Skip to content
Get App

234 Bahasa Indonesia Listening - About Trains (99% Indonesian)

Podcast Bahasa Indonesia bersama Windah membahas pengalaman naik kereta api di Indonesia dan perbandingan dengan kereta di luar negeri.

Key Takeaways

  • Kereta api tetap menjadi moda transportasi favorit meskipun teknologi sudah maju.
  • Pengalaman naik kereta di jam sibuk bisa sangat tidak nyaman karena kepadatan penumpang.
  • Kereta di Indonesia belum terintegrasi dengan baik sehingga masih sulit mengandalkan sepenuhnya untuk perjalanan.
  • Kereta di luar negeri, seperti di Tiongkok, menawarkan kemudahan dan kenyamanan lebih dibandingkan di Indonesia.
  • Kereta panoramik adalah inovasi menarik untuk menikmati pemandangan selama perjalanan di Indonesia.

What the video covers

  • Podcast ini didukung oleh Patreon dan mempromosikan aplikasi Sensonim untuk belajar kosakata.
  • Episode ini membahas Hari Kereta Api Nasional dan pengalaman pribadi Windah naik kereta api.
  • Kereta api di Indonesia masih disebut kereta api meskipun mesinnya sudah modern dan menggunakan listrik.
  • Windah sering naik KRL Jabodetabek saat tinggal di Depok dan berbagi pengalaman naik kereta di jam sibuk yang sangat padat.
  • Kereta api di Sumatera juga ada, Windah pernah naik kereta dari Binjai ke Medan untuk jalan-jalan.
  • Di Jakarta Utara, stasiun kereta api jarang dan sulit dijangkau, sehingga lebih sering menggunakan ojol.
  • Pengalaman naik kereta di Tiongkok lebih nyaman dan pemeriksaan di bandara sangat ketat, membuat Windah lebih suka naik kereta di sana.
  • Kereta api di Indonesia jangkauannya belum luas dan belum terintegrasi dengan baik sehingga masih perlu kendaraan pribadi atau ojol.
  • Ada kereta panoramik di Indonesia dengan jendela besar untuk melihat pemandangan, tujuan seperti Bandung, Jogja, dan Surabaya.
  • Windah mengajak pendengar berbagi cerita tentang kereta di negara mereka dan mendukung podcast melalui Patreon.

Answers

Questions about this video

Apa itu KRL Jabodetabek yang disebutkan dalam podcast?

KRL Jabodetabek adalah singkatan dari Kereta Rel Listrik yang melayani wilayah Jakarta dan sekitarnya, menjadi moda transportasi umum yang nyaman dan murah.

Mengapa Windah tidak suka naik kereta di jam sibuk?

Karena pada jam sibuk seperti pukul 7 pagi, kereta sangat penuh hingga penumpang harus berdiri berdesakan, membuat pengalaman naik kereta menjadi tidak nyaman.

Apa kelebihan kereta api di Tiongkok menurut Windah?

Kereta api di Tiongkok lebih nyaman dan pemeriksaan di bandara sangat ketat sehingga Windah lebih memilih naik kereta dibanding pesawat karena peraturan yang lebih rumit di bandara.

Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:02
Speaker A
Halo semua, kembali lagi di podcast Bahasa Indonesia bersama Windah. Podcast ini bisa didengarkan di Spotify, YouTube, dan masih banyak platform lainnya. Sebelum kita mulai episode ini, aku mau mengucapkan terima kasih kepada Natasha, Sangyun, dan Tieri karena sudah mendukung podcast ini melalui Patreon.
00:24
Speaker A
Semoga podcast ini bisa terus membantu kalian belajar bahasa Indonesia, ya. Kamu suka mendengarkan cerita di podcast ini? Coba Sensonim, aplikasi belajar kosakata lewat cerita yang menarik.
00:37
Speaker A
Sensonim juga punya sensor suara dan gerakan seperti sentuhan dan ekspresi wajah untuk membantu kita mengingat kosakata dengan lebih baik. Contohnya untuk kata senyum, kita harus tersenyum ke kamera. Sensonim tersedia di Google Play dan App Store. Seperti biasa, tautannya sudah kutulis di keterangan.
00:57
Speaker A
Ya, episode pertama untuk semua cerita bisa dibaca gratis. Kalau daftar akun premium pakai kode Windah 10, kamu bisa mendapatkan diskon potongan 10%. Daftar Sensonim dengan kode Windah 10. Sensonim dengan kode Windah 10. Selamat mencoba dan selamat belajar.
01:20
Speaker A
Nah, tanggal 28 September yang akan datang adalah Hari Kereta Api Nasional. Jadi di episode ini aku mau berbagi pengalamanku naik kereta dan juga sedikit pengetahuan tentang kereta.
01:36
Speaker A
Pertama-tama soal istilah kereta api. Walaupun sekarang sudah pakai mesin yang lebih baru dan canggih, sudah pakai listrik, kereta masih sering disebut kereta api dalam bahasa Indonesia. Ini sudah melekat. Istilah ini tidak dapat dipisahkan dari budaya Indonesia. Jadi, para pendengar jangan bingung ya. Hanya
02:04
Speaker A
namanya saja yang masih kereta api, tapi mesinnya sudah lebih canggih. Nah, kereta api itu kendaraan umum yang paling aku suka. Rasanya jalan-jalan naik kereta itu berbeda. Duduk di kursi yang nyaman, lihat pemandangan di luar jendela sambil merasakan suara geduk
02:28
Speaker A
geduk geduk dari gerakan kereta. Entah kenapa rasanya nyaman dan damai banget. Enggak selalu begitu sih, tergantung keretanya juga. Kalau di Indonesia kereta itu cukup mudah ditemukan.
02:46
Speaker A
Dan termasuk salah satu pilihan kendaraan umum yang nyaman dan murah. Yang paling sering aku naiki namanya KRL Jabodetabek.
03:00
Speaker A
KRL itu singkatan dari kereta rel listrik. KRL Jabodetabek punya banyak jalur. Jadi kita bisa keliling Jakarta dan sekitarnya dengan menyambung beberapa kereta untuk mencapai tujuan.
03:19
Speaker A
Waktu kecil aku tinggal di Depok di sebelah selatan Jakarta. Nah, aku sering banget naik KRL. Pertama dari rumah naik angkot ke stasiun.
03:34
Speaker A
Lalu aku naik KRL jalan-jalan di sekitar Jakarta Selatan. Pernah sekali waktu aku sudah remaja, jam 7 pagi aku naik KRL. Wah, itu keputusan yang salah besar karena jam 7.00 itu puncak keramaian orang berangkat kerja. Bukan hanya enggak dapat kursi,
04:00
Speaker A
aku harus berdiri terhimpit lautan manusia. Betul-betul kejepit, depan belakang, samping, semuanya bersentuhan dengan tubuh orang lain. Aku rasanya nyesal banget naik KRL jam segitu. Enggak lagi deh, naik kereta waktu jam berangkat atau pulang kerja.
04:25
Speaker A
[mendengus] Diingat-ingat kembali momen itu, aku rasanya kagum sekaligus kasihan dengan pejuang rupiah yang kantornya jauh dari rumah.
04:39
Speaker A
Harus berangkat pagi-pagi berhimpitan di kereta dan waktu pulangnya setelah kerja sudah capek, masih harus berdesakan lagi di dalam kereta.
04:55
Speaker A
Sampai rumah sudah malam, ada yang langsung istirahat, ada yang masih punya urusan lain. Besoknya diulang lagi seperti itu. Aku enggak ada maksud membanding-bandingkan nasib. Tapi kalau diingat-ingat jujur aku jadi bersyukur.
05:17
Speaker A
Masih punya waktu ngobrol sama keluarga di rumah, ada waktu membuat podcast. Ada waktu olahraga dua kali seminggu.
05:28
Speaker A
Mungkin ini hal yang biasa, tapi tidak semua orang punya ini. Ya, kembali lagi ke topik kereta api. Bukan hanya di Pulau Jawa saja, di Sumatera juga ada kereta api. Dulu waktu SMA aku tinggal di Binjai, satu kota kecil di
05:51
Speaker A
Sumatera Utara. Karena Binjai itu kota kecil, mall-nya cuma ada satu dan itu pun kecil. Jadi, aku sering naik kereta api ke Medan buat jalan-jalan di mall yang lebih bagus dan besar-besar.
06:13
Speaker A
Nah, kalau sekarang tinggal di Muara Karang, aku udah jarang banget naik kereta api di Jakarta Utara. Stasiunnya sedikit dan jauh-jauh semua. Kalau mau ke sana, aku harus naik beberapa kendaraan lain seperti ojol atau Transjakarta.
06:35
Speaker A
Aduh, ribet banget deh. Terlalu rumit. Lebih baik naik ojol langsung sampai ke tujuan. Enggak usah pindah-pindah kendaraan lagi. Kalau kata orang sih, Jakarta Utara itu tempat tinggal orang have, orang kaya. Jadi enggak butuh kereta. Tapi ternyata bukan begitu.
06:59
Speaker A
Kalau kata Google, Jakarta Utara itu dekat pantai. Jadi tidak cocok untuk dibuatkan rel kereta api.
07:09
Speaker A
Yah, sayang banget ya. Padahal aku suka naik kereta buat ngindarin macet di jalan. Dulu waktu tinggal di Tiongkok, aku sering naik kereta. Mau itu kereta bawah tanah ataupun kereta antar kota.
07:28
Speaker A
Waktu bawa mama papa jalan-jalan di Tiongkok, mereka kagum banget dengan kereta yang ada di sana.
07:37
Speaker A
Waktu di Tiongkok, aku lebih senang jalan-jalan naik kereta daripada pesawat. Kadang-kadang naik pesawat itu bikin aku merasa cemas, merasa gugup.
07:51
Speaker A
Bukan karena takut ketinggian atau takut naik pesawat ya, tapi aku cemas kalau sampai ke bagian pemeriksaan.
08:03
Speaker A
Di sana pemeriksaan di bandara itu ketat banget. Banyak aturan soal power bank, soal cairan yang kita boleh bawa itu berapa banyak dan barang apa yang lebih baik dimasukkan ke kabin, dimasukkan ke bagasi. Aduh, ribet banget deh kalau kereta api. Peraturannya enggak seribet
08:28
Speaker A
itu pemeriksaannya tidak terlalu ketat, jadi aku lebih suka naik kereta api. Nah, [menghela napas] kalau di Indonesia memang kereta jangkauannya belum terlalu luas dan tidak saling terhubung seperti di Tiongkok.
08:50
Speaker A
Jadi masih agak sulit ya kalau mau jalan-jalan dengan sepenuhnya mengandalkan kendaraan umum. Kalau di Indonesia masih perlu bawa kendaraan sendiri atau naik ojol.
09:06
Speaker A
Rumahku sekarang lebih dekat bandara daripada stasiun. Jadi jarang naik kereta. Walaupun begitu, naik kereta api di Indonesia tetap jadi pengalaman yang seru dan pastinya harus dicoba. Apalagi sekarang di Indonesia sudah ada kereta panoramik dengan jendela yang besar banget buat
09:33
Speaker A
kita melihat pemandangan di luar. Kereta panoramik ada yang tujuan Bandung, Jogja, dan Surabaya. Aku jadi pengen juga coba naik kereta panoramik.
09:48
Speaker A
Nah, jadi bingung deh mau jalan-jalan di Jawa lagi atau ke Sulawesi dulu, ya. Nah, bagaimana dengan para pendengar? Di negaramu keretanya seperti apa? Kamu suka naik kereta atau tidak? Kirimkan ceritamu ke [email protected] atau langsung tuliskan di kolom komentar
10:14
Speaker A
ya. Episode kali ini sampai di sini. Jangan lupa dukung podcast ini dengan menjadi sahabat Windah di Patreon dan dapatkan transkrip serta terjemahan untuk semua episode yang ada di podcast ini. Bisa juga dukung podcast ini dengan membagikannya di media sosialmu serta
10:35
Speaker A
memberikan penilaian di Spotify dan Apple Podcast supaya semakin banyak orang yang mendengarkan. Sampai jumpa di episode berikutnya dah.
10:46
Speaker A
Ah.
Topics:kereta apiKRL Jabodetabektransportasi umumHari Kereta Api Nasionalpengalaman naik keretakereta panoramikbelajar bahasa Indonesiapodcast bahasa IndonesiaSensonimtransportasi di Indonesia

Get More with the SozAI App

Transcribe recordings, audio files, and YouTube videos — with AI summaries and speaker detection. 30 minutes free.

Or transcribe another YouTube video here →