Review lengkap Mitsubishi XForce Hybrid generasi kedua di Indonesia, fitur, perbedaan dengan varian ICE, dan performa terbaru.
Key Takeaways
- XForce Hybrid hadir dengan banyak pembaruan teknis dan fitur dibandingkan varian ICE.
- Suspensi dan ground clearance disesuaikan untuk meningkatkan kenyamanan dan handling.
- Hybrid menggunakan konfigurasi mesin dan motor listrik khusus dengan sistem pendingin ganda.
- Fitur premium termasuk panoramic roof full kaca dan sistem audio Yamaha.
- Varian ICE masih dipertahankan dengan harga lebih terjangkau dan beberapa fitur berbeda.
What the video covers
- Mitsubishi XForce Hybrid generasi kedua resmi masuk Indonesia dengan banyak pembaruan pada powertrain dan fitur.
- Eksterior hybrid berbeda dari varian ICE, terutama pada grill, pelek, lampu belakang, dan emblem hybrid EV.
- Varian hybrid tidak memiliki ban serep, melainkan menggunakan tire repair kit, serta aki ditempatkan di bagasi belakang.
- Suspensi dan ground clearance diupdate untuk handling lebih baik, dengan shock breaker yang berbeda antara hybrid dan ICE.
- Mesin hybrid memiliki konfigurasi khusus dengan motor listrik, sistem pendingin ganda, dan posisi komponen yang dioptimalkan untuk pasar Asia Tenggara.
- Interior varian premium mendapatkan jok elektrik 8 arah, Yamaha sound system, panoramic roof kaca penuh, dan fitur Diamond Sense.
- Tangki bahan bakar hybrid lebih kecil dan direkomendasikan menggunakan RON 95, namun masih bisa menggunakan RON 90 dan etanol 20%.
- Fitur keselamatan dan kenyamanan seperti multi round view monitor, adaptive cruise control, TPMS, ambient light, dan power back door tersedia.
- Transmisi dan sistem rem hybrid dirancang khusus dengan pompa vakum dari mesin, bukan elektrik.
- Varian ICE tetap dipertahankan dengan harga mulai 388 juta rupiah, sedangkan varian hybrid menawarkan teknologi terbaru dengan harga lebih tinggi.
Chapters
- 00:00Pengenalan XForce Hybrid dan perbedaan dengan varian ICE
- 01:45Fitur eksterior dan perbedaan desain pelek serta lampu belakang
- 03:00Perbedaan bagasi dan perlengkapan ban serep vs tire repair kit
- 05:21Update suspensi dan ground clearance untuk handling lebih baik
- 06:48Detail mesin hybrid dan konfigurasi ruang mesin
- 08:19Fitur interior dan varian premium dengan jok elektrik dan panoramic roof
- 10:53Fitur keselamatan, kenyamanan, dan teknologi transmisi hybrid
- 15:00Pengujian performa dan handling di jalan raya
- 19:32Kesimpulan dan pilihan varian serta harga
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
Sebagai pengguna XForce, ini dia yang kita tunggu-tunggu. XForce Hybrid Electric Vehicle. Yes, akhirnya XForce dapat varian mesin hybrid. Nah, sekarang masuk Indonesia ini adalah generasi keduanya. Jadi, ada perbedaan di power train-nya ya dan spesifikasinya pun juga fitur-fiturnya berbeda. Nah, kalau dari luar ya, pas
Speaker A
banget nih sebelah kita ada XForce yang bensin dan ini yang hybrid. [musik] Nah, dari depan bisa kita lihat grill-nya sekarang bentuknya berbeda karena di depan sini ada aksen abu-abunya ya titik-titik seperti ini. Terus dia di depan sini ada kamera karena dia sudah
Speaker A
[musik] dilengkapi dengan multi round view monitor, jadi MAM. Nah, tapi enggak cuma si hybrid doang [musik] karena sekarang yang varian ini dia juga dapat. Jadi, bensin ini tetap dijual dan harganya sekarang 388 juta dan 399 juta rupiah beda 11 juta antara yang exit sama yang
Speaker A
ultimate. Yang ultimate, [musik] dia sudah termasuk dengan diamond sense-nya ya, jadi ada adaptive cruise control-nya ya karena di sini ada radar, di atasnya juga ada kamera. Kemudian, dia sudah punya panoramic roof.
Speaker A
Ya, jadi kalau kita lihat kelihatannya enggak ada panoramic roof-nya nih kayak atap biasa, tapi sebenarnya ini kaca melengkung dari depan sampai ke bagian belakang sini ya. Jadi, meskipun dia punya panoramic roof tapi dibikin semuanya full kaca, jadi enggak ada
Speaker A
kelihatan potongan gitu loh. Kadang-kadang kan kalau mobil ada panoramic roof-nya ada potongan gitu kan kelihatan kaca kan.
Speaker A
Ini sama dia benar-benar dibikin clean dan itu bagus. Dan untuk yang premium, kalian akan mendapatkan Yamaha sound system ya. Kemudian, jok kursi depannya sudah elektrik.
Speaker A
Terus juga ada power back door-nya, terus ada multi round view monitornya juga dan ditambah TPMS, ambient light dan kawan-kawan. Nah, sekarang kita ngomongin yang hybrid dulu deh.
Speaker A
Ini dia Mitsubishi XForce hybrid. Kalau dari luar paling gampang dibedainnya itu dari peleknya. Dia sama-sama 18 inci, tapi desainnya [musik] beda dan ini desainnya yang aero ya. Jadi bikin mobil ini tuh lebih aerodinamis pas lagi di jalan kecepatan tinggi. Nah, sudah gitu
Speaker A
ada emblem hybrid [musik] EV-nya di bagian sebelah kiri kanan pintu depan. Sama di grill juga ada tulisan hybrid electric vehicle-nya.
Speaker A
Nah, kalau di belakang lebih mudah untuk dilihat karena lampu belakangnya beda. Sekarang jadi clear seperti ini dan dalamnya di smoke. Keren. Apalagi pas lagi nyala ya, dia kelihatannya putih pas nyala langsung merah. Ya. Terus ada logo EV-nya [musik] di bagian belakang
Speaker A
sini. Sisanya semua masih sama dan untuk yang varian ice-nya itu dia masih pakai lampu yang sama seperti model sebelumnya.
Speaker A
[musik] Dan kalau kita lihat di bagian belakangnya ya, untuk XForce yang hybrid nah, di bagian bagasinya dia sedikit berbeda ya.
Speaker A
Jadi kalau yang ice dia bagasinya itu bisa dua level. Di atas sama di ke bawahin.
Speaker A
Ya. Kalau yang hybrid itu enggak bisa karena di bawah sini kita akan mendapatkan nah tuh dia ada aki di bagian belakang.
Speaker A
Terus dia enggak dapat ban serep. Tapi kita dapat ini. Tire repair kit beserta dengan liquid-nya di bagian sini.
Speaker A
Nah. Tapi yang lucu adalah biasanya kalau mobil sudah pakai tire repair kit kayak gini itu kan enggak dikasih kunci-kunci ya.
Speaker A
Ini mobil masih dikasih kunci-kunci yang di bagian sini ya. Nih, lihat ya. Dikasih busa.
Speaker A
Di sini kita tetap dapat towing hook. Sama ada kunci sama buat buka dongkrak ya. Sebenarnya enggak perlu juga karena kan dongkraknya enggak ada.
Speaker A
Karena juga enggak ada ban serep. Oke, yuk kita tutup lagi. Dan ini di sini juga Mitsubishi niat ya. Nih, ada insulation-nya.
Speaker A
Jadi kalau kita punya barang-barang di sini taruh bunyi-bunyi gitu ya. Ada peredamnya lagi dan bagian sininya pun juga ini lumayan tebal sih kalau menurut gua ya.
Speaker A
Oke. Jadi itu bedanya, sekarang kita tutup lagi. Nah, ini yang Ice ya, dia ada ban serepnya.
Speaker A
Sama dia bisa dua level. Nah, jadi taruh ke bawah juga bisa. Jadi biar kalau kita pengen punya lebih dalam, bisa seperti itu.
Speaker A
Tutup lagi. Terus juga XForce ini ada empat pilihan warna ya, mulai dari putih, silver, sama yang warna hitam dan juga grey. Dan untuk yang versi premium, kalian bisa pilih varian yang two tone color. Tinggal tambah 25 juta aja. Jadi
Speaker A
itu dia perbedaan eksteriornya antara yang lama sama yang baru ya. Terus nih, bagian sini nih. Dia tangki bahan bakarnya lebih kecil dibandingkan dengan yang Ice. Jadi kalau yang Ice itu 45 liter, yang ini 42 liter. Beda 3 liter,
Speaker A
tapi yang menarik adalah coba ke sini. Dia disarankan pakai RON 95, tapi minimum bisa pakai RON 90. Jadi kalau misalkan kalian terpaksa harus diisi RON 90, masih bisa. Dan gua tanya tadi apakah dia sudah bisa pakai etanol 20%?
Speaker A
Katanya sudah bisa dan enggak dijelasin di sini, tapi di buku petunjuknya ada. Terus satu hal lagi, katanya mobil ini juga mendapatkan update suspensi terbaru. Jadi dia shock breakernya beda dengan versi yang lama ya.
Speaker A
Dan lucunya adalah varian hybrid dan Ice itu sama-sama dapat update. Tapi yang Ice gua pikir dia bakal pakai shock breaker yang sama dengan versi hybrid, ternyata beda.
Speaker A
Jadi meskipun part numbernya antara yang Ice yang dulu sama yang Ice yang sekarang itu beda, tapi ternyata dengan hybrid itu beda juga ternyata. Kenapa gitu? Karena katanya Mitsubishi bobotnya berbeda. Jadi bukan berarti di-upgrade itu terus disamain aja, enggak. Ternyata
Speaker A
part numbernya beda duanya. Tapi kalau untuk spring ya, dia springnya masih sama atau coilnya dia masih sama. Jadi yang berbeda itu cuma shock breakernya aja. Dampernya dibikin berbeda dengan model sebelumnya. Katanya biar lebih empuk tapi yang kedua kalau misalkan dia
Speaker A
rebound dia eh lebih lambat dibandingkan dengan model sebelumnya dan juga untuk menambah handling-nya, sama Mitsubishi itu diturunin 10 mm ground clearance-nya.
Speaker A
Sekarang jadi 212 untuk yang versi hybrid ini. Jadi dibikin lebih rendah 10 mili biar handling-nya lebih bagus dan juga center of gravity-nya juga lebih ke bawah.
Speaker A
Oke. Sekarang kita buka mesinnya dulu. Nah, ini mesin ICE yang kita kenal di Mitsubishi XForce dan sudah proven ya.
Speaker A
Sekarang kita akan beralih ke varian hybrid-nya. Nah, gua pikir awalnya ketika mereka mau develop hybrid, ya sudahlah XForce tinggal dikasih mesin hybrid selesai.
Speaker A
Ternyata enggak sesimpel itu. Jadi XForce itu banyak yang diubah enggak cuma mesinnya doang. Tapi kalau kita lihat floor bawahnya ya, dia dikasih perbedaan dan jalur knalpot dan kawan-kawannya semuanya berbeda karena memang secara desain platform-nya bukan hybrid tadinya ya dan katanya di
Speaker A
bagian ruang mesin depan ini, ini juga panel-panelnya dibikin berbeda karena untuk memberikan ruang sama bobot yang lebih berat di varian hybrid ini. Ya, ada mesin sama motor listriknya sama cooling sistemnya jadi dua ya kan.
Speaker A
Nah, kita akan bahas lebih detail karena ini di-develop di Asia Tenggara ya dan sudah teruji di Thailand ya Mitsubishi tahu banget mobil untuk pasar Asia Tenggara yang kadang-kadang mungkin suka banjir ya. Sama dia nih bagian sistem kelistrikannya ditaruh di atas
Speaker A
banget ya kan. [tertawa] Terus juga air intake-nya juga ditaruh di atas di bagian sini ya.
Speaker A
Filter-filternya yang tadinya ada di samping, dia juga pindah ke sebelah kiri. Sudah gitu kalau kita lihat ya, awalnya gua pikir ini adalah coolant radiator buat mesin listriknya karena lebih dekat. Ternyata ini reservoir buat mesin dan buat elektriknya itu ditaruh di
Speaker A
sebelah kiri justru. Jadi meskipun posisinya lebih dekat ke mesin, ya, ternyata fungsinya beda. Terus dia juga enggak ada belt-nya, ya. Jadi, kalau dilihat sebelah kiri itu kosong, ya.
Speaker A
Water pump-nya sudah elektrik, ya. Oil pump-nya juga sudah elektrik. Dan juga ini gua tanya ini apa oil canister bukan? Bukan, ini ternyata pompa vakumnya. Jadi, untuk remnya dia belum pakai vakum elektrik. Dia masih pakai vakum dari engine.
Speaker A
Makanya kalau misalkan kita lagi pakai mobil ini secara hybrid gitu, ya, secara EV gitu, kan. Terus tiba-tiba vakumnya sudah mulai kurang, nanti mesinnya juga akan secara nyala otomatis bukan cuma untuk ngisi baterai, tapi buat vakum dari remnya sendiri. Sekarang
Speaker A
transmisin
Speaker A
terhubung dengan roda. Tapi kalau di high gear, ketika lagi dipakai buat cruising di jalan tol kalau misalkan 100-120, nanti dia akan disconnect. Jadi, mesin bensinnya akan pakai rasio gigi yang lebih tinggi langsung ke roda dan motor listriknya disconnect. Jadi, motor listriknya
Speaker A
enggak ikut gerakin, tapi motor listriknya dia ikut gerakin mesinnya. Enggak langsung ke roda. Nah, katanya itu lebih hemat dibandingkan dengan model sebelumnya.
Speaker A
Tapi nanti kita tunggu saja waktu kita pinjam mobil ini, kita kira-kira dapat seberapa hemat. Tapi menurut hasil pengetesannya internal Mitsubishi, dibandingkan dengan mobil hybrid di kelasnya, katanya dia lebih unggul terutama buat di dalam kotanya. Nah, sekarang kita ngomongin soal
Speaker A
angka-angka. Nah, kita mulai dari engine-nya dulu. Mesinnya bukan 1.500, tapi dia 1.600 cc naturally aspirated. Enggak ada turbonya, ya, dan lebih gede 100 cc dibandingkan 1.500 cc yang biasa. Tapi dia Atkinson cycle. Jadi, lebih ramah lingkungan dan otomatis namanya Atkinson
Speaker A
cycle pasti tenaganya lebih rendah, tapi karena dia 1.500 jadi enggak serendah itu. Dia masih dapat 107 PS dan torsinya 134 Nm. Jadi bisa dibilang hampir enggak jauh beda tenaganya dengan mesin 1.500 cc dengan Otto Cycle.
Speaker A
Nah, tapi mesin listriknya ini dia yang gede tenaganya. Torsinya 255 Nm dan tenaga mesinnya 116 PS.
Speaker A
Jadi tenaga mesin listriknya lebih besar dibandingkan dengan mesin bensinnya. Dan juga dari yang tadi dikasih Mitsubishi, dia juga nambahin insulation yang lebih bagus di varian Hybrid dibandingkan dengan yang Ice karena peredam buat dashboard-nya itu dibikin lebih banyak dan harusnya dia lebih
Speaker A
senyap. Enggak cuma waktu lagi mesinnya mati, tapi ketika mesin nyala dia juga lebih senyap dan Mitsubishi platnya tebal-tebal kap mesin depannya berat dia.
Speaker A
Oke, sekarang kita ngomongin dalamnya yuk. Let's go. Yuk, aduh kita masuk ke dalam. Kita nyalain.
Speaker A
Hah. [menghela napas] Tapi kalau udah nyalain AC gini adem dan juga AC-nya dia sudah pakai kompresor yang elektrik. Jadi bukan kompresor yang masih diputar sama mesin sehingga ketika kita lagi pakai mode EV-nya atau Hybrid-nya itu lagi macet-macetan, dia
Speaker A
tetap adem. Ya, kan kalau mild Hybrid itu dia masih diputar sama mesin kan sehingga kalau pas lagi mati itu dia AC-nya panas. Nah, kalau ini enggak.
Speaker A
Nah, ini juga dia langsung nyala mesinnya. Kelihatan? Ada suaranya tapi halus apalagi kalau kita tutup pintunya itu terasa lebih halus lagi. Coba tutup Ger.
Speaker A
Nah, halus kan? Lebih kedengaran suara kipas dibandingkan dengan suara engine-nya, tapi getarannya masih ada dikit banget tapi untuk mau ukuran mobil bensin ini sangat halus. Oke, jadi ini adalah varian yang premium jadi Hybrid itu ada dua tipe, yang pertama adalah
Speaker A
Hybrid EV, yang kedua adalah Hybrid EV yang premium. Nah, apa aja bedanya? Bedanya ada di joknya karena dia sudah elektrik yang bagian driver-nya dan enggak cuma elektrik. Biasanya cuma six way, yang ini eight way. Jadi, yang bagian depannya sini dia bisa tilting
Speaker A
naik turun, bukan cuma kursinya bisa tinggi. Ya, jadi depannya ini bisa diatur seberapa tinggi dan turunnya buat menyangga paha kita waktu kita lagi nyetir.
Speaker A
Which is good, biasanya jarang nih yang punya begitu. Biasanya cuma six way aja. Terus ke atas dia juga punya panoramic roof ya, di mana memang untuk di kelas ini rata-rata sudah pada punya panoramic roof semua. Dan dia panoramic roof-nya
Speaker A
juga gede. Mengingatkan kita sama Outlander Sport yang panoramic roof-nya gede sampai ke belakang dan enggak ada tiangnya di tengah, ya. Terus di bagian atas ini tadinya ini tuh ada tempat buat taruh kacamata.
Speaker A
Nah, tapi karena ada tombol buat buka shade sama tutupnya, jadinya sekarang seperti ini. Nah, di sini juga lampunya dia sudah LED ya, tapi LED-nya tuh dibikin warm white, bukan asal putih.
Speaker A
Begitu pula sampai belakangnya juga. Itunya enak gitu. Lampunya. Nah, di sini kita buka, dia juga ada lampu sama ada kaca. Begitu pula di sebelah kirinya juga.
Speaker A
Nah. Spion sudah electrochromatic dan di sini ada buat passenger seat belt. Nanti kalau misalkan belakang enggak pakai seat belt pas lagi jalan, dia ada logonya di bagian sini.
Speaker A
Ya. Nah, masuk interior ini interiornya kurang lebih sama kayak yang punya Diamond Sense yang improvement di tengah-tengah kemarin. Ya, jadi bagian sininya dia sudah enggak pakai yang warna eh terang lagi dan bahannya ganti jadi kulit, kulit sintetis di sini.
Speaker A
Jahitannya asli ya dan gua suka nih jahitannya lurus. [tertawa] Kan beberapa mobil suka jahitannya miring-miring ya, ini lurus ya. Dan sebelah kanan pun juga sama nih jahitannya juga bagus di sininya.
Speaker A
Yang membedakan paling kerasa itu di speedometernya, meskipun dia sebenarnya sama ya, tampilan dan ukurannya juga mirip tapi ada gambar baterainya di sebelah kiri, ya. Ada charge, eco, sama power yang tadinya ada speedometer. Nah, ada energy flow-nya, sekarang dia lagi ngisi, ya.
Speaker A
Sama di sini ada kecepatannya dan ini dia punya dua tampilan. Pertama tampilan seperti ini.
Speaker A
Yang satu lagi ada tampilan bentar, kita ganti, ya. Nah, ini Android Auto-nya juga ada tampilannya, ya. Jadi, kalau misalnya kita setel Android Auto secara wireless, nanti dia bisa kelihatan di sini lagi nyetel lagu apa. Ya.
Speaker A
Lanjut lagi, no warning. Nah, display type-nya. Nah. Versi yang lebih modern bisa diubah jadi seperti ini, ya.
Speaker A
Nah. Oke. Jadi, lebih gede tuh. Nah, energy flow. Gua lebih suka yang ini sih, energy flow-nya. Kelihatan gambar mobilnya, ya.
Speaker A
Lebih cakep. Ini ada TPMS-nya, sama XForce itu ada km/h sama ada miles per hour-nya. Nah, terus ke bawah sini, ini paling banyak berubah karena shifternya sekarang jadi electric shifter.
Speaker A
Ya, jadi udah enggak ada hubungan mekanikal lagi antara shifter sama si transmisi. Udah semuanya elektrik, ya.
Speaker A
Jadi, kalau misalnya kita mau P, pencet yang tengah. Tapi, kalau kita mau ganti, pencet dulu yang sebelah kanan, ya baru dia bisa berubah.
Speaker A
D juga dan ada namanya B. Ya. Brake mode. Kita P lagi. Nah, sama drive mode-nya dia juga berubah. Sekarang drive mode jadi banyak, ya. Yang tadinya cuma sedikit, sekarang ada charge, ada EV, ada normal, ada gravel, ada tarmac, sama ada mud,
Speaker A
Oke. Nah, tapi yang menarik adalah charge mode. Nah, charge mode ini dia akan ngebuat mesinnya menjaga baterai di tingkat full terus.
Speaker A
Nah, gu- gua tanya, fungsinya buat apa? Gitu kan. Nah, misalkan nih ada skenario kita lagi mau jemput anak sekolah, tapi kecepatan. Ya udah, kita full-in dulu pakai charge mode. Pas sampai parkiran, kita bisa nikmatin AC kurang lebih 30
Speaker A
menit dari full sampai dia tinggal satu bar. Karena setelah satu bar dia akan nyala lagi. Jadi berguna banget kalau kalian parkirannya indoor atau di basement, ya kan, biar enggak bikin polusi keluar. Bisa pakai charge mode dulu, baru habis itu pas kita nunggu
Speaker A
kita pakai EV mode-nya. Atau kita udah mau nyampe rumah nih, mau parkir. Parkiran rumah gede misalkan, ya.
Speaker A
Parkiran rumah siapa yang gede, ya? Nih, ya. Nah, pas kita udah sampai komplek gitu, masuk gerbang, langsung kita pindah ke EV mode, jadi mesin sama sekali enggak nyala. Kurang lebih kayak gitu. Dan baterainya dia pakai lithium ion 1,1 kWh, jadi lumayan besar untuk
Speaker A
ukuran hybrid. Dan dia juga pakai pendinginan kipas di bagian bawah sini. Ya, jadi selama kita banjirnya atau nerabas air enggak masuk ke dalam interior, itu aman.
Speaker A
Nah, terus jadi pertanyaannya, berapa garansi baterainya? Garansi baterainya, surprisingly, dia lebih lama dibandingkan dengan hybrid di kelasnya. Yang biasanya 8 tahun atau 160.000 km, dia ngasih baterai hybrid ya garansinya 200.000 km dan 10 tahun. Udah gitu, kalau misalkan berganti
Speaker A
kepemilikan, tenang aja, aman. Enggak hangus, jadi tinggal 5 tahun enggak. Jadi, kepemilikan pertama, dua, tiga, dia tetap dapetin garansi baterai 10 tahun, 200.000 km. Which is lebih panjang dibandingkan dengan mobil di kelasnya.
Speaker A
Kemudian sisanya masih sama seperti XForce yang kita kenal, ya. Ada audionya Yamaha, bagus. Terus juga storage-nya banyak di mobil ini, ya. Gue suka. Di sini ada storage, ada ambient light-nya juga. Di sini ada wireless charging. Di sini ada cup holder dua. Di sini ada
Speaker A
tempat penyimpanan yang besar sama ada pendinginnya kalau misalkan kita mau mendinginkan sesuatu. Di belakang sini juga ada AC-nya, ya. Jadi belakang enggak kepanasan. Terus di bawahnya ada USB, ya, sama storage di belakang sini juga ada nih, ya sebelah kiri kanan
Speaker A
belakang jok. Nah, di door pocket juga besar dan dia cup holder-nya di belakang bukan di depan. Jadi kalau misalkan kita mau menjangkau itu lebih gampang pas kita mau minum. Udah gitu sebelah kanan sini ada tempat penyimpanan juga di
Speaker A
bawah ventilasi AC. Di bawah tombol sini juga bisa dibuka buat tempat naruh koin atau semacamnya. Jadi ada 1 2 ya.
Speaker A
Di sini pun juga kalau misalkan kalian mau tempat buat narik juga bisa jadi tempat buat naruh barang dan di sini juga di ambient light-nya yang auto untuk driver aja dan tombol-tombolnya juga semua lengkap ya buat ngatur spion, buat ngelipat spion, AC-nya juga masih
Speaker A
dual zone, ada nano eX-nya dan ada mode dry juga biar kabin tuh enggak lembab.
Speaker A
Nah, sama tombol power-nya ada di sini drive mode sama buat electronic parking brake masih sama dan karena dia juga sudah dilengkapi dengan diamond sense dia punya adaptive cruise control, ada blind spot monitoring, airbag-nya ada 6, dia juga punya FCM atau front collision
Speaker A
mitigation dan semuanya bisa kita atur dari speedometer di sini nih driver assistance enter ya FCM front collision mitigation, blind spot warning, rear cross traffic alert, parking sensor, terus ada LCDN, eh lane change departure-nya, ada ASC juga ya dan tidak lupa Mitsubishi punya namanya
Speaker A
active yaw control. Ya itu dari Evo sampai ke XForce itu masih ada AYC-nya. Sama yang gua suka di sini ada tombol ya jadi kalau kita mau pakai multi around view monitor-nya pencet sekali jadi kayak gini ya pencet dua kali jadi kayak gini 360
Speaker A
ya pencet lagi ini jadi depan aja. Jadi ada 4 mode lah ini buat lihat sebelah kirinya kalau misalkan kita mau masuk atau mau parkir di dekat trotoar gitu.
Speaker A
Terus kalau dari sisi pengemudi ya gua kira dengan dia jadi elektrik dia bisa lebih rendah lagi tapi enggak ternyata XForce tuh masih mempertahankan ciri khasnya kalau pas kita duduk di XForce itu rasanya commanding jadi rasanya tinggi ya dan masih bisa kita
Speaker A
tinggiin kalau misalkan kalian lebih pendek dari gua. Dengan gua tinggi 170 cm, nah ini paling tingginya segini. Ya, turunin lagi, ini paling turunnya segini ya.
Speaker A
Depannya naikin dikit, set. Nah, cakep. Majuin lagi. Dan setirnya pun dia juga sudah tilt dan teleskopik.
Speaker A
Sama yang gua suka adalah kalau kita pas nyetir mobil ini, dia juga punya visibilitas yang bagus, ya. Depannya besar. Pilarnya tebal tapi sama dia ditarik agak tegak dan dari spionnya ini kita masih bisa ngintip di antara celahnya. Jadi enggak perlu ada kaca di
Speaker A
sini, tapi ini juga sudah bisa ngelihat dengan baik. Kap mesin pun juga masih kelihatan dari depan, meskipun kita ada di duduk paling rendah.
Speaker A
Oke, sekarang di belakangnya, ya. Masih sama kayak XForce yang sebelumnya. Lega banget dengan posisi duduk gua tadi di depan, ya.
Speaker A
Terus juga sebelah kanan bisa dipakai buat nyender. Sebelah kiri, dia juga bisa dipakai buat nyender, ya.
Speaker A
Armrest-nya gede. Sama. Nah, dia tuh buat duduk, dia recline-nya bisa lumayan, ya. Untuk mobil di kelas ini tuh biasanya kan agak-agak tegak. Ini bisa recline banget. Tapi kalau kita enggak suka yang terlalu recline, tinggal dimajuin aja.
Speaker A
Bisa sampai segini. Nah. Tapi itu terlalu tegak. Mundurin lagi dikit. Nah, segini cukup, ya.
Speaker A
Nah, sama. Ini yang kadang orang enggak notice. Di sini tuh kayak ada storage kecil, ya.
Speaker A
Mungkin bisa dipakai buat naruh handphone. Nah terus kita lupa, handphone-nya ketinggalan. [tertawa] Ini ini pas banget buat handphone, ya.
Speaker A
Atau buat dompet kali, ya. Ini jarang orang notice tuh. Oke, sekarang kita mau jalan dulu, ya.
Speaker A
Dan ini kita tinggal shifter-nya kita masukin ke D, ya. [musik] Ada D, ada B, ya.
Speaker A
Ke D aja. Ya. Kita atur dulu setirnya nih biar pas. Ini sudah paling maju.
Speaker A
Sama nih kursinya paling rendah. Paling rendahnya pun juga tetap menurut gua merasa tinggi, ya. Kayak commanding gitu di atas.
Speaker A
Ya, kita coba jalan. Kalau udah pakai electric parking brake, kita pakai seatbelt ya, kita masuk D, gas [musik] dia langsung otomatis rilis.
Speaker A
Kadang-kadang ada orang yang lupa nih pakai seatbelt-nya belum, udah main gas aja masih ngunci dia.
Speaker A
Coba ya. Harusnya sih iya begitu. Kita P ya kan, kita lepas. Ini kita masuk D, seatbelt-nya dilepas, rem tangan, tuh enggak bisa dia.
Speaker A
[tertawa] Goyang doang wik wik. Nah, sekarang kita pasang seatbelt, langsung gas. Oke. Hah, mesinnya enggak nyala sama sekali ya.
Speaker A
Ini malah saking sunyinya lebih kedengaran suara kipas. Dan kalau kita buka, dia itu kayak ada suara ngung gitu buat ini loh, penanda bahwa mobilnya lagi jalan gitu. Jadi ada suara artificial di luar ya.
Speaker A
Dan kita gas, ini kalau kita gas sampai 20, 25 ini masih listrik ya. Bensinnya belum nyala. Oh, udah nyala.
Speaker A
Udah nyala, tapi halus banget mesinnya. Jadi bisa dibilang kayak hampir enggak kerasa gitu kalau si mesinnya nyala.
Speaker A
Nah, ini mulai nih berasa nih, dia mulai agak kencang ngecasnya. Tapi ya masih sangat amat sunyi mobilnya ya.
Speaker A
Oke, kita jalan. Kita mau coba dulu suspensinya ya. Soalnya kalau di jalan lurus begini itu enggak terlalu berasa.
Speaker A
Ya, gua pengen tahu bedanya sama yang lama. Karena damper-nya berbeda. Oke, kita belok lagi.
Speaker A
Kita lewat jalan, ini katanya jalan bergelombang ya. Enggak cuma bergelombang [musik] tapi juga aspalnya runtuh nih.
Speaker A
Oh iya. Ini jalan seperti ini 30 km/jam dia empuk tapi body-nya enggak kelempar. Artinya ketika dia meredam itu dia enggak bikin tung dung dung dung gitu loh.
Speaker A
[mendengus] Emang damper-nya dibuat lebih pelan dia pas mau rebound, mau balik. Oke, kita coba lagi di jalan yang lain ya.
Speaker A
Atau mau kita nyoba nanjak sekalian. Ini sebenarnya gua enggak sabar buat nyobain pinjam sih ya. Jadi kita bisa jalan ke tempat yang lebih jauh dan kita rasain performa bandingannya secara langsung.
Speaker A
Oke, kita nanjak dulu yuk naik ke atas. Nah, ini katanya 33 derajat tingginya. Jadi sangat tinggi. Ini ada jalan yang licin dari keramik ya.
Speaker A
Jadi kalau kita gas gini nah, kita bisa ngerasain traction control-nya langsung bekerja gitu. Ketika dia slip dia langsung ngerem secara otomatis. Nah, ini tanjakannya seperti ini, tinggi sekali.
Speaker A
Nah oke. Kita berhenti di tengah ya. Bisakah? Oke, ini kita sekarang berhenti di tengah ya.
Speaker A
Eh, brake auto hold not available. Jadi auto hold-nya kalau di setinggi ini dia ada peringatan enggak berfungsi ya.
Speaker A
Sekarang kita nah manual. Oke. Nah, sekarang kita gas yuk. Bismillahirrahmanirrahim. Oh, santai sekali mesinnya.
Speaker A
Santai kawan. Nah, enaknya kalau kita jalan seperti ini ya kan enggak kelihatan depannya. Nah, MAM-nya ini, multi around view monitor-nya ini sangat membantu. Dan dia kalau lagi lurus begini pas banget mode-nya.
Speaker A
Karena lihat depan sama kiri kanan. Karena kita enggak butuh yang 360 gitu. Tapi kalau kita mau lihat yang 360, pencet lagi. Nah, jadi seperti ini.
Speaker A
Jadi sudah disesuaikan sama kondisi waktu kita nyetir di jalan. Jadi bukan sekedar kamera 360 ya. Pencet sekali langsung tek. Nah, ini yang penting banget dan kepakai banget waktu kita lagi lewat jalan-jalan sempit. Oke, tapi kalau misalnya kita agak kencang, dia
Speaker A
hilang. Setirnya pun juga kalau kita belok, ah, mutar baliknya enteng dan dia punya radius putar paling bagus di kelasnya, 5,2 m saja meskipun mobilnya sebesar ini.
Speaker A
Ah, traction control nyala. Karena tadi agak sedikit lompat. 70, oke. Dan dia ketika kita ngerem, dia tuh enggak body dive-nya enggak turun gitu loh depannya loh. Dia masih anteng.
Speaker A
Nah, langsung dia baterai tinggal satu. Nah, di sini mesinnya langsung ngecas buat ke baterai.
Speaker A
Nah. Dan ini revving-nya agak lumayan nih, karena lumayan berasa. Tadi kan halus-halus banget ya.
Speaker A
Nah, sampai dua, berhenti dia. Oke, coba lagi. Tadi kan traction control nyala tuh. Oke.
Speaker A
Kita mundur ya, mumpung sama Mitsubishinya memang dikasih suruh nyoba. [tertawa] Oke. Masuk ke tarmac dulu deh, biar beda.
Speaker A
Charge EV. Tarmac. Ih, remnya enak loh. Remnya tuh empuk dan gampang di rasain ya, seberapa eh, pas kita ngeremnya sama body dive-nya itu enggak turun.
Speaker A
Ini penting kenapa? Karena kalau kita ngeremnya itu depannya maju banget, terus ngegas dia mundur banget gitu kan, body-nya begini-begini, enggak cuma kiri kanan, itu biasanya bikin motion sickness. Itu yang suka bikin orang tuh gampang mual pas naik mobil, padahal
Speaker A
jalannya lurus-lurus aja. Ya kenapa itulah mobil listrik itu banyak orang eh mabuk, ya karena itu.
Speaker A
Ngegasnya sama ngeremnya itu suka enggak karuan gitu orang tuh. Padahal kalau dia bawanya halus ya, itu pasti enak.
Speaker A
Termasuk di mobil ini juga sama. Dia kan sudah pakai hybrid ya. Jadi ada motor listriknya, tapi kalau bawanya enggak karuan, untungnya dia punya body dive ya, brake dive-nya itu enggak terlalu terasa.
Speaker A
Nice. Oke, kita belok. Tapi memang XForce itu memang body roll-nya dari yang versi pertama juga sudah bagus ya.
Speaker A
Oke. Nice. Sip. Gua suka. Meskipun dia belakangnya torsion beam, tapi pas kita pakai buat belok seperti itu, belakangnya itu enggak lari.
Speaker A
Grip-nya masih ada. Ya, cuma kita harus coba lagi ya untuk jarak jauh. Kita coba seperti apa mobilnya.
Speaker A
So far gua ngerasain mobil ini improve ya. Terutama dari segi suspensi, dia jadi lebih nyaman dan emm enggak goyang-goyang.
Speaker A
Jadi seperti itu XForce Hybrid. Akhirnya hybrid-nya keluar juga dan gua senang banget. Karena ini disaat ekonomi ya, harga bensin itu sekarang enggak tahu, besok bisa naik atau besok bisa turun.
Speaker A
Tapi kalau kita beli mobil hybrid, rasanya tenang aja gitu. Dan klaimnya Mitsubishi juga, sekali full tank, menurut tes internal mereka, sudah dipakai Jakarta-Bali sebanyak dua kali, itu selalu lebih dari 1.000 km sampai mesinnya berhenti. Artinya, bayangin 43 liter
Speaker A
bisa 1.000 kilo sekali jalan. Luar biasa. Jadi, gua senang banget sekarang XForce ada varian hybrid-nya. Tapi, kalau kalian tetap senang yang ICE, ternyata internal combustion engine-nya enggak dimatiin sama Mitsubishi. Dan mobil ini harganya 445 juta rupiah. Ya, jadi bedanya 46 juta antara yang ICE
Speaker A
sama yang hybrid. Dan ada yang varian premiumnya juga dengan fitur yang lebih banyak. Tinggal nambah 25 juta aja. Jadi, varian premium baik yang ICE sama yang hybrid sama-sama nambah 25 juta. Itu aja mungkin vlog kita kali ini ya. Buat teman-teman,
Speaker A
jangan lupa untuk like dan subscribe. Dan buat teman-teman yang punya XForce, coba komen di bawah bagaimana rasanya, merawatnya, experience-nya bersama mobil tersebut. Ya, semoga enggak lama lagi kita dapat pinjamannya sehingga kita bisa tes lebih lengkap lagi si XForce hybrid
Speaker A
ini. Sekian dulu sampai jumpa di vlog berikutnya. Bye bye.
Topics:Mitsubishi XForceXForce Hybridmobil hybrid Indonesiamobil Mitsubishireview mobil hybridfitur XForce Hybridsuspensi mobil hybridperbandingan XForce ICE dan Hybridmobil ramah lingkunganteknologi mobil hybrid











