Review lengkap motor listrik Indomobil E-Motor Tirano dengan desain keren, fitur lengkap, dan performa dual purpose cocok untuk offroad dan jalan biasa.
Ask about this video. Answers come from its transcript only — with the timestamp, so you can check them.
Generated from the transcript and can be wrong — check the timestamp.
Key Takeaways
- Indomobil E-Motor Tirano menawarkan desain stylish dan fungsional untuk kebutuhan urban dan offroad.
- Fitur teknologi canggih seperti speedometer touchscreen dan konektivitas smartphone sudah terintegrasi.
- Motor ini memiliki kapasitas angkut barang yang besar dan fitur keselamatan lengkap.
- Ban dual purpose memberikan performa baik untuk medan offroad meskipun ada getaran di jalan aspal.
- Harga di bawah 30 juta dengan promo menarik membuat motor ini pilihan menarik di segmen motor listrik.
What the video covers
- Lokasi showroom Indomobil E-Motor di Klaten dengan unit test drive lengkap.
- Motor listrik Tirano memiliki desain menarik dan fungsionalitas tinggi dengan crash guard dan kapasitas barang besar.
- Tersedia delapan pilihan warna, termasuk motif loreng ala tentara yang unik.
- Lampu depan LED terang dengan fitur DRL dan sistem pencahayaan yang baik untuk malam hari.
- Speedometer digital touchscreen dengan fitur konektivitas seperti CarPlay, Android Auto, dan update via wifi.
- Ban dual purpose memberikan grip baik untuk offroad namun ada getaran di kecepatan tertentu saat di jalan biasa.
- Bagasi sekitar 20 liter dengan charger yang dapat mengisi baterai dalam 3-4 jam.
- Fitur keselamatan lengkap seperti hill start assist, traction control, dan combi brake system.
- Kursi lebar dan nyaman, cocok untuk boncengan dengan box belakang yang disediakan promo.
- Motor ini cocok untuk pengguna yang menginginkan motor listrik dengan desain stylish dan fitur modern.
Chapters
- 00:00Pengenalan Showroom dan Motor Tirano
- 01:18Fitur Penyimpanan dan Kapasitas Barang
- 02:20Pilihan Warna dan Desain Motor
- 03:30Lampu dan Sistem Pencahayaan
- 04:30Sistem Alarm dan Kunci Motor
- 05:43Fitur Speedometer Digital dan Konektivitas
- 07:05Performa Ban dan Getaran Motor
- 09:19Kapasitas Bagasi dan Pengisian Baterai
- 10:20Detail Fitur Keselamatan dan Kenyamanan
- 11:35Kesimpulan dan Kesan Pengguna
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
Jadi di depan kantor kita persis di Klaten itu ada showroom-nya Indomobil E-Motor ya. Ada dua kontainer dijadiin satu gitu. Dan beberapa hari yang lalu kita lihat-lihat, kita kenalan dan biasalah kita melarisi tetangga ya. Jadi kalau punya tetangga itu jangan
Speaker A
digosipin, tapi dilarisin kalau dia jualan. Akhirnya kita ambil ini namanya Indomobil E-Motor Tirano. Sebenarnya di display itu ada yang Sprinto, ada yang Adora, sama ada yang ini nih si Tirano ini. Dan di sana tuh unit test drive-nya lengkap. Jadi iseng kita nyoba dan
Speaker A
kawan-kawan gua tertarik sama yang Tirano ini karena desainnya keren. Dan jadi sebenarnya gini, ini motor yang gua suka adalah kalian tahu enggak sih Yamaha Xride ya kan motor matic yang bikin dual purpose kayak ee Honda ADV gitu. Tapi dia lebih kecil. Cuma Xride
Speaker A
itu kok bentuknya kayak kurang gimana gitu ya. Nah, ini bentuknya cakep ya. Dari depan cakep, belakang cakep, samping cakep. Dan yang gua suka adalah dia itu dikasih crash guard ya. Ada tempat buat naruh barang di depan sampai ke belakang. Dan ini semuanya beneran
Speaker A
bisa kepakai bukan cuma aksesoris ya. Jadi yang atas ini katanya bisa sampai 50 kilo ya kita buat naruh barang ya.
Speaker A
Dan ini bisa kita buka seperti ini. Terus di sini ada sangkutan ya. Jadi kalau misalkan kita mau naliin sesuatu ke sini tinggal diginiin aja nih. Nah, udah kita bisa naruh barang diikat aja di depan sampai 50 kilo. Besi-besi itu
Speaker A
beneran kepakai yang si 50 kilo maksimal. kanan kiri ini masing-masing 30 kg dan di atasnya sini bisa sampai 50 kg lagi. Nah, kebetulan katanya kemarin tuh lagi ada promo ee kalau beli Tirano itu dapat bok belakang dengan catatan
Speaker A
selama masih ada stoknya. Gua enggak tahu sekarang masih ada apa enggak karena setelah kemarin gua posting di Instagram, teman gua banyak banget di Kelatian yang beli ini motor. Sama lagi yang Tirano juga. Jadi desainnya cakep ya. Dan ini besinya beneran kepakai loh.
Speaker A
Gua waktu itu bikin crash bar buat ADV aja tuh Rp600.000 ya kan cuma begitu doang gitu sampai ke belakang sih.
Speaker A
Mungkin nanti gua akan tambahin ini hand guard ya. Jadi kalau misalkan kita bawa offroad beneran kena lumpur dia akan ketahan sama lumpurnya tuh sama hand guard-nya tadi. Jadi lebih proper gitu.
Speaker A
Dan lucunya ini motor dia tuh punya pilihan delapan warna ya. Jadi yang motif loreng-loreng begini ala-ala tentara itu ada empat warna. Ada yang warna abu-abu, ada yang warna hijau, ada yang warna kaki ya, dan ada yang warna putih. Nah, tapi yang lucunya empat
Speaker A
warna yang lainnya lagi itu cuma garis-garis aja, bukan modif motif loreng-loreng kayak gini. Padahal dia punya warna oren. Kalau orennya dia pakai loreng-loreng kayak gini, itu gua pasti beli yang warna itu. Sayang, enggak ada gitu. Dan gua yakin pasti
Speaker A
laris. Kan banyak tuh yang suka mobil-mobil, motor-motor pakai orang lorengloreng kan mungkin bisa masukan buat tidak mobil bikin warna yang kayak gitu gitu. Terus kita lihat bagian depannya lampunya kalau yang gua bilang tadi Xride kelemahannya tuh di bentuk
Speaker A
fasia depannya tuh enggak cakep gitu tapi yang ini cakep ya. Jadi lampunya ini ada dua biji LED ada DRL yang kotak-kotak ini. Dan kalau malam itu lampunya terang. Jadi enggak perlu di-upgrade lagi. Meskipun nantinya kalau kita mau pakai kayaknya tambahin lampu
Speaker A
LED permen gitu ya di kiri kanan ya. Ya enggak dipakai sih cuma buat hiasan aja.
Speaker A
Cuman ya ini kan bawaannya belum diapa-apain nih motor. Waktu gua pakai di malam hari dia tuh e leveling-nya kurang turun dikit aja. Terus waktu gua mau turunin, gua cari di mana tempat muter lampunya biar turun. Sayangnya enggak nemu gua. Cuma katanya nanti
Speaker A
dibantu sama orang dari Indomobil e Motor buat diturunin lagi biar enggak bikin silau pengendara lain gitu. Begitu pula dengan high beam-nya untuk bawaan motor standar ini sudah bagus. Nah, yang lucu adalah dia tuh punya di samping sini tuh lampu LED DRL. Pas nyala itu,
Speaker A
itu juga terang ya. Jadi waktu kita nyalain kayak gini, ini kuncinya seperti ini ya. Jadi kita dapat kunci yang manual.
Speaker A
Ini kunci remote-nya sama ini kunci buat bok belakang. Nah, kalau buat nyalainnya itu enggak perlu putar-putar sebenarnya.
Speaker A
Ini buat buka bagasi aja. Kita tinggal pencet ini. Pencet sekali lagi. Nah, dia akan nyala. Ini tuh kalau malam terang sekali loh. Sama logo Indomobil di sebelah kanan kirinya itu juga ikutan nyala. Tuh lihat. Keren ya lampunya itu.
Speaker A
Niat dia bikinnya dan cut off-nya bagus pas kita pakai di malam hari. Nah, kalau matiin gimana? Pencet lagi aja. Nah, udah. langsung mati. Suara alarmnya yang cuit-cuitnya juga enggak terlalu ganggu ya. Ee kan beberapa motor itu biasanya kalau pakai kiles-kiles gini suaranya
Speaker A
tuh cuit cuit. Itu sampai tetangga lima rumah dengar tuh. Kalau ini ya masih ok lah. Dan yang lucunya adalah dia punya speedometernya itu digital plus dia touch screen. Nah, tampilannya seperti ini ya. Ini ada inclinometernya. Jadi kalau kita miring ke atas bawah gitu ya,
Speaker A
nanjak turunan, dia bisa ada grafisnya. Cuma kalau buat gua sih enggak terlalu kepakai ya. Ini ada mode berkendaranya sport. Terus ini tulisan liric display song information. Jadi kalau misalkan kita hubungin ke HP kita di sini dia tuh punya speaker lucu banget ya. Mendekat
Speaker A
lagi ini untuk baterainya voltase. Ini baterai juga berapa persen bisa lihat di sini. Nah ini kita pencet menu di sini ya. Dia ada musik, carlink informasi, diagnosis, sama pengaturan. Informasi enggak terlalu penting, cuma begini aja ya buat update. Jadi kita bisa hubungin
Speaker A
ke wifi, habis itu bisa update. Ada pengaturan di sini. Ini juga belum kita atur ya bahasa kita pakai bahasa Inggris deh.
Speaker A
Sukses nah ada suaranya kan wifi. E oke dah. Ini kemarin gua pakai buat update tapi dia itu connect ke wifi-nya itu benar-benar masih manual ya. Jadi kita pencet SSID-nya dulu apa password-nya apa. Dia enggak bisa nyari gitu. Jadi
Speaker A
manual dia. Nah, ini yang gua suka. Ada Carling ya, CarPlay, AirPlay, Android Auto, sama Android Cash. Android Auto dia sudah wireless ya, bagus juga. Kita tinggal nyalain Bluetooth dan Wii. Kita bisa cek tuh. Dan lumayan smooth loh ini. Even
Speaker A
lebih smooth dibandingkan ini loh yang suka tambahan Apple CarPlay Android Auto yang ee kita bisa beli di luaran tuh.
Speaker A
Harganya kan lumayan mahal ya, lebih dari R juta ya. Ini tuh cepat ya. Misalnya kita mau ke Mediterania Restoran tuh 1 jam menit 1321 kita start ya. Oh udah nanti dia akan ngikut langsung jalannya ke mana. Keren ya.
Speaker A
Cakep ya. Termasuk juga kita mau style musik yuk mendekat nih ya. Di sini kita bisa set. Nah bisa putar musiknya juga dari sini. Terus kita bisa langsung dengerin musiknya apa aja. Tapi ya memang suaranya kalau kita pakai di atas
Speaker A
40 km/j itu udah enggak kedengaran. Suara anginnya kencang. Nah, ini kepakai kalau misalkan kita lagi pelan. Jadi di bawah 30 km/h kita bisa dengerin musik.
Speaker A
Tapi buat gua enggak penting dengerin musik di dalam motor. Pentingnya adalah ketika kita jalan di dalam komplek banyak anak-anak atau banyak orang motor listrik tuh enggak ada suaranya. Dia gak tahu kalau ada motor listrik mau lewat.
Speaker A
Ketika ada suaranya mereka jadi nengok, jadi menghindar. Jadi sebenarnya ini sistem buat safety, bukan buat entertainment. Kalau entertainment mau dengerin musik di motor lebih baik pakai langsung pakai kayak jabre bos aja gitu ya, langsung di helm, style musik. Udah.
Speaker A
Jadi dia tuh lebih kepakai waktu kita mau pakai Google Maps saja. Jadi kurang lebih seperti itu ya. Keren ya. Nah, sekarang kita bahas detail lagi tentang motornya. Oke, ke depan dia bannya tuh dual purpose. Kalau bannya sendiri ini
Speaker A
mereknya baru dengar gua. You unsing. Kasar ya. You unsing. Oh enggak, enggak di spasi. Yansing ya. Jadi enggak di spasi bukan you unsing bukan. Cuman dia kecil ringnya 12 inci depannya itu 11070. Nah, ban dual purpose ini ada
Speaker A
plus ada minusnya. Ketika kita pakai buat offroading, dia punya grip yang lebih bagus. Tapi ketika kita bawa jalan biasa, dia tuh agak sedikit bergetar.
Speaker A
Terutama di kecepatan 4030-an tuh kerasa getarannya gitu. Tapi setelah kita lebih kencang dari itu, 60 ke atas, getarannya langsung berasa hilang dan rasanya kayak motor normal-normal aja. Shok depannya itu dikasih cover biar enggak gampang terkena debu, ya. Terus ada sparbard
Speaker A
kecil di bagian sini. Terus ke atas nih, lampunya juga dikasih crash guard ya. Jadi kalau misalkan tabrakan lampunya insyaallah aman nih yang kena bagian depannya sini. Nah, terus ke bagian atas dia ada windshield-nya di bagian atas.
Speaker A
Ini enggak terlalu gede dia enggak bisa diatur ketinggiannya. Udah fix begini aja. Remnya udah cakram depan belakang, ada hidroliknya dan sofa remnya cukup enak, ya. Nah, terus di sini ada colokan ya. Ini bisa dipakai buat starter sebenarnya. Ini starternya ke kanan ya,
Speaker A
kita matiin ke kiri. Tapi karena kita nyalainnya pakai remote udah enggak pengaruh sih. Nah, pengaruhnya apa? Kita bisa pakai buat buka kursi ya. Jadi kita tinggal pencet sebelah kiri. Kemudian kita dapat bagasi yang cukup besar.
Speaker A
Bagasinya sekitar 20 literan. Dan kita dapat charger. Katanya kalau kita ngecas pakai ini sekitar 3 sampai 4 jam kalau misalkan dari habis banget. Terus di bawahnya kita bisa nah akses ke baterainya. Tapi baterainya ini walaupun kelihatannya bisa dibongkar
Speaker A
pasang bahkan ada pegangannya dia tuh udah dibikin paten nih. Jadi kuncinya juga mesti pakai kunci L nih kalau kita lihat bentukannya ya. Jadi untuk ngelepas pasangnya enggak semudah itu.
Speaker A
Baterainya ini dia 76,8 volt ya. Guain 80 volt lah ya, 32 amph. Dan kapasitas totalnya itu sekitar 2.457,6 wath jadi sekitar 2,4 kWh. Oke. Nah, yang gua kurang suka dia kalau kita mau ngecas colokannya ada di sini ya. Jadi
Speaker A
kita mesti buka bagasi. Enggak ada di bagian. Biasanya kan suka ada beberapa colokan di sini ya atau di mana gitu.
Speaker A
Ini enggak ada. Jadi kalau misalkan kita mau ngecas, kita harus buka bagasi baru bisa kita cas. Terus di sini juga ada saklarnya ya. Jadi kalau misalkan kita mau lepas baterai atau mau pasang lagi sebaiknya diturunin dulu ya. Dikasih
Speaker A
cover karet juga bisa dipasang lagi. Entar udah kepasang kita tutup lagi. Terus ee waktu gua cek unit display bagian sin-nya tuh tulisan N-nya ya itu tuh agak tajam. Tapi pas kita dapat unit yang kita pakai ini bagian sininya tuh
Speaker A
jadi lebih bagus nih. Udah enggak tajam lagi. Jadi kalau kita kena jari atau apa, dia enggak bikin luka ya.
Speaker A
Bagus. Dan benaran bisa dipakai nih. Kita angkat-angkat gitu ya motor tuh. Wow. Termasuk depan nih kita angkat-angkat dari sini juga bisa.
Speaker A
E kuat dia. Lampu senya juga lucu. Ditaruhnya di sini ya. Terus ke belakang. Ini lampu remnya sudah pakai LED. ya. Terus kalau kita rem nanti kayak gini dia. Nah, bagian tengahnya yang nyala. Terus ini dia motor listriknya. Motor listriknya itu inwheel
Speaker A
ya. Jadi ada di dalam rodanya. Nah, yang lucu nih. Lihat nih dia udah preload loh. Jadi bisa diatur nih [tertawa] shock breaker belakangnya ya. Dan dia juga sudah pakai dual shock breaker.
Speaker A
Sama yang gua suka dia tuh bagian dalamnya rapi ya. Ini dikasih spakbor gede walaupun di sininya udah panjang.
Speaker A
Jadi kalau masih nyiprat ini sih kayaknya keterlaluan. Sama biasanya motor listrik itu kan bagian ARMnya suka kelihatan jelek ya. Nah, sama Indomobil Motor dikasih cover di bagian sini. Jadi desainnya cakep, build quality-nya juga lumayan. Udah standarnya kayak motor
Speaker A
jejpangan lah. Bahkan beberapa bagian juga ada yang lebih bagus. Jadi kalau kita lihat sebelah kanan sini biasanya kan sedikit tombol ya. Dia tombolnya banyak karena yang pertama ini ada cruise control, ada pass beam. Agak aneh pas beam-nya taruh sebelah kanan bukan
Speaker A
sebelah kiri ya. sama di bagian tengah sini ini ada regenerative breaking. Ini yang paling tinggi. Ini yang kosong.
Speaker A
Yang kanan ini untuk yang rendah. Nah, di bawahnya ada shift buat ganti modenya. ada comfort, sport, sama echo.
Speaker A
Kalau gua langsung pakai yang sport aja karena ketika kita pakai yang echo atau comfort itu tenaga sama maksimal kecepatannya beda. Dan di sebelah kanan sini ada R dia buat mundur. Nah, di sebelah kirinya dia ada lampu sein, tapi
Speaker A
lampu se-nya itu enggak bisa dipencet tengah buat ee netralin ya. Ini high beam, low beam, hazard ya, sama untuk masuk ke mode P, parkir dan klakson.
Speaker A
Nah, kurang lebih kayak gitu. Nah, ke bawah lagi dia ada hook di bagian sini dan ini dia metal ya, bukan plastik.
Speaker A
Jadi enggak gampang patah. Sebelah kiri ada tempat buat naruh botol minum sama ada colokan di mana gua sukanya tuh dia ada dua, ada USBC sama ada USB biasa sama deck-nya rata dan gede. Jadi kalau kita mau bawa Aqua galon tuh bisa banget. Nah, posisi
Speaker A
duduknya ketika kita duduk gua pikir dia bakalan rendah banget karena bagasinya di sini. Tapi ternyata enggak. Dia agak sedikit naik. Jadi kurang lebih kakinya ini naiknya kayak kita bawa Honda Beat atau bawa Vario yang baru ya. Enggak terlalu naik tapi juga enggak terlalu
Speaker A
turun. Kursinya dia tuh lebar ternyata ya. Dan pas kita pakai dia agak sedikit licin meskipun dia sudah dipakai pattern. Nah, jadi pas kita ngrem itu kadang-kadang dia suka agak sedikit maju karena kayaknya dia tuh agak naik ke atas gitu loh. Nah, ketika kita turunin
Speaker A
ya motor ini sebenarnya enggak tinggi ya. Jadi bisa kakinya turun dengan sempurna cuma bagian sininya tuh agak lebar gitu. Dan kalau kita buka footstep-nya terus ada teman kita dibonceng ya. Ketika dia taruh kaki di sini terus kita turunin kaki, udah pasti
Speaker A
sepatunya nempel ke bagian kaki kita di sininya gitu. Seandainya dia bisa dimundurin lagi sedikit gitu ya, pasti jadi lebih enak nih. Karena pas turun enggak usah ada sepatu aja udah kena nih sama si footstep-nya. Terus kalau dibonceng rasanya gimana? Pas dibonceng
Speaker A
dia tuh rasanya comending karena dia cukup tinggi ya. Jadi kalau pas kita duduk gini kita bisa ngelihat ke depan.
Speaker A
Soalnya drivernya itu dia di bawah kita. Buat pegangan juga gampang ya. Besi gua enggak suka yang dilipat ke dalam gitu ya. Ini bisa pegangan di sini, bisa pegangan di sini ya. Ditambah ini sih enak sih ya. Sebenarnya gua kurang suka
Speaker A
motor pakai box, tapi ketika dibonceng pakai box itu enak banget. [tertawa] Apanya kayak gold wing gitu ya, dikasih tangan gitu ya. W asik tuh. Jadi sekarang kita sudah bawa Tirano ya. Nah, jadi pertama kali ketika kalian bawa ini
Speaker A
motor tuh enteng. Enten banget buat selap-selip, muter-muter, belok itu enak banget ya. Jadi kalau misalkan kalian macet, mau selap-selip ini bawnya gampang, ringan ya. Dan kalau misalkan kita bawa kecamatan rendah, pastikan di mode eko. Kalau mode choo dia tuh smooth
Speaker A
ya. Tapi kalau kita pindah ke sport dia tuh respons-nya benar-benar berubah. Jadi kalau misalkan kita bawa di perkampungan kita lagi bawa pelan, sport itu dia benar-benar langsung lompat gitu. Lagi lampu merah kita di mode sport kita gas udah pelan dia masih
Speaker A
lompat. Jadi tenaganya terlalu liar kalau misalkan dipakai di mode sport. Tapi once udah jalan di kecepatan sekarang nih kayak misalkan kita jalan di 40-an nih ya karena speedometer langsung berubah jadi kecil di sini ketika jadi Android Auto. Fs normal
Speaker A
walaupun dia mode sport langsung rasanya normal. Enak-enak aja sih gua gak nemu yang aneh-aneh di motor ini. Kita gacus gitu langsung kencung khas motor listrik torsinya ngejambak tanpa transmisi.
Speaker A
Lanjut lagi kita gas. Cus. Wah lompat di belakang ya. Tukadi dan yang menarik dia juga sudah ada heill start assist-nya, ada traction control-nya dan dia rem-nya belum pakai anti break braking system tapi sudah ada namanya combi brake system. Jadi kalau
Speaker A
misalkan kita ngerem ya, dia belakangnya itu ikut ngerem gitu. Jadi kita ngerem SAT, dia ikut ngerem dua-duanya ya.
Speaker A
Remnya [mendengus] cukup enak loh. Sefacing ini tuh kita ng-rem empuk, suspensinya juga enggak terlalu empuk, tapi ini untuk ukuran motor listrik masih enak ya. Kurang lebih pas kita bawa ini tahu enggak rasanya kayak apa? kayak bawa Honda Beat
Speaker A
ya, cuma tarikannya lebih kencang dan motornya itu ya sekali kita casimnya bisa sampai 110. Tapi pas gua tanya sama orang Indomobil Motornya yang tiap hari bawa ini gua tanya dari 110 itu dengan pemakaian biasa biasanya tuh dapatnya berapa? Katanya sekitar 80 sampai 90 km
Speaker A
tergantung dari cara bawanya. Nah, kalau bisa sampai 110 berarti kita harus masuk ke mode Echo ya. Jadi ketika kita pakai EO, kita gas pol, dia tuh ngegasnya halus ya, nambahnya cuma sedikit. Dan sekarang kita di 43 udah enggak nambah
Speaker A
lagi, cuma segitu aja. Nah, kalau kita close Android Autonya baru kelihatan nih. Nah, ini kalau kayak gini nih 43 udah maksimal ya. Kita ganti ke comfort.
Speaker A
Tuh, langsung jambakannya berasa di comfort 62 63. Nah, udah mentok. Pencet lagi sport. Wah, cu.
Speaker A
ya motornya ngerekam hilang langsung 88 89 90 udah buah kenceng-kenceng segitu aja maksimalnya sampai 90 tapi menurut gua tenaganya sih ajib sih cepat ya dia naiknya ya tapi di atas 90 udah mulai susah naik ke atasnya dan kalau misalkan
Speaker A
kita ngegas terus itu cepat banget tuh turunnya tuh baterainya jadi setelah kita nyobain cukup lama gua pakai Indomobil Motor ini dari kemarin karena udah dikasih test drive ya sebelum gua terima ni motor ini motor tuh rasanya nya normal semuanya ya. Biasa beberapa
Speaker A
motor listrik tuh kayak ada bagian-bagian anehnya. Entah dari kayak berkendaranya, suspensinya, remnya atau motor listriknya. Ini tuh rasanya normal gitu. Rasanya kayak udah matang dia bikinnya tuh. Suspensinya normal, handling-nya normal. Cuma kalau dibilang apa yang paling gua suka dari motor ini,
Speaker A
itu desainnya sih. Gua emang dari dulu senang yang motor-motor kayak gini. Kayak misalkan kalau Honda tuh ada ADV gitu ya, tapi ini kayak apa ya? kayak Yamaha Xtride, tapi sebenarnya harusnya seperti ini di sana Yamaha Xtride gitu.
Speaker A
Jadi setelah kita nyobain si Indomobil Motor ini sebenarnya ini motor yang proper banget ya. Jadi kalau misalkan kalian naik motor bensin, habis itu ke motor listrik langsung ke Tirano, itu rasanya mendekati motor bensin biasa.
Speaker A
Dan sebenarnya dengan desain kayak gini, kalau Indomobil masukin mesin bensin, gua rasa itu patut dipertimbangkan juga.
Speaker A
Karena secara desain, secara handling, secara kita pakainya itu rasanya udah mendekati sebuah motor bensin gitu. Itu aja mungkin ee video kita kali ini. Buat teman-teman yang sudah pakai Indomobil E Motor, coba komennya di bawah seperti apa ya, Serdanif. Sampai jumpa di video
Speaker A
berikutnya. Bye bye.
Topics:motor listrikIndomobil E-MotorTiranomotor dual purposemotor listrik murahmotor listrik Indonesiareview motor listrikmotor listrik offroadmotor listrik 30 jutamotor listrik keren











