Skip to content

MERUSAK PASARAN: CHERY TIGGO 9 CSH PHEV INI KENCANG SEKALI!

Review lengkap Chery Tiggo 9 CSH PHEV, SUV bertenaga besar dengan teknologi hybrid canggih dan fitur mewah di Indonesia.

Ask about this video. Answers come from its transcript only — with the timestamp, so you can check them.

Generated from the transcript and can be wrong — check the timestamp.

Key Takeaways

  • Chery Tiggo 9 CSH PHEV menawarkan performa tinggi dengan kombinasi mesin bensin turbo dan tiga motor listrik.
  • Mobil ini memiliki fitur kenyamanan dan teknologi canggih yang setara dengan SUV premium kelas atas.
  • Baterai besar dan mode EV plus memungkinkan penggunaan harian tanpa sering mengisi bensin.
  • Desain dan dimensi mobil sekelas Palisade dan Mazda CX80 dengan harga yang diprediksi kompetitif.
  • Pengalaman berkendara sangat halus dan tenang berkat peredam suara dan noise cancelling.

What the video covers

  • Chery Tiggo 9 CSH PHEV adalah SUV terbesar dan termahal dari Chery yang dijual di Indonesia dengan tenaga sangat besar.
  • Mobil ini mengusung mesin bensin 1500 cc turbo dan tiga motor listrik dengan total tenaga maksimal 395 PS dan torsi 650 Nm.
  • Dibandingkan dengan BMW X5 X40 M Sport AWD, akselerasi dan tenaga Tiggo 9 sangat kompetitif meski dimensinya besar.
  • Fitur kenyamanan termasuk kaca double glass, peredam suara, noise cancelling, dan interior yang rapi serta lega.
  • Mobil ini menggunakan baterai sekitar 18 kWh dengan kemampuan fast charging CCS2 dan mode EV plus untuk jarak tempuh tanpa bensin hingga 90 km.
  • Sistem penggerak all wheel drive dengan tenaga listrik di depan dan belakang memberikan performa optimal.
  • Fitur teknologi canggih seperti auto park, intelligent cruise assist, forward collision warning, dan sistem audio premium 14 speaker.
  • Pengalaman berkendara sangat halus dengan mesin yang nyaris tidak terdengar saat menyala atau mati.
  • Desain eksterior modern dengan pelek 20 inci dan lampu LED animasi yang menarik perhatian saat malam hari.
  • Video juga membahas pengalaman perjalanan dari Jakarta ke Klaten menggunakan mobil ini dengan fokus pada efisiensi bahan bakar dan performa.

Answers

Questions about this video

Berapa tenaga maksimal yang dihasilkan oleh Chery Tiggo 9 CSH PHEV?

Chery Tiggo 9 CSH PHEV menghasilkan tenaga maksimal sekitar 395 PS dengan torsi 650 Nm, kombinasi dari mesin bensin 1500 cc turbo dan tiga motor listrik.

Berapa jarak tempuh mobil ini dalam mode listrik murni tanpa menggunakan bensin?

Mobil ini dapat menempuh jarak sekitar 90 km dalam mode EV plus tanpa menggunakan bensin, berkat baterai berkapasitas sekitar 18 kWh dan sistem plug-in hybrid.

Apa saja fitur kenyamanan dan teknologi yang ditawarkan oleh Chery Tiggo 9 CSH PHEV?

Fitur kenyamanan meliputi kaca double glass, peredam suara, noise cancelling, interior lega dan rapi, serta teknologi seperti auto park, intelligent cruise assist, dan audio premium dengan 14 speaker.

Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:00
Speaker A
Cherry akhirnya mengeluarkan bos terakhirnya. Wih, raja terakhir 39 series TIG yang paling besar dan tentunya akan menjadi yang paling mahal serta menjadi Cherry yang paling bertenaga dijual di Indonesia. Serius, kalau kalian sudah terkagum-kagum dan kaget, termasuk gua juga pas nyobain.
00:20
Speaker A
Cherry 38 CS1 kayak wow amazing. Oh my God. Pas keluar harganya duar gila 499 mobil kayak gitu. Gua kayak enggak habis pikir itu untungnya dari mana, Cherry? Ya.
00:34
Speaker A
Cherry 38 CS1 kayak wow, amazing. Oh my God. Pas keluar harganya duar, gila, 499 mobil kayak gitu. Gua kayak enggak habis pikir itu untungnya dari mana, Cherry? Ya.
00:50
Speaker A
Terus pulangnya pinjam ini gitu loh. Ah, seru deh. Pokoknya nanti terusin aja videonya karena seru banget nih. Kita akan bahas tentang mobil ini ya. Karena ini mobil gila loh. Gua enggak tahu ya ini speknya tuh yang di launching itu
01:05
Speaker A
Nah, yang ini gua enggak tahu harganya berapa, cuma ini speknya imbak banget dan kemarin gua pakai sekeluarga dari Jakarta ke Klaten karena kemarin gua habis liburan ke Jakarta. Sebenarnya enggak liburan juga sih karena orang tua gua masuk rumah sakit kemarin kan.
01:20
Speaker A
Cuma ngelihat dari Tigo 8 CSA kemarin gitu ya, gua tuh mikirnya nih ini mobil nih kalau bukan Cherry gitu ya, ini kelasnya tuh di 1 miliaran lebih ya.
01:30
Speaker A
Terus pulangnya pinjam ini gitu loh. Ah, seru deh. Pokoknya nanti terusin aja videonya karena seru banget nih. Kita akan bahas tentang mobil ini ya. Karena ini mobil gila loh. Gua enggak tahu ya ini speknya tuh yang diluncurkan itu.
01:49
Speaker A
bensinnya satu, mesin listriknya tiga. Tenaganya gede-gede semua. Mesin bensinnya 1500 cc turbo nih. Bentar gua gak hafal karena banyak banget gitu ya ngfalin sus.
02:01
Speaker A
Benar-benar full spek-nya dan sekarang ini tanggal 13 Juli ya. Jadi mobil ini tuh kita pinjam, kita coba, kita tes, kita bikin videonya. Gua belum tahu harganya berapa.
02:23
Speaker A
itu 102 PS dan torsinya 170 Nm. Terus dia ada mesin listrik di bagian depan yang enggak berhubungan sama mesin bensinnya. Jadi enggak cuma jadi enggak jadi generator, cuma gerakin doang. 122 PS 220 Nm. Dan terakhir karena dia all
02:41
Speaker A
Cuma ngelihat dari Tigo 8 CSA kemarin gitu ya, gua tuh mikirnya nih ini mobil nih kalau bukan Cherry gitu ya, ini kelasnya tuh di 1 miliaran lebih ya.
03:03
Speaker A
ditambahin, tinggal tambah aja gitu enggak. Tapi dia harus masuk ke tempat dno terus digerakin. Akhirnya keluarnya tenaga maksimalnya berapa? Tenaga maksimalnya di 395 PS dan torsinya 650 Nm. Jadi yang tadi gua bilangin BMW X5 tadi yang X40 M Sport AWD itu tenaganya
03:25
Speaker A
Even kalian tahu BMW X5 yang X40 M Sport harganya R2,5 juta. Figur akselerasinya sama 0 ke 100-nya 5,4 detik di mobil yang segede gini. Dan gua pakai emang kencang banget. Dia punya empat mesin basically ya, beneran empat mesin. Mesin.
03:36
Speaker A
Gila gede banget tenaganya dan Cherry lagi. Gua tuh senyum-senyum karena wah ini enggak mungkin dijual sama Cherry harga 1 M gitu. Dan dia dimensinya itu kelasnya itu kayak Palisate atau mungkin Mazda CX80 karena dia panjangnya 4,810, lebarnya 1,92 mm gede tingginya 1,7
03:55
Speaker A
Bensinnya satu, mesin listriknya tiga. Tenaganya gede-gede semua. Mesin bensinnya 1500 cc turbo nih. Bentar gua gak hafal karena banyak banget gitu ya ngafalin sus.
04:13
Speaker A
aja gitu. Kayaknya lebih bagus dibandingkan begini. Terus dalamnya juga rapi. Kita lihat ininya ya. Hah.
04:20
Speaker A
A few m later. Nah, ini dia nih. Jadi dia punya mesin bensin yang bisa bergerak hybrid paralel dan tenaganya mesin bensinnya itu 156 PS, torsinya 220 Nm. Terus dia ada satu mesin listrik yang nempel sama mesin bensinnya buat jadi generator.
04:43
Speaker A
Yang udah beli 38 CSH coba komen di bawah coba komentar. Mesinnya halus kan? Enggak kerasa kapan nyala kapan mati.
04:51
Speaker A
Itu 102 PS dan torsinya 170 Nm. Terus dia ada mesin listrik di bagian depan yang enggak berhubungan sama mesin bensinnya. Jadi enggak cuma jadi generator, cuma gerakin doang. 122 PS, 220 Nm. Dan terakhir karena dia all.
05:08
Speaker A
kaca double glass dan perdamannya bagus kas mobil-mobil cherry, dia juga pakai noise cancelling. Jadi si speakernya itu dia ngambil mikrofon dari luar terus dari speaker dalam itu dia ngeluarin antitesisnya lah. Jadi gelombangnya itu ditabrakin biar suara luar enggak
05:26
Speaker A
Wheel drive, dia punya penggerak di bagian belakang itu 238 PS dan 310 Nm. Jadi kalau di total ya di total itu 618 PS, 920 Nm. Tapi cara menggabungkan tenaga mesin listrik dan mesin bensin itu enggak kayak gitu. Enggak.
05:41
Speaker A
tanpa isi bensin. Dan itu hampir gua enggak pernah isi bensin. Ke mana-mana colok colok colok. Karena sehari itu kita jalan paling berapa sih? 50 kilo aja enggak nyampai. Kalau kita di Jakarta bolak-balik kantor paling berapa sih? Ya kan? Tapi ini terlalu imba. Jadi
05:58
Speaker A
Ditambahin, tinggal tambah aja gitu enggak. Tapi dia harus masuk ke tempat dno terus digerakin. Akhirnya keluarnya tenaga maksimalnya berapa? Tenaga maksimalnya di 395 PS dan torsinya 650 Nm. Jadi yang tadi gua bilangin BMW X5 tadi yang X40 M Sport AWD itu tenaganya.
06:15
Speaker A
modenya langsung mati. Dia punya baterai tuh 18 kWh ya sekitar segituan. Jadi kurang lebih sama kayak Wooling RV Lite ini baterainya 35 kWh jadi hampir dua kali lipat dari 38 csala ibaratnya woling tuh kayak woling binggo. Kalau di woling binggo baterai
06:36
Speaker A
Kalah besar. Dia kan enggak nyampai 400 ya. 300 berapa gitu lupa. Ini hampir 400, benar-benar 395.
06:57
Speaker A
doang. Enggak perlu mesin-bisin ini nyala. Ya kebayang orang ah pakai mobil ini kalau dia setahun enggak keluar kota pakai mobil ini ya tiap malam dia ngecas itu mesin bensin nganggur tahu enggak?
07:08
Speaker A
Gila, gede banget tenaganya dan Cherry lagi. Gua tuh senyum-senyum karena wah ini enggak mungkin dijual sama Cherry harga 1 M gitu. Dan dia dimensinya itu kelasnya itu kayak Palisade atau mungkin Mazda CX80 karena dia panjangnya 4,810, lebarnya 1,92 mm gede, tingginya 1,7.
07:22
Speaker A
baru tuh yang kecil-kecil gitu kan. Nah, ini tuh kayak dikasih mesin tambahan buat nambahin range-nya. Itu yang terjadi di mobil ini gitu. Jadi menarik kan? Dan Cherry lagi gua enggak tahu ya dia bakal ngasih kejutan di harga berapa
07:36
Speaker A
Sekian dan kalau difoto di video itu enggak kelihatan gede. Kenapa? Karena dia pelegnya besar, dia peleknya 20 inci pakai ban Kumho Xta ya. Desainnya bagus, tapi ini harusnya enggak perlu nih. Ada tulisan luxury technology di sini harusnya enggak perlu ya. Biarin polos.
07:43
Speaker A
Oke, bisa dilihatlah. Dan dia punya animasi ya. Kalau malam tuh gambarnya bagus. Lampu merah-merah ikut nyala.
07:50
Speaker A
Aja gitu. Kayaknya lebih bagus dibandingkan begini. Terus dalamnya juga rapi. Kita lihat ininya ya. Hah.
08:05
Speaker A
seater. Kalau misalkan ditegakkan ya, wah depannya masih ditarik dulu nih. Terlalu mepet ternyata saudara.
08:14
Speaker A
Mesinnya nih 1500 cc turbo. Seperti apa tuh? Tapi dia enggak di-cover ya. Tetap kebuka gini aja. Kanan kiri dah pakai hidrolik rapi. Ada peredamnya di bagian atas. Dan mesin ini halus sekali, enggak kelihatan kapan nyala, kapan berhenti ya. Karena sama seperti Cherry 38 CSH.
08:30
Speaker A
landai gitu ya. Terus kalau misalkan kalian terasa terlalu tegak, bisa dimundurin lagi set. Dimundurin lagi seperti ini ya.
08:38
Speaker A
Yang udah beli 38 CSH coba komen di bawah, coba komentar. Mesinnya halus kan? Enggak kerasa kapan nyala kapan mati.
08:50
Speaker A
Nah, kita lihat lagi masuk ke dalam. Nah, sekarang kita masuk ke tengahnya. Ini versi yang tadi ketutup nih.
08:58
Speaker A
Dia sama kayak mesin 38 CSH dia pakai dual mass flywheel ya sama di sebelah kiri kanannya itu engine mounting-nya dia pakai hydraulik. Udah gitu dia tuh waktu gua bawa di tol kedap sekali ini mobil karena bukan cuma bodinya tebal.
09:12
Speaker A
Oke, kita tutup ya sebelah kiri. Uh, lega banget nih. Ini menurut gua kursinya tuh tengahnya lega banget ya.
09:19
Speaker A
Kaca double glass dan perdamannya bagus, kas mobil-mobil Cherry, dia juga pakai noise cancelling. Jadi si speakernya itu dia ngambil mikrofon dari luar terus dari speaker dalam itu dia ngeluarin antitesisnya lah. Jadi gelombangnya itu ditabrakin biar suara luar enggak.
09:31
Speaker A
Bagus. Kita pencet nanti keluar cup holdernya. Sama di sini bisa jadi tempat naruh barang dan uh blue-nya bagus ya.
09:40
Speaker A
Terlalu masuk. Jadi ini lebih kedap lagi even kita bawa 120-140. Kedap. Dan yang bikin menyenangkan adalah dia itu mobil plugin hybrid. Jadi, gua dulu pernah punya mobil plugin hybrid yang kalau misalkan penuh itu bisa jalan 38 kilo.
09:57
Speaker A
kanan ya. Dan untuk di bagian belakang kita bisa atur seberapa kencang semburan AC-nya tapi enggak bisa ngatur suhu dari si AC belakangnya. Di sini ada USB yang A sama tipe C dan kita bisa atur kursi depan yang sebelah kiri berapa maju dan
10:15
Speaker A
Tanpa isi bensin. Dan itu hampir gua enggak pernah isi bensin. Ke mana-mana colok colok colok. Karena sehari itu kita jalan paling berapa sih? 50 kilo aja enggak nyampai. Kalau kita di Jakarta bolak-balik kantor paling berapa sih? Ya kan? Tapi ini terlalu imba. Jadi.
10:37
Speaker A
ceri enggak. Di sini dibikin empuk. Nah, ada plastiknya lagi buat naruh si sunset-nya. Ada speaker di bagian sini ya, metal. Dan di sini ada kayak lampu.
10:47
Speaker A
Dia ada colokan CCS2 sudah fast charging juga. Kalian tahu kalau Cherry 38 CSH itu sekali ngecas ya itu bisa jalan 90 km tanpa pakai bensin. Tapi masuknya ke EV plus mode dulu karena kalau mode yang biasa dia 25% mesinnya langsung nyala EV.
11:01
Speaker A
sini. Ininya warna hitam ya jadi enggak gampang kotor. Terus gimana dengan belakangnya? Nah, ini seperti kaset cerry ya. Dia kan aslinya tuh setir kiri. Nah, untuk masuk pasar Indonesia dibikin setir kanan. Nah, cuman setir kanannya ini tuh enggak dipindah. Jadi, untuk
11:19
Speaker A
Modenya langsung mati. Dia punya baterai tuh 18 kWh ya sekitar segituan. Jadi kurang lebih sama kayak Wuling RV Lite ini baterainya 35 kWh jadi hampir dua kali lipat dari 38 csala ibaratnya Wuling tuh kayak Wuling Bingo. Kalau di Wuling Bingo baterai.
11:34
Speaker A
Semaju ini. Terus juga kita bisa atur rebahnya. Ini dia paling rebah sih. Oke, paling rebahnya enak sih ya. Headro juga lega. Sekarang kita ke belakang yuk.
11:49
Speaker A
35 itu bisa jalan sekitar 333 kilo. Di sini bisa jalan 180 km sampai 200 km tergantung pakai metodenya C LTC atau apa. Jadi sangat panjang sekali dan semalam gua ngecas tuh rasanya happy. He gua bisa jalan ratusan kilo nih pakai EV-nya.
11:55
Speaker A
Nah, jadi lebih gampang sih. Tapi ini cuma ada di sebelah kanan doang. Yang sebelah kiri enggak ada. Ini adalah versi yang kita paling mundur. Dan kalau di mundurnya sampai mentok itu sama sekali kita gak dapat leg room untuk gue
12:07
Speaker A
Doang. Enggak perlu mesin bensin ini nyala. Ya kebayang orang ah pakai mobil ini kalau dia setahun enggak keluar kota pakai mobil ini ya tiap malam dia ngecas itu mesin bensin nganggur tahu enggak?
12:26
Speaker A
Untuk mobil dengan level segini harusnya Cherry udah masukin versi yang captain seat. Jadi, kursi kanan kirinya itu individual, enggak ada tengahnya seperti ini atau kalian bisa modifikasi lah.
12:37
Speaker A
Dan untuk range sudah sepanjang itu lebih dari 100 kilo sebenarnya ini mobil udah masuknya bukan plugin hybrid menurut gua. Masuknya ke range extender EV karena mobil EV aja ada yang 200 kilo, ada yang 150 kilo. Kita beli dari.
12:50
Speaker A
Sekarang kita udah masuk ke dalam interiornya dan ini mobil seperti yang gua bilang, kedapnya itu luar biasa ya.
12:56
Speaker A
Baru tuh yang kecil-kecil gitu kan. Nah, ini tuh kayak dikasih mesin tambahan buat nambahin range-nya. Itu yang terjadi di mobil ini gitu. Jadi menarik kan? Dan Cherry lagi gua enggak tahu ya dia bakal ngasih kejutan di harga berapa.
13:12
Speaker A
heup display-nya komplit lah. Tapi di luar dari yang bagus-bagus ya gua agak menyayangkan. Ada beberapa yang gua enggak suka dari mobilnya. Kayak misalkan tombol buat ngelipat spion sama ngatur spion itu pindah ke layar digital. Di sini kita rear mirror
13:27
Speaker A
Ini. Oke, kita lihat belakangnya. Bentuknya seperti ini ya. Tu set pagin hybridnya gede di bagian situ 39 ya.
13:44
Speaker A
screen sini ya. Ada di sini tombol auto sama AC. Devoger depan belakang EV sama HV mode sama ada buat ngubah-ubah moto ada putaran di sini. Transmisinya, switch lever-nya itu ada di sini ya PRND-nya. Untungnya untuk lampu dia dikasih di sini ya ada auto sama
14:02
Speaker A
Oke, bisa dilihatlah. Dan dia punya animasi ya. Kalau malam tuh gambarnya bagus. Lampu merah-merah ikut nyala.
14:17
Speaker A
sekali enggak kepakai karena kalau kita udah masukin e seat belt kita masukin ke D maju ya udah enggak perlu lagi gitu loh. Tapi nice to have kalau ada tombolnya. Terus setirnya kurang lebih sama seperti ceri yang kita kenal ya.
14:31
Speaker A
Nah, ada animasi kayak gitu. Kamera 360-nya ada, wiper dan kawan-kawannya juga ada. Oke, sekarang kita buka bagasinya, ya. Dan tentu saja mobil dengan harga segini pasti sudah pakai elektrik power back door ya. Bagasinya itu besarnya segini dan dia seven.
14:48
Speaker A
tombolnya juga masih sama. Speedometernya itu juga masih sama bentuknya sama C 38 tapi bagian tengahnya ya itu beda gambar 39. Terus yang gua suka adalah nih adjustmentnya sudah otomatis ya. Tilt and telescopicnya. Ini ciri khas mobil mewah nih. Ini otomatis. Jadi
15:08
Speaker A
Seater. Kalau misalkan ditegakkan ya, wah depannya masih ditarik dulu nih. Terlalu mepet ternyata saudara.
15:24
Speaker A
dia langsung bersiap buat kita keluar lebih gampang. Nah, pintunya juga ditutup. Satisfying banget ya.
15:32
Speaker A
A few minutes later. Nah, itu sekalian aja deh kita bikin rata lantai kayak gitu besar. Tapi kalau misalkan kita naikin ke atas set, nah dia tuh enggak lega-lega amat bagasi belakangnya karena dia bentuk belakangnya tuh kayak kupe dibikin agak.
15:43
Speaker A
Pintu kayak Mercedes Benz dan ada tombol buat buka sama ngunci di bagian sini. Dan seperti halnya Cherry pada umumnya, build quality-nya, pemilihan materialnya itu bagus-bagus ya, enggak goyang-goyang semua. Solid. Ini juga tuh kuat gitu loh, enggak kreate-kreate atau
16:02
Speaker A
Landai gitu ya. Terus kalau misalkan kalian terasa terlalu tegak, bisa dimundurin lagi set. Dimundurin lagi seperti ini ya.
16:17
Speaker A
cherry tuh selalu bagus ya. Terus juga kaca-kacanya dia sudah pakai all auto. Yang depan sudah pakai double glazing ya. Di atas sini nih kacanya lebar sekali. Ada lampunya warna putih di bagian sini dan tempat buat naruh kartu di bagian sini. Atasnya ini sama seperti
16:36
Speaker A
Seandainya ada tombol buat ngelipat kursi tengah itu pasti akan jadi lebih baik. Terus kita udah ya ditutup aja kurang lebih seperti itu bagasinya.
16:54
Speaker A
bukan hal yang luar biasa kalau di Cherry karena Cherry 38 harganya 398 sudah dapat panoramic sunroof seperti ini ya. Kaca spion sudah pakai elektor kromatik. Hadasnya juga dia punya sensor di sini lengkap sensornya. Dan dia ada kayak tempat buat naruh descam tapi
17:11
Speaker A
Nah, kita lihat lagi masuk ke dalam. Nah, sekarang kita masuk ke tengahnya. Ini versi yang tadi ketutup nih.
17:26
Speaker A
udah bagus, masa dikulitin lagi. Kulitnya juga mirip-mirip kayak napa leather gitu. Bagus ya, desainnya bagus cuman dibandingkan dengan eh Cherry 38 yang premium ya, ini loh. Jadi headr eh Cherry Tigo yang pakai speaker di bagian sini itu tuh kelemahannya dia jadi
17:45
Speaker A
Sekarang kita buka. Nah, ini bangku baris keduanya. Dan ini adalah posisi di mana tadi dilipat ya. Kita naikin lagi ke atas. Oh, mesti diarik tuasnya. Nah, baru bisa dinaikin ke atas. Nah, ini dia bangku belakangnya.
18:00
Speaker A
Panel-panel kayunya ini juga dipegang tuh panel kayunya tuh kayak kayu beneran gitu ya. Y baguslah. Terasa sih mewahnya sih ya.
18:08
Speaker A
Oke, kita tutup ya sebelah kiri. Uh, lega banget nih. Ini menurut gua kursinya tuh tengahnya lega banget ya.
18:23
Speaker A
tinggal dikbawain AC-nya HP-nya jadi lebih adem lagi ya. Kurang lebih seperti itulah. Di bawahnya ada tempat penyimpanan, ada karet-karetnya. Di sini juga tuh bukanya halus ya kan. Terus di sini ada tempat penyimpanan juga ada buat kulkasnya juga lagi kan. Jadi
18:41
Speaker A
Jadi kalau kita isi bertiga itu pun masih lega sekali ya karena emang lebar mobilnya. Kita buka armrest-nya. Armrest-nya tuh cukup tinggi sebelah kanan. Yang sebelah kiri itu lebih rendah. Dan di bagian sini tuh dikasih black piano.
18:50
Speaker A
Tapi untungnya kita dikasih auto park di sini kita pencet ya. Nanti dia akan searching parking space. Nanti kita coba ya. Bukan di sini ya. Dan dia enggak cuma bisa buat masuk, tapi bisa juga buat keluar. Dan lucunya ya, di sini ada
19:05
Speaker A
Bagus. Kita pencet nanti keluar cup holder-nya. Sama di sini bisa jadi tempat naruh barang da.
19:18
Speaker A
Jadi tadi kan kita maju terus tiba-tiba depan kita mentok nih. Kita mau mundur. Susah dong lihat kiri kanan kan. Nah, kita start reversing aja.
19:28
Speaker A
Dia akan ngikutin jalur kita tadi. Tuh, ini jalur kita tadi nih. Mundur dia dan smooth ya. Ee ada mobil lain yang punya fitur kayak gini cuma agak susah suka enggak nge-detect. Nah, ini kita sekali coba langsung bisa.
19:47
Speaker A
Dah, sampai sini aja. Hop. Oke, selesai. Confirm. Nah, sekarang kita auto park. Gua pengen coba masukin mobil ini ke rumah.
20:09
Speaker A
Oke, start parking. Dia mau masuk parkir di rumah ya. Oke, masuk mundur. Eh, baru gua mau ngerem.
20:46
Speaker A
Oh, enggak dia ngerem dong. Oh nice. Ayo, let's go. Lihat dia lagi mikir. Gua tahu kenapa nih enggak bisa. Ada pohon mat.
21:02
Speaker A
Itu kalau kita lihat di apa namanya? di spion dahannya itu turun sampai kena ke arah ini. Artinya dia tahu dia enggak cuma ngelihat bagian bawah bodinya doang, dia bisa ngelihat sampai ke bagian atas ni ya. Kita kita cancel kita
21:19
Speaker A
P nih. Ini kan pendek ya. Jadi emang kalau masukin mobil ini agak nabrak sedikit.
21:26
Speaker A
Dia bisa ngelihatin bagian atasnya juga ternyata bagus. Dah berhasil ya parkirnya ya. Jadi dia itu enggak cuma ngedeteksi ee apa namanya yang ada di bawah doang, tapi di atas juga dia ngedeteksi sampai jadi berhenti gitu aman berarti ya. Sebenarnya sih enggak
21:40
Speaker A
apa-apa kalau pohon ditabrak ya kan emang dia pasti begitu Matoa tadi pohonnya by the way. Oke asik sih. Gua pikir cuma parking doang tapi ada e automatic reversing dan dia bisa parkir secara kita pilih manual gitu loh. Dan
21:55
Speaker A
kemarin lu coba ya udah duluan ya. Iya, katanya nyarere. Oh, parkirnya waktu itu agak mepet dia. Tadi pas kita coba juga agak mepet. Tapi aman sih, enggak nabrak. Tadi gua udah siap-siap mau ngrem aja. Ternyata emang dia itu udah
22:07
Speaker A
perhitungannya okelah. Nah, di sini ada navigasi audio telepon settings galery, autopark. Nah, kita buka settings-nya dulu. Nah, ada quick control di sini ya. Bisa kita lihat central locking, tailgate. Central locking buat apa ya? Di sini kan udah ada tombol tailgate, rear viw, mirror
22:23
Speaker A
folding. Ini penting nih. Nah, vehicle lock, sunroof. Near to unlock, far to lock. Ah, ini matiin aja deh. Repot kita kalau mendekat mobil nanti dia otomatis ngebuka. Automatic folding of exterior mirrors. Nanti kalau dikunci dia nutup sendiri ya. Rear mirror adjustment
22:39
Speaker A
automatic adjustment of rear view mirror when reversing. Ini bisa kita atur nih. Pas masuk ke R nanti kacanya ke bawah both sides left only atau right only ya.
22:49
Speaker A
Steering wheel button customization ini yang bintang ya. Bisa ganti settings. Head rester AVM. HUD, steering wheel heating ya, light. Nah, ini lampu buat interior ya, custom link driving modes, musical rhythm, brightness-nya, headlight delay ini kayak ini ya. Eh,
23:09
Speaker A
follow me home intelligent high beam assist. Dan untuk ngatur ketinggiannya bisa di sini. Oke, New, ini motor listrik, ini motor listrik lagi ya. Jadi ada motor listrik yang jadi generator di sini, di sini, sama di sini ada tiga discharge management. Nah,
23:26
Speaker A
ini nih V2L-nya itu gila banget karena fit2L-nya itu bisa sampai 6.600 watt. Itu lebih gede dari rumah gua gitu loh. Rumah gua cuma 5.500 watt-nya. Ini 6.600 loh ya. Jadi kalau 6.600 berarti dikit lagi bisa 7.700 kan buat ngecas
23:44
Speaker A
mobil ya. Power saving mode tidak perlu. Pure electric mileage display. Nah, ini bisa diganti nih. Baterai level ya, standar mile ya. Ini sekarang 150 km dynamic mile agage. Kalau dynamic ini sesuai dengan cara berkendara kita.
23:59
Speaker A
Semakin kencang semakin boros ya. Kita pakai yang baterai level aja. Oke, e modenya ada di sini ya. Eh, reduce power consumption by adjusting display brightness dan enggak perlu ya. Oke, terus ada drive ya. Eco normal sports no s off road ya. Bisa diatur dari sini
24:16
Speaker A
juga. Drive mode memori juga bisa ada HV, EV sama EV plus. Gua paling suka EV plus. Kenapa? Karena kalau EV plus itu benar-benar baterainya bisa dihabisin banget. Kalau kita pakai EV biasa 25% mesin depan sudah nyala. Driver monitoring system alarm ini kita matikan
24:32
Speaker A
saja karena di sini tuh ada ini nih driver monitoring system di sini. Dia infrared. Sebenarnya ini bagus sekali ya. E gak semobil punya ini cuma buat kita agak kurang lah ya. Ini salah satu syarat kalau kita mau dapetin safety
24:48
Speaker A
rating yang tinggi gitu. Integrated cruise assist warning. Eh, intelligent evidence system, automatic emergency breaking kita matiin aja. Oke, forward collision warning system juga kita matiin. Tapi forward collision warning systemnya pas kita mepet mau nabrak gitu dia tuh speedometernya langsung merah gitu loh.
25:06
Speaker A
Keren loh. Rear collision warning matikan saja. Emergency land keeping assist juga matikan saja. Land departure of assist juga kita eh close saja ya.
25:17
Speaker A
Oke, blend spot detection door opening warning. Departure warning. Okelah. HUD head up display-nya dia tuh tampilannya ada banyak. Jadi kalau kita pakai navigasi ada arahnya sama berapa meter jaraknya sama di atas ada augmented reality-nya. Terus ya dia juga ada speed
25:34
Speaker A
limit berdasarkan dari peta di ee jalanan. Sebenarnya kalau di Indonesia enggak terlalu kepakai. Kalau kita lagi di Malaysia gitu ya, itu kepakai banget biar enggak kena tilang.
25:45
Speaker A
E steering wheel adjustment HUD, snow mode dan kawan-kawannya. Vehicle settings ini juga penting sekali ya. Tailgate-nya bisa diatur seberapa tinggi. Wiper sensitivity-nya low, normal, high maximum. Tapi ini cuma sensitivity-nya aja ya. Tetap kalau misalkan kita mau atur low sama high
26:02
Speaker A
atau auto itu di sini ada tetap nih putarannya termasuk juga wiper belakang. Ini nih gua demen nih. Jadi meskipun semuanya ada di touch screen tetap di sini tuh dikasih gitu termasuk lampunya juga ada. Nah, aiming reminder automatic lock, main driver unlock alone. Kalau
26:18
Speaker A
dipencet ini nanti kita e buka kunci yang kebuka cuma sebelah kanan doang, enggak semuanya.
26:25
Speaker A
Oke, maintenance tips enggak perlu, brake pitch control juga enggak perlu. Steering force mode masukin yang sport ya. Brake sensation mode kita masuk yang comfort. Inc child detection display.
26:38
Speaker A
Nah, temanya bisa diganti di sini. Mau streamline atau classic, kita pakai klasik aja ya. lebih keren gitu, bulat ya kan. Rollpaper juga bisa diganti-ganti ya, statik kayak gini atau mau diganti gambar sendiri masukin USB bisa tuh ya. Ee gua enggak tahu di
26:55
Speaker A
aplikasinya kan dia juga udah ada namanya Carling O. Jadi dia bisa ee koneekin mobil ini sama HP kita mau nyalain biar dingin dan kawan-kawannya ya bisa enggak ya kita masukin wallpaper ke situ? Terus juga ada screen protection. Kalau misalkan kalian gak
27:09
Speaker A
pengin ke distrack, mau diganti kayak gini bisa juga. Beratas modenya auto central control screen instrumen cluster screen cleaning reset connect. Nah, ini buat HP kita wiring bisa dinyalain dari sini. Sound ya advance EQ-nya gua sukanya yang live surrounding sound.
27:25
Speaker A
Suara audionya bagus karena dia speakernya 14 ya. Sebenarnya 12 karena 14-nya tuh duanya tuh di sini gitu. Ini enggak dianggap lah ya.
27:36
Speaker A
Terus media phone sama ini nih expand more. Jadi waktu gua pertama kali pakai mobil ini tek suara lampu sennya itu berisik banget. Nah suara lampu sennya itu bisa diatur di alarm di sini tuh.
27:53
Speaker A
Ini tuh berisik banget ya. Jadi dikecilin dan ini kalau kita pakai lampu se bisa keluar dari sini nih gambarnya ya. Eh ada track reversingnya juga di sini sama parkingnya.
28:06
Speaker A
Oke. Oke, lanjut lagi yang tadi. Oke, 3D. Oh, rear wheel. Ini ini penting banget nih kepakai nih.
28:18
Speaker A
Kalau kita belok di sebelah kiri kanannya tuh ada kayak gundukan gitu ya. Kan suka ngebaretin peleg ya. Nah, itu bisa tuh jadi solusi.
28:28
Speaker A
Oke, voice. Nah, jadi dia punya voice comand juga dan bisa bahasa Indonesia system dan kawan-kawannya. Oke, kurang lebih seperti itu. Apple CarPlay, Android Auto, semua ada wireless. AVM tuh yang tadi ya, yang Kamera 360. Oke, terus untuk AC ada di sini termasuk sini
28:47
Speaker A
ada kursi karena kursinya pemanas dan pendinginnya itu bisa di depan sama belakang dan semuanya bisa diatur dari layar. Plus kalau misalkan 38 CSH dia punya kursi pijet itu cuma di satu sisi aja satu kursi doang ini bisa kiri dan kanan
29:06
Speaker A
bisa mendapatkan pijatan yang sama. Tapi kalau misalkan kita pengen gampang gitu mencetnya di sebelah kanan sini ada buat ngatur lambar ya bagian sininya nih sama kalau kita pencet bagian tengahnya itu nyalain kursi pijetnya. Aduh kiri kanan ada. Dan untuk yang sebelah kiri dia ada
29:25
Speaker A
rileks mode. Jadi bisa kayak tiduran yang di sebelah kirinya gitu. Jadi meskipun belakang ada captain seat kalau kalian pengen tiduran bisa di kursi yang sebelah kiri udah enak. Terus AC-nya kita pencet di sini. Nah. Ini juga settingannya ada banyak, tapi yang
29:40
Speaker A
kepakai menurut gua kita tuh bisa ngatur kursi belakang. Pencet di sini. Nah, kecepatannya bisa diatur di sini ya.
29:48
Speaker A
Nah, pindah lagi ke depan. Pencet lagi. Jadi, seperti biasa cerry selalu ada filter buat di kabinnya yang lebih bagus dibandingkan dengan mobil biasa dan ada ionnya juga di sini. Jadi, buat kebersihan interior. Nah, di sini ada setting juga ya. Automatic defogging,
30:06
Speaker A
automatic cabin ventilation. kita matikan saja karena e tiba-tiba dia suka ngambil dar luar jadi bau gitu ya.
30:12
Speaker A
Automatic air purification, operation, automatic cabin cleaning, custom air conditioner, ada echo, mid atau strong.
30:19
Speaker A
Sama dia juga punya nepap mode. Jadi kalau misalkan kita pengen di mobil aja enggak pengen jalan-jalan bisa dinyalain. Ya udah sekarang kita jalan aja. Asik.
30:32
Speaker A
[Musik] Jari 39 CSH. Oh iya, eh reminder juga teman-teman gua kemarin tuh eh waktu Beijing Auto Show diundang sama Cherry ke China sama Vitra Mobi juga kita ngelihat mobil Cherry 39 itu ditabrakin adu banteng separuh der mobilnya aman bagus bahkan gua pikir
31:11
Speaker A
sampai situ doang ternyata mereka mendemokan mobil ini ditebalikin digulingin gubrak luar biasa loh Cherry loh itu kalau misalkan fail kan malu banget ya. Jadi dia punya suspensi itu rasanya tuh mirip-mirip kayak Hyundai palis set gitu ya. Jadi dia masih empuk tapi masih
31:29
Speaker A
stabil dan kalau kita lewat jalan bergoyang begini yang yang kiri kanan enggak rata dia bodinya masih goyang-goyang gitu ya khas mobil-mobil zaman sekarang bodinya rigid jadi bodinya tuh enggak flexing gitu enggak goyang-goyang.
31:41
Speaker A
Tapi harusnya ini bisa lebih empuk lagi karena lihat dong ini tekanan bannya 46 sama 45 psi. Harusnya mobil seberat ini mungkin enggak gua gua senangnya 33 biasanya cuma mobil kalau gede berat kita bikin di 36 kali ya nanti kita
31:58
Speaker A
turunin e tekanan bannya kita rasain gimana suspensinya setelah ini. Karena tekanan ban itu berpengaruh terhadap bagaimana mobil itu ee meredam guncangan ya.
32:11
Speaker A
Huh. Begitulah mobil ini seperti yang sudah kalian tebak ya. 38 CSH aja udah enak banget. 39 CSH lebih enak lagi. Serius handling-nya memang lebih enak 38 CSH ya. E namanya mobil gede gitu ya, suspensinya empuk ya tentu saja handlingnya enggak akan
32:34
Speaker A
sebagus yang lebih kecil. Tapi dia tuh punya body roll menurut gua bagus ya, dia masih terjaga loh. Jadi pas kita belok e habis exit tol atau habis masuk tol gitu ya dari pintu gerbang kan biasanya masuk terdukit dulu gitu ya.
32:46
Speaker A
Itu tuh kita bawa set gitu bodinya tuh masih anteng, bagus, nyaman. Dan ketika kita ngrem gitu ya, kita gas itu bodinya tuh enggak terlalu parah diving-nya.
32:59
Speaker A
Terasa diving-nya kas mobil gede gitu depannya tuh nunduk pas di akselerasi ke belakang gitu. Tapi untuk mobil dengan suspensi seempuk ini dan ya itu sih emang remnya masih agak terlalu sensitif buat gua ya. Jadi drivernya harus kenalan dulu sama
33:18
Speaker A
mobilnya. Kalau biasa pakai mobil biasa gitu ya yang remnya agak dalam. Jadi kita ngremnya dikit aja dia udah respon.
33:23
Speaker A
Jadi harus terlatih gitu drivernya. Tapi yang paling gila itu pedal gasnya. Pedal gasnya tuh bisa diajak santai gitu ya. Kita gas dikit gitu ya. nyantai gitu. Tapi jangan coba-coba naik mobil ini langsung difloorkan langsung ditekan rata lantai. Gila, larinya kencang
33:44
Speaker A
banget ini mobil. Dan karena di AWD ya, ketika kita akselerasi itu enggak pakai spin-spin dulu gitu. Fif siap-siap kita di Eco nih. Kita gas.
34:00
Speaker A
Gila tuh langsung 70 ya. Kalau Eco tuh masih di dikit gak masitahan dikit gitu ya. Dan ini kita EV kitav deh ya biar mesinnya nyala. Cuma mesinnya nyala juga gua enggak ngerti enggak kerasa mesinnya nyala. Jadi kita harus lihat di sini ya.
34:16
Speaker A
Kita masuk ke setting kita masuk ke New Energy baru kelihatan nih mesin nyala apa enggak. Nih ya depan kita depan ngerem. Kas dikit.
34:28
Speaker A
Baru nyala tuh dia tuh. Kita bisa tahu dia nyala apa enggak dari mesinnya warna merah apa enggak tuh. Tuh nyala ya. Ada suara kecil sekali ya. Ini tandanya dia lagi nyala. Dia lagi ngisi nih ke baterai. EV mati ya. Udah kita mati nih ininya kursi
34:49
Speaker A
pijetnya. Iya. Jadi kita tahunya itu mesinnya nyala tuh dari sini aja gitu karena suaranya kedap sekali. Sehalus itu mesinnya.
34:58
Speaker A
Kita masuk sport deh sekarang ya. Normal mode. Kalau kita masuk sport AV lagi ya biar terasa larinya.
35:07
Speaker A
Siap-siap Fif. Ini ugal-ugalan banget ini mesinnya tuh. Ini ya. Kita susul dulu nih. Sekarang kita jalan di 60. Kita injak gas di body sport AGV. Gas.
35:27
Speaker A
Uh gila 100 sudah. Edan pol. Kencangnya pol. Iya. Jadi ini mobil kencang banget. Dan kencangnya tuh enggak cuma di bawah 100 km/h.
35:45
Speaker A
Beberapa mobil bensin atau hybrid ya itu biasanya kencangnya tuh di bawah doang. 100 ke 100 kencang. Di atas 100 loyo. Ini tuh di ba di atas 100 masih ngisi edan.
35:59
Speaker A
650 Nm 395 horsepower. Emang enggak bohong tenaganya ya. Sekarang tekanan bannya udah kita ubah ke 36 ya. Walaupun pembacaan di sini 37 ya.
36:10
Speaker A
Tuh lihat tuh kita belok bodinya tuh enggak miring gitu ya padahal kecepatannya enggak terlalu rendah juga gitu. Nih kita gas nih mode EV nih. Cus.
36:21
Speaker A
Hii. Dan naen naiknya mobil AWD ya. Mobil bertenaga besar. Kalau FWD itu pasti setirnya ke mana-mana. Itu namanya tor setir. Jadi semakin kencang mobil itu pasti semakin berasa tor setirnya. Kalau kalian pakai mobil 1500 ccna ya enggak terasa itu tor setir pas cobain mobil
36:39
Speaker A
tenaganya gede FWD gitu ya. Wah nih kok setir lari-lari pas ngebut AWD enggak ada belakangnya juga ikut muter set tuh.
36:49
Speaker A
Kita tutup atasnya deh ya. Ini tuh kedengaran suaranya bukan dari kolong, bukan dari samping, tapi suara angin dari sunroof ya. Kalau ditutup hilang langsung suaranya kedap.
37:06
Speaker A
Nah ayo kita masuk HIV, masuk sport nih, ya. Sport mode. Aduh, ada bau orang bakar bakar sawah.
37:23
Speaker A
Oke. 1 2 3. Wah, ada spin dikit tapi enggak berasa suaranya ya. Cepek langsung gila langsung 100 loh.
37:37
Speaker A
Uh tuh hampir 140 tadi ya. Dan dia seperti yang gua bilang, dia tuh bisa ngebaca kecepatan maksimal di jalan dari navigasi 120 tadi kita ngelewatin dan kalau udah ngelewatnya nanti warnanya merah.
37:53
Speaker A
Nah, ini yang gua bilang. Gua berak mobil kalau di tol EV atau HV di atas 100 udah mulai turun tuh performanya. Ini mobil enggak loh.
38:05
Speaker A
Dia udah 100, 120, 140 digas masih ngisi. Masih masih jengat. Agak-agak edan nih mobil.
38:15
Speaker A
Ini tolnya sekarang udah sampai Jogja. Perambanan sih tepatnya sip Jogja tuh kita belok begini 66 barang kita masih santai gak gak ikut miring gitu ya. Kita gas nih ini 80 90.
38:28
Speaker A
Wuh udah hampir 120. Gila kencang banget nih mobil. Cuma dia itu kencang masih stabil tapi stabilnya stabil yang empuk ya. Jadi bukan yang keras. Artinya buat gua mobil dengan level performance seperti ini ya itu harusnya dia pakai sport suspension bukan suspensi yang
38:51
Speaker A
ala-ala palis kayak gini ya. Ini di tol enak banget loh suspensinya loh. Lewat gal deng deng gitu. Nih sambungan jembatan nih. Tuh gitu doang. Lompat lagi tuh gitu doang. Jadi anggap aja kalian beli palis set gitu ya AWD
39:12
Speaker A
tapi mesinnya lebih kencang. Serius. Ini kayaknya untuk mobil di bawah R miliar non EV ya. HV e hybrid electric vehicle.
39:22
Speaker A
Ini kayaknya paling kencang deh. Larinya sih agak sadis dan adasnya seperti yang gua bilang, adasnya sih bagus ya. Gua enggak ngerasa ada yang aneh-aneh tuh.
39:34
Speaker A
Cruise controlnya bagus. Kita tambahin pun juga dia ee nambahnya tuh gradual gitu. Enggak bikin kaget nih kaki gua.
39:41
Speaker A
Gua angkat sedikit. Dan kalau misalkan ya kita 140 nih depan kita kita dekatin. Nah, terus tiba-tiba ada yang masuk ngerem. Ngeremnya pun juga halus gitu.
39:56
Speaker A
Jadi bisa dipercaya nih mobil gitu. Cuma tetap dia harus dipegang ya. Karena dia pasti minta dipegang terus. Tuh depan kita lari 111 gitu ya. SV sport mendekat-mendekat. Mendekatnya tuh halus banget. Tapi 38Snya pun juga sama menurut gua ya, juga udah bagus gitu.
40:15
Speaker A
Bisa gua pakai dari Klaten ke Jakarta, dan Jakarta Klaten gitu. Nih tuh dia naik tuh kecepatannya tuh dalamnya tuh kayak enggak ada apa-apa dan kedap banget gitu. Gua kemarin tuh enggak sadar bawa ni mobil bawa keluarga. Gua bawa keluarga tuh enggak
40:33
Speaker A
pernah kencang ya. Bisa bawa 140 tuh kayak kencang banget kalau bawa keluarga. dia tuh enggak sadar gitu saking kedapnya kabin, suara-suaranya tuh enggak berisik, terus juga pedal gasnya effortless. Jadi kita nambah kecepatan tuh ya kita susul dikit nih.
40:53
Speaker A
Kita nambah kecepatan itu benar-benar enggak berasa gitu loh. Ini sport echo itu lebih enak lagi, lebih halus. Ini tuh kita gas dikit tuh.
41:05
Speaker A
Oh 120 140 enggak dalam hitungan detik gitu. Jadi ini kayaknya diganti gitu bukan ngetes 0 ke 100 tapi dalam 10 detik dari nol ke berapa kita dapat dalam waktu 10 detik.
41:24
Speaker A
Nih contoh lagi nih. Suara mesinnya agak kerasa tuh. Kayaknya mesinnya mulai kerja ya. Jadi gas tuh 140 60.
41:37
Speaker A
Oh gila loh ini mobil loh kencang banget loh. Maksudnya untuk level harga segini ya di bawah 1 M performance-nya sih sadis loh.
41:49
Speaker A
Fortuner Pajero Sport kalau ketemu mobil ini jangan ini ya. Jangan petatang-petenteng ya. Malu euy.
41:56
Speaker A
Cak gila mobil. Gua enggak ngerti de apa yang ada di pikiran engineer Cherry. Kita bikin mobil kencang yuk di sebuah SUV gede. Kebayang kalau ini mobil dikasih desain yang lebih kecil lagi power trade sama itu pasti lebih kencang
42:11
Speaker A
lagi tuh. Karena ini bodinya gede pasti berat ya. Gila loh ini kencang banget loh ni di tol. Tapi yang gua harapkan ya dari orang-orang yang beli mobil ini, gua tahu ini mobil kencang gitu ya, terutama buat yang sebelum-sebelumnya naik mobil
42:25
Speaker A
diesel, modifan gitu kan ya. Tetap sensasinya beda. Ini lebih kencang tapi sensasinya enggak kayak kayak mobil diesel gitu. Terkadang kita enggak sadar kalau ini mobil bawa kencang, tapi mobil masih stabil, masih nyaman gitu ya. Dan kita enggak pasti lihat eh 130 gitu kan.
42:44
Speaker A
Jadi tetap harus sering-sering lihat speedometer, lihat head up display. kita tuh lari berapa sih? Karena ini mobil kencang enggak berasa ya. Even gua bawa keluarga gua sempat kaget istri gua juga santai lagi. Enggak enggak enggak protes. Biasanya kalau kencang protes
42:59
Speaker A
120 aja suka protes gitu kan. Enggak berasa 130 nih. Rasanya gini doang gitu loh. Katanya kalau bawa 100 kayak bawa 60 ya. Kayak karena emang mobilnya beda level sih. Emang sih kayak bawa Volvo XC90 ya. Over nanti juga sama
43:17
Speaker A
lu bawa kencang itu enggak enggak berasa kencang gitu. Yang PV juga lagi sama. Sekarang kita pindahin ke EV ya biar kita enggak usah isi bensin.
43:26
Speaker A
E mode masuk eco mode. Kita masuk ke EV. Kita lihat mesinnya. Kalau di kecepatan 120 tuh masih mati loh. Kita tambahin lagi kecepatannya.
43:40
Speaker A
Dia masih mati mesinnya. Jadi kencangnya itu dari motor listrik ya. Nah, tapi ketika kita butuh tenaga tambahan dari kan motor listrik tuh seperti halnya mobil EV kan ya. Semakin kencang kan semakin enggak berasa tuh.
43:56
Speaker A
Jadi 0-nya kencang tapi habis itu kecepatannya turunnya lumayan drastis kan. Nah, di situlah saatnya mesin bensin 1500 cc turbonya bekerja dan dia pakai transmisi dht-nya beda sama punyanya si eh 38 yang cuma satu percepatan. Yang ini dia pakai tiga
44:13
Speaker A
percepatan. Jadi dia bisa ganti gigi walaupun cuma tiga gigi doang. Karena buat apa pakai gigi rendah toh udah ada mesin bensinnya dan mesin bensin torsinya besar otomatis nanjak-nanjak pasti gampang gitu. Udah nih kita bawa 124 123 full EV mode. Aduh asik sekali ya. Jadi
44:35
Speaker A
gua nih ya kalau pakai ni mobil di Klaten, gua ke Semarang, gua ke Jogja, gua ke Solo, itu enggak perlu pakai bensin. Udah colok aja full.
44:45
Speaker A
Dari tadi kita geber-geber masih 64%. Gede baterainya gede banget. Ya, makanya ini sebenarnya harusnya jadinya range extender EV bukan hybrid electric vehicle. Siapa tahu kalau jadi R extender bisa jadi warna biru platnya.
45:02
Speaker A
Enggak boleh ya, jangan ya. Oke, sekarang kita sudah keluar dari tol Jogja yang Perambanan. Sekarang kita ngomongin gimana soal konsumsi bahan bakarnya. Ya, karena kita pakai EV mode terus-menerus ya, ya otomatis kita cek sini dapat sekitar 50 km last. 50 km dapat 50 km/l. Tapi
45:32
Speaker A
ini enggak bisa jadi patokan. Kenapa? Karena agak sulit kita ngomongin konsumsi banak Pia GV. Karena kalau kita isi baterai secara full ya bisa dibilang kita enggak akan pakai sama sekali untuk 50 km pertama.
45:51
Speaker A
Jadi semuanya udah pakai EV aja gitu, pakai baterai. Bahkan dengan klaim 180 sampai 200 ya. Benaran kita dapat 180 gitu. Wah, 180 km gua bolak-balik Jogja even lebih sama sekali enggak usah pakai bensin.
46:09
Speaker A
Gua pakai bensin itu pas gua pakai ke Surabaya misalkan. Oke Google, berapa jarak Klaten Surabaya?
46:20
Speaker A
Jarak ke Surabaya dari Klaten 296 km. 296 km artinya let say gua dapat 180 km.
46:28
Speaker A
full EV gua pakai mode EV plus. Habis itu dia menggunakan bensin. Artinya kita pakai itu cuma 96 plus 20 cuma kita pakai 116 km aja. Itu yang benar-benar pakai bensin dan itu pun bensinnya masih pakai mode EV-nya eh mode hybrid-nya ya.
46:48
Speaker A
Jadi enggak full bensin juga gitu. Masih ada penggerak listriknya. Dan dari yang udah-udah ketika gua habisin kemarin pas gua bawa dari Jakarta ke Klaten, ketika gua pakai kan habisnya tadi tinggal tinggal 16% atau berapa karena gua pakainya EV plus kan. Itu pas dibawa
47:04
Speaker A
jalan dia naik jadi 25% baterainya. Jadi dia ketika kita bawa jalan dia langsung otomatis ngecas sendiri ketika IV plus-nya udah mati gitu. Dan claimnya Cherry sendiri kalau misalkan ini semua mati ya, e maksudnya si baterainya habis, benar-benar habis, terus kita
47:20
Speaker A
jalan pakai mode hybridnya itu dapat sekitar 19 km/l. Tapi gua kurang yakin karena waktu gua pakai agak lumayan kencang, gua bilang gua kemarin baw 140 gitu ya. Enggak berasa gitu 140 di mobil ini. Itu gua dapat sekitar 1 banding
47:37
Speaker A
13,6 ya. Artinya untuk kecepatan tinggi itu cukup irit dan kemarin gua barang gua full, orang juga full itu cukup irit.
47:48
Speaker A
Artinya kalau gua bawa sendirian kayak sekarang itu mungkin bisa dapat 115 kurang lebih sama kayak 38 CSH ya. Jadi ya itulah enaknya mobil PGV. That's why gua kemarin eh punya mobil PGV di rumah itu e sekali ya. Bukan di rumah, di
48:04
Speaker A
kantor gitu ya. karena hampir sama sekali enggak pernah isi bensin. Semuanya sudah pakai ini aja gitu loh.
48:12
Speaker A
Nah, masa depan itu menurut gua Pia CV sih. Apanya kalau Pia CV dapat plat biru-biru yang di bawah itu aduh bebas ganjil genapia CV luar biasa. Jari 39 CSA ini kayak tick all the boxes ya.
48:25
Speaker A
Artinya semuanya yang kita inginkan dalam sebuah mobil tuh ada semua gitu loh. Minus-minusnya kayak tombol gitu-gitu. Jadi ya udahlah ya enggak terlalu dipikirin. Apalagi kalau nanti Cherry ternyata ngeluarin harganya agak gila gitu. Buat gua ini harga cocoknya kalau yang AWD mungkin Rp00 juta. Kalau
48:45
Speaker A
yang FWD Rp800 juta lah rasionalnya. Karena kemarin gua juga nyobain 38 CSH. Gua rasa itu mobil cocoknya harga Rp800 jutaan. 700 pun masih oke. Rp800 juta dihajar sama Honda CRV gua masih lebih pilih 38 CSH.
49:00
Speaker A
Tapi mobil ini kira-kira berapa harganya? kita tunggu saja nanti. [Musik] Gua senang ngopi di sini karena dekat masjid ya. Cuma masalahnya enggak ada parkirannya. Coba kita parkir depan ya.
49:47
Speaker A
Sekalian mau nyobain parkir yang custom yang benerannya. Katanya Afif yang nyoba ee lebih dulu gitu ya. Ini dia parkirnya itu bisa ee ngadapnya dipilih mau depan atau belakang. Dan Android Autonya ini masukan buat Jerry ya. Kalau bisa dia
50:05
Speaker A
tetap ininya kelihatan. Jadi jangan dibikin full gitu, tetap ada e controller AC-nya gitu. Karena dia enggak ada controller di sininya. Nah, kita coba masukin.
50:17
Speaker A
Oke, start parking. Wih heut parking itu benaran enggak pakai dia tuh bukan cuma gimik. Wih, ada auto parkingnya. Pas dicoba gagal mulu.
50:47
Speaker A
Udah komplit. Oke, komplit. Lurus sih, cuma kita tadi itunya yang salah berarti apa namanya? Kita ngaturin yang salah ya. Karena menurut gua satu hal nih ya, dia agak kurang lebar sih.
51:05
Speaker A
Nih ketika kita masukin customize parking-nya seandainya dia bisa dibikin lebih lebar lagi ya. Lebih ke sana. Ini merah nih. Udah pasti dia bagus. Udah itu doang sih. Tapi ini auto parkingnya beneran kepakai sih.
51:18
Speaker A
Gila gua happy banget sama ini mobil ya. Karena ya itu take all the boxes nyaman dan ketika dibawa itu rasanya mobil kelasnya R miliar ke atas gitu.
51:28
Speaker A
Performance-nya even kayak mobil harganya 2 miliar 0 cai 5,4/ detik. Sebuah SUV besar seperti ini kedap, nyaman, audio bagus, fitur banyak. Yah, seperti itulah. Semoga harganya beneran mengejutkan. Kalau misalkan tiba-tiba keluar R,5 miliar sih 1,4 miliar gua kayak ya okelah cocoklah di harga segitu
51:49
Speaker A
cuma enggak seprice enggak wow ya tapi Cherry tahu sendiri kan seperti apa biasanya. Serif sampai jumpa di vlog berikutnya. Buat teman-teman yang udah beli tig atau tigs coba dikomen seperti apa rasanya di bawah danif. Sampai jumpa di vlog berikutnya. Bye bye.
Topics:Chery Tiggo 9CSH PHEVSUV hybrid Indonesiamobil listrik plug-inreview mobil Cherymobil bertenaga besarfitur teknologi mobilperforma akselerasimobil keluarga mewahfast charging CCS2

Get More with the SozAI App

Transcribe recordings, audio files, and YouTube videos — with AI summaries, speaker detection, and unlimited transcriptions.

Or transcribe another YouTube video here →