Review lengkap Polytron Fox 350, motor listrik canggih dengan harga terjangkau dan fitur unggulan seperti regenerative brake dan Hill Start Assist.
Ask about this video. Answers come from its transcript only — with the timestamp, so you can check them.
Generated from the transcript and can be wrong — check the timestamp.
Key Takeaways
- Polytron Fox 350 menawarkan motor listrik dengan harga terjangkau dan fitur modern.
- Skema sewa baterai membuat harga awal murah, namun biaya operasional tetap perlu diperhitungkan.
- Fitur regenerative brake dan Hill Start Assist meningkatkan kenyamanan berkendara.
- Performa motor stabil dan responsif tanpa penurunan signifikan saat baterai menipis.
- Pengisian baterai onboard dan garansi baterai yang fleksibel menambah nilai plus motor ini.
What the video covers
- Polytron Fox 350 adalah penerus Fox R dengan penjualan Fox series mencapai 40.000 unit sejak 2023.
- Harga motor ini sangat terjangkau, mulai Rp5 juta dengan skema sewa baterai, atau Rp7,5 juta untuk pembelian baterai sekaligus.
- Motor menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) yang aman dan awet, dengan garansi berbeda tergantung skema pembelian atau sewa.
- Performa motor setara dengan pendahulunya, dengan motor listrik 3 kW dan top speed hingga 95 km/jam.
- Fitur baru termasuk regenerative brake yang membantu mengisi baterai saat pengereman dan Hill Start Assist untuk kemudahan di tanjakan.
- Respon gas lebih halus tanpa lag dan performa stabil meski baterai mulai berkurang.
- Cut off listrik hanya aktif setelah rem lama selama 45 detik untuk melindungi motor dari panas berlebih.
- Pengisian baterai onboard dengan daya 850-900 watt, waktu charging sekitar 4-5 jam.
- Motor dilengkapi banyak tombol fungsi di stang, termasuk tombol mundur dan alarm sistem yang lebih canggih dibanding motor lain.
- Kapasitas bagasi cukup besar, namun ada sedikit masalah dengan tutup bagasi yang mudah terbuka saat jalan rusak.
Chapters
- 00:00Pembukaan dan pengenalan Polytron Fox 350
- 02:15Performa motor dan spesifikasi teknis
- 04:15Performa baterai dan respon motor
- 05:45Fitur cut off dan Hill Start Assist
- 07:46Pengisian baterai dan charger
- 09:36Fitur tambahan dan tombol kontrol
- 12:44Kapasitas bagasi dan masalah kecil
- 15:40Penutup dan ajakan follow sosial media
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
[musik] Selamat siang teman-teman Otomotif TV. Apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu. Sonton video ini. Amin. Kali ini kita mau review, mau bahas tentang Pton Fox 350. Ini adalah motor yang menjadi suksesor, jadi penggantinya Fox R ya.
Speaker A
Jadi kalau secara historis dari tahun 2023 pertama kali Fox keluar, totalnya sudah terjual sekitar 40.000 unit teman-teman.
Speaker A
Itu semua Fox ya, semua Fox series. Tapi yang Fox R-nya saja itu sekitar 70% atau 28 sampai 30.000 unit. Gokil, ya. Jadi secara posisi Fox 350 ini punya beban berat gitu kan. Beban berat menghentikan motor terlarisnya Polytron. Nah, di video
Speaker A
kali ini kita akan kupas tuntas. Tapi yang jelas secara harga teman-teman ini motor gokil ya. Murah banget loh. Rp5 juta dapat motor kayak gini ya. Itu yang pakai skema sewa baterai. Jadi karena baterainya enggak termasuk dalam pembelian awal, makanya secara harga bisa
Speaker A
murah banget. Baterainya saja infonya harganya Rp17,5 juta, teman-teman. Gila, ya harga baterai sama harga motornya, malah harga baterainya. Cuma kalau kalian ambil yang skema sewa memang tiap bulan harus sewa Rp200.000, teman-teman.
Speaker A
Rp200.000 per bulan plus [musik] biaya ngecasnya di rumah gitu kan. Jadi secara total sebenarnya sih ya masih tetap agak mahal biaya operasionalnya, tapi memang di awal pertama kali beli motor ini harganya murah dan mulai dari Fox 350 ini juga ada skema yang sekalian
Speaker A
beli sama baterainya, harusnya harganya kan Rp5,5 juta plus Rp7,5 juta ya harga baterainya kan, tapi sama Fox disubsidi teman-teman, dipotong lagi harganya cuma Rp7,5 juta buat yang sekalian sama baterai.
Speaker A
Nah, yang beda adalah di baterainya itu garansi baterainya. Kalau kalian beli sama baterai, garansi baterai cuma 3 tahun. Tapi kalau kalian sewa seumur hidup baterainya, kalian bisa klaim, bisa komplain ke Polytron-nya. Kalau misalnya sudah enggak bagus performanya bisa langsung ditukar, diganti. Oke deh,
Speaker A
kita langsung ngomongin apa dulu ya, performa dulu kali ya. Karena kalau menurut saya ini salah satu motor listrik yang proper lah yang performanya lumayan oke.
Speaker A
Langsung kita lihat penggeraknya. Kalau secara performa dibandingin sama VX R yang sebelumnya sebenarnya sama aja teman-teman. Kayak misalnya nih motor listriknya ya 3 kW piknya sampai 6,4 kW.
Speaker A
Kemudian peak torsinya 187 Nm. Top speed-nya bisa sampai 95 km/h, jaraknya 135 km juga masih sama aja. Tapi yang beda adalah kalau kita lihat dari bentuk luarnya ya di motoristiknya ini kalau yang lama tuh ada tulisannya KS Motor ya
Speaker A
kayak merek e motor-motor aftermarket gitu. Tapi kalau sekarang di emboss-nya Polytron dan infonya memang di dinamo motoristiknya ada perubahan, ada improvement ya. Kenapa? Karena di versi yang terbaru ini sekarang sudah ada regenerative brake-nya. Regenerative brake itu dia akan memberikan efek kayak
Speaker A
ee ngerem dikit ya. Kayak ada ngerem, kayak ada engine brake-nya. [musik] Tujuannya apa? Untuk bantu ngecas ke baterainya, teman-teman. Kalau yang sebelumnya enggak ada, kalau sekarang ada. Cuma memang di motor ini enggak kelihatan ya kan di odometer itu enggak ada
Speaker A
indikator yang menunjukkan si regenerative brake-nya lagi kerja. Totalnya ada dua level ya. Pertama itu kalau kita tutup gas sama tutup gas sambil direm-rems dikit teman-teman. Cuma emang karena enggak kelihatan ya enggak tahu juga kapan dia aktif gitu
Speaker A
kan. Dan kalau menurut saya sih waktu lagi tutup gas juga rasanya kayak enggak terlalu nahan ya. Kayak ngelonjor-ngelonyor aja. Cuma ya mudah-mudahan bisa beneran nambah ee listrik ya ke baterainya. Nah, bantuin ngecas lah. Kemudian yang beda juga adalah di controllernya ya. Infonya
Speaker A
sekarang sudah enggak pakai fotol lagi. Jadi merek saya kurang tahu apa, tapi ya yang penting secara klaim performanya masih sama lah ya. Kemudian yang saya suka juga dari improvement terbaru ini selain ada rem-nya, respon dibukaan gasnya juga sama di anak teman-teman
Speaker A
yang lama itu kalau kita awal buka gas tuh kayak ada lag-nya dulu ya kalau lagi macet-macetan ngeselin sih kita macet-macetan berhenti tutup gas pas buka lagi tuh kayak ada jeda dulu baru hut tiba-tiba ngagetin kalau ini enggak ini dari buka gas pertama aja sudah
Speaker A
langsung ngisi dan itu ngalir sampai ke top speed ya enggak yang ngagetin tiba-tiba ngagetin banget habis itu jadi lemot nih enggak teman-teman ini lebih flat lebih rata kemudian yang saya suka juga adalah tidak ada penurunan performa waktu baterainya ee sudah mulai
Speaker A
berkurang ya. Misalnya nih saya jalan pakai baterai full 100%, 50%, 25%, top speed-nya itu masih bisa di 60 kalau pakai D. Kalau pakai S-nya masih bisa 90 km/j. Ya [musik] memang sih menuju ke top speed-nya mungkin sedikit agak berkurang
Speaker A
jadi sedikit agak lambat tapi secara respon itu masih mirip-mirip teman-teman. Nah, ini yang saya suka ya.
Speaker A
Kenapa? Karena kalau baterai yang sudah dikit pun saya masih bisa kira-kira nih lebih mudah untuk memperkirakan berapa jarak tempuhnya. Kira-kira kayak gitu.
Speaker A
Kemiripan performa kalau dibanding sama Fox Air ternyata bisa kita lihat juga waktu melakukan tes akselerasi ya.
Speaker A
Ternyata teman-teman hampir semua parameter dari 0 sampai 60 km/h, dari 0 sampai 80 km/h, semuanya mirip semua.
Speaker A
Bahkan si Fox 350 [musik] ini sedikit lebih kencang ya kalau lihat datanya sini teman-teman tuh beris banget ya. Ini diambil di riding mode yang S-nya yang mode kencangnya ya. Tapi sebenarnya sih ini enggak yang kencang-kencang banget sih. Kalau dibandingin sama Alpha Servo
Speaker A
yang ke ini masih lebih pelan. Tapi kalau dibandingin sama Device I Cube yang sama-sama 3 kW ya motor listiknya di motor ini sedikit lebih kencang sih gitu. Kemudian ada cut off-nya [tertawa] enggak? Nah, ini banyak yang nanya ya.
Speaker A
Karena beberapa orang merasa kurang nyaman kalau di remnya itu ada cut off-nya. Jadi cut off itu kalau kita lagi ngerem gasnya enggak bisa diputar, teman-teman. Jadi memang supply listriknya langsung diputus, ya. Cuma kalau di motor ini enggak. Ternyata
Speaker A
cut off-nya itu baru aktif ketika kita ngerem lama sekitar 45 detikan lah. Nah, itu baru tiba-tiba si arus listriknya ke motornya di-cut. Ya, ya. Tujuannya memang buat ngamanin si motor listriknya biar enggak cepat panas kan. Tapi kalau misalnya kita lagi jalan buat
Speaker A
macet-macetan, sesekali kita nahan rem gitu ya, ngerem sambil ngegas masih bisa. Atau misalnya kita lagi di tanjakan lagi berhenti gitu mau gas lagi kan kadang-kadang belum dilepas remnya tapi sudah digas dikit kan. Nah, itu juga masih bisa juga. Oh iya, ngomongin
Speaker A
ditanjakan di motor ini sekarang juga sudah ada HSA-nya, Hill Start Assist. Nah, Hill Start Assist-nya ini bisa aktif ketika kita tekan rem selama 3 sampai 4 detik kan, teman-teman. Set 3 detik nanti kita lepas, otomatis akan terkunci. Langsung terkunci si rodanya
Speaker A
akan nahan, ya. Jadi, kita enggak perlu nahan rem lama-lama bisa langsung lepas tangan gitu kan. Tapi pas mau jalan lagi tinggal digas lagi. Cuma memang juga ada waktunya ya, cuma sekian detik nanti kalau terlalu lama dia akan melepas
Speaker A
sendiri. Karena sebenarnya kayak Hill Assist ini juga membebani motor listriknya. Takutnya kalau kelamaan ditahan panas kan. Jadi enggak perlu lama-lama kalau mau jalan lagi cuma tinggal digas aja. Kira-kira [musik] gitu. Kemudian baterainya masih sama kayak yang Fox R ya. Jadi posisinya ada
Speaker A
di tengah sini teman-teman di bagian tengah sini di bawah nih ya. Ini segede gini ini ada baterai di situ. Dan masih sama litium, litium [musik] yang LFP litium iron fosfat masih sama ya.
Speaker A
Katanya itu adalah salah satu baterai yang paling aman gitu kan. Aman dan awet juga. Makanya Polytron pilih itu biarpun secara ukuran besar dan ya tadi itu enggak fleksibel, enggak bisa yang dipindah-pindah ya. Makanya dia fix kalau ngecas juga ngecasnya di sini nih.
Speaker A
Ngecasnya dia onboard ya. Colokannya ada di bagian sini teman-teman. Spesifikasi casannya tuh sekitar 850-900 watt. Jadi kalau misalnya rumah kalian 900 ngepas banget. 1300 pun kalau saya rasanya ngepas juga ya. Dan waktu chargingnya sekitar 4 sampai 5 jam. Tapi kalau saya
Speaker A
sih nyalain mendingan 5 jam sekalian. Kenapa? Biar sampai si chargernya itu lampunya nyalanya hijau. Kalau lampu nyala
Speaker A
100, nanti pas kita pakai jalan paling baru sekilo udah langsung turun, Teman-teman. Turun ke 98, ke 97. Tapi kalau misalnya kalian benar-benar sampai hijau indikatornya itu bisa sampai 5 km baru turun ke 99 ke 98% baterainya, gitu. Dan buat kalian yang kepengin
Speaker A
ngeser lebih cepat, sebenarnya juga jual yang fast charging-nya ya. Harganya R2,7 juta dan itu bisa diadjust, Teman-teman.
Speaker A
Bisa 25 amp, bisa 13,5 amp, bisa 7 amp. Sedangkan volt-nya masih sama ya, 84 volt teman-teman. Nah, kalau yang pakai fasting itu 10 menit ketang cas itu bisa sampai 10 kilo jarak tempuhnya. Mantap ya. Cuma harganya mahal 2,7 juta dan
Speaker A
belum termasuk dari pembelian motor ini, gitu. Kemudian berapa jauh jarak tempuknya? Nah, jarak tempuk motor ini kan ket. Kita buktikan. Wah, jadi saya kemarin habis nge-fulin 100% langsung kita jalan pakai mode yang D. Karena yang jauh itu pasti pakai mode D-nya
Speaker A
kan, mode yang pelan kan. Cuma waktu saya jalan saya batasin kecepatannya enggak lebih dari 50 km/h. Jadi paling cuma 48 ya mentok di 50 lah. Kalau udah 50 saya pasang cus controlnya. Jadi kan malas ya jolannya panjang gitu tapi cuma
Speaker A
segitu doang. Jadi pakai cus control tangan enggak perlu nahan santai gitu kan. Kita jalan totalnya dapat 136 km, Teman-teman. Dan itu pun masih ada sisa 4% baterainya. Kalau mau dijalanin lagi, saya yakin 140 kena sih. Tapi dengan catatan itu ya, to speed-nya enggak
Speaker A
lebih dari 50 km/j, jalannya pelan, santai, bukaan saja juga santai, dan jalanannya datar. Jadi kita kemarin enggak nanjak-nanjak, cuma nanjak dikit di daerah Tajur. Tajur Bogor. Nanjak dikit, habis itu turun lagi jalan lagi ke Jakarta sampai ke Pondok Indah,
Speaker A
Kebayoran. Balik lagi. Pokoknya saya malaman saya muter 136 km, Teman-teman. lumayan ya lumayan jauh dan ternyata bisa dengan mudah dapat sesuai sama klaimnya dan kalau menurut saya sih kecepatan 40 sampai 50 kalau kita jalan di Jakarta itu enggak yang pelan-pelan
Speaker A
banget sih karena kan trafiknya juga padat ya traffic padat kita masih bisa ngikutin follow motor-motor yang lain.
Speaker A
Nah, model yang kedua kita pakai full S terus, Teman-teman. Kita pakai S terus enggak ada b kecepatan pokoknya kalau keluar tikungan ke lamu merah buka pokoknya langsung gaspol-gaspol terus itu kita dapat 92,7 km. Masih lumayan loh, masih hampir 100 km ya padahal
Speaker A
seenak-enaknya bola gasnya gitu kan. Tapi yang perlu kalian tahu si mode S ini ini cuma bisa dipakai sampai baterai 20% aja. Di bawah 20% baterainya akan otomatis pindah ke yang D. Jadi memang mungkin biar jalak tempuhnya lebih jauh
Speaker A
ya. Jadi, toch speed-nya mentok cuma di 60 km/h. Dan kayak saya tadi sudah jelasin ya di awal, di motor ini biarpun udah tinggal dikit baterainya itu masih bisa jalan sampai 60 km/h, Teman-teman.
Speaker A
Biarpun tinggal 5% baterainya itu masih bisa 60 km/h. Asik ya. Jadi enggak yang tiba-tiba ngruk banget. Jadi kayak mudah kura-kura, terlalu pelan. Enggak, Teman-teman. Di Motor lebih masih tetap asik, masih tetap enak. Biarpun baterainya cuma tinggal sedikit gitu.
Speaker A
Ternyata buat tengah lumayan berat teman-teman tuh. Kalau cewek-cewek sih kayaknya enggak bakal kuat. [tertawa] Oke, sekarang kita ngomongin riding position-nya. Ini udah beda banget kalau dibandingin sama yang Fox R ya. Fox R tuh kan waduh deketnya tinggi banget.
Speaker A
Beneran kayak orang lagi nangkring di kloset kan lagi poup gitu. Ini kayak gini nih. Kalau yang lama kira-kira segini nih. Bahkan sampai pada bikin pusap tambahan di bagian samping gini kan. Nah, kalau sekarang ini udah dikasih deck yang lebih nyaman si spot
Speaker A
bilangnya cover deck gitu kan. Dek ini kalau menurut saya sih posisinya enak ya lebih pendek. Jadi kaki itu enggak terlalu nangkring banget. Dan karena kakinya sekarang lebih pendek, ini stang juga lebih aman nih. Enggak terlalu gampang mentok lah. Kemudian di bagian
Speaker A
depan juga ada buat selonjornya gitu kan. Santai kan? Mirip kayak naik Psi Yamaha kayak naik NMAX kan naik PCX juga gitu. Mirip-mirip kayak ginilah. Cuma memang kalau dibanding sama Volx R lebih nyaman. Tapi kalau dibandingin sama NMAX sama PCX ini masih kurang nyaman menurut
Speaker A
saya. Kenapa kurang nyaman? Karena posisinya terlalu keluar teman-teman. Terlalu lebar ya. Ini lebar banget. Jadi kalau jalan baru awal-awal pasti okah.
Speaker A
Tapi kalau udah jalan hampir 1 jam ya 45 menit rasanya tuh di paha bagian dalam nih kayak pegel-pegel gimana gitu. Kaki itu rasanya gelisah gitu loh.
Speaker A
Kepenginnya kayak pengin ngerapet cuma kalau ngerapet ke tengah kok jadi tinggi gitu kan. [tertawa] Jadi akhirnya ya ya mau enggak mau pindah-pindah gitu kanan kiri kanan maju mundur gitu kan biar enggak terlalu pegal. Jadi memang ya secara desain
Speaker A
kalau dibanding sama yang lama udah ok lah. Tapi kalau dibanding sama PC NMAX masih belum senyaman mereka. Karena di tengah sini memang mau enggak mau ya, di sini harus nyendol karena ada rumah buat baterainya gitu, Teman-teman. Kemudian stangnya ini ternyata kalau dirasa-rasa,
Speaker A
stangnya ternyata ini lebih pendek kalau dibandingin sama yang Fox R ya. Stangnya lebih dipendek sedikit jadi enggak terlalu tinggi banget ya. Enggak terlalu nangkring kan. Jadi rasanya masih tetap lebih sporty, lebih sikap juga. Kemudian joknya. Nah, joknya ini ketika kita
Speaker A
pegang pertama kali itu empuk banget ya. Wah, langsung bayangannya adalah wah ini akan nyaman sekali gitu kan. Wah, enak banget joknya empuk. Ternyata, Teman-teman, busanya empuk tapi enggak terlalu tebal. Ini kalau lama-lama kita duduk, lama-lama kita [tertawa] kayak
Speaker A
duduk di plastiknya. Enggak usah lama-lama banget deh, 30 menit, 45 menit itu rasanya pantat lama-lama pedas juga, Teman-teman. Karena makin lama makin nempel sama plastik joknya. Kalau yang belakang aman. Yang belakang ini enak banget sih. Dia lebih tebal, ya. Jadi
Speaker A
enggak gampang nempel ke dek dasarnya. Kemudian handling-nya ternyata motor ini lumayan enak ya, lincah teman-teman.
Speaker A
Lincahnya masih mirip kayak yang versi sebelumnya. Biarpun kalau secara e geometri rangka ini ada sedikit yang berubah ya sudut-sudut treknya. Kemudian rangka bagian belakang juga ada yang dirubah juga. Tapi kalau saya sih ini masih ringan handingnya buat macet-mocetan juga asik banget ya.
Speaker A
Enggak berat BP sebenarnya kalau ditarik-tarik ini motor berat banget loh. Saya narik gas saya enggak kuat nih. [tertawa] Tapi kalau sudah dipakai kalau dipakai jalan di bagian tengah ke depannya itu rasanya enteng ya. Itu yang bikin feelingnya rasanya kayak gampang aja
Speaker A
kita bawa motor handlingnya gitu kan. Tapi suspensinya ini suspensinya biarpun udah ada improvement kalau diband sama versi sebelumnya ternyata enggak seenaknya saya bayangin ya. Memang sih lebih empuk ya cuma sayangnya motor ini empuknya keempukan. Jadi ribon sama kompresnya tuh terlalu cepat ya. Saking
Speaker A
empuknya sampai ngayun-ngayun mirip kayak suspensi yang kurang oli gitu kan. [tertawa] Kurang oli atau olinya kurang kental gitu. Nih yang belakang aja empuk banget tuh. Apalagi yang depan. Yang depan nih lebih ngayun-ngayun lagi. Udah keempukan jarak mainnya enggak panjang.
Speaker A
Jadi gampang banget mentok utama depan ya. Depan ini kalau kena polsi tidur gitu ya atau lubang-lubang gitu atau kita ngerem aja. Kita ngerem aja kerasa banget langsung tek langsung habis si travel jarak mainnya. Jadi dengan suspensi yang semuk ini, ini enaknya
Speaker A
dipakai riding di bawah 50 km/h. Kalau jalan santai pelan-pelan 30 40 kayak di [musik] setan Jakarta masih ok lah. Kemudian pelan-pelan aja deh. Kalau yang belakang masih agak mendingan lah. Masih agak mendingan dikit. Kalau saya sih bisa diakalin dengan modifikasi ya.
Speaker A
Rusuh rusuh rusuh. [tertawa] Ada ngabers bisa diakali dengan modifikasi ya. Mungkin yang depan ganti olinya lah pakai yang lebih kental atau tambahin dikit. Yang belakang ini bisa diganti suspensi aftermket. Cuma kalau mau cari suspensi after market yang sebelah kanan ya yang ada cakramnya ini
Speaker A
teman-teman ini terlalu sempit jarak antara cakram sama suspensinya. Jadi kalau misalnya kalian cari cari yang ulirnya enggak akan terlalu lebar gitu.
Speaker A
Bukan cuma dari suspensi yang mentok, Teman-teman. Tapi standar tengahnya ini juga bikin ramai juga nih. Ini kalau lagi lihat jalan gelombang ya. Tuh berisik banget. Kayak enggak ada apa namanya kayak enggak ada stopper karetnya ya. Ternyata ada sebenarnya
Speaker A
stopper karetnya ada di sebelah kanan ya. Tapi cuma satu sisi doang dan mungkin enggak benar-benar bisa meredam ee suaranya. Atau mungkin pernya kali ya. Pernya harus diganti yang lebih keras gitu biar enggak gampang, enggak mentul-mentul kayak gini nih. [tertawa]
Speaker A
Jadi udah muntok-mentok tambah suara gini jedak jedak jedak. Jadi berisik banget teman-teman di motor ini kita enggak bakal dapat kunci keris lagi.
Speaker A
Enggak ada kunci colok-colok ya. Cuma dapat remote kayak gini. Dan ini ada banyak banget fungsinya teman-teman.
Speaker A
Yang pertama ya ini yang bawah ini kalau kita tekan ini bisa jadi unsurb system.
Speaker A
Nah, misalnya kalian lupa motornya di mana naruhnya parkir gitu kan dengan patet ini. Kalian bisa langsung tahu oh di sebelah sana gitu kan. Terus yang atas ini. Yang atasnya kalau kita tekan sampai bunyi bip ya. Bip sekali.
Speaker A
Nah ini artinya alarmnya sudah aktif. Ini kalau misalnya kita goyangin dia bunyi teman-teman tuh. Dan ini kalau misalnya didorong ada yang iseng banget sampai dorong itu kan dia akan kekunci di roda belakangnya tuh ini bakal bisa didorong teman-teman. Tuh kekunci tuh
Speaker A
kekunci [tertawa] noh. Jalan dikit kekunci lagi. Jalan dikit kekunci lagi. Kalau mati gimana matiinnya? Matiin tinggal ditekan aja gitu. Nah dan di sini juga lock ya terkunci di sini tulisannya gitu teman-teman. Kemudian selain itu diam.
Speaker A
Eh, diam. Eh. Kemudian tombol ini, Teman-teman, tombol yang bawah ini yang kunci kebuka ini. Ini kalau dipencet ini bisa buat ngaktifin kelistrikannya tuh. Jadi, dari jauh kita enggak perlu nekan-nekan tombol ini ya. Kita jalan langsung pencet nyala tinggal jalan,
Speaker A
Teman-teman. Matiin juga gitu. Matiin juga bisa pakai yang atas ya. Atas kita tekan sudah otomatis mati juga. Nah, langsung mati gitu kan. Jadi, sebenarnya ini udah lengkap banget sebenarnya. Enggak perlu pakai kunci stang pun sebenarnya udah aman ya. Karena kan kalau alarmnya aktif
Speaker A
[tertawa] akan terkunci ada belakangnya. Dan yang keren juga adalah di sini, di sini knop killersnya. Knop knya ini itu enggak ada knop yang terar-putar kayak di NMAX PCX itu enggak ada teman-teman.
Speaker A
Semuanya benar-benar touch button aja mirip kayak di mobil yang tengah ini. Ini buat nyalain kelistrikannya ya. Ini kita tekan sekali aja pelan set langsung nyala. Kalau matiin tekan yang lama tekan yang lama mati. Nah, terus yang di bawah ini ada tulisan seat ya. Seat ini
Speaker A
buat buka joknya. kita tekan yang lama. Nah, kebuka, Teman-teman. Gitu. Jadi, yang penting radius si remot-nya ini 1 m, ya. Jadi, dari bagian motornya 1 m dia bisa diaktifkan. Terus gimana kalau mau kunci stang? Kalau mau kunci stang
Speaker A
tinggal [musik] dibelokin. Ih, maksudnya aktif ternyata alarmnya. Tinggal dibelokin. Terus yang atasnya, Teman-teman, tombol yang atasnya kita tekan yang lama ya sampai ada bunyi.
Speaker A
Nah, dit ini udah kunci stang tuh. gitu. Kalau mau buka pun sama. Mau bukanya tinggal di tekan yang lama yang atas sudah kebuka. Cuma ada cumanya ya yang saya kurang sak dari remote ini adalah biarpun katanya jaraknya 1 m dari motor
Speaker A
itu ya cuma waktu kita kantongin teman-teman dikantongin di saku ya kita duduk harusnya kan setar segini kan ini kadang-kadang suka lost connection loh.
Speaker A
Jadi di indikator ini akan bunyi tit tit gitu. ngasih tahu kalau koneksi si killers-nya tuh terlampau jauh. Tapi enggak lama entar bisa kek lagi, hilang lagi connect lagi gitu. Sebenarnya kalau mau aman ini sebenarnya ditaruhnya malah di sini taruh di laci ini aman banget
Speaker A
jarang terputus ya. Kalau ma saya sih nanti bisa jadi improvementnya polyton juga biar radius koneksinya dibikin lebih jauh lagi dibikin lebih panjang gitu teman-teman. Oh i yang keren lagi adalah di motor ini enggak dikasih kunci cadangan. Kunci cadangannya adalah di
Speaker A
aplikasi yang ada di smartphone-nya. Jadi aplikasi di smartphone itu bukan cuma bisa ngelihat ee kondisi baterai, kondisi motornya, charging station gitu-gitu ya, tapi juga bisa buat kunci cadangan ngidupin motornya. Jadi ngidupin motornya bisa pakai aplikasi di smartphone-nya. Tapi yang unik juga saya
Speaker A
kemarin sempat kejan kayak gini nih. Saya matiin [musik] ini, Teman-teman. Saklar di sini ya. Sakrarnya saya matiin kan. Saya offin dulu. Nah, enggak sengaja kuncinya ini ketinggalan dalam sini, Teman-teman. Ketinggalan di dalam joknya plek gitu ya. dan kekunci
Speaker A
saya posisinya enggak megang e aplikasinya enggak megang aplikasi untuk ngidupin motornya ya gimana cara bukanya coba waktu ditekan sini nih buka seat enggak bisa nih enggak bisa dibuka seatnya karena kan posisinya mati off ya ternyata teman-teman ini ada aneh banget
Speaker A
sih di motor ini kalau kondisinya kayak gini ini diputar berarnya ke bawah nih ini diputar ke bawah ya tuh bunyiit kita tekan Hm.
Speaker A
Oh, kok enggak mau ya? Biasanya itu bunyi sama kuncinya langsung langsung kebuka. Coba. Nah, nih kebuka kan tuh didit kebuka tuh. [tertawa] Gimana tuh?
Speaker A
Kocak banget ya. Jadi ketika kelistrikannya ini kita offin dari sini buka si kuncinya ini kunci joknya dengan cara muter l belakang. [tertawa] Ini safety enggak ya? Tapi emang harus ini sih. Harus harus dalam kondisi off ya. Kalau misalnya ini on, enggak mau,
Speaker A
Teman-teman. Ini on. Kita kunci, ya. Kita kunci kayak gini. Ini diputar-putar gini juga enggak bakal bisa. Karena kan sebenarnya dia udah bisa langsung dari sini kan, langsung dari kuncinya ini, Teman-teman. Kunci di keylessnya gitu.
Speaker A
Wow, kocak ya. Ngomongin fitur-fiturnya dari bagian depan dulu deh. Pertama, wins screen-nya ya. Ini secara bentuk tampilannya mirip kayak wins screen-nya NMAX ya. Begitu juga sama sudutnya, tegak-tegaknya mirip kayak NMAX juga.
Speaker A
Kalau ke dada mungkin enggak terlalu kena ya. Ini kenanya langsung ke muka sih. Jadi angin [musik] itu ya memang harus pakai helm yang ada kacanya ya.
Speaker A
Jadi dadanya lumayan aman ketahan dari windscreen. Kalau yang kemuka ketutup sama fistor helmnya gitu kan. Jadi sebenarnya ini oke sih enggak terlalu bikin angin mengempas ke dada gitu kan.
Speaker A
Kemudian lampu depannya teman-teman. Lampu depannya ini unik banget. Kenapa? Karena motor tahun 2026 masih ada yang pakai sakrar ya. Sakarnya benar-benar dari off buat nyalain DRL aja baru yang terakhir buat nyalain semuanya. Ah, itu sebelah kiri.
Speaker A
Oh, ini bunyi nyit nyit nyit terus. Kenapa? Karena dia mau mematikan ini, Teman-teman. Mau matiin kelistrikannya.
Speaker A
Dari tadi itu on, standar sampingnya kebuka. Kalau dibiarin lama dia akan secara otomatis bunyi kayak gitu tuh.
Speaker A
Nit nit. Kemudian habis itu akan dimatiin, Teman-teman, sama sistemnya. Beda sama NMAX ya. Kalau NMAX kan cuma ngasih tahu doang tuh bunyi alarm terus.
Speaker A
Kalau ini enggak benar-benar dimatiin. Pengertian lebih pintar gitu kan. Oke, lanjut kita ngomongin lampunya. Jadi, lampunya itu ada saklar buat off, buat nyalain DRL, sama buat nyalain lampu utamanya. Kemudian juga ada saklar buat lampat lampu jauh dan pas beam-nya. Sut
Speaker A
lampunya gimana? Kalau saya si ini jauh lebih baik kalau dibanding sama versi yang sebelumnya. Sebelumnya tuh lampunya nyebar enggak jelas gitu. Asal ada lampunya aja gitu kan. Kalau yang sekarang ini lebih tegas ada garis cut off-nya gitu, Teman-teman. Garis kayak
Speaker A
pembatasnya ya. Dan warnanya juga bagus. Cuma memang kalau buat lampu dekatnya biasa aja sih. Lampu jauhnya baru dia bikin sorotnya jadi lebih tebal, lebih jauh dan lebih tebal juga gitu. Kemudian tadi agak kelewat nih waktu lagi ngomongin ee handling ya di versi
Speaker A
terbaru ini pelegnya udah sedikit lebih kecil. Nah, kalau yang lama itu kan ngacau ya. Yang lama itu velknya lebar banget 3,5 inci teman-teman. Udah kayak velek mogi gitu kan. Udah gitu pakai ban 110 lebarnya. Jadi bannya malah jadi
Speaker A
kayak kotak buat belok-belok. Rasanya aneh gitu karena terlalu ngotak kan. Kalau sekarang ini pakai pelek lebarnya 3 inci, bannya masih sama, masih pakai lebar 110, Teman-teman. Jadi, buat handling juga lebih enak ya di bagian depan tuh rasanya lebih enteng buat
Speaker A
nikung-nikung. Ya itu tadi mungkin ya, salah satu yang bikin kenapa handling di bagian depan kerasa ringan. Salah satunya di ini dari pelek yang lebih kecil, profil bannya sekali bisa lebih nge-donat, bisa lebih bulat gitu kan buat nikung-nikung lebih enak gitu.
Speaker A
Kemudian remnya, Teman-teman. Remnya ini kalau menurut saya sih biasa aja ya, enggak yang terlalu pakem-pakem banget.
Speaker A
Tuasnya lumayan empuk, tapi pakemnya ya b aja lah. Kalau kalian jalan di bawah 50 km/j mungkin masih oke. Tapi kalau udah kencang ya 80 gitu, tiba-tiba kalian mau head breaking gitu, rasanya kayak deg-degan juga sih karena glonyornya lumayan ya enggak terlalu
Speaker A
pekam-pekem banget. Jadi ya kalau saya sih buat kebutuhan harian masih ok lah selama enggak kencang-kencang banget gitu. Oke di balik kemudi teman-teman di stangnya banyak banget tombol-tombolnya ya. Tombolnya banyak banget sih kalian suka bingung juga. Ini yang sebelah
Speaker A
kanannya ada huruf P. P ini parking ya. Kalau kalian mau jalanin motor ini, kalian tekan tombol ini sampai berubah di speedometernya. Spedometer berubah jadi angka km/jam. Artinya sudah siap digas. Digas ban belakangnya muter. Nah, kalau misalnya kalian mau berhenti ini
Speaker A
tinggal pencet lagi ke P lagi, maka secara otomatis dia kemudian mudah parking. Jadi, biarpun digas dia enggak bakal muter, Teman-teman. Kemudian di sampingnya ini ada tombol tiga garis, ya. Tombol tiga garis ini fungsinya untuk ngelihat ini nih info di sebelah
Speaker A
kanan, ya. Jadi, ini ada odometer sama ada estimasi jarak tempuh. Ini kan baterainya 81%. Estimasi cara tumbuhnya 19 km. K. Di bagian bawahnya ada sakar lampu, ada tombol buat mode, ada buat cruise control. Nah, di motornya ada cruise control, Teman-teman. Jadi,
Speaker A
ketika kalian nih misalnya lagi jalan ya, lagi jalan di 60 km/h, kalian tekan cruise control-nya, kalian lepas tangan, rodanya tetap muter tuh. Jadi, kalian enggak perlu repot-repot nahan gasnya, Teman-teman. Kemarin sih waktu saya jalan pelan-pelan ngabisin baterai motor
Speaker A
ini ya. Jualnya kosong di jalan raya Bogor gitu kan daripada nahan saya taruh di cruise control saya tinggal santai gitu kan. Cuma tinggal fokus ngendaliin setir aja gitu. Ini kalau mau matiin tinggal direm teman-teman. Di rem bisa dibawa gas juga bisa tuh matikan. K
Speaker A
sebelah kiri ini juga lumayan lengkap ya ada hazard tuh ada hazardnya nih. Hasatnya bunyi teman-teman. Hadat dan musnya bisa bunyi tuh suaranya kayak suara itu ya indikator denut jantung kalau di rumah sakit g sih dan ini kalau kalian kurang
Speaker A
suka ini tetap bisa dimatiin. Matiinnya gampang. Cara matiinnya adalah kalian buka sara sampingnya tekan rem belakang nyalain lampu seinnya. Kemudian tekan ini nih ee yang garis tiga di atas ya. Garis tiga di atas. Ini tombolnya kita tekan.
Speaker A
Nah tuh. Sekarang udah mati, Teman-teman. Biarpun hasnya nyala udah enggak bunyi lagi. Kalau kalian suka mana? Suka yang diam gini atau yang berisik kayak tadi? Kalau berisik oke sih buat mamak-mamak kali ya biar enggak lupa matiin lampu senya gitu kan. Coba
Speaker A
kita nyalain lagi suaranya [tertawa] gitu. Oke. Kemudian aduh berisik ah. Kemudian ini ada tombol buat lambat lampu jauh. Ada pas bim juga. Yang bawah ini ada klakson. Kemudian di sini juga ada tombol R ya. Ini buat mundur teman-teman. Kalau kalian mau mundur di
Speaker A
parkiran gitu, tekan tombol R sambil digas, dia bisa mundur gitu. Oke, Teman-teman. Tampilan semer sama kayak versi yang sebelumnya ya, kayak Fox R ya. Kalau men saya sih ini kurang kurang mewah gitu loh. Fontnya gede-gede gitu kan, cuma digital biasa biasa banget.
Speaker A
Tapi harga Rp15 juta ya okelah. Ada baca infonya yang pertama nih sebelah atas ni ada indikator baterai ya, ada bar, ada persentase yang ini nih Patnya [musik] parking. Kalau kita tekan tombol parking-nya dia pindah ke nah ini udah
Speaker A
di speedometer ya udah ready juga diash dia bisa jalan. Nah kayak gitu di bagian bawah ini ada trip teman-teman. Tripnya ini udah oke nih. Kalau yang lama itu kan ketika mesinnya dimatiin ya akan kiset ke nol lagi. Itu agak repot kalau
Speaker A
kita lagi ngukur perjalanan yang kita berhenti di beberapa tempat gitu kan. Padahal ini si trip [musik] ini, ini buat patokan baterai dan jarak tubuh kita kan. Karena kalau sekarang ah enak nih. Kalau sekarang [musik] tripnya ini akan terus sampai kalau kita mau riset
Speaker A
ya. Cara buat ngsetnya buka standar samping, tekan rem dan tekan tombol garis tiga di panel stang sebelah kanan ya. Tekan yang lama.
Speaker A
Nah, dia berubahkan jadi nol tuh gitu, Teman-teman. Nah, kalau yang kanan ini infonya ada odometer dan satu lagi ada dengan 81% baterai kita masih bisa jalan 100 km lagi teman-teman gitu. Tapi ini dengan mode yang terpelannya ya pakai
Speaker A
yang mode D-nya ya. Kemudian di sini ada indikator buat lampu jauh. Ada sini nih ada garis nih. Garis ini adalah garis buat lampu sennya ya. Tuh lampu se, lampu hazardnya lagi gini. Kemudian di bawah ini nih ada ECU M dan throttle ya.
Speaker A
M2 motor. Jadi kalau ada masalah dengan ECU, dengan motor stick atau dengan throttelnya, throttle gasnya ya, Samsong gasnya dia akan nyala merah teman-teman.
Speaker A
Biasanya [musik] yang paling sering trouble tuh di motornya ya. Kalau jika kalian nonjak-nanjak bebannya berat gitu kan si dinamo motoriknya panas, ini akan nyala merah nih. Nyala merah dan biasanya malah sampai mati mesinnya.
Speaker A
Kalau udah mati kalian dinginin dulu nanti jalan lagi aman. Ada beberapa kasus kayak gitu. Kemudian di sebelah kanan ini, ini yang gambar tanda pentung ini ya. tanda seru ini. Ini adalah indikator buat remnya, Teman-teman. Ya, kalau kita lagi ngerem, dia akan nyala,
Speaker A
ya. K di bawah ini ada D buat drive yang biasa, ada S buat yang spot, dan ada indikator buat standar samping aja.
Speaker A
Kalau sampingnya kita buka, dia akan nyala merah tuh kayak gitu, gitu, Teman-teman. Kemudian di bawahnya ini ada konsol, ya. Ada konsol lumayan gede.
Speaker A
Sebelah kanan enggak ada tutupnya. Sebelah kiri ada pakai laci, ada penutupnya juga. Ini lumayan dalam, Teman-teman. Cuma botol air mineral enggak bisa masuk sih. Kalau misalnya sih ini buat ini ya, buat naruh sarung tangan gitu kan atau ngecas handphone
Speaker A
juga bisa karena di sini juga ada power outlet-nya. Power outletnya pakai model type C gitu. Kemudian di bawah joknya.
Speaker A
Di bawah joknya ini lumayan gede loh kalau saya bandingin mungkin sama kayak ini ya. Bagasinya Vario, Teman-teman.
Speaker A
Helm bisa masuk dong. Tapi helm yang kayak gini ya, open face. Nah, ini satu open F yang ukurannya lumayan besar.
Speaker A
ukuran shell-nya ini bisa masuk dengan sangat mudah tuh langsung bl aja. Mantap ya. Lumayanlah kalau misalnya kalian pergi sekalian bawa apa namanya?
Speaker A
Chargernya gitu ya. Ini masih lumayan gede charger jas hujan semua bisa masuk ke sini teman-teman. Cuma kalau udah ada helm ya jadi enggak terlalu luas lagi ya. Udah langsung penuh dengan helm kayak gini gitu teman-teman. Kemudian behelnya lumayan gede ya. Behelnya besar
Speaker A
buat pegangannya juga enak juga. Lalu lampu belakangnya juga cakep, Teman-teman. Lampu remnya, nah kayak gini nih. Dia nambah terang, ya.
Speaker A
Kemudian lampu tadi, lampu hazard-nya juga lampunya kayak gini gitu. Lalu di bagian bawah sini ada lampu juga ini buat naruh plat nomor ya, nerangin plat nomornya. Dan yang saya suka juga adalah dari versi yang terbaru ini nih. Ini
Speaker A
teman-teman, jadi si swing arm-nya ini kalau yang lama kan dia panjang banget ya. Yang kanan juga sama sih masih tetap panjang juga ya. Jadi aslangan air itu ada di sini nih [tertawa] dari sini.
Speaker A
Cuma body bawahnya sekarang dibikin lebih rapat. Kemudian di bagian swing arm yang bagian belakang sini ini dikasih cover. Covernya bentuknya lebih gede dan lebih nyatu sama bagian depan ya. Jadi seolah-olah kayak nyambung gitulah dilihatnya lebih enak teman-teman gitu. Lebih padat lah ya.
Speaker A
Dan yang saya happy juga adalah ini nih di bagian kolong sini ya. Di kolong ini sekarang udah full dipastikin semua nih.
Speaker A
Kalau yang lama kan cuma ada kayak papan kecil aja tapi atasnya bolong kan. Itu kalau lagi hujan-hujan kotoran semua bisa masuk semua ke bagian daerah-daerah baterai ya. Biarpun baterai sama controllernya udah IP67 tapi tetap aja lah kotor semua kan. Kalau sekarang ini
Speaker A
udah dibikin rapat gini kotoran jadi aman lah enggak tapi masuk-masuk ke bagian rangka bagian dalam. Kira-kira gitu teman-teman dengan harga R1,5 juta buit quality-nya gimana? Kalau menurut saya sih ini B aja ya. Biasa banget teman-teman. Kalau body halusnya okelah.
Speaker A
Body halusnya bagus ya. Catnya juga bagus. Metalik-metaliknya warna orange-nya cakep. Tapi yang body kasarnya sih, body kasarnya PR sih terutama bagian sini nih, bagian laci ya. Ini laci ini ada banyak kayak sisa cetakan yang enggak dirapiin gitu kan.
Speaker A
Jadi kayak tajam gitu. Terus ini nih yang bagian nasi yang ada tutupnya ini. Ini malah kemarin beberapa kali lewat jalan rusak ngebuka sendiri. [tertawa] Jadi mungkin gudek gudek gudek gudek gitu ya. Saya teruncang-guncang kebuka gitu kan. Dan ini kalau kita engelnya
Speaker A
lihat ini kayak ringkih banget gitu kan. Kemudian gap antar bodinya juga masih banyak yang renggang-renggang gitu.
Speaker A
di bagian L sini juga renggang. Cuma ya dengan harga Rp15 juta kalian dapat motor seperti ini, baterainya, penggeraknya, terus feeling pakainya juga kalau saya udah lumayan oke lah ya.
Speaker A
Ya masih murah sih, [tertawa] masih worth sesuai sama harganya gitu kan. Enggak mahal-mahal banget, cuma Rp15 jutaan aja. Wis teman-teman, kira-kira itu review panjang kita panjang ini ya.
Speaker A
Gila 30 menit loh ini kita ngomongin Fox 350. Semoga apa yang saya rasakan bisa jadi infut buat teman-teman sekalian yang lagi ngincer mau beli Fox 350.
Speaker A
Kalau menurut saya sih secara position lebih oke lah ya. Ini udah lebih nyaman, lebih santai posisi duduknya. Kemudian yang saya suka juga adalah jarak tempuhnya ya bisa benar-benar 130 km.
Speaker A
Bahkan untuk capai 100 km pun mudah aja gitu dengan gaya berkendara yang saya sehari-hari kayak biasa di kemecetan enggak perlu yang pelan-pelan banget gitu. masih bisa di 50 60 km/h masih bisa dapat 100 km kan enak teman-teman enggak membahayakan pengguna jalan yang
Speaker A
lain ya kalau terlalu pelan kan malah bahaya gitu kan. Oke teman-teman kira-kira itu di perawat kita ngomongin Fox 350 setelah saya pakai selama beberapa hari ya seminggu lebih pakai motor ini dan ternyata cukup menyenangkan ya. Wis sampai jumpa di
Speaker A
video berikutnya. Jangan lupa tonton Otomotif TV nyalakan tombol notifikasi subscribe dan follow juga otomotif_TV.
Speaker A
Jangan lupa follow juga IG saya di Maspop dan IG-nya Afriadi, videografer terkecenya otomotif TV. Sampai jumpa di video berikutnya. Dadah.
Topics:Polytron Fox 350motor listrikreview motor listrikharga motor listrikbaterai lithium iron phosphateregenerative brakeHill Start Assistmotor listrik IndonesiaOtomotif TVmotor listrik murah











