Ulasan lengkap BYD M6 DM PHEV, mobil plug-in hybrid yang efisien dan fleksibel untuk perjalanan jarak jauh di Indonesia.
Ask about this video. Answers come from its transcript only — with the timestamp, so you can check them.
Generated from the transcript and can be wrong — check the timestamp.
Key Takeaways
- BYD M6 DM menawarkan solusi hybrid yang efisien dan fleksibel untuk perjalanan jarak jauh.
- Teknologi PHEV memungkinkan pengendaraan full EV tanpa mengorbankan jarak tempuh.
- Desain interior dan fitur pengemudi mendukung kenyamanan dan kemudahan adaptasi.
- Handling mobil stabil dan presisi berkat penempatan baterai di lantai.
- Konsumsi bahan bakar sangat irit, cocok untuk konsumen yang ingin beralih dari mobil konvensional ke hybrid.
What the video covers
- Review pertama BYD M6 DM dual mode dengan teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).
- Mobil MPV dengan posisi duduk nyaman, pengaturan jok elektrik, dan pandangan depan luas.
- Perubahan interior terutama pada tuas transmisi yang kini berada di belakang setir.
- Panel meter full TFT digital dengan indikator baterai dan bensin untuk memudahkan pemantauan.
- Perjalanan uji coba dari Jakarta ke Bogor dan BSD sejauh 150 km dengan konsumsi bahan bakar sangat irit.
- Terdapat tiga mode penggerak: full EV, series hybrid, dan parallel hybrid dengan perpindahan gigi seamless.
- Handling mobil terasa presisi berkat penempatan baterai di lantai mobil.
- Kekurangan meliputi posisi duduk yang agak tinggi dan tuas rem yang posisinya kurang ergonomis.
- Fleksibilitas pengisian bahan bakar dan baterai membuat mobil ini cocok untuk konsumen yang ragu beralih ke mobil listrik murni.
- Hasil konsumsi bahan bakar sangat efisien, hanya 0,26 liter untuk jarak 151 km dengan biaya sekitar Rp3.196.
Chapters
- 00:00Pembukaan dan pengenalan BYD M6 DM PHEV
- 01:00Posisi duduk dan fitur interior BYD M6
- 01:50Perjalanan uji coba dari Jakarta ke Bogor dan BSD
- 02:44Kekurangan dan catatan pada BYD M6 DM
- 03:45Mode penggerak dan teknologi hybrid BYD M6 DM
- 04:41Handling dan kenyamanan berkendara
- 06:42Hasil konsumsi bahan bakar dan efisiensi
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
Halo semuanya, selamat datang di YouTube channel Official Oto. Hari ini kita akan coba mobil terbaru dari BYD.
Speaker A
Benar banget, di belakang saya adalah BYD M6 DM dual mode dengan teknologi plugin hybrid electric vehicle. Ini jadi jawaban dari BYD untuk mungkin buat teman-teman konsumen yang masih takut ataupun bimbang untuk beralih ke mobil listrik murni dan tentu menawarkan efisiensi core dari plugin HD. Kita akan coba dari Jakarta ke Bogor lalu ke BSD dengan total jarak tembus sekitar 150 km dan kita akan cari tahu seberapa irit mobil ini.
Speaker A
[musik] Oke, kita pertama ngomongin posisi duduk lebih dulu. Jadi, seperti sama BYD M6 yang EV, duduknya masih sebuah mobil MPV.
Speaker A
Di mana pandangan ke depan ini memang benar-benar luas dan wide sekali. Memang pilar A-nya ini cukup panjang. Blind spot-nya memang ada, tapi diakalin sama BYD ada kaca di sini supaya kita bisa melihat titik paling terjauh dari si drivernya. Dan untuk posisi duduk ataupun berkendara juga reliable di mana kita bisa atur joknya di bagian drivernya dan arah sudah elektrik juga dan setirnya ini tilt dan teleskopik.
Speaker A
Jadi teman-teman bisa pilih posisi duduk yang paling terbaik ketika berkendara dengan BYD M6. [musik] di M6 EV ini ya.
Speaker A
Intinya sama seperti Anda kalau udah pernah pakai BYD M6 ini benar-benar identik sekali dari ruang kabinnya baik dari ruang kepala lalu juga lutut paha ini memang ngajiin posisi duduk berkendara yang memang bagus ya untuk perannya sebagai mobil MPV keluarga dan sekarang dibekali dengan teknologi plugin hybrid electric vehicle.
Speaker A
Ada berapa ubahan bagian interiornya dibandingkan BYD M6 yang electric vehicle yang EV terutama di bagian tuas transmisinya. Jadi sekarang yang tadinya ada di bagian konsol tengah sini sekarang dipindah ke bagian tuas di belakang setir sebelah kanan. Jadi bisa lebih mudah. Memang feel-nya agak berbeda mungkin ya. Ketika Anda lebih terbiasa pakai yang transmisi manual di bagian tengah harus pindah ke sini memang butuh adaptasi. Nah, di bagian tengah ini sekarang karena memang transmisi dipindah ke sini, ada beberapa penyimpanan yang dimanfaatkan BYD untuk kita taruh beberapa barang dan juga ada di bagian depan ini yang selain bisa taruh barang juga bisa untuk fungsi dari wireless charger untuk smartphone-nya.
Speaker A
Dan yang berbeda lagi di bagian panel meternya teman-teman sekarang sudah full TFT [musik] digital lebih banyak informasinya dan juga tentu lebih modernnya. Ya, karena memang ini adalah teknologi plugin hybrid electric vehicle, ada beberapa indikator-indikator yang ditambahin kayak misalkan ada indikator baterai, lalu juga sisa dari bensinnya, kita bisa baca informasinya dengan cukup jelas. [musik]
Speaker A
Oke, sekarang lanjut lagi perjalanan udah dari Jakarta sampai ke Bogor. Tadi full EV benar-benar full EV. Baterai sisa 65%. Sekarang kita akan lanjut ke daerah BSD untuk melihat lagi seberapa efisien mobil dual mode BYD M6 yang juga sebenarnya adalah teknologi PHEV. Sekarang kita lanjut ke lagi.
Speaker A
Ya, bisa dibilang ini jadi salah satu jawaban kali ya dari BYD untuk mereka ataupun konsumen yang mungkin masih ragu-ragu terus juga ada red society pakai mobil listrik ya terutama lagi jalan jauh. Nah, dengan teknologi DM ini biutnya DM dual mode gitu ya. Kita bisa lebih fleksibel untuk mengisi bensin, lalu juga untuk mengisi baterainya. Kita sudah jalan sejauh 127,5 km. Jadi dari Harmoni Sudirman, BYD, lalu ke Bogor sama Recon ke BSD dan ini kita mau ngarah ke Jakarta lagi. Itu sudah jalan 127,7 km dan itu pure EV tanpa ada status pun bensin yang terbuang. Jadi memang ada beberapa metode dari hybrid si BYD M6 DM ini. Pertama ada full EV mode. Tadi seperti saya bilang benar-benar menggerakkan rodanya full dari motor listrik. Lalu juga ada series. Mesinnya akan bekerja untuk mengisi si baterai untuk menggerakkan roda. Tapi fungsi ataupun kerja mobilnya tetap digerakkan sepenuhnya oleh si motor listriknya. Dan ada juga paralel.
Speaker A
Ketika ini mesin dan motornya bekerja bersamaan untuk kasih output ataupun tenaga yang juga berbeda. Tapi memang kita rasakan ketika mesinnya ini hidup, ini benar-benar seamless enggak kerasa getaran, benar-benar senyap seperti lagi bawa mobil listrik. Ya, ini juga terutama dibantu sama sistem transmisinya yang pakai single reduction gear di mana memang enggak ada perpindahan gigi sama sekali. Jadi, benar-benar kayak bawa mobil listrik untuk akselerasi.
Speaker A
Memang enggak ada perbedaan ataupun perpindahan gigi gitu ya. Jadi untuk memilih sistem hybrid ataupun EV-nya ini bisa kita atur di bagian tombol shortcut di bagian tengah sini ini ada bacaan EV, ada bacaan SV kita bisa atur di sini ataupun kita bisa atur di layar head unit-nya. Kita bisa pilih mau yang EV dulu atau mesin dulu. Tapi secara keseluruhan sistem hybridnya ataupun EV-nya ini switching [musik] secara intelijen. Jadi benar-benar disesuaikan dengan sisa baterai, gaya berkendara, dan juga bagaimana kita menginjak pedal akseleratornya. Dan nanti entar kita akan tes secara full to full untuk melihat gap antara average di mid dan juga di EV secara manual dengan metode full to full ya. Ngomongin handling sebenarnya masih sama baiknya seperti BYD M6 yang sebelumnya karena memang masih ada penempatan komponen baterai di bagian lantai mobil ini gitu ya. Ini membuat memang ketika ada baterai ini sedikit agak jongkok untuk duduknya tapi masih dalam batas yang cukup wajar ya untuk sebuah mobil yang memang ada rangkaian elektrifikasi apalagi PHEV ini tentu ada komponen baterai yang lebih besar tapi efeknya adalah bikin handling-nya terasa lebih presisi lalu juga enggak yang mantul-mantul banget.
Speaker A
Sekarang kita ngomongin kekurangan dari BYD M6 DM ini ya. Ini ada berapa catatan. Pertama tadi memang adalah posisi duduknya masih agak sedikit lebih tinggi gitu ya. Termasuk juga untuk pengaturan reclining-nya. Jadi benar-benar enggak bisa diatur sudut terbangnya. Meski memang sudut terbangnya sudah cukup oke sih ya. Tapi kan kalau misalkan bisa lebih ada pengaturan ini bisa lebih fleksibel untuk duduk di bagian baris tengah dari BYD M6 ini. Oh ya, ada juga kekurangan yang mungkin ini belum di-improve sama BYD ya. Tuas remnya ini masih sama seperti di BYD M6 yang EV di mana posisinya memang sedikit agak tinggi walau memang enggak setinggi seperti di BYD M6 yang EV ya. Ini masih cukup oke memang agak pegal mungkin untuk perjalanan stop and go gitu ya. Dan sekarang juga ada foot rest-nya di sebelah kiri. J. Kalau teman-teman ingat, di M6 yang terdahulu yang pertama kali kita coba, justru footrest-nya tuh masih ada di bagian tempat duduk si penumpang depan gitu ya. Itu belum dipindahin, tapi sekarang sudah dipindahin. Jadi bisa lebih enak, enjoy untuk driving dengan mobil ini. Iya.
Speaker A
Jadi sama sekali enggak ada spesifikasi yang dikasih tahu sama BYD soal mesin dan juga motornya. Hanya memberikan informasi soal mesin publikasinya di 1500 cc. Lalu juga motor penggerak roda depan. Baterai sudah pakai baterai khusus untuk hybrid PHEV. Selebihnya belum ada karena memang nanti akan ada beberapa rangkaian acara yang akan dilakukan sama BYD ya, terutama di pengenalan. Lalu juga nanti mungkin informasi dari harga untuk mobil ini yang kemungkinan akan dikasih tahu nanti mungkin ya di pameran GIIAS 2026 nanti.
Speaker A
[musik] Sekarang kita mau isi bensin. Kita ingin cari tahu seberapa irit menggunakan metode full to full dengan berkendara sejauh 150 km menggunakan full EV terus nonstop ini membuktikan bahwa teknologi PHEV, motoristik, serta baterai dari mobil ini memang benar-benar menawarkan efisiensi dan juga kefleksibelan yang memang ada di mobil PHEV ini. Setelah diisi bensin hingga bibir tangki, untuk berkendara sejauh 151 km hanya membutuhkan 0,26 L bensin saja atau menguatkan uang 3.196 rupiah.
Speaker A
Hasil ini belum bisa dibilang sebagai hasil mutlak atau pasti soal konsumsi BBM dari BYD M6 [musik] di PHEV ini. Ya, sekali lagi dalam pengujian atau acara yang dibuat oleh BYD Indonesia kali ini bersifat tantangan efisiensi, kecepatan tidak dipacu tinggi, berkendara sangat ecriving, dan sistem EV-nya mayoritas paling banyak.
Speaker A
127,7 km dan itu pure EV tanpa ada states pun bensin yang terbuang. Jadi memang ada beberapa metode dari hybrid si BYD M6 DM ini. Pertama ada full EV mode. Tadi seperti saya bilang benar-benar menggerakkan rodanya full dari motor listrik. Lalu juga ada
Speaker A
series. Mesinnya akan bekerja untuk mengisi si baterai untuk menggerakkan roda. Tapi fungsi ataupun kerja mobilnya tetap ee digerakkan sepenuhnya oleh si motor listriknya. Dan ada juga paralel.
Speaker A
ketika ini mesin dan motornya bekerja bersamaan untuk kasih output ataupun tenaga yang juga berbeda. Tapi memang kita rasakan ketika mesinnya ini hidup, ini benar-benar seamless enggak kerasa getaran, benar-benar senyap seperti lagi bawa mobil listrik. Ya, ini juga terutama dibantu sama sistem
Speaker A
transmisinya yang pakai single reduction gear di mana memang enggak ada perpindahan gigi sama sekali. Jadi, benar-benar kayak bawa mobil listrik untuk akselerasi.
Speaker A
memang enggak ada perbedaan ataupun perpindahan gigi gitu ya. Jadi untuk ee milih sistem hybrid ataupun EV-nya ini bisa kita atur di bagian tombol shortcut di bagian tengah sini ini ada bacaan EV, ada bacaan SV kita bisa atur di sini
Speaker A
ataupun kita bisa atur di layar head unit-nya. Kita bisa pilih mau yang EV dulu atau mesin dulu. Tapi secara keseluruhan sistem hybridnya ataupun EV-nya ini switching [musik] secara intelijen. Jadi benar-benar disesuaikan dengan sisa baterai, gaya berkendara, dan juga bagaimana kita menginjak pedal
Speaker A
akseleratornya. Dan nanti entar kita akan tes secara full to untuk ngelihat gap antara average di mid dan juga di e secara manual dengan metode full to full ya. Ngomongin handling sebenarnya masih sama baiknya seperti BYYD M6 yang sebelumnya karena memang masih ada
Speaker A
penempatan komponen baterai di bagian lantai mobil ini gitu ya. Ini ngebuat memang ketika ada baterai ini sedikit agak jongkok untuk duduknya tapi masih dalam batas yang cukup wajar ya untuk sebuah mobil yang memang ada rangkaian elektrifikasi apalagi Pif ini tentu ada
Speaker A
komponen baterai yang lebih besar tapi efeknya adalah bikin handling-nya kerasa lebih presisi lalu juga enggak yang mantul-mantul banget. Sekarang kita ngomongin kekurangan dari BYD M6DM ini ya. Ini ada berapa catatan. Pertama tadi memang adalah posisi duduknya masih agak
Speaker A
sedikit lebih tinggi gitu ya. Termasuk juga untuk pengaturan reclining-nya. Jadi benar-benar enggak bisa diatur sudut terbangnya. Meski memang ee sudut terbangnya udah cukup oke sih ya. Tapi kan kalau misalkan bisa lebih ada pengaturan ini bisa lebih fleksibel untuk duduk di bagian baris tengah dari
Speaker A
BYD M6 ini. Oh ya, ada juga kekurangan yang mungkin ini belum di-improve sama BYD ya. Tuas remnya ini masih sama seperti di BYD M6 yang EUV di mana posisinya memang sedikit agak tinggi walau memang enggak setinggi seperti di
Speaker A
BYD M6 yang EUV ya. Ini masih cukup oke memang agak pegal mungkin untuk perjalanan stop and go gitu ya. Dan sekarang juga ada food restnya di sebelah kiri. J. Kalau teman-teman ingat, di M6 yang terdahulu yang pertama kali kita coba, justru footr-nya tuh
Speaker A
masih ada di bagian tempat duduk si penumpang depan gitu ya. Itu belum dipindahin, tapi sekarang udah dipindahin. Jadi bisa lebih enak, enjoy untuk driving dengan mobil ini. Iya.
Speaker A
Jadi sama sekali enggak ada spesifikasi yang dikasih tahu sama BYD soal ee mesin dan juga motornya. Hanya memberikan informasi soal mesin pubikasinya di 1500 cc. Lalu juga motor penggerak roda depan. Baterai sudah pakai beterai khusus untuk hybrid PSV. selebihnya
Speaker A
belum ada karena memang nanti akan ada beberapa rangkaian acara yang akan dilakuin sama BYD ya, terutama di pengenalan. Lalu juga nanti mungkin informasi dari harga untuk mobil ini yang kemungkinan akan dikasih tahu nanti mungkin ya di pameran GIAs 2026 nanti.
Speaker A
[musik] Sekarang kita mau isi bensin. Kita ingin cari tahu seberapa irit menggunakan metode full to full dengan berkendara sejauh 150 km menggunakan full EV terus nonstop ini membuktikan bahwa teknologi PSV, motoristik, serta baterai dari mobil ini memang benar-benar menawarkan
Speaker A
efisiensi dan juga kefleksibelan yang memang ada di mobil PUV ini. Setelah diisi bensin hingga bibir tangki, untuk berkendara sejauh 151 km hanya membutuhkan 0,26 L bensin saja atau menguatkan uang 3.196. Rp196.
Speaker A
Hasil ini belum bisa dibilang sebagai hasil mutlak atau pasti soal konsumsi BBM dari BYD M6 [musik] di MPSV ini. Ya, sekali lagi dalam pengujian atau acara yang dibuat oleh BYY Indonesia kali ini bersifat tantangan efisiensi, kecepatan tidak dipacu tinggi, berkendara sangat
Speaker A
ecriving, dan sistem EV-nya mayoritas paling banyak bekerja atau belum mengandalkan kinerja HIV-nya. Tapi bagaimana menurut kalian soal BYD M6 di MPS EV ini? Coba sampaikan di kolom komentar dan sampai jumpa di video berikutnya.
Speaker A
bydt [berteriak]
Topics:BYD M6 DMmobil PHEVplug-in hybridmobil listrikreview mobil Indonesiaefisiensi bahan bakarmobil MPVteknologi hybriduji coba mobilmobil ramah lingkungan











