Video pembelajaran bioteknologi konvensional untuk kelas 12, membahas produk dan proses bioteknologi dalam bidang pangan dan lainnya.
Key Takeaways
- Bioteknologi konvensional memanfaatkan mikroorganisme secara alami tanpa rekayasa genetika kompleks.
- Produk fermentasi seperti yogurt, keju, dan tempe adalah hasil nyata bioteknologi konvensional.
- Mikroorganisme dipilih karena cepat berkembang, mudah diperoleh, dan dapat dimodifikasi secara sederhana.
- Bioteknologi modern melibatkan teknik rekayasa genetika untuk hasil yang lebih terarah dan skala industri.
- Pemahaman bioteknologi penting untuk mengenali proses produksi makanan dan produk lain yang kita konsumsi sehari-hari.
What the video covers
- Bioteknologi adalah ilmu yang memanfaatkan makhluk hidup dan produknya untuk menghasilkan barang dan jasa.
- Ada tiga aspek pokok bioteknologi: agen bioteknologi, pendayagunaan teknologi, dan produk/jasa yang dihasilkan.
- Mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan virus adalah agen utama dalam bioteknologi karena sifat dan kemudahan penggunaannya.
- Bioteknologi dibagi menjadi dua jenis: konvensional dan modern, dengan perbedaan pada teknik dan tingkat manipulasi genetik.
- Bioteknologi konvensional menggunakan mikroorganisme secara utuh tanpa rekayasa genetika canggih, hanya manipulasi lingkungan dan media tumbuh.
- Produk bioteknologi konvensional di bidang pangan meliputi yogurt, keju, roti, kecap, cuka, tempe, dan minuman beralkohol seperti anggur dan bir.
- Proses fermentasi adalah metode utama dalam pembuatan produk pangan bioteknologi konvensional.
- Setiap produk pangan menggunakan mikroorganisme spesifik yang berperan dalam fermentasi dan pengolahan bahan dasar.
- Video juga menjelaskan aplikasi bioteknologi konvensional di bidang pertanian, industri, pengobatan, dan peternakan.
- Fokus utama video adalah pemahaman konsep dan contoh produk bioteknologi konvensional dalam kehidupan sehari-hari.
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
Halo teman-teman, selamat datang kembali di channel YouTube Gia Academy. Semoga teman-teman selalu sehat dan terus semangat.
Speaker A
Teman-teman, dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengonsumsi berbagai olahan makanan yang terbuat dari yogurt, keju, roti, kecap, atau tempe. Tahukah teman-teman kalau bahan-bahan makanan tersebut merupakan produk bioteknologi?
Speaker A
Apa itu bioteknologi? Kira-kira seperti apa ya metode dan produk lain dari bioteknologi ini?
Speaker A
Kita akan mempelajarinya di video kali ini. Jadi, di video ini kita akan belajar tentang bioteknologi.
Speaker A
Simak terus videonya ya.
Speaker A
Selain beberapa jenis bahan dasar makanan tadi, produk lain dari bioteknologi ini juga berupa tanaman hidroponik.
Speaker A
Sapi Jersey dan antibiotik penisilin.
Speaker A
Bagaimana ya proses pengolahan produk-produk tersebut hingga menjadi barang yang dapat membantu kehidupan kita?
Speaker A
Nah, keseluruhan produk yang kita bahas tadi menggunakan prinsip dasar bioteknologi.
Speaker A
Bioteknologi berasal dari kata bio, hidup, dan teknos, teknologi, yang berarti ilmu biologi yang menerapkan prinsip teknologi.
Speaker A
Jadi, bioteknologi dapat diartikan sebagai cabang ilmu biologi yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup berupa bakteri, fungi, virus dan lain-lain.
Speaker A
Maupun produk dari makhluk hidup seperti alkohol, asam organik, antibiotik, enzim dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa yang dapat digunakan oleh manusia.
Speaker A
Berdasarkan konsep dasarnya, ada tiga aspek pokok dalam bioteknologi.
Speaker A
Pertama, agen bioteknologi seperti mikroorganisme, enzim, sel tumbuhan dan sel hewan.
Speaker A
Kedua, pendayagunaan secara teknologis dan industrial.
Speaker A
Dan ketiga, produk dan jasa yang diperoleh.
Speaker A
Dalam bioteknologi, mikroorganisme merupakan agen biologi yang paling banyak digunakan.
Speaker A
Di antaranya, virus, bakteri, jamur, alga dan protozoa.
Speaker A
Mikroorganisme dijadikan subjek utama dalam berbagai proses bioteknologi karena beberapa alasan berikut.
Speaker A
Pertama, perkembangannya sangat cepat.
Speaker A
Kedua, mudah diperoleh dari lingkungan sekitar kita.
Speaker A
Ketiga, sifatnya tetap.
Speaker A
Keempat, sifat mikroorganisme dapat dimodifikasi atau diubah dengan cepat melalui teknik rekayasa genetika, sehingga dapat menghasilkan produk sesuai dengan yang diinginkan.
Speaker A
Terakhir, dapat menghasilkan berbagai produk yang dibutuhkan oleh manusia yang tidak bergantung pada musim atau kondisi iklim lingkungannya selama dibiakan pada sistem tertutup.
Speaker A
Menurut perkembangannya, secara umum bioteknologi dibagi menjadi dua jenis.
Speaker A
Yaitu, bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.
Speaker A
Bioteknologi konvensional merupakan bioteknologi yang memanfaatkan organisme secara langsung untuk menghasilkan produk barang dan jasa yang bermanfaat bagi manusia.
Speaker A
Bioteknologi ini disebut konvensional karena teknik dan peralatan yang digunakan masih sederhana.
Speaker A
Pada bioteknologi konvensional dalam prosesnya memanfaatkan mikroorganisme secara utuh.
Speaker A
Proses biokimia dan proses genetiknya terjadi secara alami.
Speaker A
Manipulasi yang biasa dilakukan dalam bioteknologi ini hanya sebatas manipulasi pada media tumbuh atau substrat dan kondisi lingkungan.
Speaker A
Tidak sampai pada tahap rekayasa genetika.
Speaker A
Kalaupun ada, rekayasa yang berlangsung bersifat sederhana dan perubahan yang terjadi tidak tepat sasaran.
Speaker A
Sedangkan bioteknologi modern merupakan bioteknologi yang menggunakan teknologi canggih dan memanfaatkan berbagai disiplin ilmu seperti mikrobiologi.
Speaker A
Biologi sel, biologi molekuler, biokimia dan genetika.
Speaker A
Pada bioteknologi modern, manipulasi yang dilakukan meliputi manipulasi susunan gen dalam kromosom makhluk hidup yang digunakan.
Speaker A
Atau dikenal dengan teknik rekayasa genetika.
Speaker A
Teknik ini bertujuan untuk menghasilkan organisme dengan susunan gen yang telah diubah sehingga memiliki sifat sesuai dengan yang diinginkan.
Speaker A
Hasil bioteknologi modern lebih terarah dan dapat diproduksi dalam skala industri dengan menggunakan organisme, sistem atau proses bioteknologi.
Speaker A
Nah, teman-teman, di video kali ini kita akan memfokuskan pembahasan kita pada materi bioteknologi konvensional.
Speaker A
Tonton videonya sampai selesai ya.
Speaker A
Bioteknologi konvensional dimanfaatkan dalam beberapa bidang berikut.
Speaker A
Pertama, bidang pangan.
Speaker A
Kedua, bidang pertanian.
Speaker A
Berikutnya, bidang industri.
Speaker A
Bidang pengobatan dan bidang peternakan.
Speaker A
Mari kita bahas aplikasi dan contohnya satu persatu.
Speaker A
Pertama, bidang pangan.
Speaker A
Dalam bidang pangan atau makanan, produk-produk yang dihasilkan antara lain, yogurt, keju, roti, kecap, cuka, dan tempe.
Speaker A
Yoghurt merupakan minuman hasil fermentasi susu yang menggunakan bakteri asam laktat.
Speaker A
Yaitu, Streptococcus thermophilus atau Lactobacillus bulgaricus.
Speaker A
Bakteri ini akan mengubah laktosa pada susu menjadi asam laktat dengan bantuan enzim laktase.
Speaker A
Efek lain dari proses fermentasi ini adalah pecahnya protein pada susu yang menyebabkan susu menjadi kental.
Speaker A
Hasil akhirnya, susu akan terasa asam dan kental.
Speaker A
Berikutnya, keju.
Speaker A
Keju merupakan bahan makanan yang dihasilkan dengan memisahkan zat-zat padat pada susu melalui proses pengentalan atau koagulasi.
Speaker A
Proses pengentalan ini dilakukan dengan bantuan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus.
Speaker A
Bakteri ini akan menghasilkan enzim renin, sehingga protein pada susu menggumpal dan membagi susu menjadi cair dan padatan yang disebut dadih.
Speaker A
Selanjutnya, enzim lipase akan mengubah gula laktosa dalam susu menjadi asam dan protein yang ada pada dadih.
Speaker A
Dadih inilah yang akan diproses lebih lanjut melalui proses pematangan dan pengemasan sehingga terbentuk olahan makanan yang dikenal dengan keju.
Speaker A
Produk makanan selanjutnya, roti.
Speaker A
Pembuatan roti juga memanfaatkan peristiwa fermentasi yang dibantu oleh yeast atau khamir Saccharomyces cerevisiae.
Speaker A
Merupakan sejenis jamur yang ditambah pada adonan tepung dan akan menimbulkan proses fermentasi.
Speaker A
Proses ini akan menghasilkan gas karbondioksida dan alkohol.
Speaker A
Gas karbondioksida berperan dalam mengembangkan roti, sedangkan alkohol akan mempengaruhi aroma dan memberi rasa pada roti.
Speaker A
Adonan akan tampak lebih mengembang dan membesar pada saat adonan dimasukkan ke oven karena gas akan mengembang pada suhu tinggi.
Speaker A
Berikutnya, kecap.
Speaker A
Kecap merupakan salah satu produk hasil bioteknologi yang terbuat dari kacang kedelai.
Speaker A
Kedelai akan difermentasi dengan menggunakan jamur Aspergillus wentii, kemudian dikeringkan dan direndam di dalam larutan garam hingga dikemas menjadi kecap.
Speaker A
Karenanya, proses pembuatan kecap dinamakan juga dengan fermentasi garam.
Speaker A
Jamur Aspergillus wentii akan merobak protein menjadi asam-asam amino dan menghasilkan komponen rasa asam dan aroma yang khas.
Speaker A
Produk pangan selanjutnya, cuka.
Speaker A
Bahan dasar pada proses pembuatan cuka adalah etanol yang dihasilkan oleh fermentasi anaerob oleh ragi.
Speaker A
Bakteri yang digunakan seperti Saccharomyces cerevisiae dan Acetobacter aceti.
Speaker A
Dalam prosesnya, cuka dibuat melalui dua tahapan fermentasi.
Speaker A
Pertama, fermentasi alkohol yaitu glukosa diubah menjadi alkohol oleh Saccharomyces cerevisiae secara anaerob.
Speaker A
Kedua, fermentasi asam asetat yang mengoksidasi alkohol menjadi asam asetat secara aerob oleh Acetobacter aceti.
Speaker A
Berikutnya, tempe.
Speaker A
Tempe merupakan bahan makanan yang terbuat dari biji kedelai yang menggunakan teknik fermentasi yang dilakukan dengan menumbuhkan jamur Rhizopus oryzae dan Rhizopus oligosporus pada biji kedelai.
Speaker A
Jamur ini akan menghasilkan benang-benang yang disebut dengan hifa.
Speaker A
Hifa inilah yang mengakibatkan biji-bijian kedelai saling terikat dan membentuk struktur yang kompak hingga membentuk tempe.
Speaker A
Nah, selain berbagai produk makanan yang sudah kita bahas tadi, produk bioteknologi konvensional di bidang pangan lainnya yaitu minuman beralkohol.
Speaker A
Seperti anggur dan bir.
Speaker A
Anggur dapat dibuat dari buah anggur yang difermentasi oleh mikroorganisme.
Speaker A
Sedangkan bir dibuat dari biji-biji sereal seperti gandum dengan proses penggilingan dan fermentasi yang dibantu oleh khamir.
Speaker A
Eits, perlu diingat, kita tidak boleh mengonsumsi minuman ini ya.
Speaker A
Dan produk pangan terakhir yaitu protein sel tunggal.
Speaker A
Selain berperan dalam proses fermentasi, mikroorganisme juga dapat dimanfaatkan biomassanya.
Speaker A
Beberapa jenis mikroorganisme merupakan sumber protein dan protein yang dihasilkannya disebut dengan protein sel tunggal atau PST.
Speaker A
Berikut ini beberapa mikroorganisme yang efektif untuk membuat PST antara lain.
Speaker A
Chlorella, Spirulina, Candida utilis, dan Fusarium graminearum.
Speaker A
PST dapat diproduksi dengan cara.
Speaker A
Penyediaan substrat.
Speaker A
Sterilisasi.
Speaker A
Pembiakan mikroorganisme.
Speaker A
Pemisahan biomassa mikroorganisme dari cairan fermentasi dan pemurnian.
Speaker A
Dengan laju pertumbuhan mikroorganisme yang cepat dan kandungan protein yang lebih tinggi, maka PST dapat menjadi bahan makanan alternatif yang banyak dibudidayakan.
Speaker A
Pemanfaatan bioteknologi konvensional berikutnya di bidang pertanian.
Speaker A
Bioteknologi konvensional dalam bidang pertanian di antaranya adalah pembastaran dan hidroponik.
Speaker A
Pembastaran atau persilangan merupakan perkawinan antara dua individu tanaman yang sejenis tetapi berbeda varietas.
Speaker A
Pembastaran merupakan cara yang sederhana, murah dan paling mudah untuk menghasilkan tanaman pangan varietas unggul.
Speaker A
Contohnya, padi varietas X yang memiliki produksi gabah tinggi dan tidak cepat rebah dikawinkan dengan padi varietas Y yang memiliki sifat tahan hama dan umur panen pendek.
Speaker A
Dari perkawinan ini dapat dihasilkan padi varietas baru yang memiliki sifat perpaduan dari keduanya, yaitu produksi gabah tinggi, tahan hama, tidak cepat rebah dan umur panen pendek.
Speaker A
Produk pertanian berikutnya, hidroponik.
Speaker A
Hidroponik merupakan teknik bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya.
Speaker A
Termasuk juga bercocok tanam di dalam pot atau wadah lainnya yang menggunakan air atau bahan yang bersifat poros seperti pasir kali, batu, kerikil, pecahan genteng, sabut kelapa dan sebagainya.
Speaker A
Pemanfaatan bioteknologi konvensional selanjutnya di bidang industri.
Speaker A
Pada bidang industri, misalnya teknik bioremediasi, yaitu suatu proses pengelolaan limbah yang mengandung zat-zat yang berbahaya menjadi limbah yang kurang berbahaya.
Speaker A
Bioremediasi melibatkan mikroba tertentu.
Speaker A
Di antaranya, Santomonas campestris dan Pseudomonas putida.
Speaker A
Caranya, dengan melepaskan langsung bakteri tersebut ke limbah pabrik yang tercemar.
Speaker A
Pemanfaatan bioteknologi konvensional di bidang pengobatan, misalnya antibiotik penisilin yang digunakan untuk pengobatan.
Speaker A
Diisolasi dari bakteri dan jamur.
Speaker A
Dan vaksin yang merupakan mikroorganisme yang toksinnya telah dimatikan dan bermanfaat untuk meningkatkan imunitas.
Speaker A
Di bidang peternakan, misalnya pada domba Ankon yang merupakan domba berkaki pendek dan bengkok sebagai hasil mutasi alami.
Speaker A
Dan sapi Jersey yang diseleksi oleh manusia agar menghasilkan susu dengan kandungan krim lebih banyak.
Speaker A
Sebagai hasil pengembangan ilmu manusia, bioteknologi konvensional tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan.
Speaker A
Faktor kelebihannya antara lain.
Speaker A
Biaya produksi yang murah.
Speaker A
Menggunakan peralatan yang sederhana.
Speaker A
Dan pengaruh jangka panjangnya sudah kita ketahui.
Speaker A
Sedangkan yang menjadi kelemahannya adalah.
Speaker A
Perubahan genetik yang tidak terarah.
Speaker A
Memerlukan waktu yang relatif lama.
Speaker A
Hasil tidak dapat diperkirakan sebelumnya.
Speaker A
Belum ada pengkajian prinsip-prinsip ilmiah.
Speaker A
Tidak dapat mengatasi ketidaksesuaian genetik.
Speaker A
Produksi hanya dalam skala kecil.
Speaker A
Proses relatif belum steril.
Speaker A
Dan kualitas hasil belum terjamin.
Speaker A
Nah, teman-teman, keseluruhan produk dari bioteknologi konvensional yang telah kita bahas tadi bisa kita rangkum dalam tabel berikut.
Speaker A
Sampai di sini teman-teman bisa paham ya.
Speaker A
Agar teman-teman semakin paham, mari kita selesaikan contoh soal berikut.
Speaker A
Soal pertama, diberikan beberapa ciri-ciri bioteknologi.
Speaker A
Kita diminta menentukan ciri bioteknologi konvensional.
Speaker A
Kita tahu bioteknologi konvensional memiliki perbedaan yang signifikan dengan bioteknologi modern.
Speaker A
Pada bioteknologi konvensional, perbaikan genetik tidak terarah.
Speaker A
Hasil tidak dapat diperkirakan.
Speaker A
Memerlukan waktu yang relatif lama.
Speaker A
Belum ada pengkajian secara ilmiah.
Speaker A
Dan biasanya menggunakan alat-alat yang sederhana.
Speaker A
Sedangkan dalam bioteknologi modern sebaliknya.
Speaker A
Perbaikan genetik lebih terarah.
Speaker A
Hasil dapat diperkirakan.
Speaker A
Menggunakan disiplin ilmu tertentu.
Speaker A
Seperti mikrobiologi, biologi sel, biologi molekuler, biokimia dan genetika.
Speaker A
Serta menggunakan alat-alat yang modern.
Speaker A
Jadi, ciri-ciri yang menunjukkan bioteknologi konvensional ditunjukkan oleh nomor 1, 2, dan 3.
Speaker A
Jawabannya, A.
Speaker A
Soal kedua, diberikan tabel yang menunjukkan hubungan yang tepat antara mikroorganisme dengan peranannya dalam bioteknologi.
Speaker A
Kita diminta menentukan mikroorganisme dan peranannya yang tepat.
Speaker A
Nah, pada pembahasan materi tadi, kita sudah mengetahui beberapa jenis organisme dan peranannya.
Speaker A
Jika kita urut berdasarkan soal, maka.
Speaker A
Saccharomyces cerevisiae memiliki peranan dalam pembuatan roti.
Speaker A
Acetobacter aceti membuat cuka.
Speaker A
Rhizopus oryzae membuat tempe.
Speaker A
Sedangkan Spirulina dan Chlorella merupakan mikroorganisme protein sel tunggal atau PST yang mampu menghasilkan protein.
Speaker A
Jadi, pasangan yang sesuai ditunjukkan oleh pilihan jawaban D.
Speaker A
Oke, teman-teman, demikianlah pembahasan kita tentang bioteknologi konvensional.
Speaker A
Kita akan melanjutkan pembahasan tentang bioteknologi modern di video berikutnya.
Speaker A
Tungguin ya, sampai jumpa.
Topics:bioteknologibioteknologi konvensionalfermentasimikroorganismeproduk panganyogurtkejutemperekayasa genetikabioteknologi modern











