Kisah Kang Eria yang mengalami kontrak umur dan pesugihan jual umur demi keluar dari keterpurukan ekonomi.
Key Takeaways
- Kehilangan pekerjaan dapat memicu seseorang mencari jalan alternatif, termasuk ritual pesugihan.
- Pesugihan jual umur menawarkan kekayaan dengan konsekuensi mengorbankan umur dan tumbal.
- Kisah ini menggambarkan dilema moral dan spiritual dalam menghadapi kesulitan ekonomi.
- Ritual pesugihan memiliki proses dan konsekuensi yang nyata bagi pelaku dan keluarganya.
- Kisah ini menggabungkan pengalaman nyata dan unsur mistis dalam kehidupan sehari-hari.
What the video covers
- Kang Eria dari Cianjur berbagi kisah hidupnya yang penuh liku, termasuk kehilangan pekerjaan sebagai supervisor outsourcing di Karawang.
- Setelah di-PHK, Kang Eria mencoba usaha dagang nasi uduk namun mengalami kesulitan hingga merasa ada gangguan.
- Istri Kang Eria, Teh Femi, juga terlibat dalam kisah ini, terutama terkait tawaran pesugihan jual umur.
- Pesugihan jual umur adalah ritual yang mengorbankan umur pelaku dengan janji kekayaan tanpa tumbal, namun akhirnya berubah meminta tumbal.
- Kang Eria menjalani ritual pesugihan tersebut dengan bimbingan Mbah Madio di Jawa Tengah.
- Kisah ini menampilkan proses kontrak umur, ritual, dan dampaknya pada kehidupan Kang Eria dan keluarganya.
- Video juga menampilkan interaksi Kang Eria dengan istrinya dan perjuangan mereka menghadapi kesulitan ekonomi.
- Cerita diselingi dengan suasana mencekam dan pengalaman mistis selama ritual pesugihan.
- Kang Eria berharap dengan pesugihan ini bisa mencapai kekayaan dan kesejahteraan untuk keluarganya.
- Video ini merupakan bagian dari seri 'Malam Mencekam' yang mengangkat kisah-kisah mistis dan kehidupan nyata.
Chapters
- 00:00Pembukaan dan pengenalan kisah pesugihan jual umur
- 04:42Kisah Kang Eria sebagai supervisor dan kehilangan pekerjaan
- 09:06Usaha dagang nasi uduk dan tantangan yang dihadapi
- 13:07Persiapan dan perjalanan menuju ritual pesugihan
- 17:40Proses ritual pesugihan dan pengalaman mistis
- 21:00Dampak ritual terhadap kehidupan Kang Eria dan keluarganya
- 24:00Penutup dan harapan Kang Eria untuk masa depan
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
Membawa pikulan ada kayak keranjang depan belakang itu isinya uang. Semua terlihat jelas itu warna merah ratusan ribuan. Di sini kamu bakalan kontrak umur setelah itu Mang E Mbah pun memberi lagi solusi kepada saya. Di sini ada tiga jalan, ini yang cocok buat kamu yang
Speaker A
bakalan bisa kamu bikin kaya raya tujuh turunan. Sobat, ini ada istri dari Kang Eria ya, namanya Teh Femi. Di kisah yang tadi, Teh itu Kang Eria menawarkan atau minta izin untuk melakukan pesugihan jual. Iya benar ya? Iya, mau
Speaker A
mau enggak? Marah? Prosesi pesugihan jual umur merupakan bentuk ritual pesugihan yang mengorbankan umur sang pelaku dengan iming-iming tanpa adanya tumbal. Namun di tengah prosesnya, perjanjian berubah meminta tumbal. Perjanjian ritual persediaan ini dijalani secara nyata oleh Kang [Musik] Eria. Nah, apa kabar
Speaker A
k? Alhamdulillah baik. M E sehat ya? Alhamdulillah sehat banget. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat malam sobat, di mana pun sobat berada, mudah-mudahan selalu dalam keadaan sehat walafiat ya. Amin ya Allah. Sobat, hari ini kita akan bersama-sama nonton kisah baru
Speaker A
dari narasumber. Hari ini ada Kang Eria. Kang Eria dari Cianjur ya? Ya, Cianjur. Waduh, berapa jam nih ke sini dari Cianjur? Kurang lebih perjalanan 6 jam. 6 jam ya? Iya, jadi kayaknya ada yang mau dicurhatin nih ke kita ya. Ya, ya seperti
Speaker A
itu deh. Ada ngirim ke mana waktu itu? Waktu itu saya ngirim mengajukannya ke mana? Heeh, lewat Instagram bersama istri. Saya dan istri saya pun ikut bersama saya sekarang. Ikut ya? Ikut hadir pun kisah juga katanya ya. Ada kisah
Speaker A
kebetulan. Emang kisah zaman dulu yang saya jalani sama istri saya bareng, jadi nyambung dengan kisah yang ini ya. Nyambung. Oke. Baik, Kang Eria, kesibukan apa sekarang? Sekarang saya menjadi seorang teknisi. Teknisi boleh tahu apa ini? Ee teknisi handphone, buka counter gitu. Iya,
Speaker A
counter kecil-kecilan deh. Yang penting beresin HP itu ya. Iya, jual beli juga? Jual beli handphone second termasuk. Ya, termasuk. Iya, tapi diutamakan sih dari servis. Mudah-mudahan maju usahanya ya, lancar terus. Amin ya Allah. Baik sobat, malam mencekam, jangan skip videonya yang ini.
Speaker A
Kisah petualangan hidup dari pasangan suami istri sampai menempuh jalan yang istilahnya belok kiri lah ya. I agak minggir-minggir nih. I minggir banget itu. Ing B karena keterpurukan ekonomi. Baik, malam mencekam, semakin malam semakin mencekam. Inilah Kang Eria. [Musik] Awalnya begini Mang,
Speaker A
E pada tahun 2006 saya masih bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan Bonavit di daerah Karawang. Perusahaan yang cukup terkenal, cukup besar. Nah di situ saya bukan berarti menjadi karyawan perusahaan tersebut, tapi saya bawa bendera sendiri. Waktu itu zamannya
Speaker A
outsourcing. Waktu itu saya menjadi supervisor di bendera tersebut. Sebutkanlah bendera A. Saya punya anak buah kurang lebih dari 30 orang, yaitu mencakup purity, cleaning service, office boy, gardening, forklift, dan lain-lain. Itu saya yang ngurus semua. Saya yang ngatur masalah gaji, masalah
Speaker A
eh asuransi kesehatan. Waktu itu kan zamannya Zam Soosek, ya belum BPJS sekarang. Ya alhamdulillah banyak orang yang saya ajak kerja termasuk keluarga saya sendiri ada. Nah itu tuh Mamang saya ya. Waktu itu saya lagi pulang liburan pulang ke Cianjur dari Cikampek sampai
Speaker A
Cianjur saya lihat Mamang saya lagi ngasih makan ikan. Mang pada saat itu saya langsung ajak Mamang saya berangkat ke kota Karawang untuk bekerja di perusahaan yang saya sedang kerja. Itu berjalan 2 tahun. 2 tahun pada tahun 2008 di akhir
Speaker A
masa jabatan saya menjadi supervisor. Satu minggu sebelum saya di-PHK itu saya merasakan yang benar-benar aneh ya, seperti aura gelap terus orang-orang tuh kurang respek seperti anak buah saya tadinya melihat saya benar-benar menghormati, menghargai sebagai pemimpin mereka sekarang kok
Speaker A
acuh tak acuh, cuek. Saya perintah seperti cleaning service saya perintah untuk membersihkan ini malah dianya diabaikan. Ini sebetulnya ada apa loh? Tepatnya 1 minggu ke depan saya dipanggil oleh pimpinan perusahaan tempat saya bekerja, bukan outsourcing-nya, bukan. Saya dipanggil pimpinan perusahaan.
Speaker A
Nah di situ baru pekerjaan saya diputus di sebelah pihak tanpa alasan yang jelas. Alasannya karena kontrak habis. Itu kontrak habis tidak diperpanjang. Sebelumnya kan ya alhamdulillah bendera saya nih bendera A alhamdulillah sudah lama berdiri. Itu tiap tahunnya kontrak perbaruan kontrak
Speaker A
lagi tiap tahunnya perbaruan kontrak lagi. Ya alhamdulillah, tapi setelah seminggu ke belakang saya merasakan kejanggalan tersebut. Kok kenapa? Minggu depan tiba-tiba saya kontraknya diputus oleh perusahaan tersebut. Saya merasa aneh, saya merasa sedih banget Mang E karena otomatis saya merasakan gimana
Speaker A
sih istri di rumah saya kasih kabar bahwa saya udah tidak bekerja lagi di perusahaan saat ini. Hari berikutnya saya masih datang ke pabrik. Mang masih datang ke pabrik untuk mengemasi barang-barang saya diice saya beresin semua. Saya masukin kard KUD berkas-berkas sampai
Speaker A
foto keluarga. Kan kalau di meja kerja kan saya simpan foto anak istri biar bikin semangat agar saya tetap selalu ingat anak istri. Itu saya berat hati sekali karena emang saya ingat anak istri di rumah dengan kecil hati saya bersedih. Akhirnya saya pulang.
Speaker A
Sesampainya saya di rumah Mang E saya memberi kabar. Saya bilang, "Bun, maafin Ayah ya, hari ini Ayah udah enggak kerja lagi." Istri saya pun kaget. Mang E, matanya berkaca-kaca sedih. "Ya udah, Ayah sabar aja, rezeki mah udah ada yang
Speaker A
ngatur, udah enggak masalah. Kita masih ada sedikit sisa uang bisa kita pergunakan sebaik mungkin." Setelah itu saya punya pemikiran baru. Saya berbicara P istri saya, "Bun, udah deh, mending sisa uang nih ada ratusan ribu mending kita pakai buat dagang."
Speaker A
Aja saya mulai dagang nasi uduk tiap harinya. Saya belanja kebetulan kalau belanja saya ngambilnya malam jam 2 malam. Saya belanja kurang lebih 1 jam. Saya sudah pulang sampai rumah langsung diolah kesehariannya seperti itu terus. Itu masih di Karawang ya? Itu
Speaker A
masih di Karawang, masih dikontrakan posisinya. Waktu di Karawang pun saya ngontrak. Mang masih ngontrak jadi rencana dagang di depan rumah begitu. Rencana dagang? Iya di depan rumah karena kan kontrakan saya kan di pinggir jalan itu tuh di jalur utama di depan
Speaker A
perumahan itu ya alhamdulillah Mang eh bulan pertama penjualan alhamdulillah bagus. Bulan kedua ya alhamdulillah tidak sebagus bulan pertama, cuman masih maksimalah ya alhamdulillah. Nah pas menginjak bulan ketiga saya merasakan keanehan kembali. Kok dagangan saya sepi, modal yang
Speaker A
ada pun keuntungan yang ada pun kepakai buat modal lagi, buat modal lagi. Itu benar-benar merosot. Entah kenapa kok saya merasakan seperti ini lagi ya. Saya penuh bertanya-tanya ya biasa-biasa aja. Masakan bagus, nasi juga bisa untuk esok hari kalau emang ada sisa ya namanya dagang kan. Kalau
Speaker A
lagi ramai kan rame-rame, kalau lagi sepi ya sepi. Tapi kan sesepi-sepinya ya alhamdulillah dagangan hari ini masih bisa buat besok, masih layak, masih layak untuk dikonsumsi. Tapi kenapa pas bulan ketiga itu masakan itu tiba-tiba enggak awet, jadi bau terus seperti berair terus
Speaker A
cepat basi. Saya berpikir negatif lagi, apakah ini ada yang ngerjain? Sabar ya, mungkin belum jodohnya kita dagang di bulan ketiga ini ya. Sabar aja, rezeki mah udah ada yang ngatur. Yang penting mah kita bismillah, mudah-mudahan hidup kita selalu berkah.
Speaker A
Istri ngasih semangat terus. Pada waktu itu saya memiliki dua anak, itu masih pada kecil semua. Setelah berbicara tersebut istri saya memberi kabar Mang Ey kalau istri saya hamil anak ketiga. Y maafin Bunda ya, Bunda hamil. Di situ saya perasaan enggak karuan.
Speaker A
Mang bukan berarti saya tidak mensyukuri rezeki dari yang maha kuasa, anakan pemberian dari Tuhan. Di situ karena emang saya melihat kondisi saya benar-benar prihatin. Usaha saya di ambang kehancuran, usaha dagang kecil-kecilan ini pun seperti ini dan saya pun bergegas untuk pulang ke Cianjur karena
Speaker A
di Cianjur kan ada rumah mertua. Mertua kan enggak ada di rumah mertuanya. Dagang di Jakarta mertua laki-laki, mertua perempuan rumah di Cianjur kosong. Boyong gitu. Iya dan akhirnya saya pulang ke Cianjur bersama anak istri saya. Saya kemas-kemasi
Speaker A
barang saya sewa mo...
Speaker A
lamaran saya keluar rumah bikin lamaran fotokopi segala macam saya lengkapin semua saya bikin lamaran sebanyak mungkin dengan tujuan agar saya kembali dapat pekerjaan kembali dan keesokan harinya Saya berangkat saya pamit sama istri Bun Doain ayah ya mudahmudahan ada rezeki buat kita semua
Speaker A
mudah-mudahan lamaran segini banyaknya bisa keluar Ya udah sok ya didoain mudah-mudahan Ayah selamat di jalan i berangkat Mang E saya berangkat keluar Itu posisinya saya tidak pegang uang spesal pun itu saya jalan kaki berangkat motor itu gak ada emang udah saya jualin
Speaker A
semua waktu saya di Karawang tersebut saya jual semua barang-barang saya jual jadi saya pulang sewa mobil hari pertama saya jalanin saya masukinmasukin ke beberapa pabrik masuk-masukin ke toko Setelah itu saya pulang ke rumah istirahat Saya memberi kabar kepada
Speaker A
istri sabar aja Bun Insyaallah mudah-mudahan ada kerjaan di waktu dekat ini ya Saya tunggu 1u minggu itu enggak ada panggilan segala macam saya pun punya pikiran Oh iya gimana kalau saya main ke Si Alex Saya pergi ke rumahnya Alex Alex pun ada
Speaker A
he Mas R kapan ada di Cianjur Alhamdulillah gua di Cianjur sudah 1 minggu gimana perusahaan saya saat ini udah enggak kerja saya mau minta solusi kira-kira ada enggak info-info Kerjaan kira-kira saya bisa kerja aja Al dan Alex pun mikir memberiahu kepada saya
Speaker A
Mas R kalau emang mau kerja Kamu kan udah ke sana ke sini ya cerita udah masuk lamaran cuman belum ada panggilan belum keterima Iya Alex dan Alex pun memberi solusi kepada saya untuk menemui orang pintar dahulu keesokan harinya setelah saya
Speaker A
janji dengan Alex Akhirnya saya berangkat menemui orang pintar tersebut di daerah Pangandaran kita berangkat pakai motor mornya kita berangkat saya di jemput ke rumah sama Alex pagi-pagi kita berangkat itu perjalanan Kurang lebih 12 jam dari Cianjur sampai ke tempat orang
Speaker A
pintar tersebut jam . pagi kita udah berangkat sampai ke Padalarang jam .30 nah jam .30 kita berhenti di warung ngobrol-ngobrol sama Alex sambil ngopi nanti bakalan ketahuan sama orang pintar tersb ut Mas ketahuan gimana sih maksudnya Lex orangnya
Speaker A
Sakti lumayan dia Jadi sebelum kita ngomong dia udah tahu apa maksud tujuan kita datang ke sana Wah saya kan penasaran m penasaran Akhirnya cepat-cepat saya habisin kopi Ya udah saya lanjut perjalanan saya lanjut perjalanan Alex pun ngomong Mas ini di sepanjang jalan banyak
Speaker A
orang-orang nikah ini sepertinya pertanda bagus saya senang Mang eh di jalan karena emang ya mudah-mudahan berhasillah yang saya maksud gitu singkat ceritanya saya sampai ke rumah orang pintar tersebut sebut saja namanya Mang Udin sampai di rumah Mang Udin
Speaker A
Asalamualaikum Waalaikumsalam istrinya pun keluar bapaknya ada oh Aya BAP Aya akhirnya kita nunggu di depan Mang bersama Al Saya nunggu di depan engak lama kemudian keluar yang namanya Mang Udin keluar orangnya sih biasa cuman m Udin terdiam melihat
Speaker A
dengan tajam kepada saya Oh Al Ay naon kalau bahasa Sundanya seper itah a na i [Musik] rerencangan oh nya apal sok atuh k lebet Akhirnya saya masuk ke dalam sama Alex orang pintar itu pun anehnya Mang orang pintar
Speaker A
itu cuman satu kata mengucapkan kepada saya sabar tuh maksudnya apa sabar tersebut nah di situ baru terbuk Bu sebelumnya kamu enak kamu berada di daerah Karawang kamu udah lumayan cuman kamu enggak bisa bawanya langsung saya dikasih buku itu
Speaker A
kan kalau misalkan ada temuan pakai buku Mang e kita ngisi nama terus asalnya dari kota mana Nah pas kita ngisi buku tersebut Mang ey Nama saya tertera di situ Mang e terah di situ saya kaget Mang eh ada
Speaker A
nama kok ada nama saya ini yang datangnya pun ada namanya dan nama itu adalah nama saudara saya yang saya masukkan kerja ke Cikampek Oh ternyata ke sini sepertinya ke sini nih si Mamang tersebut berobatnya ya ibaratnya berobat untuk menjatuhkan saya
Speaker A
membuat saya Lengser membuat saya di PH bendera saya ya hengkang dari perusahaan Kok bisa ada di Mang Udin tahu dari mana dia nah sebetulnya si Eko itu dulunya sahabatnya Alex dia karena Emang ada masalah jadinya dia SK Nah makanya adanya Nama
Speaker A
saya tersebut dan nama Eko tersebut karena Emang jalannya dari Alex kalau Kang er siapa yang nulis di situ ya Eko karena kan emang kalau datang ke Mang Udin itu kan kita nulis nama dulu Nama saya terus tujuannya apa Kalau waktu saya kan
Speaker A
tujuannya kan untuk membuka rezeki terus biar gampang cari kerja nah sedangkan si Eko tersebut Kalau Kesimpulan saya saya pikir Ya kemungkinan kalau suujonnya saya lah suujonnya saya mungkin dia pengin jabatan saya nah tujuan tersebut ini tuh Untuk siapa namanya siapa
Speaker A
orangnya siapa di perusahaan tersebut yang jabatan yang jabatan yang mau kamu ambil targetnya otomatis kan ada nama saya oh maksudnyaulis targetnya alamatnya apa Siapa begitu ya ya alamatnya ada alamatnya cukup di Cianjur saja ya maksudnya pendaftar dan tujuannya Iya pendaftar dan tujuan jadi
Speaker A
namanya area ini Heeh yang dituju maksudnya iya Nama saya dituju yang mendar yang pendaftarnya kan Mang Eko Mang Eko datang daftar tujuannya apa Saya pengin mengambil jabatannya si A jabatan saya harus ditulis ya ya ditulis itu harus dengan jelas jadi semua orang
Speaker A
bisa baca semua orang bisa baca itu tujuannya apa Karena kan emang random ya dan antara satu dengan yang lain kan gak kenal Ini pas kebetulan aja pas Kebetulan saya tahu pas saya baca secara gak sengaja kok dan nama saya saya
Speaker A
bingung gitu Mang E dan saya pun enggak bercerita kepada Alex bahwa ini loh kejadiannya karena kan saya enggak tahu saya di PHK karena apa Saya tahunya kan karena pemutusan sebelah pihak jadinya perusahaan tidak memperpanjang kontrak kerja Saya tahunya seperti itu setelah
Speaker A
itu Mang Udin pun mengarahkan kalau kata saya sih Mas udah mending kamu mau lari ke Jawa Tengah aja ke daerah Parang Tritis saya pun Mang eh diarahkan untuk lari ke jalur pesugihan saya kan ngerasa orang awam saya merasa penasaran dong merasa
Speaker A
menarik pesugihan maksudnya jadi saya bakalan jadi orang kaya orang banyak duit orang beradab nah di situ nah di situ saya bertanya-tanya sama Mang Odi tersebut Mang Emang kalau emang saya lari ke Jawa Tengah saya melakukan suatu hal itu bisa saya jadi
Speaker A
kaya raya udah jelas kuncinya satu Kuncinya kamu mau melakukan di situ saya tergiur dong Mang kemudian pun bilang kamu siapin aja uang untuk beli saji sesajen ditulis saya tulis yang dibutuhkan itu adalah apel jin minyak monibal Salwa dupa Gunung
Speaker A
Kawi seperti kopi manis kopi pahit air putih kembang tujuh rupa itu pun harus dipersiapkan untuk acara di Jawa Tengah entah itu acaranya apa Butuh berapa itu biayanya itu diperkirakan biayanya R3 juta Mang apel Jein yang mahal itu ya
Speaker A
yang paling mahal apel Jein itu apel jeinnya aja harganya waktu itu r.a50.000 itu belinya pun enggak di sembarang toko itu ada di toko khusus dan tokonya pun di e Arahkan oleh Mang Udin tersebut Okelah saya setuju saya semangat Mang Di situ karena
Speaker A
menggebu-gebu saya pengin menjadi orang kaya karena Emang sebelumnya kan hidup saya cukup saya diskusi sama Alex Al gua ngomong serius kira-kira gua setuju gua pengen ngejalanin apa kata Mang Udin tersebut intinya gua pengin hidup kecukupan Le udah gua cerita segala macam curhat sama
Speaker A
lu Le kalau bisa Gua pinjam modal deh gak apaapa boleh semua Gua modalin Asal lu [Musik] mauudah Ses lu jangan lupain gua namanya teman Lex sambil saya tepak-tepak bahunya namanya teman sampai kapanp pun engak akan lupa Lex mau teman itu jelek
Speaker A
ataupun bagus tetap teman gua sendiri Lu mah sahabat gua dari dulu lebih dari teman Lex udah dianggap seperti keluarga gua dan Alex pun menyetujui permintaan saya Saya butuh modal dan Alex menjadi pendana selang 2 jam kemudian saya pun berangkat
Speaker A
pulang sesampainya saya di Cianjur saya istirahat di rumah dan Alex pun pulang ke rumah Alex saya cerita sama istri saya Bun Alhamdulillah sepertinya Emang ada jalan untuk rezeki kita biar kebuka kembali emang gimana sih ya di situ saya cerita
Speaker A
sama istri saya sampai Si Alex ngajak saya ke Pangandaran menemui orang pintar agar saya bisa lancar mudah dapat kerjaan rezeki Saya tadinya ketutup bisa kebuka tapi Bun anehnya nih kalau masuk rumah Mang Udin ya ibaratnya kita mau berobat ke Beliau
Speaker A
kita ngisi buku dulu nih kita ngisi buku buku tamu kita ngisi buku tamu nama tujuan kita apa Nah di situ ayah baca itu ada nama Mang Eko terus Nah itu kan pasti ada tujuannya tujuannya pengin Jabatan itu ada nama ayah langsung istri saya Ang e
Speaker A
istri saya marah istri saya bergegas mau ngambil handphone mau nelpon langsung ke Karawang maksud tujuannya Apa karena istri saya udah udah ke gambar kehancuran saya di perusahaan tersebut karena Emang si Mang Eko Akhirnya saya sabar-sabarin udah tenang Bun tenang Bun
Speaker A
barangkali ayah salah barangkali Ayah keliru udah Cuman emang kenyataannya seperti itu ada lambat tahun istri saya reda saya tenang-tenangin lalu saya cerita ke istri Bun besok tepatnya nih hari Kamis Ayah mau berangkat ke daerah Jawa Tengah karena Emang ada arahan dari Mang
Speaker A
Udin Insyaallah lah kita bakal jadi orang kecukupan dan istri pun aja mang e Emang ada apa di Jawa Tengah tuh enggak tahu apa yang jelas disuruh mempersiapkan ada barang-barang yang harus dibelanjakan Ya seperti sebuah susajiah istri pun bingung dong dan ayah
Speaker A
pun udah ngomong sama si Alex buat jadi pendana buat pinjam modalnya istri pertama berontak khawatir inilah khawatir itulah khawatir terjadi sesuatu sama anak kalau emang udah lari ke jalur pesugihan tapi kan menurut saya kan belum tentu barangkali ini jalurnya lain
Speaker A
kita berangkat ke Jawa Tengah dari terminal itu terminan rawo Bango di daerah Cianjur di situ kita berangkat perjalanan kurang lebih 1 hari sat malam menuju ke lokasi Jawa Tengah tersebut nah sebelumnya ee memang sudah di Jelaskan sama Mang Udin nanti di Jawa
Speaker A
Tengah kamu ketemu sama Kuncen yang namanya Mbah madio tepatnya di sekitaran daerah Parang Tritis tersebut sesampainya ada rumah Kunci kita ketok pintu Asalamualaikum Mbah lalu anaknya Mbah madio keluar Mbahnya sedang tidak di rumah Mbahnya sedang di pantai lalu kita berbicara oh eh
Speaker A
pulangnya jam berapa ya oh sebentar ditelepon setelah ditelepon kita langsung berbicara dengan Mbah madio secara langsung dari handphone gitu kita telepon halo Mbah ini saya Eria dari Cianjur Oh iya R udah nyampai rumah sudah Mbah Ya udah tunggu sebentar
Speaker A
ya akhirnya ditutup teleponnya kok dia udah tahu ya Nah mbah mbah madio itu memang dia tahu Jadi ada yang datang ke rumah pun punya tujuan apa si Mbah tersebut dia tahu Ya bisa dibilang saktilah Sakti di jalur bagian
Speaker A
penerawangan anehnya Mang gini setelah kita kan kita kan duduk nih nelpon nih pas kita tutup teleponnya Ada suara ketukan pintu tok tok tok akhirnya pintu kebuka Mbah madio pun sudah ada di depan pintu [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] sedangkan ditelepon tadi terdengar jelas
Speaker A
Mang e deburan ombak Sua angin sedangkan dari rumah rumahnya mbah tersebut jarak ke pantai itu ditebuh dengan sepeda ataupun dengan motor itu setengah jam Enggak banyak bicara Mbah pun masuk ke dalam akhirnya duduk peralatannya sudah dipersiapkan sudah Mbah saya bilang gitu
Speaker A
akhirnya kita keluarin peralatan dari tas yang dibutuhkan saji-saji tersebut Emang sebelum berangkat Ee Kita kan belanja dulu nih ke toko-toko seperti itulah udah kita persiapkan kita buka dari tas langsung kita simpan di atas meja Iya bagus sudah cukup nanti alat-alat ini kamu bawa ke
Speaker A
kamar ya mbah mbah madio masuk ke kamar Alex duduk di ruang tamu dan saya pun membawa alat tersebut masuk ke kamar Mang masuk ke kamar itu pas saya masuk ke kamar itu sepertinya kamar untuk ritualnya Mbah ya itu kamarnya benar-benar beda sekali
Speaker A
kamar itu gelap cuman ada cahaya sedikit jadi di sekitarnya tuh terlihat kamarnya di situ ada patung Semar tinggi kurang lebih 1 M Seteng deh itu ada patung naga Sepertinya itu bahannya dari kuningan itu ada kendi-kendi zaman dulu mulailah Mbah madio pun membacakan
Speaker A
mantra setelah bakar-bakar baca mantra saya duduk tepat di belakang Mbah madio membaca mantra terus di situ mulai suasananya berubah benar-benar menk sekali di situ tuh Wah Saya ketakutan Mang Di situ saya terdiam sambil sila di belakang Mbah terdengar
Speaker A
suara angin suara angin terdengar itu asli Mang ey ini nyata nah selang selama 15 menit baru terjadi Mang eh di situ ada penampakan di situ asli saya saya seolah-olah seperti mimpi Mang e di belakang saya pertama kerasa ada sesuatu nih kayak ada
Speaker A
siapa Ada siapa padahal kan pintu tertutup m eh tertutup segala macam Nah akhirnya saya merasakan pindah ke sebelah kanan saya itu nampak sekali sosok pocong itu saya baru pertama kali seumur hidup melihat itu pocong seperti itu dengan jelas jadi kayak asap langsung
Speaker A
mewujud menjadi nyata lalu dia hilang kembali ces ada baunya enggak ada kalau baunya enggak ada itu yang ada baunya bau wangi bau bakar-bakaran tersebut itu pun wangi dupa wangi dupa wangi ya segala macam yang dibakar sama Mbah Nah itu wangi
Speaker A
tersebut setelah pocong menghilang terdengar suara desisan ular situ saya takut m yang namanya sama ular dari dulu saya Emang fobi sekali takut sekali sama yang namanya ular di situ terdengar di belakang saya disesan ular saya berpikir ini beneran
Speaker A
enggak sih karena saya kan emang aw Mang e udah beres waktunya kamu harus mandi Oh iya Mbah langsung Mbah berdiri buka pintu ya udah kamu tunggu aja di ruangan tamu dulu si hanya sebentar ya ritualnya itu ritual kurang
Speaker A
lebih setengah jam setengah jam aja ya setengah jam itu untuk awal pembuka kalau di bahasa Sundanya itu direkesin direkesin ya di disambunginlah antara saya dengan yang gaib di situ tuh .30 saya disuruh mandi sama Mbah madio disuruh mandi di luar Saya diajak Mang
Speaker A
eh keluar sama Mbah kamu ikutin saya ya ya di situ saya buka baju M buka baju buka celana panjang saya pun pakai celana pendek situ saya berjalan ke kebun kalau di Jawa kan masih banyak kayak alas-alas gitu ya kayak hutan
Speaker A
nah nyampai saya di mata air ada ee air terjun cuman enggak besar kecil dan Mbah pun berbicara nanti kamu mandi di air tersebut kamu buka celana kamu lepasin kamu tanggalkan semua pakaian kamu biar badan kamu bersihih bah saya nurut sama
Speaker A
Mbah belum apa-apa mang E itu kan posisinya malam hari di situ penampakan yang jelas sekali Mang E pocong tadi itu datang kembali pikir itu sih cuman sekedar Godaan apa cobaan lah nakut-nakutin saya Saya abaikan saja nah saya buka celana Saya
Speaker A
turun ke bawah Mang eh itu kan ada tangga kurang lebih ada 15 Tangga deh sampai ke air terjun tersebut saya turun itu saya tanpa busana Mang eh saya turun tanpa busana Saya turun dan saya mandi di situ Di saat saya mandi Mang eh itu
Speaker A
keanehan benar-benar terjadi kembali itu seolah-olah entah bayangan saya entah itu emang nyata tapi emang terlihat itu posisi malam hari seperti ada cahaya cahaya itu pun terlihat jelas ada di empat sudut EMP titik itu tepat di depan saya dari cahaya tersebut itu berubah
Speaker A
menjadi sosokanita itu cantiknya asli belum pernah saya melihat wanita secantik itu entah itu apa Saya enggak ngerti akhirnya Ya udahlah kita abaikan saja mungkin ini godaan mandi selesainya kita mandi dengan air terjun tersebut kita naik kembali nih naik tangga naiki anak tangga lalu kita
Speaker A
pakai lagi celana dalam kita pakai lagi celana pendek setelah itu kuncennya dah dah kuatkan tekad kamu agar tujuan kamu berhasil gitu Saya kan pengen kaya M E tapi Intinya saya belum tahu apa yang harus saya lakukan nah saya ikutin Mbah madio itu
Speaker A
ke rumah dari hutan tersebut dari tempat pemandian tersebut itu sesampainya di rumah barulah Mbah cerita apa yang harus saya lakukan Apa yang harus saya persiapkan nanti di rumah di situ saya sempat memikirkan istri saya mang gak tahulah saya sempat
Speaker A
kangen ke istri karena istri mungkin lagi ngandung ya lagi ngandung kurang lebih 5 bulan anak ketiga di situ kunci Mbah Madi menjelaskan sejelas-elasnya di kamu bakalan menjadi yangesudah ada gambarannya asal kamu bilang ya maksudnya gimana Mbah saya kan enggak
Speaker A
ngerti Mang Eh maksud tujuannya Mbah tersebut Apa yang harus saya lakukan Mbah pun berbicara di sini kamu bakalan kontrak umur Maksudnya gimana mbah jadi umur kamu hidup di dunia ini hanya 5 tahun Tun Setelah itu kamu akan diambil sama yang gaib saya kaget m
Speaker A
di situ Wah saya bilang berarti saya menjadi orang kaya menikmati kekayaan tersebut itu hanya 5 tahun Mbah pun bilang iya saya di situ m eh pikiran saya ke mana-mana perasaan saya campur aduk saya ya itu spekulasilah saya wah ini apa harus dijalankan apa
Speaker A
enggak Tapi kan udah saya lakukan modal pun udah keluar modal Si Alex tersebut kan sudahah saya pinjam otomatis kan saya harus kembalikan Mang e gitu itu mau enggak mau Oke mbah saya lakukan Apapun yang terjadi kalau itu menyangkut
Speaker A
diri saya sendiri asalkan jangan lari ke istri dan anak-anak saya ini udah jelas Mang eh berarti ini jalurnya ke pesugihan setelah berbincang dengan mbah madio mbah pun ke kamar ke kamar kurang lebih 10 menit lah dari kamar Mbah keluar lagi membawa bungkusan
Speaker A
putih seperti kain kafan Mang ey ini enggak boleh dibuka ya Enggak boleh ada orang yang megang yang nyentuh selain kamu kata Mbah bilang itu enggh Mbah Akhirnya saya simpan bungkusan putih tersebut saya simpan setelah berbincang-bincang Akhirnya saya bergegas pulang Sebelumnya saya nelpon
Speaker A
dulu Mang e ke kakak saya karena Emang yang harus dipersiapkan untuk selanjutnya adalah kamar kosong yang saya butuhkan nanti di rumah adalah kamar kosong otomatis saya kan ingat Oh ada kamar kosong di Karawang Akhirnya saya telepon Kakak dulu sebelum
Speaker A
kita pulang telepon Kakak dulu Mas saya minta izin mau ngisi kamar saya enggak bilang enggak cerita bahwa Saya sekarang sedang berada di Jawa Tengah Saya sedang melakukan ritual apa enggak ya udah engak apa-apa sok aja itu kuncinya biasa
Speaker A
di atas pintu kakak saya kan keluar kota sama keluarga kecilnya sama istri sama anak-anaknya rumah itu pun lama kosong kamar yang tepat untuk saya tempati adalah di gudang belakang dan Mbah pun berbicara di jalan kamu enggak boleh mengeluarkan uang speser pun di jalan
Speaker A
kamu enggak boleh mampir ke suatu tempat manaun ke tempat manaun kamu gak boleh mamp hir kamu fokus aja sampai pada tempat tujuan kamu sekarang pulang ke Karawang pulang ke Karawang saya berpikir Mang saya enggak boleh ngeluarin Uang speser pun sedangkan saya
Speaker A
pulang naik B harus bayar Okelah kalau buat oleh-oleh saya enggak beli enggak masalah cuman kan yang dipikiran saya kan buat naik bis aja kan saya harus bayar dengan Si Alex Nah si mbah itu lebih tahu duluan dan mungkin mantra-mantra tersebut emang
Speaker A
udah bekerja kali ya kita menuju Terminal Singga ceritanya lalu kita naik BS buis itu lagi ngetm menuju ke arah Karawang jadi enggak pulang ke Cianjur dulu ya Enggak saya langsung pulang Sebelumnya saya kabarin istri dulu bahwa saya harus langsung
Speaker A
pulang ke Cikampek saya saya sama sekali enggak cerita ke istri gitu Ini saya e Keep silent lah jadi apa yang saya lakukan istri enggak tahu karena emang enggak enggak nyut enggak ada sangkut PAUD sama istri dan anak-anak saya
Speaker A
karena Emang yang saya jaminkan adalah diri saya sendiri Mang Ey di situ nah ceritanya di bis saya duduk bersama Alex saya kan di pojok nih dekat kaca nih dekat jendela saya lihat bis itu pun ada beberapa orang di depan ada
Speaker A
di belakang ada cuman enggak penuh bnya nah habis pun berangkat tepatnya pada pukul Mang ei 1 malam bis itu berangkat di perjalanan tersebut banyak tukang dagang saya merasa keanehan di situ tukang dagang tersebut kok enggak melihat kita berdua loh gitu enggak
Speaker A
melihat saya sama Si Alex enggak lihat yang lebih anehnya lagi Mang E itu konektur yang bagiin karcis buat ngambilin ongkos tuh itu sama sekali enggak ngelihat saya dengan Alex seolah-olah itu ketutup seolah-olah itu enggak ada orangnya Mang E itu saya sama
Speaker A
Alex terdiam konektor pun lewat ya lewat yang ini dimintaminta karcis langsung diminta ongkos yang belakang saya dikasih karcis diminta ongkos depan saya pun seperti itu nah saya berpikir Kenapa bangku saya kok enggak dikasih karcis di situ saya teringat omongan mbah jadi
Speaker A
di jalan Intinya saya enggak boleh ngeluarin uang Bang e sampailah di Cikampek nyampai di Cikampek Alex pun pulang ke Cianjur Dan saya melanjutkan perjalanan ke rumah kakak saya Mang e singkat cerita saya sampai rumah kakak buka kunci depan asalamualaikum
Speaker A
saya masuk dalam saya kunci pintu dan saya pun membereskan kamar yang mau saya tempatin untuk acara ritual tersebut ketika malam hari kamar sudah beres hari pertama saya masuk ini saya dikasih jatah sama Mbah madio paling cepat 3 hari paling lama ini 5 hari Mang
Speaker A
e hari pertama saya masuk ke kamar tuh di situ kita enggak nyiapin apa-apa cuman si buntelan putih tersebut itu harus dimasukkan ke dalam koper gu nah saya berpikiran mungkin nanti di koper bakalan ada uang ini full bakalan jadi
Speaker A
duit semua ini nih tuh Okelah Kita masukin si buntelan putih tersebut sepertinya dari kain kaapan m itu kita simpan di dalam koper Kita masukin udah lampu kita matiin semua satu rumah kita matiin lampu enggak ada sedikit pun cahaya kita matiin Nah di
Speaker A
situ saya mulai bersila hari pertama tuh kita mulai dari jam 00 malam sampai jam . pagi itu saya enggak boleh tidur Mang E saya pun enggak boleh tidur enggak boleh berbicara ada bacaan-bacaan tertentu yang harus saya bacakan tat jam . beres
Speaker A
saya keluar kamar enggak ada apa-apa reaksi apa-apa udah saya keluar Nah untuk hari kedua Mang E itu harus disiapkan kembang tujuh rupa dupa Gunung Kawi kopi manis kopi pahit air putih susu putih sama kembang kantil itu harus disiapkan selama melakukan tirakat saya
Speaker A
enggak boleh makan hanya boleh minum air putih saja di situ badan saya sudah lama Cuman karena tekad saya sangat kuat Saya pengin Tujuan saya tercapai terkabul ya saya kuat saya siapin m semua saya siapin semua dimasukin ke nampan ya kayak
Speaker A
tampah tuh kayak tampah saya siapin kembang tujuh rupanya saya siapin saya simpan terus air kopi manis kopi pahit langsung saya simpan-simpanin langsung dupanya saya bakar tepat pada jam .00 mulai di malam kedua di malam kedua tersebut saya terdiam ada bacaan untuk Di Malam Kedua
Speaker A
ada bacaan cuman saya bacaannya lupa ya mungkin sudah lama ya itu bacaannya pakai bahasa Jawa tapi singkat gu saya baca tersebut sebanyak tujuh kali lalu saya duduk sila diam itu semua lampu Saya matikan semua a kurang lebih sepertinya ya karena
Speaker A
Emang posisinya waktu itu gelap gulita enggak bisa lihat apa-apa jam pun enggak kelihatan sepertinya jam 11.00 malam karena saya masuk jam 08.00 kurang lebih saya duduk udah 3 jam itu barulah ada suara suara desisan ular terdengar jelas pangai dari sebelah kanan suara desisan
Speaker A
ular gitu tuh saya kan kaget Mang eh wah saya bilang ada ular cuman dari situ saya enggak boleh bersuara saya terdiam saja saya ngedip ngedip tidak terlihat apa-apa gelap gulita tidak lama kemudian Mang e terjadi lagi penampakan anehnya pocong tersebut yang
Speaker A
saya lihat di Mbah madio itu ada di pojok sebelah kiri tepat pada waktu saya ikut ritual dengan Mbah di kamar tersebut Mang e itu saya ngasa yakin itu adalah makhluk tersebut makhluk waktu saya di Jawa kemarin pocong lambat laun
Speaker A
hilang selesai Emang e di malam kedua itu tidak tidak ada kejadian aneh ya tidak ada kejadian apa-apa di situ singkat cerita Mang e di malam ketiga ini adalah malam final buat saya malam ketiga saya persiapkan kembali kembang tu rupa saya persiapkan
Speaker A
kembali dupanya siap-siap siapin kopi manis kopi Pit saya siapin semua saya masuk kamarlah tepat pada jam 0.00 ini hari malam ketiga ini menurut saya Malam yang sangat ekstrem seumur hidup saya yang saya lakukan baru saya bakar dupa itu udah
Speaker A
terdengar kembali Mang eh suara ular segala macam keluar suara ular seolah-olah nyata Ada ular terlihat seperti bayangan ular di depan mata walaupun posisi gelap itu terlihat m enggak tahu itu hanya bayangan saya cuman yang saya pikir itu emang ular
Speaker A
beneran saya bilang ini hanya sebuah godaan saja mungkin gu kembali lagi ada pocong berdiri di sebelah kiri saya di pojok pocong hilang nah Hening sejenak Mang E itu Tepatnya jam . malam kayaknya ya karena sayanya enggak bisa lihat jam
Speaker A
juga jam du malam itu terdengar seperti orang yang mukul-mukul tembok Mang D dor kalau orang biasa enggak mungkinlah ini sepertinya Orangnya tinggi besar sekali dari situ barulah terdengar langkah kaki seperti jalan ya kayak but lah buta enggak tahu gu seperti buta du
Speaker A
du Duh Saya memberanikan diri Mak dari situ saya gemuteran aduh gemetteran sekali Mang ey enggak lama kemudian Mang ey barulah penampakan di situ terjadi yang belum pernah saya lihat seumur hidup saya belum pernah itu penampakan orang tinggi besar Mak seperti buta itu
Speaker A
warnanya hitam bulunya banyak sekali Mang eh itu berdampingan sama seorang kakek-kakek dia membawa pikulan membawa pikulan ada kayak keranjang depan belakang itu isinya uang semua Ma terlihat jelas itu warna merah r.000uan saya udah senang banget saya M beranikan diri walaupun takut juga rasa
Speaker A
takut hilang kakek-kakek pun berbicara Kamu bisa memiliki uang ini asal saya membawa ini saya lihat ke samping kakek tersebut itu mang E itu anak saya yang perempuan yang nomor dua Mang e [Musik] [Tepuk tangan] di situ hati saya bercampur aduk di situ
Speaker A
saya spekulasi saya marahnya ada di situ sama Kuncen saya berpikirnya kan perjanjiannya kan diri saya perjanjiannya 5 tahun Kenapa anak saya gu sedangkan saya melakukan ritual ini kan untuk anak istri saya untuk bisa memberi kecukupan membahagiakan karena di akhir-akhir ini
Speaker A
penuh dengan kekurangan hidup saya beitu Mang e anak sayanya berdiri jelas pakai gamis Pak gamis warna putih sambil mengeluarkan air mata nah dari situ Mang E saya menolak langsung saya sajian di depan saya Mang E itu saya lemparin ke tembok
Speaker A
Mang e saking saya Marahnya itu saking saya gak maunya Saya pengen batalin semuanya saya langsung keluar rumah saya langsung berangkat Mang itu saya gak mikirin rumah itu udah dikunci apa belum saya langsung berangkat ke arah terminal dengan tujuan Saya ingin pulang ke
Speaker A
Cianjur ingin Pengen ngelihat anak Saya umur berapa anaknya itu waktu waktu itu umur 3 tahun Mang perempuan perempuan jadi anak pertama laki-laki anak kedua perempuan enggak naik ojek lagi karena kan waktu itu kan masih gelap ya ojek enggak ada angkot pun enggak ada Saya
Speaker A
jalan dengan kaki langkah serib berjalan cepat Saya enggak ngerasain capek sampailah di terminal Mang e ada bis Langsung saya naik di situ saya enggak mikirin saya bawa uang apa enggaknya saya naik buis karena saya pengin tahu gimana keadaan kondisi anak saya
Speaker A
sekarang Saya benar-benar khawatir Mang eh anak saya khawatirnya takutnya diambil sama makhluk tersebut singkat ceritanya saya nyampai Cianjur langsung ketok pintu Asalamualaikum bunak bawa HP waktu itu ya Di itu bawa HP cuman kan handphone Emang enggak dipergunain enggak dicas
Speaker A
segala macam kita enggak bawa casan handphone lob Bet Udah saya boro-boro mikirin HP saya pulang langsung saya buka pintu Asalamualaikum istri saya buka pintuum salam istri saya Salim Saya langsung Mang E saya lihat anak saya pengin tahu kondisi anak saya
Speaker A
seperti apa Mang anak saya pas saya pegang itu udah panas tinggi sekali Mang ei itu mukanya udah pucet Mang ei di situ saya benar-benar nyesal Mang padahal perjanjian Belum dibuat ya belum terjadi itu perjanjian belum terjadi perjanjian itu
Speaker A
kan di Jawa Tengah kan umur umur saya perjanjian 5 tahun tapi kok kenapa anak saya yang diminta yang mau dibawa Itulah namanya perjanjian e setan ya mungkin ya gitu seandainya kalau emang Saya jawab iya Waktu itu saya punya rasa tega saya Peng
Speaker A
kaya itu udah kaya raya saya sepertinya itu duitnya banyak pisan ada dua keranjang besar di situ Mang e panas anak panas anaknya panasnya tinggi banget Mang ey enggak kayak panas-panas biasa yang saya khawatirkan anak saya memang enggak ada umur Mang ey karena
Speaker A
udah diambil makhluk tersebut gitu mukanya udah pucat Mang ei saya di situ merasa bersalah Mang ei melihat anak saya enggak tega Saya minta maaf ke anak saya maafin saya nak Maafin Ayah saya gitu langsung saya ceritakan kepada istri saya kejadian
Speaker A
tersebut gini giniini istri saya emang eh marah-marah di situ kecewa berat sama saya yang saya lakukan adalah jalur pesugihan keesokan harinya saya bawa ke dokter bawa ke dokter dengan sisa uang yang Enggak seberapa saya bawa ke dokter ke Puskesmas waktu itu bukan Dokter
Speaker A
Emang enggak ada penyakit apa-apa sehat-sehat aja kalau kata dokter yang periksa Mang Anehnya di situ Okelah dikasih vitamin dikasih obat-obatan akhirnya kita pulang lagi ke rumah di situ Mang e keesokan harinya saya kembali menemui Alex main ke rumah
Speaker A
Alex datang alaikumikumsalam udah pulang Udah di situ saya cer ke saya kecewa sama Alex ini sebenarnya gimana Al enggak sesuai sama yang Perjanjian awal awalnya kan diri saya yang di saya jaminkan enggak masalah saya hidup 5 tahun yang penting anak istri saya hidup
Speaker A
kecukupan Sejahtera agar saya kalau saya enggak ada saya bisa ninggalin minimalnya sayaap kebelilah rumah sendiri sedikitnya ada yang bisa dibanggakan dari seorang ayah dari seorang suami Alex pun langsung nelepon ke Mbah madio tersebut tuh singkat ceritanya Halo mbah
Speaker A
Iya Mbahnya anehnya Mang eh kenapa langsung bilang itu teman kamu kenapa enggak bilang iya kalau seandaikan bilang iya itu udah bakalan terjadi kan penginnya itu langsung saya ambil handphone-nya dari Alex Saya enggak mikirin itu enggak Akak sopan itu saya ambil langsung a
Speaker A
mbah perjanjiannya kan diri saya sendiri kenapa anak saya yang diambil itu perjanjian awalnya yang keduanya adalah diri kamu setelah itu mang eh Mbah pun memberi lagi solusi kepada saya di sini ada tiga jalan ini yang cocok buat kamu yang
Speaker A
bakalan bisa kamu bikin kaya raya tujuh turunan di situ pun Mbah madio ngasih saya tiga Jalan Mbah madio pun tahu Istri saya sedang mengandung nah yang pertama tuyul yang kedua uang balik Jadi kalau saya belanja uang Rp100.000 belanja
Speaker A
rokok rp.000 uang 100 kembali r0.000-nya saya dapat nah yang ketiga ini jalur yang paling instan paling cepat ini jual Nah di situ saya berpikir Wah Ya udahlah saya jual aja udah enggak ada pilihan lain saat ini kan jadinya saya
Speaker A
utang ke Alex karena kan Alex sebagai pemodal e yang awal tuh pesugihan awal gagal otomatis kan jadi utang jadi utang saya kepada Alex belum takut tertipu Oleh Mbah madio tawarannya belum mang eh masih tetap mau nerima saya tetap
Speaker A
ini ada jalur ketiga yang instan saya melibatkan istri saya Mang E ini Saya berencana ingin menjual karena kan anak yang di dalam kandunganan belum kelihatan mangah jadi kan sayanya bisalah tidak ada pilihan lain Jadi menawarkan ke istri istrinya setuju
Speaker A
mau enggak mau Mang eh awalnya saya bilang ke istri istri sama sekalilah menolak menolak mentah-mentah lambat laun saya ngobrol sama istri dari hati ke hati akhirnya istri setuju dan akhirnya istri mau melakukan ritual tersebut ke sini dengan istri ya ke sini dengan
Speaker A
istri m e bisa kita tanya enggak bisa m e barangkali apa namanya ada jawaban yang bisa lebih menguatkan kisah ini kan Iya dari istri boleh ya kita undang ya boleh Mang e oke baik sobat ini ada istri dari Kang Eria ya namanya teh Fi i
Speaker A
di kisah yang tadi Teh itu kang Eria menawarkan atau minta izin untuk melakukan pesugihan jual Iya benar ya Iya mau mau enggak marah awalnya marah cuman ya Ngikutin aja akhirnya ngikutin karena udah gelap gitu Iya karena pengin ngerubah ngerayunya gimana sih i sampai
Speaker A
bisa diizinkan Kang Eria tuh ngerayunya gimana ngerayunya ya gitu aja kita hidup susah gitu masa sih kita mau dihina aja sama orang Tolong bantu gitu Ini cara terakhir katanya gitu mudah-mudahan ke depannya kita udah jadi sukses enggak dipandang sebelah mata sama orang enggak
Speaker A
dihina sama orang enggak di hilangin identitas saudara dari saudara kita kita semua gitu apalagi sama orang tua ya gitu jadi akhirnya luluh gitu ya Iya mau mengisahkannya di malam mencekam mau Oke boleh nah sobat malam mencekam kisah yang menarik lagi dari tehemi ya nanti
Speaker A
bisa ditonton di video selanjutnya sebenarnya mau bayar apa sih punya hutang besar atau hanya karena krisis moral aja malu begitu Enggak cuman waktu itu ya kemauan suami Iya ada tekanan batin Iya ada ancaman juga iya utang mah enggak banyak sebenarnya utang mah ya
Speaker A
Enggak sih enggak terlalu banyak kalau ibarat kalau kata aku ya ibaratnya denganan nyecil juga nanti hilang hilang lunas beres gitu jadi enggak usah terjun ke situ juga nanti beres gitu Pokoknya mah Ini kata Sunda mah hayangarituar Oke betul nah sobat malam
Speaker A
cekam begitu saja nanti tonton videonya setelah video yang ini Terima kasih Ti Kang Eria sama-ama kas mudah-mudahan sehat selalu ya amin ya rabbal alamin asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Topics:pesugihanjual umurritual mistiskontrak umurkisah nyataketerpurukan ekonomiKang EriaMalam MencekamCianjurusaha dagang











