Skip to content
Get App

UPDATE PERUBAHAN Cara LOLOS Beasiswa LPDP 2026! | Aturan baru beasiswa LPDP 2026 yang Wajib Tahu!

Video ini membahas perubahan besar LPDP 2026, termasuk jurusan prioritas, kuota, dan proses pendaftaran yang baru.

Key Takeaways

  • LPDP 2026 fokus pada jurusan yang memberikan dampak nyata bagi Indonesia, terutama STEM.
  • Proses pendaftaran kini dimulai dari pemilihan jurusan, bukan jalur beasiswa.
  • Kuota beasiswa didorong untuk program doktoral lebih besar dari sebelumnya.
  • Platform pendaftaran LPDP lebih modern dan terintegrasi.
  • Penilaian menggunakan personal statement dan esai kontribusi untuk mengenal calon penerima lebih dalam.

What the video covers

  • LPDP 2026 mengubah skema beasiswa dari education century ke impact driven dengan fokus pada jurusan tertentu yang berdampak bagi Indonesia.
  • Prioritas jurusan 80% untuk STEM dan 20% untuk non-STEM, dengan bidang seperti pangan, energi, AI, kesehatan, maritim, dan industri kreatif.
  • Proses pendaftaran berubah, dimulai dari pemilihan jurusan STEM atau non-STEM baru kemudian jalur afirmasi, reguler, atau ASN.
  • Kuota beasiswa lebih memprioritaskan program doktoral dengan perbandingan 1 doktor dan 2 magister.
  • Dashboard pendaftaran LPDP kini lebih terintegrasi, mudah digunakan, dan modern dibandingkan sebelumnya.
  • Jumlah Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD) yang didukung LPDP diperkecil dari sekitar 40 menjadi 14 kampus saja.
  • Penilaian diri kini menggunakan personal statement berbentuk esai kontribusi, bukan list checklist seperti sebelumnya.
  • Dokumen kontribusi tetap diwajibkan untuk menjelaskan rencana dan dampak studi bagi Indonesia.
  • Perubahan ini bertujuan meningkatkan kualitas penerima beasiswa dan fokus pada dampak nyata bagi pembangunan Indonesia.
  • Video memberikan strategi dan informasi penting bagi calon pendaftar LPDP 2026 agar bisa lolos.

Answers

Questions about this video

Apa perubahan utama LPDP 2026 dibandingkan LPDP sebelumnya?

LPDP 2026 mengubah fokus dari education century ke impact driven dengan prioritas jurusan STEM dan non-STEM tertentu yang dianggap memberikan dampak besar bagi Indonesia.

Bagaimana perubahan kuota beasiswa LPDP di tahun 2026?

Kuota LPDP 2026 memprioritaskan 80% untuk jurusan STEM dan 20% untuk non-STEM, serta mendorong program doktoral dengan perbandingan kuota satu doktor dan dua magister.

Apa saja langkah pendaftaran LPDP 2026 yang berbeda dari sebelumnya?

Pendaftaran LPDP 2026 dimulai dengan memilih jurusan STEM atau non-STEM terlebih dahulu, baru kemudian memilih jalur beasiswa seperti afirmasi, reguler, atau ASN.

Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:00
Speaker A
LPDP 2026 telah dibuka, dan apa sih bedanya LPDP 2026 dengan LPDP sebelumnya, gitu?
00:12
Speaker A
Ternyata 2026 LPDP mengubah banyak sekali hal dan melakukan reformasi yang cukup besar-besaran, ya.
00:22
Speaker A
Jadi, apa aja sih perubahan-perubahan yang harus kita tahu sehingga kita bisa tahu juga strategi yang mau kita lakukan seperti apa?
00:50
Speaker A
Yang pertama terkait dengan jurusan atau bidang studi yang mau diambil oleh para penerima beasiswa. Kalau LPDP sebelum 2025, kita tuh lebih cenderung bebas, gitu ya. Tidak ada aturan yang mengikat bahwa hanya jurusan-jurusan tertentu yang bisa menerima beasiswa ini. Lebih bagaimana
01:15
Speaker A
kita capable atau kita bisa yakin menjalani atau memilih jurusan tersebut, gitu ya. Dan LPDP menyaring dari kapabilitas kita. Tapi 2026 LPDP punya aturan yang menurutku lebih ketat dan selektif, ya, karena apa? Skemanya dari education century ke impact driven, gitu ya. Jadi kalau dulu kita bebas, yang penting orang-orang bisa jadi sarjana atau doktor, gitu ya, dalam bidangnya. Sekarang mereka lebih menyasar ke impact driven. Hanya jurusan-jurusan tertentu yang dinilai bisa memberikan impact pada Indonesia lah yang bisa diterima oleh LPDP. Lalu
01:38
Speaker A
impact apa aja sih yang dipilih, gitu, diprioritaskan pada STEM. Artinya mereka lebih memprioritaskan hampir skemanya 80%. Apa aja jurusannya? Jadi mereka membuat ada 8+2. Yang pertama adalah pangan, bidang pangan, bidang energi, bidang pertahanan, digitalisasi, lalu bidang AI
01:59
Speaker A
dan semikonduktor, kesehatan, hilirisasi, maritim, manufaktur, dan material maju. Dan yang kedua, yang berikutnya adalah entrepreneurship serta industri kreatif. Ini kan biasanya dia lebih ke setech, gitu ya, dan major-major yang berhubungan dengan STEM. Tapi ada dua di STEM ini
02:26
Speaker A
yang juga menjadi prioritas, ya, kebijakan publik dan hukum serta bisnis dan ekonomi. Beasiswa ini 80% dari kuota yang ada. Lalu sisanya plotkan menjadi beasiswa share atau non-STEM. Jadi apa ada apa aja?
02:53
Speaker A
Yang pertama adalah social humanities, lalu art for people, lalu religious studies dan ekonomi. Lebih bagusnya sih kalau memang benar-benar ingin kuliah dengan besok LPDP memilih menu-menu di sini. Perubahan kedua adalah step atau langkah pendaftaran yang juga berbeda. Dulu kita
03:11
Speaker A
itu ketika mendaftar lebih banyak menggunakan label, ya, atau baju kayak misalnya pak beasiswa reguler atau afirmasi atau PTUD dan lain-lain, baru dilihat lebih detail ke jurusannya. Tapi beda kalau 2026 kita masuk ke pintu pertama itu adalah menggunakan label
03:35
Speaker A
atau baju jurusan-jurusan yang tadi STEM atau non-STEM. Setelah itu barulah kita dilabeli sebagai apakah afirmasi, apakah reguler, apakah ASN seperti itu. Jadi jalurnya diganti kayak gitu, ya. Jadi pastikan teman-teman juga strateginya adalah bisa menentukan major yang tepat terlebih
03:59
Speaker A
dahulu, baru habis itu kita bisa ngurus istilahnya bisa main di yang mana nih kolamnya, kolam ASN atau kolam reguler soal. Lalu perubahan ketiga adalah soal kuota. Nah, kalau dulu kuota itu mungkin dibagi berdasarkan ya itu tadi kayak
04:28
Speaker A
afirmasi berapa persen, reguler berapa persen, gitu ya, dan bla bla bla bla, gitu. Tapi di 2026 persebaran lebih memprioritaskan bidang STEM yakni 80%, sedangkan sisanya yang 20% itu untuk share atau non-STEM. Lalu dalam sosialisasinya, Direktur LPDP juga
04:48
Speaker A
menyebutkan bahwa kuota di 2026 mereka lebih memperbesar pada teman-teman yang mau doktoral. Jika sebelumnya perbandingan antara doktoral dan magister itu 3 banding 1, artinya satu doktor dan 3 magister. Di tahun 2026, LPDP mendorong teman-teman untuk bisa sekolah doktoral. Jadi, akan ada kuota
05:10
Speaker A
satu doktor dan dua magister. Jadi, begitu. Perubahan berikutnya adalah soal dashboard milik LPDP yang sudah sangat terintegrasi.
05:42
Speaker A
Mungkin sebelumnya aku pernah membuat video cara atau tutorial buat daftar LPDP di dashboard yang lama ini. Namun sekarang mereka menggunakan platform yang lebih terintegrasi dari banyak hal, ya, lebih clean dan lebih mudah seperti itu. Jadi yang pertama adalah kita
05:55
Speaker A
seleksi bagian major atau program studi atau bidang yang memang mau kita tuju, gitu ya. Habis itu barulah kita maju untuk masuk seleksi mau yang reguler atau PTUD atau afirmasi atau ASN seperti itu. Baru habis itu kita masuk
06:16
Speaker A
ke ber. Nah, perubahan selanjutnya adalah tentang jumlah PTUD. Jadi kalau dulu sebelumnya PTUD atau perguruan tinggi utama dunia yang memang jadi kayak kampus top, ya, yang diprioritaskan oleh LPDP yang biasanya nih resing duitnya itu juga lebih rendah karena
06:37
Speaker A
kompetisinya kan enggak sebanyak beasiswa yang lain, ya. Karena untuk masuk ke perguruan tinggi wah kelas dunia itu juga susah, gitu kan.
06:56
Speaker A
Jadi kuota di sini juga lebih sedikit, gitu. Jika sebelumnya jumlah PT kampus-kampus yang masuk dalam kategori PTUD itu hampir pada 40-an.
07:09
Speaker A
Namun tahun 2026 jumlahnya cukup banyak yakni ada sekitar 14, kayak kampus-kampus NU yang di Singapura gitu juga udah enggak ada lagi di sini, gitu. Kenapa ini terjadi? Dalam sosialisasinya sebetulnya direkturnya bilang bahwa ya ini untuk mendorong
07:21
Speaker A
teman-teman bisa masuk ke benar-benar kampus-kampus yang memang masih jarang dimasuki oleh anak-anak Indonesia, kayak gitu. Kalau kampus-kampusnya katanya sudah banyak, gitu. Jadi disingerkan dari list PTUD ini. Selain itu juga ada pertimbangan tentang keunggulan dalam bidang-bidang yang memang menjadi
07:41
Speaker A
prioritas dari beasiswa LPDP. Yang berikutnya adalah jika dulu penilaian diri itu dibuat dengan list-list pickel kayak word yang zaman dulu kayak gini bagi-bagi. Sekarang penilaian diri itu dikonsepkan dalam bentuk personal statement yang dibuat dengan ya
08:01
Speaker A
mirip-mirip dengan esai kontribusi, kayak gitu. Jadi ini personal statement adalah sebuah tulisan yang memang agar LPDP tuh mengenal kita lebih jauh bagaimana kekurangan dan kelebihan dan lain-lain, kayak gitu, dibuatnya dalam sebuah uraian yang mirip esai, kayak gitu.
08:25
Speaker A
Lalu yang kedua adalah expi buat kontribusi yang memang ini dari dulu sudah disyaratkan oleh pihak LPDP yang isinya sebenarnya tentang gambaran kita itu mau ngapain, sih, gitu, apa yang mau kita lakukan dengan kuliah kita lalu apa yang mau kita lakukan, gitu. Jadi untuk
08:45
Speaker A
tahun 2026 bisa dibilang ketika mau menulis dibagi menjadi dua dokumen tersebut. Oke, begitu aja perubahan LPDP 2026 yang harus teman-teman perhatikan untuk menentukan langkah strategis apa yang sudah lakukan ketika. Oke, semoga video ini membuat teman-teman dan ya semangat terus, gitu kan, untuk bisa gol
09:04
Speaker A
dah. Sampai jumpa di video selanjutnya. Yeah.
09:34
Speaker A
dah. Sampai jumpa di video selanjutnya. Yeah. [lonceng]
Topics:LPDP 2026beasiswa LPDPjurusan prioritas LPDPkuota LPDP 2026pendaftaran LPDPSTEMnon-STEMpersonal statement LPDPPTUD LPDPstrategi lolos LPDP

Get More with the SozAI App

Transcribe recordings, audio files, and YouTube videos — with AI summaries and speaker detection. 30 minutes free.

Or transcribe another YouTube video here →