yang
Speaker A
sedang berlangsung tidak terjadi. Dianggap apa ee tidak berlaku. [musik] Yang didapatkan oleh Universitas Gadjah Mada kalau tidak melakukan apa yang diputuskan oleh PTUN? Apabila UGM [musik] tidak e mentaati setelah putusan berkekuatan hukum tetap tentunya ini sekarang baru tahapan PTUN, ada PT TUN,
Speaker A
[musik] ada Mahkam Agung yang menghidangi Tun. Nah, kalau sudah ingkrah atau ee berkuat tetap tidak dilakukan ya tentu akan kena sanksi.
Speaker A
Pendidang menugaskan seorang rektor di UGM untuk memimpin. [musik] Rektor mempunyai dekan-dekan yang berkaitan dengan ee fakultas yang menerbitkan ijazah. Jadi itu runtunannya sebagai bentuk administratif. Artinya mungkin akan ke rektor, ke [musik] menteri, bahkan ke presiden.
Speaker A
Ee lalu, Prof. Sebetulnya apa batasan antara mana dokumen pejabat publik yang memang sebetulnya nih hak masyarakat untuk tahu? atau [musik] ee dokumen yang sebetulnya ini wajib ditutup oleh sebuah lembaga pendidikan.
Speaker A
E penutupan rahasia itu ada syarat-syaratnya. Rasia negara misalnya tidak boleh dikeluarkan untuk publik [musik] karena ini akan menyangkut keselamatan negara. Kemudian dokumen-dokumen yang berrahasia itu semua dan ditandai dokumen rahasia itu selalu ada kodenya.
Speaker A
Untuk ee akademik yang berkaitan dengan ijazah itu bukan [musik] rahasia. berkaitan dengan UGM yang menyampaikan bahwa ini dokumen pribadi jadi tidak bisa dibuka. Komentarnya Prof seperti apa? [musik] Yang bersifat privasi itu ada kepribadian yang melekat dengan dirinya, kesehatannya. Tapi ini kan tidak, ini
Speaker A
pendidikan [musik] itu umum bahwa kealihan saya apa itu terbuka. Kalau bicara dokter bakal dipasang di pelangli rumahnya itu dokter [musik] siapa? itu menunjukkan bahwa kalau publik memerlukan ada dokter di sini bukan itu untuk reklame bahwa dia orang berupat tidak itu tujuannya. Nah, itu
Speaker A
kan juga bukan rahasia bahkan dibuka ke publik. Ini sudah diputus di KIP bahwa ini harus dibuka apalagi untuk menengahi ee sidang pidana yang ancaman hukumannya cukup cukup tinggi.
Speaker A
Setahun ini perlu dibuka supaya publik tahu dan yang bersangkutan yang berkaitan mendapat informasi yang jelas.
Speaker A
dari pihak pemohon hanya ingin membuka [musik] dokumen ijazahnya ini hanya di persidangan. Bagaimana, Prof?
Speaker A
Kalau di persidangan memang itu tempatnya. Tetapi saya ingatkan tadi sangnya di PTUN ee karena e persidangan di pidana tidak mengurusi soal pikiran orang.
Speaker A
Huku pidana mengatur hanya tentang perbuatan orang. Kalau penggunaannya iya andai kata seseorang menggunakan ijazah palsu itu di pidana. Orang membuat ijazah palsu itu di ranah pidana. Bagi saya justru kalau ini tidak dituntaskan, kalau UGM tidak memenuhi putusan ini
Speaker A
maka berarti akan menghalangi atau tidak mendukung tuntasnya sebuah pidana. Menghalang-halangi itu ada ancaman hukumannya.
Speaker A
Kalau orang mencoba tidak menyiarkan, tidak membuka sehingga terhalang keadilan yang disebut sebagai obstruction of justice.
Speaker A
Menghalangani keadilan. Ancaman hukumnya 7 tahun. Nah, jadi harus dibuka. Apalagi pengadilan ususan negara sudah memerintahkan untuk dibuka melalui putusannya.
Speaker A
[musik] Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara yang menolak keberatan Universitas Gadjah Mada menjadi babak baru dalam polemik keterbukaan informasi terkait dokumen akademik Presiden keet7 Republik Indonesia Joko Widodo.
Speaker A
Meski demikian, [musik] perkara ini belum serta-merta berakhir. Masih terdapat proses hukum dan langkah yang dapat ditempuh sesuai ketentuan yang berlaku.
Speaker A
Kejelasan informasi, kepastian hukum, [musik] dan sikap terbuka dari seluruh pihak akan menjadi bagian penting dalam menjawab berbagai pertanyaan yang masih muncul.
Speaker A
Jadi [musik] jangan bilang Anda tidak tahu permasalahan ini karena kami sudah memberitahukannya. [musik]
Topics:ijazah JokowiPTUNUniversitas Gadjah Madaketerbukaan informasiKomisi Informasi PublikRoy Suryodokumen akademikpolemik ijazahtransparansi pejabat publikkasus hukum











