Review lengkap Nissan X-Trail T33 E-Power e-4ORCE: desain tangguh, mesin irit, teknologi e-power dan e-force, fitur interior modern, dan performa impresif.
Key Takeaways
- Nissan X-Trail T33 hadir dengan mesin e-power turbo yang lebih irit dan bertenaga.
- Teknologi e-4ORCE memberikan performa all wheel drive dengan akselerasi cepat dan kelincahan.
- Interior modern dengan fitur lengkap dan material berkualitas tinggi untuk kenyamanan maksimal.
- Konsumsi bahan bakar efisien mencapai 1:16-1:17, cocok untuk pasar Indonesia.
- Fitur keselamatan dan bantuan pengemudi sudah memadai meski ada beberapa fitur yang belum tersedia.
What the video covers
- Nissan X-Trail T33 E-Power resmi meluncur di Indonesia dengan spesifikasi final untuk pasar lokal.
- Menggunakan mesin KR15 DDT 3 silinder turbo dengan teknologi e-power yang menggantikan QR25, menghasilkan tenaga 211 hp dan torsi 330 Nm di roda depan.
- Mengadopsi teknologi e-4ORCE (e-force) dengan dua motor listrik untuk all wheel drive dan akselerasi 0-100 km/jam dalam 7 detik.
- Konsumsi bahan bakar sangat irit, mencapai rasio 1:16 sampai 1:17 berkat teknologi e-power.
- Desain eksterior tangguh dengan lampu LED penuh, active aero shutter, dan velg 19 inci dengan ban Hankook.
- Interior menggunakan material soft touch dengan aksen kayu dan aluminium, serta layar infotainment 12 inci dan head-up display 10 inci yang menampilkan peta navigasi.
- Fitur kenyamanan lengkap seperti triple climate zone, wireless charging, dan tombol EV mode serta i-pedal untuk pengalaman berkendara semi one-pedal.
- Keamanan dan bantuan pengemudi meliputi blind spot monitoring dan kamera 360 derajat, namun tanpa lane keeping assist.
- Kursi baris ketiga tersedia meski lebih untuk formalitas, serta ruang bagasi yang luas tanpa ban cadangan.
- Nissan X-Trail T33 membawa legasi dengan kombinasi performa, kenyamanan, dan efisiensi bahan bakar yang ditingkatkan.
Chapters
- 00:00Pembukaan dan pengenalan Nissan X-Trail T33 E-Power
- 01:32Pembahasan mesin KR15 DDT dan teknologi e-power
- 03:08Teknologi e-4ORCE dan performa akselerasi
- 04:30Desain eksterior dan fitur aerodinamika
- 05:43Material dan desain interior
- 07:13Fitur kenyamanan dan sistem pendingin
- 08:31Fitur hiburan dan konektivitas
- 09:32Fitur keselamatan dan bantuan pengemudi
- 13:05Kursi baris ketiga dan ruang bagasi
- 18:32Kesimpulan dan legasi Nissan X-Trail T33
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
Nyaman iya. Tangguh iya. Kencang juga iya. Boros udah enggak. Ini dia Nissan X-Trail T33 E-Power EVCE.
Speaker A
[Musik] Nissan X-Trail T3 akhirnya meluncur juga di Indonesia setelah sekian lama para fans Nissan menunggu X-Trail terbaru dan hadirlah X-Trail T33 yang paling baru ini. Sekarang memang kalau lihat dari mukanya dia bukan yang versi facelift seperti yang ada di Australia, tapi
Speaker A
versi yang ini justru lebih tangguh dibandingkan dengan versi Australia yang kelihatan lebih maskulin, lebih luxury.
Speaker A
Dan untuk kalian yang belum tahu, sebenarnya kita udah ng-review Nissan X-Trail ini beberapa waktu lalu ya.
Speaker A
Videonya bisa kalian lihat di atas ini. Tapi kenapa kita review lagi? Karena ini adalah final spek untuk pasar Indonesia dan bisa kalian beli di GIIAS 2025. Jadi kalau kalian minat sama X-Trail, dapatnya spesifikasi yang ini. Tentu ada penambahan spek dibandingkan dengan yang
Speaker A
kita review sebelumnya. Tentu yang pertama akan kita bahas soal mesinnya terlebih dahulu. Karena tadi di awal gua bilang kalau X-Trail masih bertenaga untuk generasi terbarunya ini, tapi makin irit berkat teknologi e-power mereka yang sekarang memakai mesin KR15 DDT. Jadi QR25 udah enggak ada lagi di
Speaker A
Indonesia. Di Australia masih ada tapi dengan kode mesin yang baru. Dan KR15 DDT ini memang masih 3 silinder ya, tapi sudah turbo dan kompresinya itu variasi antara 1 banding 8 hingga 1 banding 14. Dan bensin yang direkomendasikan untuk X-Trail
Speaker A
ini minimal RON 95. Jadi jangan coba-coba pakai Pertalite atau pakai RON di bawah 92 sama sekali. Oke, lanjut lagi. Karena berteknologi e-power, dia memiliki baterai berkapasitas 1,8 kWh lebih gede sedikit dibandingkan Serena dan tenaganya.
Speaker A
Untuk tenaga gabungannya sendiri dia mengeluarkan tenaga sebesar 211 horsepower dengan torsi 330 Nm di roda depan dan di roda belakang itu 195 Nm. Betul. Karena berteknologi e-force, jadi dia ada dua motor dan all wheel drive. Oke, mungkin para fans Nissan sudah familiar dengan
Speaker A
teknologi yang namanya e-force. Apa sih e-force itu? Kan buat yang belum tahu, e-force itu adalah teknologi full time all wheel drive dari Nissan yang pertama kali diimplementasikan di Nissan Ariya, mobil listrik full-nya Nissan. Dan di X-Trail terbaru ini, Nissan
Speaker A
mengimplementasikan teknologi e-force tersebut untuk mengejar performa, kenyamanan, dan juga kelincahan dari body X-Trail yang sekarang lebih bongsor. Itulah kenapa berkat teknologi e-Force Nissan X-Trail sekarang mencatatkan angka 0 sampai 100 km/h hanya dalam 7 detikan aja. Ingat, mobil ini beratnya 2 ton lebih ya, tapi
Speaker A
performanya bagus loh. Di mana iritnya, Bang? Karena berteknologi e-power, dia bisa mencatatkan hasil konsumsi bahan bakar dengan mudah. Itu di angka 1 banding 17 atau 1 banding 16. Keren banget enggak tuh? Oh ya, buat kalian yang komen, "Wah, transmisinya masih lemot?"
Speaker A
Enggak, enggak. Kan teknologi power udah bukan pakai transmisi lagi. Dia pakai dua motor langsung di depan dan juga belakang. Jadi, udah enggak ada transmisi yang lemot lagi. Oke, sekarang kita bahas soal desainnya. Desain sebenarnya gak ada perubahan daripada
Speaker A
yang kita bahas sebelumnya. Masih berdesain tangguh. Jadi bergerak dari yang ala-ala MPV di T32 jadi desain tangguh kembali sesuai kodratnya Nissan X-Trail. Grillnya emang bukan yang facelift. Jadi ya udah sekarang kita bahas aja untuk perlampuannya. Dia udah LED full untuk lampu utama. Memang masih
Speaker A
multidirector tapi udah auto headlight ya. Jadi udah ada auto assist headlight-nya. Dan untuk lamp-nya dia proyektor.
Speaker A
Sementara di bagian grill bawah sini ada active aero shutter. Jadi kalau misalkan dalam keadaan tertentu grill bagian bawah ini bisa menutup atau membuka sesuai kebutuhan ketika mesin membutuhkan pendinginan yang lebih atau X-Trail membutuhkan tingkat aerodinamis yang lebih. Jadi menutup atau membuka
Speaker A
sesuai kondisi. Oke, samping velg masih 19 inci dengan profil ban 235/55. Ban dari Hankook sebagai ban standar.
Speaker A
Di bagian belakang pun pelampuannya juga udah full LED. Tapi yang pengin gua komentar di sini adalah emblem e-power-nya yang ternyata masih e-power generasi yang awal-awal. Sementara untuk emblem Serena yang C28 itu emblem e-power-nya udah yang paling baru. Kenapa enggak
Speaker A
sekalian diimplementasiin ke X-Trail ini aja? Oke, itu aja soal desain. Sekarang kita masuk ke bagian interior yang ternyata ada beberapa update yang dilakukan pada X-Trail sebelumnya yang kita review. Yuk, ya. Sekarang kita masuk ke bagian X-Trail 3 dan kita disambut
Speaker A
dengan pemakaian material yang cukup atraktif dan juga menarik. Kenapa? Karena di atas ini dia ada soft touch juga nih, coklat. Terus soft touch-nya enggak cuma berhenti di situ. Di bagian tengahnya juga nih yang hitam-hitam dengan jahitan asli dan ada aksen kayu
Speaker A
di bagian dashboardnya. Sementara untuk bagian door trim, untuk yang bagian coklat tua dan hitam ini masih sama soft touch juga, tapi ada aksen brush aluminium di bagian armrest-nya. Keren banget. Oke, untuk material sih oke punya nih si X-Trail 3. Lalu lanjut lagi,
Speaker A
setir bentuknya sama persis sama Serena, kotak-kotak futuristis thpoke ya. Dan tombol-tombolnya juga hampir sama persis dengan Nissan Serena. Cuma ada minusnya di sini karena tidak ada tombol profil sama sekali. Nanti kita bahas. Oke, lanjut lagi untuk panel instrumen. Wow,
Speaker A
ini layar jadi dihadapin kita sama layar 12 inci untuk infotainment display sama speedometernya. Udah full layar, enggak analog lagi. Ditambah head up display yang sebelumnya enggak ada di X-Trail yang udah kita bahas tiga-tiga. Ya, head up display-nya itu 10 inci. Informatif
Speaker A
memang dan mungkin kalian bertanya, kenapa head up display segede itu? Karena head up display 10 inci tersebut bisa menampilkan peta navigasi. Bukan cuma turn by turn, tapi petanya langsung ditampilin di head up display-nya.
Speaker A
Walaupun sayang tampilan peta tersebut enggak bisa kita aktifin waktu menggunakan Android Auto atau Apple CarPlay. Hanya bisa menggunakan navigasi build-in yang tersedia di Nissan X-Trail T33 ini. Lanjut lagi untuk kamera around view monitor tentunya itu fitur khas Nissan masih tersedia di X-Trail 333 ini
Speaker A
dan AC-nya panel AC bukan panel sentuh-sentuh tombol fisik dan sudah triple climate zone. Jadi kiri kanan di baris depan dan bagian baris kedua itu bisa kita atur suhunya masing-masing.
Speaker A
Walaupun di baris kedua itu enggak bisa diatur kecepatan anginnya, cuma bisa ngatur suhunya doang. Tapi untuk mengatur suhu baris belakang pun ya, baris keduanya itu bisa kita atur lewat panel AC di dashboard. Oke, lanjut lagi.
Speaker A
Untuk colokannya buat smartphone. Ada USB type A, ada USB type C, ada colokan 12 volt juga. Dan yang baru dibandingkan dengan X-Trail yang sudah kita bahas ya T33 sebelumnya itu udah ada wireless charging dengan ambient lighting. Tapi ambient lighting-nya cuma putih, enggak
Speaker A
ada warna lain. Benar-benar putih doang. Nissan kayaknya mau ngejar minimalisnya sih tapi ya tapi kayak kenapa enggak ngasih pilihan gitu ya. Mungkin biar enggak terlalu mendraksi gitu ya kalau ketika kita berkendara malam-malam. Oke, lanjut lagi. Di belakang wireless
Speaker A
charging-nya ada tombol khas dari mobil-mobil Nissan E-Power ya. Jadi, ada tombol EV mode, bisa full berkendara mode EV dan tombol i-pedal. Jadi, bisa semi-semi one pedal driving, minim penggunaan pedal remnya. Oke, untuk tuas transmisinya dia tuas trans 33
Speaker A
yang sebelumnya kita bahas dan udah electric parking brake ya, sama ada tombol auto hold-nya. Jadi, auto holdnya enggak di layar.
Speaker A
tombol fisik seperti kebanyakan mobil Jepang. Tersedia dua buah cup holder dan beberapa mode berkendara nih ya. Kita lihat ada lima mode berkendara, ada offroad, ada snow, ada standar, eco, sama sport. Dan tombol tengahnya itu adalah hill descent control. Sisanya
Speaker A
konsol penyimpanan konsol tengah enggak terlalu dalam. Pembukaan pintunya oke, udah keren ya dia ala-ala butterfly.
Speaker A
Tapi memang enggak terlalu dalam dan enggak terlalu lebar juga sih untuk penyimpanan kompartemen konsol tengahnya.
Speaker A
Kalau misalkan kalian mau naruh handbag mungkin ya kalian bisa taruh di bawah sini nih. Karena konsol tengahnya dia model floating. Dan lucunya ya ini
Speaker A
detail. Gua suka tuh kalau mobil Jepang tuh attention to detail yang dikasih ke konsumen tuh bagus. Lanjut lagi kita ke bagian atas. Spion tengah udah auto diming, udah ada panoramic sunroof juga nih sampai ke baris kedua aja, enggak
Speaker A
sampai baris ketiga. Terus tombol masih fisik ya untuk panoramic sunroof. Dan sayang lampunya kuning. Mungkin untuk beberapa orang lampu kuning ini bagus ketika malam karena kontrase lebih dapat. Tapi udah 2025 warna putih juga terang banget sih untuk lampu interior.
Speaker A
Kenapa enggak warna putih juga ya? Lampu vanity mirror juga ehh ikutan kuning juga. Yang penting masih dapat karena rival-nya ada yang enggak dapat tuh.
Speaker A
Oke, sisanya itu aja di bagian baris pertama ya untuk baris depan ini. Dan yang pengin gua mention juga bagusnya di XL ini adalah pengaturan kursi baris depan. Mau penumpang, mau pengemudi itu udah elektrik semua, enggak manual lagi.
Speaker A
Oke, emang mungkin enggak terlalu cepat ya untuk mengatur kursinya, tapi ini membuat X-til ini jadi semakin mewah.
Speaker A
Kita enggak bisa pungkirin sih. Enggak cuma itu aja. Untuk lumbar support tersedia bahkan sampai ke penumpang juga. Jadi benar-benar penumpang disamain pengaturan kursinya sama kayak pengemudinya. Naik turun juga bisa, reclining juga bisa, maju mundur juga bisa. Setirnya sih masih teleskopik ya,
Speaker A
biasa feel teleskopik manual. Tuh, tuh. Ya enggak elektrik tapi pengaturan kursinya udah fleksibel banget untuk baris depan.
Speaker A
Dan ngomongin soal kualitas juga kacanya udah double glazing yang bagian baris depannya sama kayak Nissan Serena.
Speaker A
Sekarang kita ngomongin soal ketidakhadirannya proilot di Nissan Xtrail T33 terbaru ini. Padahal Serena udah dapat, tapi kenapa X-trail enggak dapat? Mungkin salah satu faktornya adalah harga. Biar harganya kompetitif di Indonesia dan bisa melawan rival-rivalnya.
Speaker A
Walaupun memang untuk sistem ADAS di Xtel ini ya udah sebenarnya cukup penggunaan di Indonesia karena udah ada adaptive cruise control dan land departur warning. Jadi udah tersedia juga di Nissan Xtil ini emergency colollision juga udah ada, cuma minus di
Speaker A
land keeping assist-nya aja yang tidak tersedia di Nissan X-Trail ini. Blind spot monitoring ada, round view monitor juga ada. Sebenarnya udah cukup sih untuk masyarakat Indonesia penggunaannya. Dan satu hal lagi ya yang juga mungkin berpengaruh ke harga juga
Speaker A
biar kompetitif adalah banyak tombol-tombol Dami di sebelah kanan setir. Jadi benar-benar kosong nih kopong. Cuma ada pembukaan bagasi, terus tingkat brightness dari speedometer, dan pengatur ketinggian lampu utama. Udah itu aja dan juga tombol informasi untuk head up display. Udah itu aja. Sayangnya
Speaker A
di jok baris depan itu cuma ada fitur heated seat aja nih. Tiga level enggak ada ventilated seat sama sekali. Padahal di Indonesia emang lebih berguna ventilated seat ya. Tapi sebenarnya heated seat ini juga berguna buat kalian yang mungkin sedang sakit atau lagi
Speaker A
berkunjung ke tempat yang dingin. Andaikan ada ventilate seat, bakal lebih lengkap sih. Ah, biasaan pabrikan Jepang nih. Oke, sekarang kita ke baris kedua.
Speaker A
Dan sebelum kita masuk ke baris keduanya, gua juga pengin ngasih tahu kalau XTL T33 ini punya pembukaan pintu baris kedua yang udah 85 derajat. Jadi, pembukaannya lebar banget. memudahkan penumpang untuk keluar masuk atau mau masang kursi untuk bayi ya atau buat ke
Speaker A
baris ketiga. Yap, Exel Tig ini masih ada kursi baris ketiganya walaupun ya sekedar formalitas aja sih cuma 5 + 2.
Speaker A
Kalian bisa lihat video gua nyobain kursi baris ketiganya di X-Trail yang sebelumnya T33. Oke. Oke kita masuk tuh ya. Uh lebar banget pembukaannya.
Speaker A
Jadi aksesnya gampang. Dan sekarang kita bahas soal baris kedua dari Extr T3 ini. Sebenarnya untuk ukuran postur gue yang tingginya 164 cm ini udah lega dan tetap ya masih membawa ciri khas kursi baris kedua dari X-trail T32 yang dia trical
Speaker A
mode. Jadi lebih tinggi dibandingkan dengan baris yang depan untuk kursi penumpang baris keduanya tuh. Nah, jadi kita comending gak serasa claustrofobic dan tuh ya untuk headroom lega banget.
Speaker A
Lightroom bluetooth-nya jauh ke depan. Ini posisi gua mengemudi. Dan yang bagusnya di Xril T33 ini karena menggunakan teknologi power jadi platform lantainya enggak terlalu kemakan banyak sehingga dia membuat kelegaan kabinnya jadi lebih maksimal.
Speaker A
Karena teknologi e power sendiri walaupun udah all drive tapi enggak perlu adanya gardan. Dia depan belakang udah ada motornya jadi enggak perlu ada gardan. tunneling jadi minimal banget sehingga kita kaki masih bisa gerak secara leluasa tuh dan masih bisa masuk
Speaker A
kakinya ke bawah kursi baris depan padahal ada baterai tuh 1,8 kWh di baris depan tapi masih bisa masuk kakinya masih bisa main oke itu dari segi kapabilitas interior baris keduanya sekarang gimana dengan kelengkapan fitur di baris kedua exol33 ini pertama tadi
Speaker A
yang di depan gua omongin juga untuk pengaturan suhu bisa kita atur Jadi tiga buah ya di belakang bisa kita atur lewat tombol sini. Untuk kecepatan angin enggak ada sama sekali. Kita cuma bisa ngatur bukaan tutup anginnya sama arah
Speaker A
anginnya. Untuk baris kedua colokan type C, type E tersedia. Kantong kursi juga tersedia. Dan untuk pembukaan jendelanya udah full auto baik di depan maupun di bagian baris kedua. Jadi bisa naik turunin secara otomatis dan ada privacy curtain juga. Nah, tirai privasi nih.
Speaker A
Nah, jadi privasi di baris keduanya juga terjaga. Lalu untuk amres-nya di X-trail ini masih membawa sifat pelipatan kursi Xel TG2 jadi 4020 di tengahnya sekaligus jadi armr yang kokoh enggak letoy tuh. Tuh. Nah, kan jadi aman tuh ya keluar dia headrnya. Tapi
Speaker A
kuat kok tuh ya aman. Mau didudukin sama anak kalian pun dia kuat enggak letoy.
Speaker A
Itulah build quality Nissan. Sementara untuk seatbell sendiri udah tiga titik bahkan untuk penumpang tengah sekalipun. Paling yang pengin gua komen di baris kedua XL 33 ini adalah lampu kabin yang juga masih kuning. Ya, cuma itu aja. Sementara untuk kelegaan kabin
Speaker A
untungnya terbantu sama panoramic sunroof yang sampai ke baris kedua. Oke sih. Dan untuk memanjakkan telinga Paduka semua dan bos-bos yang ada di kursi baris kedua tersedia picker 10 titik dari Bose di Nissan Extra T33 E Power Eforce ini termasuk satu subver di
Speaker A
bagian bagasi. Suaranya gimana ya? Coba kita cek. [Musik] Oh ya, ngomongin soal fleksibilitas pengaturan kursi di baris keduanya, untuk pengaturan kursi baris kedua, dia bisa dimajuin sampai mentok banget tuh.
Speaker A
Ya ampun, gua sampai kejepit. Ini untuk memaksimalkan kursi di baris ketiga ya, yang 5 + 2-nya. Jadi, plus 2-nya itu bisa kita maksimalin kalau mau full penumpang di Xtrail T33 ini. Jadi, ya kompromah janjian sama penumpang baris belakang. Mau kalian yang kegempet
Speaker A
atau mau penumpang belakang yang kejepit. Janjianlah enak, fleksibel, dan bagasinya muat gua yang tingginya 164 cm. Nih, tapi ini bukan untuk inspirasi kalian menculik orang ya. Gua pengin nunjukin di bagasinya kalau sekarang sudah tidak tersedia lagi eh ban cadangan, tapi
Speaker A
sudah tersedia tirepair kit. Jadi kalau misalkan terjadi apa-apa dengan Xral kalian, tapi yang unik adalah tire repair kit-nya aduh dari Continental, bannya Hancook.
Speaker A
Kolaborasi yang tidak terduga, it's ok. Yang penting berfungsi dengan sangat baik. Dan untuk pemasangan toneo covernya itu gampang banget.
Speaker A
Gua jadi keingat sama X-til gua yang T30. Jadi cuma tinggal plug and play dah klik langsung kepasang tuh. Ya, privasi barang-barang kalian di bagasi langsung terjaga dengan sangat baik.
Speaker A
Oke, jadi itu dia impresi kita mengenai X-Trail T33 E-Power EVCE untuk spesifikasi di Indonesia. Jadi ini udah final spec beli X-Trail di GIAs 2025 bakal dapat yang seperti ini. Dan gimana sih menurut gua sebagai pengguna X-Trail dengan kehadiran XT-trail T33 ini? Jadi
Speaker A
X-trail generasi terbaru dengan kode T33 ini sesuai dengan tagline-nya di Indonesia. A Legacy is born. on every trail. Dia membawa legasi nama X-trail lewat desainnya yang tangguh, kenyamanan yang dipertahankan, dan performanya yang kencang. Plus sekarang udah irit berkat
Speaker A
teknologi EPower ditambah dengan teknologi ada khas Nissan. Walaupun belum hadir fitur propilot-nya, tapi Xtrail T33 ini sudah cukup memuaskan konsumen Indonesia. sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Gimana menurut kalian dengan XT generasi terbaru ini? Komentar aja di bawah.
Speaker A
Harganya bakal kita kasih tahu, kita pin di bagian komentar jika harganya sudah rilis. Oke, itu dia impresi pertama kami mengenai ekstra generasi terbaru. Jika kalian suka dengan konten ini, klik like, subscribe, dan tekan loncengnya untuk mengetahui video seru selanjutnya
Speaker A
dari Autonet Max. Gua Bag Satrio. Dadah. [Musik]
Topics:Nissan X-TrailX-Trail T33e-powere-4ORCEmobil SUV Indonesiareview mobil Nissanmesin KR15 DDTall wheel driveteknologi otomotifmobil irit bahan bakar











