Tutorial lengkap cara mengusulkan PIP, penjelasan kuota, prioritas siswa, dan prosedur pengajuan di webip untuk tahun 2026.
Key Takeaways
- Pengusulan PIP harus mengikuti kuota yang ditetapkan oleh pusat.
- Prioritas utama penerima PIP adalah siswa dengan desil 1 sampai 4.
- Status validasi siswa penting untuk menentukan apakah siswa bisa diusulkan.
- Pengusulan dilakukan melalui webip dengan prosedur yang jelas dan terstruktur.
- Kuota yang belum aktif membuat pengusulan belum bisa dilakukan meskipun data sudah siap.
What the video covers
- Video membahas prosedur lengkap mengusulkan PIP (Program Indonesia Pintar) tahun 2026.
- Penjelasan tentang kuota atau target sasaran yang dapat diusulkan oleh sekolah.
- Cara membaca data siswa valid dan tidak valid serta status pengusulan di sistem Si Pintar.
- Prioritas pengusulan berdasarkan desil 1 sampai 4 sebagai kelompok utama penerima PIP.
- Penjelasan warna status siswa (merah, kuning, ungu, hijau) dalam sistem pengusulan.
- Contoh cara menentukan dan mengusulkan siswa prioritas sesuai kuota yang tersedia.
- Pembahasan fitur menu pengusulan di webip dan cara login untuk mengakses data PIP.
- Catatan bahwa pengusulan belum bisa dilakukan jika kuota belum aktif atau masih nol.
- Tips membuat skala prioritas bersama kepala sekolah dan komite sekolah.
- Video juga menunjukkan cara mendownload data siswa valid sebagai bahan usulan.
Chapters
- 00:00Pembukaan dan pengantar video
- 01:01Penjelasan tugas OPS dan skala prioritas pengusulan PIP
- 01:55Membaca data PIP dan pembagian layar kerja
- 02:47Penjelasan menu kuota dan target sasaran di webip
- 03:35Status kuota dan kondisi pengusulan di fase tes
- 04:13Membaca data siswa valid dan tidak valid
- 04:59Penjelasan warna status siswa dalam sistem pengusulan
- 06:48Cara menentukan prioritas usulan berdasarkan desil
- 09:42Contoh pengusulan siswa prioritas dan catatan kuota
- 11:51Penutup dan harapan video bermanfaat
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo semuanya. Balik lagi bersama saya Nurul Hadi Pauji di channel Ngapakia.
Speaker A
Oke, video ini saya buat di tanggal 9 Oktober 2026 ya, teman-teman. Nah, video kali ini akan membahas tentang cara mengusulkan PIP ya. Ini artinya sudah atau bisa dilakukan, bagaimana prosedur dan lain sebagainya. Tapi sebelum itu kemarin ya saya sudah 2 hari yang lalu tugas OPS
Speaker A
untuk mengusulkan PIP terbaru saya sudah buat videonya ini ya prioritas. Nah, di video ini itu saya menjelaskan ini nih ya, prosedur PIP tugas OPS ya, itu tugas satu memvalidkan data di verbal PD, tugas 2 mengisi data siswa sesuai kondisi RIL di Dapodik yang
Speaker A
mana pekerjaan A ya dan lain sebagainya. Kemudian yang ketiga menentukan usulan siswa calon penerima PIP bersama kepala sekolah dan komite gitu ya. Nanti jadi membuat skala prioritas dari siswa-siswa yang muncul di Si Pintar gitu ya. Karena kan di sini saya sebutkan kemungkinan
Speaker A
ada kuota jadi buat skala prioritas gitu. Ini di tanggal 7 berarti bikin videonya. Kemudian melakukan verifikasi usulan PIP berdasar skala prioritas ya.
Speaker A
Nah, di sini juga saya sebut desil 5 ke atas jika memungkinkan bisa diusulkan kalau memang layak diusulkan. Nah, ya ternyata dari ini semuanya itu memang betul, teman-teman. Cara mengusulkan PIP adalah sebagai berikut. Jadi, ini akan saya ee bahas eh sebentar sebentar ya.
Speaker A
Saya bagi layar kerjanya jadi dua biar saya menjelaskan dalam video ini saya akan menjelaskan membaca data PIP.
Speaker A
Pertama itu kuota atau target. Kemudian yang sudah dipakai berapa, sisanya berapa, kemudian ada jumlah siswa, kemudian yang tidak bisa diusulkan lihatnya di mana, bisa diusulkan itu yang seperti apa, kemudian prioritas yang diusulkan itu seperti apa, kemudian penentuan usulan PIP tentunya jika sudah
Speaker A
tahu kuotanya ya atau jatahnya ya. Kemudian prosedur cara mengusulkan PIP-nya dan beberapa catatan yang berkaitan dengan kondisi saat ini dan membuat skala prioritas. Jadi seperti ini, teman-teman. Seperti biasa, teman-teman silakan login dulu ke webip ya di sini. Nah, di sini teman-teman itu
Speaker A
nanti akan ada menu sebentar saya geser dikit ya. Kita perbesar 100%. Kita bahas dulu kuota atau target. Jadi, teman-teman ke menu ini, pengusulan sekolah entar.
Speaker A
Oke. Jadi di sini kalian klik aja setuju. Maka tampilan awalnya adalah seperti ini, teman-teman. Di sini kalian bisa baca pertama ya, target sasaran adalah batas maksimal jumlah murid yang dapat diusulkan oleh sekolah. Artinya, kalian akan punya kuota atau jatah, ya.
Speaker A
Kemudian dipakai adalah target sasaran yang sudah digunakan oleh satuan pendidikan. Jadi artinya yang sudah diusulkan itu berapa gitu. Kemudian sisa target sasaran yang belum digunakan.
Speaker A
Nah, ini sisanya di sini untuk sekolah saya itu ee sementara ini masih fase tes. Ini masih tes ya, teman-teman ya.
Speaker A
Jadi masih belum muncul untuk targetnya. Jadi di sini target sasarannya masih nol yang dipakai nol dan sisanya nol.
Speaker A
Kemudian ini ini yang kelas berjalan dan ini yang kelas awal target sasarannya nol dipakai nol dan sisanya nol ya artinya memang di pusat belum memunculkan kuotanya tapi setidaknya kita sudah bisa mempelajari menunya terlebih dahulu. Jadi di sini sudah bisa
Speaker A
melihat kuota, sudah bisa melihat yang sudah dipakai dan sisanya ada di menu target sasaran di sini ya, teman-teman.
Speaker A
Selanjutnya di sini kalian bisa lihat siswa saya itu 112. Benar ya? Ini 112 siswa saya yang tidak valid 21 ya. Yang tidak valid 21 yang valid 91 ya. Nah, 91 dan 21 berarti pas ya 112.
Speaker A
Nah, yang dari 91 ini ada 80 anak yang valid desil 1 sampai 4. Jadi 80 anak inilah yang nanti jadi prioritas.
Speaker A
Misalnya kuota saya ini dikasih 50, berarti saya disarankan mengambil 50 itu yang desil 1 sampai 4. Walaupun di luar desil 1 sampai 4 juga kita bisa usulkan ya, tapi prioritasnya adalah 1 sampai 4.
Speaker A
Maka di sini saya katakan jumlah siswa dilihat di sini ya. Kemudian yang tidak bisa diusulkan di sini. Kenapa?
Speaker A
Pertanyaannya ya. Yang tidak valid kalian klik di sini diklik tidak valid itu kita bisa lihat ya yang tidak valid kenapa? Kalau merah menandakan bahwa murid itu tidak valid dan tidak dapat diusulkan.
Speaker A
Kalau kuning menandakan murid sedang diusulkan dan bisa dibatalkan. Kalau ungu menandakan bahwa murid sedang diusulkan oleh pengguna lain. Mungkin bisa saja diusulkan oleh dinas karena di sini ada usulan dinas, ada usulan sekolah ya. Kemudian kalau hijau menandakan bahwa murid tersebut sudah
Speaker A
ditetapkan dalam SK dan tidak dapat diusulkan. Artinya murid ini sudah diusul, sudah mendapat PIP di tahun berjalan di tahun 2026. Nah, contohnya akan saya tunjukkan di sini. Agias warnanya apa nih, teman-teman? Hijau karena sudah masuk SK ya. Artinya Agias
Speaker A
ini memang sudah dapat di tahun 2026 teman-teman ya. Kemudian kita lihat ke bawah ada yang merah. Kenapa? Ini alasannya Nenter indikasi duplikat dan lain sebagainya. Berarti Zaki ini tidak bisa diusulkan. Samsul tidak bisa diusulkan walaupun dia desil satu, tapi
Speaker A
karena di tahun berjalan dia sudah dapat PIP, maka tidak bisa diusulkan. Membacanya seperti itu ya. Kemudian untuk melihat yang bisa diusulkan berapa, Bang? Sekolah saya yang bisa diusulkan ada 91, teman-teman, ya. Jadi 91 ini bisa diusulkan ya.
Speaker A
Kemudian yang prioritas atau yang bisa diusulkan ada 80. Contoh di sini ya. Di sini kita klik dulu yang valid ada 91. Kalian bisa filter ini. Nanti nama-nama anaknya akan muncul. Kalian filter ya cari misal siapa sih yang desil 5 ya. Di sini ada
Speaker A
menu desil. Kalian cari yang desil 5. Ada enggak desil 5. Berarti di atas 1 sampai 4 kita pilih yang 5 ya. Kemudian nanti akan muncul oh Tedi desil 5, Asa desil 5, Leani desil 5, Condro desil 5. Ini yang
Speaker A
desil 5 ada empat anak. Kita coba cari yang desil 6 ada enggak? Oh, desil 6 ada nih. Arif Rahman Jati Cika. Oh, dua anak masuk desil 6 ya. Kemudian ada desil 7 enggak? Oh, ada Faiz desil 7. Dara Jenny
Speaker A
Krishna Swandaru desil 7. Jadi tidak bisa diusulkan atau belum menjadi prioritas. Tetap bisa diusulkan tapi ya belum menjadi prioritas. Nanti saya tunjukkan cara mengusulkannya ya. Nah, yang 10 ada enggak? Oh, ternyata ada desil 10 satu anak orang super kaya.
Speaker A
Artinya ini datanya mungkin tidak sesuai ya teman-teman ya. Nah, oke. Itu untuk melihat ee prioritas. Jadi di sini kita filternya kita close. Kita melihat ke yang 80 anak yang desil 1 sampai 4. Nah, ini yang prioritas valid desil 1
Speaker A
sampai 4. Artinya ini ee filternya saya hapus ya karena harus dikosongkan. Nah, kita close dulu.
Speaker A
Kita ke sini kemudian kita refresh. Kita refresh aja. Nah, kita refresh kita ke yang 80 anak yang bisa kita usulkan. Nah, ini dia telan desil 3, Paris desil 2, Rival Aldimas desil 1. Seperti itu, teman-teman. Bisa dilihat kalau warna
Speaker A
putih ini ya, warna putih ini putih menandakan dapat diusulkan. Berarti anak ini bisa kita usulkan. Nah, seperti ini teman-teman cara menentukan usulan PIP.
Speaker A
Jika sudah tahu kuotanya ya. Jika sudah tahu kuotanya, misal nanti nih saya sudah tahu kuota saya misalnya ada 50, maka saya akan menentukan 50 anak terprioritas. Ya, caranya gimana? Contoh di sini ee saya prioritaskan berdasarkan keadaan fakta. Oh, ternyata
Speaker A
Avif ini memang sangat membutuhkan ya bantuan PIP. Jadi kita klik aja di sini areanya diklik. Nah, ini akan otomatis ya karena memang anak itu syaratnya sudah masuk di 1 sampai 4. Kalian bisa tambahkan misalnya anak itu yatim, anak
Speaker A
itu rentan putus sekolah seperti itu dicentang yang sesuai kondisi anak tersebut, teman-teman. Kalau misalnya ee cuma ini rentan putus sekolah ya sudah kita klik usulkan. Klik di sini ya di sini. Ada peringatan target sasaran kurang atau tidak aktif ya karena memang
Speaker A
pusatnya belum memunculkan target di sekolah saya masih nol jadi kita belum bisa mengusulkan tapi caranya mengusulkan tinggal klik aja klik nanti dicentang mana yang sesuai usulkan kalau di sini enggak ada yang sesuai cuma berdasarkan desil aja ya kita langsung usulkan
Speaker A
berdasarkan desil saja A sekali lagi masih belum bisa diusulkan karena target sasarannya masih nol. Nah, cara mengusulkannya tadi tinggal diklik aja namanya seperti
Speaker A
Oke, kemudian untuk informasi catatan kondisi saat ini adalah per tanggal 9 Oktober kita masih belum bisa mengusulkan PIP, tapi kita sudah tahu cara mengusulkannya ya, cara ngekliknya, cara nge-short-nya, cara mencarinya ya. Kita juga bisa men-download ya dengan cara untuk
Speaker A
membuat skala prioritas. kita download dulu yang biasanya kalau saya akan men-download yang valid ya. Walaupun ee misalnya yang valid saya download seperti ini. Ini ada gambar download di sini ya. Yang valid kita download. Nah, ini 91 anak ini kan kita bisa usulkan
Speaker A
semua walaupun prioritasnya yang 80 yang detesen 1 sampai 4. Tapi kalau misalnya yang 5 itu memang sangat membutuhkan desil di luar ee 1 sampai 4 itu sangat membutuhkan, kita bisa buat skala prioritas, Teman-teman. Sebentar ee kita buka dulu. Nah,
Speaker A
bentar ya, Teman-teman. Oke, Teman-teman. Ini data anak yang 901 tadi sudah saya download. Jadi, caranya nanti saya tekan Ctrl A lalu Ctrl T. Ini my tabel-nya dicentang. Kita klik oke ya. Kemudian kita short dulu berdasarkan desil. Kita cari desil, Teman-teman, ya.
Speaker A
Desil mana? Desil. Kita cari dulu kolom desil ya. F desil. Nah, ini kita urutkan desilnya dulu ya.
Speaker A
Sort. Nah, desil nol malah ini. Oke, jadi ini sudah urut desil terkecil ke terbesar. Artinya ini anak-anak yang diurutkan berdasarkan desil, Teman-teman. Dan bisa diusulkan PIP.
Speaker A
Selanjutnya sekolah tinggal memverifikasi dari 91 anak ini, misalnya saya dijatah kuota 30, saya menentukan bersama kepala, bersama komite itu siapa-siapa saja yang mau diusulkan ya dari 91 anak ini gitu teman-teman ya.
Speaker A
Jadi nanti diusulkan berdasarkan kuota yang kalian dapat ya. Jadi silakan mau berdasarkan desil atau berdasarkan kondisi di lapangan bisa aja nih anak ini ya misalnya Cika nih. Cika desil berapa di sini? Desil 6 di sini nih.
Speaker A
Desil 6 misalnya Cika. Padahal sebenarnya Cika itu sangat membutuhkan bantuan. Ya udah kita Cika prioritaskan bisa teman-teman ya. selama kuotanya masih ada gitu ya. Jadi melihat kuota sekali lagi ya. Jadi dilihat seperti itu. Jadi silakan nanti sekolah yang
Speaker A
memutuskan siapa yang mau diusulkan PIP. Ini sangat fair ya teman-teman karena sekolahlah yang tahu kondisi di lapangan ya. Dan ini saya hampir ee 80% ya 75% siswanya itu desil 1 sampai 4 ya. Karena memang sekolah saya di kampung.
Speaker A
Teman-teman ya, ini saya perbesar. Jadi nanti akan muncul di sini ketika saya sudah mengusulkan itu usulan sekolah sudah berapa dan ini ada usulan dinas.
Speaker A
Misal saya ada kuota 50 tapi sekolah baru mengusulkan 30 gitu ya misalnya. Itu berarti yang 20 bisa diusulkan sama dinas seperti itu teman-teman ya. Kalau tapi hampir kalau saya rasa sih ee mending kita usulkan semua ya karena kondisi sekolah kita yang tahu kan ya
Speaker A
atau bisa saja kan ee kuota kita dipakai diusulkan dinas ke sekolah lain mungkin bisa saja seperti itu teman-teman. Oke itu cara mengusulkan PIP. intinya tinggal diklik namanya lalu usulkan ya dicentang mana yang layak ee sesuai kondisi anak tersebut dan sekali lagi
Speaker A
lihat target sasaran dan yang dipakai berapa, sisanya berapa seperti itu, Teman-teman ya. Untuk eksekusinya ya kita tunggu nanti di tanggal ketika memang sudah bisa melaksanakan pengusulan sekolah. Terima kasih. Itu saja dari saya. Semoga video ini bermanfaat. Jika ada yang mau ditanyakan, silakan
Speaker A
tinggalkan pesan di kolom komentar. Kurang lebihnya mohon maaf. Saya akhiri. Salam satu nusa, salam satu bangsa, salam satu bahasa, salam satu data, salam terakhir, salam ngapakia.
Speaker A
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih. Yeah.
Topics:PIPProgram Indonesia Pintarpengusulan PIPkuota PIPprioritas PIPwebipvalidasi data siswadesil PIPskala prioritasNgapakpedia











