Skip to content
Get App

TUMPAK SEWU DEFINISI KEINDAHAN ALAM INDONESIA - Eps.202 #vlog

Vlog petualangan keindahan alam Tumpak Sewu di Lumajang, Jawa Timur, dengan panorama air terjun dan pengalaman seru road trip.

Key Takeaways

  • Tumpak Sewu adalah destinasi air terjun yang sangat indah dan wajib dikunjungi di Lumajang, Jawa Timur.
  • Ada dua jalur utama menuju Tumpak Sewu, dari Lumajang yang lebih landai dan dari Malang yang lebih menantang.
  • Persiapan perlengkapan yang tepat sangat penting karena kondisi jalan yang licin dan basah.
  • Keindahan alam dan suasana tenang di Tumpak Sewu memberikan pengalaman yang menyegarkan dan rileks.
  • Wisata ini ramai dikunjungi wisatawan lokal, sehingga perlu kesabaran saat antri untuk foto dan eksplorasi.

What the video covers

  • Memulai petualangan di Lumajang, Jawa Timur, dengan tujuan utama Tumpak Sewu Kapas Biru.
  • Perjalanan singkat dari hotel ke base camp Tumpak Sewu dan persiapan sebelum eksplorasi.
  • Diskusi tentang jalur menuju Tumpak Sewu, perbedaan rute dari Lumajang dan Malang, serta tingkat kesulitannya.
  • Pengalaman melihat air terjun setinggi 120 meter dengan banyak sumber mata air yang sangat indah.
  • Aktivitas di lokasi seperti makan bersama, persiapan gear, dan tips membawa perlengkapan yang sesuai untuk kondisi basah.
  • Penjelasan tentang kondisi jalan yang licin dan curam, serta pentingnya menjaga keselamatan selama turun dan naik.
  • Interaksi dengan pemandu lokal dan cerita tentang fenomena alam seperti kejernihan air saat Idul Fitri.
  • Eksplorasi tambahan ke Goa Tetes dan panorama Kapas Biru yang menambah keindahan wisata alam ini.
  • Pengalaman antri untuk foto dan suasana ramai pengunjung lokal yang menikmati keindahan Tumpak Sewu.
  • Penutup dengan ajakan untuk like, comment, subscribe, dan bergabung di membership channel.

Answers

Questions about this video

Apa itu Tumpak Sewu dan dimana lokasinya?

Tumpak Sewu adalah sebuah air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 120 meter dengan banyak sumber mata air, terletak di Lumajang, Jawa Timur.

Bagaimana jalur menuju Tumpak Sewu dan tingkat kesulitannya?

Ada dua jalur utama menuju Tumpak Sewu, yaitu dari Lumajang yang lebih landai dan dari Malang yang lebih menanjak dan sulit. Jalur dari Lumajang lebih direkomendasikan bagi yang ingin perjalanan lebih mudah.

Apa saja persiapan yang perlu dilakukan sebelum mengunjungi Tumpak Sewu?

Persiapan penting meliputi membawa perlengkapan yang tahan air seperti action cam, memakai sepatu yang tidak licin, membawa powerbank, dan mempersiapkan fisik karena jalur menuju air terjun cukup curam dan licin.

Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:00
Speaker A
Memulai petualangan di Lumajang, Jawa Timur. [musik] Dengan banyak panoramanya yang harus indah, dimulai dari Tumpak Sewu Kapas Biru. Bagaimana keseruan di [musik] alam rumah kali ini?
00:12
Speaker A
Halo teman-teman semuanya, balik ke channel gua. [musik] Oke, di video kali ini kita bakal explore Sewu yang di mana itu adalah salah satu wish list gua selama road trip ini. Ini dari hotel kita buat ke base camp-nya itu sekitar 7 menit doang.
00:40
Speaker A
Kemarin gua cek di maps. So, let's go. Masih jam... pas kita udah sampai cuman telat 16 menit bisa buka peta ya.
00:52
Speaker A
Peta. [musik] Peta. Di depan ada Dora dan monyetnya. Kurang ajar, rangsel. Aku petanya, Kak. Rangel aja lu.
01:04
Speaker A
[tertawa] Terus si peta itu noing. Gua dulu waktu kecil kalau lagi nonton Dora terus petanya nanya, "Apakah kamu melihat ini?" Diam kayak bat itu di depan mata lu. [tertawa] Sama lama. Iya kan gua kesal banget nonton dua orang kayak nanya mulu itu.
01:20
Speaker A
Kelihatan. Di situ. [musik] Numpak Sewu. I'm coming. Cantik sekali. Dari mana ini? Dari Jakarta, Ibu.
01:35
Speaker A
Oh, ini adalah omelet yang aku pesan. Mari kita makan. Indomie Nanda sudah sampai. Juga sudah sampai.
01:47
Speaker A
Habis lebih kara udah habis. Kalau gua kenapa lu makan mie? Cepat aja cernanya 10 cernanya.
01:54
Speaker A
Eh, cernanya apa? Makannya. Kalau lu bilang cerna mie lebih cepat dibandingkan nasi sih gua pukul pahal benar-benar barusan.
02:00
Speaker A
Enggak apa-apa dipred kayak gini supaya ratain. Wow. Mau enggak, Pak, protein? Tidak. Terima kasih.
02:14
Speaker A
Enak banget. Demi omeletnya enak. Sebenarnya ini bukan omelet, kayak telur dadar aja sebenarnya. Berarti aku luru setengah di Bali banget ayam gepreknya.
02:36
Speaker A
Karena kita kurang tidur di sini cuma tidur 4 [musik] jam doang. Yakin enggak mau, Mbak? Enak.
02:44
Speaker A
Cuman tepungnya ya. Ekspektasi gua gaknya enggak ada tepung. [tertawa] Ini nih yang harus diberang gini nih.
02:52
Speaker A
Makan dulu. Udah gua kayaknya pulang Jakarta gua mau apa? Spa. Scrub. Scrub sih. Sarapan selesai. Mari kita [musik] prepare.
03:05
Speaker A
[musik] Kita start dari base camp. Abang nanti yang panorama Kapas Biru itu di mana?
03:20
Speaker A
Iya nanti di sana lagi. Beda lagi. Kita naik mobil ke sana. Oke, perjalanan [musik] dimulai untuk menuju gate Tumpak Sewu.
03:38
Speaker A
Ini kalau ke pintunya cuman satu atau lebih dari satu? Lebih dari satu. Dua. Iya.
03:44
Speaker A
Satunya satunya dari Via Malang. Via Malang. Iya. Cobaan Sewu. Oh, tapi ujungnya sama. Sama tapi beda cara. Oh, lebih sulit yang mana?
03:54
Speaker A
Lebih sulit yang dari cobaan Malang. Oke. Kalau di sini kan ada landainya. Oh, kalau di sana full nanjak.
04:00
Speaker A
Iya. Oke. Syukur kita sini Lumajang ya. Tapi soalnya yang gua cari tahu tuh emang ini Tumpak Sewu dari Lumajang.
04:10
Speaker A
Iya emang dari Lumajang. Mau Malang wop wop. Dia mau lari wopi lari. Ternyata perjalanan menuju ke dalam lumayan juga. Makanya gua sama Baba dan Nanda agak lari-lari tipis karena olahraga.
04:53
Speaker A
Kita lurus saja kita ke panorama jual buah-buahan ya. Kalau ke bawah ke mana, Mas?
04:58
Speaker A
Ke bawah. Jalannya di sini nanti kita turun ke bawah. Ini lihat air dari atas.
05:04
Speaker A
Oh ini buat kita ngelihat air terjun dari atas. W sampai. Wow. Wow. Jalan yang dari Malang.
05:21
Speaker A
Ini dia Pak Sewu. Air terjun yang memiliki tinggi sekitar 120 m dan mengalir dari banyak sumber mata air.
05:29
Speaker A
Gua ngelihat kemandangan ini dengan mata gua sendiri. Enggak dari video banget ini kita mengantri, Mas, untuk foto. Iya mau ngantri ini mau foto ya nanti saya panggil kalau sudah giliran kakak lucu banget dulu Kak Gris ya iya betul.
05:48
Speaker A
Habis dari mantra ya iya betul betul DNF enggak ini DNF apa finish enggak finish baru mulai apa yang mantra enggak enggak ikut mantra oh enggak enggak enggak aku mantra hotel Benar kan mulia?
06:03
Speaker A
Oh kirain ikut mantra. Enggak ikut pakak belum belum kuat sih outfitnya udah outfit doang Mas. ini mah indah [musik] banget sih asli suara airnya tenang dan bikin rileks banget Itu Semeru ya?
06:44
Speaker A
Iya tadi katanya Semeru. Semeru. Semeru berapa meru? Anjay anjay anjayak Sewu dari Malang. Hei bawa apaan?
06:57
Speaker A
Bawa kamera itu. Fuji. Bawa liquid. Eh itu bawa Fuji. Makan basah lu bawah kakak beneran basah basah.
07:08
Speaker A
Kuyupnya kalau kita kan adapnya ke sana, tapi yang basah cuma depan aja. Oh, enggak boleh ngadap belakang.
07:14
Speaker A
Aku mundur gini balik ya jalan mundur. Iya, enggak apa-apa. Entar gua pegangin deh. Di balik tasnya.
07:22
Speaker A
Oh iya benar kayak di Cina. Pintar deh kamu. Kapan si? Terus bawa ini bawa tisu. Bawa powerbank.
07:33
Speaker A
Kan powerbank benar harus dibawa kan. Aku kira tadi kita pakai OS. Makanya kan aku pakai, aku kan bilang dari kemarin, dari kemarin gua bilang enggak action cam, action cam Tumpak Sewu harusnya action cam. Makanya gua follow up terus action cam-nya di mana?
07:45
Speaker A
Action cam-nya di mana? Karena Tumpak Sewu itu basah banget. Tadi aku tidak iya benar.
07:51
Speaker A
Berarti tadi tadi aku mikir Osmo ditaruh ngapain bawa power powerbank ya? Iya juga ya. Ya udahlah kesalahannya.
07:58
Speaker A
Ah udah ngamut lah. Terus ngapain kalau ngebut bikin ada getra? Oh, sampai rusak kamu gantian.
08:07
Speaker A
Ih, kaba matanya bengkak ya, M ya? Kurang tidur. Iya, kurang tidur banget matanya kan.
08:14
Speaker A
Habis ini gua nyetir. Enggak apa-apa pakai ini aja selesai masalah. Tadi ada yang nanya, Kak Gris habis ikut mantra ya? Berarti lu udah cocok ikut mantra gak bisa kaki gua gini-gini ikut mantra 5 kil di gunung apa? 38 kilo. Itu di mana?
08:33
Speaker A
Mantra itu di mana ya? Aduh lupa gua. Tapi lihat Ciguah dia hampir di Fue bilang di storynya mantra tuh serem.
08:41
Speaker A
Mantra pokoknya trail run lah semua tuh belum. Itu trail runan. Saya pribadi aja merasa belum sanggup.
08:48
Speaker A
Gua kira kayak mantra ya. Habis dari mantra. Iya. Kirain nama hotel gua udah. Wal [berteriak] masih mantra lu.
08:57
Speaker A
Enggak aku ingatnya hotel kita namanya mantra. Mayang. Iya, emang sama-sama M. Untung lu ngomong loh. Kalau enggak gua gua orang kira gua kuat banget loh.
09:08
Speaker A
Gear gua emang full gear gua gua akuin sepatu, ankle, nih, jaket e buat run.
09:16
Speaker A
Tapi itu 3 kilo aja. [tertawa] 3 kilo aja udah bisa masih nanti kita pulangnya aja bar kita cari spot aja karena ramai banget. Enggak kalau di sini enggak ada. Kalau kon sini emang kayak gini udah lanjut nanti lanjut ke bawah.
09:32
Speaker A
Lanjut bawah dulu nanti naik lagi waktu naik lumayan kalau naiknya nanti kita beda lagi dan kita ke gua tetes nanti. Oh iya. Oh masih ada goa tetesnya kali ya.
09:41
Speaker A
Masih bisa banyak footage. Di mana dari bawa ke goa tetesnya berapa lama, Mas? Ini mungkin sekitar 20 menit.
09:48
Speaker A
Habis dari gua [tertawa] tetes kita ke habis dari gua tetes baru selesai panorama Kapas Biru ya.
09:54
Speaker A
Yo. Iya. I lupa saya. Itu naik mobil lagi kan ke sana. Naik mobil lagi sekitar berapa ya? 5 menit atau 7 menitan gitu.
10:01
Speaker A
Oh dekat banget ya. Dekat. Dia ke arah atas apa ke arah hotel Mulia itu? Ah, kita ke arah hotel Mulia itu.
10:07
Speaker A
Lewatin, lewatin hotel Mulia. Oh lewatin. Sekarang kita mau lanjut turun ke bawah. Let's go. Kita [musik] main air di bawah. Buat lu orang yang mau ke Tumpak Sewu, di sini gua ikut open trip ya sampai nanti kita ke Kapas Biru.
10:18
Speaker A
Semuanya udah include per orangnya cuma Rp350.000 aja. Jam sampai di bawah ininya bahaya ini ke belakang.
10:33
Speaker A
Yang gua suka ya kalau kayak terjun soalnya dia turunan dulu bukan naikan bawa belum keringetan ya nanti enggak apa-apa gua lebih mending naik sumpah tapi kalau misalkan saya di gunung kemaran itu gua nangis ngadap gak ada landai sepanjang jalan gua dari datang sampai
10:58
Speaker A
Masuk tuh rame banget wisatawan lokal Pangu pun mancam negara yang terpersonal banget sama keindahan Tumpak Sewu ini.
11:04
Speaker A
Guys, kita mengantri untuk turunnya ya. Ini licin lagi. Mana bekasan di bawah? Benar-benar harus diperhatikan karena banyak ada yang bolong tangganya.
11:28
Speaker A
Oh, ini terjal banget. Hati-hati pegangan ya Nak. Wop. Iya. Lagi itu enggak licin sepatunya.
11:38
Speaker A
Ini bekas longsor. Heeh. Ini banyak longsor. Longsornya kapan masa? Ini bulan Mei. Mei ini.
11:44
Speaker A
Iya. Bulan lalu kemarin. Bulan lalu. Oh, iya. Ini udah Juli ya? Aku ngira ini juga masih Juni. Iya.
11:52
Speaker A
Ini-om ini kayaknya terjal nih kalau lihat ini ya. Iya sih lihat jalan apa dia.
12:12
Speaker A
Nah di sini spot yang harus hati-hati karena curang banget. Orang kalau turun harus ngambil pegangan pinggiran dari si tangganya ya. [musik] Safety itu number one pokoknya karena ini benar-benar curam dan licin guys.
12:22
Speaker A
Jalan mulai berairan lanjut aja lanjut. Ya, gua mau nyoba naik naik lewat sini atau...
13:36
Speaker A
Ada enggak 13nya? Eh i nanti ya gituin. Boleh bisa foto enggak? Boleh boleh. Entar ya. Lagi lagi tisuan mukanya.
13:47
Speaker A
Iya iya. Keringatan parah. Eh, gua keringetan parah sih, Nan. Gua taruh samping ya. Makasih ya.
13:59
Speaker A
Mask, Mbak. Dorongin, Mbak biar kencang, Mbak. Ayo. Dahah. Gitu dah. Masa dia muter-muter? Ah miring.
14:11
Speaker A
Pakai ini. Miring, miring ininya. Miring talinya. Enggak bisa kentuk-kentuk, coy. Awas. Oh, tapi kita naiknya enggak ada gini kan?
14:21
Speaker A
Enggak lagi. Nanti enggak bakal ram. Oke, mari kita ngonten dulu, Guys. Enggak kerasa perut keroncongan. [musik] Untung di sini ada UMKM jadi bisa jajan.
14:36
Speaker A
Kamu tak mau cabeak enggak? Enggak makan cabe. Fotonya di mana, Mas? Fonya kita di bawah. Jalan lagi sekitar enggak sampai 1 menit.
14:54
Speaker A
Serius? Serius. Benar. Ini orang gunung suka bohong ya. Nah, nanti kalau gua tus kita pasti ke sana.
15:02
Speaker A
Terus sih gua ditipu 5 menit lagi sampai kagak sampai-sampai itu biar lebih semangat enggak jadi marah mas.
15:10
Speaker A
Sekarang kita turun lagi ke paling dasar masuk dari antara tebing di atas dan sangat estetik banget untuk difoto.
15:17
Speaker A
J buang sama sembarang yang disediain ya. Masuk sampah. Hm. Buset coklat ya kebunnya ya.
15:29
Speaker A
ya pelan-pelan pelan saja licin jalannya pelan-pelan. Wah. A cakep banget kan bagus cakep banget kayak dinosaurus Jurassic Park. Jurasik kayak dinosaurus sih kan.
15:55
Speaker A
Langsung aja gua jadi fotografer hari ini. So, let's go. Aber momen ini. [musik] Kenapa banget?
16:07
Speaker A
Tapi kamera enggak bisa menangkap seperti mata. Kita beli mata aja buat tangkap foto mata kamu.
16:14
Speaker A
Lu tahu enggak sih? Lihat putih-putih gak di sini. Nah, ini ini nih kayak percikan air.
16:19
Speaker A
Iya, debit airnya sampai sini. Persihkan airnya maksudnya. Iya. Siapkan. Masukkan kamera [musik] cek dulu.
16:35
Speaker A
Tapi aslinya airnya emang coklat gini, Mas. Nah, di atas ee ini ada tambang tambang pasir. Jadi, kelihatan coklat.
16:43
Speaker A
Bagus itu pas hari raya Idul Fitri kan semua tambang kan libur 3 hari. Nah itu baru kelihatan jernih gitu.
16:50
Speaker A
Oh iya semua jerni. Kagres karena kata abangnya kalau mau airnya jernih pas tahun pas Idul Fitri karena tambangnya lagi tambang pasir di atas libur 7 hari libur hari.
17:01
Speaker A
Oh gitu tapi rame iya ramainya orang pada pulang kampung. Nah lanjut kita lanjut lanjut.
17:08
Speaker A
Oke. Maaf ya Mas berhenti-berhenti aman santai aja. Dari sini ke gua tetes 20 menit.
17:13
Speaker A
Iya 20 menit jalannya ke sana. Serius enggak? Ya serius ini. Serius. Itu jembatan apa, Mas?
17:18
Speaker A
Jembatan buat nyperang ke air terjunnya. Masuk ya, Mas. Ayo yuk. Takut nyangkut. Pernah lihat bidadari enggak, Mas? Si apa?
17:44
Speaker A
Engak pernah. Ini depan matam. Bisa aja. Nah, depan ini sampai kita sampai ke mana? Air terjun.
17:53
Speaker A
Iya, dari view dari bawah. Wow. Ih, gede banget. Kita merasa kecil ya di dunia ini.
18:00
Speaker A
Iya. Wow. Aku baru lihat spoilernya dikit. Ayo. Itu Wow. Suka itu sih gua. Gua emang kayaknya emang ranah gua, bukan ranah gua sih, emang kesukaan gua kayak curuk, air terjun gitu sih, bukan gunung.
18:25
Speaker A
Sebenarnya di sana itu kayak berbentuk L kalau lihat dari atas. Wow, dingin banget. Mindset kita di atas sana.
18:53
Speaker A
Oke ayo yuk sama-sama. banget banget. Semakin dalam ke titik tumpak Sewu, semakin emis gua sama keindahan dan aliran air yang turun. Fcknya salah satunya berasal dari hulu kali gidik gelereng Gunung Semeru.
19:20
Speaker A
Tempat umum. Kok dia berani banget kayak ngetoknya di gini tuh ram kita pakai action cam udah jaga biar aman ya enggak pengeluaran rotip benar gede banget nih aduh gua cek mutasi sih ngeri banget kemarin tadi lu k ke sini pasti becek
19:39
Speaker A
kita nunggu aja udah basah ya juga ya pakai j hujan ya enggak lupa gua juga foto di antara batu-batuan yang besar dan unik ini.
19:51
Speaker A
[musik] Untung kita pakai sepatu ya, B ya. Kalau enggak sih mati anj udah pasti licin.
19:57
Speaker A
Gua yakin juga sih. Oh, enggak apa-apa sepatu beli juga ya udah buat dipakai. Betul.
20:03
Speaker A
Cuci. Ini juga ada pemakaian berkali-kali. Kali kali kali kali kali foto di sana. Sekarang kita bakal naik ke atas kayaknya lewat sini ya.
20:11
Speaker A
Oke, Kakak lewat sini ya jalannya. Oke. Tinggi banget. Mari kita naiket. Buset jalanannya Bos.
20:24
Speaker A
Oke, kita bakal foto di batu-batu ini. Yang atas lagi yang atas itu yang orang berdiri ada cewek. Nah, kita foto situ ya.
20:31
Speaker A
Oh, naik lagi berarti ya. Nah, mandi lah kayak gini. Oh, kita jadinya foto di situ, Guys. Ini bukan di sini.
20:41
Speaker A
Ini dia cerita gua dan Tumpak Sewu, keindahan alam di Lumajang, Jawa Timur. [musik] [musik] Dekat banget, Nan.
21:01
Speaker A
Ya udah kelar, Mas. Videonya cuma vlog doang. Awas. Aman. Udah. Ke mana, Mas? Kita lanjut ke sana.
21:13
Speaker A
Sana. I balik ke tempat tadi, ya, Mas. Iya, aku emot emot emot. Let's go kita balik ke atas, Guys.
21:33
Speaker A
[musik] Ini gua bikin jelek sih, sumpah warnanya enggak matching. Oke, tetap hati-hati karena kita melewati jalan setapak alias papan untuk menyeberang.
22:07
Speaker A
Kita ketemu itu guys. Tapi kalau misalkan ke sini enggak pakai guide gitu bisa sendiri?
22:28
Speaker A
Bisa, bisa sendiri bisa. Cuma lebih enak pakai guys sih sebenarnya ya kalau boleh jujur. Sebenarnya ini udah ada rute lengkapnya di sini ya. Nanti kalau jalan ke hotes harap hati-hati ya. Licin.
22:40
Speaker A
Iya. Lanjut. Yuk lanjut. Wow. banget ya ke mana, Mas? Ya, kita lanjutkan. Nah, batu yang pernah ini ke sini. Nah, ke sini dikit.
23:30
Speaker A
Sakit enggak kepalanya? Nah, kuatnya kita masih naik ke atas sana. Kasihan enggaklah kalau jatuhnya pelan.
23:45
Speaker A
Eh, aku ngelihat kepalanya tuh kebentur. Makanya aku nanya kepala nahan kepala kan. Tenang, gua udah sering jatuh.
23:52
Speaker A
Gua yang ngoce-goce nih. Ya udahlah. MS cepath kameranya cepat nih. Boleh kayak gitu segini lagi.
24:11
Speaker A
Baru puas ketawa banget setelah dipikir-pikir itu lucu banget. Lu jadi panik dulu tapi gua lihat oh kepalanya enggak bocor enggak kenapa-napa gua ketawa balik aku lagi aku lagi berjuang ngelewatin air ya ter di depan cat yang bikin luceng Freddy kaget lagi
24:36
Speaker A
ngoceng-ngoceng eh Pak Han tapi katanya kalau jodoh tuh bisa ketemu tiga kali tadi udah ketemu tiga kali belum udah jodoh mungkinudah ini kita sampai di telaga biru telaga biru i Ini dari dulu telaga biru karena dulu itu warnanya biru.
24:54
Speaker A
Baru mau nanya kok biru? Tapi sekarang lagi enggak biru ya? Iya. Ada banjir besar baru itu kena.
25:02
Speaker A
Oh birunya dulu di mana, Mas? Di sana itu. Nah airnya. Iya bisa buat berenang dulu. Oh gitu.
25:09
Speaker A
Iya. Dalam. Dalam berapa meter? Mungkin e seginilah. Oh, bawa atlet 2an ya. 2 meter.
25:18
Speaker A
Tapi emang air turbun tuh sebagus itu. Di sini tuh banyak potong sampah, Guys. Jadi jangan buang sampah sembarangan.
25:23
Speaker A
Tadi aku mau marahin cewek kenapa dia buang tisu sembarangan. Lu ambil apa enggak yang aku gituin. Kok lu bilang gua lu betot rambutnya.
25:33
Speaker A
Dia lagi foto-foto pakai ini terus dibuang gitu aja. Terus aku ngelihatin doang kan enggak diambil.
25:38
Speaker A
Lu gak kasih tahu gua ped nanti ya ke depan. Semangat semangat semangat banyak ya. Gila, itu orang menurut gua wajib banget sih buat datang ke Sewu.
26:25
Speaker A
Sewu bagus banget demi apapun benar-benar bagus banget ini kayak gin terbagus aku. Hati-hati awas ya.
26:39
Speaker A
Oh. Hati-hati ya. Iya. Mau minum dulu. Oh, capek. Kita berhenti dulu baru kita lanjut.
27:18
Speaker A
Apa aja yang paling bagus? Ini satu sewu, dua tetes, satu pelangi, kapas biru. Kawas biru ada dua panorama kapas biru sama kawasu. Terus coba apa itu?
27:32
Speaker A
Ajin juga. Oh, jin juga. Oke. Terus terus Semeru, Kalio. Kawi, Kali teeng. Kali kebo itu apa?
27:40
Speaker A
Kali kebo itu camp ground. Apa? Camping ground. Campoundat. Oh iya. Oh iya. Ih, seru banget, Mas. Oh, benar bawa basak ya. Apa tadi namanya? Kali KB seru banget ya. Seru banget sih ini.
27:58
Speaker A
Ternyata banyak yang bisa diekplore ya jalannya. Jamburbar aja. Iya buat jalan ke sini ya Mas. Naik mobil saya mabok di jalanan ya Mas. Makasih, Mas.
28:21
Speaker A
Iya. Kita lurus ini naik. Iya naik ini. Nah, kiri dulu. Kiri kita ambil kiri.
28:41
Speaker A
By the way, guys, sekarang kita akan menuju ke Tetes. Enggak sabar sih gua untuk masuk.
29:18
Speaker A
Kak GR Kak Baba Kak Baba ada ulet ulet tangan sini sini sampai gua dan waktunya masuk kita dalam yuk yuk Baba mau explore enggak? Lu enggak mau. Titip tas sama Kak Baba aja atau enggak? Ya udah bentar HP ya. Kita mau explore
29:54
Speaker A
dalam dulu. K Bapa nih tas boleh. Oh gelap. Iya gelap tuh. Ini dalam Mas.
30:02
Speaker A
Dalam. Nah segini mungkin. Oh sepaha. Kita mau explore goa. Kita masuk ke dalam goa. Uh ini buat berenang gitu biasanya ya.
30:13
Speaker A
Iya. Bisa di sini. Oh, banget. Ih, enak sih berenang di goa tuh adem gitu. Oh, ini sekecil ini aja, Mas.
30:21
Speaker A
Iya, boleh jalan situ. Oh, ini bisa jalan itu ada lobat. Masih bisa ke sana, ya?
30:27
Speaker A
Eh, enggak, enggak bisa itu. Enggak bisa itu jalan sana. Oh, enggak boleh. Iya, enggak boleh.
30:33
Speaker A
Seru sih. Asli ada adrenalinnya juga pas masuk gua tetes gini. Seru banget. Ayo kita kembali.
30:50
Speaker A
Setelah kita menelusur goa, kita akan pulang karena kita mengejar jam juga. Jam kita harus jalan dari sini maksimal.
31:16
Speaker A
[musik] Berhenti dulu gak apa-apa. B. Nah, kita masih nanjak lagi ini. Ini tanjakan terakhir.
31:39
Speaker A
Oke. Anjir. Tadi awal kita lewat sini enggak, Mas? Enggak. Beda. Kita lewat sana. Oh, beda jalur ya?
32:00
Speaker A
Iya. Iya. Tapi kalau enggak ke gua tetes berarti kita pulang lewat sana. Iya sama.
32:11
Speaker A
[musik] lagi hard rate-nya bukan Bukanya apa gua kalau bukan permasalahan hard juga gua gas terus itu udah depan udah parkirannya Mas iya parkiran gua tetes tapi kita masih naik lagi parkiran yang tadi motor parkir [tertawa] masih naik lagi.
32:58
Speaker A
Gua wajib nurunin heart rate kalau enggak entar gua serangan jantung. Kalau gua serangan jantung mati.
33:06
Speaker A
Jangan. [tertawa] Iya kan ada riwayat dari keluarga. Akhirnya sampai juga. Cepat ya kalau udah mau balik. Tapi di sini lumayan capek. Jadi kita mampir dulu ke warung Bu Anik. Kita istirahat [musik] dulu, coy. Sambil minum kelapak. Asay.
33:35
Speaker A
Itu satunya Ibu ya. Sama-sama masih minum air [lonceng] muka kakak merah banget. Heeh. Kayak orang habis digombalin salting keringetan pasti merah kak baba hijau jadi buto hijau alias sumpah i apa tahuin apa sih apa sih yang lucu di kamera
34:12
Speaker A
bibir k pakai pakai lipstik [tertawa] pink banget Masuk langsung kita jalan lagi. WS ewes ewes bablas ini.
34:23
Speaker A
Langsung aja kita OT menuju ke mobil untuk pergi ke next destination [musik] lebih enak kayak gini.
34:37
Speaker A
Iya memang ketika kamu sudah capek overuse kakinya. Kalau misalkan kamu jalan ke belakang bebannya tidak seberat pas kamu kayak gini. Pendaki culture, Mas.
34:48
Speaker A
Oh, itu Gunung Semeru ada di depan, Kak. Iya, parkiran kita ini. I di sini.
35:01
Speaker A
Destinasi selanjutnya kita akan menuju ke panorama kapas biru. [musik] Kita sudah sampai di spot Panorama Kapas Biru. Jadi, let's go. Cuma semenit doang. Jalan. Huh.
35:22
Speaker A
Nah, sama aja. Mana? Hah? Kabut pelangi. Kabut pelangi. Ini lewatnya sebelum tumpak saya, Pak.
35:29
Speaker A
Oh, sebelum tumpak saya. Oh, bagus juga ya ternyata. Ya, belakangnya emang Semeru. Oh, kan tadi e saya sudah bilang kalau pakai drone pasti kelihatan.
35:39
Speaker A
Oh gitu. Kan tadi kelihatan sedikit dari samping. Nah. Kak, nanti kita ke sini lagi.
35:47
Speaker A
Kita pakai bentar doang kan soalnya enggak enggak enggak terjang kan. Enggak, enggak sampai 1 menit mungkin.
35:56
Speaker A
Yuk jalan. Benar ya. Ini 1 menit mung ya. Ayo kita langsung masuk aja, Guys.
36:03
Speaker A
[musik] [musik] Semoga one day aku bisa mendaki kamu ya, si Mary. Aku sembuhin kakiku dulu ya.
36:31
Speaker A
Semoga one day aku bisa mendaki Semeru. Amin. Bagus banget sih sumpah. Jadi kalau misalkan mau foto di sini tuh kita harus ngantri guys. Dan ini antrian kita tuh di 105. Sedangkan antrian foto ini di 84. Anggaplah e di situ kan batas waktu
36:50
Speaker A
foto 2 menit per orang. Anggap 84 84 - 105 31 31 * 2 sejam. ngantri untuk foto doang.
37:00
Speaker A
Gu ngitung hal yang sama lagi kayak area ini cuma kayak gini aja ya. Iya cuma gini aja warung dan spotnya cuma satu di sini saja.
37:11
Speaker A
Oh spotnya hanya satu di sini aja karena kita mengejar jamnya dan kalau foto kayaknya kapan-kapan.
37:20
Speaker A
Bayangin ini week days dan enggak ada libur panjang kan ini Mas sebenarnya enggak libur anak sekolah enggak sih masih masuknya? Oh iya, tapi jarang biasanya ini masih hitungan libur hari pasti ramai gini.
37:32
Speaker A
Iya, meski enggak libur emang destinasi yang lagi diminati banget hot main di alam gitu ya. Baguslah destinasi alam lebih seru sih menurutku dibandingkan perkotaan mall-mall gitu.
37:45
Speaker A
Ini sebenarnya pengen foto cuman karena waktunya enggak memungkinkan kita harus berangkat ke Sala which is sekitar 7 jam. Kalau kita berangkat jam . Ya, itu jam 8.00 malam kita nyampai. Jadinya ini kita bakal berangkat ke hotel lalu mandi beres-beres jalan kurang lebih jam
38:06
Speaker A
.00. Oke, Teman-teman semuanya terima kasih buat kalian yang sudah menonton. Jangan lupa like, comment, dan subscribe dan di juga join membership. Sampai jumpa di video berikutnya. Bye bye.
38:18
Speaker A
[musik]
Topics:Tumpak SewuLumajangJawa Timurair terjunwisata alam Indonesiaroad tripvlog perjalananKapas BiruGoa Tetespetualangan alam

Get More with the SozAI App

Transcribe recordings, audio files, and YouTube videos — with AI summaries and speaker detection. 30 minutes free.

Or transcribe another YouTube video here →