Skip to content

APANYA YANG ENAK..?!?! BONGKAR KELEBIHAN & KEKURANGAN MAKA CAVALRY | Otomotif TV

Review lengkap motor listrik Maka Cavalry: kelebihan, kekurangan, performa, jarak tempuh, dan fitur untuk penggunaan harian dan touring.

Key Takeaways

  • Maka Cavalry sangat nyaman dan responsif di mode high torque untuk penggunaan harian dan touring ringan.
  • Mode high region cocok untuk jarak tempuh lebih jauh tapi mengorbankan akselerasi dan kenyamanan berkendara.
  • Motor ini cocok untuk penggunaan perkotaan dan perjalanan jarak menengah dengan kecepatan maksimal yang memadai.
  • Pengisian baterai standar cukup lama, namun fast charging tersedia untuk kebutuhan pengisian cepat.
  • Fitur dan desain komponen eksklusif, namun ada beberapa kekurangan pada kualitas plastik bodi dan kelincahan di kemacetan.

What the video covers

  • Maka Cavalry adalah motor listrik dengan baterai ferom fosfat 4 kWh dan motor listrik 4 kW (maks 9 kW/12 HP) dengan torsi 251 Nm.
  • Motor ini memiliki dua riding mode: HD (high torque) yang responsif dan HR (high region) dengan regenerasi besar tapi akselerasi lambat.
  • Top speed mode HD mencapai 108 km/jam, cocok untuk touring dan penggunaan perkotaan dengan akselerasi yang responsif.
  • Mode HR mengutamakan jarak tempuh hingga 121-112 km dengan regenerasi besar, tapi akselerasi lambat dan terasa kurang nyaman.
  • Kecepatan maksimal menurun drastis saat baterai di bawah 11%, dengan mode HR turun sampai 32 km/jam pada level rendah baterai.
  • Jarak tempuh klaim maksimal 160 km hanya bisa dicapai dengan kecepatan rata-rata sangat rendah sekitar 25 km/jam.
  • Posisi berkendara dan handling mirip Honda PCX 160, dengan suspensi empuk dan ban Maxis yang memberikan grip baik.
  • Bobot motor sekitar 132,6 kg dan wheelbase panjang membuatnya kurang lincah untuk selap-selip di kemacetan.
  • Fitur speedometer digital sederhana, belum ada ABS tapi sudah disiapkan dudukan untuk sensor ABS di masa depan.
  • Pengisian baterai standar memakan waktu sekitar 8 jam dengan charger 500 watt, tersedia fast charging di dealer untuk pengisian cepat.

Answers

Questions about this video

Apa kelebihan utama motor listrik Maka Cavalry?

Kelebihan utama Maka Cavalry adalah performa responsif di mode high torque dengan torsi besar 251 Nm, serta jarak tempuh yang cukup jauh hingga 91 km dalam mode ini.

Berapa lama waktu pengisian baterai standar Maka Cavalry?

Pengisian baterai standar dengan charger 500 watt memakan waktu sekitar 8 jam, namun tersedia opsi fast charging di dealer yang bisa mengisi untuk jarak 20 km dalam 12 menit.

Apakah motor ini cocok untuk penggunaan di kota dan touring?

Ya, motor ini cocok untuk penggunaan perkotaan dan touring jarak menengah dengan top speed hingga 108 km/jam di mode high torque, serta handling yang nyaman dan posisi berkendara mirip Honda PCX 160.

Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:00
Speaker A
Yang bercandanya katanya motor aing kumaha aing Sunda ya. Apakah benar-benar enak seperti slogan mereka? Motor paling enak.
00:11
Speaker A
[Musik] Selamat siang teman-teman Automotif TV. Apa kabarnya? Semoga semua dalam kondisi sehat dan bahagia selalu saat nonton video ini ya. Amin. Nah, teman-teman, siang hari ini saya bersama motor yang bolak-balik ditanyain sama teman-teman ya, baik di Instagram maupun di komentar
00:39
Speaker A
YouTube kapan Otomotif TV mengetes maka Cavalri. Nah, akhirnya nih saya sudah mencobanya. Nah, gimana impresinya?
00:48
Speaker A
Apakah benar-benar enak seperti slogan mereka? Motor paling enak. Nah, pastinya sih ada enaknya, ada juga ya sisi negatifnya. Nah, apa itu? Tonton terus sampai akhir, jangan ke mana-mana.
01:00
Speaker A
[Musik] Oke, karena ini motor listrik, hal pertama mau saya bahas tentu saja yang berhubungan dengan listrik, daya jelajahnya, performanya, top speed-nya, serasinya gitu ya. Tapi buat latar belakang dulu, maka Kalvar ini dibekali dengan baterai sebagai ferom fosfat, kapasitasnya 4 kWh ya,
01:24
Speaker A
lumayan gede ya. Terus untuk penggeraknya dia pakai motor listrik tipe HB langsung diomol. Ini dayanya 4 kW, maksimalnya 9 kW atau 12 HP.
01:35
Speaker A
Torsinya gokil. 251 Nm. Nah, gimana performanya? Oke, jadi kalau performa itu saja tergantung dari riding mode yang dipilih. Jadi riding mod-nya ada dua. Jadi ada yang HD, HT atau high torque, torsi besar gitu. Itu yang responsif. Lalu pilihan kedua riding
01:51
Speaker A
mod-nya ada yang HR, high region. Jadi yang regeneratifnya gede dan ini yang lemot. Nah, jadi dua itu karakternya itu beda banget, teman-teman. Yang buat saya menyenangkan dan bikin motor ini enak banget. Beneran enak sesuai slogannya lah motor paling enak. Karena yang emang
02:08
Speaker A
enak banget itu kalau pakai yang HD, jadi yang high torque itu benar-benar enak banget kalau udah jalan terutama ya. Jadi kalau udah jalan, udah tinggal jaga kecepatan atau mau nambah kecepatan itu buka gas dikit aja responsif banget, enteng banget ya. Satu saja karena motor
02:25
Speaker A
listriknya ini 4 kW makanya responsif. Tapi saat pertama jalan awal emang oleh maka itu diset kalem aja teman-teman.
02:33
Speaker A
Jadi kalau dari berhenti ya dari diam jalan itu dibuka gas itu kalem dulu rasanya malah lemot. Tapi kalau udah jalan enak banget. Kalau boleh saran nih buat maka seharusnya nih harapan saya sih saat awal buka jangan selemot itulah
02:47
Speaker A
karena terlalu kalem banget walaupun kalau udah jalan itu enak banget. Jadi kalau udah jalan itu ketemu tanjakan enteng aja, nyalip juga enteng aja.
02:55
Speaker A
Cruising tuh benar-benar buka gas tuh dikit aja tuh emang enak banget. Asli enak banget. Beneran deh enak banget.
03:01
Speaker A
Dan kalau pakai yang HD ini high torque itu top speed-nya juga udah lumayan tinggi ya. Walaupun mereka mengklaim hanya 105 km/h, tapi waktu saya tes itu bisa 108 km/h. Udah cukup kencang lah untuk motor yang diset sebagai motor
03:15
Speaker A
perkotaan. Lari segitu tuh udah kencang. Cukuplah buat touring-turing luar kota gitu ya. Itu juga cukup karena luar kota kan lari 90-100 itu udah cukup kencang udah enak. Terus akselerasinya waktu dites juga lumayan kencang teman-teman.
03:28
Speaker A
Jadi kalau dibandingkan hasilnya itu enggak beda jauh dengan Honda PCX 160 road. Ya, itu bejaban lah. Bedanya hanya hampir sedetik, tipis lah. Jadi bisa dibilang kalau secara performa ini enak banget. Tapi bagaimana dengan ready mode yang HR atau yang high region? Nah, ini
03:45
Speaker A
nih. Ini ya kalau secara fungsi memang biar jarak tempuhnya bisa jauh. Tapi kalau pas dipakai ini gregetan, teman-teman. Karena regennya itu regeneratifnya itu terlalu besar. Jadi engine brake-nya terlalu besar. Jadi kalau kita habis pakai jalan ngebut gitu, pas tutup gas itu kayak ditahan
04:02
Speaker A
gitu. Kayak ada megangin dari belakang set jadi gede banget blacknya. Kayak kita naik motor manual itu kayak langsung ke gigi satu gitu. Jadi geng ngagetin lah. Terus dibuka gasnya itu lebih lemot dari yang tadi yang high torque
04:17
Speaker A
ya. Jadi dibuka gas dari awal api. Kalau dia berhenti itu benar-benar lebih lemot lagi, lebih pelan lagi. Dan kalau mau jalan kencang itu benar-benar harus diurut, harus sabar, pelan ya karena biar irit ini ya konsumsi listrik. Tapi ya itu akhirnya efeknya adalah pas
04:32
Speaker A
akselerasi pelan, tutup gas apa engine brake-nya gede banget. Jadi kayak ngayun-ngayun gitu. Jadi enggak nyaman rasanya kalau pakai yang high region.
04:41
Speaker A
Tapi ya kalau demi jarak tempuh jauh ya gimana lagi gitu ya. Cuma kalau boleh saran ya seharusnya yang high region ini regeneratifnya jangan segede itulah. Sebaiknya yang sedengan aja jangan terlalu gede. Jadi biar enggak terlalu ngayun-ngayun. Dan tadi yang high torque
04:56
Speaker A
saran juga nih karena ya high torque saya enggak ada regeneratifnya teman-teman. Jadi kalau pakai high torque itu kalau kita tutup gas itu benar-benar ngeloyor kayak kalau kita naik motor manual kayak kopling yang ditarik itu jadi ngeloyor aja. Jadi deselerasi benar-benar
05:11
Speaker A
tergantung dari rem gitu. Jadi kalau yang high torque benar-benar ngeloyor banget. Kalau yang high region itu terlalu gede banget regeneratifnya atau engine brake-nya. Jadi agak ganggu gitu.
05:23
Speaker A
Nah kalau pakai yang high region ini kecepatan maksimalnya hanya 70 km/h. Ya lumayan sih kalau buat harian. Buat dalam kota itu masih cukup. Tapi ya itu tadi lemot rasanya ya. Jadi naiknya kecepatan pelan banget dan kecepatannya juga makin turun kalau baterainya
05:38
Speaker A
tinggal sedikit. Jadi kalau masih di atas 11% itu kecepatannya masih normal, bisa sampai 70 km/h. Tapi kalau sudah tinggal 11% itu kecepatan turun jadi hanya 40 km/h. Terus kalau sudah 10% ke bawah yang mana logo kura-kura muncul itu kecepatan maksimal hanya cuma sisa
05:56
Speaker A
32 km/h. Dan itu terus saja biar range-nya bisa agak jauhan gitu. Oh ya, teman-teman, untuk menjalankan motor ini simpel banget ya. Jadi setelah kontak on, kita cuma tinggal narik tuas rem-nya sampai muncul tulisan ready dan ada hijau-hijau nyala. Jadi tinggal gas
06:11
Speaker A
saja. Jadi enggak ada tuh mencet-mencet tombol kayak starter gitu, enggak perlu. Terus gimana dengan jarak tempuh sendiri?
06:17
Speaker A
Nah, ini saya sudah ngetes nih. Jadi kalau pakai yang high torque yang ngacir banget tadi, yang saya enggak ada regeneratif sama sekali, itu jarak tempuhnya dengan gaya berkendara yang cukup agresif bisa dapat 91 km. Itu menurut saya udah lumayan jauh loh, udah
06:33
Speaker A
lumayan mantap dengan top speed tadi sampai 108 km/h responsif banget buat nyalip-nyalip gampang. Ketemu tanjakan juga enteng dapat 91 km tuh lumayan jauh. Dan kalau mau lebih jauh itu kalau pakai yang high region. Jadi kalau yang pakai high region yang engine brake-nya
06:52
Speaker A
gede banget itu jarak tempuhnya bisa dapat 121-112 km. Itu juga udah lumayan banget teman-teman. Nah, bagaimana dengan klaimnya? Katanya bisa sampai 160 km.
07:03
Speaker A
Nah, itu bisa. Tapi ada catatannya. Kecepatannya harus rata-rata hanya 25 km/h. Sebuah kecepatan yang saya rasa pelan banget kayak naik sepeda. Kalau di jalan raya saya rasa kurang safety ya dan rasa gregetan pelan banget. Tapi itu bisa ditempuh kalau kita pakai di ini
07:22
Speaker A
harian di jalanan jalan kecil ya sekitaran rumah aja lah misal ngantar anak sekolah dekat rumah atau ke warung gitu itu bisa jalan segitu karena jalannya cuma 25 km/h makanya tadi bisa 160 km gitu teman-teman. Tapi menurut saya kalau tadi balik yang high torque
07:40
Speaker A
yang enteng banget, ngacir banget dapat 91-92 km tuh menurut saya udah oke sih. Udah jauh sih. Sekali ngecas itu udah mantap sih. Jadi kalau buat ke kantor misal saya kantor seak jalan sekitar 20 kilo itu bolak-balik masih ada sekitar
07:55
Speaker A
50%-an. Yah, okelah, bisa 2 hari sekali gitu ya kan baru ngecas lagi. Dan kalau ngomongin pengecasan ini karena baterainya gede ya 4 kWh ngecasnya cukup lama teman-teman. Jadi mencapai sekitar 8 jam dengan charger standar bawaan yang dayanya itu 500 watt.
08:14
Speaker A
Kenapa hanya 500 watt? Tuh saja biar bisa ngecas di mana-mana gitu ya. Kan kalau chargernya gede ngecasnya lebih cepat tapi takutnya nyolok di rumah jeglek. Yaah. Kalau ini aman karena hanya 500 watt. Kalau mau lebih cepat bisa mampir ke dealernya maka itu ada
08:30
Speaker A
fast charging yang mana ya jauh lebih cepat karena 12 menit itu bisa buat sekitar 20 kilo. Kalau pakai charger bawaan butuh 1 jam untuk 20 kilo git
08:40
Speaker A
Oke, berikutnya saya mau cerita hal yang enak lagi yaitu posisi berkendara dan karakter handling suspensi gitu. Jadi kalau duduk di Maka Caval ini mengingatkan kita pada Honda EDV 160 atau mirip-mirip juga dengan Honda PCX 160 karena ya memang mirip banget pas
08:58
Speaker A
duduk. Jadi tinggi joknya 770 mm. Jadi buat saya yang tingginya 173 cm bobot 65 kg pas duduk masih napak bahkan lututnya masih ada nekuk gitu. Terus yang khas banget kayak mirip e PCX sih lebih tepatnya itu stangnya tuh pas di itu
09:14
Speaker A
dekat dan cukup rendah. Nah, jadi posisi ini santai. Terus kalau pas naik ke deck ini lebih ngingetin ke edif nih, terutama bagian yang deck yang miring ya. Karena miringnya tuh lumayan suram gitu ya. Jadi posisi telapak itu kedorong ke atas gitu. Ini kalau boleh
09:30
Speaker A
saran sih rebahin dikit lagi ya biar lebih santai gitu. Lebih nyaman gitu. Gini. Terus posisi kaki juga bisa gini cuma ini sayangnya pendek teman-teman nih. Jadi enggak terlalu panjang ya cuma segini. Jadi enggak bisa mundur mundur jatuh. Ini kalau dianalisa ini makam
09:45
Speaker A
mendesain biar kakinya saat turun itu enggak mentok. Nah, sisi positifnya sih ini nih. Jadi kaki bisa lurus nyaman walaupun sayangnya decknya jadi enggak panjang gitu, tapi it's ok lah. Masih ada yang ke depannya gini. Terus saat berkendara pastinya posisinya santai
09:58
Speaker A
banget ya. Khas kayak naik PCX gitu ya. Enak gitu lah, nyaman ya. Dan kalau ngomongin handling, wah ini salah satu yang enak teman-teman. Enak karena yang pertama adalah prosedurnya tadi santai kemudian ditunjang dengan karakter handling yang nurut, enak. Jadi buat
10:16
Speaker A
reba-reba, belok-belok itu nurut, lengket. Apalagi karakter bannya yang pakai Maxis ini juga kayak soft compon jadi ngelengket banget, nempel terus enggak ada ngelawan-ngelawannya. Terus karakter suspensinya juga tergolong empuk. Cuma yang depan ini saking empuknya ya kalau ketemu polisi tidur
10:31
Speaker A
atau lubang ke dalam kalau kita hajar kencang itu agak duak, agak bottoming gitu ya. Ini ngingetin kita pada NMAX itu karena kalau kita lihat suspensinya kayak mirip NMAX memang sekilas. Entar kalau yang belakang ini malah enak. Ini ada setelan prilotnya lima tingkat
10:45
Speaker A
dengan setelan stand dari tengah itu kalau buat saya yang bobotnya 65 kg ini udah pas banget teman-teman. Enaknya tuh nyaman banget asli enak. Enggak bikin pinggang sakit kek bes gitu. Populisi tidur rawat apapun yang belakang ini nyaman. Boncengan pun masih nyaman
10:59
Speaker A
walaupun kalau yang dibonceng berat pastinya harus setelan pilotnya harus dikerasin dikit gitu ya. Tapi kalau secara overall ini salah satu yang bikin betah naik maka cavalri ini asli nyaman.
11:12
Speaker A
Terus positifnya lagi adalah maka tuh kayaknya mendesain motor ini biar buat mereng-mereng enggak gampang gasruk.
11:19
Speaker A
Saya selama makai ya belok miring kencang gitu enggak pernah tuh yang namanya gasruk gasrk ya baik standar tengahnya maupun standar sampingnya itu aman banget. Jadi kayaknya di desain bawahnya itu biar bisa rebah maksimal gitu ya. Oke sih. Oh, tapi ada
11:32
Speaker A
catatannya, Teman-teman. Karena ini bobotnya ya mirip-mirip NMAX ya, 132,6 kg dan wheel base-nya ya lumayan panjang. Jadi kalau buat selap-selip di antara kemacetan itu saja enggak selincah matic-matic kecil ya. Pastinya ada di seputarnya sedikit a gede gitu.
11:48
Speaker A
Jadi harus lebih hati-hati. Selainnya apa ya? Hm, rem. Ini remnya pas dirasakan ini ngingetin pada NMAX banget. Karena kalau kita perhatikan kayaknya vendornya persis mirip NMAX nih. Master rem-nya, handl-nya. Nah, kalipernya ini benar-benar blekblekan kayak miliknya NMAX. Eh, bahkan kalau
12:05
Speaker A
kita lihat cakramnya itu walaupun piringannya beda ya, tapi vendornya ketara banget. Mereknya Sunstar. Itu kan vendor yang biasa nyediain buat Yamaha gitu. Itu sih. Jadi kalau secara posisi duduk eh handling dan suspensi ini sih salah satu yang enak sih. Oke,
12:24
Speaker A
berikutnya saya maembahas tentang fitur dari motor yang harganya Rp35.850.000 onroad Jakarta. Kalau dianalisa kayaknya maka lebih mengutamakan ini ya spek dari penggeraknya ya dari sumber tenaganya.
12:38
Speaker A
Baterai lumayan gede 4 kWH terus penggeraknya pakai motor 4 kW. Tapi sisanya akhirnya fitur-fiturnya ya bisa dibilang basic aja sih ya. Cukupan sedengan tapi enggak semantap mungkin kalau dibandingin dengan Honda PC ya kan harganya mirip-mirip ya. Itu udah dapat
12:54
Speaker A
keyless misalkan. Kalau ini wah kayak misal kunci ya masih colok-colok masih mekanis gini. dan hanya ada pengaman magnet buat pengamannya. Jadi alarm pun tentu saja belum ada. Terus bagian speedometer tus saja belum ada konek-konekan kayak NMAX.
13:10
Speaker A
Ini benar-benar speedometer. Sebenarnya udah digital. Nanti kita lihat detailnya. Tapi ya infonya pun standarnya sesuai kebutuhan aja tidak sampai aneh-aneh. Terus ABS juga tentu saja belum ada, tapi remnya cakran ban belakang gitu. Jadi kayaknya tadi harga segitu karena kalau dibandingin dengan
13:27
Speaker A
motor listrik lain ini termasuk murah ya dapat 4 KW. Bandingin misal dengan Honda e ini SUV set itu harganya hampir Rp60 juta padahal baterainya lebih kecil, motornya juga lebih rendah dayanya. Ini dapat lebih gede tapi harga lebih murah
13:44
Speaker A
tadi. Makanya fitur-fiturnya tergolong ya fitur-fitur yang basic aja gitu loh. Oke kita lihat aja dari awal dari depan.
13:53
Speaker A
Ini lampunya semua sudah LED dan kalau lihat dari bentuknya ini ngingetin kita pada dukaati Panigale ya kesanya sangar.
13:59
Speaker A
Terus sorot lampunya ini saya suka sih dia ternyata cukup terang lebar dan fokusnya itu jelas banget. Jadi udah sangat bisa diandalkan lah buat jalan malam. Terus ada DRL-nya juga keren yang mana dia akan berubah saat dijadiin lampu sein ya. Dia akan menyala jadi
14:11
Speaker A
kuning itu keren. Lalu di atasnya ada windshield yang enggak terlalu tinggi. Ini juga ngingetin pada Honda PX menambah penampilan jadi kelihatan lebih elegan dan sedikit bisa ngarahkan angin ke atas. Terus di belakangnya ada speedometernya udah full digital, tapi
14:25
Speaker A
dia layarnya biasa aja, Teman-teman. Jadi resolusinya enggak terlalu tinggi, ya. Tapi ee angka-angkanya yang utama itu kayak kecepatan itu jelas. Terus kapasitas baterainya juga jelas karena pakai bar-bar gitu, bahkan ada persentase juga. Itu juga gede-gede angkanya jelas. Terus bawahnya ada
14:42
Speaker A
range, ada jam, ada odometer dan trimeter. Nah, ini ada beberapa hal yang unik teman-teman dari speedometer ini, terutama di info-infonya. Jadi kayak misal range ini ketika kita nyalakan pertama itu kesannya adalah range yang sangat optimis karena belum dipakai
14:57
Speaker A
jalan ya. Jadi kalau pakai posisi HR yang hemat listrik itu pas dinyalakan pertama langsung muncul 160 km. Kalau pakai HD yang high torque itu 140 km.
15:09
Speaker A
Tapi kalau udah kita pakai jalan, jadi motor nanti akan mengukur gaya berkendaranya. Terus mengeluarkan listrik berapa watt jam per kilometer, nanti baru deh range-nya akan menyesuaikan diri, akan turun turun turun sesuai dengan gaya berkendara gitu. Jadi kalau berkendaranya
15:23
Speaker A
menghabiskan daya sekitar 30-an 2 jam per km itu pasti akan tinggilah, bisa 100-an km. Tapi kalau kita ngebut-ngebut kayak misal saya tadi ngetes akselerasi dan top speed itu konsumsi listriknya bisa mencapai sekitar 75 wat jam per km.
15:39
Speaker A
Itu range-nya bisa jadi sedigit banget, Teman-teman. Jadi boros banget. akhirnya range-nya pun pendek banget gitu. Terus yang unik lain adalah kalau mau nge-reset trip meter itu ada triknya.
15:51
Speaker A
Jadi kayak nge-cheat gitu kalau kayak main game. Jadi caranya bukan memencet tombol yang ada di speedometer, tapi dengan memainkan ee tombol lampu sein dan p beam. Jadi lampu sennya digeser ke kanan lalu menekan tombol p beam en kali. Nah, itu baru nanti trip meternya
16:07
Speaker A
jadi nol. Unik ya. Jadi kalau teman-teman hanya mencet tombol yang ada di sebeter tuh ada tombol satu itu percuma karena ini fungsinya lebih kanti jamnya. Jadi ini waktu Indonesia barat, tengah atau timur gitu. Jadi bukan untuk mengeset jam. Kalau mau mengeset jam
16:22
Speaker A
teman-teman harus ke bank resmi dicolok alat khusus baru bisa mengeset jamnya gitu. Oke lanjut. di belakang spometer tepatnya di stang ini ada fitur unik jarang kita temukan di motor lain.
16:34
Speaker A
Jadi ada kayak pipa gitu di stang ini. Ini fungsinya buat ini, Teman-teman, buat jepit dudukan buat HP gitu. Misal kayak Abang-abang Ojol kan sering banget tuh dijepitin di stang, ya. Nah, ini maka sudah menyiapkan. Kayaknya motor ini salah satu tujuannya pemakainya
16:48
Speaker A
adalah abang-abang ojol gitu ya. Terus kalau di kedua stangnya tombolnya cukup banyak terutama stang kiri ini karena ada tombol buat pes beam, lampu jauh dekat, hazard, se klakson, dan satu lagi ada tombol bertuliskan R. Pantinya ini untuk mundur. Caranya sih sederhana aja,
17:05
Speaker A
tekan tombol R-nya sambil digas maka akan mundur. Terus kalau setang kanan ini ada dua tombol, satu buat engine cut off. Yang kedua buat ganti riding mode-nya tadi HT atau HR. Lalu di kedua ujung stangnya pastinya ada hand grip
17:19
Speaker A
yang kalau desainnya lumayan keren. Dan saya yang salut dengan maka adalah komponen-komponennya itu banyak yang dikasih logo makanya ya M gitu. Jadi kesannya eksklusif kesannya memang ini motor didesain sendiri dan komponen-komponennya juga didesain buat motor ini aja eksklusif gitu bukan satu
17:34
Speaker A
komponen dipakai oleh banyak brand itu ya. Terus sampai ke desain bandul stangnya yang walaupun masih plastik ini juga keren. Lalu kalau kita lihat area bawah stang ini ada fitur konsol yang pertama sebelah kiri. Ini tipis aja. Ini ngingetin kita ke Honda EDB 160 ya
17:50
Speaker A
walaupun ini lebih kecil karena ini lebih cuma buat muat handphone sambil ngecas gitu ya. Jadi kalau botol minum enggak bisa masuk ke sini dan di dalamnya ada port USB teman-teman. Lalu di sisi kanan ada kontak tadi sudah cerita mekanis cuma ada pengamanan
18:04
Speaker A
magnet. Lalu deck-nya ini model tinggi punuknya karena di dalamnya ada baterai ya. Ini baterainya model baterai tanam di dalam sini. Kemudian di bawah joknya ini ada bagasi yang lumayan dia kapasitasnya mencapai 20 L. Jadi bisa buat bawa chargernya sendiri. Mau
18:19
Speaker A
masukin sepatu, jas hujan, jaket, tas. Ini bisa masuk ke sini semua. Mantaplah ya. Walaupun enggak segede kayak misal Honda PX atau Yama NMAX tapi ini udah lumayan gitu lah ya. Terus belakangnya ada behel yang bahannya logam. Ini ada
18:34
Speaker A
aluminium. Ini bisa buat mempermudah ketika menyetar tengah atau buat pegangan yang diboncengin gitu. Lalu kalau kita lihat ke area kaki-kaki pastinya seperti saya t cerita waktu ngomongin posisi perendara dan handling suspensi depan pakai teleskopik, sementara yang belakang suspensi ganda
18:51
Speaker A
dengan setelan prelot lima tingkat. Remnya cakram di kedua roda tapi belum ada ABS. Walaupun kalau kita lihat detailnya itu maka sudah menyiapkan dudukan buat sensor ABS. Ya, itu. Jadi mungkin next-nya akan ada versi ABS ya.
19:03
Speaker A
Kita tunggu saja gitu sih. Oh ya, kalau lampu belakang ini desainnya juga menurut saya cakep ya, tipis gitu dan spasinya sudah LED. Kalau lagi nyara sih cakep, keren. Lalu lampu sen-nya juga menggaris, melengkung gitu. Terus kalau kita lihat ke bawahnya ada haugger ya
19:19
Speaker A
yang bisa menepis kotoran biar tidak langsung ke atas karena tidak ada spatbard yang menempel di bagian body.
19:24
Speaker A
Oke, berikutnya saya membahas tentang bu quality ya. Detail-detailnya sebagai brand baru merek lokal ya. Ini maka yang bercandanya katanya motor aing kumaha aing Sunda te benar juga kali ya sing katanya itu. Jangan-jangan. Oke. Jadi kalau dilihat nih detailnya ada sesuatu
19:41
Speaker A
yang bagus banget, ada yang masih perlu peningkatan. Yang bagus menurut saya itu komponen-komponen yang logam ya. Kayak misal ee batang suspensi, peleg kayak ini handle rem gitu sampai suspensi belakang, lengan ayun standar gitu.
19:57
Speaker A
Cakep sih. Bagus nih finishingnya, las-lasannya itu menurut saya bagus. Kayaknya ini standarnya yang kebanyakan pakai yang biasa vendor dipakai oleh brand Jepang ya. Kayak misal ni peleg ini ternyata vendornya dari Paco terus tadi seperti saya bilang banyak komponen
20:10
Speaker A
yang ada logo-logo makannya sendiri. Jadi kesannya keren ya. Terus bagian mana yang menurut saya perlu peningkatan? Jadi ini teman-teman bagian komen-komen bodinya ya plastik-plastiknya. Ini banyak yang celah-celahnya tuh enggak konsisten.
20:24
Speaker A
Agak lebih lebar terus ketemunya enggak pas kerep terus agak mangap gitu kayak G sebelah sini terus bahkan sampai belakang juga. Itu menurut saya yang perlu di-improve sih. Jadi ya semoga ke depannya bagian-bagian yang plastik itu dibagusin lah ya biar lebih keren gitu.
20:42
Speaker A
Tapi kalau tadi yang bahannya logam-logon sih udah cakep. Dan kalau dari sisi desain sih menurut saya ya okelah. Terutama bagian depan karena kayak panigale. Walaupun bagian sini tuh kayak terlalu tebal ya. Terus bagian belakangnya terlalu melengkung. Ini agak
20:59
Speaker A
kurang gimana si tapi ya kalau desain soal selera sih tapi untungnya dan itu kalau lagi dinaikin enak sih. Jadi bakalan lupa ya pas naik gitu. Lupa sama desain yang bagian-bagian yang anehnya.
21:10
Speaker A
Ini bagian lain kayak desain peleg ini cakep ya. Keren ya. Tuh desainnya tidak ada persamaannya dengan motor lain. Oh ya, ini satu tadi saya lupa cerita. Di bagian sini ini ada lampu. Ini akan menyala ketika kita ngecas ya. Jadi pas
21:24
Speaker A
dicas itu ini nyala. Ini ada 1 2 3 4 5 yang mana ini menandakan buat sampai 20 40 60 sampai 100 gitu. Dan kalau pas lagi ngecas ini nyalanya hijau. Nanti kalau udah full nyalanya jadi biru gitu teman. Unik ya di sini ya. Jadi
21:40
Speaker A
indikatornya bukan di speedometernya. Bukan juga di baterainya karena enggak kelihatan tertanam tapi di sisi kayaknya di motorin saya enggak nemu nih begini.
21:47
Speaker A
Cuma hati-hati ya jangan sampai ketendang gitu ya takutnya ya karena dekat kaki sih. Semoga aja aman ini. Oke jadi itu dia teman-teman video kali ini saya m bahas tentang maka cavalri. Jadi sisi positifnya lumayan banyak ya.
21:59
Speaker A
Sidratnya range-nya jauh dan jelasnya mantap ya. Terus performanya kalau pakai yang HD itu enak banget walaupun sayangnya enggak ada regeneratifnya.
22:10
Speaker A
Terus dinaikinnya empuknya, posisi duduknya, nyamannya, handlingnya oke. Lalu fitur-fiturnya juga cukup oke lah ya.
22:19
Speaker A
Lampunya terang, bagasinya cukup besar, terus speedonya cukup oke, informatif walaupun ya fitur-fitur yang tambahan yang kayak misal konek-konekan enggak ada, belum keyless gitu ya. Terus yang paling juga catatan menurut saya adalah detail-detail finishing di bagian body-bodinya yang masih kurang rapi
22:40
Speaker A
gitu. Tapi balik lagi dengan harga Rp35.850.000 ondro Jakarta untuk sebuah motor listrik dengan spek ini ya. Ini udah lumayan oke sih menurut saya ya. Karena kalau dibanding rival-nya kayak misal ada Alpha Servo Alpha Servo Q itu harganya jauh lebih mahal dengan jarak yang lebih
22:59
Speaker A
pendek. Apalagi kalau dibanding misal kayak dari Honda SUV itu juga harnya hampir dua kali lipat tapi dapat spek yang lebih rendah ya saya rasa maka Kahfar ini lebih menarik. Oke, itu aja teman-teman video kali ini. Terima kasih buat yang sudah menonton dari awamer.
23:16
Speaker A
Jangan lupa like, subscribe, comment, share, nyalakan juga tombol loncengnya dan jangan lupa follow juga kami utomotif_tv dan kalau IG saya_utomotif.
23:24
Speaker A
Oke, terima kasih. Sampai jumpa di video berikutnya. Jangan lupa pakai helm karim motor. [Musik] [Musik] Yeah.
Topics:Maka Cavalrymotor listrikreview motor listrikmotor perkotaanjarak tempuh motor listrikperforma motor listrikOtomotif TVmotor listrik Indonesiafast charging motor listrikhandling motor listrik

Get More with the SozAI App

Transcribe recordings, audio files, and YouTube videos — with AI summaries, speaker detection, and unlimited transcriptions.

Or transcribe another YouTube video here →