Video ini membahas konservasi dan budidaya anggrek spesies langka di Balai Lawang, Yogyakarta, serta pentingnya pelestarian anggrek Indonesia.
Key Takeaways
- Budidaya anggrek spesies memerlukan ketekunan dan pengetahuan khusus, terutama dalam polinasi.
- Pelestarian anggrek spesies penting untuk menjaga keanekaragaman hayati dan warisan alam Indonesia.
- Menyilangkan anggrek antar section dianggap tidak etis dan dapat merusak keaslian spesies.
- Anggrek spesies memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan potensi pasar internasional yang besar.
- Konservasi anggrek juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat lokal.
What the video covers
- Video memperkenalkan Balai Lawang Konservasi Anggrek Spesies di Desa Karanggeneng, Sleman, Yogyakarta.
- Fokus utama adalah budidaya anggrek spesies dengan metode polinasi dan riset kolaboratif bersama biologi BM.
- Penjelasan tentang tantangan memelihara anggrek spesies, termasuk tingkat keberhasilan budidaya yang rendah.
- Larangan menyilangkan anggrek antar section untuk menjaga keaslian spesies dan etika konservasi.
- Anggrek spesies dianggap sebagai investasi karena kelangkaannya dan harga yang cenderung naik.
- Pasar internasional memiliki permintaan tinggi untuk anggrek spesies, termasuk benang sari dan tanaman dewasa.
- Harga anggrek spesies bervariasi, dari Rp75.000 untuk bibit hingga puluhan juta untuk tanaman langka dan dewasa.
- Konservasi ini juga berfungsi sebagai wadah edukasi dan pelestarian kekayaan alam Indonesia.
- Harapan untuk menjadikan wilayah sekitar sebagai Kampung Anggrek Spesies dengan dukungan masyarakat dan pemerintah.
- Video menutup dengan ucapan terima kasih dan ajakan untuk mendukung pelestarian anggrek melalui channel Dalang Jawa.
Chapters
- 00:00Pengenalan Balai Lawang Konservasi Anggrek Spesies
- 01:52Fokus Budidaya dan Kerjasama Riset Anggrek
- 02:35Tantangan Budidaya dan Praktek Mahasiswa
- 03:38Etika Konservasi dan Larangan Menyilang Anggrek
- 04:19Anggrek Spesies sebagai Investasi dan Pasar Internasional
- 06:56Harga Pasar dan Izin Ekspor Anggrek
- 08:16Motivasi dan Harapan Pelestarian Anggrek Lokal
- 10:07Visi Kampung Anggrek Spesies dan Dukungan Masyarakat
- 12:15Penutup dan Ajakan Mendukung Pelestarian Anggrek
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
[Musik] [Musik] Saat ini kita berada di tempat konservasi spesies, apa namanya, khusus untuk anggrek. Namanya Balai Lawang Konservasi, eh, Kelelawang Spesiested. [Musik] Bagi kalian yang suka tanaman anggrek, khususnya anggrek-anggrek spesies, nih tempatnya. Kalau kalian datang ke Jogja, mampir ke sini bisa belajar, bisa belajar.
Speaker A
Dan [Musik] awalnya dulu saya memang mendatangkan bisa dari Papua, ya, cuman kemudian dari mengambil itu kan saya belajar ternyata mengambil itu pun tidak semudah memelihara. Memeliharanya itu tidak semudah yang kita bayangkan. Jadi kemungkinan hidup matinya itu 50-50, saya mikir.
Speaker A
[Musik] Itu akhirnya saya fokus dibudidaya saja, jadi mulai dari polinasi. Alhamdulillah kok ada, ada semacam kerjasama antar table gitu, ya. Ada tidak resmi gitu dengan teman-teman biologi BM, mereka riset ke sini terbuka atau riset apa saja tentang anggrek kecuali menyilang. Saya tidak
Speaker A
boleh, memang haram di sini hukumnya menyilang. Mau riset apa saja sudah, kalau saya mampu, ya. Misalnya ada rezeki butuh dana nanti saya beli untuk riset tetap terus kemudian ya berkembang. Jadi kalau misalnya ada buah di sini saya titip di semai di ya.
Speaker A
Meskipun di sana juga untuk praktek mahasiswa karena tidak murni untuk bisnis. Karena untuk praktek mahasiswa tingkat keberhasilannya juga tidak terlalu tinggi, jadi misalnya harusnya jadinya 100 botol misalnya itu jadi 5 botol atau 10 botol. Tapi itu pun saya sudah
Speaker A
Alhamdulillah. [Musik] [Musik] [Tepuk tangan] Dikawinkan tadi itu kok nggak boleh, kenapa Pak? Mungkin karena marwahnya di sini spesies saya. Istiqomah di spesies, ya, bukan berarti saya kaku. Saya tidak respek terhadap anggrek yang disilang, cuman kok saya masih sregnya itu tetap
Speaker A
di spesies. Mungkin pangsitnya memang begitu, ada spesialisnya sendiri. Ada teman yang ngasih tahu ke saya, kowe dadio spesialis daripada generalis itu lebih gampang dikenal daripada generalis. Nah saya pakai patokan itu juga, jadi saya cobalah tetap istiqomah di spesies terus karena
Speaker A
menyilang itu kan sebetulnya ada semacam etika, gitu ya, ada semacam etika. Artinya tidak hanya sekedar menyilang. Kalau itu disilang masih dalam satu section dalam satu genus itu mungkin oke-oke saja, tapi kalau misalnya yang disilang itu sudah
Speaker A
antar section, misalnya dendro dengan panda atau dendro dengan area atau apa gitu, kok hati nurani saya nggak sampai. Kalau saya mengibaratkan itu anjing dengan angsa. [Musik] Itu yang saya pegang saya ingat dan sampai sekarang anggrek itu investasi, tetapi ternyata dari pengalaman saya
Speaker A
yang bisa untuk investasi yang spesies, yang spesies. Karena apa? Semakin lama mau tidak mau ya kita semakin habis, harga pasti akan semakin tinggi. Hukum ekonomi akan berlaku, permintaan tinggi, barangnya sedikit pasti harga akan seperti ini kalau menurut saya.
Speaker A
Karena yang budidaya anggrek spesies karena sirkulasi tadi. [Musik] Dan saya pernah diundang sekali di acara TNBM, terus kemudian dari dinas perhutanan, Dinas Kehutanan dulu tempatnya untuk lomba hutan rakyat, terus dapat juara 2 atau berapa itu saya nggak tahu, tapi setelah itu juga lepas
Speaker A
sudah. Tapi kalau pasar internasional sebenarnya besar permintaan budidaya sekali, jadi ada yang minta sekring, ada yang minta tanaman dewasa, bahkan ada yang minta dikirim pollennya, benang sari atau putik. Karena kalau saya ngirim keluar itu kan harus ada izin penangkaran, izin edar,
Speaker A
izin ekspor. Nah setahu saya izin ekspor dan itu sudah pernah diurus atau gimana, saya baru mau ngurus izin penangkaran aja masih mbak. [Tepuk tangan] Kalau masalah pasar tadi Pak, paling termurah berapa harga-harga paling termurah? [Musik] 75.000 Pak Anton jual yang tertinggi yang wow
Speaker A
12 setengah, ada yang lebih tinggi ada, tapi saya belum pernah menjual itu yang sampai harga segitu, maksudnya besar, sehat, dan jenisnya cuma jenis yang langka. Soalnya kalau anggrek spesies itu kalau tanaman sudah jadi itu tidak ada patokan harga semacam kayak kolektor
Speaker A
gitu, jadi nggak ada potongan harga sekian gitu, kecuali kalau dia masih bibit atau ukuran remaja gitu ya. Harga kisaran harga pasaran, tapi kalau dia sudah dewasa sudah besar gitu atau harganya nggak ada ya. [Musik] Lalu dari segi finance sama hasilnya
Speaker A
udah menikmati, tapi kalau ngomong dihitung dari istrinya ada pertanyaan nih modal mudah pulih belum? Kan masalahnya kan kita nggak dalam harta ini untuk anggrek sendiri atau tanaman sendiri. Kita kan senang, awalnya kita senang, senang dari dulu sebelum ke sini ada anggrek pun untuk
Speaker A
tanaman, untuk namanya tanaman untuk pribadi saya. Saya senang, jadi mulai dari sana itu ya, apalagi terus di itu mau ada konservasi Kampung Bunga mau dibikin kayak gini ya tambah semangat lagi, istilahnya ada wadah, ada wadahnya untuk mengembangkan. [Musik]
Speaker A
Tidak hanya murni urusan fulus, urusan uang saja, tetapi paling tidak ada keinginan, ada kemauan, ada harapan bahwa ini akan berkembang. Harapannya nanti untuk masyarakat banyak khususnya untuk pelestarian anggrek Indonesia karena selalu pakai salamnya salam lestari gitu karena memang
Speaker A
[Musik] Jadi menjadi semacam ironi gitu ya, jadi kita dibanjiri anggrek impor, hybrid import itu jadi sementara kita tidak mengenal kita sendiri. [Musik] Harapan saya di sini lingkup 1 RT sini bisa jadi Kampung Anggrek Spesies. Sebetulnya dulu sudah ada wacana sih,
Speaker A
dulu jadi dibagi beberapa blok, di blok sana nanti produksi bibitan khusus jenis A, nanti sebelah sana dibuat seperti itu, jadi nanti tidak ada persaingan dalam satu, iya, diatur itu seperti itu ya. Cuman kendalanya itu tadi sesuatu yang baru itu kan kadang-kadang
Speaker A
susah diterima oleh masyarakat, pro dan kontra pasti ada, hujan kontra pasti ada. Nah akhirnya yang jalan ya yang sudah paham sudah mengerti itu mau jalan seperti kakak ini sudah mau terus ini yang di sebelah sini juga sudah mau jalan, udah ada beberapa dan
Speaker A
sudah menikmati hasilnya. [Musik] Wisata saya bekerja 10 sampai 15 tahun. Saya akan begitu terus, inilah investasi saya buat ibaratkan apa ya pensiun saya, hobi-hobi dan menghindarkan Allah menghasilkan. Harapannya begitu bahwa yang akan ikut melestarikan anggrek ini bertambah. Saya prinsipnya
Speaker A
itu. [Musik] Jadi gitu teman-teman pembahasan kita sedikit ngobrol-ngobrol di Balai Lawang Spesies Orchid di Desa Karanggeneng, Karanggeneng Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Kalau menurut saya pribadi ini sangat menarik ya, sangat untuk di apa namanya, untuk dibudidayakan, di support terutama pemerintahan lah ini
Speaker A
salah satu bentuk melestarikan kekayaan alam untuk di Indonesia biar tidak punah, biar anak-anak cucu nanti itu masih bisa menikmati. Dan setidak-tidaknya ada informasi untuk disampaikan dan ada edukasi. Jadi mereka biar tahu kita perlu sadari bahwasanya Indonesia ini penuh dengan kekayaan alam
Speaker A
gitu teman-teman ya. [Musik] Saya mengucapkan terima kasih pada Mas Anton dan Pak Tejo. Saya mewakili teman-teman ada kurang lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga apa yang menjadi angan-angan dari Balai Lawang Residen Kampung Bunga ini bisa terwujud kerjasama kita semua. Mudah-mudahan
Speaker A
dengan tayangan ini pemerintah bisa siap dapat ya paling enggak bantuan untuk memperlancar semuanya tadi itu pak ya. Dan jangan lupa subscribe untuk Dalang Jawa Pemberdayaan Masyarakat. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik]
Topics:anggrek spesieskonservasi anggrekbudidaya anggrekBalai LawangKampung Anggrekpelestarian alamanggrek langkaYogyakartatanaman hiasDalang Jawa











