Skip to content

MARI KITA ADU: JETOUR T2 VS MITSUBISHI PAJERO SPORT!

Perbandingan mendalam antara Jetour T2 dan Mitsubishi Pajero Sport, membahas fitur, performa, dan harga dalam konteks SUV Rp800 juta-an.

Key Takeaways

  • Jetour T2 adalah alternatif SUV monokok yang lebih modern dan luas dibanding Pajero Sport ladder frame.
  • Pajero Sport unggul dalam fitur offroad dan memiliki varian dengan teknologi canggih seperti adaptive cruise control.
  • Harga Jetour T2 lebih terjangkau dibanding varian hybridnya yang mahal, namun masih kompetitif dengan Pajero Sport.
  • Performa Jetour cukup impresif untuk mesin 2000 cc, cocok untuk cruising dan akselerasi cepat.
  • Desain dan fitur interior Jetour lebih segar dan lengkap, namun ada beberapa elemen yang terasa kurang autentik.

What the video covers

  • Video membahas perbandingan antara Mitsubishi Pajero Sport dan Jetour T2 dalam segmen SUV dengan harga sekitar Rp800 juta.
  • Pajero Sport dikenal dengan bodi ladder frame yang membuatnya terlihat gagah dan tinggi, sementara Jetour T2 menggunakan sasis monokok yang lebih modern.
  • Jetour T2 memiliki dimensi lebih lebar dan tinggi, dengan ground clearance sedikit lebih tinggi, meskipun tampilannya lebih rendah karena desain kap mesin.
  • Fitur Jetour T2 termasuk subwoofer besar, penyimpanan luas, dan desain interior yang lebih segar dan modern dibanding Pajero Sport.
  • Pajero Sport tipe Dakar dihargai sekitar Rp670 juta dengan fitur seperti kamera 360 dan adaptive cruise control pada varian ultimate.
  • Jetour menawarkan versi plug-in hybrid dengan jarak tempuh listrik hingga 160 km, namun harganya lebih mahal sekitar Rp838 juta.
  • Performa Jetour T2 cukup baik dengan mesin 2000 cc yang mampu akselerasi 0-100 km/jam di bawah 10 detik.
  • Pajero Sport memiliki keunggulan offroad dengan mode X dan fitur sand mat, namun hanya tersedia di varian 4x4.
  • Video juga membahas kelebihan dan kekurangan desain bagasi, pintu belakang, dan fitur keselamatan kedua mobil.
  • Kesimpulannya, Jetour T2 menawarkan pilihan SUV yang lebih modern dan fitur lengkap dengan harga kompetitif, sementara Pajero Sport tetap menjadi pilihan bagi penggemar SUV ladder frame.

Answers

Questions about this video

Apa perbedaan utama antara Jetour T2 dan Mitsubishi Pajero Sport?

Jetour T2 menggunakan sasis monokok yang lebih modern dan menawarkan interior lebih luas dan fitur lengkap, sedangkan Pajero Sport memakai ladder frame yang membuatnya lebih gagah dan unggul dalam fitur offroad.

Berapa harga Mitsubishi Pajero Sport tipe Dakar dan varian ultimate?

Pajero Sport tipe Dakar dibanderol sekitar Rp670 juta, sedangkan varian ultimate yang memiliki fitur tambahan seperti kamera 360 dan adaptive cruise control harganya lebih mahal.

Apakah Jetour T2 tersedia dalam versi hybrid?

Ya, Jetour memiliki versi plug-in hybrid yang dapat menempuh jarak hingga 160 km dengan tenaga listrik, namun harganya mencapai Rp838 juta, lebih mahal dibanding versi bensin.

Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:00
Speaker A
Orang tuh kalau udah punya duit Rp800 juta, biasanya kalau beli mobil itu gak cuma sekedar nyaman, tapi harus kelihatan gagah, kelihatan mahal.
00:09
Speaker A
Makanya SUV leather frame itu laku ya kayak Pajero Sport ini. Pajero, Fortuner banyak banget di jalan. Tapi gimana kalau misalkan ada mobil yang enggak nyampai Rp800 juta ya, kalian bisa dapat mobil yang enggak kalah gagahnya tapi dia pakai suspensi monokok. Ini dia.
00:29
Speaker A
Mitsubishi Pajero Sport versus J2 T2 dia gak mundur. [berteriak] Nah, [musik] kita di 2 nih dan kali ini kita pakai.
00:58
Speaker A
Tapi gini, kita biasanya kalau mobil semakin tapi sebelum kita mulai markidunya, kita cuci mobil Jetour dulu karena dia baru sampai dari Jakarta ke Klaten. Nah, kita cucinya pakai mesin HL Premiere QL 2750.
01:15
Speaker A
Dia bukan mesin jet cleaner biasa, karena dia adalah mesin heavy duty yang bisa kalian gunakan kalau misalkan kalian punya usaha kayak misalkan detailing atau cuci-cuci karpet sebagainya ya. Dia daya semprotnya kencang banget bisa sampai 120 bar dan flow-nya itu sampai 540 L/ dan karena
01:34
Speaker A
dia barang yang disiapkan untuk industri harus yang heavy duty dong tentunya. Nah, kayak misalkan motor listriknya itu dari bahan tembaga. Terus juga dia punya housing ini sudah anti karat. Nah, begitu pula dengan selangnya. Ini selang kuat banget. Diinjak-injak mobil dia
01:50
Speaker A
tetap aman dan kita dapat panjangnya sampai 15 m. Wow. Ya, kita juga dapat nozzle itu ada empat biji yang quick release. Dan ini mesin ya kita bisa atur seberapa kencang putarannya di sini.
02:04
Speaker A
Saking kencangnya nih, ini bisa kita bikin melayang loh. Pencet push di sini tuh. Melayang saking kencangnya. Awas ada kamera.
02:18
Speaker A
Yuk kita quick wash aja karena ini lagi panas strik ya. Kalau bisa jangan bersihin mobil tanpa atap.
02:30
Speaker A
[musik] [musik] [musik] Dan ini kalau kalian perhatiin nanti kan kotorannya kayak debu-debu gitu ya. Nah, penting banget pakai jet washer kayak gini biar dia bisa turun dengan sendirinya tanpa harus kita gosok-gosok.
02:56
Speaker A
[musik] [musik] [musik] Jadi enggak kerasa ya Mitsubishi Pajero Sport yang tipe Dakar ini sekarang harganya Rp670 juta. Mahal banget. Dan masih ada yang lebih mahal lagi yaitu yang versi ultimate. Bedanya di kamera 360 ada adaptive cruise control-nya, dan
03:27
Speaker A
interiornya punya warna berbeda sama sunroof. Nah, Pajero Sport sebenarnya enggak banyak berubah dibandingkan dengan facelift yang sama sekarang ya.
03:35
Speaker A
Lampunya LED dan diarelnya nih makin lama biasanya kalau berumur nguning dan dia mati. Pajero Sport juga sebenarnya bentar lagi keluar model baru yang katanya udah enggak pakai sport lagi.
03:47
Speaker A
Spy shot-nya itu udah bertebaran di mana-mana dan katanya tahun ini dia akan meluncur dengan kelas yang lebih tinggi lagi ya. Jadi kalau sekarang harganya udah Rp700 juta mungkin Pajero Sport baru bisa lebih mahal dibandingkan dengan ini karena pengin bersaing sama Nissan
04:03
Speaker A
Patrol mungkin. Jadi sebenarnya kalau misalkan kalian suka banget sama Pajero, sport dan uang bukan masalah buat kalian, sebaiknya tunggu dulu sampai mobil ini keluar versi barunya.
04:14
Speaker A
Sebetulnya Jetour sendiri ini bukan final form-nya ya. Jadi kalau di luar itu ada yang versi lebih tingginya yaitu yang PV plugin hybrid electric vehicle.
04:22
Speaker A
Dia bisa dicas ya dan kalau misalkan dicas bisa jalan sampai 160 km tanpa pakai bensin sama sekali. Tapi masalahnya bocoran harganya udah dikasih sama Jet waktu GIIAS kemarin di harga Rp838 juta. Mahal bedanya Rp200 juta lebih.
04:41
Speaker A
Artinya kalau kita beli yang 2000 cc bensin selisihnya itu bisa dibeliin bensin, bayar pajak tahunan, servis, dan kawan-kawan. Memang secara hitung-hitungan matematika lebih untung, tapi kalau kita ngomongin tenaga, yang PHV itu jauh lebih kencang dibandingkan dengan yang ini.
05:03
Speaker A
Sebenarnya secara dimensi ya, Jetour itu lebih lebar, lebih tinggi. Even ground clearance-nya lebih tinggi 2 mm. Ya enggak kerasa sih sebenarnya, tapi pas kita sampingin-sampingin gini ya itu kerasa Pajero lebih tinggi loh karena standnya beda ya. Meskipun dia ground
05:20
Speaker A
clearance-nya lebih pendek tapi lihat depannya ya si Jet tuh lebih ke bawah sebenarnya kalau kita lihat ya. Karena emang sasis monokok enggak bisa bohong.
05:29
Speaker A
Leather frame itu bodinya itu mesti di atas sasisnya. Jadi, mobil ini jadi kelihatan lebih tinggi meskipun ground clearance-nya sebenarnya enggak jauh beda. Udah gitu ya, kap mesin ini juga menjadi perhatian gua ya, karena ketika dia samaan meskipun dia lebih tinggi sedikit dibandingkan
05:49
Speaker A
dengan Pajero Sport secara overall-nya, tapi karena dia kap mesinnya lebih tinggi kelihatan kayak Jetour lebih pendek gitu. Nah, sedangkan kalau kita lihat kacanya baru tuh kacanya Jetour sama kacanya Pajero dia lebih tinggi.
06:03
Speaker A
Dari situlah bisa kelihatan kalau dua mobil ini meskipun Jet kelihatan lebih kecil tapi sebenarnya dimensinya lebih gede dan panjangnya juga enggak sepanjang Pajero Sport karena dia seven seater. Kemudian kalau bentuk belakangnya itu kelihatan banget ya. Gua dari pertama kali keluar di tahun 2016
06:22
Speaker A
10 tahun lalu sampai sekarang masih kurang bisa mencerna bentuk belakang Pajero Sport ya. Tetap masih kelihatan bagusan Fortuner ke mana-mana sebenarnya ya. Terus bagasinya kalau dibuka untuk yang Dakar ini dia belum pakai power back door tapi dia meskipun seven seater
06:40
Speaker A
baku belakangnya bisa dibikin rata lantai kayak gini. Jadi kalau kita bawa barang bawaan itu gampang ya. Ini udah hampir Rp800 juta belum power back door.
06:51
Speaker A
Kalau Jetour dia pendekatannya beda sama Pajero Sport. Dia bukaannya ke samping. Kenapa? Karena di belakangnya ini ada ban serep. Kalau dia punya ban serep begini, dia harus punya X yang lebih kuat. Jadi enggak bisa dinaikin ke atas.
07:02
Speaker A
Makanya enggak ada power back door. Dan lucunya adalah gua agak kurang suka dengan kepalsuan-kepalsuan ini. Kayak misalkan di belakang ini kayak ada axle padahal bukan. Di depan juga ada towing hook padahal dia bukan. Terus kalau kita buka dia itu pakai electric opener. Jadi
07:18
Speaker A
bukanya enggak langsung. Nah, seperti ini dia. Bagasinya emang rata karena dia enggak punya kursi di bagian belakang dan kita dapat tempat penyimpanan cukup gede nih di bawah sini ya. Tuh, bisa menyimpan sesuatu tapi bukan ban serep.
07:32
Speaker A
Terus kita buka lagi di bagian sininya dia ada subwoofer yang cukup gede dan subwoofer-nya ini rasanya lebih kencang dibandingkan dengan audio-audio Sony yang pernah kita coba di mobil sebelumnya ya. Untuk detail-detailnya juga lebih cakep ya. Dia dikasih separasi seperti ini bisa dilepas sama
07:51
Speaker A
ada hook-nya dari metal kiri kanan sampai ke depan ada power outlet sama kita juga dapat tempat penyimpanan di sini. Nah, ke sini juga tuh lihat bisa ada cup holder kalau kita nongkrong di belakang ya. Ya, enggak tahu ini bakal
08:05
Speaker A
pakai apa enggak. Ada hook di sini untuk 3 kg. Dan di bagian sini nih kita buka dia ada segitiga pengaman. Jadi dia cukup detail, pintar dan ada bukaan kalau misalkan emergency. Jadi kalau misalkan kita mau nyulik orang, dia bisa
08:20
Speaker A
buka dengan gampang di belakang. Yuk. Cuma itu pintunya kalau dibuka seperti ini, dia cuma bisa diakses dari satu sisi aja. Kebayang kalau misalkan kita lagi di parkiran mall mepet gitu kan mau buka kita butuh space yang lumayan panjang biar bisa masukin barang-barang
08:36
Speaker A
ke belakang ya. Dan kalau pintu kayak gini kita tutup itu kayak ada derit gitunya. Itu hampir semua hampir di semua mobil yang pakai ban serep belakang. Karena dia berat sih kayak gitu, tapi sebenarnya kalau kita dikit doang dia ada soft closing ya. Ya, auto
08:54
Speaker A
narik dia. Belakangnya tuh dia mirip kayak Defender ya. Eh, bahkan ada yang jual lampu yang sama persis bentuknya kayak Defender. Bulat bulat bulat gitu.
09:04
Speaker A
Bulat apa ngotak ya? Ngotaklah. Cuma emang secara overall looks-nya gua lebih suka Jetour. Bukan cuma karena lebih fresh, tapi lebih lucky, lebih garang ya. Cuma ya ini ada kepalsuan-kepalsuan kayak gini nih. Kayak ini juga nih. Ini kelihatannya bisa dipegang. Tapi
09:19
Speaker A
sebenarnya nih cuma plastik begini aja ya, bukan besi. Jadi kalau ditarik mungkin bisa ambrol.
09:30
Speaker A
Pajero Sport ini udah 10 tahun lalu sebenarnya cuma waktu itu udah pernah ada facelift dan di bagian fascia tengahnya ini dia berubah jadi lebih kaku dan lebih cakep. Sama.
09:49
Speaker A
keras-keras. Ini keras keras keras sampai ke door trim juga keras semua ya. Ketolong sama door trim-nya masih ada empuk-empukan jok kulit di bagian sini.
10:00
Speaker A
Terus sunroof dia ada ya untuk varian Dakar ini cuman enggak seperti Jetour yang pakai panoramek sunroof besar sekali lagi. Nah, head unitnya sendiri ini head unitnya itu kayak head unit dari tahun 2016 sebenarnya ya. Jadi kalau dilihat dari bentuknya,
10:18
Speaker A
Mitsubishi Connect-nya dan kawan-kawan itu kayak udah ketinggalan zaman dan pas kita pakai juga enggak terlalu smooth ya. Layarnya juga kalau dilihat tuh ya, dia tuh kayak agak sedikit wash out gitu kayak eh LCD zaman dulu yang belum pakai
10:35
Speaker A
kapasitif, masih pakai resisif ya. Jadi secara tampilan pun juga pas dilihat rasanya enggak mahal. Terus juga tombol-tombolnya ada, tapi dia pakai full touch screen ya. Jadi ini kapasitif semua nih, bukan tombol-tombol fisik.
10:49
Speaker A
USB AUX-nya ada di sini ya. Meskipun di bagian sini tuh ada USB lagi ya. Nah, gitu. Nah, terus tombol AC-nya lengkap.
11:00
Speaker A
Dia enggak terhubung sama head unit ya, jadi terpisah. Ya, sebenarnya secara desain biasa aja, tapi sebenarnya ini yang kita butuhkan. Tombol fisik bukan dari layar-layar ya. Karena kalau bisa bekerja dengan baik, why not gitu. Ini kebetulan yang varian Dakar ke atas ya,
11:17
Speaker A
dia tuh pakai high console seperti ini. Kalau yang varian exit dia ini enggak tinggi seperti ini ya. dan rem tangannya masih manual. Ini kebetulan ada elekronic parking brake, ada auto hold-nya, ada cup holder ya. Terus bagian sininya juga harusnya kalau versi
11:34
Speaker A
yang 4* 4 ya dia bisa diputar jadi part time fourwhel drive dan ada low gear-nya. Kalau yang J2 enggak ada. Dan untuk varian facelift terakhir, speedometernya dia bentuknya berubah jadi mirip kayak punya XFce atau Destinator. Begitu pula dengan setirnya.
11:51
Speaker A
E di mana gua lebih senang setir yang model ini sih dibandingkan dengan model yang baru ya. Ini tuh setirnya bentuknya lebih mewah ya, lebih keren dibandingkan dengan punyanya XForce yang rasanya justru ee menurut gua enggak semahal model yang ini ya. Meskipun dia ada
12:07
Speaker A
jahet-jetan palsunya ini sih yang agak kurang bagus ya. Tapi secara overall looksnya ya kan kalau orang punya Pajero tuh foto di lampu merah cekrek. Woi lagi setir setirnya Pajero. Wah masuk ke dalam Pajero Sport ya. Sebenarnya bentuk belakangnya ini agak sedikit aneh ya.
12:25
Speaker A
Jadi kaki kita tuh naik ke atas ya. Terus juga headroom ini bagian atasnya tuh pas sebenarnya cuma yang sebelah kanan sini itu kalau kepentok misalkan agak lompat sedikit gitu ya. itu kenanya langsung ke ini nih. [tertawa] Jadi kalau duk lumayan sakit ya. Cuma
12:42
Speaker A
jarang sih ya kalau kita pakai offroad tiba-tiba ketemu jalan rusak terbang nah itu baru berasa tuh. Nah tapi sebenarnya yang menurut gua bikin turn off itu ini sih door trim-nya ya. Bagian sebelah kanan sini panel-panel plastiknya ya itu
12:57
Speaker A
rasanya kurang mahal ya. Jadi kalau untuk kursi tengah enakan jetur ke mana-mana jauh ya. Tapi kalau kita ngomongin kursi belakang, nah ini yang jadi pembeda antara Jetour sama Mitsubishi Pajero Sport. Nah, kita ke belakang ya. Kita naikin.
13:17
Speaker A
Nah, kursi belakangnya ini buat gua yang tingginya 170 cm kita masih dapat headroom meskipun enggak terlalu besar ya. Kaki itu juga dapat leg room yang lumayan ya segini. Tapi dia bedanya sama Fortuner, tengahnya enggak bisa dibikin maju mundur. Dia cuma segini aja. Jadi
13:36
Speaker A
kalau misalkan dibandingkan dengan Pajero Sport yang lama, bagian belakang ini jauh lebih manusiawi ya. Dia lebih besar, lebih bisa rebah kursinya, kakinya pun juga lebih enak meskipun dia ngedinglik seperti ini. Dan guess what?
13:50
Speaker A
Jetour tidak punya. Jadi kalau kalian butuh seven seater ya inilah satu-satunya pilihan. Masuk ke dalam interior Jetour dari Pajero Sport langsung berasa perbedaannya ya. Ini kayak mobil yang harganya dua kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan Pajero Sport ya.
14:09
Speaker A
Kita enggak ngomongin wah ini karena pasti dia punya layar yang lebih gede. Enggak juga ya. Build quality-nya, pemilihan materialnya sama desainnya ini way better. Ini belum kita ngomongin fitur ya, baru kita pegang, kita lihat.
14:25
Speaker A
Tapi memang ini Jour ini enggak usah dibandingkan dengan Pajero Sport. Dibandingkan dengan sesama yang dari Tiongkok aja ya. Ini lebih mewah loh.
14:36
Speaker A
Makanya gua tuh waktu Jetour ngasih tahu harga under Rp00 juta dengan interior kayak begini itu kayak wow.
14:45
Speaker A
Dan mobil ini juga interiornya praktis ya. Banyak tempat penyimpanan kayak misalkan. Nah, di sini ada tempat penyimpanannya dikasih rubber finish juga. Rubber finish-nya juga dikasih pattern ya. Terus kita buka tuh ada tempat penyimpanan gede ya. Di sini ada
15:00
Speaker A
wireless charging, ada kipasnya juga. Yang sebelah kanan bisa buat naruh HP doang ya. Sama dipegang pun juga ini kualitasnya itu bagus. Dia enggak goyang-goyang, enggak ada yang retel.
15:12
Speaker A
Tombol-tombolnya juga cakep. Di bawah lagi ada tempat penyimpanan dibuka. Bagian sininya juga. Wah, tuh lihat tuh gede ya. Dan ini bisa kita buka kalau kita enggak mau jadiin dia cup holder.
15:25
Speaker A
Nah, tuh cup holder ininya aja tuh dikasih karet di bagian sini. Jadi biar kita tuh naruh barang enggak bunyi-bunyi gitu loh. Jadi emang meskipun mobil ini harganya lebih murah dibanding Pajoro Sport, justru rasanya ini kayak mobil yang harganya berkali-kali lipat lebih
15:40
Speaker A
mahal dibandingkan dengan Pajero Sport. Tapi tentu saja tidak sempurna karena kesempurnaan hanya milik Allah ya.
15:48
Speaker A
tetap ada yang gua enggak suka di mobil ini. Kayak misalkan di bagian door trim-nya, sayang sekali dia enggak dikasih adjustment buat spion. Jadi kalau kita mau adjust spion ya, kita harus turunin ke bawah sini. Terus rear viw mirrors. Nah, ini bisa buat fold,
16:06
Speaker A
nutup, sama Xpad buat buka tutupnya dari sini. Terus yang gua sebel ya, dia tuh buat ngaturnya ini kita pencet ini ya, dia cuma bisa faold sama Xpand doang.
16:20
Speaker A
Harusnya faold unfold ya. Buat ngaturnya itu harus masuk ke menu. Kita masuk ke back dulu.
16:32
Speaker A
Ah, settings ya. Nah, ini dia rear view mirror adjustment. Baru kita bisa atur dari sini. ini ya ketesla-teslaan itu yang gua sebel sama mobil-mobil zaman sekarang ya. Gua ngerti canggih, keren gitu ya. Tapi pas penggunaannya itu ya jadi harus ada penyesuaian. Sama kalau
16:54
Speaker A
kita pakai Android Autonya, dia tuh di bawahnya hilang nih. Jadi dia benar-benar full screen tapi shortcutshortcut di bawah itu hilang.
17:02
Speaker A
Harusnya meskipun dia full screen ya, tetap shortcut ini enggak boleh hilang ya. Jadi kalau kita mau ngatur-ngatur kayak misalkan AC terus juga kursi buat mendinginnya itu bisa langsung ke shortcut aja ya. Memang untuk versi Indonesia kita dapat yang facelift-nya
17:18
Speaker A
nih. Karena di Cina sana itu pertama kali keluar dia enggak ada tombol-tombol di sini. Jadi enak nih. Kita udah ada pengaturan buat temperatur kiri kanan deoger depan belakang sampai ke spion ya. buat ventilasinya udara dalam, udara luar, AC, auto, ya sama untuk seberapa
17:38
Speaker A
kencang hembusannya. Bagus sih, tapi lebih bagus lagi kalau pas Android Auto nyala bagian bawah ini tetap ada ya.
17:45
Speaker A
Terus untuk volume juga kalau enggak dari setir itu dari layar di sini ya. Ke bawah ini tuas transmisinya keren. Gua suka ya. Auto hold, kamera 360-nya dan kamera 360-nya bagus. Di sebelah kirinya dia ada stability control buat dimatiin
18:00
Speaker A
sama distance control dan ada X mode. Jadi kalau misalkan kita mau offroad ada mode sand mat, sport normal dan kawan-kawan. Di Pajero Sport sayangnya cuma ada di versi 4*4.
18:17
Speaker A
Oke, masuk ke dalam Jetur ya. Masuknya lebih gampang karena dia lebih gede. Terus ada pegangannya. Pegangan lagi di sini ya. Terus kita buka amres di sini ya. Nah, sama sebenarnya sama-sama ada amres kayak Pajero Sport. Tapi di sini
18:33
Speaker A
waduh lihat ini posisi kursi depan mundur. Jadi kalau misalkan kita nyalain mesin dia akan maju otomatis ya karena ada isi exitnya. Tapi ini paling mundur aja selega ini. Headro pun juga lega.
18:48
Speaker A
Dan panoramic sunroof-nya itu sampai ke bagian paling belakang ya. Kursinya juga bisa dimundurin lagi. Nah, satu step dan duduk di belakang sini. Ini jauh lebih nyaman dibandingkan dengan Mitsubishi Pajero Sport. Ah, kita enggak gantung ya. Tangan kita sebelah kanan, sebelah
19:05
Speaker A
kirinya pas. Tuh, lihat door trim-nya juga kalau dilihat keren. Meskipun bagian atas ini dia belum soft touch kayak di depan. Oh, tapi dibandingkan dengan Pajero Sport nih door trim-nya sih jauh ya. Terut pegangan sininya tuh keren ya. Ada ambience light-nya, terus
19:22
Speaker A
AC-nya di bagian sini. Tapi nah kalau misalkan Pajero Sport, AC-nya bisa kita atur dari sini. Kalau Jour karena dia AC-nya ngikut depan, jadi kalau kita mau ngatur seberapa kencang hembusannya itu cuma bisa ngikut dari depan. Dia ada USBC sama USBA sama dibandingkan dengan
19:39
Speaker A
Pajero Sport. Pajero Sport punya colokan 240 volt di bagian belakang. Jadi kita bisa nyolokin sesuatu ketika mobilnya nyala ya. kayak misalkan kita mau pakai hard drive atau semacamnya sampai maksimal 150 watt tuh inverternya.
19:52
Speaker A
Seandainya Jet itu ada varian yang Long wheel base dengan kursi di bagian belakang, gua rasa sih cakep banget karena secara dimensi yang boks ini harusnya dia muat. Nah, inilah dia posisinya Jur kalau misalkan dijadiin seven seater ya. Ini sebenarnya bisa
20:08
Speaker A
dikasih bangku harusnya ini direbahin ke bawah ya. Kita bisa dapat leg room, headroom juga masih ada. Terus dibikin long wheel base. Ini pasti jadi sempurna mobilnya. Karena sebenarnya orang Indonesia tuh seven seater itu jarang banget kepakai. Jadi bangku baris
20:26
Speaker A
belakangnya tuh gua sering banget di garasi gubernur mobil bekas itu masih diplastikin dan enggak pernah dipakai.
20:32
Speaker A
Cuman itu menjadi alasan mereka untuk membeli mobil walaupun enggak pernah dipakai. Kenapa ya? Terus apa yang dimiliki Jet T2 tapi tidak dimiliki oleh Pajero Sport? Tentunya banyak sekali.
20:44
Speaker A
[musik] Misalkan kursi sebelah kiri dia sudah elektrik. Terus di atasnya juga ada pandemic sunroof. Ada kamera 540.
20:52
Speaker A
Jadi dia lebih dari 360 karena bisa transparan bagian bawahnya ada wading dep monitor, [musik] ada ADAS yang sudah sampai level 2, kemudian ada audio Sony dengan 12 speaker layar yang lebih besar dan [musik] mudah digunakan dan juga ada
21:07
Speaker A
X mode buat kita mengatur mode berkendara atau kalau kita mau offroad. Kemudian buat kalian yang punggungnya suka panas, J2 [musik] T2 juga sudah dilengkapi dengan ventilated seat dan kalau di malam hari ambientience light-nya itu cakep [musik] desainnya.
21:21
Speaker A
Lantas apa yang dimiliki oleh Pajero Sport Dakar tapi tidak dimiliki oleh Jetour T2? [musik] Nah, Pajero Sport Dakar sendiri sebenarnya lebih konvensional, tapi ada beberapa fitur yang menurut gua itu cukup kepakai. Yang pertama dia punya seven seater, kursi
21:35
Speaker A
baris [musik] tiga yang bisa dilipat rata lantai. Kemudian AC-nya juga double blower. Jadi, AC tengahnya enggak ngikutin dari AC depan. [musik] Dia ada sampai baris ketiga dan letaknya ada di plafon. Udah gitu, hembusan anginnya bisa kita atur secara individual,
21:52
Speaker A
[musik] enggak ngikut sama depan. Dan yang terakhir, dia punya colokan inverter di belakang kalau kita mau pakai peralatan elektronik. Selain itu, sisanya ya jelas kalah dengan J2 [musik] T2 yang memang dia lebih baru. Tapi kalau kita nambah ke varian ultimate atau yang ultimate 4*
22:08
Speaker A
4, kita bisa mendapatkan headlamp washer di bagian depan di mana Jetur T2 tidak punya.
22:18
Speaker A
Mesin dipakai Jour itu sebenarnya sama kayak mesin Cherry 3 Pro Max yang gua pakai kemarin. Karena Cherry itu punya divisi engine namanya.
22:27
Speaker A
Tapi sebenarnya ATco sendiri itu enggak eksklusif buat cherry grup doang. Kayak misalnya ya Renault, Nissan, dan kawan-kawan itu ada beberapa mesin yang disuplai sama Akteco dan Acto juga bikin mesin buat kapal dan buat pesawat.
22:42
Speaker A
Anyway, ini adalah mesin yang sama persis dengan Cherry 38 Pro Max yang gua pakai udah sampai ke Cina. Kilometernya udah 40.000 lebih sampai sekarang masih zero issues. Padahal kita makainya lumayan disiksa ya. Sehari bisa nyala 12 jam lebih udah menempuh jarak jauh
22:59
Speaker A
semuanya masih bagus. Jadi penggunaan mesin yang sama itu sebenarnya poin yang positif. Tapi untuk sebuah ukuran mobil Tiongkok kap mesinnya ini enggak terlalu rapi ya. Biasanya kan dibikin super rapi ya, tapi kita tetap dapat hidrolik. Jadi kita buat buka kap mesin itu lebih
23:15
Speaker A
gampang karena mobil dari Tiongkok biasanya itu platnya tebal-tebal. Di mobil ini juga sama kap mesinnya pasti berat banget. Nah, karena dikasih hidrolik jadi lebih gampang buat kita buka-buka. Sekarang kita lihat ke sini.
23:30
Speaker A
Ini adalah mesin 4N15, mesin diesel generasi terbaru dari Mitsubishi yang udah 10 tahun lebih udah terbukti juga.
23:39
Speaker A
Bahkan yang awalnya Triton itu pakai 4D56 ya, sekarang udah pakai mesin 4N15 juga. Artinya secara durability udah terbukti dan pendekatannya juga berbeda dibandingkan dengan Jetour yang dia transversal ini longitudinal. dari awal dia itu platform sharing sama yang namanya Mitsubishi Triton atau bisa
24:01
Speaker A
dibilang Pajero Sport itu adalah Triton yang dibikin seven seater. Nah, intake dari mobil ini itu ngambilnya ke samping. Kalau Jur itu ke depan ya, ngambil ke bagian atas ini ditaruh di bagian paling tinggi. Makanya water wedding-nya itu bisa sampai 800 mm.
24:18
Speaker A
Pajero Sport dia pintar masukinnya ke sini. Kenapa? Karena kebanyakan Triton itu kalau di daerah tambang atau dipakai offroad serius itu dipasang snorkel.
24:28
Speaker A
Jadi pas mau dipasang snorkel piping-nya ini tinggal ditambahin ke sini aja. Dia enggak perlu ngerubah jalur dari depan ke samping. Udah tinggal ditambahin aja langsung kasih snorkel ke sebelah kanan.
24:42
Speaker A
Jadi emang secara rancang bangun mobil ini udah disiapkan untuk medan yang lebih berat dibandingkan dengan CUR.
25:03
Speaker A
Berapa detik tuh? 9 detik, coy. Gil kencang yo. [tertawa] Kita cuma sekali doang tesnya ya.
25:28
Speaker A
Tuh, valid ya. 800 100 km/0 ke 100 hanya dalam 9 detik. Gil kencang ya. 9 detik loh. Kita matiin dulu raginya.
25:41
Speaker A
Itu dalam satu kali percobaan. Tapi memang 38 Pro Max itu kencang dan ini pakai mesin yang sama meskipun bodinya lebih besar dan berat. Tapi FYI ini mobil meskipun mesin dan transmisinya sama kayak 38 Pro Max rasanya beda sih. Dia itu putaran
26:00
Speaker A
bawahnya kencang ya, habis itu dia linear ya. Jadi cuningannya benar-benar beda gitu dibuatnya. Terus dia itu transmisinya kan dia pakai dua clutch ya. Itu kalau kita lepas gas itu dia kayak meluncur gitu loh. Kayak enggak ada deselerasinya.
26:20
Speaker A
Jadi waktu kita bawa jalan gitu ya ini kok kenapa rasanya kayak meluncur-mluncur gitu loh mobilnya. Cus cus. [tertawa] Rasanya enggak kayak bawa mobil gede ya.
26:31
Speaker A
Jadi mesin 2000 cc turbonya ini bisa dijabarin terus kencang. Tapi memang kalau untuk konsumsi bahan bakar dia enggak irit ya. Jadi kita bawa dari Jakarta ke Klaten itu dapatnya cuma 113 114 saja. Sebenarnya enggak jelek ya untuk mobil segede gini ya. Tapi kalau
26:53
Speaker A
misalkan dibandingkan dengan Pajero Sport yang diesel apalagi kalau DC Solar yang murah costnya jadi jauh. Dan untungnya juga mobil ini bisa diisi sama RON 92. Jadi enggak perlu pakai RON 95 atau 98 ke atas. Untuk kota kita bisa
27:08
Speaker A
dapat sekitar 1 banding 7, 1 banding 8. Jadi memang e biasa aja, enggak irit.
27:12
Speaker A
Bahkan kalau misalkan macet banget bisa lebih jelek dari itu. Tapi ya ini mobil gede kencang gitu. Jadi kalau kita bandingin. Gua kemarin tuh sempat kepikiran pengen Land cruiser gitu ya.
27:26
Speaker A
V8 bensin. Bensinnya astagfirullah ya. Ke sini tuh langsung jadi irit rasanya. Even dibanding baik BJ40 ini rasanya lebih irit.
27:41
Speaker A
Wah, terlalu banyak spin. Pas sudah 70 naiknya dia agak berat ya. Oke, berapa kita dapat angkanya?
27:58
Speaker A
Verified. Kita dapat di angka 10,97 detik. Angka yang not bad sebenarnya ya. Tapi dibanding Jetour memang ya beda L ya.
28:11
Speaker A
[tertawa] Ya, kalau ngomongin performance on road. Oh ya, jelas kalah ya kan. Karena emang secara rancang bangun ini dibangunnya tuh untuk menjadi sebuah mobil offroad beneran.
28:23
Speaker A
dan sebuah double cabin yang bisa offroad juga ya. Makanya untuk beberapa si itu harus dikorbankan. Tapi sayangnya ini unit yang 4* 2 sih. Jadi performance offroad ya rancang bangun offroad itu kalau di mobil 4* 2 walaupun di RWD
28:40
Speaker A
tetap rasanya kurang gimana gitu ya. Tapi kalau kalian pengen nambah dari R70 juta ke 780-an something nambahnya banyak sekali ya.
28:53
Speaker A
untuk mendapatkan true offroader. Jadi kalau misalkan kalian pengen beli Pajero Sport, menurut gua kalau pengen dapetin real performance dari mobil ini, ambil yang 4* 4 sekalian ya, bukan yang 4* 2 kayak gini meskipun mahal.
29:09
Speaker A
Untuk keiran bahan bakar juga dia khas mobil diesel ya. Mobil diesel itu torsinya besar ya, RPM-nya pendek sehingga untuk dapetin tenaga dia enggak perlu effort yang terlalu besar ya.
29:22
Speaker A
Otomatis untuk mendapatkan 114, 115 tu gampang. Tapi memang mobil ini enggak diciptakan buat cruising di jalan tol bisa dapat sampai 118, 120. Enggak kayak gitu sih. Walaupun dia pakai delan percepatan utomatic dan ketika dipakai di macet-macetan di dalam kota itu buat
29:39
Speaker A
dapetin 19 110 masih oke. Tapi ya sebenarnya kalau kita ngisinya itu Dex atau semacamnya, mobil ini mahal-mahal juga secara costnya dari segi bahan bakar. Tapi kalau isi solar, tutup mata lah. Itu 6.800 sih edan murahnya. Kalau untuk mesin dan performa jelas keduanya
29:59
Speaker A
berbeda jauh ya, karena karakternya beda antara mesin bensin dan mesin diesel. Tapi kalau misalkan gua bisa ber kesimpulan, mesin diesel Pajero Sport adalah mesin yang bagus. Gua suka mesinnya modern. Untuk ukuran diesel dia halus baik dari suara ataupun
30:16
Speaker A
getarannya. Performa dan transmisinya juga cukup sigap. Maka dari itu, gua berikan Mitsubishi Pajero Sport nilai 8.
30:24
Speaker A
Untuk J2 sendiri mesinnya memang beda karakter, tapi untuk sebuah mesin bensin 2000 cc ini lumayan kencang. Apalagi ketika dia membawa body sebesar ini ternyata masih bisa mendapatkan angka 0 ke 100 di bawah 10 detik. Dipakai buat cruising juga enak, buat susul menyusul
30:42
Speaker A
juga enak. Rasanya mobil ini enggak kehabisan nafas. Paling kurangnya hanya dari sisi transmisinya aja. Dia emang cepat. halus, enggak berasa perpindahannya. Tapi ketika stop and go di situ agak terasa getarannya khas mobil dengan transmisi DCT. Tapi di CT-nya harusnya cukup awet karena dia
31:01
Speaker A
pakai model yang wet bukan yang dry. Jadi untuk Jetur gua kasih nilai 8,5. Untuk konsumsi bahan bakar, oh jelas mesin diesel pasti lebih irit dibandingkan mesin bensin, apalagi bodinya sebesar ini. Makanya mobil-mobil besar atau truk dan bus itu biasanya
31:19
Speaker A
pakai mesin diesel biar lebih hemat bahan bakar. Sedangkan untuk mesinnya Jetour memang mesin bensinnya ini kalau kita lihat bodinya yang besar dan tenaganya yang besar untuk ukuran mobil ini sebenarnya enggak boros-boros amat.
31:33
Speaker A
Masih tergolong kategori hemat lah ya. Bayangin mobil segede gini tenaganya besar, konsumsi bahan bakarnya kurang lebih mirip kayak kita bawa Innova bensin. Dan menurut saya juga pemilik Jetur beruntung. Kenapa? Karena mobil ini masih bisa isi RON 92. Jadi kita
31:49
Speaker A
masih bisa isi Pertamax atau BP92 yang harganya masih lebih terjangkau dibandingkan dengan Pertamax Turbo.
31:56
Speaker A
Sedangkan Mitsubishi Pajero Sport Dakar sendiri kalau misalkan usernya mengisi bahan bakar seperti Dex atau Shell diesel atau BP diesel ya harganya sudah di atas Rp20.000 per liter. Jadi kalau misalkan mobil ini kita hitung secara biaya BBM-nya sebenarnya ya enggak jauh
32:15
Speaker A
beda meskipun mobil diesel lebih irit. Tapi karena kita lagi mengadu konsumsi bahan bakarnya, bukan mengadu biaya pengeluarannya, maka gua kasih nilai Mitsubishi Pajero Sport Dakar di angka 8, sedangkan J2 itu di angka 6.
32:36
Speaker A
Ya, kalau fitur jelas menang telak ya. Apalagi kalau kita ngomongin soal safety ya, dia menang ke mana-mana. Ada beberapa hal yang mungkin buat beberapa orang enggak penting, tapi buat gua penting banget. Kayak misalkan fitur sederhana TPMS tire pressure monitoring
32:52
Speaker A
system di mobil ini ada. Jadi kalau misalkan ban kita ada yang bocor terus kita enggak berasa gitu ya, kurang angin, itu kan bahaya ya. Nah, ini langsung dikasih tahu gitu. Dan fitur-fitur di mobil ini menurut gua enggak cuma ada gitu, tapi kualitasnya
33:07
Speaker A
juga bagus. Kayak misalkan pas kita masuk ke kamera 360-nya, gambarnya bagus, di malam hari juga bagus. Dan lihat nih, antara empat kamera ini biasanya kalau dijahit itu kan kan kameranya beda nih, digabungin jadi satu ya itu rapi gitu dan kalau misalkan di
33:23
Speaker A
atas 15 km/h dia langsung otomatis mati ya. Jadi features-features yang ada gitu ya audionya Android Auto Apple CarPlay-nya itu bisa digunakan dengan sangat smooth dan enggak ada komplain.
33:39
Speaker A
Kalau kita ngomongin fitur ya jauh lah ya. Memang ini mobil pertama kali keluar di 2016, di global 2015 malah ya.
33:48
Speaker A
Dan untuk pada masanya lumayan sebenarnya ya, ada pedal shifternya, tombol-tombolnya lengkap gitu ya. Tapi adasnya cuma ada di versi yang ultimate itu pun dia enggak di keeping assist.
34:01
Speaker A
Dia cuma ada f controlnya aja dan masih kayak yang model zaman dulu gitu. Belum terlalu halus ya. Ya, ada AC dual zone, electronic parking brake dengan auto hold gitu ya. Ya, oke pada zamannya. Dan emang rasanya waktu kita nyobain Jet
34:17
Speaker A
tour habis itu ke mobil ini rasanya jauh banget ya features-features dan kawan-kawannya. Even head unitnya dia punya fitur tapi kayak fiturnya tuh kurang matang. Itu sih. Kalau kita bahas fitur kita ngomongin persamaannya dulu.
34:34
Speaker A
Kedua mobil ini sama-sama punya push startop engine button keyless entry. Terus ada steering [musik] switch control, ada padal shifter, ada electronic parking brake dengan auto hold. Kemudian sistem infotainment juga punya layar [musik] dan touch screen serta koneksi Bluetooth ke handphone.
34:51
Speaker A
Kemudian dari sisi safety keduanya punya antilock braking system EBD plus BA. Ada en buah airbags, ada heill start assist, ada stability control, traction control, dan kursi tengah ISOFIX.
35:07
Speaker A
[musik] Jetour T2 ini emang kenyamanannya di atas rata-rata mobil 500 jutaan ya. Suara luar, suara kolong, terus kacanya juga double glass gitu ya. Jadi di dalam itu hening ditambah audionya bagus jadi rasanya kayak bawa mobil yang harganya R
35:27
Speaker A
miliar ke atas gitu pas kita pakai. Dan audio Sony-nya itu dia punya bass yang kuat ya. Jadi, jadi suaranya tuh dentumannya kencang gitu bassnya. Dan suspensinya dia tuh sebenarnya suspensinya kaku loh. Jadi mobil-mobil modern itu biasanya sasisnya itu kaku
35:43
Speaker A
ya. Jadi guncangan goyang-goyang kiri kanan itu lumayan berasa gitu. Tapi di mobil ini fine tuning dari suspensinya meskipun dibikin kaku itu enggak bikin sakit pinggang. Wah, mobile phone has low battery. Kita cas dulu.
35:58
Speaker A
Ngasih tahu dia ya kalau udah mau habis ya. Jadi waktu kita lewatin jalan rusak pakai mobil ini, masuk tol, even di tol yang bergelombang, ini suspensinya enak ya. Rasanya tuh deg dek dek gitu ya.
36:15
Speaker A
Masih kakunya masih berasa. Tapi ketika lewat jalan yang bumi dia enggak bikin sakit pinggang pas gitu cuningannya.
36:23
Speaker A
Even dibandingkan dengan Land Cruiser 300 aja menurut gua ini bantingannya lebih enak gitu. Dia kerasa kaku tapi kakunya nyaman. gitu tuh. Asik ya. Kayak mobil Eropa sih, pas gitu paduadannya.
36:38
Speaker A
Dan karena gua bilang suspensinya kaku, otomatis dia punya handling juga bagus pas kita belok kiri kanan gitu ya.
36:46
Speaker A
Memang tetap aja enggak bisa disamain kayak sedan ya, tapi body monocoknya, fine tuning suspension-nya itu pas kita belok kencang itu rasanya body roll-nya masih terjaga gitu. Memang setirnya terasanya agak sedikit ngambang, tapi ya kita enggak mungkin kan pakai mobil ini
37:04
Speaker A
buat nikung-nikung ekstrem kayak pakai mobil balap gitu kan. Tapi ini udah lebih dari cukup. Jadi fine tuning dari mobil ini suspensinya itu bagus. Cuma memang kelemahan dari mobil ini menurut gua kursinya sih dia bagian depannya kurang supportif ke atas ya. bagian
37:20
Speaker A
pahanya kurang tersanggah sama ini kursinya lebar agak sedikit rata jadi kurang meluk ya udah sih ituu aja kenyamanan ya ini sebenarnya mobil suspensinya enak buat di kecepatan rendah kalau kita bawa 40 50 dia emang cenderung ngayun ya jadi ketika dipakai
37:40
Speaker A
di jalan tol itu terasa sekali goncangannya apalagi kalau di MBZ naik panaja tuh wah gubrak gubrak terlalu ngayun dia. Tapi di kecepatan rendah enak. Terutama buat kalian yang pakai offroad. Suspensinya ya. Karena offroad kan enggak mungkin kalian bawa 50 60 ya.
37:54
Speaker A
Offroad tuh kena batu, masuk lubang. Bantingannya enak loh. Even dibanding Fortuner gua lebih suka ini. Tapi ketika udah masuk kecepatan tinggi ah ini mulai enggak enak ya. Gua waktu itu pernah bawain mobil teman gua Pajero Sport ngasih standar ke Semarang gitu ya. Kok
38:12
Speaker A
pelan banget Mas? Iya. enggak berani [tertawa] karena emang rasanya goyang banget mobilnya gitu loh. Dia kayaknya tuh emang enggak ada tuning buat kecepatan tinggi gitu. Emang buat kecepatan rendah aja gitu ya. Tuh tuh kan goyang tuh.
38:30
Speaker A
Goyangnya tuh bukan cuma begini tapi begini gitu loh. Jadi kayak agak sedikit lari. Kalau dibilang shock breakernya mati kali enggak. Ini masih 20.000 kilo masih rendah.
38:40
Speaker A
Dan juga getaran mesin ada, suara mesin ada. Ini jalan 90. Suara angin ya? Iya.
38:47
Speaker A
Kencang. Matiin. Oh enggak. Emang emang suaranya kencang aja gitu. Kerasa ngung gitu ya. Kurang lebih begitulah. Tapi ada satu hal yang lebih nyaman dari Jetour di mobil ini, yaitu kursinya. Jadi kursinya tuh lebih meluk ya. Terus juga dia elektrik tapi depannya bisa tilting.
39:09
Speaker A
Jadi, kaki kita bisa tersanggah dengan baik. Setirnya juga kulitnya dipegang enak ya. Enggak semua orang suka dengan setir kayak gini. Cuma gua sih pas kalau buat gua. Tapi kalau kita buat nyender, wah ininya kayak batu. Keras banget headrnya. Dari sisi kenyamanan, keduanya
39:28
Speaker A
juga sudah dilengkapi dengan jok [musik] kulit electric seat, tilt and telescopic steering wheel, leather wrap steering wheel, AC dengan dual zone, [musik] speedometer digital, dan juga lampu yang sudah bisa dioperasikan secara otomatis.
39:42
Speaker A
Untuk kenyamanan JTour kita kasih nilai 9 dan untuk Mitsubishi Pajor Sport kita kasih angka 7.
39:56
Speaker A
Handling jelas ya dibandingkan dengan mobil leather frame, Pajero Sport, Fortuner atau semacamnya jauh rasanya.
40:04
Speaker A
Tapi kalau dibandingkan dengan mobil-mobil kayak misalkan kita bandingkan dengan X-Trail Honda CRV ya dia kalah sporty memang tapi secara kenyamanannya dapat dan juga kalau kita mau muter balik karena dia mobilnya juga besar kita butuh space yang agak lumayan
40:20
Speaker A
tapi masih dalam taraf yang oke kalau menurut gua untuk mobil segede gini ya paling catatan dari gua kalau misalkan kita mau pakai mobil ini power steering modenya masuk ke mode sport aja biar lebih berat lebih mantap pas kita bawa
40:33
Speaker A
jalan jalan. Nah, untuk offroad-nya juga dia punya banyak features, punya banyak mode ya. Kalau kita pencet X mode seperti ini langsung tampilannya berubah ya. Dan ada yang namanya offroad dial langsung masuk ke offroad modenya nih ya. Kita langsung dikasih lihat nih
40:49
Speaker A
locker belakang. Terus buat power speed depan belakangnya juga bisa di-lock. Tapi pas gua pencet ini enggak bisa. Dia kayak otomatis aktif sendiri waktu kita start di kecepatan-kecepatan rendah ya.
41:01
Speaker A
Ada wading radar. Kalau kita nyelem masuk air, dia ketahuan berapa sentiinya. Dan ada offroad radiation ya.
41:10
Speaker A
Tahukah apa offroad radiation? Jadi dia ada kipas depan ya. Kalau misalkan mobil dengan turbo dia kan ada intercooler dan kalau kita pakai offroad biasanya tuh radiator dan kawan-kawan itu pasti kena lumpur kan. Nah ketika dia kena lumpur pendinginan jadi enggak optimal. Nah di
41:28
Speaker A
situ ada kipas tambahan. dia akan nyalain di kecepatan rendah ya. Sehingga waktu kita lagi pakai offroad gitu dia pendinginan mesin dan angin yang masuk ke dalam ruang bakar kan panas tuh gara-gara turbo. Nah, itu diginiin pakai kipasnya dia. Kurang
41:50
Speaker A
lebih kayak gitu sih. Agak lucu. Gua baru pertama kali nemu yang kayak gini ya. Tapi kalau untuk desain interface-nya kurang intuitif ya. Karena biasanya kalau masuk ke offroad dial atau offroad mode kayak gini kan ada roll angle-nya, pitch angle. Dia tuh
42:05
Speaker A
nanti bisa ikut begini-begini mobil ya. Ini enggak. Dia cuma kaku gini aja cuma dikasih tahu berapa pitch angle dan kawan-kawannya. Even front wheel steering angle-nya itu kalau kita belokin dia cuma angka doang. Dia enggak ikut belok di sininya.
42:19
Speaker A
Ya kalau handling enggak bisa berkata banyak lah ya. Mobil ini dipakai di 100 aja tuh rasanya kayak lompat-lompat ya, kurang stabil. Mau belok pun juga ya setirnya seperti itu. Memang setirnya berat ya, tapi ya beratnya leather frame enggak dibilang mantap juga gitu. Banyak
42:37
Speaker A
orang bilang, "Wah, ini mobil zaman sekarang setirnya keentengan." Ya, coba pakai mobil yang gini setirnya berat di pakai kecepatan tinggi juga rasanya enggak mantap juga tuh. Tuh. Eh, goyang-goyang body rollnya. [tertawa] Kadang-kadang gua heran ya di tol tuh
42:52
Speaker A
orang pakai Pajero Sport Fortuner pada berani-berani banget ngebutnya ya. Padahal di dalam itu kayak e kayak naik kapal gitu. Agak menyeramkan sih ya.
43:01
Speaker A
Jadi enggak heran kalau misalkan di jalan sering ngelihat mobil-mobil macam ini terguling gitu ya. Karena emang enggak diciptakan buat kencang di jalan tol.
43:11
Speaker A
Dari segi safety, mobil ini standar-standar aja ya. Airbags-nya 6, ABS, EBD, break assist ya. Ya, kalau untuk yang versi ultimate dia ada adasnya, tapi ADAS-nya enggak ada land keeping assist-nya ya. Jadi, cuma warning-warning aja dan bisa ngerem secara otomatis. Beda sama Jour yang
43:29
Speaker A
memang lebih baru, dia jauh lebih lengkap. Untuk handling jelas di [musik] sini terasa banget antara mobil dengan sasis monocok dengan sasis leather frame. Maka dari itu Jour T2 kita kasih nilai 8 sedangkan Mitsubishi [musik] Pajero Sport kita kasih nilai 6 dengan
43:47
Speaker A
catatan ini pengetesan untuk kita yang [musik] pakai di on road. Kalau misalkan kita pakai untuk offroad pasti penilaiannya akan berbeda. [musik] Cuma karena kita tidak mengetes mobil untuk offroad maka inilah hasilnya.
44:04
Speaker A
Jadi memang kalau emang kita adu antara Pajero Sport yang masih pakai leather frame dan Jour T2 yang sudah monokok ya hampir di semua aspek itu menang Jour T2 ya. Tapi memang buat kalian yang butuh seven seater enggak bisa cuma pakai five
44:24
Speaker A
seater. Terus mungkin juga kalau kalian tinggal di daerah dealer network-nya butuh yang udah lebih banyak ya Pajero Sport adalah mobil yang bisa kalian pilih. Tapi di luar itu kalau misalkan kalian butuhnya mobil yang bisa dipakai buat dalam kota, buat offroad
44:41
Speaker A
tipis-tipis ya bukan yang terlalu ekstrem ya. Jet T2 sih gua jadi pengen. [tertawa] Ya udah itu aja mungkin buat teman-teman yang pakai Mitsubishi Pajero Sport atau pakai J2 T2 coba komen di bawah nih.
44:56
Speaker A
Sampai jumpa di video berikutnya. Bye bye.
Topics:Jetour T2Mitsubishi Pajero SportSUV Indonesiaperbandingan mobilmobil Rp800 jutaoffroadmobil monokokmobil ladder framemobil plug-in hybridreview mobil Indonesia

Get More with the SozAI App

Transcribe recordings, audio files, and YouTube videos — with AI summaries, speaker detection, and unlimited transcriptions.

Or transcribe another YouTube video here →