Review Toyota Alphard XE Hybrid dengan harga terjangkau 350 jutaan, membahas fitur, kenyamanan, dan perbandingan dengan versi mahal.
Key Takeaways
- Toyota Alphard XE Hybrid menawarkan alternatif MPV mewah hybrid dengan harga jauh lebih terjangkau.
- Pengurangan fitur dilakukan secara selektif agar kenyamanan dan fungsi utama tetap terjaga.
- Velg 17 inci dengan profil ban tebal meningkatkan kenyamanan berkendara dibanding velg besar dengan ban tipis.
- Tidak ada pesaing langsung untuk Alphard hybrid di segmen MPV luxury hybrid di Indonesia saat ini.
- Desain simpel dan fitur esensial membuat Alphard XE Hybrid cocok untuk pengguna yang mengutamakan kenyamanan dan harga.
What the video covers
- Toyota Alphard XE Hybrid hadir dengan harga sekitar Rp388 juta, jauh lebih murah dibanding versi hybrid biasa yang sekitar Rp1,7 miliar.
- Mobil ini tetap mempertahankan fitur penting seperti ADAS meski disebut spek 'trondol' karena memang ada pengurangan fitur non-esensial.
- Desain eksterior lebih simpel tanpa banyak krom, dengan velg 17 inci yang dianggap lebih nyaman untuk penggunaan harian.
- Mesin menggunakan kode A25A-FXS, 2.500 cc NA hybrid dengan total power 250 PS dan torsi gabungan dari mesin bensin dan motor listrik.
- Platform Alphard sama dengan Camry, sehingga mesin dan ruang mesin didesain sedemikian rupa untuk kenyamanan dan performa hybrid.
- Tidak ada pesaing MPV luxury hybrid dengan harga dan fitur serupa di pasar Indonesia saat ini.
- Fitur pintu dengan footstep otomatis dan desain pintu yang memudahkan naik turun tanpa kotoran mengenai celana pengemudi.
- Pengaturan dan fitur hiburan tetap lengkap meski ada beberapa pengurangan tombol dan fitur dibanding versi mahal.
- Kenyamanan berkendara lebih terasa dengan velg berprofil ban tebal dan pengurangan fitur yang tidak terlalu penting.
- Video juga membahas perbandingan dengan model non-hybrid dan fitur-fitur yang hilang serta keuntungan dari harga yang lebih terjangkau.
Chapters
- 00:00Pembukaan dan pengantar Toyota Alphard XE Hybrid
- 02:40Perbandingan harga dan posisi pasar Alphard Hybrid
- 04:36Desain eksterior dan velg 17 inci
- 06:38Mesin dan platform Alphard Hybrid
- 08:13Fitur pintu dan kenyamanan naik turun
- 12:06Fitur interior dan pengaturan hiburan
- 18:47Kenyamanan berkendara dan kesimpulan
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
[musik]
Speaker A
[musik]
Speaker A
[musik]
Speaker A
Halo YouTube, selamat datang di channel Om Mob Motomobi. Motomobi channel Motomobi ya. He.
Speaker A
Jadi ini bukan just car review, tapi ada mamang ini, review mobil baru, tapi sebenarnya enggak baru-baru amat.
Speaker A
Kita udah 2 tahun yang lalu, cuman kita pernahnya yang non hybrid. Non hybrid. Belum pernah justru kita yang hybrid. Tapi yang hybrid ini sangat spesial sekali.
Speaker A
Hid spesialnya bukan karena bagusnya dan apanya, cuman karena harganya. Harganya tiba-tiba hilang Rp300 jutaan ya. 350-an juta untuk sebuah fitur yang iya.
Speaker A
Jadi di tengah-tengah gempuran dari China, mobil-mobil bagus datang, terlawanlah Alpart di apa namanya?
Speaker A
Di apa sih istilahnya ini? e kta bukan k ini, kedudukannya kedudukan kedudukannya ya terancam orang-orang pada memilih mobil-mobil China yang mirip seperti ini.
Speaker A
Bahkan mukanya dimirip-miripin apa dengan harga yang jauh lebih murah dan fully strict. Yes.
Speaker A
Ya, ini adalah suatu perjuangan Toyota gitu ya, untuk mentrondolkan fitur-fitur yang ada yang sebetulnya enggak penting, nanti kita ceritain sampai habis.
Speaker A
Makanya tonton sampai habis video ini untuk menjadi lebih enak untuk harganya, positioningnya.
Speaker A
Iya, karena memang mau enggak mau geng Jepang ini geng Jepang harus bermain di lapangan yang sama juga yaitu di harga.
Speaker A
Heeh. Heeh. Tapi gini ya, nonton videonya sampai habis. Sebenarnya yang namanya Alpart itu selalu ada di hati orang Indonesia.
Speaker A
Iya, selalu ada di hati orang Indonesia. Heeh. Perubahan hilang Rp300 juta. Tapi D kalau menurut Om Mobi ya Heeh.
Speaker A
Justru lebih nyaman. Lebih nyaman. Entah itu impresinya. Sebetulnya dari bentuknya aja enggak ada yang kurang, enggak ada bedanya gitu.
Speaker A
Bentuknya ada bedanya. Sebetulnya ini bedanya sama yang harga yang biasa, Om. Yang hybrid biasa itu kan 1,7 M ya harganya. Ini harganya Rp388 juta.
Speaker A
Aduh, kan jauh sekali. Jauh 350. Cuman jauh sekali. Ini di orang-orang bilang spek trondol.
Speaker A
Spek trondol. Heeh. Cuman yang namanya setrondol-trondolnya Alpard enggak mungkin dihilangin adas-adasnya dan segala macamnya. Yang penting-pentingnya enggak akan hilang.
Speaker A
Nah, cuman kalau orang jeli gitu ya, kalau kayak ya biasa aja gitu. Mamang mamang kan e kar entusias ya, jadi lebih jeli gitu. Kelihatan kelihatannya di mana, Mang? Gitu ya.
Speaker A
Dari depannya biasa aja kan? Heeh. Biasa apa yang hilang? Bagus nih. Bagus. Enggak ada yang salah.
Speaker A
Enggak ada salah. Yang yang harganya mahal 1,7 M itu di sini banyak chrom-kroman, Om.
Speaker A
Oh, rame situnya. Ram rame. Di sini cuma dikasih alis doang. Kok bagusan ini? Iya, lebih senang ini, P.
Speaker A
Hah? Lebih simpel dia kalau muka udah grill semua gitu loh. Iya gitu. Atau ada option-nya kalau misalkan aduh terlalu polos ya. Ada yang TCO-nya. TCO-nya pakai modelista.
Speaker A
Oh iya. Pasanginnya pluk bisa udah. Oh benar juga jadilah modelista ya. Itu enggak masalah. Jadi kan enakan polos justru kalau mamang.
Speaker A
Iya. Iya. Nah yang paling kentara lagi kalau tipe yang XE ini Alpard XE itu dari velgnya.
Speaker A
Ini velgnya hanya ini 17 ya, 17 inch saja. Cuman menurut Om tadi kan bilang ya, ini lebih enak ini. Kenapa? Karena ini pakai 17 inch yang otomatis profil bannya jadi tebal.
Speaker A
Ya berarti mobilnya lebih nyaman. Lebih nyaman. Heeh. [tertawa] Yang dibutuhkan seekor Alpard itu kenyamanan bukan kekerenan dari luar pakai velg gede itu sama sekali enggak sebenarnya.
Speaker A
Ah kekerenan dari pakai velg gede itu hanya bisa dinikmati orang di luar. Iya. Dan sangat tidak enak di dalam. Dalam.
Speaker A
Jadi itu tren yang sebenarnya kami agak kurang suka. Iya. Heeh. Itu hanya untuk yang modif modifikasi-modifikasi. Misalnya ini nih nih ya. Ini buat modifikasi. Ini juga ini juga buat mobil show-show doang gitu dipakainya enggak. [tertawa] Enggak ada enak-enaknya. Velg tipis. Eh
Speaker A
velg tipis. Ban tipis. Iya. Heeh. Nah, ini velg. Velgnya gimana, Bang? Bentuknya 17 inch. Terus bentuknya kan single ton kayak gini ya. Dia pakai ada yang bilang kayak velg R3. Iya juga ya. Heeh.
Speaker A
R3 tapi enggak beda. Hampir mirip sih. Mirip. Ada yang begini juga R3 ada yang begini.
Speaker A
Beda. Iya. Tapi bed itu dia pakai masih pakai Toyo tire gitu ya. 17 berapa sih ukurannya? Coba lihat. Oh 225 65 radial 17.
Speaker A
225. Heeh. Terus kan masih oke. Ini ngelihatnya juga enak. Masih enak. Terus kalau yang mahalnya di sini juga ada krom-kroman di bagian bawah.
Speaker A
Iya. Ini enggak ada. Enggak ada polosan. Enak justru ngelihatnya. Clean aja. Tapi ini, Mang, sebelum kita berlanjut urusan perbedaan.
Speaker A
Heh, kita buka dulu urusan perbedaan di antara mobil yang Alpard yang dulu kita review kan.
Speaker A
Heeh. Bukan yang hybrid. Gampang loh nyarinya. Gampang. Panas ya. Tuh di situ tiangnya. Ini mobil. Eh, ini mobil masih baru sekali ya. Kayaknya dari yang punya banyakan Om Mobi yang makai kemarin.
Speaker A
[tertawa] Bebas. Terima di sini. Odometernya baru 70-an. Iya. 70 kman. Dari mana, Om?
Speaker A
70. Iya. Ini renet rental. Dia kalau baru beli mobil soal dikirim ke sini dulu. [tertawa] Heeh. Jadi kita kadang-kadang kita yang copotin plastiknya. [tertawa] Heeh. Ya, Mang. Mesinnya, Mang?
Speaker A
Mesinnya sama aja dengan Alpard yang mahal 1,7 M itu gitu ya. Ya, tetap hybrid juga. Heeh. Dengan kode ada FXFX-nya nih. Memang lupa lagi.
Speaker A
Entar ya belajar dulu. Ini kodenya adalah A25A FXS. H kan ada FX biasanya kalau hybrid kayak gitu. Nah, terus kalau Toyota tuh suka dipisah-pisah gitu ya.
Speaker A
Ini kalau tapi secara keseluruhan dia punya power 250 PS termasuk motor listriknya. Termasuk motor listriknya cuman kalau dipisah torsinya dipisah nih. Kalau motor bensinnya itu ice-nya 239 Nm. Oke.
Speaker A
Sama motor elektriknya 270 Nm. Ini dari berapa cc, Mang? Ini 2.500. 2500 cc. Turbo enggak? Enggak. Na.
Speaker A
Oh, Na. Nah, Alpard itu sama seperti Camry ini platformnya sama kayak Camry kan ya. Jadi ini platform sebenarnya platform sedan sehingga kalau kita lihat ke dalam ruang mesin itu mesinnya tuh di bawah.
Speaker A
Di bawah tenggelam ke bawah gitu. Heeh. Sama dulu hair gitunya ke bawah semuanya di bawah karena sebenarnya ini adalah platform sedan ya sehingga yang bikin jadi bongkar-bongkar itu susah.
Speaker A
Sekarang sebutkan MPV Luxury yang kayak gini yang pakai mesin hybrid apa ya? Odyssey. Odyssey di bawahnya sih.
Speaker A
Di bawah kastanya. Entar Alpar tuh enggak ada lawan dari dulu. Dulu ada lawan Nissan Negran.
Speaker A
Iya sekarang ya kan cuman Nissan Gran menjadi pipih gitu terus akhirnya bukan menjadi lawan lagi. Enggak ada Darion itu di bawahnya juga enggak. Jauh, jauh, jauh.
Speaker A
Berarti resmi dong. Ini salah satu MPV Luxury hybrid yang harganya ini enggak ada lagi.
Speaker A
Iya, enggak ada. Enggak ada lawan. Enggak ada lagi. Enggak ada lawan. Itulah si Alpard yang resmi ya. Maksudnya kalau CBU sih banyak pasti cang kalau enggak juga emang.
Speaker A
Iya, tapi enggak ada juga ya. Hm. Enggak, enggak ada. Mulai elektrik semua dong dia lawannya.
Speaker A
Enggak ada. Enggak ada. Hah? Enggak ada. Enggak ada. Enggak ada. Benar. Enggak ada lawan dia.
Speaker A
Nah, perbedaan lagi ini yang Xi ini dengan yang biasa yang lain tuh apa sih tipenya?
Speaker A
Ya Q sekarang udah enggak ada. Jadi EV aja udah. Iya. Tuh, ini kan buka pintu. Nah, biasanya ada footstep-nya.
Speaker A
Nah, iya ini jadi keluar. Jadi kalau kita buka ini ada footstep lagi di bawah ni keluar lagi. Keluar.
Speaker A
Jadi, nah gitu. Kalau ini langsung kita ini buat Mamang sih cocok banget ya. Langsung ya. Ini aman aja tingginya segini aman sih.
Speaker A
Iya kan? Enggak. Tapi kalau buat orang tua sih mungkin ada PR-nya sedikit ya. Tapi yakin after market banyak yang jual.
Speaker A
Iya ada kok. Pernah lihat keluar sendiri gitu. Iya keluar. Heeh. Makanya tuh pengguna Alpard gini ya yang itunya footstep-nya keluar sendiri ada yang pernah nabrak trotoar enggak tuh? Footstep enggak sih? Kayaknya itu lebih tinggi deh.
Speaker A
Hah? Lebih tinggi itu ya? Paling segini kan? Di sini. Di sini? Iya. Iya. Kalau lagi nempel ke trotoar.
Speaker A
Iya juga ya. Iya, khawatir juga. Tapi kan pintunya dulu yang kena. Pint Oh, iya benar juga. Pintunya dulu yang kena. Terus sama ini kan dia juga bagusnya semua Alpart itu dia tuh pintu tuh sampai bawah habis sehingga enggak
Speaker A
ada bagian-bagian kotor di sini. Kalau kita naik turun kena celana. Jadi supirnya celananya bersih. [tertawa] Spir Alpar
Speaker A
Heeh. Nih kalau dilipat-lipat lagi bisa. Ini disimpan ada tempatnya. I ada kan tempatnya? Mana sih?
Speaker A
Ada. Ada banyak. Dan senangnya mamang kalau Alpart ini ada ban serepnya. Heeh. Sekarang tuh udah mulai dihilangin ya.
Speaker A
Iya. Jadi dulu ya dulu ya dulu waktu kita kan pernah minjam dari Renate juga.
Speaker A
Iya. Ee Lexus apa? LM. Ee ke LM. Heeh. Heeh. Tahu-tahu lagi di Antsari di hari ulang tahun [tertawa] di rumah udah ramai mau buka puasa bersama karena ulang tahun Om Mobi.
Speaker A
Iya. Eh, Rian yang bawa deng tekan tuh. Waduh ban. Aduh ban lagi. Udah minggir ternyata kenapaku gede banget ya kan dan ee gembes banget. Waktu itu kita nyari-nyari ini ban sereapnya di mana ya? [tertawa] Di depan kolong enggak
Speaker A
ada. Di kolong bawah sini enggak ada. Ternyata di dalam sini ya. Sini sini. Heeh.
Speaker A
Hees bisa taruh situ. Iya. Terus yang tahun berikutnya sama. Nah, itu nanti berita berikutnya. Cerita berikutnya. [tertawa] Heeh. Nah, ini ini kalau kalau Alpard ini gampang ya di ngelipat-lipatnya ya.
Speaker A
He. Oh, salah salah. Yang ini dulu. Ini dulu. Ini dulu kan. Ini dulu. Bawa dulu. Bawa dulu. Bawah dulu.
Speaker A
Eh bukan sebelahnya. Ah, ini lagi. Nih. Nih. Nih. Nih. Ini dulu. Iya. Itu benar kan? Ih. Terus habis gitu enggak enggak usah dimaju mundur.
Speaker A
Heus belakang ya. Paling belakang baru di disangkutin dia tuh. Nah, dengan layout begini ini tuh bisa muat barang lebih dimundurin ya dua kali. Ayo mundurin dulu. Mundurin dulu baru dua-duanya. Go.
Speaker A
Nah, dari tuh apa? Ada ada ada ada kayaknya. Ada yang dulu Kijang aja ada kok.
Speaker A
Enggak apa yang dulu tuh. Enggak ada, Om. Dulu tuh bisa disangkutin sini. Ada. Ada di situ kok. Iya. Sekarang enggak ada.
Speaker A
Enggak ada. Berarti diselipin di antara jok itu dong. Sini nih paling pas. Iya. Masukin dalam situ. Heeh. Ah.
Speaker A
Enggak. Masih [tertawa] muat. Nah, indahnya tuh adalah walaupun secara lebar itu enggak seberapa gara-gara ada jok dua biji, tapi ini tinggi banget.
Speaker A
Heeh. Heeh. Dan naikin barang pun di sini tinggal blosorin aja tuh gampang. muat empat koper gede kali atau tiga koper gede nih begini.
Speaker A
Heeh. Ya, tanpa mengganggu dua row depan. Terus tuh bisa di kedepanin lagi kalau misalnya barangnya panjang.
Speaker A
Nah, untuk row kedua kita bisa atur dari sini left ini buat ketegakannya. Kebalik. Iya. Yang ini kan gua nyoba mundurin dulu.
Speaker A
Nah nah bisa dari sini dia nabrak sendiri enggak ya? Nabrak enggak ya? Udah, udah, Pol. Enggak bisa lagi dia.
Speaker A
Sudah bisa tuh, Pol. Tuh. Oh, nabrak dia. Ternyata enggak ada sensornya. Kirain [tertawa] ada sensornya dia berhenti sendiri kan. Emang turunin lagi, Bang.
Speaker A
Enggak enggak dua-duanya, Mamang. Satu juga cukup. Kenapa [tertawa] masih dua-duanya? Ya kan buat prek pr gitu ceritanya.
Speaker A
Terus naikin lagi gimana? Nah, kejepit. Hah? Kejepit. Kejepit. [tertawa] Hah? Oh, pura-pura tangannya gede, ada ototnya gitu. Kejepit. Mamang sih enggak ya? [tertawa] Dah tutup.
Speaker A
Ini entar dulu nih buat nyimpan lagi. Oh, tengah ada lagi ya. Terus sebelah sini juga ada lagi. Tuh, dongkrak tuh dongkrak dan kawan-kawannya situ.
Speaker A
Masih lega banget di bawahnya. Sebenarnya dia kalau konsep kalau tanpa ban serep ya bisa jadi ngelipat jok paling belakang itu ini nih nih bisa lama dong. Kunci lagi nanti.
Speaker A
Enggak. Me [menangis] ketemu [tertawa] lagi. Kenapa ya? Kok berisik ya? Enggak tahu tuh. Atau ngasih tahu orang, eh nutup nutup ya. Enggak usah pakai tit tit tit gitu.
Speaker A
[tertawa] Ini ada laba-laba. Tiuplah. Tiup. [tertawa] Ketutupan masker kan enggak bisa balik lagi kalau [tertawa] dah.
Speaker A
Tuh gantung kasih pergi. Kasihan kasihan. Nih nih keceret aja. [tertawa] Tapi ini halus pintunya.
Speaker A
Ini halus. Heeh. Nah ini jok belakangnya sama generasi sebelumnya tuh jauh sekali. Jauh sekali. Tapi paling enak tahu enggak? Generasi kedua generasi satu sih. Paling enak enggak? Dua.
Speaker A
Satu. Jok belakangnya biasa tuh. Bukan yang gede begini. Iya. Cuma ini ada ra juga gini. Tapi di sini tuh ada lagi bukaan.
Speaker A
Oh iya ya ya. He. Jadi enggak usah naik naik bukain pek kaki aja. Kaki bisa ngongkrong situ sebenarnya harusnya dia buat buat ganjelan begini.
Speaker A
Heeh. Dah nyalain nih berarti mobilnya nih. Nyalain dong. Kan panas. Jadi ini belakangnya tuh paling enak ya. Alpard generasi terakhir ini. E joknya tuh empuknya luar biasa. Dan ini walaupun ini bukan yang kayak di Vellfire atau yang ini ada mahalnya enggak sih yang joknya
Speaker A
gede? Ada. Iya kan? Ada mejanya nih. Kan enggak ada mejanya nih. He cuma ada ini cup holder.
Speaker A
Cup holder ya. Ini joknya enak sekali. Udah gitu pengaturannya nih kan. Ini kan semuanya ngatur sini nih.
Speaker A
Itu dia bisa diatur naik turun bagian depannya aja ini. Jadi kalau ini posisi naik sekali kita enggak noosor ke sana kalau ngerem supirnya. Nah kita bisa langsung coba mode recline.
Speaker A
Tuh dia manjang sendiri. elektrik dan senderan. Udah gitu nih dimaju kalau dimaju mundurin gini dia tuh ada pengunciannya terus jadi satu-satu cetrek lagi cetrek.
Speaker A
Cetrek itu untuk safety. Kenapa? Karena seat belt-nya itu nempel sama jok. Jadi joknya harus terpatri dengan terpatriat [tertawa] harus nyencek gitu.
Speaker A
harus nyencek dengan baik di bawah gitu loh. Udah gitu untuk ngatur segala macam dikasih iPhone Android nih.
Speaker A
Ini Android kali ya. Android sih itu kayaknya. Heeh. Atau ini Sharp. Iya syarp sih.
Speaker A
Cuman ini kok operating systemnya kayak Nokia Lumia itu loh dulu loh. Iya diwipe up. Emang gini ya? Gua enggak pernah pakai Nokia Lumia. Nah, ini kita bisa ngatur untuk sebelah kiri atau sebelah kanan. Dan audio kita bisa atur
Speaker A
hampir sepenuhnya dari sini. Ini my beautiful gypsy girl. [tertawa] Ini lagunya siapa nih? Gua.
Speaker A
Ya Allah. Mamang. Mamang lagu macam apa lagi sih, Mang? Banyak pokoknya mamang dia fetis lagu [tertawa] ya. Suhu bisa diatur sini untuk suhu belakang ya.
Speaker A
itu atur segala banyak yang bisa diatur di sini. Comfort nih ada ee pemanas dan pendingin jok juga bisa dipencet tombol juga. Di sini ada tombol fisiknya itu lebih susah ya kalau Om badannya lebar kan susah tuh susah nih ketutup nih.
Speaker A
Ketutup pakai remote. Ketutup. Iya. Terus lampu ini ambient-nya kita bisa atur reading light nyalain dari sini bisa tuh.
Speaker A
Keren banget nyala tuh. Reading lamp. Ini bisa digini-gini lagi bisa diatur arahnya. Ah, gitu kalau pakai tombol ini tuh dia matiinnya tuh ada tiga keterangan. Step keterangan illuminati, illumination. [tertawa] Warnanya kita bisa ganti untuk di pinggir sini nih.
Speaker A
Nah, terus ada di jok juga ada pijet. Eh, iya pijet baru sekarang nih. Enak banget.
Speaker A
Salah lagi tuh. Pencet apa lagi pijetnya? Lupa. Eh, benar kok. Seats terus relaxation left. Mau keras apa lembut? Keras [musik] doang kalau begitu.
Speaker A
Tapi kalau keras dapatnya mbok-mbok gini. Mbok-membok [tertawa] enggak dong. Laki-laki yang Oh, iya. Maksudnya laki-laki. Maksudnya laki-laki. [tertawa] Iya.
Speaker A
Jadi komplit di sini ya. Ini sama dius lemnya juga kayak begini. Keren enggak? E balik balikbalik.
Speaker A
Nah, terus yang mahalnya juga sama kayak gini. Jadi ini enggak dipotong sama sekali. Enggak, enggak dipotong sama sekali.
Speaker A
Terus kita mau ngatur jok sebelah sini bisa juga. Iya. A mundurnya bisa dari sini langsung.
Speaker A
Tolong dong ya mundurin. Padahal dia bisa sendiri kan. [tertawa] Bayangin untuk maju mundurin jok aja.
Speaker A
Heeh. yang harusnya pakai manual biasanya itu bisa dari sini, bisa dari sini, bisa dari layar, bisa dari head unit.
Speaker A
Banyak sekali. Bisa enggak sih head? Bisa. Bisa kan? Bisa. Eh, entar dulu. Harus lihat [tertawa] itu. Udah gitu nih ada ada memory seat-nya enggak sih? My original enggak? Enggak ada memory seat.
Speaker A
Enggak ada. Ini bisa dikembaliin cepat juga bisa. Dikembaliin cepat. Terus ada pendingin pemanas. Iya. Selain di layar kan ada sini juga nih.
Speaker A
Iya, di situ juga tuh mendingin ya. Cup holder ini. Tapi enggak ada meja aja, enggak kayak yang super mewahnya. Tapi dapat meja tengah gini nih jadinya. Sini, sini tengah.
Speaker A
Nah, dapat meja. Oh, meja tengah sini sama kayak Innova. Iya. Heeh. Heeh. Di jok belakang coba, Mang.
Speaker A
Duduk belakang, Mang. Duduk belakang. Entar dulu. Ini belum selesai, Om. Ini ada ventilas. Belum. Ini ada ventilasi juga. Ada colokan. 12 volt. Eh, apa 220 volt.
Speaker A
Iya. Colokan rumah nih. Colokan rumah bisa ditutup. Bisa ditutup. Takut dicolok-colokan kecil kan. Iya. Terus juga nih ada tempat naruh-naruh lagi. Tempat naro-naruh. Ada kantong kursi. Terus juga ini kalau pengin menjelonjor banget itu bisa bisa di ada tombolnya di situ
Speaker A
kayak Camry. Iya, kayak Camry sih. Dulu awal-awal Camry toh itu. Iya. Tuh kayak gitu tuh. Jadi full banget tuh bisa rebahan tuh.
Speaker A
Iya. Terus ini ada kalau naruh sendal. Ah, kita mau pakai sendal di dalam mobil ada. Kita bisa naruh sendal di sini.
Speaker A
Enggak muat ya? [tertawa] Masa cuman segitu? Oh, iya. Ah, enggak muat. Ayo masuk ke situ kok.
Speaker A
Apa sih? Masuk sendalnya. Sendalnya keselip. Keselip ke situ. Nah, kejepit begitu. Iyalah. Ah, kalau mau naik turun tuh.
Speaker A
Ini hand dulu buat kakek-kakek, nenek-nenek enak pegangannya. Terus ada pegangan ini juga kayak dulu yang udah menuju kakek-kakek sih cocok lah.
Speaker A
Iya mamang gitu. Terus di sini oh iya atas lupa. Ini tuh di belakang itu enggak ada panoramic roof gede tapi ada panoramic roof kecil-kecil.
Speaker A
Kecil-kecil yang dipisah gitu. Kiri-kiri aja kanan-kanan aja bisa. Terus juga ini ada. Nah, ini side shade-nya itu buat jendela. E ya. Tuh tutup dulu di sini. Di sini juga bisa diatur nih.
Speaker A
Apanya? Ini size Cnya. Oh iya iya ya. Semuanya dari iPhone. Eh iPhone dari sini. Dari sini dan dari sini.
Speaker A
I ni shade kita tutup tuh. Tutup. Heeh. Tuh yang belakang yang nutup belakang tuh. Nutup belakang. [tertawa] Heeh. Nah ini roof shade kebalik.
Speaker A
Ini yang kanan aja. Iya nih. Jadi sebelah keterang sebelah gelap gitu bisa juga. Terus ini side seat masa enggak bisa?
Speaker A
Ada. Ada, ad ada ada bisa ada. Iya, makanya ada kok tuh. I kan. Nah, kenapa? Kenapa tadi belakang doang?
Speaker A
Karena mamang tadi mainin ini. Eh, itu bisa mainin dari situ juga bisa tuh. Heeh. Tuh, dari sini yang bereda lagi itu sama yang mahalnya yang X ini enggak dikasih gordeng Om.
Speaker A
Horden apa? Gorden sih namanya. Gorden. Horden kok dari dulu gorden. Iya. Enggak dikasih horden.
Speaker A
Iya, cuma masih tetap dikasih sunchet ini cukup. Emang mau ngapain sih di mobil? [tertawa] Nah, ini udah macam-macam nih. Buat lampu-lampuan juga ada di sini. Jadi, ada overhead panelnya.
Speaker A
Terus ada ini tempat nyimpan kacamata. Iya, tempat nyimpan kacamata. Ini ada tempat nyimpan lagi enggak di belakang?
Speaker A
Ini ada juga di belakang. Jadi orang yang duduk orang yang belakang masih ada fasilitas juga.
Speaker A
Iya. Terus pengaturan AC-nya di sini. Gitu. Nih, selipan sini ada AC-AC juga nih. Ini lubang AC juga nih.
Speaker A
Lubang AC-nya di sini pinggir-pinggir sini. Aduh, Bang As lagi pengaturannya juga. Nah, ini simpel kayak Alpard zaman dulu.
Speaker A
Semuanya di sini ini ngikutin main depan enggak sih? Enggak. Oh, berarti for empat empat zone.
Speaker A
Empat zone. Keren banget. Cuman fannya nyatu ya. I fannya jadi satu. Iya, fannya jadi satu. Bisa auto lagi.
Speaker A
Iya, bisa auto. Ada semburan ke kaki. Iya, keren amat. Makanya asik ya. Asik. Segitu sih harganya.
Speaker A
Iya. Ini jadi gini loh, waktu eh beberapa mobil-mobil Cina yang kita pinjam gitu ya, yang model kaynya begini bawa ke rumah anak-anak biasa aja. Tapi kemarin anak-anak begitu naik ini bukan anak-anak ya, satu Mobi junior doang.
Speaker A
Begitu naik ini duduk. This feels expensive. You buy or borrow? [tertawa] Borrow. Oke. [tertawa] Belakang. Ah, cobain. Ini kan posisi posisi duduk yang ideal gitu ya. Ya, masih gede juga sih. Lega banget sih.
Speaker A
Kan bagasi enggak sisa tadi. Bagasi ya. Kalau misalnya ada bagasi, pura-pura ada bagasi gitu ya.
Speaker A
Sini nih. Heeh. Gini. Kura-kura ada bagasinya. Segini masih oke lah. Perjalanan jauh oke-oke aja. Di sini juga masih ada tombol buat ngisengin buat apa? Oh, sama di Oh, kalau senderannya di sana.
Speaker A
Iya, senderan aja. Ini ini buat maju mundurnya. Kok sampai habis Bang? Enggak. Oh, ini maksudnya buat buat lu mau keluar dari samping tuh.
Speaker A
bisa aja ngisengin yang depan. Coba kalau kalau lagi didudukin bisa enggak Mang? Hah? Coba kalau lagi didudukin ini enggak yang gua.
Speaker A
Oh. Oh. Enggak bisa ya. Tit tuh bunyinya ti nih nih ditekan lagi. Nah. I enggak bisa. [tertawa] Heeh.
Speaker A
Enggak bisa. Tolong disensor. Iya. Kenapa sih ya bunyinya? Emang tipis [tertawa] ya. Ini di benerin lagi. Terus balikin sendernya. Gimana dong?
Speaker A
Eh, enggak gini gini gini. Ini kan gini ya. Ini kerasnya otomatis ya. Ah, udah gua geser tadi berarti. Oh, tuh dia ngunci dulu. Ngunci dulu dulu ngunci dulu. Dia balik lagi ke posisi awal. Cakep.
Speaker A
Okelah. Cakep. Nih di belakang ada apa aja? Ada untuk sunset sendiri. Oh, individual juga ada seat bar. Ada colokan type C. Ada cup holder buat nyimpan-nyimpan handphone di sini.
Speaker A
That's it. Ah, ada amres enggak tengah? Amres enggak ada. Ini kan buat tiga orang di belakang karena dikasih ada amres-nya itu.
Speaker A
Enggak ada. Ada amres. Oh, iya ada. Gimana sih? Huh keren. Dari dulu ada ada ada adaanya ada yang sebelah kiri bedanya enggak ada cup holder aja. Eh, cup holdernya ada dengelap ya. [tertawa] Buat nyimpannya handphone-nya di atas ada tul ada colakan USBC sama cover
Speaker A
cuman satu. Oh, di belakang gitu aja sih. Asik ya? Asik, asik sih. Satu ini masih masih asik gitu.
Speaker A
Iya iya. Nah, sekarang depan, Mang. Hah? Kan gua udah pernah ngejelasin dulu, sekarang bagian lu.
Speaker A
Capek, Om. Mau jelasin tuh banyak banget. Aduh. Ayo. Ini nutup pintunya tuh cuma bisa begini ya. Dia enggak ada tombol apa-apa lagi.
Speaker A
Iya. Jan-jan ada di layar. Sebentar. Di layar. Oh, di atas ya. Di atas. Oh, iya. Ini senangnya Toyota ya. Enggak menghilangkan fungsi tombol-tombol.
Speaker A
Jadi masih lengkap tuh di atas ini di overhead panel ini masih ada untuk ngebuka bagasinya, buka sliding door samping, such shade, roof shade, terus juga masih masih ini gitu apa masih tombol.
Speaker A
Tombol benar-benar tombol. Benar-benar tombol tuh tombol-tombol lagi di sekitar sini. Head unit itu enggak dihilangin sama sekali di setir ini memang ada bedanya sama yang mahal.
Speaker A
Iya, yang ini kan touch kan. Sebentar. Yang mahal jangan udah berubah kayak gitu enggak? Masih touch.
Speaker A
Enakan bagusan ini. Senang tombol. Bagusan ini yang di itu. Itu benar bukan touch ya. Ee touch itu berfungsi untuk ngasih lihat ee lagi megang tombol apa.
Speaker A
Heeh. Iya kan? Cara ngelihatnya itu ada di head up display. I gitu. Agak rumit deh pengoperasian tuh.
Speaker A
Agak rumit. Enggak senyaman, enggak keren tapi enggak nyaman untuk makainya. Nah, ini bukan hanya e berubah itunya, tentu head unit eh head up displaynya juga enggak ada.
Speaker A
Ya, itu bedanya. Ini masih tombol-tombol head up display-nya enggak ada. Kalau yang Xi ini cuman lebih berguna kalau mamang nyetir lebih senang ini. H lebih cepat gitu loh.
Speaker A
Iya, cepat banget. Gampang volume di situ. Sini volume di sebelah kiri sebelah sini. Bawah di bawah volumenya.
Speaker A
Nih volume di bawah gitu ya. Sebelah kanan adalah untuk urusan adas. Adasnya juga enggak ada yang di kurang-kurangin.
Speaker A
Kurang-kurangin enggak ada. Ini persis kayak alpard yang mahal. Terus masih ada pedle shift. Eh, bukan pedle shift ini.
Speaker A
Pedle shift. Pedle shift itu. Seriusan? Pedle shift. Ped shift. Hah? Bukan regin. Nih si Mang belum nyetir nih. Ya, Om Mobi udah nyetir dari kemarin. Tapi ini pedle shift.
Speaker A
Oh gitu. Heeh. Saya ngoper gigi dari situ. I banget ya. Udah. Iyaah. [tertawa] Nih layar-layar speedometernya juga masih tetap sama. Ini 12 inch, ini 14 inch. Apple CarPlay Android Auto. Jadi sama aja terus pengoperasiannya ala Toyota sekali gitu kan enggak ada yang
Speaker A
dikurang-kurangin. Iya. Tapi kuno Mangeli lihat ininya interface-nya tuh kuno gitu loh. Emang cuman mamang nyaman ngelihatnya ini ya. Simpel simpel simpel simpel aja.
Speaker A
Tapi kan paling kalau kita nyetir kita yang kita buka cuma Apple CarPlay. Coba tuh depan aja Apple CarPlay.
Speaker A
Mana sih Apple CarPlay? Paling atas kanan. Oh iya benar. Awas peta enggak? Nah iya gitu.
Speaker A
Nah gitu. Gampang pengoperasiannya, gampang enggak bikin rumit di sini ya. [berteriak] [tertawa] Tuh, my GPS. Eh, bukan.
Speaker A
Udah ganti lagu. Udah ganti lagu tuh. Terus terus ngatur ngatur AC belakang juga dari situ. Layar tuh front rear tuh, Mang.
Speaker A
Mana? Di bawahnya sirkulasi AC. Iya, eh di atasnya. Di atasnya sirkulasi AC. Di layar ini.
Speaker A
Kiri bawah ini. Kiri lagi. Kiri atas. Heh. Nah, ke atas. Mana? Ini kanan ini.
Speaker A
Ih, kebanyakan [tertawa] J ter itu tuh front enggak ada front rear tuh. Yang kiri itu kirinya untuk ngatur yang belakang.
Speaker A
Untuk ngatur yang Oh, punya kuasa juga ya? Punya kuasa spopirnya. Jadi kalau yang belakang itu orang tua yang eh ini tolong diiniin dia dipanasin gitu ya.
Speaker A
Iya. Ini kenapa bisa dua-duanya? Ini dua panas. Iya. Enggak. Ini dingin doang. Nah, udah dimatiin. [tertawa] Enggak tuh. Enggak nyala.
Speaker A
Nih front rear tuh nyala-nyala dua-duanya nih. Nah. Ah, ini nyala. Sekarang panas doang enggak tuh? Pindah dingin doang tuh kan.
Speaker A
[tertawa] Tapi enak jadi macam-macam di mana-mana tuh kita bisa mengatur. Ini masih ada tombol fisiknya juga, Om.
Speaker A
Senang. Iya. Tapi by the way azan ini di head unit, Om. Ini enggak ada yang dikurang-kurangin sama sekali ya.
Speaker A
Kayak gini pengaturan-pengaturan lah ya. Terus juga pengaturan e driving assist-nya masih tetap sama aja dengan Alpard yang dulu-dulu. Ih ihang biasa orang sibuk sih tahu. Ih.
Speaker A
Oke pengaturan ini udah lengkap semua trip info udah biasa lah ya. Bisa dilihat di alpart yang kita review juga sama aja cuman ini bedanya adalah ada apa namanya energy flow-nya karena ini adalah hybrid berapa baterainya segala macamnya ada di sini. Dah. Terus ini
Speaker A
telefoni, terus juga ini untuk medianya. Dah, sama aja, pengaturan-pengaturannya juga sama dan mudah. Ada tombol-tombolnya kayak heater, front, defoger, view kamera gitu ya, tombol fisik ya kan.
Speaker A
Tombol fisik. Cuman memang ya kameranya jelek kameranya. Iya. Ee itu gini kalau dipencet itu tidak keadaan lagi maju atau mundur emang dia bentuknya ketelor gitu. Itu bisa dizoom out, Mang. Nah, tuh dia nge-zoom out sendiri jadi telur.
Speaker A
Nah, tapi kalau lu masukin mundur kamera yang proper walaupun ya kualitasnya enggak tajam enggak kok enggak tajam-tajam amat.
Speaker A
Iya. He. Tapi ya kamera ada kamera setidaknya. I kamera ya. Oke deh. Oke. Oke ya. Jadi sama aja. Terus sini ada hazard. Terus juga colokan USBC itu banyak di depan.
Speaker A
Di sini ada wireless charging segala macam. Terus colokan di kursi belakang juga ada nih di bawah-bawah situ tuh USBC semua. Mana sih tuh di bawah? Nah, tuh.
Speaker A
Oh, ini USBC-nya di bawah sini ya. Naruh di bawah ya. Nyoloknya susah, enggak kena-kena.
Speaker A
Iya. USBC pokoknya colokan di sini enggak perlu khawatir, banyak sekali. Terus ini ada cup holder buat nyimpan kuncinya di sebelah sini juga bisa gitu ya. Sini juga ada, Bang. Situ juga ada tuh di bawah ini buat nyimpan HP juga.
Speaker A
Nah, di sini itu ada eh cluster instrumen yang lengkap. Cuman bedanya waktu kita belum hybrid ini enggak ada ya kayak gini monitoring kayak gini.
Speaker A
Udah bedanya di situ aja. Setirnya sama-sama aja, tombolnya masih banyak. Senang mamang kayak gini. Terus di setang sini ada wiper setang. Stang ya setang kan ini kayak wong w iya udah oke. Iya stang [tertawa] setang kiri untuk wiper. Stang kanan
Speaker A
adalah untuk pengaturan lampu. Dan sini juga ada tombol-tombol lagi. Sini ada power door off. Ini automatic headlight.
Speaker A
Di sini juga untuk colokan rumah. Ini bisa dinonaktifkan dan diaktifkan dari sini. Biar enggak kesetrum. belakang.
Speaker A
Iya, itu untuk buka kap bensin. Cap bensin, tutup bensin. Nah, di sini juga masih banyak tombol-tombol lagi nih. Power window, elektrik spion gitu ya, folding. Dan di sini sliding door-nya yang belakang itu biasanya diatur dari pintu, dari sini
Speaker A
dan dari belakang. Jadi, ada tiga. Nah, kalau yang bagian sopir ini ada memory seat-nya khusus itu ya. Yang di belakang enggak ada. Nah, buat nyimpan-nyimpan nih banyak nih. Ada bottle holder buat nyimpan-nyimpan lagi di bawah sini.
Speaker A
Cuman kalau mobil sekarang tuh cuman satu layer gitu ya. Kalau dulu tuh bertumpuk-tumpuk gitu naruh ininya enggak tergantung mobil apa sih.
Speaker A
Kayaknya kalau karavel gitu masih deh berlayer-layer. Iya. Enggak alp yang gen 1 berlayeray-lay dua tingkat. Iya dua tingkat. Udah lupa ini. Tombol-tombol tengah udah tingkat nih ada lagi kan tombol-tombol lagi kan.
Speaker A
Ini rem tangan jari terus auto hold eco mode gitu ya. Terus juga ini untuk apa namanya stability control dimatiin yang sama sekali enggak bergunak.
Speaker A
Enggak pernah [tertawa] enggak pernah dipakai. Jarang sekali enggak berguna. Benar-benar enggak berguna Mang [tertawa] itu benar-benar tombol yang useless.
Speaker A
Iya benar sih. Heeh. Karena udah pintar hybridnya. Ya enggak. Ini kan ev mode. Maksudnya itu kalau misalnya kita mau benar-benar pakai elektrik ya ngabisin baterai. Tapi baterainya ini kan kecil sekali.
Speaker A
Iya. I kan dipencet itu bentaran mesin udah hidup lagi karena baterainya udah habis lagi. Ini cuma di situ kan ada bar tuh di di layar tuh.
Speaker A
H dia paling cuma 3 bar, 4 bar udah nyala lagi. Iya mesinnya gitu. Heeh. Ya itulah hybrid hybrid-nya Toyota tuh ya dia enggak sih hybrid banyak mobil termasuk Toyota itu baterainya kecil kecuali kalau mobilnya plugin hybrid baru gede. Baru gede.
Speaker A
Heeh. Duduknya Duduknya ya standar Alpart gitu ya. kita merasa tinggi driving position-nya tinggi tinggi walaupun paling rendah ya di setnya ya paling rendah posisinya joknya empuk terus side side side side apa namanya ininya gede nih cuman yang di bawahnya
Speaker A
di pantatnya pantat [musik] pantatnya itu kurang begitu gede-gede amatlah gitu tapi di sininya enak meluk sih meluk joknya iya ya cuma emang kalau gua posisi nyetir mobil ini tetap setirnya kurang dekat sama badan walaupun ini teleskopik elektrik coba
Speaker A
oh iya Y ya. Nah, kalau gua, gua masih kurang dekat segini ini paling. Iya.
Speaker A
Nah, kalau gua masih kurang dekat. Iya iya kan? Iya. Heeh. Kurang dikit lagi ya. Piring ada gitu elektrik semua.
Speaker A
Terus tempat nyimpan-nyimpan ya tadi situ. Sini ini. Iya. Tuh ada ini USBC lagi ada HDMI.
Speaker A
Terus juga ada 12 volt power outlet ya. Okelah. gede sih. Dan ini bisa dibukanya gitu.
Speaker A
Magic magic [tertawa] kanan kiri. Terus di sini ada tempat nyimpan lagi yang enggak terlalu kecil yang kecil dia mobilnya panjang gede.
Speaker A
[tertawa] Ini ngomongnya bukan bukan laci tapi laci [tertawa] licu enggak yang keren apa, Mang?
Speaker A
Apa tuh cup holdernya? Wah itu sih pinggir ya baru mau mention cup holder terkeren.
Speaker A
[tertawa] Keren sekali. Kanan kiri ada tuh. Iya nih di bagian sopir juga ada. Jadi sopir enggak dibedain.
Speaker A
Iya. Minumannya jadi dingin terus. Kecuali kalau naruh minuman panas ya. Iya. Duh keren banget ini. Top top ee shifternya ini karena yang hybrid jadi beda tuh dia model kecil gitu ini.
Speaker A
Iya itu itu untuk mundur ke sana kayak hybrid Toyota lainnya kecuali Zenic. Terus sport mode terus parknya dipencet ya. Holder holder lagi nti ma nampung empat gelas di depan banyak di pintu juga bisa naruh botol heeh iya ini masih tombol-tombol itu loh
Speaker A
menyenangkan sekali masih tombol karena suka tombol speaker jebel ah jebel jebol beli lag jebel 15 speaker [tertawa] iya ini speaker JBL-nya ee lebih enak daripada yang ada di V23 Oh iya he sama-sama JBL Y. Iya. Oke, Mang.
Speaker A
Hm. Jalan. Ya, Mamang. Belum coba sih. Iya, Mamang nyetir. Gua di belakang sini Mang.
Speaker A
Ya udah. Heeh. Yuk. Eh, eh. Mau coba 0100 enggak? Enggak usah. Mobilnya masih baru, sayang. [tertawa] Kayaknya datang ada deh tuh.
Speaker A
Tapi tapi ya sebetulnya kan bukan mobil performance. Ya udahlah, enggak usah lah. Cuma penasaran aja gitu.
Speaker A
Ini mobil baru mobilnya pakai seat belt. Nah, Pak. Pak, entar lagi buka itu tuh.
Speaker A
Buka apa sih? Aduh, enak banget di belakang. Enak banget. Parah. [tertawa] [musik] Oke, karena duduk belakang jadi wajib selonjoran santai. Bicikbicik.
Speaker A
Masalahnya kalau nyetir Alpard itu selalu disangka spir. [tertawa] Selalu jadi mamang sopir nih. Hah? Ya, yang nyetir mobil namanya apa?
Speaker A
Supir. Ya udah, benar, Mamang. Spopir. Iya benar. Heeh. Oh, jadi gini ceritanya di video ini.
Speaker A
Heeh. E, PoV penumpang supir. Iya, gitu ya. Kalau jadi sopir gimana? Jadi kalau misalnya tiba-tiba ada ee apa e ikut lowongan kerja jadi supir-supir Alpard gitu tahu kayak gini rasanya. [tertawa] Iya. Enggak.
Speaker A
Iya benar. Heeh. Heeh. Nah, ini masalahnya dari layar ini nih enggak bisa ngontrol depan nih.
Speaker A
Harus harus ke sini. Oh, Pir, Pir, tolong Pir ya. Bisa sih. Iya, iya. Pir gitu kan.
Speaker A
Heeh. Nah, gitu. Apa tuh? Ininya tuh gampang gitu loh makainya. Apanya tuh? Oh, interface-nya. Heh.
Speaker A
OS. OS. OS. OSnya simpel banget. Itu tuh kayak Lumia itu Nokia Lumia kayak gitu. Kita kirain makanan itu Lumia basah. Lumpia itu lumpia.
Speaker A
Ahah. Lumpia lumpia, Bos. Bos lumpia. Gimana menurut para bos di belakang? Oke, di belakang. Belakang ini kenyamanannya ini rasanya ya di belakang ya jauh lebih nyaman dibanding sama yang bukan xe yang pakai veleg gede.
Speaker A
Heeh. Di mana ini? Ini jauh lebih nyaman di belakang. Ini belakangnya ini rasanya jauh lebih nyaman. Depan gimana?
Speaker A
Bantingannya jadi lebih oke sih. Soft banget kan jadinya. Jadinya soft waktu itu kan cobain yang pakai Vel 19 tuh ada kaku-kakunya gitu kan. Iya.
Speaker A
Terus jadi si body-bodinya ada kayak geter-geternya, der der gini. Ini enggak ada. Enggak ada, enggak ada. Teredam dengan baik semuanya di ban profil tebal. Dan perbedaan alart generasi yang ini dengan sebelumnya juga ini tuh bandingan alusnya diperkeras dikit sama dia.
Speaker A
Jadi mobilnya tuh lebih rigid, lebih kokoh gitu rasanya pada saat nyetir. Ee itu mengurangi sedikit kenyamanan tapi sekaligus menambah kenyamanannya di kecepatan tinggi.
Speaker A
Betul. Enggak ada limbungnya berkurang jauh. Nah, ini limbungnya berkurang dan menghilangkan negatif yang berubah dari ee gelombang halus di sini jadi lebih nyaman banget tuh gelombang halusnya nih tuh rata aja di jalan beton kayak diam mobilnya ini. Biasanya kan masih ada aspal yang
Speaker A
yang belang betong gitu ya. Iya itu masih enggak kerasa ini. Enggak kerasa lebih enak.
Speaker A
Jauh banget. Terus apa lagi bos? Apalagi, Bosuk, Bos. Terus ya di belakang sini. Tinggal mikirin bisnis, mikirin macam-macam deh.
Speaker A
Tahu enggak apa tuh nyamannya di sini nih? Kayak apa? Kayak apa enggak? Tapi malah lebih nyaman sedikit ya gara-gara beda veleg ya.
Speaker A
Heeh. Ini kayak naik silver bird. Oh iya. [tertawa] Eh by the way itu oh iya silver bird juga yang ini ya yang baru juga ada. Itu kalau begitu kebetulan dapat yang baru tuh.
Speaker A
Wah enak sekali langsung tidur. Wah langsung naikin ini segala deh ya. Jadi ee luar biasa superbet itu salah satu negatifnya Alpard sih, Mang.
Speaker A
Apa gitu dipakai jadi taksi. Iya sih ada yang pakai jadi taksi ya. Iya. He. H. Tapi taksi yang super super nyaman ya kan. Dan Alpar tuh dimensinya enggak terlalu besar sebenarnya Mas. Benar enggak Mang?
Speaker A
5 m. Lebarnya juga dari dalam rasanya intimidating kan nyetirnya Mang. Iya. Wah kacanya jauh. Pilar A jauh sana.
Speaker A
Tapi sebenarnya secara ukuran luar tuh enggak terlalu intimidating. Iya. Ini kayak mamang kalau poov nyetir mamang itu kayak yang jauh sekali ke kiri ini jauh padahal ya enggak terlalu lebar-lebar amat ini dibandingkan yang EV yang MPV luxury gitu ya.
Speaker A
Iya. Iya. Itu lebih gede dan lebih lebar. Iya. Alpard dari generasi pertama keluar itu berhasil membuat kabin lega dengan ee dimensi luar tuh seminimal mungkin.
Speaker A
Heeh. Berhasil gitu. Makanya bentuknya kayak roti tawar. Dari awal kita melihat Alpard pertama kali keluar, ih roti tawar gitu. Al [tertawa] ya. Jadi ini positioning harganya jadi pas ya kalau misalnya pengen alpurah yang ini.
Speaker A
Cuman enggak jauh beda dengan alpard yang ee yang mahalnya. Nah, tapi kalau pengin berbeda lagi ambilnya Velfire yang tengahnya.
Speaker A
Kalau pengin ih apaan itu Vfire itu ada Toyota apa tuh Toyota ada Lexus L.
Speaker A
Ada jadi jelas positioning harganya sekarang. Iya. Tapi walaupun Alpar termurah, orang tuh masih memandang Alpard tuh image-nya masih di atas gitu. Tetap aja seali masih tetap presiden kita aja suka naik Alpard.
Speaker A
Iya. Eh, Alpard apa Fire tuh? Alpard sih. Iya, Alpard. Makanya ini masih di hatah.
Speaker A
Iya. Tapi kalau disuruh pilih Om EV atau hybrid? Tetap EV. Kalau buat di Jakarta definitely tetap EV.
Speaker A
Ih, bentar lagi kan enggak ada tuh gagenya tuh. Eh, kata siapa? Belum tentu loh.
Speaker A
Ih, wacananya mau hilang. Pajak pajaknya juga mau biasa aja. Kita baru [tertawa] sebentar loh. Bebas gage buat EV ya.
Speaker A
Tapi kalau untuk perjalanan jauh, Mamang masih tetap ini. H. Kalau buat di Jakarta EV kan.
Speaker A
Iya. Kalau buat jalan jauh mending pakai ini. Iya. Jalan jauh. Ngambil seperti mamang yang malas banget untuk ngecas gitu. Nunggu ngopi dulu. Alah, nunggunya sebentar aja ya. Iya, tapi kan malas juga pengin cepat nyampe aja gitu.
Speaker A
Iya. Mama ngebut sih. [tertawa] Mama ngracing. Enggak. Kalau bos-bos kan udah mending tidur aja deh di mobil deh daripada ikut ngecas gitu. Ngapain?
Speaker A
Nah, coba mendingan ngomongin ADAS. Adasnya gimana? Ah, Adasnya masih tetap lengkap. Omland keepeping-nya udah TSS3 tes tes tiga. Kita coba ya. Ada tif cruise mode. Oke. Set, set, set, set. Set, set, set.
Speaker A
Eh, udah kelebihan [tertawa] kita lebihin. Lebihin, lebihin naikin. Naikin. Eh, mana sih? Enggak bisa dulu. Cruise controlnya udah yang kanan kiri atas udah belum nyala? Itu ada tulis cruise control tuh kan.
Speaker A
Yang kiri atas. Kiri atas kiri atas. Ini itu kanan kiri ini. Oh, ini ini ni ni ni. Oke.
Speaker A
Nah, tuh baru smooth kan? Smooth sih, tapi ngegasnya enggak enak. Ngegasnya. Karena gini, powernya itu biasa aja di mobil. Iya kan?
Speaker A
Heeh. Rasa tenaganya itu biasa aja. Jadi begitu ADASnya mau ngejar kecepatan, RPM-nya naik. Mesin hidup RPM-nya naik.
Speaker A
Kita ngejaga buat kendaraan depan tuh. Wah depan kecepatannya di bawah 90. Kita lari 90.
Speaker A
Kita cobain dulu ini di setirnya harus digoyangin enggak bisa dipegang. Goyang enak tapi ngejaganya Om. Enggak kaget?
Speaker A
Iya, karena kecepatannya enggak jauh kali ya. Enak benar suspensinya nih. Suspensi jadi enak. Iya.
Speaker A
Jadi melambai-lambai gitu ya. Enggak apa tuh? Enggak ada poinnya lagi beli Alpard yang di atasnya ini.
Speaker A
Iye. Buat apa beli yang alpart yang atasnya? Ini udah dapat semuanya. Set up display supir yang nikmatin. Enggak butuh berarti.
Speaker A
Iya. Iya kan? Heeh. Ee paling kita mau tambahan footstep yang keluar sendiri gitu. Heeh. Terus yang bedanya lagi ini enggak ada driver. Driver driver monitoring systemnya hilang ya. Oh iya itu ganggu banget driver monitor system kalau kita ganggu. Tapi kalau sopir
Speaker A
kalau ngantuk tuh penting biasanya cuman ya yah enggak enggak seberapa untuk R50 juta yang hilang itu kecil-kecil gitu loh. Yang yang enggak penting dihilangin. Pintar sih.
Speaker A
Iya jauh banget deh. Heeh. Oke, di suatu Alpard juga ya kita tidak mementingkan handling dan segala macam ya. Cuma dia handlingnya ini ya eh jauh mendingan loh.
Speaker A
Jauh mendingan daripada alp yang sebelumnya ya. Iya masih ada feel-nya gitu. Masih ada feel-nya cuman ya untuk suatu MPV kan nyaman penumpang ya.
Speaker A
Masa kita wah gitu. Enggak enggak buat begitu enggak kan. He jadi yang penting empuk nyaman.
Speaker A
Tadi udah dapat semuanya dapat semuanya. Andai ini ya, andai Alpart itu ada EV-nya full EV enggak sih? Hybrid enggak? EV sama plugin hybrid.
Speaker A
Nah, plugin hybrid itu lebih cocok. Cuman e Toyota itu kayaknya enggak enggak mungkin sih.
Speaker A
Iya. Pengalaman kita yang punya plugin hybrid tuh kayak Cerry Tigo tuh ya. Ujung-ujung kita car setiap hari.
Speaker A
Iya. [tertawa] Ini mobil listrik aja sekalian kalau dipakai Jakarta penuh ya. Kita tuh udah the best mobil listrik murni listrik yang dipakai kalau di pakai Jakarta aja ya. Apalagi peraturan masih membebaskan gage untuk listrik e dan pajak murah.
Speaker A
Cuma enggak tahu deh kalau hilang. Jangan hilang dah [tertawa] biarin aja. Kan ada orang yang mampu beli Alpard dia bisa beli Alpard 2 kok yang satu ganjul satu genap.
Speaker A
Iya benar. Benar. Jadi apalagi Alpardnya udah murah nih. Iya udah murah beli dua. Satu hitam satu putih.
Speaker A
Iya kan berapa? 6 M. Iya. 1,7 lah. Udah dapat dua biji tuh bebas gage.
Speaker A
Iya. Heeh. Terus kilometernya pasti setengah-setengah lagi. Jadi banyak aja mobil di jalan [tertawa] enggak makai bareng-bareng, Mang.
Speaker A
Iya juga sih. Iya. Tapi enak, Om. Nyetirnya sih. Enak. Lebih enak. Endingnya lebih kerasa gitu ya.
Speaker A
Iya. Dan feel mahalnya tuh dibandingin model transformer tuh jauh banget. Iya. Feel mahalnya lebih kerasa lagi.
Speaker A
Iya. Dashboard-nya enak lihatnya mewah. Gini, dashboard mobil Cina tuh tipikal. Iya. Kalau dashboard ini nih bagus dashboard-nya.
Speaker A
Iya. Feeling mahalnya tuh ada gitu. Iya. Tuh ini kan ada kaca taong kayak gini kan. Ini vila-pilanya memang tuh senang nyetir MPV gede gini karena feel mobil Jepang ini kerasa kayak Shinkansen gitu loh.
Speaker A
Toong. [berdehem] Iya kaca toong. Toong bukan itu ya. [tertawa] Noong noong. Noong. Ini kayak feelsin kan itu ada gitu ya. Tenaganya sih sosso ya. Cuman enggak bisa dibilang pelan juga sih Om. Ini enggak enggak enggak pelan. Cuma tuh
Speaker A
lazy enggak kayak mobil listrik lah. Iya. Oke. Responnya cepat loh ininya. Responnya cep. Heeh.
Speaker A
Karena dibantu motor listrik dulu. Motor listriknya gede 270 tadi. Motor elektriknya doang. Iya. Tapi ya sayangnya baterainya cuma segitu-segitu aja. Heeh. Dan ee untuk konsumsi BBM-nya juga enggak terlalu yang udah hybrid harusnya misalnya di atas 16 ini enggak,
Speaker A
enggak, enggak. Ini biasa aja, normal aja. Normal, normal aja. Ini gini. Ini tuh lebih boros dari Zenix saja.
Speaker A
Iya, lebih boros dari Zen [tertawa] ee kalau misalnya Zenix dapat 112 ini 110 19 deh.
Speaker A
Iya, segituan. Heeh. Tapi kalau udah di jalan tol sih b beda cerita ya kalau itu ya. Ya. Tapi untuk di jalan tol juga masih 115 114 gitu ya.
Speaker A
Masih untuk seekor hybrid sih agak kurang sebetulnya emang kurang. Cuma dibanding yang bensin ya pasti lebih irit ini.
Speaker A
Heeh. Tapi enak sih feel-nya. Jadi enak sih. K pijetnya sayang nih pijetnya tuh ada suara motorisik. Ngok ngeok.
Speaker A
[tertawa] Eh, itu white noise, Om. Hah? White noise. Tahu enggak? White noise tu kayak suara AC yang AC window ada gitu ya?
Speaker A
Enggak window. White noise tuh AC window [tertawa] gitu loh. White noise. Aduh. Tapi kalau nyetir alparnya tadinya rasanya intimidating gede gitu ya. Tapi setelah sehari du hari jalan-jalan udah amanlah.
Speaker A
Terbiasa. Sudah terbiasa juga. Apalagi kalau sopir supir baru tuh suruh nyetir ini nih. Heeh.
Speaker A
Pasti dia kagok tuh. Panik, sempit apa enggak berani lewat. Lama-lama biasa. Iya. Kita tuh ngelihat body luarnya takut kena body samping lah. Itu agak-agak takut sih. Cuman ya perlu adaptasi sedikit lah.
Speaker A
Iya. Tuh lihat kalau jadi kalau kita punya Alpard hair kir lah supir X Silverbird [tertawa] udah terbiasa.
Speaker A
Udah sangat terbiasa. Makanya ada yang nyetirnya enak banget air tapi ternyata pendapatan mereka tinggi ya. Emang [tertawa] enggak bisa di air deh.
Speaker A
Enak tapi Om ini apa? Oke overall duduk belakangnya. Enggak kalah sama mobil-mobil lawan-lawannya dari Cina ya. Emm hampir sekomplit-komplitnya bisa nyamain juga. Tapi ada feel feel apa ya di sini tuh yang berbeda.
Speaker A
Suatu yang kita tidak bisa ungkapkan dengan kata-kata ya. Fel ini berbeda sama yang di mobil-mobil Cina.
Speaker A
Iya. Ini feel Jepang jadinya. Iya. F Jepang itu feel secure ya. Feel ini mobil awet awet awet. Padahal ya kayak kaki depan pasti enggak awet.
Speaker A
[tertawa] Tapi feel-feel itu tuh ada feelnya kita lebih peace of mind gitu. Nah, itu sih gitu. Worry free-nya ada rasa-rasa worry free-nya. Ada rasa worry freanya.
Speaker A
Coba overall nyetir apa? Overall nyetir. Nyetir. Nyetir ini diuntungkan dengan ee ban yang profilnya tebal jadi lebih empuk, jadi lebih nyaman.
Speaker A
Eh, nyetirnya juga lebih enak, visibilitasnya enak, audionya juga enak. Enak. By the way, kamera tengah itu bagus loh. Kamera spion tengahnya.
Speaker A
Spion tengahnya bagus. B enggak ada yang bisa dikomplain, Om. Enggak ada. Susah sih dengan positioning harga di situ. Pas.
Speaker A
Pas. Yes. Jadi, perjuangan Toyota untuk mentondoni suatu alpad. ee menjadi yang terpaut R50 juta dengan tidak ee mengurangi asas ke alpardannya.
Speaker A
Iya kan? Itu udah oke sekali ya. Mengurangi sesuatu yang enggak penting juga. Heeh. Iya kan gitu. Dan ini merupakan satu-satunya MPV Luxury Hybrid yang terbu enggak ada lagi sih.
Speaker A
Enggak ada, Om. Sok coba. Enggak ada ya? Coba apa? Elektrik semua dia lawannya. Iya benar. Enggak ada loh harganya memang memang iya depresiasinya lumayan kencang gara-gara ada lawan-lawan dari Cina ini. Tapi enggak sekencang mobil-mobil listrik sih.
Speaker A
Iya depresiasinya. Dan satu sih brand image-nya kuat sekali. Yap. Toyota. Itu sih [tertawa] tetap Alpard ini menjadi status simbol.
Speaker A
Heeh. Statu simbol orang kaya. Orang belum kaya sebelum punya Alpard tuh. Tapi gua pakai ini gua ngerasa masih belum cocok, Mang.
Speaker A
Kenapa? Enggak tahu. As kemewahan buat gua. [tertawa] Masa sih? Iya. Tapi beli mau beli Xpeng kan bukan Alpar.
Speaker A
Iya juga ya kan gua belum nonbel. Heeh. Jadi belum ngerasa belum cocok kalau apartman. Ya belum kalau Xang udah cocok. X9nya cocok.
Speaker A
[tertawa] Itu saja videonya. Jangan lupa tekan tombol jempol ke atas dan subscribe channel Mot Mobi Media Sounkan tombol loncengnya, share video ini ke seluruh dunia melalui sosial media Anda dan jangan lupa follow sosial media kami semua termasuk Instagram cek
Speaker A
fotomobins.id untuk berita-berita otomotif terbaru. Terima kasih telah menonton, Mang. Jangan jalan-jikitlah biar tidur. Nyetir nih. Nyetir Mamang nih.
Speaker A
Gantiannya gitu. Ayo, Pak Mamang. [tertawa] Udah, Pak Mamang. [musik] [musik]
Topics:Toyota AlphardAlphard HybridMPV LuxuryMobil HybridReview Mobil IndonesiaHarga Toyota AlphardToyota Alphard XEMobil Hybrid MurahFitur Toyota AlphardMotomobi











