Skip to content

KESEHATAN MENTAL ALA ISLAM - PUTBAL

Diskusi tentang kesehatan mental dalam perspektif Islam dan bagaimana agama bisa menjadi solusi spiritual untuk masalah mental.

Key Takeaways

  • Agama Islam memiliki pendekatan spiritual yang dapat membantu kesehatan mental.
  • Kesehatan mental tidak hanya bisa diselesaikan dengan psikolog atau psikiater, tapi juga dengan pendampingan spiritual yang tepat.
  • Pemahaman agama yang benar lebih dari sekadar ritual, melainkan sebagai sarana penyembuhan mental.
  • Pendampingan dan empati seperti yang dicontohkan Rasulullah sangat penting dalam menangani masalah mental.
  • Ilmu kedokteran dan agama sebaiknya berjalan beriringan untuk solusi kesehatan mental yang komprehensif.

What the video covers

  • Pandji Pragiwaksono dan Ustaz Fikal membahas hubungan antara kesehatan mental dan pendekatan spiritual dalam Islam.
  • Awalnya Pandji skeptis bahwa agama bisa menjadi solusi untuk masalah kesehatan mental karena pengalaman pribadi.
  • Diskusi menyoroti bahwa kesehatan mental, fisik, dan spiritual saling terkait dan perlu pendekatan yang tepat.
  • Dijelaskan bahwa banyak orang masih menganggap agama hanya sebagai ritual tanpa memahami manfaatnya untuk kesehatan mental.
  • Contoh hadis tentang Rasulullah yang mendampingi anak sedih menunjukkan pendekatan spiritual yang penuh empati.
  • Ditekankan pentingnya pendampingan dan pemahaman bahwa salat dan rukiah bukan satu-satunya solusi untuk masalah mental.
  • Dibahas juga peran psikolog dan psikiater serta bagaimana ilmu kedokteran dan agama bisa saling melengkapi.
  • Ustaz Fikal menjelaskan bahwa agama memiliki peran maksimal dalam menjaga kesehatan mental jika dipahami dengan benar.
  • Pandji mengajak untuk membuka pikiran dan belajar kembali tentang bagaimana Islam memandang kesehatan mental.
  • Diskusi juga menyentuh pentingnya mencari obat dan terapi yang sesuai, termasuk terapi spiritual dan medis.

Answers

Questions about this video

Apakah agama Islam bisa menjadi solusi untuk masalah kesehatan mental?

Ya, dalam diskusi ini dijelaskan bahwa Islam memiliki pendekatan spiritual yang dapat membantu kesehatan mental, terutama melalui pendampingan dan pemahaman yang benar terhadap ajaran agama.

Bagaimana Rasulullah menangani masalah mental menurut video ini?

Rasulullah memberikan pendampingan dan empati, seperti dalam hadis tentang anak yang sedih karena burungnya mati, menunjukkan bahwa pendekatan spiritual Islam melibatkan kehadiran dan dukungan emosional.

Apakah cukup hanya dengan salat untuk mengatasi masalah kesehatan mental?

Tidak cukup hanya dengan salat; video ini menekankan pentingnya kombinasi antara pendekatan medis seperti psikolog dan psikiater dengan pendampingan spiritual agar solusi kesehatan mental lebih efektif.

Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:03
Speaker A
[musik] Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat datang kembali di konten Futbal, di mana seperti biasa saya akan ngobrol dengan Ustaz Fikal mencoba untuk belajar lagi soal Islam, mencoba untuk memperbaiki keyakinan-keyakinan saya di masa lampau. Kenapa ngomongin keyakinan-keyakinan di masa lampau? Hari ini kita akan ngomongin soal mental health. Saya kasih ini dulu ya, Ustaz ya. Saya kasih frame-nya ya.
00:23
Speaker A
ini kita akan ngomongin soal mental health. Saya kasih ini dulu ya, Ustaz ya. Saya kasih frame-nya ya.
00:29
Speaker A
di MSRE. Kalau ada yang ingat waktu itu gua pernah bilang bahwa orang yang sakit fisik banyak yang coba diselesaikan secara spiritual.
00:40
Speaker A
I orang yang sakit mental secara spiritual dan segala macamnya. Jadi ada kesehatan fisik, kesehatan mental, kesehatan spiritual. Gua waktu itu bilang, kalau lu sakit fisik lu ke dokter. Kalau sakit mental, lu psikolog atau psikiater. Kalau sakit spiritual lu coba
00:54
Speaker A
Orang yang sakit mental secara spiritual dan segala macamnya. Jadi ada kesehatan fisik, kesehatan mental, kesehatan spiritual. Gua waktu itu bilang, kalau lu sakit fisik lu ke dokter. Kalau sakit mental, lu psikolog atau psikiater. Kalau sakit spiritual lu coba untuk belajar lagi lebih dalam soal agama kepada ya guru, ustaz, ulama gitu.
01:02
Speaker A
Waktu itu gua punya keyakinan bahwa Heeh. agama tidak bisa jadi solusi terhadap kesehatan mental. Waktu itu gua cukup kuat keyakinannya karena mungkin didasari rasa kesal, dikit-dikit suruh salat, dikit-dikit suruh salat gitu. [tertawa] ketemu psikolog. Oh, kamu kurang salat
01:22
Speaker A
Waktu itu gua punya keyakinan bahwa agama tidak bisa jadi solusi terhadap kesehatan mental. Waktu itu gua cukup kuat keyakinannya karena mungkin didasari rasa kesal, dikit-dikit suruh salat, dikit-dikit suruh salat gitu. [tertawa] ketemu psikolog. Oh, kamu kurang salat lah. Gimana sih? Gua tuh ketemu sama lu tuh [tertawa] bukannya gua enggak tahu salat itu baik buat el, buat gua, cuman gua pikir tuh kalau kesehatan mental tuh pendekatan itu bukan pendekatan spiritual.
01:32
Speaker A
Oke. Tapi hari ini, Ustaz, saya mencoba untuk hadir dengan gelas kosong lah. Iya. Karena di salah satu episode, Ustaz tuh sempat sedikit banget tapi ee menyentuh topik bahwa sebenarnya di agama itu kesehatan mental tuh punya pendekatan spiritual juga.
01:51
Speaker A
Oke. Tapi hari ini, Ustaz, saya mencoba untuk hadir dengan gelas kosong lah. Iya. Karena di salah satu episode, Ustaz tuh sempat sedikit banget tapi menyentuh topik bahwa sebenarnya di agama itu kesehatan mental tuh punya pendekatan spiritual juga.
02:01
Speaker A
Iya iya. Jadi hari ini kita akan ngomongin di Islam sendiri kesehatan mental itu seperti apa i dan apakah sebenarnya Heeh.
02:09
Speaker A
I walaupun mungkin bukan apa istilahnya, Ustaz yang suka yang oh rukiah dirukiah mungkin bukan pendekatan atau mungkin bukan rukiah yang yang gua lihatlah gitu.
02:25
Speaker A
agama atau ulama gitu ya. Kalau dalam Islam [mendengus] gua lagi mau mencoba mencari tahu apakah ternyata memang benar kesehatan mental bisa punya penyelesaian spiritual.
02:35
Speaker A
Iya iya. Jadi hari ini kita akan ngomongin di Islam sendiri kesehatan mental itu seperti apa dan apakah sebenarnya emang bisa kita menyelesaikan permasalahan mental kita oke atau kesehatan mental kita secara spiritual. Sekali lagi ya dulu gua punya anggapan kesehatan fisik sakit fisik diselesaikan oleh dokter, sakit mental diselesaikan oleh psikolog, sakit spiritual diselesaikan oleh pemuka agama atau ulama gitu ya. Kalau dalam Islam gua lagi mau mencoba mencari tahu apakah ternyata memang benar kesehatan mental bisa punya penyelesaian spiritual.
02:43
Speaker A
Wis bagi Genzi agama itu kan kita bahas bahwasanya kita pernah bahas bahwasanya apa sih guna agama? Inilah guna agama seb yang paling ee paling menurutku paling maksimal yaitu adalah untuk kesehatan mental. Nah, ini dia. He ini mungkin banyak pertentangannya,
02:59
Speaker A
Oke, pertama-tama gini kita harus bahas bahwasanya agak aneh enggak apa-apa itu bagus [tertawa] banget karena ini justru topik pamungka sebenarnya.
03:05
Speaker A
Apa iya sebenarnya? [tertawa] Oke. Dan aku kasih tahu ujungnya nanti ujungnya adalah ee kenapa ee Mas seperti itu? Karena di kepala kita dan hampir sebagian besar orang Indonesia atau juga orang-orang muslimnya itu masih berlaku bahwasanya agama itu cuma sekedar ritual. Balik
03:19
Speaker A
Wis bagi Genzi agama itu kan kita bahas bahwasanya kita pernah bahas bahwasanya apa sih guna agama? Inilah guna agama seb yang paling paling menurutku paling maksimal yaitu adalah untuk kesehatan mental. Nah, ini dia. He ini mungkin banyak pertentangannya,
03:29
Speaker A
Nah, maka aku mulai dengan pernyataan kontroversial. Hm. Kalau ada orang yang ketika datang ada ustaz misalnya ya, datang tuh semuanya orang kepada dia terus dia bilang, "Ustaz, mohon maaf aku sakit mental nih." Atau aku punya mental isu. Aku
03:42
Speaker A
Ustaz. Karena saya aja dalam hati walaupun ngomong pengin datang dengan gelas kosong tuh kayak apa iya gitu.
03:50
Speaker A
Aduh, Ustaz terlampau berani, Ustaz. Loh serius. Terlampau berani ini. Dan ini sangat sunah sekali.
03:56
Speaker A
Apa iya sebenarnya? [tertawa] Oke. Dan aku kasih tahu ujungnya nanti ujungnya adalah kenapa Mas seperti itu? Karena di kepala kita dan hampir sebagian besar orang Indonesia atau juga orang-orang muslimnya itu masih berlaku bahwasanya agama itu cuma sekedar ritual. Balik lagi ke pembahasan yang kemarin. Soalnya penyelesaiannya penyelesaian ritual juga tuh. Kalau misalnya ada orang yang depresielesainya salat dan rukiah gitu kan.
04:11
Speaker A
banget dengan keluarga ini. Dan Rasul setiap kali datang, anak ini ceria banget. Suatu waktu ketika dia datang, anak ini mojok. mojok diam enggak mau ngomong.
04:19
Speaker A
Nah, maka aku mulai dengan pernyataan kontroversial. Kalau ada orang yang ketika datang ada ustaz misalnya ya, datang tuh semuanya orang kepada dia terus dia bilang, "Ustaz, mohon maaf aku sakit mental nih." Atau aku punya mental isu. Aku punya mental fatik dan segala macam. Ustaznya nyuruh salat berarti ustaznya yang sakit mental. [berdehem] [tertawa] Dan itu islami banget.
04:31
Speaker A
bilang, "Ya ya Rasulullah, dia itu lagi sedih, kenapa?" "Burungnya mati." Hm. Nah, berarti ini kan burungnya mati nih, Rasul. Oh, burungnya mati berapa lama?
04:41
Speaker A
Aduh, Ustaz terlampau berani, Ustaz. Loh serius. Terlampau berani ini. Dan ini sangat sunah sekali.
04:54
Speaker A
Wahai Abu Umair, burungmu ngapain? Burungmu ngapain? Burungmu ngapain?" Abu Umair dari situ ngobrol sama Rasulullah. Artinya Rasul cuma di situ ya, di hadis itu Rasul cuma memberikan sebuah pendampingan. Cuma pengin bilang sama Abu Umir, "Aku ada loh untuk kamu. Kalau kamu pengin
05:12
Speaker A
Kok gitu? Nah, karena gini, lihat ya. Rasulullah, ini sudah kita ulangi berkali-kali ya. Rasulullah ketemu dengan seorang Rasulullah sering banget mengunjungi rumahnya Abu Umair namanya, seorang anak kecil. Dan Rasul senang banget dengan dengan keluarganya. Jadi, Rasul familiar banget dengan keluarga ini. Dan Rasul setiap kali datang, anak ini ceria banget. Suatu waktu ketika dia datang, anak ini mojok. mojok diam enggak mau ngomong.
05:20
Speaker A
Mau masuk surga kayak gini aja sedih. Mana ada orang masuk surga sedih gara-gara burung. Lu burung mati, gua sahabat mati.
05:28
Speaker A
Nah, Rasul merasa ini ada sesuatu yang enggak baik nih, ada sesuatu yang salah. Maka dia nanya pada orang tuanya, "Ini anak kenapa?" Lihat ya, bukan langsung nanya ke anaknya ya, nanya ke orang tuanya, "Ini anak kenapa?" Orang tuanya bilang, "Ya ya Rasulullah, dia itu lagi sedih, kenapa?" "Burungnya mati." Nah, berarti ini kan burungnya mati nih, Rasul. Oh, burungnya mati berapa lama?
05:37
Speaker A
Karena Rasulullah aja enggak memberi pendamping, menyediakan diri gitu ya. Betul. Kapan kita mendengarkan istilah mental health? Pertama kali kita pas ke ee kita pas eh pas kita tumbuh dewasa kan enggak ada mental health, Mas.
05:51
Speaker A
Ya, segini ya, Rasulullah. Kenapa burungnya mati? Gini-gini dijelasinlah, ya. Oke, setelah dijelasin, Rasul datang ke tempat Abu Umair, anak ini. Rasul cuma duduk di sebelahnya lalu bilang ini, "Ya, Abu Umair, ma fa'alair. Wahai Abu Umair, burungmu ngapain? Burungmu ngapain? Burungmu ngapain?" Abu Umair dari situ ngobrol sama Rasulullah. Artinya Rasul cuma di situ ya, di hadis itu Rasul cuma memberikan sebuah pendampingan. Cuma pengin bilang sama Abu Umair, "Aku ada loh untuk kamu. Kalau kamu pengin ngomong, aku ada di sini. Kalau kamu gak mau ngomong, it's ok." Tapi Rasul enggak bilang, "Abuir, kayak gini aja sedih lu. Mau masuk surga kayak gini aja sedih. Mana ada orang masuk surga sedih gara-gara burung. Lu burung mati, gua sahabat mati. Itu aja gua tetap beriman pada Allah. Makanya salat yang benar biar ingat sama Allah." Nah, maka aku bilang kalau ada ustaznya bilang orang mentalnya suruh salat, dia sakit mental.
05:58
Speaker A
Tapi ternyata di dalam Islam Islam sudah membahas ini dari tahun 800 atau 900-an. Ada satu scholars yang sangat ternama.
06:06
Speaker A
Karena Rasulullah aja enggak memberi pendamping, menyediakan diri gitu ya. Betul. Kapan kita mendengarkan istilah mental health? Pertama kali kita pas ke kita pas eh pas kita tumbuh dewasa kan enggak ada mental health, Mas.
06:13
Speaker A
Dia seorang geografer. Dia kerjaannya buat peta dan segala macam. Tapi side daripada kerjaan dia adalah bikin materi tentang psikologi.
06:22
Speaker A
Betul. Saya baru mau ngomong mental health itu secara frasa ya mungkin baru kedengaran belakangan ini sih mungkin 10 tahun terakhir.
06:35
Speaker A
Ada alirannya tuh. Ada aliran. Tapi dia dalam e sela-sela waktunya meneliti tentang mental health.
06:41
Speaker A
Tapi ternyata di dalam Islam Islam sudah membahas ini dari tahun 800 atau 900-an. Ada satu scholars yang sangat ternama.
06:45
Speaker A
Oh, ini wilayah agama, oh ini wilayah medis. Oh, ini wilayah apa ya. Pokoknya ini adalah kita mau bantu orang aja.
06:50
Speaker A
Aku sering mengutip dia namanya adalah Albalhi. Abu Zaid Albalhi ini adalah seorang geografian, Mas.
06:59
Speaker A
H dan di situ dia mengidentifikasi. He. Salah satu identifikasi yang sangat berharga adalah kalau orang sakit fisik maka harus langsung diengage, harus langsung diinterep.
07:08
Speaker A
Dia seorang geografer. Dia kerjaannya buat peta dan segala macam. Tapi side daripada kerjaan dia adalah bikin materi tentang psikologi.
07:15
Speaker A
Karena kamu cuma memperburu keadaan. Ngasih nasehat sama orang yang lagi sedih itu enggak masuk.
07:21
Speaker A
Oh, menarik sekali. Iya. Jadi, Abu Zaid Albalhi ini terkenalnya seorang geografer. Dia punya sekolah geografi dan banyak murid-muridnya tentang geografi dan dia punya aliran geografi namanya Albalhian.
07:24
Speaker A
Penting banget. kita kadang-kadang enggak tahu kitalah aduh maksudnya niatnya pengin menyemangati atau nolong tapi kita malah bikin buruk keadaan gitu. Itu sering sekali terjadi.
07:34
Speaker A
Ada alirannya tuh. Ada aliran. Tapi dia dalam sela-sela waktunya meneliti tentang mental health.
07:41
Speaker A
H dia bilang enggak belum mau. Ya udah aku kadang-kadang cuma beliin coklat karena aku tahu dia suka coklat. Aku sedain di samping dia. Ud selesai. Karena dia mungkin lagi perlu waktu sendiri.
07:49
Speaker A
Kaitannya apa ya? Nah, zaman dulu orang kan polimat ya. Zaman dulu orang enggak membagi-bagi.
07:59
Speaker A
Hmm. Dari perasaan itu. Betul. Menarik sekali. Dia bagi dua nih. Lebih menarik lagi. Dia membagi dua.
08:07
Speaker A
Oh, ini wilayah agama, oh ini wilayah medis. Oh, ini wilayah apa ya. Pokoknya ini adalah kita mau bantu orang aja.
08:12
Speaker A
Lebih tepatnya lagi ee ada yang dari ini tahun berapa, Ustaz? 900-an. Gila. Iya, makanya gila ya itu pendekatannya zaman sekarang banget.
08:20
Speaker A
Nah, di buku dia itu dia membuat pedoman bagaimana cara untuk menangani orang-orang dengan penyakit-penyakit yang bersifat tidak fisik.
08:37
Speaker A
depresi. Ini dari dari luar dong ada pemicunya. Nah, maka menurut dia yang kayak gini gini ajak ngobrol.
08:44
Speaker A
Dan di situ dia mengidentifikasi. Salah satu identifikasi yang sangat berharga adalah kalau orang sakit fisik maka harus langsung diengage, harus langsung diinterep.
08:54
Speaker A
Gila. Jadi ngajak ngobrol. Memang diajak ngobrol. Nah, di sini ngobrolnya tentang segala macam. Contoh misalnya ya, ini sebelum kita masuk yang ke dalam ya.
09:00
Speaker A
Jadi ada orang patah tulang nih langsung benerin tulangnya langsung digips dan segala macam. Tapi kalau ada orang mental jangan diobatin.
09:21
Speaker A
Nah, ketika itu dia sedih banget dan sahabat enggak ada yang berani ngajak ngobrol. Rasul bilang, "Enggak apa-apa kalau sedih." Kenapa? Ini adalah orang yang kita sayangi. Ibrahim, kamu orang yang kami sayangin banget. Begitu terus sebenarnya Rasul benar-benar sedih dan
09:31
Speaker A
Karena kamu cuma memperburu keadaan. Ngasih nasehat sama orang yang lagi sedih itu enggak masuk.
09:44
Speaker A
Terus belum lagi terus jadi bilang alah mandul mati semua kan anakmu kan putus kamu daripada keturunan dan seterusnya.
09:50
Speaker A
Bahkan bunuh diri dia bisa tuh. Betul. Betul. Itu betul. Itu poin yang penting sekali.
10:07
Speaker A
switch cara berpikir Rasulullah. Jadi, dari berpikir apa yang hilang menjadi apa yang masih ada.
10:13
Speaker A
Penting banget. kita kadang-kadang enggak tahu kitalah aduh maksudnya niatnya pengin menyemangati atau nolong tapi kita malah bikin buruk keadaan gitu. Itu sering sekali terjadi.
10:18
Speaker A
Iya. Nah, jadi dan itu yang pertama. Tafsiran pertama. Tafsiran kedua Allah katakan inna aainakal kautsar. Bukankah aku sudah kasih kamu telaga Kautsar di mana kamu bisa ngasih syafaat pada seluruh umatmu? Artinya apa? Itu anak-anakmu yang sebenarnya. Anakmu Ibrahim itu cuma
10:31
Speaker A
Apalagi cewek. Iya iya betul anakku ya kalau dia lagi sedih, aku bilang oke. Aku cuma nanya mau makan apa.
10:37
Speaker A
Aku pikir aku bilang di sini. Oke. Di titik itu, itu cara Allah untuk melihat sori untuk membuat kita melihat sesuatu.
10:43
Speaker A
Dia bilang enggak belum mau. Ya udah aku kadang-kadang cuma beliin coklat karena aku tahu dia suka coklat. Aku sediain di samping dia. Ud selesai. Karena dia mungkin lagi perlu waktu sendiri.
10:50
Speaker A
bukan dari dalam bersifat nonfisik, tapi beliau bilang ketidakseimbangan di dalam badan. Menariknya ee Mas harus tahu dari tahun 800-an itu sampai tahun 1300-an atau bahkan sampai tahun 1700-an teori teori kedokteran modern belum ditemuin.
11:07
Speaker A
Jadi kita cuma mengawasi tapi janga
11:22
Speaker A
cairan satu lagi cairan apa aku lupa namanya. Tapi yang jelas ada empat ini yang mengendalikan e manusia. Jadi kalau tidak seimbang sakit kira-kira gitu. Itu teori lama. Nah, tapi Albalhi bilang ada ketidakseimbangan pada manusia yang sekarang dikenal menjadi
11:35
Speaker A
ketidakseimbangan hormon. W baru mau ngomong. Ah di situ beliau memberikan obat fisik. Hm. Keren banget ini.
11:43
Speaker A
Itu islami banget tuh. Coba artinya ya. Nah, artinya di masa itu sudah ada perbedaan antara psikiatri sama psikolog.
11:51
Speaker A
Iya. Kalau psikiatri dikasih obat, kalau memang itu ketidaksiman hormon, kalau misalnya psikolog adalah masalah cara pandang, sudut pandang. Dan Rasulullah itu biasanya dibuatin sama Bunda Aisyah Talbina.
12:03
Speaker A
Bunda Aisyah itu pernah ditanya, "Kok kamu tahu banyak tahu banyak banget tentang herbal nih Bunda Aisyah nih.
12:08
Speaker A
Mungkin nanti akan jadi ee apa ee sesuatu yang di-l up sama Sani nih. Kok kamu tahu banyak banget tentang herbal?" Katanya Bunda Aisyah. Iya.
12:14
Speaker A
Kalau Rasul sakit, semua dokter-dokter tuh pada datang. Dan aku itu ada di pinggir pintunya Rasulullah dan belajar dari mereka. Karena Rasul bilang, "Belajarlah tentang herbal." Nah, maka dia pelajari semuanya sehingga dia bisa ngasih resep pada para sahabat.
12:27
Speaker A
Dan terus kemudian salah satu resepnya adalah makanan namanya talbina. Talbina ini dari apa ya? Kayak kayak oat gitulah. E, Mas. Terus dibuat untuk Rasulullah kayak bubur gitu. Dan Rasul bilang, "Ini makanan memberikan keringanan bagi mental dan memberikan kebahagiaan."
12:42
Speaker A
Wow. Jadi ada obat yang memang memberikan itu. Nah, e ketika Albalhius kemudian mengatakan bahwa ada dua hal yang kita bisa bedain. Pertama, ada yang diajak ngobrol, ada yang dikasih makan, ada yang dikasih obat. Jangan semua dikasih obat atau dikasih diajak
12:54
Speaker A
ngobrol. Orang lagi stres diajak ngobrol, matilah. Atau ada orang yang misalnya dia permasalahan hormon diajak ngobrol ya dia tambah stres lah.
13:01
Speaker A
Ternyata ada penelitian misalnya kayak ee apa ya? Stres postpartum itu dialami satu di antara lima cewek.
13:06
Speaker A
Hm. Dan itu tidak berkaitan dengan keimanan. Iya, betul. Baby blues itu kaitan dengan keimanan loh maksudnya itu kaitan dengan fisik. Nah, Albalasi sudah buat ee apa namanya? Diagnosis seperti itu. Dan ketika terus kemudian sudah dibuat seperti itu, akhirnya dikembangkan oleh
13:20
Speaker A
orang-orang muslim menjadi apa, Mas? Coba, Mas. Menjadi dikaitkan dengan sunah Rasul. Wewangian itu termasuk terapi.
13:27
Speaker A
Ee suara-suara air termasuk terapi terus kemudian makanan-makanan. Kalau nanti besok kalau Mas ikut aku pergi ke Turki, kita pergi ke satu rumah sakit khusus sakit jiwa. Jadi, rumah sakit mental health yang pertama kali dibuat pada tahun 1500.
13:41
Speaker A
Wow. Heeh. Jadi, sebelumnya sudah ada sih, tapi ini yang paling modern waktu itu. Sampai di situ masih ada Mas, resep-resep untuk penyakit apa? Orang putus pacaran ini makanannya orang lagi ini, ini makanannya ini, orang lagi ini makanannya.
13:52
Speaker A
Wow. Jadi, Islam tuh sudah sampai di titik itu sampai dikasih di situ juga ada ee satu rumah sakit jiwa itu ada satu wangi-wangian, yang kedua suara air, yang ketiga apa, Mas? Musik.
14:05
Speaker A
Itu semua adalah solusi yang sama yang diberikan kepada orang-orang dengan kondisi mental zaman sekarang. 7 jam suara 432 frekuensi [tertawa] 432 cepat tidur e suara-suara alami membuat Anda bangun dengan sangat [tertawa] itu mah di dalam Islam udah udah dari
14:22
Speaker A
dulu kita gunain bahkan ada wewangian juga bahkan di situ ada ada rumusnya Mas nanti kalau Mas mau mau pergi ke ahli parfum tapi saranku yang ee bilang sama ee bilang sama S yang alami essential oil-nya kalau yang enggak alami ya
14:35
Speaker A
percuma aja e ada misal contoh kurang tidur ini ada pakai ee apa namanya lavender. Terus ee apa bergamot terus apa segala macam. Terus e kalau cepat marah ini ini ini. Kalau misalnya lagi sedih ini ini itu ada semua resepnya
14:48
Speaker A
Mas. Dan ada apa ya semacam kayak konun. Konun itu rumus untuk musik. Musik untuk siapa? Jadi kalau misalnya Anda lagi merasa apa? Ini musiknya, ini musiknya dan segala macam. Kalau kita sekarang musiknya semua sama. Oke gas. Enggak [tertawa]
15:04
Speaker A
semua sih, sebagian sebagian besar 5 lah. Tapi [berdehem] salah satu yang membuat hati saya hangat harus diakuin dan ee ngerasa lega adalah bahwa pergi ke psikolog dan ke psikiater tuh tidak berarti kita tidak islami gitu.
15:22
Speaker A
Karena [tertawa] kan anggapannya gitu. Karena tadi aja saya ngebuka dengan iya perat sakit mental diselesaikan secara ke ke psikolog dan psikiater sakit spiritual kepada ulama.
15:33
Speaker A
Betul. Karena di kepala saya terus di kepala saya saya pikir apakah harusnya sakit mental bisa diselesaikan secara spiritual?
15:41
Speaker A
Tapi barusan dari penjelasan Ustaz bahwa kalau lu lagi belajar agama terus lu ke psikolog, lu ke psikiater.
15:50
Speaker A
Hm. Terus ada yang berusaha untuk bilang sama lu, "Berti iman lu enggak tebal lu.
15:55
Speaker A
Lu kalau kalau emang orang Islam salat lu, kalau orang Islam sakit mental tuh." [tertawa] Berarti itu tidak tepat. Karena nih saya mah cerita padanya aja ya. Gua gua rutin ke psikolog dari tahun 2016.
16:08
Speaker A
Gua ee semakin konsisten tuh kayaknya di tahun 2002 1 2022 sebenarnya. Dan gua mulai ke psikiater baru setahun terakhir.
16:18
Speaker A
Heeh. Bahkan psikolog gua sendiri juga enggak langsung nyum obat nih, enggak. Ada ada proses di mana dia mencoba untuk mengurai, dia mencari tahu, baru kemudian sampai di titik tertentu dia ngerasa kayaknya untuk yang itu bisa diselesaikan karena mungkin antara
16:35
Speaker A
hormonal atau sesuatu yang lain i emang butuh obat dan obatnya memang membantu gitu. Gua suatu hari mungkin nanti kita akan cerita lah betapa betapa terbantunya gua dengan obat psikiater itu.
16:49
Speaker A
Terus ee berada di skakmat eh skakm di Futbal itu membuat saya berpikir, "Ustaz, ngambil pendekatan ini bertentangan enggak ya dengan menjadi seorang muslim gitu?" Betul. Ee dan sekarang dalam obran ini ternyata enggak karena ternyata Islam pun Iya. Ternyata itu
17:08
Speaker A
ada dalam Islam gitu. Menyediakan diri untuk berdialog, mendengarkan masalahnya apa, mencoba untuk menguraikan, mencoba untuk mengubah perspektif. Itu itu pendekatan psikolog banget. Iya.
17:20
Speaker A
Kadang-kadang saya ketemu psikolog itu bisa nangis hanya dengan mendengar mungkin A B C D E F G H langsung turun.
17:30
Speaker A
Benar banget lagi. Dan agama juga menyediakan itu sebenarnya dan agama juga mencontohkan itu gitu. dan dan pendekatan-pendekatan yang Islam ajarkan yaitu dengan dengan suara dengan dengan wewangian, dengan obat bahkan masih dijalan juga dengan ilmu psikiater bahkan mungkin enggak
17:51
Speaker A
tahu ya tapi bahkan mungkin ilmu-ilmu yang dipakai psikolog dan psikiater ini berporosnya ke apa yang diajarkan agama juga ujungnya banget. Albalhi bagi tiga. Ada biolog e biological ada ee ee psikological. He.
18:06
Speaker A
Ada satu lagi adalah sosial. Oke. Biological eh fisik eh fisik fisiologis. Phsikological e psikological psychological sama sosial.
18:20
Speaker A
Sosial. Jadi masalah mental itu ada tiga. Satu biological, hormonal. Yang kedua adalah psikologi, cara pandang kita. Yang ketiga, sosial.
18:29
Speaker A
He. Sosial itu adalah omongan orang. Oh. Itu pengaruh banget, Mas. Karena ada kalanya kita bukan cara pandang kita yang salah. Iya.
18:36
Speaker A
Orang-orang yang benar-benar kejam. Iya betul. Nah, jadi dia bilang kalau untuk psikological sama sosial itu ngobrol.
18:42
Speaker A
H. Tapi kalau biological jangan diajak ngobrol. Iya. Nah, oke. Yang Mas lakukan tadi itu terjadi di zaman Rasul.
18:49
Speaker A
Iya. Di zaman Rasul ada orang yang datang pada Rasul dengan pertanyaan mind blowing. Menurutku sih, dia bilang gini, "Ya Rasulullah, kalau aku sakit apakah aku harus pergi ke dokter?" Hm. Kenapa main blowing, Ustaz? Nah, karena seolah-olah ya yang aku baca
19:05
Speaker A
dengan pertanyaan adalah dia tahu dia sakit dan Rasul bukan tabib. Rasul bukan dokter kan? Rasul kan nabi kan.
19:13
Speaker A
Betul. Memberikan jalan hidup kan. Iya. Nah, dia dia lagi sakit nih. Lalu dia datang Rasul. Ya Rasulullah. Seolah-olah dia tahu bahwasanya bukan dia datang ke Rasul untuk minta jawaban, bukan untuk minta penyembuhan, tapi dia bilang, "Ya Rasulullah, kalau aku sakit, apakah aku
19:28
Speaker A
harus ke dokter?" Hm. Atau cuma dalam tanda kutip yang dia ngomong enggak yang dia enggak ngomong aku cuma aku cukup beriman aja dan cukup untuk salat aja ya kan. Apa kata Rasulullah? Tadawu cari pertolongan cari apa namanya get. H
19:45
Speaker A
cari obat karena Allah tidak akan memberikan penyakit kecuali Allah kasih obatnya. Tinggal kalian menemukan terus kemudian obatnya. Artinya Rasul tidak katakan ee ada yang datang, "Ya Rasulullah, aku kalau sakit apakah aku harus pergi ke dokter? salat benerin [tertawa]
20:02
Speaker A
karena Tuhan yang menyembuhkanmu ketika dolar lagi. Enggak [tertawa] gitu kan. Ayo cari nih kamu cari cari bantuan siapa yang bisa nyembuhin kamu gitu maksudnya.
20:14
Speaker A
Tadawu artinya cari dakwa, cari obat gitu kan ya. Nah ini ini yang terjadi pada e pada Rasulullah. Rasul tidak memandang rendah ilmu kedokteran. Maka sampai Imam Syafi'i berkata bahwasanya jangan tinggal di satu tempat kalau tidak ada ahli agama yang bisa ngasih
20:27
Speaker A
kamu solusi tentang agama. Dua, dokter yang bisa ngasih tahu kamu tentang kondisi kesehatan kamu.
20:33
Speaker A
Oke. Dan Imam Syafi'i berkata, "Ilmu itu dibagi tiga. Sepertiganya adalah kedokteran, penyembuhan, dan orang-orang Barat telah mendahului kita di dalam itu, katanya Imam Syafi'i." Penting banget kan?
20:45
Speaker A
Iya, betul. Berarti Islam eh emang penting sini belajar agama dengan orang yang tepat. Karena beda guru bisa beda jawaban loh. Terlepas dari benar atau tidak. Tapi ben Heeh.
20:59
Speaker A
Tapi dari kacamata saya, saya enggak kaget kalau misalkan ada banyak orang ngelihat Islam tuh sebagai agama yang tidak pro terhadap sains gitu.
21:10
Speaker A
Nah, karena tadi kan karena ujung-ujabannya kan oh ternyata biological, psikological, sosial itu semua islami kan. He.
21:17
Speaker A
Nah, oke. Tapi ternyata Oke, fakta yang sekarang kita temukan apa? Fakta sekarang kita temukan ada orang sakit, "Ustaz, aku sakit mental Ustaz." Ustaznya bilang, "Salat ingat Allah. Ala inna bidikrillah tatmainulub. Pakai dalil lagi. Ingatlah dengan mengingat Allah hatimu menjadi
21:34
Speaker A
tenang. He lah dia bahkan enggak mendiagnosis ini masalahnya masalah apa. Betul kamu. Oh kamu apa yang terjadi dari kamu? Oh aku baru melahirkan Ustaz. Oh kalau gitu coba e pergi ke hormonal.
21:43
Speaker A
Karena aku dengar kemarin ada penelitian bahwasanya ada postpartum e depression misalnya. Oh aku ini aja sedih, Ustaz.
21:49
Speaker A
Karena kenapa ber ee putus pacar? Oh ya sini kita ngobrol yuk. Iya. Ee kenapa kamu sedih? Ya ini ibuku baru meninggal. dia bahkan enggak nanya kenapa kenapa dia sedih. ujungnya cuma yang penting salat itu bisa nyelesaiin masalah atau kalau enggak dirukiah nih
22:02
Speaker A
aku kasih kemarin ketika kita ngobrol sama dokter Ian ar neuro saintis ee sor ee bedah neuro e apa ya bedah syaraf dia kedatangan orang dengan syoms orang-orang kayak mohon maaf kemasukan setan h teriak-teriak tiba-tiba jadi maung tiba-tiba jadi apa segala macam pokoknya
22:20
Speaker A
kayak orang kesehatanan lah pokoknya ee setelah terus kemudian ngelihat ee diagnosa seperti ini ditanya kamu ngapain aja ya ini kami sudah rukiah berkali-kali Dan anak ini enggak sembuh-sembuh.
22:30
Speaker A
Ternyata setelah diperiksa, Mas, tumor otak. Wow. Setelah dilakukan tindakan, dia membaik. Bayangin kalau andaikan dalam tanda kutip agama itu jadi agama itu cuma diartikan ritual. Coba andaikan agama, tapi agama bukan diagnosis yang tepat.
22:46
Speaker A
Menyerahkan pada ahlinya dan segala macam. Kalau itu yang terjadi mati tuh orang Mas. Dirukiah mati. Dan ketika dirukiah terus mati, orang bilang apa? Ya, kalau enggak dirukiah udah matinya udah dari kemarin lah. Ini kan pemahaman yang salah nih.
22:57
Speaker A
Nah, ini justru yang direkonstruksi sama Islam, direkonstruksi sama Rasulullah. Perilaku perilaku yang tidak dalam tanda kutip masuk akal.
23:04
Speaker A
Iya. Tapi itu menarik sekali ya sebenarnya [mendengus] tanpa ini agak agak sidet track sedikit tapi sebenarnya mengutip Ustaz Felix mungkin pernyataan ini kontroversial sebenarnya bahaya sekali memang kalau ada orang yang berpikir bahwa belajar ilmu agama saja cukup ah
23:33
Speaker A
karena semua pertanyaan solusinya jadi cuman agama. Kalau dia memperkaya dirinya dengan jadi spektrum keilmuannya luas. Betul dan spektrum keilmuannya luas juga atas nama Allah gitu.
23:46
Speaker A
Itu agama juga. Iya. Karena saya percaya saya diperintahkan untuk belajar, diperintahkan untuk baca, maka saya baca semuanya.
23:52
Speaker A
Heeh. Dan saya diperintah untuk tadawu, cari obat. Betul. Heeh. Karena mungkin ada juga orang yang belajar agama berpikir bahwa alam semesta ini semuanya sudah ada di Al-Qur'an. Jadi cukup untuk gua belajar Al-Qur'an. Ketidak ee ketidak tersediaan ilmu lain membuat
24:12
Speaker A
pilihan solusinya jadi sempit. Iya. Kalau yang dia tahu cuman agama, ya cuman agama doang yang bisa dijadiin solusi gitu. Dan makanya bersyukur kalau misalnya ada orang yang punya keilmuan yang luas, cukup luas gitu. Itu yang itu yang membuat Mas dilaporin kan
24:26
Speaker A
karena pemimpin kalau salat sudah pasti benar kan. Iya. Tapi kita lihat enggak banyak orang-orang yang salat ternyata menunjukkan hasil yang sebaliknya.
24:32
Speaker A
Kan kita sudah bilang salat itu hasil bukan penyebab. I [berdehem] orang pemimpin yang baik dia pasti salat. Nah, tapi jangan dijadikan salat sebagai sebab bahwa dia pasti benar.
24:40
Speaker A
Iya. Nah, ini kan sesuatu yang tadi masalah sequens kan gitu kan ya. Pertanyaan berikutnya, Mas Ros pernah stres enggak?
24:49
Speaker A
Mengingat beban yang beliau miliki dan era di mana beliau hidup? Harusnya sih banyak stresnya sih [tertawa] Rasulullah.
24:56
Speaker A
Oke. Menarik ya, Mas ya. Aku pertama jangan sebelum bahas Rasulullah, para sahabat itu ee ada banyak di antara mereka mencari ketenangan lewat salat.
25:04
Speaker A
Hm. Mencari ketenangan lewat salat. Oke. Saya bisa mengerti itu. Karena Iya. Levelnya jauh lah sudah daripada kita ya.
25:08
Speaker A
Iya. Tapi memang Ustaz harus diakuin, harus diakuin ada entah apa saya ngomong entah apa karena saya enggak ngerti ilmunya ya. Tapi ada sesuatu dari salat itu yang memang ngasih ketenangan. Harus diakuin itu.
25:24
Speaker A
Itu harus diakuin. Betul. Jadi tidak aneh gitu ya. Mungkin untuk orang lain disebutnya meditasi.
25:28
Speaker A
Iya. Mungkin buat kita salat yang adalah cara kita berkomunikasi dengan Allah itu punya unsur meditatif juga gitu. Mungkin ya. Mungkin kata orang biologi ketika [berdehem] kepala kita ditaruh rendah itu udara, darah ngalir semua ke badan sehingga kayak COVID pas kita lagi
25:47
Speaker A
sesakeng napas kan disuruh sujud. Nah, itu membuat ee kondisi transendetail itu muncul. Tapi memang betul ada sesuatu yang menyebabkan orang dekat sekali dengan Allah ketika salat kan. Nah, ada sahabat yang mencari hiburan lewat salat.
25:59
Speaker A
Karena memang Rasul juga ketika lagi ee stres, beliau akan salat. He. Nah, dan salat para sahabat nih, ini gila-gilaan nih salat para sahabat nih.
26:07
Speaker A
Ada seorang ee seorang sahabat namanya Salman Alfarisi kalau enggak salah nanti dikoreksi kalau salah. Beliau punya teman namanya Abu Darda. Salman Al-Farisi ini kerjanya salatnya luar biasa kencang sekali. Nah, ketika dia sudah ee kalau enggak salah Salman Alfarisi atau Abu Dzar al-Ghifari nanti
26:22
Speaker A
coba dicek ya. Nah, sahabat ini salatnya kencang banget sampai istrinya nih ngomel, "Mas, kan dicari Abu Dadah. Mana sahabat saya ini?" Istrinya bilang dia itu salat mulu, puasa mulu. Kalau siang dia puasa, malam dia salat. Terus maksudnya apa? Iya.
26:40
Speaker A
Masa dia cuma itu aja dia lakukan. Tahulah nih Abu Darda nih ini orang berarti enggak merhatiin istrinya, enggak merhatiin yang lain selain salat sama puasa.
26:48
Speaker A
Dia datang pada sahabatnya, "Makan yuk." Wai puasa. Ah makan aja. Kan aku sudah datang. Udah makan. Ini sudah sunahnya makan. Akhirnya mereka makan.
26:55
Speaker A
Malam-malam pas mereka lagi salat, "Udah enggak usah salat. Kamu sama istrimu aja. Istrimu punya hak." Dari situ terus kemudian dia ngasih tahu kata-kata Rasul, "Penuhi setiap hak orang." Karena tubuhmu punya hak, orang lain punya hak, Allah punya hak, semua punya hak. Bagi
27:08
Speaker A
haknya orang masing-masing sesuai dengan haknya. Itu mental hal tuh. Jadi jangan kira oh kalau aku salat terus aku dekat banget nih sama Allah. Lu mental illness karena ada banyak yang lu harus urusin nih.
27:19
Speaker A
Iya, betul lah. Kenapa enggak wajar juga ya? Enggak wajar kan. Nah, maka kata-kata Rasul, berikan setiap hak haknya masing-masing. Setiap yang berhak penuhi semua haknya masing-masing. Badan punya hak, orang lain punya hak, ibu punya hak, istrimu punya hak, anakmu punya
27:32
Speaker A
hak, Allah punya hak, semua punya hak. Penuhin semuanya. Iya. Tapi, tapi kalau balik lagi ke pertanyaan tadi, Rasulullah ada stresnya.
27:41
Speaker A
He. Nah, Rasulullah itu berkali-kali stres. Makanya ada satu ada 1 tahun anaknya meninggal aja.
27:47
Speaker A
Betul. Udah jadi alasan ya. Nah, ini istrinya yang meninggal yang bayangin Mas Khadijah, Bunda Khadijah itu luar biasa sih. Rasul ketika ditanya tentang bagaimana kenangan beliau tentang Bunda Khadijah, kata-katanya romantis banget. Beliau berkata, "Ruztu hubbaha. Mencintainya adalah karunia bagiku." Asik. Jadi
28:03
Speaker A
gokil. Iya, memang gokil. Memang luar biasa. Beliau beliau selalu tidak pernah bisa untuk move on daripada Bunda Khadijah.
28:09
Speaker A
Begitu Bunda Khadijah wafat, itu pertolongannya hilang semua. Duitnya hilang, pertolongan ee apa? Pertolongan mentalnya hilang, dan ee ibu daripada anak-anaknya hilang, kan. Nah, berarti tiga ini hilang. Dan di saat yang sama dia kehilangan ee apa namanya? Ee Abu
28:23
Speaker A
Thalib, pamannya ngelindungin dia dalam keadaan belum muslim. Bayangin Rasul kayak apa. Nah, makanya saking sedihnya Rasul pernah ditanya kapan waktu paling sedih? Ya, di daerah itu. Amul Huz namanya tahun kesedihan. Karena benar-benar Rasul sedih banget pada saat itu. Nah, saat itulah beliau dihibur
28:38
Speaker A
oleh Allah dengan surat Yusuf. Turun satu surat itu untuk menghibur Rasulullah. Nah, jadi teman-teman bisa kalau lagi sedih coba baca surat Yusuf. Mungkin dari cerita itu kalau misalnya Dipo bisa membuat building yang e bagus menceritakan apa latarnya dan segala
28:52
Speaker A
macam itu mungkin jadi ceritanya bisa jadi lebih bagus tuh. Nah, tapi yang sama stresnya adalah ketika Rasulullah diturunkan ada satu ayat ini ayatnya ngeri nih Mas. Ayatnya begini. Wala tahinu wala tahzanu wa antumul a'launa intuntum mukminin. Sampai Allah bilang
29:06
Speaker A
gini, "Eh, Muhammad dan para pengikutnya jangan kalian merasa tahinu. Tahinu itu artinya merasa wahan." Wahan itu dalam pandangan orang Indonesia. Cuma hubud dunia, karahiyatul maut, cinta dunia, takut mati. Masa Rasul takut mati dan cinta dunia enggak. Tapi wahan ini
29:22
Speaker A
artinya adalah sesuatu cacat yang bersifat sementara. Contoh ya, Mas ya. Ee di dalam Al-Qur'an ada kata-kata inni wahana admu minni.
29:32
Speaker A
Inni wahanal admu minni. Eh katanya Zakaria, "Tulangku udah wahan." Artinya awalnya tulangnya biasa, tapi akhirnya dia udah tua, tulangnya bungkuk, sakit.
29:42
Speaker A
Kayak kita misalnya kalau udah umur 40 Mas ya, Panji berdirinya agak lama nih. Harus menyesuaikan diri dulu.
29:49
Speaker A
Ada bunyinya he ada gitunya dulu. [tertawa] Tapi kalau kita masih 20-an langsung berdiri. Betul.
29:54
Speaker A
Nah, itu adalah tulang kita sudah mengkhianati kita. Tulang kita sudah wahan. Nah, wahan adalah cacat sementara. Gara-gara sesuatu yang kita lakukan, kita tidak bisa melakukan sesuatu dengan sebagaimana mestinya.
30:03
Speaker A
Oke. Atau misalnya contoh ya, ada satu orang salah makan sehingga dia sakit perut dan enggak bisa berdiri, itu namanya wahan.
30:10
Speaker A
Tapi cuma sementara aja. Begitu hilang, hilang semua. Allah katakan, "Wahai Muhammad dan pengikutnya, jangan kalian merasa wahan dan jangan kalian merasa huzan, jangan merasa sedih. Wa antumul auna dan kalian sebenarnya lebih tinggi daripada mereka ketika kalian tahu apa
30:23
Speaker A
itu saat itu perang Uhud. Perang Uhud itu, Mas, mereka kalah. Orang-orang muslim kalah, Rasul hampir mati. Dan Rasul sebelah sininya ini bolong ee kena panah. Ada yang bilang kena ee godam gitu sampai terus kemudian luka sampai ke dalam." Jadi bisa dibayangin
30:38
Speaker A
wahannya itu seperti apa. Ada orang lihat Rasulullah ketika lagi salat atau ketika dia lagi ceramah ininya luka parah. Ini kan sangat ya Allah pemimpin.
30:45
Speaker A
He. Kemarin kita menang nih perang Badar. Masa kita sekarang perahut kayak kayak gini kayak setback banget nih. Ini hancur banget nih. Rasul diam. Rasul enggak pernah ngomong pada saat itu.
30:55
Speaker A
Kenapa? Karena beliau dalam tanda kutip kesal, marah, sedih, para sahabat meninggal. Dia merintahin 40 pasukan pemanah. Jangan turun. Ternyata turun.
31:03
Speaker A
Gara-gara itu mereka kalah. Padahal mereka awalnya sudah menang. semuaah stres. Setelah muncul ayat itu, barut terus kemudian Allah menghibur Rasulullah. Dengan cara apa? Dengan cara tadi ee jangan kalian merasa merasa ee wahan, jangan merasa sedih karena Anda lebih tinggi kalau Anda beriman. Ingat,
31:19
Speaker A
Anda tuh beriman. Yang kedua, tahu enggak Allah bilang apa di dalam Al-Qur'an ini? Keren nih. Allah bilang, "Kalian merasa diri kalian terluka. Kan?
31:26
Speaker A
Kalian tahu enggak mereka terluka juga? Bahkan lebih keras terluka mereka." Dan Allah bilang, "Dan kalian harus tahu mereka terluka gara-gara apa dan kalian terluka gara-gara apa." Artinya kalian tetap di atas angin sebenarnya kalau kalian tahu.
31:38
Speaker A
Allah ganti lagi cara pandangnya kan. Iya. Terus e Rasul disuruh sama Allah fafu anhum wastagfir lahum. Itu 40 orang itu kan enggak mau diajak ngomong sama Rasulullah. Kata Allah Muhammad maafkan mereka. Yang pertama. Yang kedua, mintakan mereka ampun kepada aku. Berat
31:54
Speaker A
enggak, Mas? Coba Mas iya. Ada orang ngecewain Mas banget. benar-benar buat hidup pas hancur dalam satu hari tiba-tiba kita harus ngampunin mereka bukan hanya ngampunin, oke ngampunin mudah, tapi mintain mereka ampun pada Allah. Yang ketiga, wasyawirhum fil amr dan ajak mereka
32:08
Speaker A
dalam musyawarah kembali. Libatkan mereka lagi karena mereka sudah belajar sesuatu yang sangat sulit. [terkesiap] Nah, itu ee itu akhirnya membuat Rasul regroup lagi. Dan Rasul jadi ngerti, "Oh, jadi ini caranya ya. tambahan satu lagi,
Topics:kesehatan mentalIslamspiritualpsikologipsikiaterpandji pragiwaksonoustaz fikalmental healthrukiahagama dan kesehatan

Get More with the SozAI App

Transcribe recordings, audio files, and YouTube videos — with AI summaries, speaker detection, and unlimited transcriptions.

Or transcribe another YouTube video here →