Unboxing dan tes fitur baru iPhone 18 Pro & Pro Max dengan warna baru, desain, dan kompatibilitas casing.
Key Takeaways
- Warna burgundi dan hitam matte pada iPhone 18 Pro series memberikan kesan baru dan berbeda.
- Logo Apple pada iPhone 18 Pro sedikit bergeser dan berubah finishing menjadi matte.
- Ukuran iPhone 18 Pro sama dengan iPhone 17 Pro sehingga casing lama bisa dipakai kembali.
- Paket penjualan hanya berisi kabel tanpa charger dan stiker Apple.
- Desain dan fitur kamera masih mirip dengan generasi sebelumnya tapi dengan peningkatan tertentu.
What the video covers
- Unboxing iPhone 18 Pro warna hitam dan iPhone 18 Pro Max warna burgundi dari versi Singapura.
- Desain kotak dan tampilan fisik yang mirip dengan iPhone 17 Pro dan Pro Max sebelumnya.
- Pembahasan warna burgundi yang terinspirasi dari warna wine dan warna hitam matte yang baru.
- Perbedaan posisi logo Apple yang sedikit bergeser dan perubahan finishing logo dari glossy ke matte.
- Kompatibilitas casing iPhone 17 Pro dengan iPhone 18 Pro yang sama ukurannya, hal yang jarang terjadi.
- Isi paket hanya kabel tanpa charger dan stiker Apple, mengikuti tren Apple terbaru.
- Perbandingan warna dan finishing kaca serta frame antara iPhone 18 Pro dan iPhone 17 Pro.
- Diskusi singkat tentang varian penyimpanan mulai dari 256 GB hingga 2 TB untuk iPhone 18 Pro Max.
- Komentar tentang bobot, baterai, dan fitur kamera mekanikal yang baru di iPhone 18 Pro series.
- Preview fitur dan tes performa serta stabilitas iPhone 18 Pro yang akan dibahas lebih lanjut.
Chapters
- 00:00Pembukaan dan unboxing iPhone 18 Pro & Pro Max
- 01:43Detail varian penyimpanan dan asal produk
- 03:45Diskusi warna dan kesan pertama iPhone 18 Pro Max burgundi
- 05:35Unboxing iPhone 18 Pro warna hitam dan perbedaan desain
- 07:36Perubahan posisi dan finishing logo Apple
- 09:21Kompatibilitas casing iPhone 17 Pro dengan iPhone 18 Pro
- 11:27Informasi toko aksesoris dan fitur tambahan
- 15:19Perbandingan baterai, bobot, dan fitur kamera mekanikal
- 16:59Preview tes performa dan fitur kamera baru
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
Halo, guys. David sini dan kita bakal cobain iPhone baru. Di tangan saya udah ada iPhone 18 Pro warna black sama iPhone 18 Pro Max warna burgundi.
Speaker A
[musik] Keduanya masih versi Singapura ya. Thanks to Studio Ponsel yang udah minjamin keduanya. Studio Ponsel itu toko yang jualan segala macam gadget resmi mulai dari HP, tablet, laptop.
Speaker A
Linknya ada di bawah kalau Anda pengen mampir. Sekarang kita mulai unboxing-nya. Mulai dari iPhone 18 Pro Max dulu ya, udah penasaran sebagus apa warna burgundi yang baru ini. Warna heronya lah, warna yang paling sering dipamerin Apple buat iPhone 18 Pro yang
Speaker A
orang langsung nyadar kalau dia pegang iPhone baru. Iqbal juga bilang kalau posisi logo Apple-nya agak berubah jadi lebih benar katanya daripada yang 17 kemarin. [musik] Saya enggak tahu ini kayaknya di tengah-tengah aja. Mari kita buktikan. Desain kotaknya mirip-mirip
Speaker A
aja kayak iPhone 17 Pro 16 Pro kemarin. Apple langsung pamerin desain iPhone 18 Pro Max yang baru beserta warnanya di bagian depan. Dari sini kelihatan dia mirip-mirip aja kayak 17 Pro Max kemarin, tiga boba dan lain-lain. Nanti kita langsung lihat HP-nya aja. Di
Speaker A
sebelah kiri ada iPhone, di kanan ada iPhone yang warna tulisannya juga sama kayak varian warna HP-nya. Jadi di sini kelihatan agak ungu-ungu sedikit gitu.
Speaker A
Di atas ada logo Apple yang juga dikasih warna burgundi. Di bawah juga dan di belakang ada spek-spek dari HP-nya keterangan variannya. Di sini ada iPhone 18 Pro Max design by Apple in California dan tentu aja made in China sih bagian
Speaker A
dia ketulis made in China. Ini dia di bagian agak bawah sini product of China dan ini iPhone 18 Pro Max Burgundi varian 256 gig. Jadi ini varian paling bawah. Kalau mau yang lebih tinggi ada 512 gig, ada 1 tera,
Speaker A
ada 2 tera. Cuma itu varian buat sultan kita yang 256 gig aja. Sekarang kita ritual cabut green peel-nya.
Speaker A
Tuh bagian bawahnya. Wuh. Tebalnya sih sama-sama aja ya dari iPhone-iPhone sebelumnya. Jadi tidak berharap kalau dia ada casing, dia ada stiker Apple lagi, enggak berharap dia ada charger lagi. Paling dapat kabel aja. Kita lihat warna behunya [musik] ya. Ini emang kayak keinspirasi dari
Speaker A
warna wine gitu dan [musik] emang lumayan berkelas sih kalau lihat warna kayak gini. Ah, gimana ya sebenarnya? Vivo V60 juga [tertawa] pernah udah pakai warna kayak ginian ya.
Speaker A
Samsung juga ada kok. Tapi emang kalau iPhone bikin sesuatu orang jadi lebih heboh gitu ya. Emang kalau barang yang harganya tinggi itu mungkin kesannya beda dan finishing-nya juga pastinya beda. Kayak iPhone 2 sebenarnya udah lama Samsung bikin, tapi entah kenapa
Speaker A
orang lebih heboh. Dan memang ini warna burgundinya beda sih. Ini memang kesannya baru ya.
Speaker A
Kita cabut dulu bagian bawahnya ini set. Wuh. Biar rasanya lebih bersih. Dia emang kasih kesan yang baru mirip kayak iPhone 17 kemarin yang warnanya orang ini juga kesannya baru. [musik] Ini adalah dua warna yang melambangkan masing-masing generasi. Cuma
Speaker A
saya enggak tahu apakah dia bakal tetap hot setelah 2 3 bulan berlalu. Karena dulu kan orange hot, tapi yang dicari malah warna silver ini yang katanya harganya sedikit lebih mahal dan paling gaib dari 17 [musik] Pro yang lain.
Speaker A
Apakah ini bakal disalib yang lain kayak warna black atau warna biru? Glasier-nya banyak yang suka juga, kita gak tahu.
Speaker A
Tapi buat kesan pertama ini emang kayak punya auranya sendiri sih, warna ungu yang menggelap gini. Sisanya sih kalau kita lihat layout-layout-nya dia sebenarnya sama aja kayak 17 Pro Max, TIG boba. Terus di sini ada apa istilah Apple? Pokoknya ada jendela besar yang
Speaker A
agak menonjol. Plat ya. Iya, kamera plateau di sini ada [musik] tiga kamera. Ada flash, ada lighter, ada mikrofon, dan di sini ada logo Apple yang katanya [musik] lebih tengah kah bilang iya ya kemarin Apple itu apa lebih turun ya jadi kayak
Speaker A
kurang balance [musik] ya. Dikit aja ya. Oke, saya tidak perhatiin ya. Tapi sebagai Apple fanboy Iqbal sangat perhatiin. Kalau kita bandingin sama iPhone 17 Pro yang tahun lalu, dia warna kaca di tengahnya ini lebih terang daripada warna frame-nya. warna
Speaker A
metalnya. Kalau ini dia kelihatan lebih nyatu sama warna putihnya juga nih. Kalau di kacanya dia warna putihnya lebih bersih. Kalau di sini dia lebih gelap. Cuma apakah lebih bagus yang polos gini? Saya enggak bisa bilang kalau saya lebih suka tutone kayak gini.
Speaker A
Rasanya lebih main aja, lebih ada karakternya aja dibanding yang polos kayak gini. Jadi ini warna burgundi. Dia kesannya emang berbeda karena pertama kali ada di iPhone. Kita coba lihat dulu kelengkapannya. Harusnya tidak ada kejutan sih di sini ada kabel. Oke dan
Speaker A
udah. Yup seperti itu saja. Cuma dapat kabel dan tidak ada stiker Apple lagi. Sayang sekali ya. Kita taruh di samping dulu Pro Max-nya. Kita lanjut unboxing ngelihatin warna hitam di 18 Pro. Ini juga warna yang termasuk baru enggak
Speaker A
sih, Bal? Kayaknya enggak pernah ada iPhone sehitam ini ya. Ya, kayaknya gak ada yang selegem ini. Palingan ada yang dulu itu varian jet black. Cuma itu kayaknya mantul-mantul, masih glossy.
Speaker A
Jadi mungkin kesannya ada putih-putihnya. Sementara ini udah dibikin mate. Pantulannya enggak kencang-kencang banget. Jadi rasanya cahaya itu keserap aja oleh si iPhone black ini. Dari gambarnya udah ngasih kesan yang sangar. Serius. Apakah HP-nya juga kayak gitu setelah dipegang? Mari
Speaker A
kita lihat saja di sini logo Apple hitam nih. Ini ya, logo Apple biasa sih, warna hitam di Apple Store dan lain-lain [musik] ya. Warna hitam atau putih iPhone. Oke. Y sini sudah dikupas green peel-nya. Kita intip saja iPhone 18 Pro.
Speaker A
Beh, ini rasanya kok ingetin saya sama pensil yang hitemnya itu hitem banget ya. Dia kayak batu kayak bisa kita coret-coret di meja sini dan menimbulkan bekas di atasnya. Ini saya suka sih yang warna hitam ini.
Speaker A
Dibanding Burgundi mungkin ini rasanya kalau dipegang tuh bakal bikin tangan kotor gitu. Kayak benar-benar bisa ngebekas aja karena udah kebiasaan ngelihat arang atau ngelihat ya oli yang kalau dipegang pasti kotor aja. Iya. Ini iPhone oli sih, hitem banget. Hitem.
Speaker A
Hitemnya wow. Dan dia enggak ada aksen-aksen yang bikin dia lebih terang ya, kayak 17 Pro gini. Ini hitemnya ya. Udah nih. Tuh, ini bayangannya kayak cuma ada highlight-nya di bagian frame kameranya. Ini unik sih.
Speaker A
Kita cabut dulu biar tidak diganggu putih-putih ini. Terus saya mau buktiin omongan Iqbal. Katanya logonya. Iya sih.
Speaker A
Kok iya sih? Nih dia sedikit lebih tinggi sekitar [tertawa] 2 mili atau 3 mm. Agak geser ke atas dikit biar logo Apple-nya lebih di tengah. Oh, dan logo Apple-nya juga udah mid bukan glossy lagi kayak 17 [musik] Pro. Jadi kalau 17 Pro dia logo
Speaker A
Apple-nya glossy. Lagi-lagi saya enggak bisa bilang 18 Pro yang baru lebih bagus ya. Saya juga suka logo Apple glossy ini rasanya banyak ee variasinya aja. Kalau enggak dibandingin emang enggak berasa ada yang aneh sama sekali. Ini kayak enggak ada
Speaker A
masalah. Pas lihat ini rasanya lebih benar kata Iqbal. [musik] Ya, ya benar-benar aja sih rasanya. Dan fun fact, selain logo Apple yang agak naik dikit, terus warna yang lebih polos, sebenarnya dua HP ini kayaknya buat pertama kalinya lintas generasi
Speaker A
ukurannya itu sama persis. Jadi kita bisa pakaiin casing 17 Pro ke 18 Pro. Saya lumayan terkejut bagian itu.
Speaker A
Soalnya brand HP itu kadang agak geserin kameranya dikit atau tombolnya dikit. Supaya casing lama itu gak bisa dipakaiin ke yang baru, harus ganti casing baru. Coba ya kita pakaiin casing-nya Iqbal yang dia selalu pakaiin di 17 Pro. Di sini kan masuk ya. Ini
Speaker A
sangat pas. Ini memang casing iPhone 17 Pro. Terus kita masukin ke 18 Pro. Set.
Speaker A
Tek masuk. Iya. He ke hidup. Ketekan tombol power ini. Dari tombol kamera control ini, tombol yang multifungsi itu sampai ke sininya sama semua sih. Mantap sih. Kayaknya baru kali ini Apple semurah hati itu enggak bedain bentuknya biar kita bisa pakai casing yang lama.
Speaker A
Sekarang coba kita pasangin casing iPhone 18 Pro. Ini saya udah punya yang dibikin buat 18 Pro. Mantap. Dia bisa masuk dan dia bisa masuk juga ke 17 Pro pastinya. Jadi kalau misalnya Anda punya 17 Pro dan pengen beli casing 18 Pro itu s
Speaker A
sebenarnya bisa juga kayak dipasangin di sini. Yup, perfect fit. Ini saya pakai casing dari Spig ya, namanya iPhone 18 Pro Ultra Hybrid Optic S. Desainnya crystal clear gini, beningnya transparan biar warna aslinya tetap kelihatan iPhone baru. Ada detail-detail kayak warna aksen juga
Speaker A
biar dia bisa lebih manis. Dan dia punya fitur kick stand di frame kameranya. Ini bahannya metal bisa kita adjust dan tentu aja kita bisa jadiin dia landscape. Mau tingginya [musik] gimana bisa diatur. Kalau pengen yang lebih klasik ada Spigen Classic LS. Desainnya
Speaker A
retro banget sih. Ini saya suka banget warnanya. Dia keinspirasi dari Mcintos 128K. Itu komputer jadulnya Apple.
Speaker A
Detailnya cakep sih. Bagian tombol tombolnya ini kayak ala key caps keyboard mekanik jadul. Terus di baliknya di bagian tombol power ini ada ukiran tulisan hello sampai logo spigen-nya ini juga dia ngikutin warna-warni ala logo Apple di masa lalu.
Speaker A
Ini dipikirin banget sih. Mereka juga ada bikin card holder yang desainnya klasik LS gini. Dia bisa masuk sampai tiga kartu dan bisa nempel di Max Save pastinya. Ini kayak apa ya? Kayak memory card jadul gitu. Keren banget. Sampai
Speaker A
bawahnya juga ada slot kayak gini. Kalau mau iPhone kita kelihatan futuristik, banyak fitur. Pakainya Aulumu Frosted Case yang punya fitur cool hyper system.
Speaker A
Ini katanya bisa bikin buang panas lebih cepat. Teksturnya ini bukan bening transparan ya, tapi agak frosted m agak frosted mate gitu. Jadi ada warna aslinya tetap kelihatan tapi agak puder sedikit biar humble dikit lah. [musik] Cuma aksennya ramei sih kayak banyak
Speaker A
fiturnya gitu. Dia juga punya aksen glow in the dark yang bakal menarik perhatian sih waktu gelap. Terus yang wajib kalau Anda pengen layar iPhone-nya aman bisa pasang spigen temper glass yang punya Easyit Tray. Kalau cari scrim protecttor, saya selalu nyari jenis ini
Speaker A
sih. Karena sampai sekarang pun saya belum PD kalau pasang scrim protecttor cuma ada kacanya atau plastiknya doang.
Speaker A
Harus ada pemandu lah. Jadi kita bakal dapetin semacam penampang HP gini biar pasangnya bisa lebih presisi, lebih minim gelembung, sama dia kompatibel juga sama case pigen yang lain. Terakhir buat yang sering jauh dari colokan ada powerbank Shark Ice Max 3. Ini desainnya
Speaker A
ada transparan-transparan gini buat pamerin kipas ya yang dia bisa mendinginkan, membantu biar power bank-nya lebih adem. [musik] Dia punya sistem magnetic udah support max safe juga pastinya. Ini dia 10.000 mAh. Tapi ditempel gini masih bisa nyangkut dan dia punya kick stand. W langsung hidup
Speaker A
kipasnya. Punya kick stand buat diberdiriin seperti ini. Buat speed-nya kalau dicas wireless kayak gini dia udah bisa sampai 25 watt karena protokolnya udah C2. Ini lumayan ya, satu HP satu aksesoris gini kalau dijejerin. Coba kalau Anda minat sama aksesoris dari
Speaker A
Spiggen, Aumu atau Shark atau aksesoris cakep lain buat HP Anda bisa mampir ke Unitech Store ya. Unite Store itu toko aksesoris gadget yang selalu up to date sama device baru ya. Lokasinya ada di offline, ada di web resmi mereka.
Speaker A
E-commerce juga tentunya ready. Kalau belanja khusus di website Unitech ada harga khusus juga. Kalau kita belinya pakai kode Uni Gadget. Buat info lengkapnya bisa cek di deskripsi. Thank you Unitech Store yang udah support video ini. Sekarang kita balik ke iPhone
Speaker A
18 Pro dan 18 Pro Max. Eh, salah. 18 Pro Max. Kita setting-setting [musik] dulu kali ya. Sip. Jadi ini adalah penampilan paling awal dari iPhone 18 Pro dan Pro Max juga pastinya sama, tapi kita fokus di Proja [musik]
Speaker A
yang lebih enak digenggam tangan karena ukuran layarnya 6,3 inci ya. Mirip kayak iPhone 17 Pro, 16 Pro gitu-gitu sih.
Speaker A
Apalagi kalau kita lihat bagian OS-nya itu salah satu keunggulan Apple atau Samsung atau HP lain yang support OS-nya itu panjang banget. Mau HP lama, HP baru, kita bakal disambut sama OS yang penampilannya mirip-mirip aja. Jadi, dari desain tadi kita udah lihat semua
Speaker A
bagian kita udah pasang casing-nya sama persis, enggak ada bedanya kecuali dari warna. Dan dari bobot sih itu pun enggak terlalu beda kalau buat varian Pro yang kecil ini ya. Coba kita timbang di sini.
Speaker A
Kalau saya baca dia cuma beda 5 gr. Jadi dia 210 gr lah. 29,9. Kalau ini 204. Pas banget loh pas 5 gr sampai ke koma-komanya. Ini enggak tahu kebetulan atau emang sudah sepisi itu. Beda 5 gr itu ada di baterai. Jadi iPhone 18 Pro
Speaker A
baterainya sedikit sih lebih tinggi daripada 17 Pro. Dia puluhan mh lebih besar dan dia punya sistem kamera yang ada mekanikalnya. Jadi ada putter-putterannya, gerakannya yang harusnya menambah bobot. Cuma bedanya 5 gr aja. Perbedaan yang lebih besar bakal kerasa kalau misalnya pindah dari 17 Pro
Speaker A
Max ke 18 Pro Max. Kami enggak punya 17 Pro Max, tapi kalau kita bandingin bobotnya 17 Pro Max itu 233 gr.
Speaker A
Sementara yang 18 Pro Max dia 247 [musik] gr. Jadi bedanya udah belasan gram dan dia punya title sebagai iPhone Pro Max paling berat yang pernah ada. Karena baterainya juga gede banget sih sampai 5.500 mAh. Itu naik jauh daripada 17 Pro
Speaker A
Max. Dan kalau saya lihat video channel lain yang ngebandingin baterai iPhone baru sama iPhone lama 18 Pro Max emang daya tahan baterainya luar biasa awet.
Speaker A
iPhone 18 Pro Max ini lagi-lagi mecahin rekor buat daya tahan baterai iPhone lah. Ini awetnya super awet. Dan kalau buat 18 Pro yang lebih kecil dia mirip sama iPhone 17 Pro Max tahun lalu. Jadi makin lama iPhone itu makin efisien ya.
Speaker A
Chip-nya juga makin kencang, makin dingin. Jadi tema upgrade di 18 Pro kali ini bukan desainnya yang sama aja kayak yang kita bandingin tadi, tapi lebih ke isinya itu luar biasa jauh [musik] bedanya. Chipnya juga 2 nm itu terkecil
Speaker A
sebelumnya 3 nanm. Vaper chamber-nya juga lebih gede. Bentar lagi kita bakal lihat seberapa jauh bedanya sama 17 Pro.
Speaker A
Tapi sebelum itu saya pengen lihat perbedaan yang lumayan jelas juga kalau kita bandingin vis pak we e eh dekat dikit langsung kenalan ya. Saya barusan mau ngedekatin soalnya saya mau bandingin ponyya atau tompelnya atau dynamic island dari iPhone 17 Pro versus
Speaker A
18 Pro yang sudah lebih pendek. Ya, ini jelas ya bedanya karena ada satu bagian dari kamera di Dynamic Island 17 Pro dipindahin ke pojok kiri sini yang tersamarkan dengan sangat baik sih. Iya loh, di sini ada kamera under display
Speaker A
yang harusnya ada enggak kelihatan loh. Katanya kalau layarnya lebih gelap dia lebih kelihatan. Oh iya. Tuh tuh tuh tuh tuh ada tuh. Ini nih. Ee mungkin editor zoom in aja. Kebulatan ini jelas ya, ada kayak satu bagian yang lebih terang
Speaker A
sedikit karena ini sebenarnya ada kamera yang ketan di dalamnya dan dilapisin oleh layar. Layar yang susunan pikelnya itu lebih renggang biar kameranya bisa nembus, bisa lihat dengan lebih jelas.
Speaker A
Jadi itu alasan kenapa Dynamic Island si 18 Pro bisa lebih kecil ya karena ada satu buletan yang dipindahin ke sini.
Speaker A
Jadi satu disamarkan mungkin 19 Pro atau 20 Pro semuanya udah disamarkan di bagian bawah. Enggak tahu juga apakah bisa seklean itu karena tantangan paling besarnya ada di kamera depan ini kan kamera depan mana boleh kompromi soal kualitasnya. Jadi tompel dong kayak
Speaker A
Android. Iya ya satu titik aja ya. Mirip Android sih kayak kurang khas aja gitu.
Speaker A
Apple kayaknya enggak mau. Atau kalau Apple berani samarin juga ada teknologi baru boleh dicoba. Kamera depan juga ditanam. Tapi selama ini kayak Nubia dan lain-lain udah coba dan hasilnya belum ada yang meyakinkan ya. Sekarang kita tes dulu apakah kamera infra merah yang
Speaker A
ditanam di bawah ini melambatkan pembacaan Face ID dari 18 Pro. Mari kita coba. Saya merem biar dia enggak ngebuka. Set. Siap, Bal. Ini udah kenyari. Oke.
Speaker A
Yes. Ha. Uh. Malah 18 Pro. Sekali lagi. Sekali lagi. 1 2 3. Ini biar kalau tidur enggak dibuka HP orang. H.
Speaker A
Gas ya. 1 2 3. Ha, sama 18 Pro sedikit lebih kencang. Damn, malah lebih kencang ya walaupun diselipin di bawah kamera. Oh ya, bawa layar [tertawa] masih amaze sih. Oke, kalau redup gimana? 1 2 3. Siap, Bal.
Speaker A
Siap. 1 2 3. Ha. Oh, sama. 1 2 3 Oh, 17. Dikit lebih cepat. Jadi agak random bisa dibilang sama lah ya. Kadang ada 18 Pro kadang 17 Pro enggak kelihatan [tertawa] ya. Seperti itu. Nah, terang. Oke. Sip.
Speaker A
Ternyata tidak mengurangi performa 18 Pro ya. Selain hitam-hitamnya jadi lebih pendek, keunggulan lain dari Dynamic Island yang baru di 18 Pro ini [musik] dia bisa nampilin live activity sampai tiga apps sekaligus. Kayak misalnya di sini ada play musik apa, kita bisa atur
Speaker A
di sini. Terus di sini ada timer, terus di sini ada score. Jadi ada banyak shortcut di bagian atas ini dan semuanya bisa kita live tracking. Bisa tiga karena dia udah lebih luas. Kalau di 17 Pro yang hitamnya panjang, [musik] dia
Speaker A
agak sempit. Cuma bisa dua aja, satu timer, satu live score. Padahal di [musik] sini sedang ada Spotify yang lagi play, musik yang lagi play. Ini playlist Bapak-bapak. Tentu saja di sini dia enggak muncul kalau kita minimize.
Speaker A
Sementara di sini dia bisa ada tiga. Jadi itu simpel tapi mungkin bisa pamer juga ya. Karena kalau kita screenshot ceklik dia ada tiga. Dan yang bisa tiga kayak gini hanyalah iPhone baru. Jadi bisa sedikit flexing minimalis yang share screenshot ke grup
Speaker A
WA ini. Sorry guys, gua kayaknya harus telat dikit grab-nya. Left tracking-nya masih agak jauh. Ini kanan kiri ada tiga. Jadi orang Oh, ya. Oke. Oke. Buat spek dari layarnya sendiri, iPhone 18 Pro sebenarnya sama aja dari 17 Pro dia
Speaker A
OLED tentu aja promotion terus pakai seramic shield 2 dan brightness-nya tinggi. Tidak ada perubahan sama aja buat maksimalnya udah jelas di luar ruangan. Jadi dia beda di penampilan soal fitur dynamic island-nya aja.
Speaker A
Bagian yang sangat berbeda dari iPhone 18 Pro adalah chipnya. Dia pakai chip Apple A20 yang super kencang, super baru, lebih kencang daripada iPhone 17 Pro kami udah tes. Dan emang hasilnya luar biasa sih. V11.0.2 ini bedanya hampir 50% hampir sekitar
Speaker A
40%-an lah loncatannya. Kalau kita lihat detailnya CPU-nya naik, GPU-nya naik, memori naik. Cuma mungkin AnTu bukan jadi patokan yang bagus buat iPhone karena entah kenapa memang dari dulu AnTu itu enggak terlalu apa ya angkanya agak random. Cuma di sini jelas kalau
Speaker A
dia naik daripada generasi sebelumnya. Kalau iPhone sama iPhone, Apple to Apple bolehlah. Tapi kalau kita bandingin skornya Apple sama skornya Android itu beda cara ngitungnya. Oh ya mungkin bakal ada yang salah paham kenapa bezel iPhone 18 Pro kelihatan lebih tebal
Speaker A
hitemnya dibanding 17 Pro ya. Karena 17 Pro varian warna putih, jadi ada garis putihnya juga. Sementara iPhone 18 Pro warna hitam. Jadi frame hitamnya itu menyatu dengan hitamnya di sini. Jadi kelihatan doble, [musik] kelihatan lebih tebal. Lanjut kita ke benchmark yang
Speaker A
biasanya dipakai buat iPhone lebih konsisten yaitu Geekbench di sini. Oke, entah kenapa ini modelnya iPhone 19 ya.
Speaker A
Jadi dia kayak udah curi start gitu, masih belum update. Kalau dari skor CPU benchmark-nya dia naik sekitar 20%.
Speaker A
Naik 1/5 lebih kencang dari iPhone 17 Pro yang sudah sangat kencang. Dulu iPhone 17 Pro ini kita bandingin sama Android [musik] paling kencang HP gaming di Nubia dan iPhone masih menang.
Speaker A
Sekarang ada iPhone 18 Pro yang lebih kencang lagi. Kalau misalnya Anda penasaran seberapa kencang iPhone 18 Pro ini versus Android, Snapdragon atau dimensity, Anda bisa komen di bawah mungkin pengen pick hero yang mana buat Android buat ngelawan iPhone baru ini.
Speaker A
Kalau misalnya menarik, mungkin kita adu kencang-kencengan lagi atau nunggu Snapdragon 8 Elite Gen 6 ya yang akhir tahun ini harusnya. lewat IQ biasanya. Kita lihat dulu skor GPU-nya seberapa jauh naiknya.
Speaker A
Jauh banget sih ini. Wow. Ini dari 44.000 ke 62.000 itu hampir setengah sih. Lagi-lagi sekitar 40% mungkin naiknya. [musik] GPU HP iPhone yang biasanya udah diandelin buat gaming ini lebih kencang lagi [musik] semuanya. Gimana dengan kestabilannya? Ini kita lihat hasil
Speaker A
stress tes. Jadi percuma HP sekencang apapun, skor setinggi apapun, tapi pas udah digeber 5 menit langsung loyo.
Speaker A
Karena kepanasan itu hampir enggak ada gunanya. Karena kita pakai HP itu penginnya bisa lama ngandelinnya bisa sustain kan bisa sampai setengah jam lebih, sejam lebih daripada kita lagi main. Loh, kok layarnya ngeredup? Wah, kepanasan ya percuma atau nge-drop
Speaker A
tiba-tiba. Nah, di iPhone 18 Pro ini Apple ada pamerin kalau mereka pakai vaper Chamber yang tiga kali lebih gede daripada 17 Pro. Jadi, harapannya dia bisa lebih tahan lama buat performa paling kencangnya biar panasnya itu lebih dired lagi. Kita buktiin di
Speaker A
aplikasi 3D Mark yang bisa ngestres tes, ngegeber HP-nya selama 20 menit digaspol habis. Nanti kita lihat skornya kayak gimana. [musik] Kita start. Start. Wih, udah nih skornya adalah.
Speaker A
Yup ini emang skor yang bagus sih. Jadi skor tertinggi atau skor puncak yang paling ngegas dari iPhone 18 Pro dia jauh banget 2.500 versus 4.000. Terus ada skor yang enggak kalah penting daripada skor paling tinggi tadi. Skor paling bawah itu
Speaker A
mungkin lebih penting ya, karena sepanas-panasnya HP, seberapa kencang dia bisa ngegas. [musik] Dan di iPhone 17 Pro dia 1400, di 18 Pro dia 2.100 yang artinya set2 kali 50% lebih kencang juga. Kalau stability-nya 17 Pro lebih tinggi. Cuma ini gak terlalu penting
Speaker A
karena si 3D Mark emang bakal ngegas terus sampai dia nyerah dan turun naik turun naik turun. Keunggulan kayak gini bakal paling kerasa kalau misalnya Anda sering pakai HP gila-gilaan ya. Misalnya rekam video di bawah terik matahari 4K 60 fps pakai lock ini, lock itu yang
Speaker A
bakal bikin HP-nya cepat panas. Harusnya si 18 Pro lebih bisa di-andelin, lebih stabil. Ya emang sesuai namanya pro lah.
Speaker A
Sama fitur terakhir yang lumayan berasa pro sih, ada di kameranya. Jadi [musik] ini fitur baru juga dari iPhone 18 Pro dan Pro Max. Ini angle-nya gimana ya biar [musik] kelihatan ya? Agak kecil soalnya di bagian sini nih. Kelihatan
Speaker A
enggak tuh dia makin mengecil bulatan lensanya? Uh, kecil banget tuh. Ini membuka. Wah, udah bukaan empat.
Speaker A
[tertawa] Ya, ini bapak-bapak habis punya bayi nih makin membesar, mengecil. Set. Set. Nah, jadi fitur ini namanya variable aperture. Pertama kali ada di iPhone, lensanya bisa melebar dan mengecil bukaannya biar jumlah cahaya bisa kita atur dan bokehnya bisa kita sesuaikan
Speaker A
juga. Sistem kayak ginian udah umum banget ada di lensa SLR atau lensa kamera yang gede. Contohnya ada enggak kamera? Jadi sistemnya kayak di lensa kamera SLR yang kalau kita putar-putar dia ngebuka ngecil juga.
Speaker A
Nah, Apple penginnya kayak gitu tuh jadi kayak canggih gitu ya. Uh, ini kecil banget. Ini gede sekali. Kalau di settingan kameranya sendiri kita bisa atur F148, F18 sampai ke4 itu yang paling kecil tadi atau kita bisa auto aja kalau enggak mau pusing. Bedanya di
Speaker A
mana F148 dan F4? Anda pasti langsung menyadari ya. Emm ya ini bokehnya kalau F148 sangat ee creamy gitu, sangat ngeblurnya itu berasa. Sementara kalau F4 blurnya lebih tipis karena tujuannya emang beda sih. Kalau F14 dia buat fokus banget ke
Speaker A
satu objek tertentu lebih cantik. Kalau F4 dia buat menunjukkan suasana dengan setajam mungkin. Jangan kebanyakan ngeblur. Kalau F148 ya emang cantik gini, tapi kan kadang wah ini kok ngeblur banget ya cuma satu objek doang yang jelas. Jadi kita bisa sesuaiin
Speaker A
kalau bukaan lensanya lebar atau F1,48 juga bisa menyerap cahaya dengan lebih banyak dalam satu waktu dibanding F4 yang lubangnya kecil tadi. Jadi buat low light seharusnya dia lebih bagus juga.
Speaker A
Gimana kalau kualitasnya kita bandingin dengan iPhone 17 Pro yang fix enggak bisa diganti-ganti dia F1,8 ini bisa sampai F1,4 ya. Kami udah ngambil foto tadi waktu setting-setting dan hasilnya tidak berasa bedanya. [musik] Anda bisa lihat sendiri di sini ya. Karena iPhone
Speaker A
17 Pro emang udah bagus dia bukaannya udah lebar jadi terang juga bokehnya bagus kalau dibandingin gini kayak diambil pakai satu HP yang sama ya. Jadi sistem variabel aperture di iPhone baru ini lebih ke buat fleksibilitas aja sih.
Speaker A
Kalau misalnya Anda pro dan enggak pengen bokeh-bokeh banget dia bisa. Sementara iPhone 17 Pro dia udah [musik] paten di satu aja. Sementara buat lensa lain ya ini juga sama saja memang perubahan paling gede ada di kamera utama sih variable aperture. Dari
Speaker A
resolusi juga semuanya sama aja 48 megap. Ada koleksi juga ya. Iya. Cuma ngelihat doang sih. Kalau aku mah kalau koleksi mah [musik] jadi gitu ya. iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max. Dari luar HP ini emang kelihatan kayak ganti kulit aja lah dari iPhone 17
Speaker A
Pro kemarin. Warna baru sedikit lebih berat. Casing lama juga masih muat. Tapi pas dihidupin emang mulai kelihatan bedanya kayak Dynamic Island yang ngecil. [musik] Terus prosesornya jauh lebih ganas lagi.
Speaker A
Kombinasi fabrikasi chipset yang lebih kecil ditambah baterai yang lebih gede terutama di Vari Pro Max juga. bikin iPhone-iPhone ini mecahin rekor di antara iPhone lain. Sama variable aperture juga ya pertama kali sih, tapi enggak terlalu berasa buat kebanyakan
Speaker A
orang. 95% user upgrade-nya ya paling di warna sama baterainya lebih awet atau dynamic island lebih kecil. Kalau performa enggak bakal berasa sih soalnya 17 Pro udah kencang banget. Tapi buat user yang pro sesuai nama HP-nya justru paling kerasa di bagian dalamnya yang
Speaker A
enggak terlalu kelihatan dicip sama kameranya. Segitu dulu kesimpulan dari saya unboxing dan nyobain iPhone 18 Pro.
Speaker A
Like kalau suka dan video ini, dislike kalau enggak suka. Kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yo. Kalau ditutupin ini kelihatan enggak iPhone hitem nih?
Speaker A
Enggak. Enggak sih, enggak sih. Iya sih. Harus dynamic island-nya sih. Yup. Pis.
Topics:unboxing iPhone 18 ProiPhone 18 Pro Maxwarna burgundi iPhonewarna hitam matte iPhonedesain iPhone 18fitur baru iPhonekompatibilitas casing iPhoneApple Indonesiareview gadgetGadgetIn











