Video ini membahas sisi gelap kepemimpinan Soekarno dan perdebatan politik Indonesia pasca kemerdekaan.
Key Takeaways
- Soekarno bukanlah pemimpin tanpa cela, ia memiliki sisi gelap dan ambisi yang mempengaruhi politik Indonesia.
- Sistem demokrasi parlementer di Indonesia pada masa itu menimbulkan ketidakstabilan dan konflik antara presiden, kabinet, dan militer.
- Militer memiliki peran penting dalam politik dan mendukung sistem demokrasi terpimpin yang memperkuat kekuasaan Soekarno.
- Perdebatan antara Soekarno dan Hatta mencerminkan tantangan besar dalam menentukan bentuk negara dan sistem pemerintahan Indonesia.
- Keberhasilan diplomasi Soekarno dalam mengusir Belanda dari Irian Barat menjadi salah satu pencapaian pentingnya.
What the video covers
- Video mengulas persepsi umum tentang Soeharto sebagai diktator kejam dan Soekarno sebagai pemimpin baik, namun menyatakan keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan.
- Soekarno mengkultuskan diri sebagai presiden seumur hidup dan melakukan manuver politik yang merugikan rakyat demi ambisinya.
- Pembahasan sejarah pembentukan RIS dan perdebatan antara Soekarno dan Hatta mengenai sistem negara federal versus kesatuan.
- Sistem demokrasi parlementer membatasi kekuasaan Soekarno, yang sering berseberangan dengan kabinet dan militer.
- Konflik internal militer, termasuk aksi demonstrasi militer pada 17 Oktober 1952 yang menuntut pembubaran parlemen.
- Soekarno mengkritik sistem parlementer sebagai demokrasi impor yang menyebabkan ketidakstabilan politik dan ingin membubarkan partai politik.
- Kekecewaan Muhammad Hatta terhadap Soekarno yang akhirnya mengundurkan diri sebagai wakil presiden pada 1956.
- Peran militer dan Jenderal Nasution dalam mendukung terbentuknya demokrasi terpimpin yang memperkuat posisi militer.
- Soekarno berhasil mengusir Belanda dari Irian Barat melalui perjanjian New York 1962.
- Konfrontasi dengan Malaysia dan dinamika politik yang melibatkan militer, PKI, serta hubungan rahasia antara Angkatan Darat dan Malaysia.
Chapters
- 00:00Pendahuluan dan Persepsi Soekarno dan Soeharto
- 04:15Perdebatan Sistem Negara Federal dan Kesatuan
- 07:28Konflik Militer dan Demonstrasi 17 Oktober 1952
- 11:12Kritik Soekarno terhadap Demokrasi Parlementer
- 14:44Kekecewaan Muhammad Hatta dan Pengunduran Diri
- 21:44Peran Militer dan Demokrasi Terpimpin
- 24:40Diplomasi Soekarno dan Pengusiran Belanda dari Irian Barat
- 31:41Konfrontasi Malaysia dan Dinamika Politik Dalam Negeri
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
[Musik] Bagi sebagian orang, Soeharto adalah pemimpin diktator yang kejam dan Soekarno adalah pemimpin yang baik dan berwibawa yang layak mendapat gelar sang proklamator. Namun, pernyataan itu tidak seluruhnya benar. Jika kita mendalami sejarah, Soeharto tidak seburuk yang kita kira.
Speaker A
Begitu juga Soekarno tidak sebaik yang kita kira. Kedua tokoh ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Memang pencapaian-pencapaian Soekarno sangat banyak, namun Soekarno memiliki sisi gelap. Selama Soekarno memimpin Indonesia, terlebih sejak ia mengkultuskan dirinya sebagai presiden seumur hidup, Soekarno turut melakukan manuver politik yang dinilai merugikan rakyatnya sendiri demi ambisinya.
Speaker A
Seluruh [Musik] [Musik] Diar akan membahas sisi negatif Soekarno. [Musik] [Musik] Bangsa Indonesia dan bangsa Belanda, kedua-duanya akan memperoleh bahagianya. Anak cucu kita angkatan kemudian akan berterima kasih kepada kita. Moga-moga Tuhan yang maha kuasa memberkati pekerjaan kita. Pada konferensi Maj Bundar ini, sekianlah dan terima kasih.
Speaker A
1949, agresi militer Belanda berakhir dan Belanda menyerahkan kedaulatan sepenuhnya kepada pemerintah Republik Indonesia Serikat pada tanggal 19 Desember 1949. Soekarno dilantik sebagai presiden.
Speaker A
RIS di Yogyakarta, ibu kota sementara berada di Yogyakarta dan Soekarno ditahan di sana demi keselamatannya hingga akhirnya pada tanggal 28 Desember Soekarno kembali ke Jakarta. Sejak itulah Republik Indonesia Serikat beribu kota di Jakarta. Namun secara pribadi bagi Soekarno, RIS yang berbentuk sebagai
Speaker A
negara federal sangat bertentangan dengan keinginannya. Pasalnya, negara federal yang terpecah menjadi negara-negara bagian akan sangat rawan dimanfaatkan Belanda bilamana salah satu dari mereka akan melepaskan diri dari Indonesia. Belum lagi rawan juga akan konflik daerah hingga pemberontakan Muhammad Natsir pimpinan
Speaker A
partai Masumi. Begitu juga pimpinan partai-partai lain beranggapan demikian. Atas desakan dan dukungan berbagai pihak, akhirnya tanggal 17 Agustus 19 jadi NKRI atau Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Indonesia kembali menggunakan sistem politik demokrasi parlementer. Sempat hal ini dikritik oleh
Speaker A
wakil presiden Muhammad Hatta. Hatta menginginkan Indonesia menjadi negara federal dengan alasan Indonesia yang sangat luas akan sangat sulit bagi pemerintah pusat untuk membangun ekonominya secara merata dan oleh karenanya akan ada ketimbangan sosial yang sangat tinggi antar satu daerah
Speaker A
dengan daerah lainnya. Sebenarnya perdebatan Hatta dan Soekarno ini sudah pernah terjadi sebelum Indonesia merdeka dan pada akhirnya Hatta masih memaklumi keputusan Soekarno. Merdek telah berkali-kali mengatakan bahwa kemerdekaan nasional bukanlah tujuan ag kitaones Mer tak Bu dan tak lebih
Speaker A
hanar untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Jas Maun roh dalam sistem demokrasi parlementer sebagai kepala negara, presiden Soekarno hanya bertugas membentuk dan memberhentikan kabinet. [Musik] Sedangkan ang bisa bertindak leluasa. Sistem ini telah memberikan batasan-batasan terhadap kekuasaannya dan ironisnya setiap kabinet yang
Speaker A
dibentuk sering berseberangan dengan keinginan Soekarno dalam penyelesaian Irian Barat serta sanksi ekonomi terhadap Belanda misalnya. Soekarno berseberangan dengan perdana menterinya Muhammad Natsir. Soekarno geram akhirnya pada tanggal 21 Maret 1951 Soekarno memberhentikan Kabinet Natsir. Ironisnya setelah itu selama 2
Speaker A
tahun Soekarno berulang kali merubah kabinetnya dengan alasan para kabinetnya tidak sesuai dengan cita-cita revolusi. Padahal mereka hanya tidak sesuai dengan keinginan pribadi Soekarno. Selain terhadap kabinetnya, militer Indonesia termasuk Angkatan Darat juga berseberangan dengan pemerintah Soekarno. Hal yang akan
Speaker A
melahirkan suatu usaha kudeta militer. Lebih dari itu, segala manuver politik Soekarno yang kian mengkhawatirkan kelak akan membuat sahabatnya Muhammad Hatta kecewa dan bahkan ia rela mengundurkan diri dari pemerintah. [Musik] Soekarno sejak dulu kesatuan militer angkatan darat rawan akan
Speaker A
perpecahan antara angkatan darat XPETA dan Angkatan Darat X Kenil. Sempat Jenderal Sudirman bisa menyatukan mereka, namun pada tahun 1950-an kondisi sudah berbeda. Pada tahun 1952 Jenderal Nasution mengusulkan rekonstruksi dan rasionalisasi Angkatan Bersenjata demi menciptakan kader militer yang modern
Speaker A
dan rencananya mereka akan dilatih oleh militer Belanda. Namun usulan ini ditolak oleh militer XPETA. Akhirnya mereka melaporkan hal ini ke istana. Singkat kisah karena hal itu parlemen pemerintah Soekarno menghentikan kebijakan Nasu secara sepihak. Jenderal Ahmad Nasu pun marah
Speaker A
karena pejabat sipil sudah ikut campur dalam urusan militer. Akhirnya pada tanggal 17 Oktober 1952 satuan militer Angkatan Darat pimpinan Nas mengerahkan moncong-moncong meriam dan tanknya di depan Istana. Aksi ini dilakukan sebagai aksi protes angkatan darat yang geram dengan pemerintah yang terlalu
Speaker A
mencampuri urusan militer. Bahkan mereka mendesak agar presiden Soekarno membubarkan parlemen karena di parlemen ada korupsi. Danu menciptakan politik yang tidak stabil. Namun Soekarno menolak karena jika parlemen dibubarkan dirinya akan dianggap diktator. Tanggal 17 Oktober 1952 sekelompok perwira yang tidak puas
Speaker A
dengan keadaan politik p waktu itu menggerakkan demonstrasi menuntut pembubaran parlemen. Demonstrasi juga digelar di halaman gedung Parang Bantenga. [Musik] Kenapa tidak mau menjadi diktator? Memang sistem parlementer ini mengucilkan keberadaan presiden, namun dengan alasan persatuan dan revolusi Soekarno menolak. Sebagai konsekuensi
Speaker A
akibat tiakan Nasu itu Soekarno memecat Jenderal Nasu sebagai Kepala Staf Angkatan Darat. Hubung dan Soekarno pun membur perang tidak boleh ikut ikut polisi tidak. [Musik] Boleh satu sisi Soekarno sangat tidak suka dengan cara Nas dan di sisi lain sebenarnya Soekarno
Speaker A
menyetujui usulan emban sebk Soekarno in itu. Soekarno ingin kekuasaan lebih untuk revolusi untuk membangun keinginannya. Pada tahun 1955 Arno melantik Jendal Nas k menjadi orang nomor di angkatan darat. Atis hal ini ad angatan darangan celah kes untuk mengritik parada. Tanggal 20 Maret 1956 kabinet Al
Speaker A
Sroaj susunan kabinetunya kepada Presiden Soekarno. Namun Soekarnoah bes karena susunan ini tidak mengikuttakan PKI kabinet. Padahal Kal ituai PKI endaran yang dianggap sebagai Pemilu paling bersih masa 50 tahun menghasilkan Ai besar yang mendominasi parlemen yaitu Partai Nasional Indonesia atau PNI, AI
Speaker A
Islamumi Nahdatul Ulama dan PKI. Benih-benih perebutan kekuasaan antar partai di parlemen pun tercium oleh Soekarno. Akhirnya angal 28 Oker 1956 emud di kritik tajam terhadap sistem parlementer yang dianggapnya menyebabkan ketidakstabilan politik dan menghambat kemajuan bangsa. Bagi Soekarno demokrasi parlementer adalah demokrasi impor yang
Speaker A
tidak sesuai dengan kondisi di Indonesia. Lebih-lebih Soekarno mengatakan seluruh partai politik sama halnya dengan penyakit. Adanya penyakit ini diakibatkan partai-partai yang cakar-cakaran berebut kursi di parlemen. Soekarno ingin membubarkan semua partai dan mencanakan sebuah sistem yang seluruh keputusan serta pemikiran
Speaker A
berpusat di pimpinan negara. Suatu hari kita akan mengenalnya sebagai sistem demokrasi. [Musik] Terpimpin. Pernyataan Soekarno ini dikritik oleh berbagai pihak. Menurut Natsir jika partai-partai politik dibubarkan demokrasi pun turut masuk ke dalam liang kubur dan akan muncul kediktatoran. Lebih dari itu wakil
Speaker A
presiden Muhammad Hatta juga sangat kecewa dengan pernyataan Soekarno. Dalam buku demokrasi kita Bung Hatta mengatakan bahwa ia menganalogikan Soekarno sebagai kebalikan dari Mepistopeles. Jika Mepistopeles adalah seorang yang menghendaki buruk dan menghasilkan sesuatu yang baik maka Soekarno adalah kebalikannya. Menurut
Speaker A
Hatta tujuan Soekarno selalu baik tetapi langkah-langkah yang diambilnya menjauhkannya dari tujuan tersebut. Akhirnya pada tanggal 1 Desember 1956 Muhammad Hatta mengundurkan diri sebagai wakil presiden. Dengan berat hati Soekarno menyetujui pengunduran Hatta dengan hormat. Kini seorang yang dimungkinkan menjadi
Speaker A
rem bagi Soekarno telah lepas dan kini Soekarno sudah memiliki keleluasaan.
Speaker A
bibit-bibit kediktatoran Soekarno mulai [Musik] [Musik] muncul sejak tahun 1950-an kondisi politik dan militer di Indonesia tidak stabil hal ini it di daahah lebibih militer daerahar jawaalu terpinggirkanaingan militer antar daerah Kal itu memang sangat tinggi lebihlebih pembangunan di era
Speaker A
Soekarno Ini dinilai tidak merata hingga keluar Jawa pemerintah Jakarta Han melakukan pembangunan di Jawa saja Jawai Apun dari Jakarta padahal hasil ekspor dari Sumatera Utara menyumbang ke pemerintah Jakarta lebih dari 50% dan Jawa hanya menyumbang sekitar 17% sempat satuan militer devisi dewan
Speaker A
banteng Sumatera mengajukan tuntutan kepada Soekarno namun diabaikan apagi di tahun 1956 Hatta yangwakili suaraar jawaund Dar akhirnya Pada tahun 1957 para militer devisi dewan banteng berkumpul dan menghasilkan piagam Palembang piagam ini berisi berbagai tuntutan seperti mengembalikan Dwi Tunggal Soekarno Hatta penggantian
Speaker A
pimpinan TNI melaksanakan desentralisasi pemerintahan nasional dengan memberikan otonomi luas kepada daerah-daerah larangan terhadap komunisme dan lain sebagemah kabinetanda melakuk peruan dengan mereka namun hasilnya gagal pada tanggal 10 Februari Mereka memberi ultimatum kepada Soekarno lagi-agi diabaikan sebagai akibatnya pada tanggal
Speaker A
2 Maret 1957 di Manado Sulawesi Utara Kolonel Sam mendirikan [Musik] permestabru deklarasikan pemerintah revolusioner Republik Indonesia atau PR RI bersama Burhanuddin harahab Syafrudin Prawira negara Muhammad Nasir Sumitro joyohadii Kusumo dan Asad dari partai PSI mereka menunjuk Safrudin prawiranegara sebagai Perdana Menteri
Speaker A
Permesta pun menyatakan dukungannya terhadap PR RI mendengar adanya Gejolak di Sulawesi dan Sumatera Soekarno sangat marah sebagai presiden Soekarno menganggap tindakan ini dianggap mengancam kesatuan dan integritas negara akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1958 dengan sandi operasi 17 Agustus Presiden
Speaker A
Soekarno memerintahkan Kolonel Ahmad Yani Untuk menumpas pemberontakan prrii Permesta Operasi penumpasan ini berakhir pada tahun 1961 kemudian [Musik] Presiden Soekarno yang mendapat dukungan dari KS Adena sution menyatakan negara dalam keadaan bahaya dan memerintahkan menghadapi pemberontakan daerah dengan kekuatan
Speaker A
militer penumpasan ini hingga saat ini menjadi sejarah yang paling mengerikan bagi warga Sumatera ribuan orang harus tewas akibat penumpasan ini memang gerakan PRRI Permesta Ini mendapat bantuan dari Amerika Serikat namun apapun itu gerakan ini adalah gerakan moral untuk menekan Soekarno
Speaker A
agar kembali kepada konstitusi meski kemudian berkembang menjadi gerakan militer yang tidak mengakibatkan korban jiwa namun Soekarno menumpas prrii dengan darah meski tokoh-tokoh utama yang terlibat kemudian hanya dipenjara [Musik] dari berbagai permasalahan yang terjadi ini Soekarno mulai sadar bahwa sistem
Speaker A
parlementer yang selama ini berjalan tidak cocok dengan kondisi Indonesia saat itu dan baginya demokrasi terpimpinlah solusi yang tepat untuk berbagai permasalahan yang terjadi akhirnya pada tanggal 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden dan secara resmi memberlakukan sistem demokrasi
Speaker A
terpimpin seluruh keputusan ada di tangan Soekarno pada tanggal 5 Maret 1960 Presiden Soekarno membubarkan DPR dan menggantikannya dengan DPR gotongroyong jelas saja anggota di dalam DPR GR adalah orang-orang pilihan Sang Presiden dan pada tanggal 14 Maret berikutnya Presiden Soekarno membubarkan
Speaker A
[Musik] akai-ai soekno dibkan akirnya kediktatoran Soekarno dimulai hal yangakkanamad hat akirnya benarbenar terjadiagi soekarnoara pribadiipun orang mengangap Soekarno diktatorun itu keku [Musik] dan partainya masumi akibatnya fatal pada tanggal 17 Agustus 1960 partai Masyumi begitu juga PSI dibubarkan oleh
Speaker A
Presiden Soekarno dengan alasan mereka terlibat PRRI Permesta revolusi kita menuju lebih jauh lagi daripada itu hampir-hampir saja kita mati ku sama sekali kalau kita tidak lekas-lekas banting se jalan benar kembali Sejak berlakunya sistem demokrasi terpimpin banyak perubahan yang dilakukan
Speaker A
Soekarno kini kewenangan sepenuhnya berada di tangan Presiden Soekarno dan dengan itulah Soekarno memuluskan agenda politik kekuasaannya begitu juga ambisinya [Musik] saya berbicara langsung kepada rakyat rakyat selur Indonesia era demokrasi terpimpin sebagian orang mengatakan era di mana kegelapan itu menyelimuti
Speaker A
[Musik] Indonesia berbeda halnya dengan Soekarno baginya era ini merupakan era kesempatannya seluruh kebijakan yang tersendat sebelumnya akan dilancarkan Pada masa ini hanya saja untuk memperkuat kekuasaannya Soekarno memerlukan kekuatan dari militer angkatan darat dan memang sejak itu Soekarno sudah
Speaker A
menyiapkannya pada tahun 1955 Jenderal Nasution kembali dilantik sebagai kepala staf angkatan darat dan memang benar di balik terbentuknya demokrasi terpimpin di situ ada tangan Nasution bagi Nasution sistem ini menguntungkan posisi militer Selain sebagai alat pertahanan negara yang tangguh militer
Speaker A
kala itu juga bisa aktif dalam politik baik dalam Badan pemerintahan maupun mengontrol perusahaan milik negara meski tidak seluruhnya prinsip ini dikenal sebagai jalan tengah jalan tengah antara peran partai dan militer hal ini hanya terjadi di era demokrasi terpimpin dan
Speaker A
sebagai koreksi atas lemahnya sistem parlementer semua konsep politik ini sama-sama menguntungkan satu sama lain baik Soekarno maupun militer Angkatan Darat hanya saja Soekarno sadar ia tidak akan bergantung pada militer Hal ini dapat dilihat setelah operasi Penumpasan PRRI Permesta sebagian besar militer luar
Speaker A
Jawa yang terlibat di berhentikan dan siapapun yang melawan Nasution akan dilibas habis Tak ada bedanya dengan Soekarno Nasution begitu kuat di dalam militer apalagi semakin hari campur tangan militer dalam perekonomian dan pemerintahan semakin meningkat pada akhir tahun 1959 misalnya para militer
Speaker A
memindahkan orang-orang Cina secara paksa dari desa ke kota selanjutnya sebanyak 119.000 orang Cina dipulangkan ke Tiongkok beruntung Hal ini dapat dicegah oleh Soekarno dengan dukungan PKI kekuatan militer ini bagi Soekarno satu sisi dalam segala Sisi Soekarno membutuhkan militer dan di sisi lain ia
Speaker A
berupaya mencegah upaya kekuatan militer Angkatan Darat untuk melakukan hal itu Soekarno pun mulai mendekati partai-partai yang loyal dengan dirinya salah satunya adalah PKI PKI sangat loyal kepada Soekarno dengan motif kekuasaan sebaliknya Soekarno juga demikian selain kepada militer ia
Speaker A
bergantung kepada PKI sekali lagi kekuatan militer sebagai alat pertahanan negara dan kekuatan PKI sebagai alat untuk menggalang masa dukungan rakyat agar terus mendukung Soekarno pada intinya Soekarno harus menyeimbangkan dua pilar kekuatan ini jika salah satu jatuh baik dari PKI
Speaker A
maupun dari militer akan sangat mungkin kekuasaan Soekarno pun jatuh Soekarno membutuhkan [Musik] keduanya dalam masalah perebutan Iran barat misalnya satu sisnokanit untuk operasi militernya dan di sisi lain Soekarno harus mencegah upaya operasi secara total Kara dikhawatirkan hanya akan meningkatkan
Speaker A
kekuatan [Musik] militer sejak dulu Belanda enggan memberikan tanah Irian Barat kepada Indonesia di era parlementer Indonesia mengalami kebuntuan dalam mengambil tanah Irian bagi Belanda Irian Barat sangat penting sangat jelas kekayaan alam di bumi Irian menjadi alasan rahasia Belanda tak ingin melepasnya namun bagi
Speaker A
Soekarno Irian Barat adalah bagian dari Indonesia karena mereka bernasib sama sebagai wilayah yang dijajah Belanda oleh karenanya dengan cara Apun Soekarno sangat getol ingin merebut Irian dari Belanda berbeda dengan di masa parlementer di masa demokrasi terpimpin Soekarno mulai bersikap ofensif dalam
Speaker A
hal ini Soekarno menggunakan dua cara yakni diplomasi dan perang kampanye untuk merebut Irian Barat pun lebih digencarkan Soekarno Saya ulangi kita bangsa Indonesia sudah untuk dengan jalan apa saja yang halalasukkan dalam wiah kekuasaanblikah tahun ini juga dalam upaya diplomasi dimaksudkan
Speaker A
Soekarno untuk mencegah adanya operasi militer secara total ia mulai bekerja sama dengan Amerika bahkan Soekarno meminjam dana yang cukup besar dan Alista kepada [Musik] Soviet batasi ruang gerak militer pada awal Desember 1961 Soekarno membentuk komando operasi tingkat tinggi atau koti
Speaker A
Soekarno sebagai panglimanya dan Jenderal Nasution sebagai wakilnya dan pada tanggal 19 Desember 1961 Soekarno mengumumkan akan adanya operasi trikando rakyat atau Trikora untuk merebut Irian Barat komando saya dengan tegasnyaalah gagalkan Hei seluruh rakyat Indonesia gagalkan pendirian negara Papua itu Hei seluruh rakyat Indonesia
Speaker A
Kibarkan bendera sang merah putih di Papua di negara Dian Barat itu danap sedialah akan datangnya mobilisasi umum mobilisasi umum yang mengenai seluruh rakyat Indonesia untuk membebaskan Irian Barat sama sekali daripadaenganialisandait angkatan udara dan Angkatan Laut dikerahkan ke Irian
Speaker A
Barat beruntung pertempuran hanya terjadi dalam skala kecil karena di bulan Agustus 1962 melalui perjanjian New York Belanda setuju untuk menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia setelah ia didesak oleh Amerika dan PBB akhirnya Soekarno telah berhasil mengusir Belanda dari Irian Barat
Speaker A
sekaligus membatasi ruang gerak militer ambisinya tercapai kini seakan dia di atas angin satu hal yang pasti sekali lagi demokrasi terpimpinal senjata utama soekarnoain sebagai alat untuk ambisinya hal ini juga digunakan Soekarno untuk membungkam para oposisinya Siapa saja yang menj
Speaker A
[Musik] dis kipun Mereka adalah teman Soekarno sendiri sebagai pemimpin memang Soekarno cakap dalam berpolitik hanya saja serangkaian manu politiknya ini tidak disukai di erras set itu Soekarno sering kali membungkam oposisi dan menangkap siapapun yang mengkritiknya pada tahun 1958 misalnya
Speaker A
kantor berita Indonesia Raya yang dijalankan oleh jurnalis Mukhtar Lubis ditutup paksa oleh pemerintah Soekarno karena dianggap mendukung kelompok PR RI dan Mukhtar Lubis dijebloskan ke dalam penjara tahanan politik di Jakarta Ia mendekam di dalam penjara selama hampir 9 Tahun Lamanya
Speaker A
padahal Ia hanya menerbitkan berita mengenai menteri-menteri Soekarno yang [Musik] [Tepuk tangan] korup selain penulis seperti Mukhtar Lubis pramodia anantatur penulis sekaligus Seniman lekra yang bergabung pada tahun 1958 dipenjara oleh Soekarno ia dipenjara selama setahun karena mengkritik terhadap kebijakanemintah
Speaker A
soekno kepada etnis Tionghoa selain daripada itu imbas dari gerakan PR RI yang berhasil ditumpas oleh pemerintah Soekarno hampir semua tokohnya ditangkap dan dipenjara tanpa pengadilan Muhammad Nasir misalnya setelah ia mengkritik keras demokrasi terpimpin dan terlibat bersama prrii pada bulan Agustus 1961 Muhammad Nasir
Speaker A
dijebloskan ke dalam penjara selama 4 tahun bahkan parttainya masumi dibubarkan begitu juga partai [Musik] [Musik] [Musik] PSI ba mengenai Partai Sosialis Indonesia ini kita cukup nostalgia dengan sosok pejuang 45 yang pernah menjadi perdana menteri di awal kemerdekaan dialah Sutan Syahrir atau
Speaker A
yang dikenal dengan Si bung kecil tak terhitung jasanya terhadap Republik sangat besar namun Soekarno dengan mudahnya memenjarakan Syahrir teman seperjuangannya sendiri 7 Januari 1962 di Makassar terjadi aksi pelemparan bom granat yang mengarah ke Soekarno beruntung Soekarno selamat anehnya pemerintah Soekarno menuduh
Speaker A
Syahir sebagai dalangnya akhirnya pada tanggal 16 Januari 1962 Sutan Syahrir subad Sastro satomo Muhammad Rum dan tokoh lainnya ditangkap dan dipenjara dijaraah [Musik] hingga akhirnya pada tahun 1965 ia diizinkan untuk berobat ke Swiss dan Syahrir menghembuskan naas terakhirnya
Speaker A
di sana sebagai tahanan politik dia suan yang menghuskan naasnya yang terakhir pada usia 57 Tahun karena penyakit tekanan darah dramad hat atas nama sahabat seperjuangan menyakan rasaih dan at kehilangan yang bes ini Nam kehilangan ini hendaknya menjadi cambuk
Speaker A
bagi kita sekalian untuk lebih ulet lagi dalam perjuangan menegakkan keadilan dan kebenar selain Syahrir ada juga salah satu tokoh yang juga sangat berjasa pada Republik dialah Buya Hamka Salah satu tokoh Masyumi sekaligus penulis dan pemikir muslim pada tanggal 27 Januari
Speaker A
1964 Soekarno menjebloskan Buya Hamka ke dalam penjara dengan alasan ia terlibat rapat gelap di Tangerang untuk merencanakan pembunuhan terhadap menteri agama dan Presiden Soekarno serta melakukan kudeta terhadap pemerintah atas sokongan dari Malaysia meski semuanya tidak ada bukti Ia tetap
Speaker A
dipenjara semua penangkapan ini adalah bukti lain daripada kediktatoran Soekarno Soekarno rela menangkap siapun yang sebagai penghalangnya jangankan terhadap orang atau suatu kelompok tertentu Soekarno juga tak segan melibas suatu negara yang dinilai mengancam kedaulatan Indonesia negara yang dicurigai itu tak
Speaker A
lain dan tak bukan adalah tetangganya sendiri yakni Malaysia [Musik] langkah-langkah Presiden Soekarno di era demokrasi terpimpin sangat ambisius ia akan melakukan segala caranya untuk kekuasaan dan ambisinya rakyat yang seharusnya diperhatikan justru dipakai Sukarno sebagai alat ambisinya dengan alasan
Speaker A
revolusi dan kedaulatan [Musik] dalam masalah konfrontasi dengan Malaysia misalnya Soekarno dengan mudah melibatkan rakyat untuk ikut berperang ali-ali membatasi militer dan memberi kesempatan bagi PKI pada tanggal 31 Agustus 1957 Inggris berencana memerdekakan Malaysia Malaysia berencana ingin menyatukan Sabah Sarawak
Speaker A
dan Singapura dalam federasi Malaysia Mendengar hal ini Soekarno kecewa dengan Malaysia Soekarno menilai kemerdekaan Malaysia ini sebagai akal bulus Inggris dalam upaya neokolonialisme baginya Hal ini dapat mengancam kedaulatan Indonesia Soekarno pun menentang pembentukan negara federasi Malaysia sempat Soekarno dan Malaysia
Speaker A
serta Filipina bersepakat untuk menunda pembentukan negara federasi Malaysia namun kesepakatan itu dilanggar oleh pihak Malaysia akhirnya pada tanggal 16 September 1963 Malaysia mendeklarasikan kemerdekaannya dengan pembentukan negara federasi Malaysia yang meliputi Sabah Sarawak dan Singapura Soekarno pun naik pitang akhirnya Presiden Soekarno
Speaker A
menggunakan langkah konfrontasi pada tanggal 3 Mei 1964 Presiden Soekarno mengkampanyekan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mengganyang Malaysia dalam operasi Dwikora dalam rangka politik konfrontasi terhadap proyek neokolonialis Malaysia yang nyata-nyata merupakan ancaman dan tantangan bagi Revolusi Indonesia bantu perjuangan revolusioner
Speaker A
rakyat rakyat Malaya Singapura Sabah Sarawak dan Brunei untuk membubarkan negara boneka [Tepuk tangan] [Musik] Malaysia Upay g fasays perang dan ancaman pun dilakukan berbeda dengan operasi perebutan Irian Barat hal ini Soekarno secara terang-terangan melibatkan rakyat untuk ikut berperang tentunya hal ini
Speaker A
didukung oleh PKI PKI pun melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di Jakarta untuk mendukung adanya konfronti [Musik] denganaysakyatondond per pada tanggal 27 juli kemudian Soekarno mengirim militer dan sukarelawan ke perbatasan pertempuran di perbatasan Malaysia pun terjadi hal ini nasu dan kawan-kawannya
Speaker A
tak cukup akal untuk berkorban hanya demi Soekarno yang dinilai terlalu ambisius sejak awal ya dengan Jenderal Ahmad Yani yang dinilai loyalisnya namun ia tidak sadar Ahmad Yani maupun nasu sama-sama kuatnya membenci PKI lebih lanjut Soekarno mengirim marsal omardani menti angkatan udara
Speaker A
untuk memimpin operasi cemas akan hal itu Angkatan Darat di bawah pimpinan maen Soeharto akhirnya mulai menghalangi konfrontasi dan mengadakan hubungan rahasia dengan Malaysia pertempuran dengan Malaysia dan Inggris di perbatasan tidak mengalami kemajuan dan di Jakarta kondisi politik mulai
Speaker A
semakin memburuk dan [Tepuk tangan] [Musik] kacau akibat operasi Dwikora ini Serta akibat kecerobohan Presiden Soekarno dalam mengelola ekonomi Indonesia hampir mengalami bencana seluruh rakyat kelaparan kehancuran Indonesia sudah di depan mata konflik PKI dan militer semakin hari semakin meningkat Soekarno
Speaker A
pun mulai sakit-sakitan pemerintah Soekarno mulai goyah hal ini dibuktikan dengan terjadinya suatu operasi militer di tahun 1965 yakni G30S peristiwa ini sangat rumit untuk dijelaskan di sini dan oleh karenanya peristiwa inilah yang menjadi satu titik temu kehancuran kekaisaran Soekarno yang
Speaker A
pernah perkasa di zamannya prahara G30S kudeta dan kehancuran kekaisaran Soekarno bukan dibahas di sini lagi-lagi di episode selanjutnya [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik]
Topics:SoekarnoSoehartodiktatordemokrasi parlementerdemokrasi terpimpinmiliter IndonesiaMuhammad HattaRISIrian Baratkonfrontasi Malaysia











