Review lengkap iPhone 17 Pro Indonesia, bahas desain, performa, kamera, baterai, dan keunggulan warna Cosmic Orange.
Key Takeaways
- iPhone 17 Pro menawarkan performa dan sistem pendinginan lebih baik untuk penggunaan berat.
- Desain Cosmic Orange sangat mencolok dan menjadi daya tarik utama varian ini.
- Upgrade kamera depan terasa nyata, sedangkan kamera zoom belakang kurang signifikan.
- Baterai lebih besar dan pengisian lebih cepat membuat penggunaan lebih nyaman.
- Meski banyak peningkatan, iPhone 16 Pro masih cukup memadai untuk pengguna casual.
What the video covers
- iPhone 17 Pro hadir dengan varian warna Cosmic Orange yang sangat mencolok dan menarik perhatian.
- Desain menggunakan bahan aluminium unibodi dengan bagian belakang kaca untuk mendukung MagSafe dan wireless charging.
- Sistem pendinginan baru dengan vapor chamber membuat iPhone 17 Pro lebih dingin dibanding iPhone 16 Pro saat penggunaan berat.
- Performa chip A19 Pro meningkat hingga 30% dibanding generasi sebelumnya, cocok untuk pekerjaan berat dan gaming.
- Layar mendapat peningkatan coating anti refleksi sehingga warna lebih pekat dan tampilan lebih nyaman di mata.
- Kapasitas baterai naik hampir ke 4.000 mAh dengan efisiensi daya lebih baik dan pengisian cepat hingga 40 watt.
- Kamera depan mengalami peningkatan signifikan dengan sensor lebih besar dan framing lebih fleksibel.
- Kamera belakang terutama zoom 8x tidak mengalami peningkatan drastis, masih mirip dengan iPhone 16 Pro.
- iPhone 17 Pro cocok untuk pengguna yang membutuhkan performa tinggi dan desain unik, tapi bagi sebagian pengguna seperti reviewer, iPhone 16 Pro masih cukup memadai.
- Apple masih perlu meningkatkan fitur AI terutama AI Eraser di foto yang masih kurang memuaskan.
Chapters
- 00:00Pembukaan dan pengenalan iPhone 17 Pro
- 00:44Warna Cosmic Orange dan daya tarik visual
- 01:36Desain dan bahan bodi iPhone 17 Pro
- 03:02Sistem pendinginan dan perbandingan suhu dengan iPhone 16 Pro
- 04:33Performa chip A19 Pro dan benchmark
- 06:15Peningkatan layar dan coating anti refleksi
- 06:46Baterai dan pengisian cepat
- 08:02Kamera depan dan peningkatan kualitas
- 08:45Kamera belakang dan zoom 8x
- 10:37Kesimpulan dan preferensi penggunaan
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
Halo, guys. David sini dan iPhone 17 Pro. iPhone yang tiap tahun auto dipilih. Enggak perlu banyak mikir kalau Anda nyari iPhone yang paling baru, yang paling bagus, dan budget Anda unlimited kayak si Iqbal. iPhone put ini punya Iqbal loh. Belinya cash keras anti riba.
Speaker A
Mantap. Saya aja sampai sekarang masih pakai iPhone 16 Pro. Bio di Instagram itu gak salah tulis kok, bukan lupa update. Sampai sekarang saya tetap ngandelin iPhone 16 Pro buat dampingin Samsung ZFold 7. Ngerasa kurang cocok aja sama iPhone 17 Pro setelah pakai
Speaker A
beberapa minggu. Soalnya tiap saya keluarin si orange-oren ini rasanya pandangan orang jadi lebih tajam ya.
Speaker A
Kayak auto lirik terus salvox sama HP yang saya pegang. Emang udah sifat warna orangen lah yang nyala. Terang dia lebih mencolok dibanding warna gelap, soft, atau netral. Makanya sering dipakai di barang lain yang tujuannya emang narik perhatian kan. Misalnya warna orange di
Speaker A
traffic con ini sangat mencolok ya atau rompi safety kayak gini kalau enggak warna orange ya biasanya rompi-rompi ginian kan warna hijau stabilo. Warna yang sangat diwaspadain mata. Mau ditutup pakai casing pun warna oren yang ngintip dari jendelanya ini tetap khas.
Speaker A
Nah, buat saya yang gak pengen narik banyak perhatian pas lagi di luar maunya ngilang kayak bunglon aja, desain iPhone orangen ini justru sangat-sangat kebalikan. Justru dia ini kayak merak yang pamerin bulunya buat narik calon pasangan. Teman yang udah tahu kalau
Speaker A
saya pasti punya iPhone baru, mereka tetap komen pas lihat HP ini, "Wis, oren-oren iPhone baru." Ya, kalau tujuan Anda beli iPhone 17 Pro biar dilihat orang, varian Cosmic Orange ini benar-benar kena khas. Makanya tetap kami pilih biar kontennya kerasa lebih
Speaker A
nendang ngikutin tradisi channel juga. Tiap ada iPhone baru, warna yang dipilih selalu yang baru, yang fresh. Jadi, ya saya udah tahu resikonya iPhone baru pasti narik perhatian. Tapi gak nyangka kali ini sekuat itu. Kalau Anda pilih warna lain yang lebih kalem, misalnya
Speaker A
biru tua atau si ganteng silver ini tetap lumayan mudah juga buat tahu kalau ini iPhone Pro baru gara-gara frame kamera jumbo ini beda dari iPhone-iPhone lain. Apple sukses bikin desain yang jelas kalau ini iPhone paling baru yang kelasnya paling tinggi. Material bodynya
Speaker A
juga baru, tapi sebenarnya lama ya. Enggak pakai titanium yang begitu kuat, begitu ringan, begitu pro lagi. Dia justru pakai bahan aluminium yang dari dulu udah dipakai varian basicnya. Bahan yang feel pas pegangnya itu enggak sekuat, seringan, atau semewah titanium.
Speaker A
Tapi aluminium diklaim 10 kali bukan 20 kali lebih bagus dibanding titanium buat nyebarin panas biar HP-nya lebih cepat dingin. Jadi, ada plus minusnya.
Speaker A
Strukturnya juga dibikin unib alias semuanya nyatu. Gak ada sambungan-sambungan lagi biar lebih solid dan sebaran panas lebih total.
Speaker A
Semuanya dari aluminium kecuali bagian punggungnya. Ini tetap pakai bahan kaca biar sistem MagSafe dan wireless charging bisa tetap jalan. Soalnya kalau bodinya full metal enggak bisa. Buat saya pribadi juga lempengan kaca di belakang ini bikin desain HP-nya jadi
Speaker A
lebih bagus sih. Kerasa ada variasinya. Terus pertanyaannya, tentu emangnya iPhone 17 Pro ini sedingin apa sampai Apple ninggalin bahan titanium yang 2 tahun lalu di-hype habis-habisan?
Speaker A
Jawabannya lumayan dingin. Kita bandingin sama iPhone 16 Pro deh buat ngerekam video yang berat 4K 120 fps selama 10 menit udah berasa bedanya.
Speaker A
Selisih sampai 4 derajat. iPhone 17 Pro 41 derajat. 16 Pro udah 45. Pas udah 15 menit jaraknya makin ngelebar sampai 6 derajat. iPhone 17 Pro panas biasa di 42 sampai 43 derajat. iPhone 16 Pro udah panas sakit sampai 49 derajat.
Speaker A
Genshin Impact setting highest 120 fps. Kita diamin aja selama 20 menit biar adegannya sama. iPhone 17 Pro bisa kasih hasil yang lebih adem. Bedanya bisa sekitar 1 sampai 2 derajat. Dan kalau dimainin performanya juga lebih mulus yang iPhone 17 Pro. Bahan aluminium unib
Speaker A
beneran wangi sih. Plus ada support dari sistem vapor chamber juga. Ini sistem cooling yang baru di Apple tapi sebenarnya udah lama ada di Android.
Speaker A
Enggak masalah maetat apa, saya mah selalu nyambut ya kalau brand HP. Niat bikin HP mereka jadi lebih dingin, pegangnya lebih enak, sistem lebih stabil, enggak mudah nge-lag, baterai jadi lebih awet. Prosesor juga bisa ngegas lebih yakin. Misalnya di 3D Mark
Speaker A
Stress Test ini aplikasi benchmark buat ngegas prosesor HP selama 20 menit. Suhu dan skor stability-nya sama-sama aja, panasnya sama kali ini. Tapi kalau lihat skor performa yang bisa dikeluarin, iPhone 17 Pro jauh lebih tinggi, lebih kencang sampai 30%. Mau tanya AnTuTu mau
Speaker A
tanya Geekbench, semuanya sepakat kalau chip A19 Pro di iPhone baru ini jauh lebih kencang. Tanya CapCut juga sama, speed rendernya jelas lebih cepat selesai di iPhone baru. Malah kalau kita aktifin mode AI rendering yang katanya bisa bikin video lebih smooth dan
Speaker A
lain-lain, selisihnya lebih jauh lagi. Jadi, semoga jelas ya faedah dari power dan cooling di iPhone 17 Pro ini lebih kencang tapi bakal paling berasa kalau Anda pakai buat kerjaan yang seberat-beratnya, kerjaan yang pro sesuai namanya. Kalau iPhone ini cuma
Speaker A
dipakai main sosmed atau main game atau rekam video edit bentar di resolusi full HD doang atau 4K 60 fps semenit, 2 menit, 5 menit doang buat kerjaan standar, iPhone 17 Pro ini bakal berasa sama-sama aja kayak iPhone Pro kemarin
Speaker A
yang masih sangat-sangat mulus. Mungkin yang lebih berasa upgrade malah bagian layar ya yang sekarang makin bening, warna kerasa makin pekat lagi walaupun panelnya sama. Soalnya dia udah upgrade pakai coating anti refleksi di kacanya buat ngurangin bayangan yang mantul di
Speaker A
layar. Efeknya real, lebih lezat di mata. Sisanya ya beda-beda dikit sih. Brightness ada naik-naik dikit, kaca lebih keras dikit. Resolusi tetap sama.
Speaker A
Udah kualitas top global. iOS 16-nya pun nyenengin buat dilihat. Ada efek liquid glass yang bikinnya benar-benar niat.
Speaker A
Efek kacanya itu seru. PR Apple tinggal soal AI-nya aja yang sampai sekarang tetap jelek ya buat AI Eraser di foto yang simpel aja masih hancur kok. Lanjut soal upgrade yang pasti bakal dirasain gimanapun tipe usernya. Mau user berat,
Speaker A
mau user casual. Baterainya kapasitasnya naik dari 3.500an, 3.500 ya dulu ya, 3.500an mAh di iPhone kemarin. Ke sekarang hampir 4.000.
Speaker A
Kedengarannya tetap kecil sih, tapi upgrade yang kerasa kecil ini bikin HP-nya saya quote testimoni Iqbal.
Speaker A
Presentasenya lama banget turunnya. Sehari dipakai enggak ngecas, malam masih sisa 15 sampai 20%-an. Feelingnya sama kayak iPhone 13 Pro Max di masa primanya. Dibilang mirip kayak Pro Max.
Speaker A
Itu prestasi buat iPhone Pro yang kecil. Bukti kalau sistemnya makin efisien daya juga. Soal speed ngecasnya juga mantap.
Speaker A
Sekarang udah lebih ngebut, udah support up to 40 watt. Kalau pakai charger yang cocok, baru colok 20 menit udah masuk 50%. Itu loncatan yang bagus dari iPhone 16 Pro yang butuh 30 menit buat ngisi 50%. Kalau lagi buru-buru beda 10 menit
Speaker A
itu berasa ya. Kalau selama saya pakai 16 Pro ini emang kadang ngerasa ngecasnya terlalu santai. Buat kamera depannya juga, saya sangat-sangat nge-fans sama sensor kotak ukuran jumbonya. Nah, selain bikin framing jadi lebih luas dan lebih fleksibel, orientasinya bisa kita atur suka-suka
Speaker A
walaupun posisi pegang tetap sama. Kualitas foto dan videonya juga lebih bagus dari iPhone 16 Pro.
Speaker A
Ini upgrade nyata yang langsung kelihatan ya bedanya iPhone 17 Pro dan iPhone 16 Pro. Kalau dibandingin gini buat video pun si 17 Pro bisa lebih lebar.
Speaker A
Yah, ini enggak perlu banyak dilihat. Dekat-dekat pun udah berasa naiknya. Beda sama kualitas kamera belakang yang banyak diiklanin Apple sih. Cuma ya kita bahas sekarang. Terutama buat kamera zoom-nya yang punya tagline jauh lebih dekat. Tagline yang bagus ya. Saya
Speaker A
kirain zoom-nya bakal jauh lebih bagus upgrade-nya sekencang kamera depan juga. Ternyata tetap berasa mirip kayak iPhone 16 Pro. Kalau mau dilihat detail banget bedanya baru kerasa. Tapi enggak jomplang, enggak seheboh iklannya lah yang bangga-banggain mode zoom 8 kali.
Speaker A
Sementara buat kamera uta
Speaker A
netral juga udah dominan di sosm. Bisa dibilang kebanyakan postingan-postingan di IG apalagi account luar negeri itu tangkapan kamera iPhone. Jadi mata kita kayak udah dibiasain.
Speaker A
Kalau buat kualitas videonya sendiri ya ini iPhone lah ya. Salah satu yang bikin iPhone sangat keren, sangat dipercaya orang. Enggak pakai ribet, itu ada di kualitas perekaman videonya. Nah, si iPhone ini zoom out, zoom in, terus zoom in lagi. Zoom in banget lagi-lagi.
Speaker A
Enak banget ngelihat hasil video dari iPhone, dari suaranya, stabilnya, konsistensi lensanya sangat bisa diandelin. Mau kita upload ke sosm juga hasilnya enggak perlu kita pusingin apakah dia bakal keekompres banget atau enggak.
Speaker A
Kalau pengen cari aman emang iPhone sih kalau soal video. Wah. Sayangnya ini Anda bisa lihat sendiri reputasi soal penyakit video malam yang tetap banyak flare, banyak pantulan cahaya, lampu bulat-bulat. iPhone 17 Pro masih punya. Kalau ini bisa hilang, saya
Speaker A
bakal ganti sih. Jadi gitu ya alasan saya tetap pakai iPhone 16 Pro. Bukan karena iPhone 17 Pro-nya jelek, tapi sayanya aja yang ngerasa enggak tergerak. Rasanya masih kurang cocok.
Speaker A
Bagian yang upgrade-nya kencang kayak desain yang lebih menarik mata malah kurang pas buat saya. Suhu yang lebih dingin semuanya suka. Tapi pola pakai saya enggak terlalu berat. Banyakan cuma buat foto bentar sama rekam video 1 2 3 menit. Selisihnya enggak terlalu
Speaker A
jomplang. Apalagi kualitas foto sama videonya juga berasa mirip-mirip aja sih. Bagian yang lemah malah gak diberesin. Jadi mending saya tetap setia aja buat sekarang. Soal baterai awet, ngecas lebih kencang, kamera depan lebih lebar, itu upgrade real saya suka. Tapi
Speaker A
menurut saya lebih kepakai oleh Windy. Menurut dia, warna orange di iPhone 17 Pro ini juga lumayan bagus, mudah ketemu kalau misalnya nyelip di jok mobil atau di mana gitu. Dia juga suka jadiin iPhone ini buat ngelengkapin flip dia
Speaker A
yang kameranya jelas di bawah iPhone. Jadi, iPhone 17 Pro tetap iPhone yang statusnya terbaik, tapi yang terbaik belum tentu yang paling cocok. Apalagi kalau Anda cari yang paling value. Udah ada iPhone 17 polosan ini yang udah kita review juga. Like kalau suka dengan
Speaker A
video ini, dislike kalau enggak suka. Kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yo, yang warna biru belum pernah lihat loh. Belum pernah? Bagus. Bagus. Tapi enggak selangka putih ini ya. Paling langka ya.
Speaker A
Imbang bimbang. Bimbang biru sama putih. Oh.
Topics:iPhone 17 Proreview iPhoneCosmic OrangeApple Indonesiaperforma iPhonekamera iPhone 17 Probaterai iPhonependinginan iPhonechip A19 Prodesain iPhone











