Review lengkap BYD M6 DM-i Cross, perbandingan tipe klasik dan cross, fitur, harga, dan pengalaman berkendara di Klaten.
Ask about this video. Answers come from its transcript only — with the timestamp, so you can check them.
Generated from the transcript and can be wrong — check the timestamp.
Key Takeaways
- BYD M6 DM-i menawarkan teknologi dual mode plug-in hybrid dengan pilihan tipe klasik dan cross.
- Perbedaan harga Rp10 juta untuk fitur panoramic roof dan captain seat cukup menarik.
- Mobil ini memiliki fitur keselamatan dan kenyamanan yang memadai untuk kelasnya.
- Pengalaman berkendara cukup nyaman meski setir terasa berat dan tidak terlalu sporty.
- Dealer BYD di Klaten menyediakan unit test drive dan pembelian dengan layanan lengkap.
What the video covers
- Video membahas BYD M6 DM-i Cross yang merupakan versi dual mode plug-in hybrid.
- Perbandingan mendetail antara tipe klasik dan cross, termasuk fitur panoramic roof dan captain seat.
- Harga tipe tertinggi sekitar Rp380 juta hingga Rp390 juta dengan perbedaan fitur dan baterai.
- Fitur tambahan seperti kamera 360, airbags lebih banyak, aplikasi handphone, dan spion auto retract.
- Pengalaman mengemudi dengan setir yang terasa berat namun tidak fun to drive, suspensi cukup nyaman.
- Perbedaan kapasitas baterai antara tipe klasik (7 kWh) dan cross (bisa cas sampai 100 km).
- Mobil cocok untuk rental dan penggunaan harian dengan performa mesin dan motor listrik yang terasa.
- Lokasi dealer BYD HK Klaten dekat rumah sakit Tegaloso sebagai tempat pinjam dan beli mobil.
- Pembahasan tentang pajak kendaraan PHV dibanding EV yang bebas pajak tahunan.
- Rencana modifikasi ringan seperti mengganti setir dengan kulit untuk kenyamanan.
Chapters
- 00:00Pendahuluan dan pengalaman sebelumnya dengan BYD M6 DM-i
- 00:59Penjelasan tentang versi dual mode BYD M6
- 03:08Perbandingan tipe klasik dan cross serta fitur panoramic roof
- 05:16Detail interior dan perbedaan dengan versi elektrik
- 07:26Pengalaman mengemudi dan karakteristik setir
- 09:57Performa mesin dan motor listrik dual mode
- 11:50Fitur keselamatan dan teknologi tambahan
- 13:10Kesimpulan, pajak kendaraan, dan rencana modifikasi
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
BYD M6 DMI Cross, ya kan? Jadi gua sebenarnya udah pernah coba dan videonya juga udah 500.000 lebih yang nonton. Kayaknya udah ya. Kalau misalkan kalian belum nonton, gua kasih linknya di bawah. Itu kita adu irit sama Omobi Dendy.
Speaker A
Mas ya dan gua bikin videonya juga cukup komplit. Nah hari ini kita dapat pinjaman mobil dari BYD HK Klaten ya.
Speaker A
Mas ya, dan gua bikin videonya juga cukup komplit. Nah, hari ini kita dapat pinjaman mobil dari BYD HK Klaten, ya.
Speaker A
Nah, ini mobil karena udah kita bahas yang cukup lengkap dari mulai eksterior, interior, perbedaannya. Tapi kali ini kita mau bawa bukan irit-iritan bahan bakar. Kita pengen bawa secara normal.
Speaker A
Jadi kalau misalkan kalian ke Klaten mau beli mobil BYD, ada di dealernya dekat apa namanya, rumah sakit Tegaloso, ya. Ada dealernya HK BYD di sana. Nah, jadi dari kemarin kita pinjam-pinjam di sana terus dan kemarin juga beli atowan di sana.
Speaker A
Bluebird juga ada M6. Nah, ini adalah versi yang dual mode. Apa itu dual mode?
Speaker A
Nah, ini mobil karena udah kita bahas yang cukup lengkap dari mulai eksterior, interior, perbedaannya. Tapi kali ini kita mau bawa bukan irit-iritan bahan bakar. Kita pengen bawa secara normal.
Speaker A
yang harganya Rp380 juta. Tipe tertinggi tapi bukan captain seat. Nah, lucunya adalah beda R10 juta kalian dapetin captain seat dan juga panoramic roof.
Speaker A
Gimana sih rasanya mobil ini? Ya, M6 gua udah beberapa kali coba, beberapa kali naik juga ya. Kalau kalian naik Grab Car atau Gocar sering banget dapat M6.
Speaker A
semurah itu ya. Gua pikir dengan beda panoramic roof bedanya Rp20 juta, Rp25 juta. Enggak. Ini harganya Rp390 juta.
Speaker A
Bluebird juga ada M6. Nah, ini adalah versi yang dual mode. Apa itu dual mode?
Speaker A
Ya, apa selama ini ternyata emang panoramic roof itu enggak semahal itu. Cuma ini kayak gua seumur-umur di otomotif gitu ya ngurusin gua baru tahu ternyata bisa loh Panoramic Ro sama ada dan enggak ada bedanya R10 juta gitu.
Speaker A
Plugin hybrid sebenarnya. Cuma kalau di Cina sana rata-rata mobil yang PV bilangnya DM, dual mode, bukan PV. PV biasanya mobil-mobil Eropa, Jepang itu ngomongnya PV, plugin hybrid electric vehicle. Nah, yang tipe cross ini harganya 360, 380, dan 390. Kita pinjam
Speaker A
Karena ya berbeda gitu kan barangnya. Tapi harusnya berbedanya enggak terlalu banyak soalnya kan ya sama-sama kursi gitu loh. Beda ini atap sama kaca. Dan dari belakang yang cross ini ya ada tulisannya M6 cross dan DMI. Nah ini kebetulan unitnya ternyata habis dipakai
Speaker A
yang harganya Rp380 juta. Tipe tertinggi tapi bukan captain seat. Nah, lucunya adalah beda Rp10 juta kalian dapetin captain seat dan juga panoramic roof.
Speaker A
sebenarnya, yang klasic sama yang cross. Nah, gua sendiri gua udah ngambil yang klasic ya, cuma barangnya belum datang.
Speaker A
Ya, artinya dengan nambah Rp10 juta dapat panoramic roof sama kursi tengahnya jadi split jadi captain seat. Nah, ini versi yang seven seater. Harga bedanya Rp10 juta lebih murah, tapi kita gak dapat panoramic roof. Ya, gua agak bingung kenapa? Karena kok panoramic roof jadi
Speaker A
Bedanya apa? Pertanyaannya kan beda Rp2 juta kalian dapat eksterior yang kurang lebih sama, tapi tipe yang standar sama dynamic itu dapat airbags 6 lebih banyak. Terus ada aplikasi handphone-nya, terus yang kedua itu spionnya bisa auto retrack ya, bukan
Speaker A
semurah itu, ya. Gua pikir dengan beda panoramic roof bedanya Rp20 juta, Rp25 juta. Enggak. Ini harganya Rp390 juta.
Speaker A
cas bisa sampai 100 kilo. Yang klasik itu sekali cas cuma 40 kil. Jadi baterai cuma 7 kWh. Tapi, enggak cuma itu ya, fast charging-nya juga hilang. Nah, karena kita mau pakai buat rental dan kalau enggak lagi pakai di rental buat
Speaker A
Panoramic roof-nya ada. Dan kalau enggak pakai panoramic roof dan kursi tengahnya itu nyambung, bedanya Rp10 juta. Wah.
Speaker A
kita berlama-lama langsung aja kita masuk ke dalam yuk. Oke dalamnya kurang lebih sama seperti M6 yang kita kenal. Cuman dia ada menurut gua lebih advance sih dibandingkan dengan M6 electric ya.
Speaker A
Ya, apa selama ini ternyata emang panoramic roof itu enggak semahal itu. Cuma ini kayak gua seumur-umur di otomotif gitu ya ngurusin gua baru tahu ternyata bisa loh panoramic roof sama ada dan enggak ada bedanya Rp10 juta gitu.
Speaker A
Tapi kalau yang tipe klasik dia masih pakai speedometer yang masih pakai dial kiri kanan tengahnya baru digital.
Speaker A
Biasanya di brand lain beda captain seat aja Rp10 juta. Captain seat doang ya. Kalau captain seat sama non captain seat bisa dimaklumi ada beda harga. Kenapa?
Speaker A
Dan di bawah sini ya dibandingkan dengan yang elektrik ini tengahnya sangat berbeda. Karena kalau yang M6 yang elektrik kalian tahu kan tengahnya ini tuh ada buat shifternya sama tombol-tombolnya di sebelah kiri kanan shifternya. Nah, kalau yang versi DM
Speaker A
Karena ya berbeda gitu kan barangnya. Tapi harusnya berbedanya enggak terlalu banyak soalnya kan ya sama-sama kursi gitu loh. Beda ini atap sama kaca. Dan dari belakang yang cross ini ya ada tulisannya M6 Cross dan DMI. Nah, ini kebetulan unitnya ternyata habis dipakai
Speaker A
belakang juga AC-nya ada di plafon sama juga ya. Semuanya hampir sama. Tapi ya itu ini kayak versi upgrade-nya. Mungkin kalau M6 yang electric facelift e kayak misalkan panel tengahnya sama shifternya ini mungkin bakal pindah ke daerah sini juga sih sama speedometernya karena
Speaker A
media challenge teknologi dual mode DM. Jadi waktu gua cas pertama kali ya di rumah gua cas berapa cuma sejam, 2 jam ada stiker-stikernya enggak boleh dibuka. Nah sekarang karena udah selesai kita buka aja. Nah, dia udah fast charging juga dan ada dua tipe
Speaker A
dalam BYD M6 DMI Cross atau BYD M6 Cross DMI. Ya, kurang lebih seperti itulah ya.
Speaker A
sebenarnya, yang klasik sama yang cross. Nah, gua sendiri gua udah ngambil yang klasik ya, cuma barangnya belum datang.
Speaker A
M seingat gua ya, gua pernah pakai M6 ya, cuma udah lama sekali. E tahun ini belum pernah coba lagi. Yang pertama gua ngerasa setirnya dia lebih berat ya.
Speaker A
Kenapa yang klasik? Karena klasik itu startingnya Rp298 juta. Yang ini startingnya Rp360 juta. Jadi, ada yang 298, ada yang 318.
Speaker A
Kalau sport harusnya dia lebih berat lagi. Tapi untungnya ya dia ada namanya comfort parking. Nah, jadi misalkan kita di sport nih ya kan dia kan lebih berat setirnya. Otomatis pas kita parkir kan jadi lebih effort ya pas kita mau parkir
Speaker A
Bedanya apa? Pertanyaannya kan beda Rp20 juta. Kalian dapat eksterior yang kurang lebih sama, tapi tipe yang standar sama dynamic itu dapat airbags 6 lebih banyak. Terus ada aplikasi handphone-nya, terus yang kedua itu spionnya bisa auto retract ya, bukan
Speaker A
nih setirnya keentengan, enggak fun to drive." Ini setirnya tidak enteng, tapi juga bukan yang fun to drive ya. Rasa setirnya berat tapi agak sedikit hambar ya seperti bagaimana MPV pada umumnya ya. Tapi kalau untuk mobil di kelas harga segini ya, kita tuh
Speaker A
auto doang, tapi retract-nya juga bisa dilipat. Dan yang berikutnya ada kamera 360. Kalau yang tipe standar, dia kamera mundur doang. Nah, jadi kita tunggu aja. Tapi antara yang cross sama klasik itu bedanya jauh ya. Karena yang cross ini baterainya lebih besar. Sekali
Speaker A
kabinnya ya. Biasanya mobil di kelas ini kalau kita bawa jalan ini 110 ya, kita lihat sama kayak mobil depan ya. Kita lagi rata-retaan tapi enggak kenal sama siapa. Biasanya mobil di kelas ini kolongnya tuh berisik banget. Apalagi ini tolnya tol beton ya. Tapi mobil ini
Speaker A
cas bisa sampai 100 kilo. Yang klasik itu sekali cas cuma 40 kilo. Jadi baterai cuma 7 kWh. Tapi, enggak cuma itu ya, fast charging-nya juga hilang. Nah, karena kita mau pakai buat rental dan kalau enggak lagi pakai di rental buat
Speaker A
suara kolongnya, suara mesinnya di 110 itu berisik ya. Ini emang kelasnya di atas ya. Terus suspensinya seingat gua ya eh correct me if I'm wrong sudah lama juga. Jadi emang kalau kita mau menilai sebuah mobil itu ada benchmarking-nya
Speaker A
mobil kantor harian gitu ya. Jadi ya kita yang paling bawah aja cukup. Paling nanti gua akan modifikasi dikit-dikit aja kayak misalkan setirnya gua kasih kulit gitu ya. Karena udah biasa pakai setir kulit, megang karet tuh rasanya kayak gimana gitu piuk. Ya udah daripada
Speaker A
Suspensinya surprisingly gua ngerasa M6 lebih mental-mentul sih yang elektrik ya. Ini kok kayak lebih antep ya? Ya enggak, Bif?
Speaker A
kita berlama-lama langsung aja kita masuk ke dalam yuk. Oke, dalamnya kurang lebih sama seperti M6 yang kita kenal. Cuman dia ada menurut gua lebih advance sih dibandingkan dengan M6 electric ya.
Speaker A
Ini kayaknya udah dicuning ulang jadi lebih pas ya. Tapi pas kita pakai bukan di tol ya, kita pakai di jalan biasa ya masih terasa goyangnya mirip kayak M6.
Speaker A
Kalau misalkan M6 electric, eh di facelift mungkin dia akan mendapatkan hal yang sama kayak misalkan speedometernya udah full digital ya.
Speaker A
Dan tenaga mesinnya pun juga karena dia adalah DM dual mode. Jadi bukan mesin 1500 biasa ya. Ada motor listriknya kencang juga. Kita gas nih. Kerasa teng gitunya. Masih ada ya masih ada rasa mobil listriknya. Nah 140 dia baru
Speaker A
Tapi kalau yang tipe klasik dia masih pakai speedometer yang masih pakai dial kiri kanan tengahnya baru digital.
Speaker A
juga sebenarnya menurut gua jadi PR buat BYD buat nguncurin mobil yang kelasnya di LMPv. Karena menurut gua ini kelasnya masih di atas LMPv sih. Enak mobilnya ya. Cuma memang kalau untuk driving eh posisi duduknya memang ergonomisnya bagus ya, enggak pegal.
Speaker A
Kemudian layarnya lebih gede ya dibandingkan dengan yang klasik ya. Sama nih panel-panelnya ini nih enggak ada pattern-nya, enggak ada piano black-nya.
Speaker A
Jadi kalau menurut gua nih ya, ini pas kita nyetir begini setirnya ini joknya udah tinggi nih, tapi setirnya tuh kayak dia ngambil kolumnya itu terlalu pendek.
Speaker A
Dan di bawah sini ya dibandingkan dengan yang elektrik ini tengahnya sangat berbeda. Karena kalau yang M6 yang elektrik kalian tahu kan tengahnya ini tuh ada buat shifternya sama tombol-tombolnya di sebelah kiri kanan shifternya. Nah, kalau yang versi DM
Speaker A
ini dan itu susah untuk diperbaiki. Kenapa? Karena ya itu kita kalau mau perbaiki itu mesti ngebongkar semuanya tuh steering volumenya didesain ulang kan itu enggak bisa. Tapi tetap aja untuk mobil harga segini menurut gua ini masih oke banget ya. Pedal F-nya juga
Speaker A
shifternya pindah ke sebelah kanan. Jadi kalau kita mau maju tinggal masukin ke D seperti ini. Nah, P-nya juga tinggal ditekan aja. Sisanya semua bisa dibilang hampir sama ya. Kalau kita lihat nih joknya hampir sama gitu kan. Terus ke
Speaker A
karena ya ganjil genap. Tapi buat orang daerah yang tinggalnya mungkin kayak gua gitu di Klaten gitu kan ngecas setiap hari kan jarang ya orang pai mobil tuh 100 kilo tuh kayaknya jarang gitu ya.
Speaker A
belakang juga AC-nya ada di plafon sama juga ya. Semuanya hampir sama. Tapi ya itu ini kayak versi upgrade-nya. Mungkin kalau M6 yang electric facelift e kayak misalkan panel tengahnya sama shifternya ini mungkin bakal pindah ke daerah sini juga sih sama speedometernya karena
Speaker A
Enggak usah fast charging juga enggak apa-apa. Karena gua yakin banyak orang yang beli mobil ini tapi enggak dicas.
Speaker A
speedometernya jadi jauh lebih keren dibandingkan dengan yang dial. Yuk kita langsung jalan aja yuk. [berdehem] Kita baru cas 1 jam sekitar 1 jam lebih dikit kali ya. 49% dari 25%. Yuk, let's go. Ya, sekarang kita udah jalan di
Speaker A
mana rumah enggak ada charger, ada portable charger tapi ya listrik rumah juga terbatas gitu kan. Ya udahlah akhirnya beli M6 DM tapi DM-nya enggak dipakai, cuma hybridnya aja. Hybrid-nya pun juga irit dan kencang. Jadi hybridnya itu bukan hybrid yang tenaga
Speaker A
dalam BYD M6 DMI Cross atau BYD M6 Cross DMI. Ya, kurang lebih seperti itulah ya.
Speaker A
Ibaratnya itu kalau kita ambil angka randomnya gitu ya yang enggak berdasarkan data exact mungkin sekitar 70% dia lebih pakai listrik sih baru di kecepatan tinggi si mesin bensinnya itu dia langsung ke roda gitu lebih banyak dipakai buat ngecas and it's a good
Speaker A
Jadi emang namanya itu cukup panjang dan yang cross ini itu produk yang pertama kali diluncurin buat Indonesia karena di Cina sana enggak ada yang versi cross-nya. Yang di sini justru malah ada. Dan dibandingkan dengan M6 yang elektrik sama ini apakah beda?
Speaker A
Jadi sekitar 1 banding 20 ya. 1 banding ya hampir 1 banding 20 119 ya. Yit ya. Jadi sudah kita gegas tadi 140 150 dia masih sangat efisien.
Speaker A
M seingat gua ya, gua pernah pakai M6 ya, cuma udah lama sekali. Tahun ini belum pernah coba lagi. Yang pertama gua ngerasa setirnya dia lebih berat ya.
Speaker A
Outlander PV ya, yang harga 1,2 M. Gua beli second-nya cuma R00 jutaan ya, hampir R00 juta. Itu juga habis tuh kayak tak akan kuisi bensin kau.
Speaker A
Jadi gua pikir tadi ya ini setirnya lumayan berat nih. Gua pindah ah dari sport ke comfort. Pas gua cek masuk ke sini loh ini comfort loh bukan sport.
Speaker A
Udah habis nyala mesinnya. Ini pun gua juga yakin sama juga kayak 38 dan kawan-kawan bilangnya bisa 90 kilo ya, ini 100 kilo paling kan 80 kilo udah nyala mesinnya karena dia enggak akan dibikin sampai benar-benar habis gitu.
Speaker A
Kalau sport harusnya dia lebih berat lagi. Tapi untungnya ya dia ada namanya comfort parking. Nah, jadi misalkan kita di sport nih ya kan dia kan lebih berat setirnya. Otomatis pas kita parkir kan jadi lebih effort ya pas kita mau parkir
Speaker A
Nanti kita lihat deh setahun atau 2 tahun lagi mobilnya udah banyak di jalan, behavior orang berubah enggak?
Speaker A
ya. Nah, ada namanya comfort parking. Jadi pas kita lagi pelan mau parkir putar setir yang banyak dia langsung steering assist-nya berubah ke comfort jadi lebih ringan. Itu sesuatu yang bagus dan dipikirin sama BYD-nya ya. Tapi banyak orang bilang, "Ah, enggak enak
Speaker A
mobil EV semua di jalan. Kenapa? Karena biasanya mobil EV itu jadi mobil yang benar-benar dipakai harian. Kalian punya dua mobil, satu EV, satu bensin, itu EV-nya langsung dipakai harian, udah tak akan kentuh lagi kau mobil bensin.
Speaker A
nih setirnya keentengan, enggak fun to drive." Ini setirnya tidak enteng, tapi juga bukan yang fun to drive ya. Rasa setirnya berat tapi agak sedikit hambar ya seperti bagaimana MPV pada umumnya ya. Tapi kalau untuk mobil di kelas harga segini ya, kita tuh
Speaker A
sih. Nah, terus mobil ini ya kalau kalian beli menurut gua ada beberapa yang harus dimodifikasi ya. Pertama audio ya. Suara audionya menurut gua kurang dan cenderung agak cempreng. Dan yang kedua adalah klaksonnya.
Speaker A
mungkin berpikir bahwa BYD M6 ini buat ngelawan Zenix atau yang di atasnya bukan LMPV ya, bukan kelasnya Veloz, bukan kelasnya Expander atau bukan kelasnya Stargazer. Ya, pas dibawa sih memang iya ya gua ngerasa emang di atas rata-rata kayak misalkan di peredaman
Speaker A
Dan kalau yang beli yang tipe klasik yang belum pakai kulit setirnya, gua sih akan prefer ganti sama yang kulit biar lebih pas gitu. Sisanya overall mobil oke sih. Peredam juga menurut gua enggak perlu, udah cukup ya. Paling descam lah.
Speaker A
kabinnya ya. Biasanya mobil di kelas ini kalau kita bawa jalan ini 110 ya, kita lihat sama kayak mobil depan ya. Kita lagi rata-retaan tapi enggak kenal sama siapa. Biasanya mobil di kelas ini kolongnya tuh berisik banget. Apalagi ini tolnya tol beton ya. Tapi mobil ini
Speaker A
Karena PHV itu dia mesti bayar pajak lagi, ada pajak tahunannya. Sedangkan EV walaupun dia baterainya mahal tapi dia sudah bebas dari pajak-pajak yang mahal itu ya. Tapi ya menurut gua sebenarnya ketika BYD M6 ngeluarin DM ini gua ngerasa kayak M6 jadi kemahalan yang
Speaker A
enggak. Mobil ini senyap ya. Sesuai namanya gas tuh. Gas ya kan senyap. Tapi sebenarnya enggak sesenyap itu kalau menurut gua karena suara anginnya masih masuk. Jadi suara anginnya tuh masih ada gitu ya meskipun kecil. Nah, kalau dibandingin sama LMPV di kelasnya yang
Speaker A
tertinggi 390. Dan buat teman-teman yang di Jawa Tengah khususnya di Kota Klaten mau beli BYD bisa langsung ke HK Klaten dan HK Grup lainnya yang ada di Jawa Tengah karena mereka baru aja launching di Semarang, Solo, Magelang, dan juga
Speaker A
suara kolongnya, suara mesinnya di 110 itu berisik ya. Ini emang ke...
Speaker A
Sampai jumpa di vlog berikutnya. Bye bye.
Topics:BYD M6 DM-imobil plug-in hybridBYD Klatenpanoramic roofcaptain seatmobil dual modereview mobil Indonesiamobil MPV murahmobil listrik BYDharga BYD M6











