Skip to content

Standar HP Midrange aman di 2026... TECNO POVA 8 Pro!

Review lengkap Tecno Pova 8 Pro dengan desain gaming, spesifikasi mumpuni, dan harga naik signifikan di 2026.

Key Takeaways

  • Harga Tecno Pova 8 Pro naik signifikan, mendekati kelas 6 juta rupiah, menuntut kualitas dan fitur yang lebih baik.
  • Desain dan fitur gaming menjadi nilai jual utama, termasuk layar AMOLED 144Hz dan Live Matrix LED.
  • Performa gaming didukung oleh Mediatek Dimensity 7400 Ultimate dan chip grafis tambahan untuk interpolasi hingga 144 FPS.
  • Kualitas kamera cukup baik dengan sensor Sony dan OIS, cocok untuk pengguna yang butuh kamera stabil di kelas menengah.
  • Kelengkapan paket penjualan cukup lengkap, namun kualitas kabel bawaan perlu diperbaiki untuk pengalaman pengisian daya lebih nyaman.

What the video covers

  • David mengulas seri terbaru Tecno Pova 8 Pro yang kini masuk pasar dengan harga sekitar 5,5-6 juta rupiah, naik hampir dua kali lipat dari generasi sebelumnya.
  • Desain HP ini unik dengan tema gaming, dilengkapi fitur Live Matrix LED di bagian belakang yang menampilkan animasi notifikasi.
  • Spesifikasi utama meliputi prosesor Mediatek Dimensity 7400 Ultimate, RAM 8GB, penyimpanan internal 256GB, layar AMOLED 144Hz, dan baterai 6500 mAh dengan pengisian 45W.
  • Kamera utama menggunakan sensor Sony Lytia 700C 50MP dengan OIS, serta kamera ultrawide 8MP, mendukung kualitas foto dan video yang stabil.
  • HP ini memiliki sertifikasi IP69K, Dolby Atmos, dan beberapa fitur tambahan seperti Tecno P1 Graphic Chip untuk gaming hingga 144 FPS.
  • Isi kotak lengkap dengan casing karet bumper, charger 45W, kabel USB Type-A ke Type-C, dan SIM ejector, walau kabel bawaan terasa kurang nyaman saat dipasang.
  • Desain bodi berwarna Tundra Green dengan sentuhan warna hijau army yang halus dan ornamen khas gaming yang kompleks dan menarik.
  • Fitur tombol tambahan dan sensor sidik jari dalam layar memberikan pengalaman pengguna yang baik, meski ada beberapa tombol yang fungsi pastinya belum jelas.
  • Benchmark Antutu menunjukkan performa yang stabil di kisaran 800-900 ribu poin, sesuai dengan prosesor yang digunakan.
  • Perbandingan dengan Tecno Camon 50 Pro menunjukkan bahwa Pova 8 Pro tetap mempertahankan karakter allrounder dengan keunggulan gaming dan desain yang berbeda.

Answers

Questions about this video

Berapa harga perkiraan Tecno Pova 8 Pro saat video ini dibuat?

Harga perkiraan Tecno Pova 8 Pro sekitar 5,5 sampai 5,999 juta rupiah, naik hampir dua kali lipat dibandingkan generasi sebelumnya.

Apa keunggulan desain Tecno Pova 8 Pro dibanding HP lain di kelasnya?

Desain Pova 8 Pro unik dengan tema gaming, dilengkapi Live Matrix LED yang menampilkan animasi notifikasi dari titik-titik LED di bagian belakang, memberikan kesan gaming yang kuat dan berbeda.

Bagaimana performa gaming dari Tecno Pova 8 Pro?

Pova 8 Pro menggunakan prosesor Mediatek Dimensity 7400 Ultimate dan Tecno P1 Graphic Chip yang mendukung gaming hingga 144 FPS, memberikan performa gaming yang mulus di kelas menengah.

Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:00
Speaker A
Halo guys, David di sini, dan kita bakal cobain seri HP andalan lagi nih, Tecno Pova Pro.
00:06
Speaker A
Sekarang udah seri ke-8 aja. Beberapa tahun terakhir, seri Pova Pro selalu ngebikin judul yang seru ya.
00:13
Speaker A
Lamatin pasar HP, paling ditunggu, harga kocak. Dia konsisten, ngasih kita perasaan cukup, hampir bagus di semua bagian, dan harganya sangat masuk akal.
00:24
Speaker A
2 juta gede, atau mentok-mentok 3 setengah jutaan lah. Tapi tahun ini, tentu ceritanya udah berubah ya.
00:31
Speaker A
Harga HP naik gila-gilaan, dan semua kena, termasuk Pova 8 Pro ini. Pas video ini dibuat, saya belum tahu harga pastinya ya.
00:40
Speaker A
Belum ada info resmi, tapi dapat bocoran kalau kisarannya sekitar 5,5 sampai 5,999 juta. Kepala 5 lah.
00:49
Speaker A
Ehh... Itu naik hampir 2 kali lipat dari Pova Pro kemarin ya. Pedih sih, harganya udah selevel kayak Tecno Camon 50 Pro, yang jadi pilihan saya buat video rekomendasi kemarin.
01:01
Speaker A
Kalau ada Camon sebagus ini, dan stoknya masih lumayan mudah buat dicari, ngapain pilih Pova?
01:08
Speaker A
Kita cobain dulu yuk. Jangan-jangan Pova ini punya senjata rahasia sampai harganya segitu, atau sesimpel, ya emang mahal aja karena harga komponen yang naik terus.
01:18
Speaker A
Camon ini kan umurnya juga udah setengah tahun, jadi dia lumayan bisa nahan harga. Masih pakai stok komponen awal tahun, yang harganya itu lebih murah.
01:28
Speaker A
Kita lihat dulu si Pova ini dari kotaknya, yang sudah menggelap ya, biar ada kesan-kesan gaming gitu.
01:35
Speaker A
Ada hitam, merah, dan ada pola titik-titiknya ala-ala LED di bagian belakang ini. Jadi salah satu fitur utamanya, ini namanya Live Matrix, jadi ada notifikasi atau animasi lucu-lucu.
01:51
Speaker A
Yang terbuat dari titik-titik LED. Nanti kita lihat aksinya kayak gimana. Di sini juga serba titik, terus di bawahnya nggak ada, tapi 5G-nya juga dititikin semua.
02:03
Speaker A
Jadi berasa jualan LED gitu HP ini. Di pojok kiri atas ada Tecno, di bawahnya ada siluet dari bentuk kamera, yang lumayan khas Pova sih.
02:15
Speaker A
Nggak banyak HP yang pakai model desain yang beginian. Di saat HP-HP nggak terlalu kreatif, modelnya cuma lurus aja atau bobok-bokaan, si Pova ini emang dari dulu unik sih, agak gaming-gaming gitu.
02:27
Speaker A
Terus ada Pova 8 Pro, ada 5G-nya, dan di sini ada memori internal 256GB. Lumayan, dan cuma satu varian ini aja ya, 256GB.
02:39
Speaker A
Nggak ada 128GB, nggak ada 512GB. Dan RAM-nya, dia fix juga di 8GB. Tidak ada 16GB ya, ini cuma bokongan lagi-lagi.
02:49
Speaker A
Ini 8GB hardware plus software, cuma 8 yang dihitung. Di bawahnya ada prosesor Mediatek Dimensity 7400 Ultimate, gaming chip with 144 FPS.
03:01
Speaker A
Apakah chipnya spesial Dimensity 7400? Nggak segitunya sih, dia nggak eksklusif HP yang gaming doang.
03:09
Speaker A
Redmi Note yang bukan gaming pakai. Terus Camon 50 Pro ini, dia bukan HP gaming tapi pakai juga.
03:15
Speaker A
Jadi lebih ngarahin orang kalau nyari yang gaming lebih ke sini. Mungkin dari stylenya juga.
03:20
Speaker A
Performanya ya, harusnya sama aja. Kameranya sendiri pakai Sony Lytia 700C, 50MP dengan OIS. Anehnya OIS nggak ditulis di sini, padahal itu lumayan penting sih, lumayan ngaruh sih.
03:32
Speaker A
Di sebelah kiri ada Pova 8 Pro 5G, ada Hi-Res, Hi-Res Wireless, ini segala macam sertifikat, ada logo Corning Gorilla, Dolby Atmos, TUV Rheinland, SGS, terus di kanan ada banyak banget label-labelnya, Tecno AI, Garansi 12V1, ada kerja sama bareng Axis juga.
03:53
Speaker A
Jadi berasa rame ya lencana-lencananya ya. Di bawahnya ada keterangan storage sama RAM yang udah patent, pasti kayak gini buat Pova 8 Pro di Indonesia, dan buat warnanya ada Tundra Green yang kita unbox kali ini.
04:07
Speaker A
Buat spek utamanya sendiri, ada Sony Lytia 700C, OIS, nah di sini baru ditulis ada layar 144Hz, AMOLED, baterai 6500, ngecasnya 45W, IP69K, ada bonus cloud 256GB, dan bodinya juga tipis 7,39.
04:27
Speaker A
Di kecil-kecil ini, dia lebih lengkap lagi speknya, tapi nanti kita coba bareng sambil saya jelasin.
04:34
Speaker A
Kalau dilihat dari speknya, emang dia ngejaga karakter allrounder ya, dari chipnya kenceng, terus dari kameranya juga pakai yang sensor bagus punya.
04:43
Speaker A
Ya udah 6 juta! Kayaknya nggak boleh ada alasan atau deal breaker yang bikin HP-nya langsung jelek ya, jadi kelemahan fatal gitu udah nggak boleh lagi sih.
04:53
Speaker A
Kalau udah 6 juta. Ini spek-speknya tadi banyak banget, rame banget. Ada tambahan Tecno P1 Graphic Chip, ini yang bikin gaming up to 144 fps, itu sistemnya seperti HP Aiku atau HP Poco yang kayak ada chip tambahan buat prosesornya,
05:13
Speaker A
yang ngebantu prosesornya biar bisa interpolasi gaming. Biar rasanya itu lebih mulus. Kita taruh dulu HP-nya di sebelah Pova 8 Polos, ini yang Pro, kemarin ini udah kita unbox, kita lihat dulu isi kotaknya, ada AXIS, ada Qualcomm, ada Tecno 12 Plus 1,
05:30
Speaker A
ada petunjuk pengguna, ada service center, ada casing. Ini casingnya ada bumper-bumpernya di sekelilingnya, ini dari karet yang mungkin...
05:42
Speaker A
Yup! Aman sih, nggak keras-keras banget sih. Eh! Tapi langsung ada sedikit bekas di sini, langsung ada lecet-lecetnya.
05:52
Speaker A
Ini adalah tanda jasa, kalau dia sudah menahan benturan sih. Baru buka langsung lecet. Iya nggak bisa, nggak bisa dilap lagi nih.
06:00
Speaker A
Iya nih, iya. Ada charger 45 Watt yang bobotnya kayak agak nggak terlalu berat ya.
06:07
Speaker A
Terus ada kabel type A to type C, mari langsung kita cobain colok, karena salah satu keluhan saya sama HP Tecno itu, kabelnya itu agak serep ya rasanya ya.
06:18
Speaker A
Coba kita di sini apakah feel-nya sama? Eh jangan sih nih, ke pasangannya aja yang bener nih.
06:24
Speaker A
Mari kita colok. Hmm, masih agak sedikit... Hmm, agak-agak nyangkut dikit sih. Cobain di Fold.
06:43
Speaker A
Iya sih, agak berat kayak agak nyangkut sedikit keras ya. Coba kalau yang... Apa tuh? Yang mahal atau yang bener aja yang bagus.
06:55
Speaker A
Sekarang kita cobain kabel mahalnya Samsung yang ada 5 Ampere dan tebel ini. Iya nih.
07:04
Speaker A
Beda sih, astaga. Kalau ini kabel bagus kita colokin ke Tecno-nya, iya loh, beda loh kayak effortless aja gitu.
07:13
Speaker A
Masuknya snap, tapi tidak... Tek, ada tek, keluarnya plek, enak. Nyangkut, tapi tidak apa ya, tidak harus dikerasin.
07:28
Speaker A
Nah ini kita cobain kabelnya Tecno juga, tapi ini Tecno yang dari laptop kabelnya. Ini kalau dicolok, plek, plek, enak.
07:38
Speaker A
Nyangkutnya itu effortless. Jadi gitu sih, kesaran saya mending kabelnya diganti. Kalau nggak salah Ekbal pernah beli kabel 30 ribuan aja udah bagus, cuma lebih amannya mungkin 50 ribu.
07:51
Speaker A
Tapi kalau bisa, ya Tecno ini dibagusin kali. Terakhir di kotaknya ada SIM ejector, oke.
08:00
Speaker A
Sekarang kita lihat HP-nya, kita buka ya. Wuh ini... Ini cakep sih, dari pantulan warnanya kerasa halus, dan warna hijaunya itu berasa kayak agak sedikit hijau-hijau army, cuma nggak se-hijau itu ya.
08:19
Speaker A
Ini nggak bener-bener hijau ya, kayak ada sedikit sentuhan abu-abunya, jadi nggak terlalu mencolok, agak sedikit misterius-misterius, sedikit ya.
08:32
Speaker A
Tapi saya suka sama desainnya, pas disentuh juga rasanya halus, dan tetap ada karakter Povanya yang pengen tampil beda, yang rasanya kalau dilihat sekilas itu berasa kayak HP gaming ya.
08:45
Speaker A
Soalnya dia ada banyak tulisan-tulisan, ada banyak ornamen, di sini ada Pova, ada garis, ada sok-sokan murmur di belakang sini, yang sebenarnya cuma hiasan aja.
08:57
Speaker A
Ada lambang panah, tapi nggak tahu menunjuk ke mana, ini menunjuk ke pojokan saja, jadi ya itu ornamen ala gaming yang penting rame, yang penting banyak tulisan biar kelihatan kompleks.
09:09
Speaker A
Ada tulisan kecil-kecil, desain ini, seharusnya desain sih, dari jauh emang nggak terlalu jelas, desain by Tecno, terus ini ada apa lagi tulisannya?
09:18
Speaker A
Tecno P1, oh P1 Graphic Chip, yang tadi saya bilang buat interpolasi, sama baterainya 6500 mAh, Mega Battery.
09:28
Speaker A
Di atasnya ini ada kamera utama 50MP, sensor LED T700C dengan OIS, terus bawahnya ada kamera ultrawide, ini dia 8MP, dan ada LED flash, plus ada LED layar Live Matrix, yang bisa muncul animasi-animasi dari titik-titik.
09:48
Speaker A
Sama sekitarnya juga banyak hiasan titik-titik ya, kelihatan ada tekstur agak bergerigi, tapi sebenarnya dia polosan semua, jadi semuanya kerasa mulus.
09:59
Speaker A
Di sebelah kanan ada tombol yang saya belum tahu fungsinya apa, nanti kita cobain, ini mungkin kamera, atau buat shortcut, tapi bukan kamera island, eh kamera island, ini kamera kontrol, saking nggak kepakenya, kamera kontrol di iPhone cuma buat shortcut aja,
10:14
Speaker A
jadinya agak lupa namanya. Terus ada tombol power yang ada tekstur dan warnanya berbeda, ada tombol volume, di atas ada IR Blaster, mikrofon.
10:30
Speaker A
Di bawah ada SIM tray yang masuk 2 kartu SIM, tidak bisa masuk microSD lagi, dan di sebelahnya ada mikrofon, port type C, sama speaker lagi, jadi dia stereo.
10:44
Speaker A
Feel pegangnya nggak berasa super tipis gimana ya, walaupun dia tulisnya 7,36mm doang, tadi 7,39mm ultra thin, tapi karena desainnya dibikin agak kaku, sudut-sudutnya lumayan tajam, bukan melengkung, jadi pas dipegang rasanya nggak setipis HP-HP yang udah agak tipis dan dibikin lengkung lagi.
11:10
Speaker A
Kayak si ini, si Camon ini. Ya rasanya lebih tipis karena dibikin melengkung. Sip! Jadi ini adalah penampilan paling awal dari TecnoPova 8 Pro 5G.
11:22
Speaker A
Yang pilihan wallpapernya saya nggak suka karena ada efek vignette, vignette yang artinya di sekitarnya itu ada gelap-gelapnya gitu.
11:32
Speaker A
Ini berasa layar jelek sih, karena layar yang jadul atau yang nggak terlalu bagus, sekitarnya emang ada bayangan-bayangan hitam gitu, dan wallpapernya bikin feelnya nggak enak aja liatnya.
11:43
Speaker A
Kita pilih di sini... Eee... Nah ini lebih clean, lebih oke sih. Ini ada AI Doodle juga sebenarnya lucu sih.
11:51
Speaker A
Kita pake yang pink aja lah biar lebih seru, lebih colorful, yes! Yang langsung saya sadarin pertama kali dari layar Pova 8 Pro ini, dia kualitasnya beda jauh dari Pova 8 polosan, yang kemarin kita bahas dan banyak yang kurang suka emang sama layarnya,
12:12
Speaker A
karena ini HP 4 jutaan tapi desain layarnya masih tebel aja di bagian dagu sama kualitas layarnya, panelnya juga masih IPS bukan AMOLED, dan brightness Pova 8 Pro juga lebih mantap, dia udah jelas walaupun kita pake di bawah sinar matahari,
12:28
Speaker A
jadi layarnya udah mantep sih. Kacanya juga pake Corning Gorilla Glass 7i, dia resolusinya 1.5K, terus ukurannya 6.78 inci, 144Hz, jadi dari layar HP ini sudah cakep, beda dari versi polosannya.
12:47
Speaker A
HP ini juga tentu udah punya NFC, dia tahan air juga IP69K, tadi IP68 udah punya aman kalau tidak sengaja kecemplung, gyroscope udah pasti ada, terus tadi disini ada IR blasternya, dan fingerprintnya juga dia maksimalin panel AMOLEDnya, biar fingerprintnya di dalam layar.
13:09
Speaker A
Saya masih pusing liat icon ini, ini settingnya yang gambar, ah ini dia setting, ini icon customantechno, tapi nggak terbiasa sih ngeliatnya.
13:20
Speaker A
Finger, ini mesin geternya juga mantep, jadi waktu kita ngetik, kerasa tak tak tak tak, bukan geter geli-geli lagi, fingerprintnya udah dalam layar.
13:31
Speaker A
Ini kita mau add fingerprint, nah ini juga pas kita tekan fingerprintnya, tak tak tak tak, wah ada feedback yang mantep, bukan zung zung zung, nge nge nge, ini kan tak tak, nah enak nih.
13:48
Speaker A
Kalau kita mau aktifin, nah... Oke, ini fiturnya udah banyak, sekarang kita cobain si Live Matrix, ini yang banyak dipamerin di kotaknya Live Matrix, jadi ada animasi-animasi, ini play ya, terus ada Pova, kita bisa custom semuanya, Matrix Fun Custom Light
14:09
Speaker A
ada Flip to Flash, Start Game, Musik, ini lumayan banyak sih. Kita cobain 3 aja kali, yang custom dulu.
14:17
Speaker A
Di sini kita bisa gambar sendiri, apa ya? Bisa bikin Apple nggak sih ini? Set set set nah gini lah ya, nah oke lah.
14:29
Speaker A
Oke, kira-kira gini lah ya, kalau delete, wah ke delete semua! Kirain bisa delete 2 dot gitu, eh bisa nih, ini harusnya ini ya, ini nih, iya nih, iya ini lambang pengapus ini, undo ada, tapi nggak bisa diteken, di reset.
14:46
Speaker A
Oke, Apple tuh daunnya di sini, hop hop, gini oke. Oke, hayo David SSN, sama kayak Iqbal juga SSN dia, mana ini?
15:01
Speaker A
Saya Sarjana Sonia, Sarjana yang sudah lama tidak di saya ingat, ternyata saya punya gelar itu ya, SSN, SSN kan?
15:12
Speaker A
Iya deh. Oke, tapi ini kok kayak strawberry, eh kurang ini nih dikit, nah, ini, eh kayaknya nggak, kayak...
15:26
Speaker A
oke hapus, nah bisa hapus, oke ini bisa, nah gini aja sih, iya sih, kayak cherry juga sih sebenarnya, cuma alasan Steve Jobs bikin Apple itu kegigit, emang karena dia nggak pengen orang kirain itu lambang cherry, jadi kalau kegigit tuh kayak lebih Apple gitu katanya,
15:46
Speaker A
itu sedikit sejarah soal dia. Iya ini daunnya miring, ini daunnya lurus, nggak apa-apa itu parodi, parodi, padahal nggak bisa ya.
15:54
Speaker A
Nah, kalau kita hidupin di sini, tarang! Wih, dia bisa sampai 3 menit kalau kita hidupin pakai widgetnya, jadi dari belakangnya itu kita taruh aja di cafe, dan so-soan nggak tau biar orang lewat, wih!
16:08
Speaker A
Kalau udah nonton GadgetIn sih tau itu Pova, oke. Terus ada Matrix Fun, di sini biar ala-ala main game, kita bisa bikin ala battle, bukan battle flip kayak gini sih, tapi battle yang puter buat nunjuk orang kayak lagi main game ngumpul-ngumpul,
16:25
Speaker A
atau si lucky number, kita bisa undi. Pas lagi mati gini kita tinggal shake shake!
16:32
Speaker A
Shake shake! Nah, terus? Sekali lagi ya, shake shake! Nah, wih! Dia bakal ngerandom pilihin nomor.
16:44
Speaker A
Oke, ini fitur yang lucu sih, mirip kayak Nothing Phone, pertama kali dia pakai sistem Glit gitu, dia ada LED-LED di belakangnya, cuma karena Nothing Phone tidak masuk, jadi pas teknokasi rasanya jadi ada penggantinya aja, dan nggak kalah bagusnya sih rasanya.
17:03
Speaker A
Ada masih banyak lagi fungsi-fungsinya, ada charging juga, ada berapa persen, mari kita coba ya.
17:10
Speaker A
Ada timer dan lain-lain. Sambil nunggu Iqbal ambilin powerbank, ini saya mau tunjukin LED Alive Matrix di Pova 8 Polos.
17:18
Speaker A
Kecil ya, cuma tetap berfungsi juga. Kita cobain, agak nyangkut, nah oke. 54%, tapi dia mati akhirnya.
17:29
Speaker A
Saya teken HPnya pun kayak mau ngecek, nggak bisa ya. Padahal dia lagi ngecas. Sayang sekali.
17:36
Speaker A
Lanjut ke misteri tombol di bawah sini, kalau kita tekan apa yang terjadi? Long press to open.
17:44
Speaker A
Oke. Wih! Oh buat buka kamera. Harusnya kita bisa custom ya. Ini ada namanya one tap button, dan animasinya seperti yang di iPhone, oh iya ini long press bisa buat buka kamera, bisa buat recording, custom juga bisa, mau pake aplikasi apa,
18:02
Speaker A
cakep, dan buat mute, atau screen record juga bisa, bisa langsung. Tapi nggak ada itu ya, double click, atau berapa kali klik, dia cuma long press aja fungsinya.
18:15
Speaker A
Ya jadi fiturnya banyak, saya sangat apresiasi, Tecno berusaha ngasih nilai plus lah, di saat harga komponen kayak RAM, dan itu tidak bisa ditawar.
18:25
Speaker A
Jadi fitur-fitur tombol gini kan nggak kepengaruh sama harganya, cuma rasanya masih kurang maksimal aja.
18:32
Speaker A
Kalau bisa bikin 3 jenis shortcut, jenis double tap, atau long press, atau tekan sekali terus tahan, bisa shortcut yang berbeda, itu bakal keren banget.
18:42
Speaker A
Sama Live Matrix tadi, masih ada beberapa yang bisa diupdate, biar lebih lama aja disininya.
18:49
Speaker A
Oke, sekarang kita cobain bagian speaker dulu kali ya, baru performa. Karena performa Dimensity 7400, udah lumayan ketebak sih.
19:01
Speaker A
Ramenya oke, nggak terlalu kenceng banget, tapi udah cukup. Hmm... Wah, nendangnya bassnya juga dapet, tapi rasanya masih kurang jernih aja, nggak sebening itu.
19:16
Speaker A
Nggak masalah, tapi nggak wow banget, standar aja. 7.5 lah. Iya sih, dia bisa rame, tapi nggak terlalu bening-bening banget.
19:28
Speaker A
Sekarang soal benchmark, oke, Antutu Benchmark, dia mendapat biasanya... 800-900 ribu, iya sih Dimensity 7400, emang seperti ini sih.
19:42
Speaker A
Ini, iya, dia seperti ini skornya, RAMnya 8GB, GFS 2.2, udah cukup buat sekarang, dan spek yang sangat mid-range.
19:53
Speaker A
Bukan 12GB, bukan 512GB, bukan 128GB, bukan 6GB. Di tengah banget spek dari ini. Ini pake Franco, rame, dan performanya sih udah aman, bisa sampe 120 fps, walaupun tidak bener-bener mus, ada sedikit dip-dipnya.
20:13
Speaker A
Langsung naik lagi sih ke 120 fps. Oh, bentar, aku masuk dulu nih. Lompat. Lagi, pantul lagi, pantul lagi.
20:22
Speaker A
Oke, itu ke belakang buat... Oh oke. Iya, langsung serobot belakang. Hmm dapet. Full-T udah.
20:38
Speaker A
Oke sip. Wiss wiss wiss! Ah! Tawas tawas mantul. Ah ah! Stop stop stop. Mari kita gensin.
20:55
Speaker A
Oh iya, ini baterainya 6500 mAh ya. Lumayan gede, tapi dia nggak segede Pova 8 Polos, karena Pova 8 Polos ini dia 8000 mAh, pas dipegang juga beratnya berasa beda, ini 180an gram aja, ini udah 200 gram.
21:13
Speaker A
Jadi yang diunggulkan, emang sangat spesialis sih si Pova 8 Polos ini. Tapi 6500 mAh juga udah gede.
21:22
Speaker A
Dan lanjut langsung kita. Ini lagi di mana ini? Wow wow. Wow wow oke. Oke.
21:32
Speaker A
Pak. Iya, musiknya kayak Harry Potter gitu. Ini lagi eksplorasi. Hmm, di map baru. Jadi banyak kroco-kroco warna ijo.
21:47
Speaker A
Iya iya iya. Sekali-sekali kita lawan boss baru. Ini kalau dari warna-warnanya, ungu-ungu elektro nih.
21:57
Speaker A
Wow, elektro kasih api kayaknya? Kasih S, oke. Kita kasih ulti-ulti aja. Dan... Oke lumayan.
22:11
Speaker A
Sakit sih, sakit sih, sakit sih, sakit sih. Sakit sih, sakit sih, sakit gak? Sakit gak? Sakit gak?
22:19
Speaker A
Ya ya ya. Untung ada motorcycle. Eh, udah ya? Hah ya. There. Hina semua ya kalau udah lawan roster yang kayak ginian.
22:36
Speaker A
Wah, motoran dong. Buat performanya sendiri, di Genshin bisa 35-45 fps ya. Di sini grafiknya nggak lama-lama banget, karena ada error pas lagi ngetes, cuma selama main 30 menitan dia lumayan konsisten sih buat eksplor map baru.
22:56
Speaker A
Buat suhu juga dia enak di 42 derajat aja setelah main yang lumayan intens lama-lama.
23:04
Speaker A
Ini salah satu keunggulan Pova sih dibanding Camon, karena Pova ini punya 5K Vapor Chamber, sementara kalau Camon nggak segede itu.
23:14
Speaker A
Memang sih kalau mau nyari keunggulan dari Pova dibanding Camon, yang saya rekomen banget kemarin, dia lebih menang soal performa gamingnya daripada si Camon, walaupun prosesornya sama ya, karena sistem coolingnya si Pova sedikit lebih bagus.
23:30
Speaker A
Cuma nggak sejauh itu bedanya, nggak sejauh beda ada kamera tele sama tidak ada kamera tele.
23:37
Speaker A
Kalau ini kan bedanya jelas tuh 3 versus 2. Sekarang kita cobain kameranya. Pova 8 Pro 5G.
23:47
Speaker A
Dia udah punya OIS, jadi kalau soal goyang-goyang harusnya lebih stabil ya. Ini ada bagi.
23:58
Speaker A
Buat hasil fotonya sendiri udah bagus, detilnya oke, nggak mudah goyang juga pas proses motret, warnanya juga cakep, berasa pas nggak kusam, kelihatan natural mau dia di indoor sampe pas malem juga masih narik.
24:13
Speaker A
Tetep kelihatan terang dan saya suka lampu-lampunya bisa rapi. Saya suka kamera utama atau kamera satu kali dari Pova 8 Pro, tapi kalau kita lihat kamera 0.6 kali alias ultra wide-nya, bedanya lumayan berasa ya.
24:28
Speaker A
Detilnya langsung halus dan warnanya juga jadi lebih gelap. Ini tipikal kebanyakan HP mid-range lah.
24:56
Speaker A
Sama kalau mau dibandingin bareng Camon 50 Pro 5G. Yang punya kamera tele foto 3x, kira-kira bedanya kayak gini.
25:05
Speaker A
Ternyata nggak jauh ya. Camon emang lebih tajam, tapi kayak nggak ngaruh gitu. Pova udah cukup tajam kalau di zoom.
25:15
Speaker A
Jadi kamera tele mungkin nggak sepengaruh itu ya. Kayak gini ya, abis itu dilempar ke atas.
25:34
Speaker A
Apa aja deh. Kayak gini. Wah dia kesana kok. Dia kesitu tuh. Depan dia bisa di 4K 30 fps.
26:17
Speaker A
Cuma ini masih goyang ya, agak stabilizer-nya. Ada loh, ada stabilizer dan tetap bisa di 4K 30.
26:26
Speaker A
Walaupun agak sedikit kekrop ya gambarnya. Jadi ruang atau POV-nya sedikit lebih sempit. Cuma ini lumayan bisa tajam dan stabil.
26:37
Speaker A
Saya suka sih sama kamera depan dari Pova 8 Pro ini. Panas banget ini. Coba kamu pegang apa.
26:49
Speaker A
Kesimpulan buat Tecno Pova 8 Pro. HP yang karakternya tetap dijaga ya. Dia bagus hampir di semua bagian alias allrounder yang cakep.
27:00
Speaker A
Dari desainnya dia unik tapi pegangnya bikin happy. Dan bisa di custom-custom lampu gini. Lucu, tergantung kreativitas.
27:07
Speaker A
Dan kalau mau dipakai praktikal buat notif juga bisa. Terus layarnya juga mantep. AMOLED terang dan lain-lain.
27:16
Speaker A
IR blaster, NFC, gyro. Udah ada semua kecuali wireless charging dia belum punya. Baterainya juga gede, 6500 mAh.
27:25
Speaker A
Tadi kita udah lihat fotonya juga. Ternyata kualitas zoomnya nggak kalah dari Tecno Camon yang punya optical 3x.
27:33
Speaker A
Ini lumayan ngejutin tapi menyenangkan buat si Pova. Video-nya juga stabil. Kurangnya paling soal kabelnya tadi yang jadi...
27:41
Speaker A
Ini juga cabutnya agak susah. Hmm why? Hmm, ya itu ini. Terus fitur-fiturnya juga cakep tapi masih bisa dikembangin jadi lebih bagus lagi.
27:53
Speaker A
Dan sisanya saya nggak dapetin kesan banyak kelemahan sih. Dia emang sifatnya kayak tadi, allrounder yang aman.
28:00
Speaker A
Cuma harganya aja udah naik. Makanya HP ini dulu megang banget pas harganya di 3 jutaan.
28:08
Speaker A
Saingannya dikit yang bisa ngasih paket hampir lengkap gini. Tapi sekarang mungkin karena harganya 6 juta, kelasnya udah beda, di harga yang sama kita masih punya banyak pilihan yang sama bagusnya.
28:21
Speaker A
Atau mungkin lebih bagus dari HP ini. Misalnya saya dari tadi nggak stop sebutin si Camon 50 Pro ini.
28:27
Speaker A
Karena emang saya suka. Terus ada Infinix Note 60 Pro si body metal tipis, wireless charging.
28:33
Speaker A
Samsung A57 si Samsung. Redmi Note 15 Pro yang juga allrounder favorit. 4 HP alternatif yang launchingnya udah setengah tahun lebih semua sih.
28:43
Speaker A
Jadi jatuhnya udah agak lama. Dan harganya masih bisa dijaga. Entah sampai kapan stoknya bakal tetep ada ya.
28:52
Speaker A
Kalau masih ada saya suka juga yang itu. Prinsipnya sih kalau mau cari aman masih sama sih.
28:57
Speaker A
Jadi kayak video-video sebelumnya saya selalu bilang kalau belilah HP stok lama. Kalau masih ada.
29:02
Speaker A
Kalau misalnya udah pada abis, harga stok barunya udah ngikutin harga paling baru, mungkin Pova 8 Pro ini bakal menonjol sendiri.
29:11
Speaker A
Bakal kerasa spesial. Mungkin ceritanya bakal mirip ya kayak Camon 50 Pro ini. Dulu saya males bahas HP ini.
29:18
Speaker A
Aje gile! Harganya naik jauh pas dia launching. Tapi 3 bulan kemudian pas saingannya juga udah naik, Camon ini langsung kerasa mantep.
29:28
Speaker A
Makin naik, makin naik. Mungkin Pova 8 juga bakal gitu ya. 8 Pro. Mungkin. Tapi buat sekarang pilihnya standar aja sih.
29:36
Speaker A
Nggak jelek tapi nggak spesial. Pova Pro tahun-tahun kemarin. Oh iya! Buat Pova 8 Pro, Tecno ada ngeluarin edisi spesial collab bareng Tonino Lamborghini ya.
29:48
Speaker A
Katanya selisih harganya nggak sampai 500 ribu. Masa sih? Kok kayak lebih bagus ini ya?
29:55
Speaker A
Kenapa saya nggak unboxing yang ini aja? Saya punya alasan kuat. Buat itu seru. Nanti anda bakal tau kalau udah waktunya.
30:04
Speaker A
Buat sekarang, like kalau suka dengan video ini. Dislike kalau nggak suka. Kita ketemu lagi di video selanjutnya.
30:09
Speaker A
Yow! Kayak beda banget ya. Taraaa!
Topics:Tecno Pova 8 Proreview HP 2026HP gaming midrangeMediatek Dimensity 7400kamera Sony Lytia 700Clayar AMOLED 144Hzbaterai 6500 mAhharga HP naikLive Matrix LEDGadgetIn

Get More with the SozAI App

Transcribe recordings, audio files, and YouTube videos — with AI summaries, speaker detection, and unlimited transcriptions.

Or transcribe another YouTube video here →