Review lengkap motor listrik Yadea Velax U, fitur, baterai, build quality, dan pengalaman pakai oleh Ridwan Hanif.
Ask about this video. Answers come from its transcript only — with the timestamp, so you can check them.
Generated from the transcript and can be wrong — check the timestamp.
Key Takeaways
- Yadea Velax U menawarkan build quality dan kenyamanan yang unggul dibanding motor listrik dan bensin sekelasnya.
- Baterai lithium pada tipe U memberikan jarak tempuh lebih panjang dan performa lebih baik dibanding baterai lead acid.
- Motor ini ringan dan mudah dikendalikan, cocok untuk penggunaan sehari-hari dan pengendara dengan tinggi sekitar 170 cm.
- Fitur keamanan dan kemudahan pengisian daya menjadi nilai tambah motor ini.
- Kecepatan maksimal dibatasi 80 km/jam meskipun daya motor bisa lebih besar, menyesuaikan regulasi dan efisiensi.
What the video covers
- Ridwan Hanif membahas motor listrik Yadea Velax U yang dibeli saat IMS dengan harga Rp39 juta.
- Motor ini memiliki tiga tipe, Velax U adalah tipe tertinggi dengan baterai lithium dan jarak tempuh terpanjang.
- Versi bawah menggunakan baterai lead acid yang lebih murah dan perlu perawatan khusus agar tidak cepat rusak.
- Build quality motor ini sangat baik, bahkan lebih baik dari motor bensin dan terasa solid di berbagai bagian.
- Motor dilengkapi fitur seperti alarm, charger USB biasa, dua tempat penyimpanan, dan baterai yang bisa dicopot.
- Posisi duduk nyaman dengan jarak jok ke tanah sekitar 720 mm, cocok untuk tinggi badan sekitar 170 cm.
- Motor ini ringan dan lincah, mudah dimanuver, serta joknya empuk dan nyaman untuk pengendara dan boncengan.
- Lampu depan belum menggunakan AHO, tapi terang dengan fitur high beam dan low beam serta aksen desain menarik.
- Rem menggunakan combi brake system dan motor memiliki fitur keamanan seperti QR code dan pembatasan area.
- Pengalaman berkendara menunjukkan motor ini bertenaga maksimal 4.9 kW dengan kecepatan maksimal 80 km/jam.
Chapters
- 00:00Pembukaan dan pengenalan Yadea Velax U
- 01:05Penjelasan tipe baterai dan perawatan
- 01:55Pengalaman dan popularitas Yadea di Tiongkok
- 03:07Fitur pengisian daya dan penyimpanan barang
- 04:53Desain charger dan build quality
- 05:55Posisi duduk dan kenyamanan berkendara
- 06:51Fitur lampu dan rem
- 09:02Fitur keamanan dan teknologi tambahan
- 12:46Pengalaman berkendara dan performa motor
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
Oke, halo semuanya. Kembali lagi di Fid Aanif ya. Kali ini kita kedatangan motor ya, tapi ini kebetulan kita beli waktu IMS kemarin ya. Ini namanya Yadea Velx ya. Velx ya. Enggak tahu ngomongnya gimana gitu ya. Ada yang tipe ada tiga
Speaker A
tipe dan kita ambil yang paling tinggi yaitu yang tipe U ya. Ini harganya Rp39 juta. Ah kan dia ada ininya alarmnya kalau digeser-geser gitu dia bunyi ya. Tadi yang mana? Lupa kan. Oh ya, by the way kalau teman-teman nemu komentar
Speaker A
judi online tolong direport. Terima kasih banyak ya karena gua juga sebel ya sama judi online itu enggak ada orang kaya dari judi online yang bangkrut banyak. Nah, lanjut lagi ke motornya karena dia ada tiga model ya dan model
Speaker A
ultimate ini itu yang range-nya paling panjang dan baterainya litium. Kalau yang versi bawahnya itu dia pakai baterai lead acid. Nah, cuman ya dia itu enggak mau dibilang e lead acid namanya eh terer apa gitu ya. Sebenarnya ee cuma
Speaker A
beda sedikit aja tapi intinya itu masih lead acid. Artinya kalau misalkan rusak gantinya murah ya. Tapi memang e lead acid itu kalau misalkan kalian punya ee motor listrik atau apapun listrik yang pakai lead acid itu harus yang pertama
Speaker A
perhatikan temperatur jangan sampai terlalu panas karena musuhnya adalah panas. Terus yang kedua, kalau makai itu jangan sampai habis banget. Kalau bisa 20-25% tuh langsung dicas penuh ya.
Speaker A
Karena kalau pernah diabisin banget, nah habis itu dinyalain lagi ya itu biasanya degradasi baterainya itu mulai berasa.
Speaker A
Dan Yadea sendiri ini adalah motor listrik atau sepeda listrik apapun yang listrik-listrik di Tiongkok sana. Jadi gua waktu kemarin e Beijing Auto Show ya sekitar tahun lalu 2024 itu gua jalan naik sepeda. Kita sewa sepeda ya, pakai scan enak banget. Pas di jalan banyak
Speaker A
banget yang pakai Yadea. Banyak banget. Bahkan merek lain tuh hampir sedikit sekali ya. Dan bagusnya ini mulai dari yang varian yang murah-murah yang under Rp10 juta sampai di atas Rp jutaan itu build quality-nya bagus, enggak terasa murah. Begitu pula di motor ini ya. Nih,
Speaker A
ini yang paling gua suka nih. Coba lihat nih bagian sini. Biasa kalau motor-motor yang kita kenal itu kan suka ngeplek-ngeplek ya. Ini solid ya. Tuh ya ada ngepleknya cuma ini solid banget tuh. Bagus dan dikasih magnet. Nah ini
Speaker A
harusnya ditiru sama banyak pabrikan bikin kayak ada mekanisme kayak ada mekanisme pernya gitu bukan magnet ya. Enggak magnet cuma di sini doang nih. Tek. Ini bagus. Dan kalau misalkan kita taruh buat naruh barang ya.
Speaker A
Oh, HP enggak bisa. Eh, mungkin HP-nya harusnya agak kecil. Oh, bisa. Naruhnya aja dimiringin dikit ya. Tuh, bisa ketutup. Dan kalau misalkan kalian pengen ngecas HP ya, di sini ada chargernya tuh dan langsung USB biasa nih, bukan USB type C ya. Jadi langsung
Speaker A
colokin aja. Nah, itu bisa langsung ngecas HP di sini. Ini loh bagus. XMAX aja ngelepek-ngelepek gitu kan.
Speaker A
Kalah loh sama Yadea. Oke, lanjut. Kok ngeluarin susah. Lanjut. Di sebelah kanan sini ya, ada tempat penyimpanan, ada hook ya.
Speaker A
Sama ada hook lagi di depan sini. Belakang sini ya. Depan atau belakang ya? Giniilah belakangnya. Jadi ada dua.
Speaker A
Tapi ini plastik. Jadi ee kayaknya enggak bisa ditaruh beban yang berat ya, cuma seadanya aja. Deck-nya rata. Nah, kalau kalian lihat sebenarnya ini motor motor listriknya itu dia punya baterai itu ada di bawah sini dan dia masih punya ruang
Speaker A
penyimpanan ya. Jadi kalau misalkan kita mau naruh-naruh barang itu bisa. Terus kita bisa buka nih eh sor bukanya di sini. Nah, ada dua buah baterai yang bisa dicopot ya. Tuh bisa kelihatan masih penuh ya.
Speaker A
dan ada lampunya di bagian sini. Jadi kalau misalkan malam-malam kita mau ngambil barang ada lampunya dan buat ngecas dia colokannya ada di sini ya.
Speaker A
Tapi ini dikasih cover plastik gini kayaknya cover plastiknya ini bakalan kalah duluan. Dan kalau nanya charjanan sini berarti mesti dibuka dong bagasinya. Enggak. Bagasinya itu ada coak di sini buat naruh kabel.
Speaker A
Kabelnya jalan ya. Dan yang gua suka adalah dia punya adapter itu desainnya bagus, enggak kaleng-kaleng ya. Dan build quality-nya itu bisa dibilang charger motor listrik yang paling bagus yang pernah gua pegang. Ya, even yang lebih mahal pun kayaknya enggak sebagus
Speaker A
C AD ya. Bentuknya itu bagus banget. Nah, tapi untuk sebuah motor listrik ya ini sori agak kotor ya. Ini kena getah terus digosok-gosok malah jadi hitam.
Speaker A
kayaknya mesti langsung disabunin cepat ya. Nah, ini kan baterainya di sini ada dua biji ya, tapi di sini bagian ininya tuh tebal ya. Kayaknya ada varian yang dia punya baterai di bagian bawah atau jangan-jangan ada baterai bawah, ada
Speaker A
baterai atas gitu. Karena ini enggak tahu ya kalau dibuka isinya apaan ya. kayaknya harusnya kosong sih, tapi ini terlalu tebal gitu loh buat sebuah motor listrik yang baterainya di sini harusnya bisa dibikin ke bawah lagi. Dan tentu saja karena
Speaker A
dia posisi duduknya punya deck bawah yang tinggi sebenarnya pas kita duduk begini ya. Sebenarnya pas kita duduk gini ini sih normal-normal aja. Tapi kalau dibikin ke bawah sedikit aja, let's say barang 2-3 cm pasti lebih enak turunnya kakinya. Tapi ini udah oke sih
Speaker A
ya. Mirip-mirip kayak bawa Vario yang punya aki di bawah kali ya. Terus kalau kita turunin ke bawah ya, dia jarak dari jok ke bawah itu sekitar 720 mm ya.
Speaker A
Jadi buat gua yang tinggi 170 cm dan istri gua juga hampir 170 ya. Enak kaki kiri kanan itu bisa duduk dengan eh duduk napak dengan sempurna. Begitu pula dengan boncengannya.
Speaker A
Boncengannya di sini ada footstep yang bentuknya bagus ya. Pokoknya kalau untuk build quality ya dia ini mantaplah.
Speaker A
Bahkan di atas motor bensin loh. Nah kita di belakang itu duduknya seperti ini. Ditambah lagi ya ini cukup cukup menopang ya tapi masih kerasa ada sempitnya dikit. Tapi ini loh joknya ini empuk sekali. Joknya empuk banget enak.
Speaker A
Jadi build quality, kenyamanan itu di motor ini luar biasa. Enggak kayak motor listrik pada umumnya ya. Mereka istri gua senang banget pas naik ini, ih kok enak gitu ya. Dan motornya juga enteng jadi buat kita manuver gitu ya. Tuh
Speaker A
motornya dijatuhin begini. Angkatnya pun gampang. Oh kena kena ini ya. Kita turunin gini nih. Angkatnya gampang. Nah motor listrik beda sama mobil listrik ya. Motor listrik biasanya lebih enteng dibandingkan dengan motor bensin. Nah, mau kita standar dua pun juga gampang
Speaker A
ya tinggal diinjak. Kita bas depannya dulu deh. Dari tadi kok lompat-lompat ya enggak urutan gitu kan dari depan bentuknya seperti Vario. Vario yang 110 ya yang masih dijual enggak sih? Vario 110 masih ada enggak? Mertua gua masih ada. Soalnya
Speaker A
ini depannya mirip banget, tapi bagus sih. Dan dia tuh belum pakai AHO ya, belum auto headlight on. Jadi kalau mau nyalain lampu masih ada switch-nya. Oke, satu dua. High beam. Ada pas beam-nya nih. Ting ting. Nah, sama ada high beam
Speaker A
yang benerannya. Oke, lampunya juga lumayan terang ya. Sama gua suka ini ada aksen titik-titiknya ini. Nah, 1 2 3 4 5. Bagus kelihatannya tuh kayak mahal ya. sama ada gold-nya di sini dan ada tulisan motor listrik pintar ya. Ini ada
Speaker A
logo Yadea tapi ini cuma stiker ternyata bisa dicopot ya. Nah, oke nih. Oh ini stiker beneran bisa dicopot bunyi lagi. Terus kalau kita lihat bawah juga kaki-kakinya ya remnya. Remnya juga gaya ya brake-nya ya. Nah velegnya pun juga
Speaker A
fit finishing-nya segala macam bagus ya. Jadi tuh lihat ini fit and finish-nya bagus sekali. Tuh matching-matchingannya pas.
Speaker A
Warnanya juga kalau kita lihat detail dia kayak Honda BRV. Ada ee apa namanya? Bunglonnya gitu ya. Kalau kena tuh ada kebiru-biruannya. Jadi emang terasanya mahal. Sama untuk hidrolik kan depan belakang cakram ditutup loh ininya jadi rapi. Spionnya agak kurang keluar
Speaker A
sedikit tapi okelah ya. Bentuknya seperti ini. Speedometernya aja paling pas gua pakai siang-siang kurang terang ya. Kalau misalkan siang-siang dibikin lebih terang. Oh, bisa denging. Jadi kalau misalkan kita nyalain lampu dia ngeredup. Kalau kita matiin lampunya tambah terang. Tapi masalahnya di
Speaker A
Indonesia kalau kita matiin lampu itu pasti kena tilang. Dan ini ada e STNK PL tapi belum datang. Ini mungkin masukkan buat Yadea ya,
Speaker A
ada matahari dia tambah terang. Kalau mataharinya hilang gitu ya, dia jadi lebih gelap biar enggak silau ke pengendaranya. Oke, kita ke sini Viv.
Speaker A
Yuk, lihat dashboard-nya ya. Ini rem kanan kiri ya. Ee rem kirinya lebih keras dibanding yang kanan ya. Tapi kalau kita injak yang sebelah kiri tekan ya. Kita tekan yang sebelah kanan, nah dia ikut. Yang belakang ikut juga karena
Speaker A
dia sudah pakai combi brake system seperti Honda. Nah, terus ini ada lampu sein. Kalau kita nge-sin bunyi not note not ya kan. Terus kalau kita pakai hazard juga bunyi not note not gitu ya.
Speaker A
Nah, di sebelah kiri ada klakson ada buat reverse ya. Jadi kalau misalkan kita pencet ini bisa mundur. Terus kalau misalkan kita lagi jalan ya kencang 60 gitu ya, kita pencet ini dia jadi cruise control.
Speaker A
Nah, yang kanan sini ya, hazard yang gua bilang tadi. Terus di sini ada buat matiinnya. Jadi buat ready sama enggaknya bisa dari sini. Dan ada mode E sama S. Itu beda di top speed-nya sama di response-nya. Dan S-nya ini emang
Speaker A
rasanya enak ya, ngacir gitu cer ya. Ada trip di bagian sini 0 km ya. Dan kalau buat ngatur bagian tengahnya sini itu kita harus pakai handphone. Jadi kita bisa binding dulu.
Speaker A
Ada QR code di sini kita pakai Yada baru nanti kita bisa atur-atur dan kawan-kawannya. Termasuk kita bisa geans juga. Jadi kalau misalkan kita oh motor ini enggak boleh keluar dari Klaten gitu ya. Nanti dia akan mati otomatis. Ada
Speaker A
pengaturannya di bagian sini. Oke lanjut sekarang ke bagian belakangnya ya. Ini behel belakangnya besi bukan plastik.
Speaker A
Nah, sama bentuk belakangnya ini ya kalau dilihat tuh mirip ini enggak sih Yamaha apa yang matic trail itu Xtri.
Speaker A
Xride ya tapi dibikin huruf bukan huruf ni logonya Yadea nih cuma warnanya merah karena lampu rem kan. Di sini ada lampu tapi ini buat plat nomor ya. Ini kebetulan plat nomornya belum keluar kita lepas aja nih. Kurang menarik. Nah,
Speaker A
oke. Sama ada mata kucingnya, spakbornya panjang ya. Lampu sennya kiri kanan di sini. Sama ada mata kucing lagi sebelah kiri kanan sini. Ya, secara kelengkapan okelah, tapi yang gua paling suka adalah build quality-nya yang di atas rata-rata bahkan di atas motor bensin pada
Speaker A
umumnya. Shock breaker dua kanan kiri ini ada dinamo besar di bagian rodanya. Dan untuk ARMnya kiri kanan itu ada sama dia dikasih cover yang bagus. Ini armnya kalau dibikin besi biasa sih jelek ya, tapi ketika dikasih cover gini jadi
Speaker A
bagus. Dan sini kelihatan ada high voltage kabelnya nih yang warna orange seperti ini. Oke, sekarang kita bawa jalan muter-muter. Sebenarnya gua udah pakai dari kemarin ya. Sama kuncinya dia itu desainnya seperti ini ya. Jadi kayak batangan gitu dan ini tuh kayak glow the
Speaker A
dark ya putarannya. Jadi kalau misalkan lagi malam dia kayak nyala gitu, tapi bukan karena ada lampunya. Jadi sebenarnya dia bisa kiles juga ya. Kita pencet yang bawah ya beberapa kali, habis itu bisa langsung kita putar. Jadi enggak perlu colok-colok kunci. Nice.
Speaker A
Yuk, let's go. Kita jalan sekarang pakai jaket dan helm dulu. [Musik] [Musik] Jadi, gua udah pakai motor ini beberapa hari ya. Dan yang gua rasakan pertama ini motor enteng dan lincah ya. Jadi bawanya tuh enggak kayak bawa sepeda
Speaker A
sih, tetap kayak bawa motor. Tapi ya ini enteng sekali. Ee buat manuver-manuver segala macam itu. Terutama buat perempuan ya yang enggak bisa bawa atau susah bawa motor berat. bawa motor ini pasti gampang banget karena ya rasanya kayak ya mirip sepeda tapi lebih rigid
Speaker A
lah lebih solid karena bannya tebal juga sih dan tarikannya kalau kita di mode E ya itu gitu doang gitu loh ya kencang tapi enggak sekencang yang S jadi cus langsung ya wuhuy remnya juga yang sebelah kanan tuh empuk Tapi yang sebelah kirinya biasa
Speaker A
aja. Nah, untuk shock breakernya ya seperti halnya motor pada umumnya yang depan keras belakang keras. Depan masih lumayan lah, tapi belakangnya harusnya bisa dibikin lebih empuk lagi. Atau mungkin sebelahnya dicopot kali ya. Jadi saat single shock gitu. Cuma imbang
Speaker A
enggak ya. Dan motor listriknya sendiri dia itu daya maksimalnya di 4.900 jadi hampir 5 kW. Nah, cuman ya sama si Yadea ini kalau kita lihat spesifikasinya itu dimaksimalin cuma 80 km/j aja. Harusnya dengan daya segitu itu bisa lebih
Speaker A
kencang sih. Tapi menurut gua ini ah lebih dari cukup. Terutama kalau kita buat seruntulan cus gitu ya. Kita masuk mode S itu ngegas tuh dikit aja udah kencang banget. Enak [Musik] bener. Huh. Tuh mode S-nya enak banget ya. Tapi sebenarnya ketika gua pakai ya,
Speaker A
e kecepatan maksimal itu enggak 80 juga. Paling kencang gua bawa motor ini 92. Tapi untuk mencapai 92 itu lama sekali ya. Jadi emang harus dibetot terus jalannya agak panjang baru bisa dapat ke 92. Kalau 100 kayaknya agak susah deh
Speaker A
ya. Kecuali kalian di turunan mungkin bisa tapi ya terlalu maksa. Dan dia punya baterai itu kan ada dua ya. Kalau kita pakai dia tuh turun kanan kiri itu secara bersamaan bukan salah satu turun baru yang nomor dua turun. Dan kalau
Speaker A
misalkan udah tinggal dikit tentu saja seperti motor listrik pada umumnya dia mulai berkurang tenaganya. Nah, tapi yang unik adalah eh gua tuh punya feeling kalau misalkan lagi di jalan ini speedometernya dia agak berbeda dengan speedometer motor Jepang. di mana kalau motor Jepang itu
Speaker A
80 di sini mungkin cuma 75 atau 76 karena waktu gua bawa jalan gitu ya sebelah gua ada ADV atau NMAX gitu ya ya NMAX-nya tuh 85 gua 86 itu bisa nyusul dengan mudah artinya masa beda 1 km/h itu nyusulnya
Speaker A
cepat banget gitu memang biasanya kalau speedometer motor itu biasanya tuh enggak dibikin akurat tapi dibikin lebih kencang dari yang seharusnya pertama untuk alat Sun safety ya biar kalau 100-nya tuh udah rasanya tu udah kencang banget. Padahal 100-nya itu baru jalan
Speaker A
90-an. Nah, kalau ini kayaknya sih enggak ya. Jadi pas kita bawa 30 40 itu emang rasanya kencang loh. Tarikannya sih terutama sih asik banget dan ketika kita berdua buat boncengan itu baru berasa sih. Dan karena tenaga mesinnya juga gede jadi pas kita boncengan itu
Speaker A
rasanya tuh penurunan tenaganya tuh enggak signifikan gitu. Masih enak. Ini nanti kita coba gimana rasanya pasjakan sama ini motor katanya kalau kita bawa jalan itu bisa sampai 130 km di mode E.
Speaker A
Oke, jadi seperti itulah e Yadea VX ya. Ya, so far ini motor sesuai dengan prediksi ya. Ee motornya enak, ringan.
Speaker A
Buat ibu-ibu pasti gampang banget ya. E paling tinggal kita atur tekanan bannya biar lebih empuk lagi. Karena gua ngerasa shoknya depan belakang tuh agak sedikit keras. Buat teman-teman yang udah beli VX, coba komen di bawah seperti apa rasanya dan bagaimana
Speaker A
meliharanya ya, Sardanif. Sampai jumpa di video berikutnya. Jangan lupa like dan subscribe. Dan buat teman-teman juga gua say thank you buat yang udah bantu kita ng-report komen-komen online seranif. Sampai jumpa di vlog berikutnya. Bye bye.
Topics:motor listrikYadea Velax Ureview motor listrikmotor listrik Indonesiabaterai lithiummotor listrik murahbuild quality motor listrikmotor listrik ringankeamanan motor listrikmotor listrik 2024











