Review Yamaha XMAX Tech Max 2026 dengan windscreen elektrik, mesin baru, dan fitur kelistrikan terbaru. Harga Rp75,3 juta, banyak perubahan signifikan.
Key Takeaways
- Windscreen elektrik menjadi fitur utama yang membedakan XMAX Tech Max 2026 dari versi sebelumnya.
- Perubahan signifikan pada desain, kelistrikan, dan mesin membuat upgrade komponen windscreen secara terpisah tidak praktis.
- Fitur keselamatan baru seperti emergency stop signal meningkatkan keamanan berkendara.
- Mesin sudah mengadopsi teknologi Euro 5 namun knalpot masih Euro 3 untuk pasar Indonesia.
- Harga motor naik namun masih tergolong terjangkau dibanding kompetitor sekelas.
What the video covers
- Yamaha XMAX Tech Max 2026 hadir dengan windscreen elektrik yang bisa naik turun hingga 95 mm, memberikan kenyamanan lebih.
- Warna baru seramik grey dengan finishing matte/dove yang berubah warna tergantung pencahayaan.
- Desain body depan dan panel indikator TFT yang kini memanjang ke kanan kiri untuk memudahkan penglihatan.
- Posisi aki dipindah ke bawah konsol kanan untuk mengakomodasi mekanisme windscreen elektrik.
- Fitur baru kelistrikan termasuk emergency stop signal yang mengedipkan lampu sein belakang saat pengereman keras.
- Mesin sudah mengikuti standar Euro 5 Jepang dengan blok silinder mirror yang mengurangi gesekan, meski knalpot masih Euro 3 untuk pasar Indonesia.
- Berat motor naik 3 kg karena mekanisme windscreen dan modul ABS yang berbeda.
- Rangka depan mengalami perubahan untuk mendukung komponen windscreen elektrik.
- Navigasi masih menggunakan Garmin dengan koneksi smartphone dan notifikasi telepon serta pesan masuk.
- Harga motor naik Rp3 juta menjadi Rp75,3 juta dibanding versi sebelumnya.
Chapters
- 00:00Pengenalan windscreen elektrik dan fitur naik turun
- 00:39Harga dan perbandingan dengan versi sebelumnya
- 00:59Warna baru dan finishing motor
- 01:28Perubahan desain body depan dan mekanisme windscreen
- 02:13Panel indikator dan fitur digital
- 03:12Navigasi Garmin dan kontrol windscreen elektrik
- 03:51Desain depan dan posisi plat nomor baru
- 04:33Perubahan kelistrikan, ECU, dan fitur emergency stop signal
- 05:39Mesin baru, blok silinder mirror, dan spesifikasi
- 07:00Perbedaan tambahan dan penutup video
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
Kalau pendek kayak gini asik banget ya. Gak perlu repot bongkar-bongkar gitu kan. Cuma tinggal tekan tombol bisa naik turun naik turun.
Speaker A
[Musik] Selamat siang teman-teman Otomotif TV. Apa kabar? Semoga santan bahagia selalu, amin. Kali ini kita lagi ada di IMOS Oos 2025 langsung di depannya Yamaha Xmax Tex Max 2025. Ada banyak yang baru teman-teman, tapi sebenarnya enggak terlalu mengagetkan ya. Kenapa? Karena
Speaker A
sebenarnya motor ini sudah launching duluan di Eropa, di Jepang, sekarang baru di Indonesia. Jadi aneh banget ya ini motor X di seluruh dunia diproduksi di Indonesia, itu malah Indonesia belakangan dapatnya bukan duluan ya, duluan di Eropa sama di Jepang. Nah,
Speaker A
motor ini harganya dijual Rp75,3 juta. Naik Rp3 juta kalau dibanding sama versi yang sebelumnya. Apa aja yang beda? Nah, sama-sama kita lihat teman-teman.
Speaker A
Perbedaan paling utama adalah pertama warnanya ya. Sekarang warna yang magma black hilang diganti pakai seramik grey.
Speaker A
Jadi ini warnanya kayak abu-abu, tapi kalau kalian siang-siang lihat kena matahari jadi warna silver teman-teman.
Speaker A
Jadi warnanya bisa berubah-berubah dan ini finishingnya matte atau dove. Cuma dove-nya dove yang halus teman-teman.
Speaker A
Cakep banget, kelihatan mewah banget. Dan yang paling utama adalah wind shield-nya. Ini sekarang baru lebih tinggi dan ini bisa naik turun naik turun 95 mm teman-teman. Ini keren banget sekarang.
Speaker A
Jadi mirip kayak Forza ya. Cuma kalau bedanya Forza harganya hampir Rp100 juta. Yang ini masih cukup affordable lah ya. Rp75 juta masih oke. Nah, karena ada mekanisme baru di windshiel-nya ini yang bisa naik turun naik turun, maka di
Speaker A
bagian depan sini semuanya berubah teman-teman. Karena ada di dalamnya ada mekanisme motor untuk gerakin naik turun naik turunnya. Dan kemarin saya sempat baca-baca juga desainernya si X ini cerita ya curhat katanya tricky banget bikin windshiel elektronik di Yamaha XMAX
Speaker A
ini. Kenapa? Karena basicnya motor ini enggak didesain untuk windshiel yang naik turun gitu, teman-teman. Jadi mereka benar-benar memaksimalkan ruang yang sempit ini gimana caranya biar bisa ada windshiel elektroniknya. Makanya ada beberapa part yang dirubah ya misalnya kayak aki. Aki awalnya di depan dipindah
Speaker A
ke bagian sini nih di bawah si konsol sebelah kanan. Kemudian yang berbeda juga jelas ini ya body depannya teman-teman. Body depan ini semua berbeda sampai lampu juga beda juga teman-teman. Nah ini bagian depannya kita sama-sama lihat di area ini nih
Speaker A
speedometernya ya. Panel indikatornya juga berbeda, teman-teman. Sini, sini, sini, sini. Panel indikatornya juga berbeda. Kenapa sekarang dibikin kanan kiri? Ya, ini tetap TFT. Yang kanan, yang kirinya digital biasa teman-teman.
Speaker A
Tapi digitalnya sekarang warnanya dibikin sama terangnya kayak yang TFT. Lebih enak dilihat ya, lebih cerah. Nah, secara isi sebenarnya sama aja. Kenapa sekarang dibikin jadi memanjang ke kanan kiri? Ya kalau awalnya kan dia numpuk ke atas bawah, jadi lebih
Speaker A
memanjang. Ada dua alasan. Yang pertama ngasih ruang biar si windshiel-nya ini, teman-teman, bisa benar-benar miring, ya. Jadi, posisinya enggak terganggu.
Speaker A
Kalau yang lama dia ada dua gini kan pasti akan mentok sih windshiel-nya. Yang kedua, mata jadi lebih mudah ngelihat info-info di panel indikator ya.
Speaker A
Jadi buat ngelirik kanan kiri itu lebih gampang daripada naik turun teman-teman daripada atas bawah. Nah, kita sama-sama lihat salah isi yang sebelah kiri masih sama aja masih ada sebelah m ada filmeter ada odometer ya. Ini masih sama yang sebelah kanan. Nah, yang kanan ini
Speaker A
ada info-info yang sebenarnya sama aja teman-teman infonya itu. Nah, nih ada music, ada odometer. Meter dispnya juga bisa diganti ya tampilannya.
Speaker A
Navigasinya juga masih pakai Garmin. Ini harus connect ke smartphone juga. Ada notifikasi telepon sama pesan masuk cuaca setting. Dan ini ada windshiel-nya. Nah, untuk menaik turunkan windshiel-nya kita harus masuk ke dalam menunya dulu teman-teman.
Speaker A
Setelah di sini kita klik. Nah, ini bisa naik turun nih. Nah, ini nih. Ini bisa naik turun gini, teman-teman. Jadi, memang harus masuk dulu ke dalam menunya. Ini tinggi rendahnya naik turunnya 95 mm kurang lebih segitu, ya.
Speaker A
Jadi, secara total juga motornya jadi lebih tinggi, teman-teman. Karena ada si windshiel yang lebih tinggi ini, teman-teman. Dia kira-kira kayak gitu. Oke, teman-teman. Ini kalau tombol-tombol di saklar-saklar masih sama ya, tidak ada tambahan apapun. Ini ada tombol buat navigasi di multi display-nya. Kemudian yang kiri ada buat lampu lampu jauh, lampu sein, klakson. Masih sama aja, teman-teman. Enggak beda kayak versi sebelumnya. Kemudian kayak kilos sama S juga masih sama. Masih sama aja kayak versi yang lama. Nah, kalau dari depan
Speaker A
gini nih. Dari depan kayak gini kira-kira tuh. Asik ya. Jadi sini ada kayak batangnya nambahin panjang, teman-teman. Benar-benar dia naik ke atas ya. Kalau pendek kayak gini asik banget ya. Enggak perlu repot bongkar-bongkar gitu kan. Cuma tinggal tekan tombol dengan naik turun naik
Speaker A
turun. Dan yang saya suka juga adalah ini nih. Di sini ada kayak pemegang si windshiel-nya. Butuhnya cakep ya. Jadi seolah-olah jadi kelihatan lebih berotot di bagian depannya teman-teman. Kemudian banyak yang nanya juga di mana posisi plat nomornya. Kalau yang lama kan dia
Speaker A
di windshiel ya. Sekarang enggak teman-teman. Dia ada lubang di sini. Ini adalah lubang buat plat nomor depan.
Speaker A
Jadi nanti plat nomornya akan di bagian sini ya, di jid atas sini teman-teman. Kira-kira kayak gitu. Nah, teman-teman ternyata efek dari windshiel baru ini banyak banget yang berubah. ECU berubah, kabel body semua berubah. Jadi kalau misalnya ada yang berpikir, "Ya ah aku
Speaker A
mau beli ininya aja lah beli windshiel sama mekanisme motor fotek turuninya." Ternyata enggak semudah itu ya. Ternyata malah jatuhnya bisa mahal banget gitu kan. Jadi kalau saya sih daripada upgrade susah-susah bagian depan ini banyak banget yang berubah bahkan sampai
Speaker A
rangka. Rangka pun berubah teman-teman. Rangka di bagian depan ini berubah buat dudukan-dudukan baru si komponen-komponen windshiel-nya ya.
Speaker A
Jadi kalau menurut saya sih mendingan ganti BPKB ya daripada ganti pasang bisnya doang gitu kan sekalian beli motor baru. Ternyata kelistrikannya juga beda banget. ECU berubah juga karena ada tambahan juga di motor ini fitur baru yaitu emergency stop signal. Jadi
Speaker A
selampusan belakangnya ini dia akan nyala berkedip cepat banget ngasih tahu kalau kita lagi hard braking. Jadi kalau kita lagi ngerem keras 6 m/s diselerasinya perlambatannya maka secara otomatis si lampu seinya akan kedip kencang banget. Mirip kayak hazard tapi
Speaker A
lebih kencang teman-teman. Jadi ngasih tahu kalau kita lagi braking yang belakang biar bisa antisipasi jadi menghindari tabrak belakang. Kira-kira kayak gitu. Kemudian mesin. Nah ternyata mesin di motor ini juga baru teman-teman. Mesinnya itu enggak benar-benar plek-plek sama yang lama
Speaker A
ya. Yang baru salah satunya adalah motor ini udah ngikutin mesin yang dijual di Jepang. Karena sebenarnya kan Indonesia jadi basis produksi untuk ke seluruh dunia. Salah satu ke Jepang juga kan.
Speaker A
Jadi setiangan-nya di motor ini udah pakai setiangan yang Euro 5 juga teman-teman tapi knalpotnya ini masih pakai knalpot yang Euro 3 khusus yang Indonesia. Kalau yang di Jepang bentuk knalpotnya bulat ya, lebih bulat dan lebih ringan 800 gr. Yang Indonesia
Speaker A
masih sama kayak versi sebelumnya. Jadi sebenarnya secara output ya ini sebenarnya kayak Euro 3 tapi plus lah ya lebih sedikit lebih baik emisinya karena tadi ada settingan ECU yang sama kayak versi Jepang yang sudah Euro 5. Kemudian yang baru juga adalah di blok silindernya
Speaker A
ini udah pakai mirror blok silinder ya yang mirip kayak di NMAX di Aerox yang baru ya. Jadi di bagian dinding permukaan bloknya itu benar-benar kinclong banget, benar-benar licin banget untuk mengurangi gesekan. Tapi secara spesifikasi umum ya, kayak mesinnya 1 silinder 250 cc pakai
Speaker A
radiator 4 klep, kemudian powernya 22 HP, torsinya 24 Nm. Masih sama aja teman-teman, enggak berbeda. Kemudian yang beda juga kalau dibanding sama versi yang standar i
Speaker A
radiator 4 k flap, kemudian powernya 22 HP, torsinya 24 Nm. Masih sama aja teman-teman, enggak berbeda. Kemudian yang beda juga kalau dibanding sama versi yang standar ini adalah varian yang Text Max ya. Text itu ada beberapa part, beberapa aksesoris yang berbeda.
Speaker A
Contohnya nih, sini dekat, sini dekat yang berbeda textpack ini nih ada emblem text sini, Teman-teman. Kemudian grip gas-nya ini juga beda ya.
Speaker A
beda. Di sini ada tulisannya nih, ada tulisan tex max-nya di bagian sini. Istimewa banget ya. Kemudian ini nih di sini nih ada kayak dilapis kulut ya.
Speaker A
Dapis kulut dan busa si konsolnya. Jadi kalau di belakang memang lebih lembut ya. Ini beda sama yang versi standar.
Speaker A
Kalau standar tuh plastik biasa. Kemudian ini nih floor deck-nya juga istimewa banget. Di sini ada logo XMAX-nya kayak gini. Ini kalau dilepas kinclong teman-teman. Jadi ada material bersihnya. Jadi ini karet yang sininya besi. Kemudian yang beda lagi adalah ini
Speaker A
nih jok Eropanya ya. Jok Eurospek-nya. Ini jok yang waduh enak banget. Kemarin kita waktu jalan dari Jakarta ke Jogja kan kita bawa X-Max buat ini ya, buat motor e tracking kamera kan teman-teman.
Speaker A
Videografer pakai motor ini nyaman banget teman-teman, sama sekali enggak pegal. Ini benar-benar menambah kenyamanan, ekstra kenyamanan. Cuma kalau tinggi jok masih sama, masih 795 mm sama, Teman-teman. Gitu. Paling yang beda bobotnya. Nah, bobot motor ini naik 3 kilo dari yang 181 sekan jadi 184 kg.
Speaker A
Jadi naik 3 kilo. Dari mana? Dari tadi ya winseld ya, dari mekanisme besi yang buat naik turun naik turuninnya kira-kira gitu. Kemudian yang beda juga ada di modul ABS. Oh ya, saya lupa juga modul ABS. Modul ABSnya berbeda. Kenapa?
Speaker A
Karena jadi satu sama sistem untuk e emergency soft signal-nya. Kira-kira gitu, Teman-teman. Perubahan yang sebenarnya lumayan banyak ya. naikin cuma Rp3 jutaan, tapi perubahannya banyak banget kalau dibanding sama versi TX yang sebelumnya. Kalau menurut saya sih daripada repot-repot nih ya
Speaker A
modifikasi gitu kan, ganti kabel body, ganti ECU, ganti ya macam-macam yang harganya pasti lebih dari Rp2 juta, mendingan beli baru aja cuma b Rp3 juta dibanding sama versi yang sebelumnya. Ya teman-teman kira-kira itu saat kita ngomongin ee Yamaha XMAX Texmax versi
Speaker A
2026. Perbedaannya paling utama ada di winseld tadi, windshield sama di panel indikatornya. Tapi perintilannya ikut banyak banget ya. Kabel body beda, mesin juga ada beda juga. Kemudian kalau kayak spek kaki-kaki ya, suspensi saner depannya dia panjang teman-teman. Kayak
Speaker A
motor sport ya sampai ke atas sini itu masih sama rodanya depan belakang belang, depan 15 inci, belakang 14 inci juga masih sama aja. Rem juga masih sama pakai ABS. Suspensi juga sama aja teman-teman. Ini juga masih pakai suspensin yang sama kayak versi yang
Speaker A
standar. Teman-teman, kira itu saat kita ngomongin Xmax T max versi 2026. Nanti kalau udah ada unitnya kita akan cobain, kita akan rasain ya siapa tahu di mesinnya ada feeling yang berbeda atau ini kata ngerasain si winsit-nya seaman apa dari pesan angin kira-kira kayak
Speaker A
gitu kan. Ya sampai jumpa di video berikutnya. Jangan lupa tonton terus Otomotif TV, nyalakan tombol notifikasi, like, subscribe, dan follow juga Instagram_. Sampai jumpa di video berikutnya.
Speaker A
[Musik]
Topics:Yamaha XMAX Tech Max 2026windscreen elektrikmotor skutikmesin Euro 5emergency stop signalpanel indikator TFTharga motor Yamahareview motor Indonesiamodifikasi windscreenkelistrikan motor











