Skip to content
Get App

DIBALIK SUPERSEMAR & KUDETA MERANGKAK - Sejarah Supersemar, G30S, Kerusuhan hingga Kudeta Merangkak

Video membahas sejarah Supersemar, G30S, kerusuhan politik, dan kudeta merangkak yang menumbangkan rezim Soekarno oleh Soeharto.

Key Takeaways

  • Supersemar menjadi alat utama dalam kudeta merangkak yang dilakukan Soeharto terhadap Soekarno.
  • Kondisi ekonomi dan politik yang kacau mempercepat kejatuhan rezim Orde Lama.
  • G30S merupakan titik balik dramatis yang memicu penumpasan PKI dan perubahan kekuasaan.
  • Demonstrasi rakyat dan mahasiswa berperan penting dalam menekan Soekarno.
  • Soeharto memanfaatkan situasi politik dengan strategi bertahap tanpa terburu-buru.

What the video covers

  • Video mengulas peristiwa penting yang menyebabkan tumbangnya kekuasaan Soekarno, terutama peran Soeharto dan Supersemar.
  • Supersemar adalah surat perintah yang menjadi senjata politik utama Soeharto dalam mengambil alih kekuasaan dari Soekarno.
  • Kondisi ekonomi Indonesia saat itu sangat buruk dengan inflasi tinggi dan nilai rupiah merosot drastis.
  • Ketegangan politik antara PKI dan Angkatan Darat memuncak, menyebabkan konflik dan kekacauan di istana.
  • Gerakan 30 September 1965 (G30S) oleh pasukan pro-PKI menculik dan membunuh tujuh jenderal Angkatan Darat.
  • Soeharto mengambil alih pimpinan Angkatan Darat dan memimpin penumpasan G30S serta mengaitkan PKI sebagai dalangnya.
  • Demonstrasi besar-besaran menuntut pembubaran PKI dan turunnya Soekarno, namun Soekarno menolak tuntutan tersebut.
  • Soeharto melakukan langkah politik taktis dengan mengirim utusan meminta kekuasaan sehari-hari diserahkan kepadanya.
  • Supersemar lahir sebagai pintu gerbang bagi Soeharto untuk mengendalikan pemerintahan dan menurunkan Soekarno.
  • Akhirnya, dalam waktu sekitar satu tahun, Soeharto berhasil menggantikan Soekarno sebagai pemimpin Indonesia.

Answers

Questions about this video

Apa itu Supersemar dan mengapa penting dalam sejarah Indonesia?

Supersemar adalah Surat Perintah 11 Maret 1966 yang diberikan Soekarno kepada Soeharto, memberikan kewenangan untuk mengambil langkah-langkah menjaga keamanan negara. Surat ini menjadi alat utama Soeharto untuk mengambil alih kekuasaan dan menurunkan rezim Orde Lama.

Bagaimana peran G30S dalam perubahan kekuasaan di Indonesia?

G30S adalah operasi penculikan dan pembunuhan tujuh jenderal Angkatan Darat oleh pasukan pro-PKI yang memicu ketegangan politik. Peristiwa ini dimanfaatkan oleh Soeharto untuk menumpas PKI dan memperkuat posisinya dalam mengambil alih kekuasaan.

Mengapa masyarakat Indonesia tidak segera menentang kondisi buruk di masa Soekarno?

Masyarakat sebenarnya sudah muak dengan kondisi ekonomi dan politik yang buruk, namun mereka takut bersuara karena represifitas PKI yang brutal terhadap siapa saja yang dianggap lawan atau pemberontak.

Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:00
Speaker A
Aku dirongrong, dirongrong. Kalian menginginkan Soekarno jatuh.
01:23
Speaker A
[Musik]
01:55
Speaker A
[Musik]
02:21
Speaker A
[Tepuk tangan]
03:26
Speaker A
[Musik]
03:56
Speaker A
[Musik]
04:28
Speaker A
Berbicara mengenai tumbangnya kekuasaan Soekarno tak bisa dilepaskan dari beberapa rentetan peristiwa penting dan aktor utama yang terlibat di dalamnya. Salah satu aktor utama itu adalah Soeharto. Ya, dialah pemain utama dalam
04:55
Speaker A
menumbangkan rezim orde lama. Namun tidak dengan tangan kosong, memiliki senjata yang sangat canggih dan efisien dalam memuluskan kudeta merangkaknya. Senjata itu adalah Supersemar atau Surat Perintah 11 Maret 1966. Tidak bisa diremehkan dengan Supersemar-nya, perlahan tapi pasti dapat menumbangkan kekuasaan yang sangat kuat
05:20
Speaker A
yang bertahan hingga 22 tahun lamanya. Bahkan juga mengakibatkan terbunuhnya jutaan.
06:02
Speaker A
[Musik]
06:23
Speaker A
Orang. Terlepas dari fakta, di manakah keberadaan naskah asli Supersemar? Video ini akan fokus mengulas dan mengulik sisi lain di balik lahirnya Supersemar, kekisruhan dan pertarungan politik
06:45
Speaker A
antara Soeharto dan Soekarno serta tumbangnya rezim orde lama.
07:09
Speaker A
[Musik]
07:48
Speaker A
[Musik]
08:16
Speaker A
Untuk memahami peristiwa Supersemar, kita harus memahami kondisi ekonomi, sosial, hingga politik pada masa itu. Tidak seperti dalam lirik lagu ciptaan Bung Karno, siapa bilang Bapak dari Blitar, bapak Darian Bily Mak? Lirik lagu tersebut tidak sepenuhnya benar dan memang tidak mencerminkan kondisi Indonesia kala itu yang sudah parah. Bukannya fokus untuk melakukan pembangunan strategis dan mensejahterakan rakyatnya, rezim orde lama membawa Indonesia dalam ambang kehancuran. Kondisi ekonomi misalnya, Presiden
08:42
Speaker A
Soekarno hanya prioritas kenegarannya hanya untuk perang dan ambisi-ambisinya yang dinilai tidak efisien bahkan dengan hutang sekalipun. Di tahun 1965, kurs rupiah merosot tajam dari Rp16 per dolar menjadi 14.000 per dolar dan inflasi mencapai 650%.
09:10
Speaker A
Hyperinflasi ini sudah tidak dapat diselamatkan. Sebagai akibatnya, harga
09:48
Speaker A
bahan pokok mulai naik, naik membumbung tinggi. Kelaparan dan kemiskinan merajalela dengan kondisinya yang membuat rakyat menderita. Lantas, mengapa rakyat Indonesia hanya diam saja? Masyarakat Indonesia sebenarnya sudah muak dengan kondisi ini, namun mereka takut jika bersuara akan ditangkap. Apalagi Partai Komunis
10:11
Speaker A
Indonesia atau PKI sebagai partai loyal Soekarno semakin hari semakin brutal. Siapun yang menghalangi PKI dan tidak mendukung ambisi Soekarno serta cita-cita revolusi Soekarno, maka dianggap sebagai pemberontak. Begitulah kondisi Indonesia pada waktu itu. Apalagi hal ini diperparah dengan kondisi
10:34
Speaker A
politik yang sudah kacau. Di Soekarno yang yang dibutuhkan sono yakni Partai Komunis Indonesia atau PKI dan militer Angkatan Darat. Dari tahun 1960-an, keduanya saling serang satu sama lain untuk memperebutkan kekuasaan di samping Soekarno. Akibat hal ini fatal.
11:10
Speaker A
[Musik]
11:38
Speaker A
Berkat perselisihan antara PKI dan
12:01
Speaker A
Angkatan Darat serta karena munculnya berbagai isu seperti isu dokumen Gilkris dan isu dewan jenderal, kondisi istana pun mulai gempar. Dengan inilah PKI mulai melancarkan gerakan mendahului untuk menculik para jenderal yang dianggap dewan jenderal. Cepat atau lambat jenderal-jenderal itu terus menghimpun
12:24
Speaker A
kekuatan dan saya tidak ingin kalah. Cepat satu detik pun kita tidak boleh kalah. Hubungi kawan-kawan ketujuh jenderal itu antek-antek imperialis PKI yang punya rencana jahat. Sebagai prajurit kita berkewajiban menggagalkan rencana keblinger itu. Rencana gak benar itu, kita harus menculik jenderal itu
12:54
Speaker A
hidup atau mati. 30 September 1965 pasukan militer Cakra Birawa Pro PKI yang dipimpin Letnan Kolonel Untung akhirnya menculik tujuh jenderal yang dianggap dewan jenderal untuk dihadapkan kepada Presiden Soekarno. Fatalnya seluruh target kecuali Jenderal Nasution dibunuh dengan keji baik dibunuh di
13:16
Speaker A
rumahnya maupun dieksekusi di Lubang Buaya. Operasi penculikan yang dikenal sebagai Gerakan 30 September atau G30S ini telah menewaskan enam jenderal angkatan darat dan satu letnan.
13:44
Speaker A
[Musik]
14:08
Speaker A
[Musik]
14:30
Speaker A
Tak lama setelah pengumuman operasi G30S melalui RRI, pimpinan Angkatan Darat diambil alih oleh panglima komando strategis angkatan darat atau pangkosrat. Jenderal Soeharto sang pemain utama pun muncul dari sini. Soeharto mulai memimpin untuk melancarkan penumpasan dan penangkapan para pelaku.
14:55
Speaker A
[Musik]
15:19
Speaker A
G30S tak lama setelah G30S terjadi, Mayjen Soeharto pun mulai memanfaatkan situasi dengan cepat. Markas Angkatan Darat mulai menerbitkan berita mengenai G30S bahwa dalang daripada operasi G30S itu adalah PKI. Kabar itu pun mulai menyebar ke seluruh penjuru negeri. Akhirnya seluruh aktivis dan mahasiswa di Jakarta mulai melancarkan demonstrasi agar supaya pemerintah segera membubarkan PKI. Inilah saatnya para
15:41
Speaker A
aktivis mulai tampil untuk menyuarakan berbagai tuntutan. Demonstrasi pun berlangsung hingga berbulan-bulan. Ironisnya bukannya meredakan situasi, Presiden Soekarno mengabaikan berbagai tuntutan demonstran. Fatalnya lagi, Soekarno enggan meluruskan sama sekali siapakah dalang Gestapu itu. Dengan demikian, rakyat sudah mulai muak dan mulai tidak percaya lagi
16:09
Speaker A
dengan Soekarno. Hal inilah yang akan memperumit situasi dan hal ini pulalah yang akan membuka gerbang dilahirkannya Supersemar.
16:31
Speaker A
[Musik]
16:56
Speaker A
[Musik]
17:24
Speaker A
Hari demi hari demonstrasi semakin membeludak hingga tahun 1966 demonstrasi semakin membesar. Kali ini para aktivis dan mahasiswa yang tergabung dalam kesatuan aksi mahasiswa Indonesia atau KAMI dan HMI mulai melebarkan berbagai tuntutannya yakni Tritura atau tiga tuntutan rakyat di antaranya bubarkan Partai Komunis Indonesia atau PKI, rombak Kabinet Dwikora, dan turunkan harga kebutuhan pokok. Seluruh tuntutan ini menjadi masuk akal karena kondisi
17:48
Speaker A
ekonomi serta kondisi politik yang kacau yang dianggap oleh masyarakat disebabkan oleh PKI dan Soekarno. Ironisnya lagi-lagi berbagai tuntutan itu diabaikan. Presiden Soekarno bahkan pada waktu itu para demonstran bukan lagi menuntut Tritura tapi mulai menuntut agar Soekarno mundur dari jabatannya. Ganyang
18:32
Speaker A
Soekarno! Adili Soekarno! Dan runtuhkan orde lama! Ganyang Soekarno! Hancurlah lama hancurlah! Melihat kondisi ini satu sisi Mayjen Soeharto bisa saja menjadikan kesempatannya untuk meruntuhkan rezim Soekarno, namun di sisi lain dia tidak terburu-buru dan sebenarnya Mayjen Soeharto lebih tahu kondisinya daripada
18:59
Speaker A
siapun. Dengan demikian Soeharto masih memberi kesempatan kepada Presiden Soekarno agar mengabulkan salah satu tuntutan rakyat. Beberapa kali Mayjen Soeharto membujuk Soekarno agar membubarkan PKI, namun Soekarno keras kepala dengan alasan dia enggan membubarkan PKI. Padahal dilihat dari segi apapun pamor PKI mulai runtuh dan PKI
19:43
Speaker A
dinilai sebagai partai yang menakutkan. Kamu bicara soal pembubaran PKI itu soal gampang dengan satu kalimat saja PKI dapat aku bubarkan, tapi apa dengan itu persoalan akan selesai? Tidak, malahan akan bul persoalan yang lebih. Tapi Pak kita bisa mengajak rakyat
20:15
Speaker A
bersama-sama menghadapi bahaya gerakan di bawah tanah komunis itu. Kita pisahkan rakyat yang anti dari yang pro komunis. Kau seorang prajurit tugasmu menjalankan apa yang aku
20:39
Speaker A
[Musik]
21:08
Speaker A
perintahkan. Karena bujukan itu ditolak, akhirnya Mayjen Soeharto mulai melancarkan beberapa langkah politik
21:32
Speaker A
yang oleh sejarawan dinilai sebagai langkah taktis untuk melancarkan kudeta merangkak. Dalam hal ini tujuan sementara adalah Supersemar. Kali ini Mayjen Soeharto bukan membujuk atau meminta untuk membubarkan PKI, tapi agar kekuasaan Soekarno segera berakhir. Sempat pada tanggal 9 Maret
21:57
Speaker A
1966 Mayjen Soeharto mengirim utusan dua orang pengusaha yang dekat dengan Bung Karno, Hashim Ning dan Dasaad, untuk menemui Presiden Soekarno di Istana Bogor. Mereka meminta kepada Presiden Soekarno agar kekuasaan sehari-hari diserahkan kepada Mayjen Soeharto, sedangkan presidennya tetap Presiden
22:34
Speaker A
Soekarno meski hanya sebatas simbolis saja. Namun permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Soekarno untuk yang pertama kalinya. Akhirnya Soekarno
23:42
Speaker A
curiga dengan Soeharto, namun dia tetap pasif dan menunggu keadaan membaik. Namun hal itu tidak pernah terjadi. Demonstrasi semakin membeludak bahkan bentrokan terjadi
24:10
Speaker A
antara aktivis pro Soekarno seperti GMNI dan aktivis anti Soekarno seperti HMI dan KAMI. Bahkan dikabarkan sebelumnya di bulan Februari 1966 satu mahasiswa Arif Rahman Hakim d...
25:00
Speaker A
kebijakan politik di Indonesia terlebih di dalam pemerintahan Soekarno sejak itulah perlahan tapi pasti kekuasaan Soekarno dipreteli seluruh kendali pemerintah militer hingga wewenang presiden mutlak berada di bawah kendali pengemban Supersemar Panglima pangkop kamtip legen Soeharto sementara itu Presiden Soekarno
25:26
Speaker A
hanya menjadi pemimpin simbolis saja meski begitu Soeharto dengan sadar jika suatu waktu suersemar bisa saja dicabut Soekarno di kemudian hari maka dari itu untuk memperkuat legitimasi Supersemar Legend Soeharto pun membentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat sementara atau MPRS untuk menetapkan Supersemar sebagai
25:50
Speaker A
mandat resmi yang tidak bisa diganggu Guga selain daripada itu MPRS yang pada waktu itu diisi oleh kroni Soeharto dan diketuai oleh Jenderal ahanaastion digunakan untuk mengadili Presiden Soekarno dalam sidang istimewa dengan demikian serangan terakhir Soeharto hanya menunggu waktu
26:12
Speaker A
saatnya [Musik] tiba 20 Juni hingga 5 juli 1966 MPRS menggelar sidang istimewa untuk Presiden Soekarno dengan menuntut penjelasan resmi Soekarno terkait mis manajemen rezim demokrasi terpimpin dan termasuk peran Soekarno dalam G30S selaku presiden Indonesia dengan judul nawaksara di
26:40
Speaker A
hadapan MPRS Presiden Soekarno menyampaikan pidato pertanggungjawabannya selama menjadi presiden sesuai namanya pidato nawaksara itu mengurai masalah nasional selama masa demokrasi terpimpin jadi saya mau beri nama pertama dengan perkataan Nawa Nawa apa ya karena saya tulis saya mau beri
27:07
Speaker A
nama aksara terus Nawa aksara atau disingkatkan naw namun pidato atau pembelaan Soekarno itu ditolak mentah-mentah oleh MPRS bahkan pada saat yang sama MPRS menetapkan tab MPRS mengenai ratifikasi Supersemar dan pelarangan ideologi marsisme [Musik] komunisme kini tidak ada lagi yang bisa
27:43
Speaker A
dilakukan Sukarno secara memalukan Soekarno harus memuji Soeharto sebagai pengemban Supersemar yang telah melakukan tugasnya dengan baik Surat Perintah 11 Maret itu mula-mula dan memang sejurus waktu memb mka beramp kesenanganir 11 Mar satu penyerahan pemintahan pahal tidak sat perah
28:21
Speaker A
pengamanah pengam itu dengan baik Saya mengucap terima kasih kepada Jenderal Soeharto akan hal ini bagaimanapun inilah yang terbaik bagi Soekarno untuk menghindari [Musik] perpecahan sempat perwira-perwira dari divisi Brawijaya angkatan laut dan kalangan Polisi Jawa Timur yang masih menaruh hormat kepada Presiden Soekarno
28:54
Speaker A
telah bersiapsiaga untuk membela Bung Karno guna melawan Soeharto dan antek-anteknya namun Soekarno yang sangat Gandrung pada doktrin persatuan dengan tegas menolak melawan balik kepada Soeharto Soekarno tidak ingin adanya perang saudara yang mana ditakutkan pula akan dijadikan kesempatan kaum imperialis untuk
29:18
Speaker A
menjajah kembali Indonesia Soeharto sangat mengetahui akan hal itu maka Legend Soeharto sebagai pengemban mandat lantas melarang semua orang termasuk pendukung Soekarno untuk berkunjung atau menjenguk Presiden Soekarno para perwira yang dianggap masih setia pada Soekarno diberi beberapa pos jabatan yang menguntungkan
29:42
Speaker A
Soeharto bahkan Soeharto juga menunjuk anggota baru dprgr yang sejalan dengannya untuk memuluskan pelengseran Presiden Soekarno melalui mekanisme sidang MPRS di kemudian hari dan benar saja 22 Oktober 1966 MPRS mengirim nota kepada presiden Soekarno untuk melengkapi pertanggungjawabannya sebagai presiden akhirnya pada tanggal 10
30:11
Speaker A
januari 1967 Presiden Soekarno mengirim nota penjelasan yang diminta MPRS dalam nota berkepala pelengkap nawaksara itu Soekarno menyebut tiga alasan terjadinya G30S 1965 yakni kebelingernya pemimpin-pemimpin PKI kelihayan subversi neokolonialisme dan neoimperialisme dan adanya oknum yang tidak benar namun lagi-lagi MPRS menilai penjelasan
30:44
Speaker A
nawaksara itu tidak memuaskan dan bahkan kemudian ketua MPRS Jenderal AH Nasution menolak pelengkap nawaksara Bung Karno bisa dikatakan pelengkap nawaksara itu usaha terakhir presiden Soekarno untuk mempertahankan diri sebagai Presiden namun naas pertahanan Soekarno kini sudah dijebol dan hanya menunggu
31:09
Speaker A
saatnya tiba dia meninggalkan istana 21 Januari 1967 MPRS mengeluarkan sikap resmi dan menyatakan bahwa presiden Soekarno alpa memenuhi ketentuan konstitusional du hari kemudian Legend Soeharto memberi Soekarno pukulan telak dengan memerintahkan ABRI untuk mengultimatum Presiden Soekarno pergi dari istana kala itu opsi yang tersisa bagi
31:40
Speaker A
Soekarno adalah mundur dari jabatan presiden secara soekarela atau dijatuhkan oleh MPRS dengan tidak hormat akhirnya dengan berat hati Presiden Soekarno pun bertekuk lutut dan bersedia meninggalkan istana secara sukarela 22 Februari 1967 di Istana Negara dengan disaksikan Soeharto selaku ketua presidium Kabinet
32:06
Speaker A
Ampera dan para menteri Presiden Soekarno secara terpaksa mengumumkan kesediaannya menyerahkan kekuasaan eksekutif kepada pengemban supemar ljen Soeharto akhirnya pada tanggal 12 Maret 1967 MPRS melantik leend Soeharto sebagai pejabat presiden kedua lama yang dipimpin Soekarno pun tumbang seketika dengan demikian lahirlah Orde
32:35
Speaker A
Baru pimpinan Presiden Soeharto sejarah mencatat Soeharto dengan senjata suemarnya berhasil meruntuhkan Soekarno dari kekuasaannya hanya dalam waktu 1 tahun lebih 1 hari [Musik] [Tepuk tangan] [Musik]
Topics:SupersemarG30SSoehartoSoekarnokudeta merangkakOrde LamaPKIdemonstrasi 1966politik Indonesiasejarah Indonesia

Get More with the SozAI App

Transcribe recordings, audio files, and YouTube videos — with AI summaries and speaker detection. 30 minutes free.

Or transcribe another YouTube video here →