Episode 21 podcast Escape bersama Felix Siauw, Koi Yo Cabe, dan Veren Ornela. Membahas syahadat, hidayah, konsep sufi, serta kisah-kisah dalam Islam dan wahyu nabi.
Key Takeaways
- Syahadat harus disertai keyakinan; pengucapan semata tidak cukup untuk masuk Islam.
- Hidayah dipahami sebagai petunjuk yang memicu perubahan spiritual, sementara motivasi manusia sering didorong oleh rasa takut.
- Dalam Islam, Nabi Muhammad adalah nabi terakhir sehingga klaim wahyu baru perlu diuji dengan bukti.
- Diskusi ini bersifat santai dan campuran antara edukasi agama dan hiburan podcast.
What the video covers
- Diskusi dibuka dengan pernyataan bahwa mengucapkan syahadat tanpa keyakinan tidak otomatis membuat seseorang menjadi Muslim.
- Pembahasan tentang ustaz yang tidak layak dijadikan panutan dan candaan ringan seputar tema pernikahan dan hak harta istri.
- Perbincangan tentang Veren Ornela yang tertarik umrah, dengan candaan tentang syarat dan larangan bagi non-Muslim.
- Penjelasan istilah hidayah sebagai petunjuk (guidance) dan kaitannya dengan spiritual awakening dan hijrah.
- Pembahasan konsep sufi seperti makrifat, fana, nur, dan irfan sebagai tingkatan spiritual yang lebih dalam.
- Diskusi tentang mengapa film-film Hidayah menekankan rasa takut (siksa kubur) sebagai motivasi dibanding harapan.
- Pembahasan klaim wahyu dan nabi di era modern; ditegaskan bahwa Nabi Muhammad adalah nabi terakhir dan wahyu telah berhenti.
- Kritik terhadap klaim pihak yang mengaku menerima wahyu tanpa pembuktian yang jelas.
- Pembahasan kisah Nabi Ibrahim, Hajar, Ismail, dan Ishak sebagai bagian dari kuis dan pembelajaran sejarah.
- Penjelasan tentang kewajiban zakat dan ancaman bagi yang menahan harta, dikaitkan dengan gambaran azab di akhirat.
Chapters
- 00:00Syarat Syahadat dan Kriteria Ustaz
- 00:13Obrolan Ringan tentang Diam dan Kepintaran
- 00:21Endorse, Umrah, dan Candaan Seputar Mekah
- 00:33Konsep Hidayah dan Spiritual Awakening
- 00:41Film Hidayah dan Motivasi Rasa Takut
- 00:53Klaim Wahyu dan Nabi Terakhir
- 01:10Zakat, Azab, dan Kisah Nabi
- 01:30Penutup dan Pertanyaan Terakhir
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
Kalau Fen mengucapkan dua kalimat syahadat pun dan Fen tidak meyakini bahwa itu memasukkan Fen dalam Islam, itu juga tidak termasuk jadi Islam.
Speaker A
Tidak semua ustaz layak dijadikan panutan dalam kehidupan sehari-hari.
Speaker A
Loh, benar, gua sepakat.
Speaker A
Sebutkan contoh-contoh ustaz yang tidak pantas di WOW.
Speaker A
Nanti kalau sudah jadi ukhti, Fen nih misalnya, nih ya, ukhti Fen nih.
Speaker A
Nah, nanti besok kenapa lu jadi gini, kita ucapkan amin.
Speaker A
Amin.
Speaker A
Nah, jadi kalau nanti jadi ukhti Fen nih, misalnya lu punya suami nih, misalnya suami lu punya uang, itu uang lu.
Speaker A
Oh, kayak gitu.
Speaker A
Iya.
Speaker A
Tapi kalau lu punya uang, lu enggak ngasih suami, enggak apa-apa.
Speaker A
Suami enggak bisa maksa.
Speaker A
Ustaz yang senyum, istri saya.
Speaker A
[Musik]
Speaker A
Akhirnya permintaan Fen kabulkan.
Speaker A
Nah, sekarang ada koi kan.
Speaker A
Lu merasa bodoh atau merasa pintar?
Speaker A
Bodoh.
Speaker A
Tapi kamu harus lihat episodeku tanpa kamu.
Speaker A
Iya, pintar itu.
Speaker A
Kenapa bisa gitu?
Speaker A
Karena aku tahu sekarang yang nyebabin aku kelihatan pintar.
Speaker A
Aku harus diam.
Speaker A
Jadi gini ya, tahu enggak?
Speaker A
Jadi kalau aku diam, ak itu kelihatan pintar, sumpah.
Speaker A
Dia punya kesimpulan baru ya.
Speaker A
Pokoknya nanti ada episode di mana dia tuh cuma gini, kok kenapa diam, terlihat pintar?
Speaker A
Eh, tapi sungguhannya kan, ustaz jadi kayak kelihatan orang kayak dengerin terus ya, udah kayak memproses sendiri gitu loh.
Speaker A
Heeh.
Speaker A
Nah, kalau ada koi itu dia tuh bisa mengeluarkan sisiku yang kayak nanya terus tanpa mikir.
Speaker A
Oh, gitu.
Speaker A
Berarti lu ketempelan, kayak jin kan?
Speaker A
Jin, jin juga.
Speaker A
Jin, jin.
Speaker A
Tapi iya enggak sih, ustaz?
Speaker A
Iya, apa iya?
Speaker A
Apa, apa, apa?
Speaker A
Lu nanya ustaz, pintar kalau diam enggak sih?
Speaker A
Lebih kepada lu kelihatan sakit sih.
Speaker A
Iya sih, kelihatan kayak lu enggak.
Speaker A
Lu enggak kelihatan pintar, tapi minimal kalau lu diam, lu kelihatan mikirnya.
Speaker A
Ini ngomongin apa ya?
Speaker A
Orang-orang ini ya, ada tuh gitu, tuh di mata lu suka kelihatan.
Speaker A
Tuh ada promo ya.
Speaker A
Udah, sebelum ke mana-mana, ini kan karena jadi ending dari week 3, ada banyak pertanyaan.
Speaker A
Kita pakai format yang di week dua kan, bakal tanya pertanyaan-pertanyaan susah kan.
Speaker A
Kita mau say thank you dulu, dulu buat semuanya, teman-teman yang join episode 1 sampai 20.
Speaker A
Itu lumayan roller coaster sih.
Speaker A
Kita enggak expect banyak banget.
Speaker A
Yang misalnya kayak Fen pas tiba-tiba masuk, tiba-tiba jadi hit, habis itu tiba-tiba langsung terima endors.
Speaker A
Endors, heeh.
Speaker A
Hair dryernya, bisa yang kecil kan.
Speaker A
Follower naik banget, loh.
Speaker A
Follower naik banget.
Speaker A
Brand-brand, makanan, baju, semua di-endors sama dia.
Speaker A
Baju mukena.
Speaker A
Mukena, mukena.
Speaker A
Ada yang endors enggak?
Speaker A
Mukena belum?
Speaker A
Belum.
Speaker A
Islamis mungkin mau jadiin aku.
Speaker A
Oh, mungkin perlu syahadat dulu, mungkin.
Speaker A
Heeh.
Speaker A
Nanti ada yang endors, lu mau kenal.
Speaker A
Syahadat enggak tahu.
Speaker A
Syahadat, coba asyhadu.
Speaker A
Oh, buat orang jadi Islam.
Speaker A
Iya, mungkin setelah itu ada endors mukena, gitu, perjalanan umrah, gitu misalnya.
Speaker A
Iya.
Speaker A
Gua yakin banyak loh, nanti umrah menarik sih.
Speaker A
Aku mau sih.
Speaker A
Mau.
Speaker A
Hah? Lu mau umrah?
Speaker A
Tapi kan harus Kristen ya.
Speaker A
Tapi, harus Islam kan.
Speaker A
Oh, boleh kalau Madinah boleh.
Speaker A
Tapi dengan dia tertarik umrah, kan berarti emang pintu hidayahnya memang bisa dari mana aja.
Speaker A
Iya, benar.
Speaker A
Baru ini gua dengar ada orang Kristen tertarik umrah, loh.
Speaker A
Enggak.
Speaker A
Aku tuh penasaran, katanya tuh segede apa.
Speaker A
Terus kayak di sana tuh panas atau enggak ya?
Speaker A
Kayak traveling.
Speaker A
Traveling.
Speaker A
Tapi kan enggak boleh kan.
Speaker A
Oh.
Speaker A
Mau enggak?
Speaker A
Mau enggak?
Speaker A
Tapi aku Kristen.
Speaker A
Emang boleh?
Speaker A
Boleh, ada Madinah aja.
Speaker A
Oh, ada.
Speaker A
Oh, orang dalam ya?
Speaker A
Heeh.
Speaker A
Ada orang, kok orang dalam lu sama koi.
Speaker A
Koi belum umrah nih.
Speaker A
Eng, belum.
Speaker A
Halo.
Speaker A
Belum.
Speaker A
Gua juga, gua juga, nanti baru mau pertama kali sama gua.
Speaker A
Desember sama gua.
Speaker A
Desember.
Speaker A
He, 2025.
Speaker A
Iya, mau enggak?
Speaker A
Ayo Fer.
Speaker A
Enggak.
Speaker A
Tapi katanya, katanya mama kamu kan enggak boleh, Kristen.
Speaker A
Iya, emang enggak boleh.
Speaker A
Tapi di beberapa tempat aja enggak.
Speaker A
Ke Mekahnya enggak boleh.
Speaker A
Mekah doang.
Speaker A
Heeh.
Speaker A
Mekah tuh yang ada hitam-hitamnya.
Speaker A
Kan lu pengin lihatnya Ka'bah kan.
Speaker A
Semua lihat Ka'bah.
Speaker A
Iya.
Speaker A
Ada passwordnya.
Speaker A
Apa?
Speaker A
Asad.
Speaker A
Eh, gua dimarahin netizen gara-gara Fen tahu.
Speaker A
Enggak terlalu memaksakan ya.
Speaker A
Bukan.
Speaker A
Katanya aku motong Fen terus.
Speaker A
Kalau Fen ngomong, diperhatikan, jangan diremehkan, jawab yang benar gitu.
Speaker A
Lah, Fen aja suka ngeremehin diri dia sendiri.
Speaker A
Dia enggak tahu, ustaz tuh sabar dikit.
Speaker A
Padahal kita sabar banget sama dia, coba.
Speaker A
Eh, sumpah.
Speaker A
Tapi ada beberapa DM pas Fen sendiri yang gitu.
Speaker A
Bang, dicariin itu, dicariin penonton.
Speaker A
Escape katanya, Fen butuh translator.
Speaker A
Bukan, bukan.
Speaker A
Mereka bilang Fen perlu pawangnya.
Speaker A
Emang Fen gajah.
Speaker A
Heeh.
Speaker A
Eh, tapi tadi konsep pas hidayah.
Speaker A
Hidayah itu sebenarnya bisa dikaitin sama spiritual awakening sama transcendence enggak sih?
Speaker A
Enggak bisa.
Speaker A
Nah, soalnya kalau gua nanya ChatGPT, ini kan kita mau masuk ke week 4.
Speaker A
Kebanyakan kita harus positif nih.
Speaker A
Siapa week sudah positif ya?
Speaker A
Walaupun bakal jurang dikit gitu loh.
Speaker A
Terus gua nanya, kalau di Islam konsep transcendence atau spiritual awakening itu apa?
Speaker A
Dia jawabannya banyak.
Speaker A
Enggak, enggak ada satu istilah mutlak, ya, kalau di Islam ya enggak ada.
Speaker A
Bisa hijrah, bisa dapat hidayah.
Speaker A
Hidayah itu, eh, literally adalah spiritual transcendence sebenarnya.
Speaker A
Terus ada makrifah, fana, nur, sama irfan.
Speaker A
Oh, itu terlalu tinggi tuh.
Speaker A
Ah, serius, itu bahasa sufi.
Speaker A
Oh, bahasa sufi.
Speaker A
Iya, bahasa sufi.
Speaker A
Makrifat itu tadi mengenal Allah, makrifatullah.
Speaker A
Oh, itu udah lebih dalam lagi.
Speaker A
Udah hidayah, lebih dalam lagi.
Speaker A
Kayak kesadaran baru gitu, itu makrifah.
Speaker A
Terus kalau transcendence lebih ke fana atau irfan.
Speaker A
Fana itu pembukaan atau wahyu spiritual, futuh.
Speaker A
Heeh.
Speaker A
Terbuka, terus kemudian ininya jiwanya.
Speaker A
Cuman itu konsep yang lebih tinggi menurutku.
Speaker A
Kalau konsep yang lebih sederhana, hijrah itu spiritual awakening, awakening.
Speaker A
Hijrah apa?
Speaker A
Kalau hidayah.
Speaker A
Hidayah itu adalah sesuatu yang membuat, hidayah dalam makna literal artinya adalah guidance.
Speaker A
Heeh.
Speaker A
Nah, jadi ketika orang mendapatkan guidance, dia akan mendapatkan spiritual awakening.
Speaker A
Hidayah baru hijrah.
Speaker A
Iya.
Speaker A
Heeh.
Speaker A
Oh, pas berarti kemarin kan ada satu episode yang thumbnail-nya Hidayah, Fen.
Speaker A
Iya.
Speaker A
Apa?
Speaker A
Kenapa Hidayah?
Speaker A
Tapi kalau misalnya artinya awakening, kenapa semua film Hidayah, tahu, mau nanya itu apa sih?
Speaker A
Gua tahu, dia mau itu udah masuk nih, gua nih kotaknya nih.
Speaker A
Terus, enggak, kenapa semua film hidayah dihubungkan sama siksa kubur?
Speaker A
Karena mungkin fear atau ketakutan itu adalah sebuah yang membuat orang termotivasi untuk bergerak lebih banyak daripada yang lain.
Speaker A
Karena hidayah itu kan petunjuk sebenarnya.
Speaker A
Nah, petunjuk itu problemnya adalah cuma kayak rambu-rambu lalu lintas, yang kalau misalnya kita sudah lihat rambu-rambunya ada, tergantung kita mau ikut atau enggak.
Speaker A
Nah, dan motivasi orang mau ikut atau enggak kan cuma dua tuh.
Speaker A
Kalau enggak fear, berarti hope.
Speaker A
Nah, yang paling mudah fear.
Speaker A
Hah, gitu.
Speaker A
Rasa takut.
Speaker A
Makanya hidayah itu takut semua.
Speaker A
Enggak ada yang harapannya.
Speaker A
Karena kalau sinetron hidayah isinya hope, yang nonton dikit.
Speaker A
Heeh.
Speaker A
Apaan nih?
Speaker A
Cuma iya.
Speaker A
Enggak ada yang masuk molen nih.
Speaker A
Iya.
Speaker A
Enggak ada yang mayatnya bawa pertamax nih.
Speaker A
Eh, apa, apa ya?
Speaker A
Apa maksud lu?
Speaker A
Harusnya bawa pertalite ya?
Speaker A
Enggak, maksudnya kan lagi kasus, enggak boleh, di boleh aja kan.
Speaker A
Eh, lu belum tahu, lu belum tahu, apa ada Hidayah ini, mayatnya bau-bau pertamax.
Speaker A
Iya.
Speaker A
Lu belum nonton semua ya?
Speaker A
Siapa itu?
Speaker A
Oh, aku tahu siapa yang kena itu.
Speaker A
Siapa?
Speaker A
Siapa?
Speaker A
Siapa?
Speaker A
Apa sih?
Speaker A
K
Speaker A
juga nih. Nah, karena paceklik di daerah Kanaan. Paceklik apa? Paceklik. Peklik tuh ee ini musim di eh enggak bisa enggak ada makanan ada makanan tumbuhan enggak tumbuh yang harusnya lu bisa makan gandum iya bisa kemarau tapi enggak ada makanan ya itu pace ckli
Speaker A
karena an biasa paceklik maka waktu itu negara yang paling bagus agriculturalnya di dunia itu Mesir. Maka pergilah Abraham ke Mesir. He. Di situlah terus kemudian ee singkat cerita dia dapat namanya Bunda Hajar. Heeh. Nah, Bunda Hajar nih terus kemudian ketika dinikahi
Speaker A
malah dapat anak duluan namanya Ismail. Oh, setelah Ismail lahir baru kemudian ee Sarahnya ee ini hamil mengandung. Oh, berarti siapa yang kakaknya? Ismail atau Ishak? Ismail. Bagus. Adiknya siapa namanya? Isak. Betul. Ibunya Ismail siapa namanya? Ayo.
Speaker A
L. Mama Ismail. Oh, iya. Ibunya Ismail. Lagi dites. Oh, jadi gini Ustaz. tuh dia ingat nih enggak dia ingat tapi ketika dia udah ingat yang ini yang ini enggak gini aku tahu ee kepalanya Fon tuh kayak monitor jadi kalau dia udah scroll yang di
Speaker A
atasnya lupa lupa. I oke oke oke. I tadi baru tadi baru dibahas bunda siapa anaknya Ismail itu ibunya siapa namanya Bunda siapa lupa namanya gua juga juga gua jujur ketularan sama Feren nih kayaknya nih anjir kalian menyudutkan aku ada Rayon juga gitu sama kali ya
Speaker A
ternyata sama ternyata sama Hajah aku tadi mau jawab Ohadija lagijed iya nah gitu tapi berarti ee Abraham sama Ismail sama Is bareng-bareng bareng bangun Ka'bahnya supaya baru. Iya. Heeh.
Speaker A
Nah, jadilah Ka'bahnya itu persegi panjang. Oke. Nah, ketika di zamannya Nabi Muhammad direnovasi lagi nih Ka'bahnya karena mau rusak. Nah, projeknya itu di ee kepala projeknya namanya Walid bin Mugiroh. Pak Walid lah namanya. Nah, Pak Walid ini bilang sama
Speaker A
seluruh orang Quraisy, "Eh, kita lagi mau bangun Ka'bah nih ya, tapi jangan pakai duit yang haram ya. Jangan pakai duit riba, gitu. Oke, oke. Kita kumpulin duitnya dikit enggak nyampai terus untuk buat Ka'bah yang sebesar Nabi Ibrahim." He, akhirnya diperkecil jadi kayak
Speaker A
kubus. Harusnya kan persegi panjang nih. Oh, ya. Gue ada dua. Ee bukan K diperkecil.
Speaker A
Diperkecil karena duitnya enggak cukup. Loh, yang bekasnya Ibrahim bangun itu gede. Oke. Terus mana ini yang gede?
Speaker A
Nah, ini Ibrahim nih segini nih. Terus jadi segini. Kenapa? Karena uangnya enggak cukup. Duitnya enggak cukup.
Speaker A
Akhirnya dikecilin di intinya aja. Heeh. Enggak. Kenapa enggak dibiarin gede aja? Nah, karena duitnya enggak cukup. Karena duitnya enggak cukup dan ini rusak. Ini bahaya nih kalau rusak nih. Rusak kan tadi ada keyboard rusak dibilangin dari zaman Nabi Ibrahim ke
Speaker A
zaman Nabi Muhammad akhirnya ini bangunan rusak terus ayo kita benerin. Ayo kita benerin. Kalau koi aja enggak sabar ya siapa lagi mau jelasin lu coba?
Speaker A
Ayo kita benerin duitnya enggak cukup diperkecil jadi kotak jadi persegi. Aku tuh udah paham ceritanya tapi kata rusaknya enggak ada. Jadi mak enggak enggak di enggak di ada di otakku. Jadi aku mikirnya kayak Ibrahim buat ka gede terus yang lain itu pengin
Speaker A
buat Ka'ba juga tapi enggak enggak mampu sama kayak Ibrahim itu loh. Jadi dia kabannya sama cuma diperkecil karena duitnya kurang. Oke. Heeh. Karena enggak ada yang mau kok yang enggak fokus dia sih enggak ada apa enggak ada yang mau
Speaker A
nyukupin. Enggak ada yang mau nyumbang. Ya memang duitnya mereka enggak ada waktu itu. Enggak ada yang mau nyumbang.
Speaker A
Enggak ada yang mau nyumbang habis sudah duit. Nah maka sisanya itu dibuatin gini namanya Hijar Ismail. Apa? Open donasi itu mereka udah open itu bahkan mereka udah open donasi duitnya tapi cuma kekumpul segitu akhirnya solusinya traktir. Iya dulu enggak ada tuh sawer
Speaker A
karena waktu itu harus dibuat dengan bahan-bahan yang mahal. Oh bahannya apa ustaz? Bahannya batu tapi harus diambil dari Jabal Nur. Nah itu untuk membuat itu waktu itu Arab belum punya teknologi yang bagus dan belum punya duit yang banyak. Oke. Sekarang kan sudah pada
Speaker A
kaya-kaya nih Islam. Harusnya bisa digedein lagi. Bisa. E tapi enggak jadi enggak sakral. Bagus. Iya, bagus.
Speaker A
Sebenarnya itu pernah pernah dibuat lagi seperti awal. Tapi Oh, pernah ya? Pernah. Oh, iya. Tapi dibalikin lagi.
Speaker A
Hah? Karena Heeh. Karena ee ada keputusan pokoknya ee mungkin lebih pada keputusan terbiasa ya. Jadi akhirnya orang dibalikin lagi ke situ. Setahuku aku pernah baca bahwa itu pernah dibalikin lagi dalam kondisi yang semula, tapi dibalikin lagi. Oh, gitu.
Speaker A
Baru tahu kan? Heeh. Eh, tapi jujur menurut gua ya belakangan ini curiosity dia udah mulai walaupun meleset-meleset sering pertanyaannya tapi beberapa tuh on point loh. Eh, tapi emang iya beberapa tuh. Oh, iya benar juga ya.
Speaker A
Jadi emang kayak Fen tuh lempar peluru aja yang kena yang mana belakangan yang penting kebanyakan emang miss kan. Tapi sekalinya kena tuh ngena banget.
Speaker A
Benar lagi analoginya. Heeh. Lu kayak Star Wars nembak-nembak enggak kena gitu. Tapi dia kalau samping koi lebih berani. He itu bener sih. Iya. Nanti lu bakal jauh lebih cepat pintar setiap lu. Iya, lu lebih keluar sih kalau ada koi. Heeh.
Speaker A
Keluar jinnya lu keluar mungkin soalnya enggak. Aku tahu kenapa. Soalnya kalau misalnya aku cuma bertiga sama kalian doang enggak ada yang translate kan.
Speaker A
Terus misalnya aku naik kenapa pun kalian translate-nya pun juga tetap enggak paham. Itu butuh butuh jembatan.
Speaker A
Jadi lu bilang kita enggak bisa ngejelasin gitu ya. In a way in a way.
Speaker A
Terlalu pintar. Terlalu pintar. Terlalu pintar. Coba lu tanya khadamnya apa? Kodammu apa? Apa? Kodam babi air.
Speaker A
Haram dong. Apa? Haram lah. Kan kodam enggak gua makan. Heeh. Enggak gua makan. Engak apa? Harimau air dia. Lu harimau air. Harimau sumat. Eh iya air kayaknya. Nah air kan tuh sama lu berdua. Harimau Sumatera. Enggak gua hobi air. Gua enggak tahu ya gua asal
Speaker A
jawab ya. Gua enggak pernah cek-cek gituan anjir. Ya udah lanjut lanjut. Seorang perempuan muslim tidak boleh menikahi laki-laki nonmuslim. I. Tapi laki-laki muslim boleh menikahi perempuan nonmuslim. Ini menunjukkan standar ganda dalam suatu aturan pernikahan. Bagus. Ini kan kemarin kita
Speaker A
udah udah bahas beberapa kalau jawaban pendeknya kalau jawaban yang diperbolehkan sama mama mama karena cowok itu kan mendidik imam kan. Heeh. Jadi ada chance buat dia bisa mendapat pahala dengan meng-convert.
Speaker A
Kalau cewek itu enggak ada chance karena dia harus diimami gitu loh. Kalau diimami bukan dari agama Islam ya. Jadi gitu. Itu kenapa cowok oke boleh. Bagus nih. Benar. Benar. Jauh ya Islam berarti. Jadi jadi lu bisa menikah dengan pria muslim. H berarti sama Rayon
Speaker A
lu bisa muslim kan bisa ngimamin lu. Oke. Contoh ini analogi ya. Berarti Islam lumayan pintar ya kalau misalnya ini kan kayak market dia udah mulai enlightenment nih kayak marketingnya maksudnya kayak dia dia marketing Oh maksudnya itu cara Islam
Speaker A
untuk memperbanyak umatnya ya maksud lu itu kan iyaak benar benar benar dalam Kristen tuh enggak boleh hah Kristen enggak boleh nikah beda agama enggak boleh setahu enggak boleh kenapa enggak boleh berarti tertutup bukannya lebih banyak bukan banyak kay memang lebih ba
Speaker A
enggak lebih di ada ayatnya kayaknya ayatnya apa ayatnya Oh, ini kacau nih. Udah pasti dia enggak tahu dong. Langsung buka Google.
Speaker A
Langsung buka Google. Ini makanya dia ngerasa terintimidasi kalau kita udah kasih feedback sama netizen lu. Iya iya nanti habisnya aku dimarahin lagi.
Speaker A
Gua dihujat gara-gara enggak sabar sama 2 Korintus 6 ayat 14. Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya.
Speaker A
Hmm. Seimbang dengan orang seimbang dalam arti ee agamanya itu bukan firman Tuhan dong. Itu itu kan surat Paulus.
Speaker A
Korintus. Korintus. Surat Paulus itu. Heeh. Korintus. Berarti Paulus itu. Itu surat Paulus terhadap jemaah di Korintus. Tapi ada enggak Yesus ngomong dia larang dia baru tahu aduh baru tahu lagi gua matanya kayak gitu tuh. Gua sangka sama aja semuanya. Ya udah
Speaker A
makanya kita harus buat segmen belajar Kristen dari ustaz. Oke. Eh jawabnya kalau dipikirin ini berarti surat kan berdasarkan wahyu.
Speaker A
Kalau misalnya dianalisa lagi secara statistik nih cowok. Heeh. Muslim nikah sama cewek yang Kristen. Ada chance kecil di mana cowoknya yang murtad. Iya, bisa. Bisa banget. Karena sebenarnya kalau menurut em by the way gini ya, kita aku jelasin dulu ya ee keyakinan
Speaker A
orang-orang Kristen adalah sebenarnya surat-surat Paulus itu termasuk adalah firman Tuhan karena dibimbing oleh Roh Kudus kata mereka. Cuman kan enggak langsung dari Yesusnya. Tapi kalau Yesusnya aku yakin juga pasti ketika dia ngajarin menikah pasti menikah dengan satu iman. He. Karena secara secara
Speaker A
logika pun sebenarnya semakin semakin ee kalau visi kita kan bebas visi tadi pas jelasin bisnis nih. Nah, visi itu penting banget tuh dalam pernikahan.
Speaker A
Kalau visinya beda itu bisa kacau tuh ee apa namanya e pernikahan tuh. Tapi kalau yang lain-lain beda masih oke sebenarnya. Nah, ee contoh ya misalnya kalau kita lihat ya ee di dunia motivasi zaman sekarang psikologi ternyata cewek itu memberikan influence, cowok itu
Speaker A
memberi ee cowok itu yang memutuskan. Tapi influence adalah cewek. Betul. Dalam beberapa kasus cewek itu lebih powerful daripada laki-laki. H bukan beberapa sih. Heeh. Tapi, tapi kita harus tahu who is deciding tetap laki-laki. H gitu. Walaupun influence-nya pada perempuan, makanya
Speaker A
laki-laki tetap boleh menikahin yang ee nonmuslim atau yang bukan nonmuslim ya, ahli kitab namanya. Heeh. Gitu. H.
Speaker A
Menjawab enggak pertanyaannya? Menjawab ya. Jadi ee jadi enggak standar ganda ya karena beda-beda konteksnya gitu.
Speaker A
Ngerti ngerti kan? Enggak perlu gua jelasin ulang kan udah noleh ke gua nih soalnya. Ngerti ya? Okelah. He okelah oke heeh gimana? Oke dah pertanyaan lain. So far bisa dijawab semua loh sama Ustaz Felix loh. Iya iya iya sih. Heeh.
Speaker A
Koi aja bisa. Iya enggak perlu enggak bisa dijawab Ustaz. Ya udah sekarang aku nanya ke koi. Coba apa banyak orang yang mengaku dapat wahyu. Heeh. Bagaimana cara membedakan wahyu yang benar dari Tuhan dan Buk? Bagus. Mampus. Wuh.
Speaker A
Beneran yang susah lu nanya. Bagus. Cara banyak orang mengaku dapat wahyu nih. Tapi gimana cara bedain wahyu yang benar dari Allah dan yang bukan? Kalau gua cukup dengan melihat yang dia-akui sebagai wahyu itu merugikan orang lain apa enggak. Wah. He
Speaker A
apakah memperkaya diri dia sendiri atau membuat orang lain malah apa ya? malah menyembah bukan yang seharusnya.
Speaker A
Kayak misalnya banyak nabi-nabi palsu kan, tiba-tiba ada hari ini ee hari ini lebaran tahu dari mana? Saya habis nelepon Allah.
Speaker A
Itu kan dia ngaku dapat wahyu tuh. Dia ngaku dapat wahyu. Tapi kalau kita punya fondasi Islam yang kuat, sangat tidak mungkin kita bisa nelepon Allah. Karena yang bisa nelepon Allah cuma Nabi Muhammad, orang terakhir yang bisa nelepon Allah kan. Levan literally left.
Speaker A
Oh, lu stanner kalau enggak komunikasi komunikasi enggak. Waktu waktu itu kan pernah ada tuh ya kan imam yang ngaku pernah nelepon Allah kan dia bersih keras. Heeh. Padahal kan itu sudah sangat tidak mungkin kita kan mengimani 25 nabi dan rasul dan yang
Speaker A
terakhir adalah Nabi Muhammad. Jadi ketika ada orang ngaku nabi baru mau dia ngaku punya wahyu sebesar apapun, sesakti apapun kalau fondasi kita udah tepat nih kita enggak akan percaya. itu udah tahu kita bedanya di mana. Tapi tuh banyak orang tuh yang kayak merasa dapat
Speaker A
dari mimpi. Dapat dari mimpi doang sih. Tim gua. Kalau menurut gua there's no way. Enggak tahu ini otak gua sebatas there's no way to know apakah dia absolutely right atau tapi udah ada arahannya yaitu apa yang sudah disetujuin bareng-bareng di
Speaker A
Al-Qur'an dan hadis-hadisnya. Sisanya permainan akal sehat menurut gua. Oke ya gua jawab ya. Silakan ketua.
Speaker A
Bagaimana cara Feren membedakan toko palsu dan toko asli di marketplace yang ada Shopee mall-nya?
Speaker A
Oke, apapunlah. E ya ada Shopee Mall pertama. Terus apa lagi? Supaya kita enggak ketipu. Panduan supaya rating banyak rating. Banyak rating. Terus apa lagi? Asli sama palsu ya? Heeh. Heeh.
Speaker A
Asli palsu tuh maksudnya barangnya asli atau apapun tokonya nih kita bicara tokonya dulu nanti baru barangnya. Kalau dichat balas. Oke bagus. Sekarang kalau barangnya asli tahu dari mana? iPhone kita asli atau enggak? Atau e Samsul kita asli atau enggak? Bisa. Enggak bisa
Speaker A
to? Eh, bisa tahu ya? Bisa dong. Eh, apa yang menyebabkan satu barang ini asli nih? Apa misalnya? Oh, ada apa? Apa yang dibuka tuh pertama kali? Anjir dipandu loh. Dipandu dipandu. Ayo, ayo, ayo. Apa yang dibuka? Kotaknya. Oke. Iya. Sebelum
Speaker A
kotaknya ada apa tuh? Pas buka kotak kresek. W. Setelah kresek sebelum kotak nih. Semua enggak salah. Seburnya enggak salah.
Speaker A
Ya, ini kresek nih. Jadi sederhana ini nih kreseknya lu ambil kotaknya. Apa yang lu buka? Buat ngebuka kotak tuh harus lu ngapain dulu biar kotak. Oh itu isolasi green pill. Isolasi isolasi green pill. Nah bahasa apa? Kalau isolasi berarti lu selama ini beli yang
Speaker A
palsu dong. Isolasi doang. Isolasi ada segle namanya. segle segle. Terus apa lagi? Ada hologramnya ya kan? Iya. E ada hologramnya pertanda bahwa ini adalah dijamin gitu kan ya.
Speaker A
Oke. Setelah kita buka ada apa e apa insurance. Eh insurans tu apa sih? Jaminan bisa dicek serial numbernya bisa dicek dan lain-in semua dari sumber utamanya. Betul. Itu namanya adalah proof. Berarti yang membuktikan wahyu dan bukan wahyu adalah proof. Argument.
Speaker A
Oh proof. Bukti. Bukti bukti. Contoh. Contoh Yesus. Yesus itu kan nabi kan. Kenapa? Iya.
Speaker A
Yesus diragukan enggak bahwa dia bahwa dia adalah nabi? Enggak. Ih. Eh, lu baca Alkitab enggak?
Speaker A
Iya. Diragukan. Diragukan. Eh, kalau dia enggak diragukan. Yesus itu diragukan banget. Oke. Yesus itu diragukan dari kecil dan ee dan senior-senior dia dari orang-orang Yahudi, para rabi-rabi itu semuanya bilang ini adalah nabi palsu.
Speaker A
Oh. Karena karena dia mereka enggak suka bahwasanya Yesus itu adalah nabi dan Yesus berkali-kali membuktikan bahwa dia benar-benar adalah lebih daripada yang lain. Kalau Islam mengakui nabi misalnya contoh di dalam Alkitab dia menggandakan makanan dan anggur. He ya kan di dalam
Speaker A
Alkitab kan itu kan mukjizat pertamanya dia kan. Nah jadi ee jadi rotinya jadi banyak anggurnya jadi banyak cukup untuk semua perjamuan. Dia menghidupkan orang mati. Benar. Dia menyembuhkan penyakit lepra, kusta dan buta. Isn't that as a proof? Iya. Maka orang-orang kayak dia
Speaker A
ngomong gini, "Kalian masih enggak percaya? Kalian mau bukti apa lagi? Bahwa aku bawa sesuatu yang tidak biasa nih." Oh, ah itu proof. Maka wahyu pasti ada proof. Berarti orang yang punya wahyu itu harusnya punya super power.
Speaker A
Benar. Iya. I super power. Okelah. Bisa bisa memberikan proof tidak selalu super power ya. Yang penting ada proof-nya.
Speaker A
Nah, orang-orang ngaku wahyu sekarang nih yang di pertanyaan ini mereka pernah enggak membuktikan itu? Ada apa cuma ngomong doang? Jadi membuktikan tuh dalam arti ya magicnya mereka kan, sulapnya mereka. E betul. Super power. E kita pakai e termsnya parent super
Speaker A
poers. Super poers yang dimaksud adalah harus relevan di zaman itu. Oh contoh ya di zamannya Yesus itu orang enggak ada yang bisa ngidupin orang mati setinggi-tingginya. Terus kemudian ee tingkat apa ya ke ke apa ya ee pengobatan di zaman itu enggak ada bisa
Speaker A
ngidupin orang mati. Lepra kusta buta enggak bisa. Sekarang lepra kusta buta bisa mungkin disembuhkan. Oh zaman dulu itu sangat relevan. Iya iya. Iya. I ya. Musa membelah lautan gitu kan ya. Itu relevan banget karena tukang sihir-tukang sihir semua ada di situ. Ada yang bisa
Speaker A
ngerakin tali dia punya tongkat bisa rubah jadi ular makan tali-tali itu semuanya habis dan bisa bela lautan.
Speaker A
Sekarang bisa enggak orang belah lautan? Literally bisa. Hah? Pakai apa? Bisa. Pakai teknologi. Beneran bisa. Bisa orang buat orang buat ini. Iya. Jembatan segala macam. Kayak dulu manusia kan enggak bisa terbang. Bisa ada itu bisa ada pesawat pesawat. Oh. Nah, jadi dia bawa
Speaker A
super power yang bagi orang zaman dulu. Ais dan tahu enggak artinya mukjizat? Mukjizat itu dari bahasa Arab artinya dalam bahasa Inggris apa? Arti dalam bahasa Inggris. Nah, mukjizat arti dalam bahasa Inggris apa? Mi re mi mi re a
Speaker A
miracle miaya. Miracles. Miracles artinya apa? Keajaiban. Salah. Eh, mukjizat artinya bukan miracles. Artinya adalah sesuatu yang membuat orang menjadi lemah. Literally kalau orang lihat itu lututnya langsung kayak konyaku karena tidak percaya itu bisa terjadi ya benar. Jadi orang mustahilnya itu
Speaker A
terjadi waktu itu ketika beneran dilakukan orang lututnya langsung lemas dan langsung dia tersungkur sujud.
Speaker A
Berarti sujud itu adalah sebuah aksi ketika orang benar-benar overwhelm dengan sesuatu. Nah, gua mau lanjutan nih yang simplify pertanyaan tadi. Itu kan dalam konteks nabi. Iya. Nabi. Nabi, nabi palsu dan wahyu gitu.
Speaker A
Tapi kalau misalnya kita walaupun enggak tujuannya untuk mendakwah atau menyebarkan informasi yang salah ya misalnya enggak ada apapun tapi kita kayak kemarin gua mimpi kayaknya gua dapat wahyu deh. How do you know it's real or not? Misalnya gini dalam konteks
Speaker A
keseharian manusia gitu sudah pasti enggak real. Sudah pasti enggak. Karena wahyu kalau manusia bilang wahyu sudah terputus berarti sudah enggak ada wahyu sekarang. Oh iya sih karena wahyu terakhir benar-benar Rasulullah kan itu tadi. Makanya gua balik di situ kalau
Speaker A
kita sudah punya fondasi ya kita percaya kita Heeh. ajaran-ajaran 25 nabi dan rasul tadi kita tahu wahyu terakhir tuh udah di Rasulullah habis itu udah ber siapapun dari zaman Rasulullah sampai sekarang yang mengaku bahwa dia punya wahyu adalah palsu udah berarti
Speaker A
jawabannya sesimpel itu. event sesimpel kayak Wahyu, oh aku kemarin dapat mimpi aku dibisikin Tuhan katanya misalnya buat dirinya sendiri, oh aku harus milih ini dan lain menurut ajaran e agama Islam itu false berarti no wahyu dari sekarang sampai zaman By the way by the
Speaker A
way Reay ada orang yang ngaku begitu hah ada orang yang ngaku begitu iya di Kristen tuh ada orang yang kayak merasa pernah ke neraka tu banyak buk bukan hanya ke neraka, tapi dia merasa bahwa dia dapat sesuatu pesan baru dari Tuhan
Speaker A
banyak. Heeh. Ada banyak. Nah, menurutku yang mana ya ini ya? Eh, pasti yang lagi viral nih belakang ini nih. Enggak juga banyak banget. Tapi ada satu gua pernah lihat video yang sangat mengganggu gua sebenarnya karena bentukannya kajian Islam banget, Ustaz. Terus dia bilang,
Speaker A
"Saya lupa Habib siapa, Habib siapa." Tapi pokoknya inti videonya adalah ada orang meninggal. Heeh. Terus nih orang ini baik katanya. Enggak pernah salat, enggak pernah apa, tapi enggak pernah salat tapi baik banget. Ketika dia meninggal sama si Habib tuh dikasih
Speaker A
catatan dimasukin ke kafannya. Hm. Katanya nanti pas malaikat nanya, kasih aja kertas ini enggak dihisab. Iya. Dan itu kan kajian maksudnya gila ini kan Iya. over sangat itu ya apa ya op ya melenceng banget gitu loh tapi dibungkus
Speaker A
dengan keislaman sekian dan kajiannya juga bukan bentuk yang aneh bukan yang kayak Gus-gus yang saya akan nanggung di London Inggris tuh kan bukan yang gitu loh benar-benar terlihat saleh banget itu mengganggu banget sih karena itu kan udah melenceng dari basic yang harusnya
Speaker A
kita pegang ya iya banyak sekarang eh contoh misalnya kayak ada yang bilang ee dia bisa apa namanya kalau ditanya siapa man rob buka bilang aja Pancasila ah iya yang gitu-gitu tuh sekarang itu banyak.
Speaker A
Tapi ini mutlak bahwa tidak ada wahyu. Ini mutlak. Mutlak. Mutlak part of faith. Part of faith. Benar ya? Bukan maksudnya kalau mutlak berarti bisa dieenforce untuk siapapun di seluruh dunia yang menganut agama Islam yang mengaku bahwa dia menerima wahyu bahwa lu false. Benar
Speaker A
harusnya gitu. Makanya itu sangat mengganggu gua. Tap. Nah, karena kalau misalnya ini hal yang mutlak dan sangat bisa didibank, kenapa dibiarkan banyak banget yang tetap bisa ngeklaim kayak gitu? Nah, itulah karena pengikut orang-orang orang-orang bodoh tuh pasti masih banyak ya. Karena ternyata
Speaker A
kenyataannya kalau mutlak simpel soalnya harusnya. Misalnya ini orang ada videonya gitu langsung bilang ini salah tindakan salah. Iya ini salah gitu. Tapi ternyata di lapangan emang banyak yang enggak tahu kemutlakan itu. Mungkin ibaratnya kayak setan gitu loh Ree. Kan
Speaker A
masih banyak orang yang percaya kan kayak dukun. Kemarin tahu enggak ada yang ada yang ngaku jadi Imam Mahdi?
Speaker A
Siapa itu? Enggak usah Imam Mahi. Ada yang pernah di Indonesia ngaku bahwa dia adalah namanya Lia Eden. Nah, Lia Eden.
Speaker A
Eh, dia mengaku adalah pertamanya dia ngaku nabi, dapat wahyu. Yang selanjutnya dia ngaku dia malaikat Jibril. Heeh. Oke. Nah, terus mati sempat nungguin nungguin UFO. Heeh. Di Monas sempat kumpul nungguin dijemput UFO. Betul. UFOnya enggak datang. Terus lu ini orang Indonesia. Iya. Ibu-ibu
Speaker A
Eden. Heeh. Oh, ibu-ibu kayak send ke kanan, belok ke kiri. Terus dia bilang dia malaikat Jibril kan lucu. Nah, bagiku itu jadi lucu-lucuan aja. Oh, dan pengikutnya cukup banyak loh. Satu rumah tuh semua pengikut dia. He, teman-teman kom gua lupa nama agamanya apa kayak
Speaker A
kerajaan surga apa gitu bukan namanya. Iya. Satu rumah teman namanya L Eden ini kayaknya udah mulai los deh. Iya. Paham.
Speaker A
Paham. Jadi maksudnya seabsord apapun akan ada yang ikut gitu maksudnya. Eh, di Amerika ada namanya Sekte Heavens Gate. Heeh. Dia minta orang-orang ngumpul di satu tempat bunuh diri bareng bareng semua. Aduh. Dan itu terjadi.
Speaker A
Iya. I mau, mau gua tambah lagi enggak? Di Thailand 2 tahun lalu namanya Prabida. Lu tahu saking umatnya menganggap dia sakti itu ee daki dia nih pakai sendok diginiin dimakan sama umatnya. Nah, iya. Dia enggak mandi ya sama kotorannya
Speaker A
di lubangnya tuh mereka pada ngambil-ngambilnya dimakan. Nah, coba saabsur mereka percaya itu bisa bikin mereka awet muda tuh. Saabsur itu. Absur itu manusia. Kemarin di India ditemukan kentang. Kentang bentuknya aneh terus dibawa jadi sesembahan.
Speaker A
Iya. Enggak usah kentang. India ada air tahu dari ini kan dari tembok gitu kan.
Speaker A
Oh air suci tah. Kemarin ada yang lucu sih, ada yang lucu tahu enggak? Betapa mudahnya membuat C di India. Jadi ada orang lewat di bawah kayak ee tol gitu ee terowongan gitu.
Speaker A
Ramai orang lewat terus salah satu terus di e dia eksperimen dia megang atasnya terus megang lagi atasnya. Lama-lama orang ikut semuanya ikut semuanya ikut.
Speaker A
Tapi berarti itu kan menunjukkan itulah yang terjadi kalau kita enggak punya kemutlakan tadi yang dibilang parent kan yang dibilang remon. Heeh. He gitu.
Speaker A
Soalnya mutlak itu salah satu cara yang paling gampang ya. ya mutlak soalnya. Tapi ternyata faktanya enggak segampang itu di kita tetap ada. Iya mungkin enggak ada yang enggak soalnya gini, siap siapa hukum kalau di Indonesia entitas apa yang yang bisa mengenforce
Speaker A
aturan misalnya kayak kepolisian sama undang-undang gitu misalnya. Kalau enforcernya di Islam itu siapa? Enggak ada. Enggak ada. Anggap nih yang legislatif eksekutif yudikatif nih.
Speaker A
Yudikatifnya di Islam tuh di Indonesia enggak ada. Kalau ada sebenarnya kalau di Indonesia bisa dipotong sama Kementerian Agama enggak sih? Yang gitu-gitu enggak bisa ya? Enggak bisa.
Speaker A
Jadi ee jadi itu cuma sekedar rekomendasi tapi nanti yang ujungnya menjalankan pasti adalah polisi tetap.
Speaker A
Oh. Tapi dia bisa kasih rekomendasi. Tapi sebenarnya di Indonesia bahkan hampir hampir enggak ada untuk enforce.
Speaker A
Contoh ya halal aja itu tidak itu bukan ee bukan lembaga negara loh. Halal. Iya benar. Hal MUI itu bukan lembaga negara tuh. Dia cuma bisa memberikan rekomendasi. Iya. Itu jadi maksudnya etis bukan maksudnya legal.
Speaker A
Oke. Heeh. Jadi jelas ya wahyu dan enggak wahyu ya proof bukti. Heeh. Enggak simpelnya enggak ada kalau kalau sekarang enggak ada. Intinya itu mutlak di Islam. Kalau gua lebih lagi. Kenapa Allah enggak ngasih wahyu ke nabi-nabi yang modern? Maksudnya yang sekarang kan
Speaker A
enggak ada nabi modern ini kita kita balik ke tadi ke 10 menit yang sebelumnya kan nabi terakhir tuh udah udah lu kenapa nabi terbaru bintang emon tuh kemarin itu enggak itu false.
Speaker A
Itu enggak. Maksud aku kenapa Allah kayak eh zaman berubah nih, mau dong kasih satu nabi lagi di tengah-tengah dunia ini. Karena karena sudah selesai, sudah finish karena enggak ada yang berubah sebenarnya. Nah, jadi gini ee setiap nabi diturunkan itu ketika ada
Speaker A
terjadi perubahan ee makanya dari Nabi Isa ke Nabi Muhammad ada 600 tahun. Ketika terjadi terus perubahan besar maka kemudian datanglah agama Islam untuk kemudian menyelesaikan apa yang dimulai sebelumnya. Nah, setelah ini enggak ada lagi perubahan besar karena problemnya sekarang adalah informasi dan
Speaker A
mukjizat atau miracles-nya Al-Qur'an adalah informasi. Jadi masih menjawab zaman. Berarti modernisasi itu bahkan hitungannya bukan perubahan besar ya. Tidak. Modernisasi itu cuma perubahan dari segi tata cara, bukan dari segi ee esensi perbuatan. Hm.
Speaker A
Hm. Berarti ini memang enggak terlalu signifikan enough lah. Iya, betul. Jadi tetap bisa diselesaikan dengan Al-Qur'an. Makanya Allah bilang ee maka Allah bilang lewat Nabi Muhammad bahwasanya tidak ada lagi nabi setelah ini. Sudah selesai. I itu kan sudah
Speaker A
dipastikan juga Nabi Muhammad terakhir dan kita adalah umat terakhir. Betul. Hah? Oh iya itu juga mutlak bahwa kita umat terakhir. Kita umat terakhir.
Speaker A
Mutlak. Wow. Maksudnya habis kita mati terus dunia ini kosong enggak? Ya kiamat bukan kita maksudnya. Maksudnya setelah setelah Islam generasi-generasi setelah kita pun masih hitungannya umat Nabi Muhammad. Iya betul. He maksudnya enggak bakal ada baru gitu kita ada yang
Speaker A
terakhir. Oke. Setelah ini langsung antichrist. Setelah antichrist Kristus turun lagi. Iya. He. Nabi antichrist tuh gua lupa namanya apa. Dajal. Dajal.
Speaker A
Dajal. Dajal. Oke. Berarti sebentar lagi Yesus turun loh. Siap-siap. Dajal. Dajal. Tapi sama kan diajarin di Kristen juga Yesus akan turun nanti.
Speaker A
Iah. Second coming. Second coming. Heeh. Kapan? Enggak ada yang tahu kan? Pas ada cip kan.
Speaker A
Eh, tapi lu pernah lihat TikTok enggak? Kayak tanda-tanda kiamat kayak orang masukin di sini. Itu dia yang dia yang bikin itu untuk dapat. Enggak enggak enggak enggak enggak enggak enggak enggak nanti orang pada percaya lagi.
Speaker A
Penonton SK pintar-pintar ya. Aman ya. Nonton channel-nya sepulang sekolah deh. Masukin cip itu tanda-tanda kiamat. Hah?
Speaker A
Enggak gua enggak pernah bahas itu. Ya udah salah orang gila dia udah mulai ketat Fak.
Speaker A
Oke, selanjutnya. Surga dan neraka sudah ditentukan sejak lahir. Apakah ini benar? Oh, itu pembahasan takdir kemarin sih. Heeh. Pasan takdir lu tidur.
Speaker A
Tidur tidur dia. Ya udah. Oh, pas saya pulang berarti kan terus takdir saya cabut tuh. Iya, tidur dia. Kacau nih orang. Ya udah, ya udah nanti baca lihat episode takdir coba ya. Iya. Oke, lanjut. Oh, ini nih. Mengapa dalam Islam
Speaker A
kesaksian dua perempuan tuh setara dengan satu laki-laki dalam beberapa kasus? Bagus. Apakah ini tuh berarti perempuan dianggap kurang bisa dipercaya dibandingkan laki-laki? Bagus. Mau mana lu? Bagus ini pertanyaannya. Mau saya baru tahu ini. Oh gitu. Sabar. Gua baru
Speaker A
tahu ini. Gua baru tah. Kalau gitu aku yang aku jawab kalau gitu aku yang jawab ya. Jadi gini ceritanya.
Speaker A
Jadi di dalam Islam Reaksian cewek itu nilainya adalah dua dibanding satu laki-laki. Hm. Berarti harus dua cewek setara sama satu laki-laki. Satu laki-laki. Nah, pertama sebenarnya gini. dari segi dari segi kehidupan perempuan-perempuan tuh sangat sedikit sekali yang kemudian
Speaker A
aktivitasnya di luar rumah sehingga dari segi waktu di zaman dulu itu dari segi itu aja yang bisa menyaksikan ya laki-laki. Itu yang pertama tuh. Dari segi behavior apa ada hubungannya dengan segi popul populasi dulu? Behavior pure behavior. Karena laki-laki itu pada
Speaker A
dasarnya lebih banyak keekspos ke dunia dibanding wanita. Tapi kan itu old old civilization kan. Kalau sekarang kan bisa dibilang kayak kan sudah 3.0.
Speaker A
Betul. Bisa jadi bukan hanya bukan hanya wanita, bukan hanya pria, tapi bisa yang lain. Tapi secara hukum dulunya seperti itu tuh ceritanya tuh. Nah, lalu kemudian crime scene itu kebanyakan bukan melibatkan perempuan karena domestik itu baru perempuan sebenarnya.
Speaker A
Nah, sehingga kemudian dua perempuan itu setara dengan satu laki-laki alias untuk memudahkan yang namanya sistem pembuktian aja sih. Jadi ketika ada satu kejadian mana ada laki-laki enggak? Ada laki enggak? Yang ada perempuan nih. Ada dua enggak? Kalau ada dua baru bisa
Speaker A
diambil. Kalau enggak itu enggak ada saksinya, enggak bisa. Itu asal usulnya. Nah, itu yang pertama. Modernisasi bisa.
Speaker A
Kemudian untuk nanti ee diputuskan untuk bisa berubah. Tapi toh ini pun pentingnya kalau misalnya hukum syariah itu berlaku secara kental gitu kan.
Speaker A
Kalau enggak mah berarti ini enggak berlaku. Ini cuma karena ayatnya berkata sedemikian kan. Betul. Betul banget.
Speaker A
Yang kedua yang pembuktian yang paling parah itu biasanya berkaitan dengan tuduhan orang zina. He. Oke. Karena kalau pencurian dan segala macam ya kita sudah tahulah ya terjadinya eh plane eh plite lalu kemudian ada banyak laki-laki misalnya di sana karena enggak ada waktu
Speaker A
itu enggak ada apa camcord corder atau apa ya. Tapi kalau yang paling parah itu Islam punya peraturan khusus menyangkut dengan orang yang menuduh zina namanya hadqadzf. Artinya adalah kalau ada orang menuduh orang lain zina dan tidak terbukti maka dia akan kena hukumannya.
Speaker A
Itu hati-hati banget harus contoh ini perempuan nih. Contoh ya fair ya. Ada yang kemarin nuduh lu tuh dengan ucapan yang macam-macam tuh. Kalau di dalam Islam lu bisa bilang, "Bawa ke sini orangnya. Buktiin kalau yang dia ngomong." Kalau enggak kalau enggak
Speaker A
terbukti dia kena hukum. Hukumnya berarti hukum orang berzina diterapkan ke dia. Betul. Dicambuk. Enaknyaambuk. Siapa yang cambuk? Ya ada algojo. Algojo poinnya bukan itu. Hei hei hei. Poinnya bukan itu. Yang nyambuk ada algojonya neraka di enggak di dunia.
Speaker A
Di dunia. Di dunia kalau sudah di zaman sekarang juga sama. Kalau dia sudah dihukum di dunia, dia enggak dihukum lagi di neraka. Eh, mending di dunia dong. Ul ulangi ulangi ulangi. Aku ulangi ya. Berarti berarti dosa-dosa Islam yang dihukum dunia sesuai dengan
Speaker A
aturan yang enggak dihukum lagi di neraka. Analoginya itu penebusan bukan? Betul. Salah satu fungsi hukum Islam adalah menebus dosa-dosa sehingga enggak perlu lagi nanti ditebus di neraka.
Speaker A
Makanya terasa lebih berat kan. Betul. Makanya suatu waktu ada orang zina di ee nanti aku lanjutin ke sini ya. Tapi aku bahas zina dulu ya. Berarti dulu ada zaman dulu itu benar-benar di dalam Islam tidak boleh benar-benar untuk
Speaker A
nuduh orang karena ini bahaya banget. Tiba-tiba ada orang langsung main lempar tuduhan loh kenapa gua harus mempertanggungjawabkan gua enggak berzina gitu maksudnya. Apalagi bagi cewek itu sangat fatal sekali kalau ada orang nuduh cewek berzina dia langsung langsung gini contoh ya. Ada orang
Speaker A
nuduh, "Wah, Faren berzina misal aku nuduh Faren berzina hakim langsung kemudian dengar itu." Ketika ketika aku lapor Faren berzina, dia bilang, "Oke, Faren sekarang berani sumpah enggak?" "Aku berani sumpah, aku enggak berzina." Maka hakimnya langsung ngelihat ke aku,
Speaker A
"Mana buktimu?" Oh, kalau lu enggak ada bukti, lu yang kena. Enggak enak kan, ya? Nah, maka salah satu bukti adalah saksi. Hmm. Maka kalau kemudian urusan berzina ini benar-benar dibuat agar jangan sampai orang bisa nuduh orang seenak-enaknya, maka harus didatangin
Speaker A
dua saksi. Hm. Laki-laki atau empat saksi perempuan. Repot kan? Iya. Banyak repot kan? Berarti orang enggak mudah kan untuk nuduh orang kan? Dan kalaupun ternyata dalam kasusnya Rasulullah, nah baru masuk ke dalam hadis tadi, di masa Rasul orang kadang-kadang berzina,
Speaker A
berbuat dosa. Memang enggak, memang dia enggak ketahuan, tapi orangnya sendiri yang datang pada Rasulullah karena dia bilang, "Aku enggak mau disiksa di neraka. Aku lebih baik aku mati di dunia." Maka dia bilang sama Rasulullah, "Ya Rasulullah, saya berzina. Ada
Speaker A
seorang perempuan." Rasul bilang, "Ah, pergi sana." Karena Rasul enggak mau mudah menghukum orang. Iya. Terus dia datang lagi bilang, "Ya Rasul, saya berzina." pergi dikata lagi, "Ya Rasul, saya berzina tiga kali." Rasul baru nanya, "Maksudmu apakah seperti ee apa
Speaker A
namanya? Pedang masuk dalam sarungnya." Maksudnya dipastikan zina itu apa maksudnya? Jangan-jangan dia cuma nempel-nempel doang atau apal sengaja bukan enggak apa-apa tapi kayak di situ poin itu juga enggak boleh. Itu jangan itu juga enggak boleh. maksudnya dipastikan separah apa oke apa seperti
Speaker A
masuk pedang masuk dalam sarungnya artinya tahu kan maksudnya kan ya apakah sampai di titik itu. Nah dia bilang iya ya Rasulullah. Maka kemudian Rasul bilang dia lagi hamil kan. L Rasul bilang pulang dulu ee sampai kamu melahirkan baru datang lagi ditunda. Oh
Speaker A
bukan di e kalau bagi yang sudah menikah dirajam. Dirajam itu diapain? Dilempar batu sampai mati. Ditanam enggak?
Speaker A
Ditanam kan badannya. Iya ditan badan. Jadi badan kita ditanam nih segini nih. Heeh. Seleher terus dilemparin batu sama orang sampai mati. Dan itu hukum di zaman Yesus loh. Hati-hati karena di zaman Yesus juga begitu hukumannya.
Speaker A
Rajam. Kayaknya menarik nih kita bahas satu episode isinya hukum-hukum. Oke. Dia dia emang dia dia sukanya gitu-gitu azab siksa kubur siksa nerakain. Enggak dari tadi pas dengar rajam. Rajam tuh apa? dijelasin, "Wah, ini harus jadi satu episode sendiri nih
Speaker A
baru tuh emang orangnya." Nah, jadi ketika itu ketika dia sudah melahirkan lantas dia bawa, "Ya, ya Rasul, ini ada anaknya nih sudah lahir. Aku minta aku dihukum karena supaya jadi penebus tadi.
Speaker A
Aku minta dihukum." Kata Rasulullah, "Susuhin anakmu sampai dia bisa untuk disapih." Hah? Disapih? Oh, sampai tidak harus ASI lagi. Heeh. Itu namanya disapih. Oke. Oke. Dia datang lagi.
Speaker A
Beberapa bulan kemudian anak itu sudah bawa roti di tangannya. artinya sudah bisa makan tanpa ada air susu dari ibunya. Maka kemudian Rasul katakan, "Oke, laksanakan hukuman rajam." Dan menariknya adalah ketika dia dirajam itu darahnya kan muncrat kena ee apa
Speaker A
namanya? Ee pakaiannya Khalid bin Walid, salah seorang sahabat. Dia jiji kayak mau bersihin gitu karena darahnya ee pezina kan gitu kan. Tapi kata Rasul apa? Jangan kamu jiji karena pertobatan dia sudah Allah terima.
Speaker A
Oh, jadi dia habis dirajam terus dia masuk surga. Iya. Iya. Artinya dia punya penebus atas dosa-dosa dia. Dan fungsi satu lagi adalah pencegah bagi orang-orang lain yang lihat supaya enggak melakukan dosa yang sama. Kalau ada orang lihat gitu, kira-kira berani
Speaker A
enggak? Tapi waktu itu hukumannya diitimasi sama rasul. Sama rasul sebagai pemerintah. Enggak ada. Enggak enggak ada dan enggak bisa dilakukan karena itu harus ada pemerintah karena melibatkan hukum-hukum yang lain. Hukum pembuktian kayak tadi dan kalau itu cuma dilaksana
Speaker A
orang ya mati banyak orang. Harus pemerintah atau kalau misalnya terjadi underground gitu misalnya enggak boleh malah haram hukumnya. Malah haram. Oh.
Speaker A
melakukan hukum rajam terhadap jemaahnya yang berbuat zina gitu. Misalnya, "Sudahlah aku dosa dia enggak dapat penebus nanti di akhirat." Loh, kenapa enggak dapat? Karena bukan bukan pemerintah. Iya, maksudnya karena harus di level pemerintah harus legal kan.
Speaker A
Hukum hukum duniawi itu berarti harus Islam dalam bentuk pemerintah yang bisa bereksekusi. Enggak boleh misalnya nabi atau misalnya apa harus Islam dalam bentuk pemerintah. Harus dalam bentuk pemerintah. Berarti basically kayak semua itu void dong. Kayak enggak enggak enggak enggak ada relevansinya sekarang
Speaker A
cuma bacaan do aja. Itulah sedihnya. Oh, tapi di Arab tuh kayak gitu ya. Katanya di Arab ada hukum pancung, ada hukum terus kemudian potong tangan dan segala macam. Menarik nih. Nah, tapi itu bukan dia suka yang gitu-gitu emang.
Speaker A
Iya. Terus tapi menarik coba ya. Menariknya gini coba lu lihat ya. Lu tahu hukum begal enggak tahu. Lu tahu begal enggak? Tahu. Nyopet. Nyopet.
Speaker A
Ngeri bukan nyopet ng ada gininya nih. E begal itu dia ngerampas harta orang dan menyakiti orang sekaligus di saat yang sama. Iya. Jadi bayangin ya masaal tahu nyolong kan tapi enggak ada sekedar nyolong ambil. Heeh. Oh misalnya lu
Speaker A
ngambil motornya lu enggak cuma ngambil motornya orangnya juga lu eh cambuk lu celurit gitu. Cambuk jadi ago nih.
Speaker A
Double double. Oke. Jadi kemarin ada di Depok pecah kepanya. Aduh cewek by the way itu aku pikir gini kebayang ya kalau itu anak anak anakku ya aku kayaknya udah jadi another kind of Joker. Serius paham enggak sih maksudnya? Kan kita
Speaker A
mikir gini, buset lu mau ngambil itu aja udah salah gitu maksudnya. Tapi lu mau ngambil ya jangan dibaca orangnya lah.
Speaker A
He. Yang di Jogja keletih-keletih itu. Iya. Apa? Keletih atau kelitih? Keltih. Kelitih. Kelitih. Itu juga sama tuh.
Speaker A
Orang naik motor biasa aja di jalan tiba-tiba dibacok dari belakang. Coba. Iya. For dan for no reason. Dan orang-orang itu ada yang enggak punya uang. Bayangin kalau punya uang tinggal masuk rumah sakit. Itu pun udah enggak tahu bisa sembuh atau enggak.
Speaker A
Kadang-kadang kena lehernya, kadang-kadang mati dan segala macam. Dia kan anak seseorang atau bapak seseorang tuh. Paham kan? Kalau ada bapak seseorang digituin, coba lihat ada ee bapak-bapak terus kemudian dibegal gitu kan. Kasihan anak-anaknya kan. Tahu enggak hukum Islam bagi pembegal apa
Speaker A
tuh? Nih lu pasti suka lu pasti suka. Pasti sadis nih. Lu pasti suka dipotong tangan dan kakinya bersilangan.
Speaker A
Bersilangan itu gimana? Bersilang. Oh berarti kanan kiri. Kalau enggak kiri kanan yang dipotong bukan gini ini mah ini mah Velocity. Ini mah velocity.
Speaker A
Aduh, asal sana kenapa? Kenapa kiri ini gitu? Supaya dia enggak sempurna dalam melakukan aktivitas apapun. Uh, karena gini ee di dalam Islam, Islam paling sebel sama orang-orang yang mengganggu tiga. Satu mengganggu darah orang. Dua, mengganggu harta orang. Tiga, mengganggu
Speaker A
kehormatan orang. Dan begal nih ngambil tiga-tiganya. Hmm. Coba bayangin. Oh, begal itu berarti di dari zaman dulu sudah ada ya? sudah ada. Oh, soalnya kan baru tren. Heeh. Enggak zaman dulu paling kita naik unta misalnya dibegal diambil untanya sama udah viral di
Speaker A
TikTok doang. Kalau dia zaman dulu namanya Koti Utharq memotong jalan. Jadi pemotong jalan artinya orang-orang yang nungguin orang di jalan terus kemudian dibegal. H menarik. Senang kan lu kan mau. Heeh. Masih kuat enggak nih? Heeh.
Speaker A
Masih kuat enggak? Jadi lu senang enggak kalau diterapkan hukum Islam kalau kayak gitu? Menarik sih. Tapi itu bisa dilihat umum enggak? Menarik. Bisa. Harus dilihat umum. Malah harus di nanti kita live nanti kita live kan.
Speaker A
Ada videonya enggak? Ada dan masuk trending topik. Nah, tapi ya syaratnya itu dulu. Pemerintahannya harus full benar-benar pemerintahan Islam. Oh, di Arab kan ee kalau pemerintahnya Islam di di manaun itu kalau itu mau diterapkan yang pertama kali harus dilakukan adalah
Speaker A
pemerintahannya harus dibikin pemerintahan Islam yang sepenuh-penuhnya. Heeh. Itu semuanya berdasar ee dasar. Iya. Oke. Ada enggak negara yang enggak ada? Enggak ada. Terakhir tuh yang pas Golden itu. Iya. Utsmani. Utsmani.
Speaker A
Otoman. Heeh. Terakhir tuh ya Utsmani ya? Otoman ya? Utsmani. Itu negara apa? Ee negara Islam yang menaungi seluruh kaum muslimin di seluruh dunia. Tapi sekarang sudah enggak ada. Enggak ada.
Speaker A
Karena apa? Karena runtuh. Karena karena sudah karena pecahan terbesarnya Turki lah sekarang. Heeh. Oh. He gitu. Oke.
Speaker A
Terakhir. Terakhir. Oke. Terakhir tahu ada 50 kayak enggak apa-apa kok. masih kuat sampai nanti Gay datang. Jika Islam mengajarkan keadilan, mengapa dalam hukum waris bagian laki-laki itu lebih besar daripada perempuan? Bagus. Jika alasannya karena laki-laki menafkahi, bagaimana dengan perempuan yang juga
Speaker A
bekerja dan juga mandiri? Bagus. K bisa jawab nih. Sabar, sabar. Ulangi lagi dong. Gua mau mau meresapi. Mau coba bikin tes mengajarkan keadilan. Jadi gini, aku mau kasih tahu dulu ee premisnya. Di dalam Islam hak warisnya perempuan tuh ee
Speaker A
setengah daripada laki-laki. Heeh. Oke. Jadi laki-laki kalau dia dapat satu, perempuan dapat setengah. He. Nah, tadi pertanyaannya adalah enggak adil dong.
Speaker A
Iya. Padahal kan sekarang sama-sama perlu nih. Bukan, bukan sama-sama perlu doang. Kalau case-nya misalnya dua-duanya bekerja sebagai karir dan dua-duanya menghasilkan yang sama. Nah.
Speaker A
Iya. Heeh. Oke. Koi ee sebenarnya jawaban saya di di bank di sini nih. Heeh.
Speaker A
Kalau di pemahaman saya balik lagi karena emang laki-laki itu kan penafkah kan dia kan. Nah, sedangkan perempuan nanti setelah dia dapat warisan dia bisa jadi dinikahi dengan oleh orang lain dia dapat harta lagi dari situ kan.
Speaker A
Sedangkan laki-laki kalau mau dapat warisan ya satu-satunya ya dari dia bekerja dan warisan dari orang tuanya itu doang. Sedangkan perempuan tuh pintunya bisa lebih banyak. Iya itu jawabannya. Tapi kalau misalnya dia enggak nikah-nikah ceweknya misalnya enggak laku gitu. Betul. Oke. Itu tetap
Speaker A
jawabannya. Tetap itu tetap jawabannya. tetap mengandalkan potensi dia bisa nikah dengan cowok. Ee bukan. Jadi gini ee jawaban K sudah benar tadi itu sudah jawaban semuanya. Jadi gini cerita di dalam Islam laki-laki itu adalah penanggung. Heeh. Jadi dia menanggung
Speaker A
semua perempuan yang ada di sekelilingnya. Oke. Khususnya yang dekat ya, ibunya ee saudara perempuannya atau terus kemudian ee adik perempuannya eh saudara perempuannya, anak perempuannya dan seterusnya. Itu semua laki-laki tuh.
Speaker A
Nah, artinya ketika seorang laki-laki dapat duit itu bukan duit dia, tapi duit siapa? orang tuanya eh orang-orang yang dia tanggung orang-orang yang dia tanggung kayak aku nih misalnya ingat enggak yang aku bilang aku dapat duit itu aku kasih ke
Speaker A
siapa Ummu A Wali lah karena ketika aku dapat duit aku kasih ke dia dia nanti membelanjakan untuk kemudian rumahku kan gitu kan ya nah kalau aku perlu nanti untuk bayar segala macam aku bilang sama Ummu Walilah aku perlu untuk bayar ini
Speaker A
untuk aku perlu untuk bayar ini dan segala macam berarti duitku bukan duitku kan tapi adalah duitnya mereka tapi begitu perempuan dapat yang setengah itu, itu duit mereka pure bukan duit siapapun Oh, dia enggak berbagi dengan siapun. H malah lebih enak perempuan.
Speaker A
Lebih enak perempuan karena itu setengah duit dia dapat setengah tapi sudah langsung buat dia. Sedangkan laki-laki dapat satu tapi tetap dibagi-bagi. Masih ada masih ada itu masih ada adiknya mungkin. Kecuali kalau laki-lakinya dia benar-benar anak tunggal yang enggak
Speaker A
usah berbagi, enggak bisa nanggung. Ya itu mungkin beda. Cuma itu kan case-nya kan enggak bisa kita pukul rata semua kayak gitu. Nanti kalau sudah jadi ukhti feren nih misalnya nih ya, ukhti feren nih. Nah, nanti besok kenapa lu jadi
Speaker A
gini kita ucapkan amin amin. Nah, jadi kalau nanti jadi ukhti feren nih misalnya lu punya suami nih misalnya suami lu punya uang itu uang lu. Oh, kayak gitu. Iya. Tapi kalau lu punya uang lu enggak ngasih suami enggak
Speaker A
apa-apa. Suami enggak bisa maksa. Ustaz yang senyum istri saya salah penjelasan yang dituju sini yang dapat sini. Iya.
Speaker A
Oke. Jadi, jadi kalau kalau laki-laki dia dapat uang dan enggak ngasih pada istrinya atau istrinya kurang, istrinya bisa nuntut dan itu sah. Wajar nuntut ke pengadilan. Nuntut ke pengadilan atau nuntut ke siapapun karena itu adalah haknya dia untuk dapat uang dari
Speaker A
suaminya. Tapi kalau dapat uang nih, Feren dapat uang dan Feren enggak mau ngasih kepada suaminya, itu haknya Feren dan itu boleh. Suaminya enggak boleh maksa. Wow. Memang ada kok hidayah jalur harta ada kok. Ada ada. Emang kalau emang itu yang bisa bikin lu tertarik
Speaker A
meres suamiku enggak gitu juga fokusnya meres suami. Tapi maksudnya ee dia e maksudnya suami itu ee harus secara ini ngasih ke Veran. Jadi aku mau minta semua harta suamiku bisa. Jadi kalau misalnya dia dia enggak ngasih semua harta di banknya, enggak gitu juga sih
Speaker A
sebenarnya kayak mensimplifikasi terlalu ekstrem. Tapi intinya dia wajib menafkahi lu. Kalau lu kalau dia bilang kalau lu bilang gini, "Eh, aku merasa aku enggak cukup nih. Aku misalnya mau agar kamu mencukupi aku." Itu boleh.
Speaker A
Kamu dapat duit berapa? Sini kasih aku. Boleh. Wah. Heeh. Wow. Muka mukanya udah apa? Setansan setitan mulai ide-ide setan mulai masuk.
Speaker A
Ternyata ini yang bikin dia tertarik sama Islam baru ini nih. Ini bagus nih. Hidayah dari jalur harta. Hidayah jalur harta ini. Ini bagus nih. Bagus. Ini bagus. Jadi, jadi judul ya hidayah jalur harta. Hidayah jalur harta. Feren dapat
Speaker A
hidayah jalur harta. Udah tuh judul banget tuh. Iya. Bagus sih. Heeh. Keren kan? Itu kenapa setengah perempuan yang laki-laki satu? Karena setelah dapat laki-laki dia kasih ke bininya. Hm. Dia dapat apa? Berarti laki itu selamanya miskin terus ya? Iya. Kasihan. Emang.
Speaker A
Oh, memang seharus ya. Berarti hukum untuk laki-laki pelit. Ada lagi nih, tapi menarik. Ada bagus bagus bagus lucu. Tapiya tuh lumayan gatal gitu. Gimana misalnya laki-laki enggak mau menafkahi istrinya misalnya pertama itu itu termasuk itu kenapa aku ketawa itu ada sahabiyah, ada perempuan
Speaker A
di masa Rasulullah yang ngadu kepada Rasul, "Suami saya pelit." Terus Rasul nasihatin suaminya untuk tidak pelit.
Speaker A
Karena sebaik-baik harta yang didapat oleh suami yang menikmati adalah yang paling dekat dengan dia yaitu adalah bininya. Yes. Tapi hukumnya apa? Wajib dinafkahi enggak? Kalau pelit maksudnya apakah ada hukumannya itu maksud lu kan?
Speaker A
Iya. Iya. Maksudnya itu apakah ada hukumannya? Entah potong tangan entah apa itu loh. Faren tuh pengin dengar itu ya, Ustaz. Oh iya ada apa mulutnya dibuka lu dimasukin tembaga panas atau mana. Iya. Dia suka yang gitu-gitu enggak ada. Enggak. Oh, berarti cuman
Speaker A
omongan verbal doang. Ee jadi gini, pelit itu ada dua. Satu adalah ee pelit yang kemudian dalam perkara-perkara yang tidak wajib. Satu lagi adalah pelit dalam perkara-perkara yang wajib. Nah, kalau pelit dalam perkara-perkara yang wajib, contoh ya dia ngeluarin harusnya
Speaker A
zakat, dia enggak mau keluarin misalnya, padahal zakat kan wajib, maka dia dosa. Dan hukumnya ada. Salah satunya tadi sebenarnya bagi orang-orang yang menahan hartanya gara-gara terus kemudian dia sayang hartanya, mulutnya dibuka terus kemudian dimasukin sama e koin-koin yang
Speaker A
dia kumpulin itu. Uh. Lalu terus kemudian disuruh berenang. Berenang? Iya. berenang di sungai dengan mulut penuh koin. Iya. Dan perut penuh koin.
Speaker A
Oh, ditelan juga. Iya. Sampai perutnya gede koin terus suruh berenang tenggelam kan dia kan tengem. Oh, enggak bisa berenang dong. Berat. Dan lu tahu salah satu kematian paling enggak enak apa?
Speaker A
Apa? Tenggelam. Tenggelam. Tenggelam. Tenggelam dan disuruh yang tenggelam dan kebakar. Kebakar. Oke. Itu yang lah. Kok bisa kebakar? Ee kebakar juga salah satu cara mati yang enggak enggak. Maksudnya salah satu kematian yang paling menyakitkan itu tenggelam dan kebakar.
Speaker A
Iya. Nah, gimana dengan lu tenggelam dengan perut penuh koin? Kebayang enggak? Hm. Tapi emang enggak bisa renang ya? Kan ada koin. Hei, koin tuh kan logam. Logam tuh berat pasti kan tung jatuh ke dasar nih. Perut lu udah
Speaker A
penuh, mulut lu udah penuh koin. Lu berusaha berenang bagaimanapun di sungai pasti mati. Anyway, enggak sih? Enggak kalau kalaupun lu bisa berenang lu engak enggak dibantu orang pasti kan lama-lama lu tenggelam lu capek minimal itu itu fix per nyobaak gini gini namanya juga
Speaker A
namanya juga hukuman di neraka oh di loh kok ada air di neraka iya ada air tapi airnya kan mendidih lu enggak tahu di neraka hukum oh jadi tenggelam di air mendidih semua di neraka tuh mendidih gulah panas pokoknya tapi ada enggak
Speaker A
mendidih oh ada ada satu hadis jadi kata katanya katanya Rasul neraka yang panas itu neraka yang api itu sebel banget sama satu bagian neraka. Apa tuh?
Speaker A
Namanya neraka dingin. Uh. Siksanya siapa yang dihukum di sana? Ustaz orang-orang yang lebih parah lagi. Tapi dingin tuh lebih lebih menyeramkan daripada panas to lebih nusuk ya kalau dingin banget ya. In one point ya. Iya.
Speaker A
Aku pernah soalnya merasa hampir frost bite. Itu jadi dingin pertama kali yang muncul itu adalah ini apa namanya?
Speaker A
Panik. Panic attack karena e apa? Oksigen kan terhambat nih di sini. Otak kita pas nerima enggak nerima oksigen itu kayak orang tenggelam. Iya.
Speaker A
Hipotermia. panic attack. Yang kedua, badan-badan tuh rasanya kayak ditusuk sama jarum gitu kan ya. Aduh, enggak enaklah pokoknya. Iya. Dingin tuh dingin tuh itu loh. Oh, bisa sakit. Lebih sakit menurut gua.
Speaker A
Harus ingat bagus api neraka tuh panasnya enggak kayak api biasa. Iya. Eh, mungkin pikiranku kayak amat terasu tuh kayaknya tuh kalau yang surga dingin itu kayak teras. Cuma kan dia juga enggak baca, Ustaz.
Speaker A
Ya udah gini ada pertanyaan terakhir enggak sebelum kita tutup terakhir? Tapi yang bentar aku mau nanya yang neraka dingin itu berarti hukum enggak? Benar loh dia tertariknya di situ loh ya. Oke oke oke. Benar kita sudah bisa ngebaca
Speaker A
dia nih. Berarti hukumnya ee dia melakukan dosa yang lebih jahat dibandingkan neraka panas. Iya. Tapi di tempat dingin itu ngapain? Ya disiksa lah. Tetap disiksa dulu snowman. Heeh.
Speaker A
Pakai es gitu. Enggak pakai es juga sih, cuma mungkin pakai api dingin. Api dingin. Iya. Ada kan sama terasu tuh. Aku enggak tahu lagi. Api tapi dingin. Heeh. Itu menyakitkan juga tuh. Oh sakit ya. Tetap lu jangan bayangin dinginnya AC terus
Speaker A
sejuk gitu. Iya. Enggak gitu. Itu sejuk namanya bukan dingin. Iya. Oke. Oke. Ya dinginnya tu dingin yang ekstrem yang sampai nusuk kulit. Belum pernah sih. Lu pernah makan duren enggak? Heeh. Nah. Lu pernah masukin duren ke freezer? Enggak.
Speaker A
Enggak pernah. Nah, coba deh. Kenapa itu penting tuh? Karena nanti kalau lu sudah masukin duran ke freezer, terus lu keluarin dari freezer setelah beku itu nanti ada air yang keluar tuh dari ini.
Speaker A
Hah, itu artinya adalah apa? Itu itu rusak sel-dalamnya sampai seluruh cairan dalam sel itu keluar semua. Oh, saking dinginnya itu bayangin sakitnya kayak apa tuh. Iya. Iya. Jadi itu namanya ee namanya kerusakan sampai titik sel.
Speaker A
Kerusakan. Kalau enggak di rumah lu ada freezer enggak? Ada. Nah, lu masuk aja deh daripada nunggu duren nih. Lama nih nanti nih ngambil pesan moralnya deh.
Speaker A
Heeh. Udah lu ngerasain langsung deh masuk freezer coba. Karena begitu begitu gini ya ini anggap ini sel ya. Begitu terus kemudian sel tuh beku maka air-air dalam sel cairan-cair itu jadi ini jadi ee jarum semua dan dia akan nusuk
Speaker A
seluruh sel itu. Bayangin kalau itu ada sel manusia ada sekitar berapa? 900 miliar ya kalau enggak salah ya.
Speaker A
Bayangin setiap sel itu semua nusuk semua sendiri-sendiri. Pas dia lumer itu keluar semua cairannya.
Speaker A
Bayangin tuh sakitnya kayak apa tuh. Gua yakin enggak bisa bayangin enggak soalnya AC. Aku ingat nih lu pasti nih nih dia karena dia udah dingin dingin gua tahu. Lu pasti senang nih. Lu pasti senang. Lu pasti senang. Setiap manusia
Speaker A
sebelum mati akan merasakan sakaratul maut. Apa itu? Nah sakaratul maut itu adalah hilangnya atau lepasnya ruh dari tubuh manusia. Ya. Walau pas ditarik.
Speaker A
Dan ada yang pernah ditanya seperti apa sakitnya sakarul maut? Kata Rasulullah, "Serti ada orang masukin pohon berduri ke ee tenggorokan lalu ditarik." Heeh.
Speaker A
Dan ee dan sebenarnya itu tidak menggambarkan karena gambarnya begini menurut ulama. Lu pernah luka enggak sih tangan? Heeh. Ini nih gua pernah luka tangan gua di sini nih. Heeh. Ini sakit banget nih. Serius. Ee kesilat sampai kayak ini bisa dibuka gitu. Aneh
Speaker A
pokoknya. Nah, itu sakit banget tuh. Rasanya sakit banget. Nah, coba bayangin ya. Dan aku hampir pingsan karena kehilangan darah banyak. Coba bayangin ya. Ini aku potong nih tek gitu ya.
Speaker A
Lepas. He. Sakitnya kayak gimana kira-kira? tulangnya ada di situ kena juga putus juga tulangnya. Padahal tulang kan tahu kan kayak apa kan sakitnya. Kalau orang gini aja sakit apalagi kena potong tu kan ya. Nah bayangin ya rasa sakit
Speaker A
kehilangan tangan segini itu adalah rohnya hilang dari segini doang. Roh roh gimana? Gimana? Rohnya kita cuma hilang di segini doang nih. Misalnya jari telunjuk rohnya keangkat itu sakitnya segitu. Gimana kalau sebadan-badan? Nah coba dari mana kita tahu rohnya sudah
Speaker A
keangkat? Karena pas sudah dipotong ini lepas ini jadi biru busuk karena rohnya sudah enggak ada lagi. Karena yang menjaga kita tetap jadi gini kan roh.
Speaker A
Iya ya kan? Paham enggak maksudnya? Hm. Nah, ketika rohnya cuma hilang segini doang itu rasa sakitnya segitu tuh. H bayangin kalau hilang semua dari badan.
Speaker A
Bentar. Orang baik sama orang jahat itu sama-sama rohnya dicabut. Bagus. Bagus. Berti roh baik juga ngerasa eh roh baik orang baik juga ngerasain sakitnya itu.
Speaker A
Orang baik itu Fen pertanyaan sahabat kepada Rasulullah. Wuh asadu. Maksudnya apa? Sahabat apa? Sahabat baru dipuji. Sahabat Rasul.
Speaker A
Sahabat. Sahabat Rasulullah kan punya punya sahabat-sahabat tuh. Nah itu pertanyaannya itu ke Rasulullah. Apakah apakah itu juga apakah orang-orang baik juga merasakan sakatul maut? Rasul menjawab iya.
Speaker A
kita semua akan mer tapi mungkin sakitnya lebih ringan kok pintar lu. Oh benar ya? Iya. Wow. Nah, ini beberapa peluru yang sudah kena nih. Iya. Iya.
Speaker A
Itu kenapa kan ada orang-orang yang meninggalnya tenang. Ada orang-orang yang susah banget. Iya. Kata Rasulullah, "Kalau lu kalau lu beriman dan lu orang baik, kemungkinan ada sakaratul mautnya seperti mencabut rambut dari dalam adonan roti." Halus. Oh, halus. Itu
Speaker A
kalau orang baik. orang baik. Hm. Tapi kita kan enggak tahu kan, who knows? Kita cuma bisa berharap jadi orang baik.
Speaker A
Tapi ngeri sih karena setiap jiwa akan merasakan sakratul. Iya sih ngeri banget. Kalau saya suka mengartikannya dari dulu Tad ini buat diri saya pribadi ya. Kalau orang sekaratul mautnya susah berarti dia ditariknya susah. Kenapa dia susah? Karena dia terlalu terikat sama
Speaker A
dunia. Iya itu buat pengingat saya biar enggak terlalu terikat sama dunia gitu. Jadi rohnya udah sulit banget diambil tuh karena udah udah apa mendarah daging sama dunia. Hartaku hartaku tidak mau.
Speaker A
Iya kayak film Hidayat tu. Berat tariknya sakit tarikannya berat. Oh. Heeh. Oke. Paham. Pertanyaan terakhir. Paham.
Speaker A
Oke. Oke. Ini ini menarik nih. Buah pengetahuan itu kan diciptakan untuk dilarang dimakan. Oke. Oke. Nah, peraturan yang dilarang itu kan pasti pernah dilakukan sebelumnya. Oke. I kan belum tentu menurut gua. Budnya orang menciptakan peraturan dilarang itu kan
Speaker A
berarti kayak mungkin pasti ada yang ngelanggar sebelumnya. Belum tentu jawaban. I bisa jadi buat mencegah dari awal buat mencegah bisa dong. Iya. Lu lu lu pengin ini ya pertanyaan pasti pengin ke berarti sebelum Nabi Adam sudah pernah ada yang makan itu ya. Dan
Speaker A
hukumannya apa? Heeh. Sebelum Siti Hawa sudah pernah ada makan itu ya? Ada apa ini pertanyaan nyambung enggak? Tapi ee coba lanjutin itu doang sih maksudnya karena sebelumnya tuh sudah ada yang coba soalnya misalnya gini kita dilarang injak rumput nih karena kita tahu kalau
Speaker A
misalnya itu diinjak itu bakal rusak itu maksudnya ada yang coba gitu loh enggak juga enggak juga tanpa perlu diinjak rumputnya orang ini ini bagus nih ini jangan sampai diinjak ya bisa gitu kan ada beberapa aturan tuh yang bisa
Speaker A
berdasarkan akal sehat sih kalau misalnya contoh dari akal sehat atau berdasarkan dari bukti-bukti yang lain terus dias itu bisa aja bukan berarti sudah terjadi. gitu. Ganti pertanyaan ya. Next. Itu kegampangan maksud buat itu yang susah dong. Yang susah lah yang
Speaker A
enggak bisa dijawab Ustaz. Iya jujur udah habis lagi. Oh ini tapi ini aku enggak paham sih. Banyak tradisi Islam di Indonesia tuh sebenarnya bidah. Tapi bidah bidah bidah. Oh banyak tradisi Islam di Indonesia yang sebenarnya bidah. Iya. Tapi tetap dilakukan karena
Speaker A
alasan budaya. Oke. Bentar. Bidah itu apa? I itu bidah itu artinya mengada-ngada. Oh. itu apa ya? Ada ada potensi melenceng jadinya bidah tuh gitu. Iya. Sesuatu yang enggak pernah ada terus diadakan. Diada-ada diada-adain. Contoh misalnya kalau salat kan begini nih. Allahu Akbar. Enggak
Speaker A
boleh begini nih. Ini bidah nih. Allahu Akbar. Enggak boleh. Enggak boleh gitu. Enggak boleh enggak boleh. Kamu bercandain SD suka gitu tuh digitu-gituin. Nah itu bidah tuh. I itu enggak boleh. Tapi kenapa tetap dilakukan dengan alasan budaya? Emang ada ya budaya gitu? Banyak
Speaker A
banget. Itu kan penyesuaian misalnya modernisasi. Oh ini kalau ini kalau di Korea kayak gini. Karena Islam kan masuk ke Indonesia kan lewat asimilasi budaya.
Speaker A
Iya atau enggak asimilasi. Coba jelas dipadukan dengan budaya-budaya lokal awalnya. Heeh. Dipadukan dengan budaya-budaya lokal. Jadinya biar pelan-pelan masuknya. Biar enggak keras, biar enggak langsung. Localize. Localize iya benar. Mulok. Iya benar. Mulok.
Speaker A
Muatan lokal begitu. Tapi ada yang kebawaah-bawah sampai sekarang. jatwalnya malah jadi bidah. Iya. Oh, jadi bidah itu adalah tambahan dalam ibadah ritual. Itu bidah. Tambahan. Tapi kalau tidak dalam ibadah ritual enggak apa-apa. Karena banyak juga orang-orang yang sekarang bilang ini bidah, ini
Speaker A
bidah. Padahal tidak. Ya, contoh ada orang bilang misalnya ee salaman setelah salat itu bidah. Oh, heh. Padahal setelah salat koprol. Boleh enggak?
Speaker A
Koprol itu apa? Boleh. Salto. Salto ya. Bebas dong. Boleh. Apa namanya? Kayang. Boleh enggak? Boleh. Salamanasa enggak boleh? Boleh. Mungkin salaman sama lawan jenis. Iya juga sih. Ee itu bagus. Cuma gini, ketika kita salaman setelah salat nih kan safnya kan cowok-cewek. Iya.
Speaker A
Pertanyaan kan ceweknya dari mana tuh? Oh. Iya. Gimana kita mau salaman sama yang cewek? Kan di belakang banget.
Speaker A
Mungkin setelah nyampai rumah atau setelah benar keluar masjid ketemu ibunya, ketemu anaknya baru salaman di.
Speaker A
Kecuali lu kayang ketika lagi salat. Itu enggak boleh. Itu enggak boleh. Itu jelas melanggar. Itu bidah. Soalnya lu pernah nonton film itu enggak yang e kemarin apa tuh yang salat terus kayang ke belakang tuh. Iya iya iya. Itu tanya
Speaker A
kenapa enggak boleh kayang pas salat? Kenapa enggak boleh kayang pas salat? Eh lu beneran nanya eh kita pernah bahas imam bertanggung jawab atas salahnya atas kesalahan gerakan makmumnya kan.
Speaker A
Berarti kan gerakan tuh emang emang sudah saklek kan nih tu tiba-tiba lu sayang. Boleh enggak gua tanya? Boleh enggak? Ayo ayo ayo jawab dulu. Misalnya ada aturan enggak boleh diranggar.
Speaker A
Benar. Tapi maksudku so kayaknya di Kristen itu berdoa itu engak enggak perlu yang harus kayak gini. Yang penting tutup mata gini juga. Lu masa mau pakai aturan Kristen di Islam?
Speaker A
Enggak. Maksudku di emang di Islam itu di ditulis enggak di Alkitabnya tutorial cara salat? Iya. Gedek-gedeknya tutorial ada ikutin Abi untuk untuk berdoa. Untuk berdoa ya mungkin beda lagi kan kalau berdoa secara personal ya. Cuma untuk salat ya udah saklek. Tapi kenapa kok
Speaker A
disaklekin gitu? Kenapa enggak beli ya kayak kayak ya nanti jadinya gitu tiba-tiba nih lu lagi salat lagi diam tuh ada yang kaya satu jumah satu jemaah juga ketawa enggak ada yang satu rukuk yang satu kayak jeduk dong di
Speaker A
tengah-tengah ya udah enggak ada jadi enggak ada aturan ya. Oh iya ya paham paham jadi ya ya mak. Eh tapi kalau doanya Islam bisa kayak gini bisa kayak gini bisa itu ada enggak sih? E kalau kalau doa kan
Speaker A
sebenarnya enggak kalau doa Rasul mencontohkan tangannya ke atas. Contoh ini tapi bukan aturan mutlak. Tapi enggak mutlak. Lu begini lu sampai menjam gini juga boleh doa. Bahkan tanpa perlu mengangkat tangan misalnya mau doa misalnya lu ternyata lebih ke apa lebih
Speaker A
terkoneksi gitu dengan lu diam ya enggak ada masalah. Boleh doa. Heeh. Iya. Tuh sampai ngesot kayang boleh enggak? Kalau lu mau doa nih bukan salat ya. Doa dengan kayang ya boleh aja. Coba coba gini coba gini kayang tuh kan gerakan ini kan
Speaker A
gerakan entertain menghibur untuk bikin ketawa kan etis enggak lu ngomong sama Tuhan lu nih tapi posisi lu ya Allah aku ingin ayo ini ini bagusak ini bagusak aku enggak aku baru tahu bedanya syarat sama doa y pesan kopi aja ludah
Speaker A
[Tertawa] enggak ya ya mau mau yaudah aman ya aman belum aman ya ada lagi yang lebih susah enggak ada Lu lu rating dong dari semua jawaban-jawaban. Ada ustaz satu, ustaz dua sama penonton. Ada lagi satu terakhir. Aduh lama-lama leudah jawab
Speaker A
cepat jawabnya cepat ya. Mengapa ada aturan ketat dalam Islam mengenai ibadah makanan pakaian hubungan sosial? Padahal Tuhan itu seharusnya bisa menciptakan manusia tanpa perlu aturan-aturan tersebut? Misalnya contoh makan babi, mending enggak usah ada babi dari awal. Oke, itu logiknya. Kenapa
Speaker A
aturan diciptakan? Intinya kayak gitu, K. Kenapa untuk manusia yang diciptakan free? Iya kan kayak kontradiktif nih freewel tapi kok dikasih aturan gitu ya.
Speaker A
Iya. Heeh. Nih nih siapa yang mau jawab nih? Oke. Koi. Koi. Singkat. Ustaz kedua nih. Kalau lu main game wah udahlah selesai tu dah. Kalau lu main game ada challenge-challenge-nya dong lu harus ngapain. He ah. Ada halangannya apa?
Speaker A
Terus ya udah biar gampang halangannya enggak usah dikasih. Nah. Heeh. Bukan main game tuh. Itu bukan main game.
Speaker A
Terus lu enggak enggak akan mencapai gol lu dong. Kan ini ada go nih kita ada go nih manusia itu kan diciptakan kan untuk beribadah kepada Allah dan terus kan nih ada wqtul jina wal insa illa liyabudun dan sesungguhnya tidak kuciptakan jin
Speaker A
dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku. Berarti kan emang tujuan utama manusia di dunia itu kan ibadah ya kan ya emang gua apal itu doangah terus ah habis itu untuk mencapai goal ini, untuk mencapai ee hadiah utama ini, diciptakanlah
Speaker A
challenge-challenge seperti di surga loh. Heeh. Ini gua ya benar gua utamanya surga diciptakan challenge-challenge.
Speaker A
Jangan makan babi misalnya kalau babi yang enggak ada, ya terus gampang dong masuk sinya enak. Gampang loh. Enggak enak. Tapi maknanya di mana? Kan makna kehidupan tuh kan di situ kan. Lu lu lu kebayang main catur enggak? Iya. Tapi
Speaker A
kalau segerakan apapun yang lu lakuin satu gerakan langsung menang. Langsung menang. Heeh. Iya. Mungkin buat tipe-tipe orang yang kayak aku kayak enak aja ya. Mendingan gua usah main. Lu main Mario Bros kan. Ya, kalau misalnya lu cuma pencet kanan terus menang. Oh,
Speaker A
itu enggak seru sih. Lah, ya udah gua harus cari game yang dia main, cuy. Nih yang lebih kompleks deh. Misalnya enggak ada larangan. Lu kan manusia banyak nih.
Speaker A
Iya. Misalnya dilarang membunuh orang. I kalau enggak dilarang ada potensi orang ngebunuh enggak? Iya, ada. Ngubunuh orang lain. Nah, terus kalau enggak ada larangan-larangan itu gimana? Berantakan dong. Oh, iya. Kalau enggak ada dosanya, minimal dosanya dulu deh. Enggak usah
Speaker A
hukum dunianya deh. Yang pertama kayaknya lebih spot sih pokoknya kenapa manusia freewel dan dikasih aturan-aturannya biar untuk mencapai ujian. Jadi kalian tuh kayak suka challenge gitu kan. Bukan, bukan bukan bukan suka emang disuruh emang emang emang itu emang itu nilai itu muncul
Speaker A
setelah ada challenge. Heeh. Oke. Ya udah. Jadi kenikmatan muncul setelah ada kesulitan. Kenapa kita puasa ketika berbuka semuanya nikmat? Nih rumput ini aja nih kalau kita buka nih enak banget nih. Bentar lagi jadi makanan nih. Iya.
Speaker A
Kenapa? Karena kita di challenge. Kita enggak boleh makan dari subuh sampai ada aturannya magrib. Tapi iya sih aku merasa memang orang Islam itu kayak memang tipe-tipe yang kayak pejuang suka challenge gitu loh. Iya sih. Karena aturannya tuh kayak banyak banget. Lu
Speaker A
suka cowok yang suka berjuang enggak? Suka. Nah berarti tahu dong harus nyari di mana.
Speaker A
Ayo. Halus. Nice ya. Nice ya. Ayo silakan komen komen satu yang pengin yang pengin daftar ke Feren pengin banyak L yang mau tolong kalian teman-teman komen di bawah kalau ada yang mau daftar ke Fenar yang di live chat gua itu kan yang pengen fen login
Speaker A
ketik satu sumpah langsung satu satu itu mereka kayak enggak tahu deh oke oke rating dong dari semua jawaban-jawaban eh pertanyaan yang menurut lu susah nih yang lu prompting biar ustaz pun enggak bisa jawab lu udah puas belum udah udah
Speaker A
udah gimana lu lebih lebih ngerasa lebih dekat sama Islam enggak Asik ya kan lebih dekat kan. Dekat bukan berarti masuk aja. Heeh. Iya. Lu seram banget di sini. Fa fa ada pertanyaan netizen. Bapak lu khawatir enggak sih lu
Speaker A
ngumpul sama kita? Ini gua pernah lihat pertanyaan itu. Bapak khawatir enggak sih? Bapak aku enggak ngerti main YouTube kayaknya. Oh dia dia HP-nya cuman SMS doang. Gini deh. Lu punya saudara enggak? Kakak adik ada. Mereka lihat enggak tindak tanduk lu di sini?
Speaker A
Kayaknya enggak ada yang tahu deh. Enggak. Serius lu? diang saudara, tapi mereka tuh enggak.
Speaker A
Adikku tuh poppers banget. Jadi isinya tuh semua cewek-cewek Korea. Nah, yang kuku aku tuh dia jarang buka HP memang enggak punya sosmad. Nah, kemungkinan mamaku ini mamaku tahu. Mama belum dichat. Belum di chat.
Speaker A
Mama lu namanya siapa? Enggak boleh. Oh, enggak boleh. Mama Fen kalau nonton ini enggak. Mama apa? Kalau nonton ini apa? Ikhlaskan aja. Doain ya.
Speaker A
kayaknya mama aku nontonnya berita sih kayak dunia perselingkuhan gitu-gitu. Oh itu bukan berita dulu berita tadi gua udah gua udah berprasangka baas baik husnus zon eh maksudku ya itulah oke berarti sofar aman ya dari keluarga ya jadi ikhlas ya udah orang
Speaker A
tua ya papa ikhlas ya papa ya rating dong kepuasan lu terhadap semua pertanyaan sulit di Islam ini dan kita bertiga gimana dan program escape ini rating 1 sampai 10 11 11 dari 100 dari enggak lah 11/10 11/10 karena ada dia. Iya benar berarti so far
Speaker A
ustaz Felix belum bisa dijatuhin sama chat GPT ya. Tapi dia dijatuhin sama aku sendiri aku enggak paham jawabannya. Berarti challeng challeng selanjutnya adalah mencari pertanyaan-pertanyaan yang lebih susah. Oke. Oke. Thanks to Koi lah bisa menjelaskan bahasa bayinya ustaz.
Speaker A
Makanya bagus. Nanti lu mau ngundang dia lagi enggak pas lebaran? Mau enggak? Lebaran lebaran boleh tenang aja dua baju selama iming-imingnya.
Speaker A
Jadi kelihatan dia cuma datang cuma satu baju doang buat ini doang. Enggak ada persahabatan di sini ya. B syuting kita ada kaos L. Oke. Gu langsung gitu pokoknya selama syutingnya di sini mah lu mau nyuruh tiap hari juga. Heeh.
Speaker A
Selama di sini selama di sini lu kayak gitu di aku tuh pengin buat konten kayak itu loh, Ustaz. Kayak main Oija kayak gitu. Itu kan udah gua jelasin. Enggak boleh musyrik, udah gua jelasin ke el chat itu enggak boleh itu musyrik. Ya
Speaker A
udah, ya udah, ya udah dahudah ya. Ya udah oke yaudah oke tutup episode ini.
Speaker A
Oke guys, terima kasih sudah nonton jangan lupa beli bajunya nanti kita ada special edition tandangannya Ustaz Felix dan Remon tanda tangannya Feren juga.
Speaker A
Feren juga tanda tangan juga. Dadah. Dadah. Byebye. [Musik]
Topics:syahadathidayahFelix SiauwEscape podcastspiritual awakeningmakrifatwahyuzakatNabi Ibrahimdialog Islam











