Perbandingan BYD M6 DM dan Chery Tiggo 8 CSH sebagai PHEV di Indonesia, membahas teknologi, performa, dan kepraktisan.
Ask about this video. Answers come from its transcript only — with the timestamp, so you can check them.
Generated from the transcript and can be wrong — check the timestamp.
Key Takeaways
- Teknologi BYD DMI mengutamakan motor listrik sebagai prioritas utama untuk efisiensi bahan bakar ekstrem.
- BYD M6 DM sangat efisien dengan jarak tempuh kombinasi hingga 1800 km dan konsumsi bahan bakar sekitar 65 km/l.
- Chery Tiggo 8 CSH menawarkan performa tinggi dengan tenaga 341 hp dan ground clearance lebih tinggi untuk kenyamanan di berbagai kondisi jalan.
- Pilihan antara MPV praktis BYD dan SUV premium Chery tergantung kebutuhan keluarga dan gaya hidup pengguna.
- PHEV menjadi solusi transisi yang realistis untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di Indonesia.
What the video covers
- Video membahas dua kendaraan PHEV populer di Indonesia: BYD M6 DM dan Chery Tiggo 8 CSH.
- Mengulas solusi mengatasi kecemasan jarak tempuh (range anxiety) dengan teknologi hybrid plug-in.
- Penjelasan mendalam tentang teknologi BYD DMI yang mengutamakan efisiensi bahan bakar dan motor listrik.
- Perbandingan performa dan fitur antara BYD M6 DM yang fokus efisiensi dan Chery Tiggo 8 CSH yang fokus performa dan kemewahan.
- BYD M6 DM menawarkan jarak tempuh kombinasi hingga 1800 km dan efisiensi bahan bakar sampai 65 km/l.
- Chery Tiggo 8 CSH memiliki tenaga lebih besar (341 hp) dan ground clearance lebih tinggi (207 mm) dibanding BYD.
- BYD M6 DM lebih cocok untuk keluarga dengan kebutuhan MPV praktis dan kenyamanan interior.
- Chery Tiggo 8 CSH menawarkan fitur premium seperti panoramic sunroof, kursi pijat, dan teknologi keselamatan ADAS.
- Video menekankan bahwa pilihan terbaik tergantung pada gaya hidup dan kebutuhan pengguna.
- Kesimpulan mengajak penonton menyesuaikan pilihan kendaraan dengan prioritas pribadi antara efisiensi dan kemewahan.
Chapters
- 00:00Pendahuluan dan pengenalan BYD M6 DM dan Chery Tiggo 8 CSH
- 00:56Klaim jarak tempuh dan efisiensi BYD M6 DM
- 02:01Teknologi BYD DMI dan cara kerja mode hybrid
- 04:27Perbandingan performa dan fitur BYD M6 DM vs Chery Tiggo 8 CSH
- 06:39Keunggulan ground clearance dan tenaga Chery Tiggo 8 CSH
- 07:54Interior dan kenyamanan BYD M6 DM
- 09:12Interior mewah dan fitur premium Chery Tiggo 8 CSH
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
Halo semuanya, selamat datang. Mari kita mulai bedah ulasan kali ini. Hari ini kita bakal ngobrolin dua raksasa kendaraan plugin hybrid alias PHEV yang lagi ramai banget dibicarain di Indonesia. Di satu sisi kita punya BYD M6DM yang datang bawa tawaran efisiensi tingkat tinggi. Dan di sisi lain ada Cherry GoSH yang nawarin performa buas dan kemewahan. Kita akan bedah data dan rincian dari berbagai sumber secara objektif ya. Biar kita paham betul apa sih yang sebenarnya ditawarin sama kedua mobil canggih ini. Pernah kebayang enggak sih situasi kayak gini? Kalian pengen banget ngerasain halusnya tarikan mobil listrik, tapi jujur aja pas ngebayangin kehabisan baterai di tengah kemacetan mudik panjang atau di jalur luar kota yang susah nyari colokan pasti deg-degan kan. Nah, inilah yang namanya range anxiety atau kecemasan jarak tempuh yang sampai sekarang masih jadi PR besar buat konsumen di Indonesia.
Speaker A
Solusinya teknologi hybrid yang bakal kita bedah hari ini adalah jembatan paling cerdas buat ngatasin kecemasan itu. Oke, let's dive into this. Hari ini ada empat poin utama yang akan kita bahas. Pertama, solusi kekhawatiran mobil listrik. Kedua, rahasia teknologi BYD DMI. Ketiga, pertarungan langsung BYD M6DM melawan Cherry. Dan keempat, mending MPV praktis atau SUV premium.
Speaker A
Kita masuk ke bagian pertama. Solusi kekhawatiran mobil listrik menjembatani transisi kendaraan elektrik. Kita semua tahulah ya pasar otomotif Indonesia itu antusias banget nyambut era mobil listrik. Tapi kita juga harus realistis nih, fasilitas ngecas di tempat umum tuh masih terbatas banget. Makanya banyak yang masih ragu. Di sinilah mobil PHEV masuk nawarin solusi transisi yang paling masuk akal. Bayangin aja dibandingin mobil bensin biasa, kendaraan ini diklaim bisa ngurangin biaya operasional harian kalian sampai 60% loh. Jadi buat harian di dalam kota rasanya kayak pakai full mobil listrik, tapi pas mendadak harus keluar kota pas weekend kalian bebas panik nyari colokan. Antusiasme yang tinggi ini jelas langsung ditangkap cepat sama pabrikan. Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Pak Eagle Zo, dengan tegas bilang kalau M6DM ini resmi jadi model BYD pertama di Indonesia yang dipersenjatai teknologi DM. Mereka berani banget bawa teknologi dual mode andalannya ke sini buat langsung mematahkan kecemasan jarak tempuh kita-kita ini. Lanjut ke bagian kedua.
Speaker A
Rahasia teknologi BYD DMI evolusi dual mode. Sebelum bongkar gimana cara kerjanya, kita trobek dikit yuk. BYD M6 yang baru hadir ini sebenarnya punya akar dari BYD Songmax di Tiongkok. Dan perjalanannya lumayan gila sih. Di tahun 2017 dia lahir murni pakai mesin bensin pembakaran internal. Dua tahun setelahnya di 2019 versi plugin hybrid yang disebut DM mulai dikenalin. Puncaknya tahun 2022 waktu teknologi DMI yang revolusioner ini muncul. Saking efisiennya mesin ini, versi bensin murninya langsung disuntik mati alias dieliminasi 100%. Benar-benar lompatan yang sangat radikal. Rahasia utamanya tuh ada di kepintaran mode berkendaranya. Mobil ini kerja dinamis lewat tiga mode otomatis. Pertama, EV mode di mana mobil gerak senyap 100% pakai baterai. Kedua, hybrid seri mesin bensin nyala tapi cuma numpang jadi generator buat ngisi daya. Dan ketiga, hybrid paralel. Nah, di sini mesin bensin sama motor listrik kerja barengan ngegerakin roda pas kalian butuh tenaga ekstra di kecepatan tinggi. Otak komputer mobil ini mikir terus-terusan ngatur transisi ini biar bensin tetap irit maksimal. Mungkin kalian nanya, "Terus apa sih bedanya DM lama sama DMI yang baru?" Huruf I di situ singkatan dari intelijen atau cerdas. Kalau di hybrid konvensional, mesin bensin masih sering jadi bos utamanya. DMI justru ngebalik logikanya. Dia mutlak ngejadiin motor listrik sebagai prioritas. Mesin bensin lebih banyak ngalah dan dialihfungsikan jadi generator aja. Kalau teknologi DM lama masih ngejar performa gahar, DMI yang baru ini benar-benar murni fokus ngejar efisiensi bahan bakar tingkat ekstrem. Biar gampang kebayang, coba deh kita bikin skenario di jalan raya. Pagi-pagi pas baterai kalian full, mobil kalian jalan 100% sebagai mobil listrik. Tenang dan irit banget. Eh, terus kejebak macet berjam-jam dan baterai mulai menipis. Mesin bensin langsung nyala otomatis. Tapi ingat, mesin ini enggak muterin ban loh. Dia berubah fungsi jadi semacam power bank raksasa berjalan yang terus-terusan nyuplai listrik ke motor. Barulah pas kalian masuk jalan tol dan mulai ngebut, mesin bensinnya langsung nyambung mekanis ke roda buat ngasih dorongan ekstra. Pintar banget kan teknologinya?
Speaker A
Nah, berkat mekanisme teknis yang super rapi tadi, kita dapat angka klaim yang bikin geleng-geleng kepala. BYD ngeklaim M6DM bisa nembus jarak tempuh kombinasi luar biasa sampai 1800 km. Itu cuma pakai satu siklus pengisian penuh baterai dan tangki bensin ya. Kalau kondisinya ideal, tingkat efisiensinya diklaim bisa nyentuh angka 65 km/l. Luar biasa, kan? Tentu aja angka pastinya di lapangan bakal balik lagi ke cara kalian nyetir. Tapi potensi irit dari sononya ini udah jelas bikin kita berdecak kagum. Masuk ke bagian ketiga, BYD M6DM versus Cherry. Persaingan dua pendekatan berbeda. Dan tabel ini dengan brilian ngejelasin persaingannya. Di arena ini, Cherry 8Ch hadir dengan filosofi rekayasa mesin yang jauh beda. Memang sih keduanya sama-sama pakai mesin 1,5 L dan ngedukung baterai di kisaran 18 kWh.
Speaker A
Tapi coba perhatiin perbedaan klaim jarak tempuhnya. BYD bisa menempuh sekitar 105 km murni listrik dengan total jarak kombinasi sampai 1800 km. Sementara Cherry yang kebetulan pakai tambahan komponen kali turbo mencatatkan jarak EV sekitar 90 km dan jarak kombinasi di angka 1300 km. Kelihatan banget kan ada perbedaan fokus target pasar di sini. Terus gimana kalau diajak tempur di jalanan kita? Kita bisa nilai nih dari ground clearance alias jarak pijak ke tanah. BYD M6DM ada di angka 170 mm. Ini cukup standar lah buat sebuah MPV. Tapi Cherry GoSH berdiri jauh lebih jangkung sampai 207 mm. Buat kalian yang sering ketemu jalanan bergelombang, berbatu, atau deretan polisi tidur yang cukup ekstrem di perumahan, postur tinggi SUV Cherry ini jelas banget ngasih rasa tenang yang ekstra. Bebas was-was bagian bawah mobil bakal mentok. Nah, di sinilah letak perbedaan yang paling gila, yaitu perbandingan horsepower alias tenaga kudanya. BYD ngasih 160 tenaga kuda. Figur yang sangat nyaman dan mulus buat ngebawa keluarga jalan-jalan. Tapi Cherry dia meledakkan angka sampai 341 tenaga kuda. Itu sih setara tenaga mobil sport ya. Cherry terbukti menitikberatkan pengembangannya pada performa buas dan agresif. Makanya wajar aja kalau jarak tempuh Cherry tadi sedikit di bawah BYD. Karena tenaga gede gini umumnya emang harus dibayar pakai sedikit kompromi di efisiensi konsumsi bensinnya. Bagian keempat, MPV praktis atau SUV premium. Menyesuaikan kendaraan dengan gaya hidup. Ini penting banget buat digaris bawahi. Dalam persaingan ini enggak ada satu mobil pun yang mutlak lebih unggul. Semuanya benar-benar balik lagi ke rutinitas dan preferensi gaya hidup kalian. Kalau kita ngintip isi kabinnya, BYD M6DM ini konsisten banget mempertahankan fungsinya sebagai mobil keluarga sejati.
Speaker A
Sangat fungsional. Ada konfigurasi captain seat yang ngasih jarak lega buat penumpang tengah. Ventilasi AC nyampai ke belakang. Plus peredaman suaranya yang super premium. Benar-benar dibikin praktis buat keluar masuk. Ngejamin road trip keluarga jadi rileks dan tenang banget. Di sisi lain, begitu masuk ke interior Cherry GoSH, aura maskulin dan mewahnya langsung kerasa khas SUV flagship. Daftar fiturnya panjang banget buat manjain penumpang. Ada panoramic sunroof yang lega. Kursi berventilasi buat ngusir gerah, pintu bagasi otomatis sampai ada fasilitas kursi pijat segala khusus buat pengemudi. Belum lagi fitur keselamatan ADAS-nya yang super lengkap. Pokoknya ini pilihan paling pas buat yang pengin kemewahan absolut dan rasa dominasi waktu di jalan. Jadi buat merangkum dan memperjelas semuanya, kedua mobil ini nawarin identitas seja
Speaker A
yang masih ragu. Di sinilah mobil PHI masuk nawaring solusi transisi yang paling masuk akal. Bayangin aja dibandingin mobil bensin biasa, kendaraan ini diklaim bisan biaya operasional harian kalian sampai 60% loh. Jadi buat harian di dalam kota rasanya kayak pakai full mobil listrik
Speaker A
tapi pas mendadak harus keluar kota pas weekend kalian bebas panik nyari colokan. Antusiasme yang tinggi ini jelas langsung ditangkap cepat sama pabrikan. Presiden Direktur PTBD Motor Indonesia, Pak Eagle Zo dengan tegas bilang kalau M6DM ini resmi jadi model
Speaker A
BYD pertama di Indonesia yang dipersenjatai teknologi DM. Mereka berani banget bawa teknologi dual mode andalannya ke sini buat langsung mematahkan kecemasan jarak tempuh kita-kita ini. Lanjut ke bagian kedua.
Speaker A
Rahasia teknologi BYD DMI evolusi dual mode. Sebelum bongkar gimana cara kerjanya, kita trobek dikit yuk. BED M6 yang baru hadir ini sebenarnya punya akar dari BED Songmax di Tiongkok. Dan perjalanannya lumayan gila sih. Di tahun 2017 dia lahir murni pakai mesin bensin
Speaker A
pembakaran internal. 2 tahun setelahnya di 2019 versi plugin hybrid yang disebut DM mulai dikenalin. Puncaknya tahun 2022 waktu teknologi DMI yang revolusioner ini muncul. Saking efisiennya mesin ini, versi bensin murninya langsung disuntik mati alias dieliminasi 100%. Benar-benar lompatan yang sangat radikal. Rahasia
Speaker A
utamanya tuh ada di kepintaran mode berkendaranya. Mobil ini kerja dinamis lewat tiga mode otomatis. Pertama, EV mode di mana mobil gerak senyap 100% pakai baterai. Kedua, hybrid seri mesin bensin nyala tapi cuma numpang jadi generator buat ngisi daya. Dan ketiga,
Speaker A
hybrid paralel. Nah, di sini mesin bensin sama motor listrik kerja barengan ngegerakin roda pas kalian butuh tenaga ekstra di kecepatan tinggi. Otak komputer mobil ini mikir terus-terusan ngatur transisi ini biar bensin tetap irit maksimal. Mungkin kalian nanya, "Terus apa sih bedanya DM lama sama DMI
Speaker A
yang baru?" Huruf I di situ singkatan dari intelijen atau cerdas. Kalau di hybrid konvensional, mesin bensin masih sering jadi bos utamanya. DMI justru ngebalik logikanya. Dia mutlak ngejadiin motor listrik sebagai prioritas. Mesin bensin lebih banyak ngalah dan dialih
Speaker A
fungsikan jadi generator aja. Kalau teknologi DM lama masih ngejar performa gahar, DMI yang baru ini benar-benar murni fokus ngejar efisiensi bahan bakar tingkat ekstrem. Biar gampang kebayang, coba deh kita bikin skenario di jalan raya. Pagi-pagi pas baterai kalian full,
Speaker A
mobil kalian jalan 100% sebagai mobil listrik. Tenang dan irit banget. Eh, terus kejebak macet berjam-jam dan baterai mulai menipis. Mesin bensin langsung nyala otomatis. Tapi ingat, mesin ini enggak muterin ban loh. Dia berubah fungsi jadi semacam power bank
Speaker A
raksasa berjalan yang terus-terusan nyuplai listrik ke motor. Barulah pas kalian masuk jalan tol dan mulai ngebut, mesin bensinnya langsung nyambung mekanis ke roda buat ngasih dorongan ekstra. Pintar banget kan teknologinya?
Speaker A
Nah, berkat mekanisme teknis yang super rapi tadi, kita dapat angka klaim yang bikin geleng-geleng kepala. BYD ngeklaim M6DM bisa nembus jarak tempuh kombinasi luar biasa sampai 1800 km. Itu cuma pakai satu siklus pengisian penuh baterai dan tangki bensin ya. Kalau
Speaker A
kondisinya ideal, tingkat efisiensinya diklaim bisa nyentuh angka 65 km/l. Luar biasa, kan? Tentu aja angka pastinya di lapangan bakal balik lagi ke cara kalian nyetir. Tapi potensi irit dari sononya ini udah jelas bikin kita berdecak kagum. Masuk ke bagian ketiga, BYD M6DM
Speaker A
versus Cherry. Persaingan dua pendekatan berbeda. Dan tabel ini dengan brilian ngejelasin persaingannya. Di arena ini, Cherry 8Ch hadir dengan filosofi rekayasa mesin yang jauh beda. Memang sih keduanya sama-sama pakai mesin 1,5 L dan ngedukung baterai di kisaran 18 kWh.
Speaker A
Tapi coba perhatiin perbedaan klaim jarak tempuhnya. Bydy bisa menempuh sekitar 105 km murni listrik dengan total jarak kombinasi sampai 1800 km.
Speaker A
Sementara Cherry yang kebetulan pakai tambahan komponen kali turbo mencatatkan jarak EV sekitar 90 km dan jarak kombinasi di angka 1300 km. Kelihatan banget kan ada perbedaan fokus target pasar di sini. Terus gimana kalau diajak tempur di jalanan kita? Kita bisa nilai
Speaker A
nih dari ground clearance alias jarak pijak ke tanah. Bid M6DM ada di angka 170 mm. Ini cukup standar lah buat sebuah MPV. Tapi ciri go 8 si SH berdiri jauh lebih jangkung sampai 207 mm. Buat kalian yang sering ketemu jalanan
Speaker A
bergelombang, berbatu, atau deretan polisi tidur yang cukup ekstrem di perumahan, postur tinggi SUV Cherry ini jelas banget ngasih rasa tenang yang ekstra. Bebas was-was bagian bawah mobil bakal mentok. Nah, di sinilah letak perbedaan yang paling gila, yaitu perbandingan horsepower alias tenaga
Speaker A
kudanya. BYD ngasih 160 tenaga kuda. Figur yang sangat nyaman dan mulus buat ngebawa keluarga jalan-jalan. Tapi Cherry dia meledakkan angka sampai 341 tenaga kuda. Itu sih setara tenaga mobil sport ya. Cerry terbukti menitik beratkan pengembangannya pada performa buas dan agresif. Makanya wajar aja
Speaker A
kalau jarak tempu jerry tadi sedikit di bawah BYD. Karena tenaga gede gini umumnya emang harus dibayar pakai sedikit kompromi di efisiensi konsumsi bensinnya. Bagian keempat, MPV practice atau SUV premium. Menyesuaikan kendaraan dengan gaya hidup. Ini penting banget buat digaris bawahi. Dalam persaingan
Speaker A
ini enggak ada satu mobil pun yang mutlak lebih unggul. Semuanya benar-benar balik lagi ke rutinitas dan preferensi gaya hidup kalian. Kalau kita ngintip isi kabinnya, BYDM6DM ini konsisten banget mempertahankan fungsinya sebagai mobil keluarga sejati.
Speaker A
Sangat fungsional. Ada konfigurasi captain seat yang ngasih jarak lega buat penumpang tengah. Ventilasi AC nyampai ke belakang. Plus peredaman suaranya yang super premium. Benar-benar dibikin praktis buat keluar masuk. Ngejamin road trip keluarga jadi rileks dan tenang banget. Di sisi lain, begitu masuk ke
Speaker A
interior Cher 38 CSS, wi, aura maskulin dan mewahnya langsung kerasa khas SUV flagship. Daftar fiturnya panjang banget buat manjain penumpang. Ada panoramic sunroof yang lega. Kursi berventilasi buat ngusir gerah, pintu bagasi otomatis sampai ada fasilitas kursi pijat segala
Speaker A
khusus buat pengemudi. Belum lagi fitur keselamatan ADASnya yang super lengkap. Pokoknya ini pilihan paling pas buat yang pengin kemewahan absolut dan rasa dominasi waktu di jalan. Jadi buat merangkum dan memperjelas semuanya, kedua mobil ini nawarin identitas sejati yang emang beda banget. Di satu sisi,
Speaker A
BYD M6DM dedikasiin teknologinya buat nyetak efisiensi konsumsi bensin yang ekstrem dipaduin sama kepraktisan harian dalam bentuk MPV yang nyaman buat sekeluarga. Nah, kalau lawannya Cherry 38 CSH lebih bertaruh di performa tinggi yang kencang, taburan kemewahan kelas premium, plus kapabilitas fisik tangguh
Speaker A
khas sebuah SUV. Jadi kita sampai di pertanyaan penutupnya nih yang cuma kalian yang bisa jawab. Setelah kita bedah barang efisiensinya, ngadu tenaganya dan ngelihat perbedaan drastis dari filosofi kedua mobil ini, semua balik ke prioritas kalian. Apakah keluarga kalian butuh banget kepraktisan
Speaker A
dan efisiensi bahan bakar tingkat dewa dari sebuah MPV yang hening? Atau kalian lebih rela nuker itu semua demi adrenalin dari mesin buas, kabin mewah ala flagship, dan postur jangkung tangguh sang? Coba deh refleksikan lagi rutinitas keluarga kalian. Mana yang
Speaker A
paling layak ngisi garasi kalian tahun ini. Terima kasih sudah gabung di bedah ulasan kita kali ini. Tetap cerdah dalam memilih dan sampai jumpa di pembahasan materi seru berikutnya.
Topics:BYD M6 DMChery Tiggo 8 CSHPHEV Indonesiateknologi hybrid plug-inefisiensi bahan bakarmobil listrikrange anxietymobil keluargaSUV premiumotomotif Indonesia











