BMKG menyebut El Nino sangat kuat, kekeringan diperkirakan berakhir November 2026, musim hujan mundur hingga Desember 2026 di beberapa wilayah.
Key Takeaways
- El Nino sangat kuat dan berdampak signifikan pada cuaca dan kekeringan di Indonesia.
- Kekeringan akibat El Nino diperkirakan berakhir pada November 2026 dengan masuknya musim hujan.
- Musim hujan 2026-2027 akan mundur dan berdurasi lebih pendek di sebagian besar wilayah Indonesia.
- Fenomena IOD positif memperparah dan memperpanjang kekeringan bersama El Nino.
- Pemetaan BMKG memberikan jadwal awal musim hujan yang berbeda-beda di setiap wilayah.
What the video covers
- Fenomena El Nino di Indonesia masih berlangsung dan telah mencapai kategori sangat kuat dengan indeks Nino sebesar 3,4.
- El Nino menyebabkan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur lebih hangat dari biasanya.
- El Nino diperkirakan berlangsung hingga triwulan pertama 2027, namun dampaknya di Indonesia akan berakhir seiring musim hujan.
- Kekeringan akibat El Nino diperkirakan berakhir pada November 2026.
- El Nino sangat kuat terjadi bersamaan dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang memperparah kekeringan.
- Anomali suhu permukaan laut di wilayah Nino 3,4 mencapai 2,83°C di atas normal pada Agustus 2026.
- Awal musim hujan 2026-2027 di 61,08% wilayah Indonesia diprediksi mengalami keterlambatan.
- Durasi musim hujan di 51,90% wilayah Indonesia juga diperkirakan lebih pendek dari biasanya.
- Musim hujan sudah mulai di beberapa wilayah Sumatera bagian tengah dan utara, sementara Jawa diperkirakan mulai November-Desember 2026.
- BMKG memetakan jadwal awal musim hujan secara rinci untuk berbagai wilayah di Indonesia.
Chapters
- 00:00El Nino sangat kuat di Indonesia
- 00:15Indeks Nino dan pengaruhnya
- 00:35Penjelasan fenomena El Nino
- 00:57Perkiraan durasi El Nino dan dampaknya
- 01:26Kombinasi El Nino dan IOD positif
- 01:47Data suhu permukaan laut dan indeks El Nino
- 02:15Pengaruh El Nino terhadap musim hujan
- 02:34Prediksi awal musim hujan dan durasi
- 02:44Perbedaan awal musim hujan di wilayah Indonesia
- 03:17Jadwal prakiraan awal musim hujan per daerah
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
[musik] BMKG menyebut fenomena El Nino di Indonesia masih berlangsung dan telah mencapai kategori sangat kuat.
Speaker A
Berdasarkan unggahan BMKG pada Kamis, 8 Oktober 2026, indeks Nino tercatat sebesar 3,4 mengindikasikan kategori sangat kuat.
Speaker A
[musik] Cuaca ini berpotensi mempengaruhi cuaca di wilayah Indonesia. El Nino sendiri adalah fenomena iklim ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah
Speaker A
dan timur menjadi hangat daripada biasanya. Ketua Kelompok Kerja Prediksi Bulanan BMKG Supari memperkirakan El Nino masih berlangsung hingga triwulan pertama 2027.
Speaker A
Namun dampaknya terhadap Indonesia diprediksi segera berakhir seiring masuknya musim hujan. Kekeringan akibat El Nino juga diperkirakan berakhir pada November 2026.
Speaker A
Sebelumnya BMKG menjelaskan bahwa El Nino sangat kuat terjadi bersamaan dengan fenomena Indian Ocean Dipole atau IOD yang positif. Kombinasi keduanya memperparah sekaligus memperpanjang kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Speaker A
Dilansir dari rilis resmi BMKG pada Senin, 22 September 2026, Kepala BMKG Teuku Faisal Fatani menyampaikan bahwa anomali suhu permukaan laut di wilayah Nino 3,4 pada akhir Agustus 2026 mencapai 2,83 derajat Celsius di atas normal. Sementara itu, indeks El Nino pada
Speaker A
periode Juli hingga September mencapai 2,63 yang menunjukkan kondisi El Nino sangat kuat. Selain menyebabkan kekeringan, El Nino juga berpengaruh terhadap mundurnya awal musim hujan.
Speaker A
BMKG memprediksi awal musim hujan 2026 hingga 2027 di 529 zona musim atau ZOM atau 61,08% wilayah Indonesia akan mengalami keterlambatan dibandingkan kondisi klimatologisnya.
Speaker A
Durasi musim hujan di 482 ZOM atau 51,90% wilayah Indonesia juga diperkirakan lebih pendek dari biasanya.
Speaker A
Supari menjelaskan awal musim hujan berbeda-beda di setiap wilayah. Saat ini sebagian wilayah Sumatera bagian tengah dan utara telah memasuki musim hujan.
Speaker A
Sedangkan sebagian Kalimantan masih berada dalam masa peralihan. Adapun sebagian besar wilayah Jawa diperkirakan baru memasuki musim hujan pada November hingga Desember 2026.
Speaker A
Berdasarkan pemetaan BMKG, sebanyak 185 ZOM atau 24,66% wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November. Sementara itu, 266 ZOM atau 17,31% wilayah Indonesia diperkirakan mengalaminya pada Desember 2026.
Speaker A
Berdasarkan pantauan BMKG, berikut jadwal prakiraan awal musim hujan di setiap daerah tahun 2026-2027. Sebagian Sumatera, sebagian Jawa Barat, sebagian [musik] Kalimantan, sebagian Sulawesi Barat.
Speaker A
Sebagian kecil Sulawesi Tengah, sebagian Maluku Utara, sebagian Papua Barat Daya, sebagian Papua Barat, sebagian Papua, sebagian Papua Pegunungan, Papua Tengah bagian timur, sebagian Sumatera, sebagian Jawa, sebagian Kalimantan, sebagian Bali, [musik] sebagian NTB, sebagian kecil NTT, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku,
Speaker A
Papua Barat bagian utara, sebagian Papua Selatan, [musik] sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian besar Bali, sebagian besar NTB, sebagian besar NTT, sebagian besar Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, Papua Selatan bagian selatan.
Topics:El NinoBMKGkekeringanmusim hujanIndonesiaIndian Ocean DipoleIOD positifcuaca Indonesiaprakiraan cuacamusim kemarau











