Skip to content
Get App

5 PERTANYAAN WAWANCARA BEASISWA LPDP PALING SULIT! | Tips beasiswa LPDP 2026

Tips menghadapi pertanyaan wawancara beasiswa LPDP 2026, fokus pada urgensi penelitian dan kontribusi nyata bagi Indonesia.

Key Takeaways

  • Persiapan riset dan update data adalah kunci menjawab pertanyaan wawancara LPDP.
  • Tunjukkan urgensi dan relevansi penelitian dengan kebutuhan Indonesia.
  • Rencanakan kontribusi yang realistis dan terukur dengan timeline jelas.
  • Pahami birokrasi dan tantangan di lapangan untuk menjawab pertanyaan eksekusi.
  • Jawaban yang baik mencerminkan kesiapan, pemahaman, dan visi jangka panjang.

What the video covers

  • Wawancara seleksi beasiswa LPDP adalah tahap krusial yang menentukan kelulusan.
  • Pertanyaan paling sulit adalah tentang urgensi penelitian yang diajukan, terutama jika topik sudah banyak dilakukan.
  • Penting untuk memahami gap penelitian dan relevansi topik dengan kondisi Indonesia saat ini.
  • Persiapan riset mendalam, update data terbaru, dan pemahaman konteks nasional sangat diperlukan.
  • Menjawab pertanyaan kontribusi harus realistis, terukur, dan memiliki mekanisme jelas.
  • Kontribusi dibagi menjadi jangka pendek, menengah, dan panjang dengan rencana yang terstruktur.
  • Pewawancara ingin melihat apakah kandidat realistis dan memahami birokrasi serta tantangan di Indonesia.
  • Jawaban harus menunjukkan pemahaman mendalam dan kesiapan menghadapi tantangan lapangan.
  • Membuat skrip atau rancangan jawaban yang jelas dan spesifik sangat membantu.
  • Wawancara bisa menimbulkan banyak pertanyaan lanjutan, sehingga kesiapan mental dan pengetahuan sangat penting.

Answers

Questions about this video

Apa pertanyaan wawancara LPDP yang paling sulit menurut video ini?

Pertanyaan paling sulit adalah tentang urgensi penelitian, terutama jika penelitian tersebut sudah banyak dilakukan orang lain. Kandidat harus bisa menjelaskan gap dan relevansi penelitian dengan kondisi Indonesia.

Bagaimana cara mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan tentang kontribusi setelah beasiswa?

Jawaban harus realistis, terukur, dan memiliki mekanisme yang jelas, termasuk rencana jangka pendek, menengah, dan panjang yang sesuai dengan latar belakang dan tujuan kandidat.

Mengapa penting memahami birokrasi dan kondisi Indonesia dalam wawancara LPDP?

Karena pewawancara ingin melihat apakah kandidat realistis dan memahami tantangan lapangan, termasuk birokrasi yang rumit, sehingga jawaban tentang eksekusi kontribusi menjadi lebih meyakinkan.

Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:00
Speaker A
Salah satu tahapan paling krusial dan paling menentukan dalam seleksi beasiswa LPDP adalah bagian seleksi substansi alias seleksi wawancara. Jadi, pengalaman aku sekitar 2 tahun lalu aku untuk pertama kalinya menjalani wawancara LPDP dan alhamdulillah satu kali coba aku bisa langsung lolos jadi awardee.
00:29
Speaker A
jadi awardee. Apa sih pertanyaan-pertanyaan yang paling sulit untuk dijawab? Ini jawabannya. [musik] Pertanyaan wawancara paling sulit adalah yang pertama, "Apa sih urgensi penelitian kamu? Bukankah penelitian kamu itu sudah banyak ya dilakukan orang?" Dan kayak ya jawabannya sudah pasti gitu kan dan kayak
01:14
Speaker A
Apa sih pertanyaan-pertanyaan yang paling sulit untuk dijawab? Ini jawabannya.
01:39
Speaker A
Menjawab pertanyaan ini sangat sulit bagiku. Jadi baik kamu yang mau kuliah S2 atau S3 sudah pasti ya soal riset.
01:48
Speaker A
Pertanyaan wawancara paling sulit adalah yang pertama, "Apa sih urgensi penelitian kamu? Bukankah penelitian kamu itu sudah banyak ya dilakukan orang?" Dan kayak ya jawabannya sudah pasti gitu kan dan kayak enggak ada hal pentingnya gitu.
01:54
Speaker A
Ada mungkin konteks kayak ya sebenarnya penelitian tersebut sudah banyak dilakukan tapi di negara lain kalau di Indonesia belum ada gitu atau dalam konteks ee apa ya ee masyarakatnya mungkin tipe masyarakatnya ya beda aja kayak gitu. Ternyata masalah kayak gini
02:10
Speaker A
Pertanyaan ini bagiku sulit juga ya dijawab apalagi buat teman-teman yang mungkin sudah lama enggak berkecimpung dalam dunia akademik gitu ya. Jadi kita enggak sempat untuk apa namanya riset, SLR, bibliografi, ngelihat pola apa update riset-riset terkini gitu ya.
02:29
Speaker A
mau dan kita harus menunjukkan apa sih pentingnya penelitian ini dan apa pentingnya kita kuliah dan pentingnya kita itu menyelesaikan masalah ini dengan pendidikan gitu.
02:42
Speaker A
Menjawab pertanyaan ini sangat sulit bagiku. Jadi baik kamu yang mau kuliah S2 atau S3 sudah pasti ya soal riset.
02:50
Speaker A
Penting bagi kita untuk tahu positioning kita ada di mana biar enggak awang-awang mungkin empat poin ini harus teman-teman ee siapin. Yang pertama adalah riset lebih dalam dan lebih jauh tentang topik atau permasalahan yang mau kita gali. Rajin baca, rajin update data kayak gitu. Yang
03:12
Speaker A
Kita harus tahu gap penelitian kita itu ada di mana. Ya sebenarnya gap penelitian itu kan banyak jenisnya ya.
03:33
Speaker A
gimana terkait dengan topik kita. Apa yang dibutuhkan oleh Indonesia saat ini gitu ya. Itu. Yang keempat adalah dulu aku waktu mau jawab ini pun aku sempat membaca apa sih namanya kalau pemerintah kan kadang bikin rancangan program RPJPM atau RR apa gitu ya pokoknya yang yang
03:57
Speaker A
Ada mungkin konteks kayak ya sebenarnya penelitian tersebut sudah banyak dilakukan tapi di negara lain kalau di Indonesia belum ada gitu atau dalam konteks apa ya masyarakatnya mungkin tipe masyarakatnya ya beda aja kayak gitu.
04:15
Speaker A
atau positioning atau gap atau puzzle penelitian kita dalam permasalahan yang ada di Indonesia gitu. Gitu. Meskipun ya nanti sebenarnya pertanyaan ini bakal menimbulkan snowball pertanyaan yang sangat banyak sih dan aku cukup lupa ya isinya dulu apa.
04:37
Speaker A
Ternyata masalah kayak gini tuh untuk warga yang mungkin ditinggal di 3T itu beda lagi solusinya kayak gitu-gitu.
04:59
Speaker A
menuju Indonesia emas gitu. Atau mengubah sistem gitu atau memajukan pendidikan [musik] nasional gitu. Ya itu itu memang kadang-kadang kita akan di situ gitu ya. Sebenarnya enggak salah sih jawab kayak gini. Kenapa ini sulit?
05:18
Speaker A
Tapi untuk jawab pertanyaan ini mau enggak mau kita tuh harus belajar dulu, kita harus benar-benar menyelami data-data terbaru dan kita harus bisa update. Mau enggak mau dan kita harus menunjukkan apa sih pentingnya penelitian ini dan apa pentingnya kita kuliah dan pentingnya kita itu menyelesaikan masalah ini dengan pendidikan gitu.
05:32
Speaker A
Itulah yang kerap terjadi ketika dulu aku mock up. Sebenarnya mungkin enggak ada jawaban yang salah dan benar sih karena setiap orang tentu punya background-nya masing-masing punya niatan dan tujuan masing-masing terkait beasiswa LPDP. Tapi teman-teman bisa membuat sebuah eh skrip atau rancangan
05:52
Speaker A
Karena bisa jadi ya mungkin masalahmu bisa terjawab dengan kalau kita ambil course atau kursus-kursus kayak gitu.
06:15
Speaker A
kualitas gurunya atau dari kurikulumnya atau dari public policy-nya? Domain yang spesifik dan eh jelas ya, kayak misalnya ya, saya ingin memajukan kurikulum berbasis lokal di daerah misalnya kayak di Papua atau di daerah 3T kayak gitu.
06:35
Speaker A
Penting bagi kita untuk tahu positioning kita ada di mana biar enggak awang-awang mungkin empat poin ini harus teman-teman siapin. Yang pertama adalah riset lebih dalam dan lebih jauh tentang topik atau permasalahan yang mau kita gali. Rajin baca, rajin update data kayak gitu. Yang kedua adalah kita harus bisa menunjukkan kita riset kita itu mau mengisi keresahan atau masalah di bagian mana gitu. Puzzle mana yang mau akan kita tutup kayak gitu ya. Yang ketiga adalah kita juga harus bisa melihat kondisi Indonesia saat ini gimana terkait dengan topik kita. Apa yang dibutuhkan oleh Indonesia saat ini gitu ya. Itu.
06:51
Speaker A
Untuk eh apa namanya mekanismenya gimana? Melalui karir apa kita bisa mempengaruhi hal yang pertama kayak gitu. Apakah mungkin kita jadi guru atau jadi eh praktisi? Kalau misalnya kebijakan, kebijakan apa yang ingin dipengaruhi?
07:09
Speaker A
Yang keempat adalah dulu aku waktu mau jawab ini pun aku sempat membaca apa sih namanya kalau pemerintah kan kadang bikin rancangan program RPJPM atau RPJMN apa gitu ya pokoknya yang isinya tuh sebenarnya rencana kerja pemerintah dalam jangka panjang, jangka pendek, jangka menengah gitu.
07:19
Speaker A
Bahkan usahakan sih kayak kita mungkin sudah punya pengalaman gitu ya, kayak mungkin pengalaman kita sekarang tuh tahapnya kecil gitu ya, itu bisa diceritakan juga di bagian kontribusi yang sifatnya realistis atau konkrit tadi ya dan terukur kayak gitu. Yang
07:35
Speaker A
Nah, di sini nih kita tuh harus menggali buku ini lalu kita cocokkan dengan topik riset kita. Kita kira-kira mau di mana gitu. Jadi, kita bisa melihat urgensi atau positioning atau gap atau puzzle penelitian kita dalam permasalahan yang ada di Indonesia gitu. Gitu.
07:56
Speaker A
terjadi dalam semalam, dalam setahun, 2 tahun, 3 tahun itu enggak bisa. Jadi kamu harus bisa eee membayangkan ya dan berpikir panjang, baik berpikir ke depan atau bahkan ditarik lagi ke belakang. Jadi kamu punya baby step atau arah yang jelas,
08:14
Speaker A
Meskipun ya nanti sebenarnya pertanyaan ini bakal menimbulkan snowball pertanyaan yang sangat banyak sih dan aku cukup lupa ya isinya dulu apa.
08:31
Speaker A
kontribusi itu menjadi tiga tahap. Jadi kontribusi jangka pendek, kontribusi jangka menengah, dan kontribusi jangka panjang. Terus pertanyaan ini biasanya beranak nih.
08:43
Speaker A
Pertanyaan kedua adalah apa kontribusi kamu nantinya? Nah, ini nih yang paling ditunggu gitu ya dalam yang pasti ada sih di wawancara LPDP.
08:58
Speaker A
Indonesia itu belum siap buat itu gitu. Kira-kira gimana nih kamu bakalan mengeksekusinya? Kalau ada kesulitan, apa yang kamu lakukan gitu. Nah, jawab pertanyaan ini juga sama sulitnya kayak kita tuh harus berpikir, apalagi kalau misalnya kita enggak bikin enggak enggak
09:14
Speaker A
Mungkin jawabannya bisa dibilang mudah karena jawabnya ya paling kayak apa namanya membangun Indonesia lebih gemilang gitu menuju Indonesia emas gitu. Atau mengubah sistem gitu atau memajukan pendidikan nasional gitu. Ya itu itu memang kadang-kadang kita akan di situ gitu ya.
09:25
Speaker A
Pengin tahu seberapa kita itu sebenarnya paham dengan kondisi lapangan atau kondisi Indonesia gitu. Enggak perlu defensif, enggak perlu marah-marah, enggak perlu berdebat juga sama pewawancara. Jadi ee enggak apa-apa validasi aja argumen wawancara wawancara gitu ya. Ee tapi kita bisa menunjukkan
09:48
Speaker A
Sebenarnya enggak salah sih jawab kayak gini. Kenapa ini sulit?
09:58
Speaker A
Indonesia itu sebenarnya kayak gini birokrasinya sangat sulit dan kemungkinan sangat lama gitu ya, tapi ya itulah tadi.
10:09
Speaker A
Karena kalau kita enggak bisa melihat jalurnya kita akan bingung. Kita akan berpotensi untuk ditanya lebih banyak lagi dan ujung-ujungnya kita akan blunder.
10:22
Speaker A
Untuk mengubah sesuatu kita butuh mengubah sesuatu yang lebih kecil dulu gitu. Jadi, nanti baru bisa berefek pada perubahan yang lebih besar. Itu. Jadi, kalau sekarang teman-teman bisa coba menggali menggali, menanyakan diri sendiri, menulis-nulis kira-kira apa yang bisa kita lakukan dengan background
10:42
Speaker A
Itulah yang kerap terjadi ketika dulu aku mock up. Sebenarnya mungkin enggak ada jawaban yang salah dan benar sih karena setiap orang tentu punya background-nya masing-masing punya niatan dan tujuan masing-masing terkait beasiswa LPDP.
10:53
Speaker A
Ee tapi yang jelas pertanyaan ini sulit ketika aku mock up. Dan mmm ada mentor aku bilang ada banyak cara jawabnya. Ada yang bisa bilang ya karena LPDP itu punya apa namanya networking yang bagus gitu ya kayak misalnya [musik] Mata Garuda gitu. Terus
11:11
Speaker A
Tapi teman-teman bisa membuat sebuah skrip atau rancangan terkait kontribusi dengan tiga sifat utama. Yang pertama adalah spesifik. Jadi, kita harus tahu domain yang mau kita kontribusikan itu jelas gitu. Mau di bidang apa? Kayak misalnya di pendidikan gitu, mau memajukan pendidikan. Di aspek apa? Apakah dari kualitas gurunya atau dari kurikulumnya atau dari public policy-nya? Domain yang spesifik dan jelas ya, kayak misalnya ya, saya ingin memajukan kurikulum berbasis lokal di daerah misalnya kayak di Papua atau di daerah 3T kayak gitu.
11:30
Speaker A
katanya orang bukan kata aku. Katanya kalau jawab pertanyaan kayak gini itu eh kita tuh jadi kelihatan seperti orang yang eh transaksional gitu kayak kayak take take and give gitu ya sama LPDP.
11:44
Speaker A
Yang kedua adalah terukur dan mekanismenya itu kayak lebih realistis saja kayak gitu. Jadi, kayak untuk mencapai ini, caranya kayak gimana? Oke, tadi mungkin sudah di bagian kurikulum misalnya gitu ya.
12:05
Speaker A
yang mau aku berikan ke Indonesia kayak gitu sih. Jadi kalau dulu sih aku sempet sempet sempet sempet jawab itu bahkan itu aku jadikan sebagai penutup esai aku. Jadikan LPDB sebagai kolaborator dari program-program yang mau kita lakukan atau eh kontribusi yang mau kita
12:23
Speaker A
Untuk mekanismenya gimana? Melalui karir apa kita bisa mempengaruhi hal yang pertama kayak gitu. Apakah mungkin kita jadi guru atau jadi praktisi? Kalau misalnya kebijakan, kebijakan apa yang ingin dipengaruhi?
12:30
Speaker A
Gitu. Eh bagaimana LPDP punya nilai-nilai yang sama dengan yang kita pegang sehingga kita bisa memberikan manfaat lebih banyak. Ini juga beranak lagi nih bisa pertanyaannya kayak Lah emang nilai LPDP gimana? Apa yang sama dengan nilaimu?
12:46
Speaker A
Program konkrit apa sih sebenarnya yang pengin dibangun? Mitra kerja kita siapa gitu? Siap kira-kira bagaimana caranya?
12:59
Speaker A
Pertanyaan keempat adalah kenapa kamu memilih jurusan ini dan bukan jurusan yang lain? Atau kenapa kamu memilih kampus ini dan bukan kampus yang lain? Menjawab pertanyaan ini kadang aduh sulitnya juga ya. Terutama buat temen-temen yang apa namanya mungkin mau kuliah di luar negeri juga.
13:17
Speaker A
Bahkan usahakan sih kayak kita mungkin sudah punya pengalaman gitu ya, kayak mungkin pengalaman kita sekarang tuh tahapnya kecil gitu ya, itu bisa diceritakan juga di bagian kontribusi yang sifatnya realistis atau konkrit tadi ya dan terukur kayak gitu.
13:36
Speaker A
bingung ya kalau kita itu enggak riset dulu. Pertanyaan ini beranak sangat banyak gitu dulu aku. Apalagi aku adalah lintas jurusan dan aku sudah lama enggak kuliah. Untuk menjawabnya fokuskan pada riset. Jadi kita melihat kampus dan program studi itu bukan karena kampus
13:56
Speaker A
Yang ketiga adalah time bound. Ada durasi waktunya untuk mencapai tujuan tadi, kira-kira apa yang mau kamu lakukan setelah 1 tahun lulus kuliah, terus 5 tahun lagi mau ngapain, terus 10 tahun lagi mau ngapain gitu.
14:16
Speaker A
deh baca menu kurikulumnya semester satu apa, semester dua apa gitu dan pelajari gitu. Apakah ini bakalan cocok atau nemu satu mata kuliah yang memang wah ini hanya ada di kampus ini nih gitu. Itu modul. Yang kedua adalah profesor atau
14:31
Speaker A
Karena kan sebenarnya perubahan itu enggak bisa terjadi dalam semalam, dalam setahun, 2 tahun, 3 tahun itu enggak bisa. Jadi kamu harus bisa membayangkan ya dan berpikir panjang, baik berpikir ke depan atau bahkan ditarik lagi ke belakang.
14:52
Speaker A
ini sangat sulit nih dia butuh sebuah alat canggih yang hanya kampus ini yang punya gitu. Networking juga bisa nih dibahas di di di fasilitas ini itu.
15:03
Speaker A
Jadi kamu punya baby step atau arah yang jelas, jalur yang ini nih kayaknya jalur yang ideal tuh kayak gini, jalur yang jelas kayak gini. Berdasarkan dengan background kamu, keahlian kamu, dan apa yang kamu inginkan.
15:10
Speaker A
Gitu-gitu sih jadi kita memang harus based on data dan riset dan kayak ya apa yang kita butuhkan sehingga kita bisa menjelaskan bahwa inilah tempat yang tepat untuk saya menggali ilmu pengetahuan.
15:24
Speaker A
Kalau dulu aku di esai dan di wawancara membagi kontribusi itu menjadi tiga tahap. Jadi kontribusi jangka pendek, kontribusi jangka menengah, dan kontribusi jangka panjang.
15:36
Speaker A
Itulah pertanyaan yang menurut aku sulit banget untuk dijawab karena karena aku dulu daftar LPDP juga dalam posisi sebagai seorang ibu rumah tangga. Nah, kenapa ini sulit? Karena memang dalam menjawab pertanyaan ini kita enggak boleh menjelek-jelekkan kandidat lain.
15:52
Speaker A
Terus pertanyaan ini biasanya beranak nih.
16:09
Speaker A
enggak dapat LPDP. Nah, itu itu kayak reviewer sudah aduh malas banget gitu. Itu enggak sih kayak gitu. Jadi mending kita itu menjelaskan dengan kombinasi dari tiga hal. Yang pertama adalah latar belakang kita gitu atau rekam jejak.
16:24
Speaker A
[tertawa] Karena beranak biasanya ditanya lagi. Ya ya ya rencana kamu itu memang bagus ya dan sangat idealis nih.
16:46
Speaker A
proyek-proyek yang kamu lakukan atau yang sudah kamu lakukan, program atau penelitian. Terus yang kedua disesuaikan lagi dengan ilmu yang mau kita ambil.
16:56
Speaker A
Tapi kalau misalnya kamu tahu kan kayak birokrasi dan apa yang terjadi di Indonesia itu enggak seperti yang kamu bayangkan dan Indonesia itu belum siap buat itu gitu. Kira-kira gimana nih kamu bakalan mengeksekusinya? Kalau ada kesulitan, apa yang kamu lakukan gitu.
17:14
Speaker A
Yang ketiga adalah urgensi dari kontribusi yang mau kamu tawarkan apa yang mau kamu lakukan ini itu ternyata bisa berdampak secara banyak hal gitu berlapis-lapis gitu ya jadi tapi jujur sulit banget untuk bisa meramu jawaban ini dengan baik karena dulu pun
17:33
Speaker A
Nah, jawab pertanyaan ini juga sama sulitnya kayak kita tuh harus berpikir, apalagi kalau misalnya kita enggak bikin enggak menyiapkan ya itu aduh gimana juga ya.
17:48
Speaker A
posisinya waktu mendaftar jadi masih dalam kondisi ya dalam kondisi lagi season jadi ibu rumah tangga dan di rumah gitu ya jadi di situ tapi semoga teman-teman bisa meramu gitu ya atau membuat merancang jawaban yang baik untuk pertanyaan-pertanyaan tadi gitu menurut
18:08
Speaker A
Penguji itu kayak mau ngelihat kita sebagai kita tuh sebenarnya orang yang naif atau orang yang realistis.
18:27
Speaker A
ini adalah memberikan jawaban yang yang yang yang benar ya ini hanya sebuah gambaran aja kayak gitu yang mungkin bisa teman-teman pertimbangkan oke sekian video kali ini semoga bermanfaat dan lancar seleksinya jangan lupa klik like subscribe dan bagikan video ini ya biar aku makin semangat
18:48
Speaker A
Pengin tahu seberapa kita itu sebenarnya paham dengan kondisi lapangan atau kondisi Indonesia gitu. Enggak perlu defensif, enggak perlu marah-marah, enggak perlu berdebat juga sama pewawancara.
19:06
Speaker A
sulit [musik] dah Aaa.
Topics:beasiswa LPDPwawancara beasiswatips wawancara LPDPurgensi penelitiankontribusi penelitianpersiapan wawancaragap penelitianIndonesia emasstrategi beasiswaseleksi LPDP

Get More with the SozAI App

Transcribe recordings, audio files, and YouTube videos — with AI summaries and speaker detection. 30 minutes free.

Or transcribe another YouTube video here →