Presiden Prabowo melakukan reshuffle kabinet, mengganti pejabat militer dan kepala BNPB untuk percepatan penanganan bencana dan korupsi dana kebencanaan.
Key Takeaways
- Reshuffle kabinet dilakukan untuk mempercepat dan meningkatkan respons penanganan bencana nasional.
- Penunjukan Kepala BNPB baru bertujuan mengatasi kasus korupsi dan memperbaiki manajemen dana kebencanaan.
- Korupsi dana bencana menjadi perhatian serius karena prosedur penunjukan langsung yang rawan penyalahgunaan.
- Presiden memiliki hak prerogatif reshuffle kapan saja untuk memastikan efektivitas pemerintahan.
- Dukungan politik dari partai Gerindra penting dalam menjalankan program pemerintah pasca reshuffle.
What the video covers
- Presiden Prabowo Subianto melantik pejabat militer, 4 wakil menteri, dan 3 pejabat badan baru dalam kabinet Merah Putih pada 15 Oktober 2026.
- Letjen Kristomei Sianturi ditunjuk sebagai Kepala BNPB menggantikan Letjen Suharyanto pasca kasus OTT KPK terkait korupsi dana bencana.
- Kristomei menegaskan akan menyerahkan proses hukum kasus korupsi ke KPK dan memprioritaskan percepatan penanganan karhutla.
- Reshuffle juga melibatkan pergantian posisi penting di TNI seperti Kepala Staf TNI AD dan Wakil Panglima TNI.
- Juru bicara Gerindra Bahtra Banong dan Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno membahas alasan dan dampak reshuffle kabinet.
- Penunjukan pejabat baru diharapkan dapat mempercepat kerja pemerintah dan penanganan bencana yang responsif.
- Korupsi dana bencana dinilai rawan karena penunjukan langsung tanpa tender, sehingga KPK diharapkan melakukan pengawasan ketat.
- Reshuffle dianggap sebagai hak prerogatif Presiden untuk memastikan program pemerintah berjalan tepat sasaran dan efektif.
- Perbaikan di sektor imigrasi dan pemasyarakatan juga menjadi fokus dengan penunjukan wakil menteri berlatar belakang hukum.
- Publik berharap reshuffle dapat menyelesaikan masalah nasional seperti karhutla dan pasokan BBM.
Chapters
- 00:00Pelantikan Pejabat Militer dan Wakil Menteri Baru
- 01:26Penunjukan Kepala BNPB Baru dan Kasus OTT KPK
- 03:11Bahasan Korupsi Dana Bencana dan Peran KPK
- 05:17Alasan dan Dampak Reshuffle Kabinet oleh Gerindra
- 07:14Harapan Publik dan Penanganan Karhutla
- 09:15Tinjauan Politik dan Strategi Pemerintah Pasca Reshuffle
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
[musik] Presiden Prabowo Subianto melantik pejabat militer, 4 wakil menteri serta 3 pejabat badan baru dalam kabinet Merah Putih di Istana Negara, Kamis 15 Oktober 2026.
Speaker A
4 wakil menteri baru yakni Marsekal Yusuf Jauhari dan Jenderal Richard Tampubolon menjadi wakil menteri pertahanan.
Speaker A
Sementara Alim Setiawan Slamet yang merupakan Rektor IPB University menjadi wakil menteri pertanian dan Maulana Bungaran sebagai wakil menteri imigrasi dan pemasyarakatan.
Speaker A
Presiden juga melantik pejabat badan baru yakni Satyawan Pujiatmoko sebagai kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional dan Mayor Jenderal TNI Srianto sebagai wakilnya.
Speaker A
Selain pejabat negara, Presiden Prabowo juga merombak jabatan petinggi TNI. Jenderal Maruli Simanjuntak yang sebelumnya menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat naik menjadi wakil Panglima TNI.
Speaker A
Sementara posisi Kasad diisi Jenderal Tandyo Budi Revita yang sebelumnya menjabat sebagai wakil Panglima TNI.
Speaker A
Salah satu fokus yang akan dilakukan Jenderal Tandyo Budi adalah penanganan gangguan keamanan di Papua.
Speaker A
[musik] Sementara di tengah kasus korupsi dana kebencanaan BNPB, Presiden menunjuk Letnan Jenderal Kristomei Sianturi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB menggantikan Letjen Suharyanto.
Speaker A
Usai dilantik, Kristomei juga menyoroti kasus OTT KPK terkait korupsi dana bencana. Kristomei menegaskan akan menyerahkan proses hukum ke KPK dan akan memprioritaskan percepatan penanganan karhutla di sejumlah daerah.
Speaker A
Resi [musik] internal dulu ke dalam untuk mempelajari sekaligus langsung bergerak cepat untuk penanggulangannya. Dan saya mohon bantuan, dukungan dari teman-teman semua.
Speaker A
Ada arahan khusus enggak sih Pak dari Presiden Pak untuk tugasnya sendiri? Ya, arahnya gas terus, segera berdampak gitu ya. Jadi harus segera, makanya saya bang, responsif, responsnya hitungannya bukan jam, menit. Jadi kita harus, harus eh itu yang akan kita evaluasi ke
Speaker A
depannya, sehingga eh tidak ada lagi korban-korban yang sia-sia gitu, Bang. Kasus korupsi kasus OTT kemarin, jadi kami serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk memproses hukumnya.
Speaker A
Tidak ada intervensi dari BNPB. Silakan aparat penegak hukum memproses itu sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.
Speaker A
akan Ayo Pak, sehat Pak. [musik] Wakil Ketua KPK 2015-2019, Laode M. Syarif bilang bahwa korupsi dana bencana sangat mudah dilakukan. Untuk itu ke depannya dibutuhkan pemimpin di BNPB yang bisa mengatur uang kebencanaan tanpa celah korupsi.
Speaker A
Pak, lagi bencana, Pak. Pak, Pak. Kali pertama di Indonesia itu dana-dana bencana ini dikorupsi. Mulai dari Aceh, likuifaksi, dana Covid, dana avian flu, eh bahkan saya menulis beberapa banyak di Kompas itu tentang itu ya. Karena saya sudah yakin ini akan dikorupsi gitu
Speaker A
loh. Eh eh seperti itu. Karena apa? Mengapa gampang dikorupsi itu dana-dana bencana itu? Karena bisa penunjukan langsung, tidak perlu tender, karena ini adalah keadaan genting, sehingga bebas aja orang ngambil itu. Untuk melakukan.
Speaker A
Jadi itu seperti itu. Jadi peluangnya banyak. Eh oleh karena itu maka eh eh betul-betul KPK harus segera harus segera me- memeriksa semuanya agar tidak terulang lagi. Cut.
Speaker A
Kini publik pun berharap dengan reshuffle yang dilakukan tak hanya mengganti kepemimpinan, namun menyelesaikan masalah nasional terlebih karhutla yang belum padam hingga pasokan BBM bagi warga.
Speaker A
Tim liputan Kompas TV. Presiden Republik Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle kabinet di Istana Kepresidenan Jakarta. Salah satunya Letjen Kristomei Sianturi yang ditunjuk menggantikan Kepala BNPB Suharyanto usai OTT KPK dugaan korupsi dana kebencanaan di BNPB. Kemudian bagaimana bongkar
Speaker A
pasang kabinet kali ini dan bagaimana memastikan penunjukan pemimpin baru di kabinet Merah Putih tidak lagi tersandung kasus. Kita akan bahas bersama juru bicara Partai Gerindra Bahtra Banong dan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno. Selamat pagi Bang Bahtra, Mas
Speaker A
Adi. Selamat pagi Mas. Mas Adi selamat pagi. Pagi Bang Bahtra. Saya ke Bang Bahtra terlebih dahulu.
Speaker A
Bang Bahtra baru 2 minggu kemarin kita reshuffle yang ke-7 ini sudah ke-8 di hari kemarin hari Kamis. Ini pertimbangannya apa? Kemudian ada nambah wamen, kemudian pergantian pejabat militer, ada Kepala BNPB diganti juga.
Speaker A
Ini apa pertimbangan dari Presiden Bang Bahtra? Ya, sebetulnya lagi-lagi saya ingin menegaskan ya bahwa berkenaan dengan reshuffle itu tentu itu adalah kewenangan dan hak prerogatif Presiden kita dalam rangka kemudian untuk mempercepat kerja-kerja pemerintah yang kita tahu sendiri butuh
Speaker A
penanganan-penanganan yang sangat cepat dan harus responsif ya. Misalnya kalau kita bicara soal bencana yang menimpa kita hari ini ee berkenaan dengan karhutla, belum lagi bencana-bencana yang sering datang ya banjir ee jadi memang saya pikir sudah tepat ya Presiden membutuhkan
Speaker A
sosok-sosok yang ee butuh yang cepat yang responsif untuk kemudian melakukan penanganan-penanganan dan kemudian ada wamen juga kemarin kita lihat ya Ehm.
Speaker A
ee termasuk kader kami dari Partai Gerindra Pak Maulana ya kita tahu sendiri bahwa ee Kementerian Imbas akhir-akhir ini kan kita lihat banyak sekali ya ee apa namanya butuh penegakan-penegakan atau penindakan-penindakan terutama berkenaan di lapas-lapas kita dan kalau kita lihat
Speaker A
sosoknya Pak Maulana memang background-nya beliau kan background hukum dan itu dibutuhkan saya pikir dalam rangka upaya perbaikan eh di eh bukan hanya di imigrasi kita tetapi di eh apa namanya eh lapas-lapas kita juga butuh perbaikan dengan kemarin sidaknya
Speaker A
Ombudsman artinya banyak sekali eh ke depan pembenahan-pembenahan yang harus dilakukan di sana dan eh tentu yang lain-lainnya ya berkenaan dengan eh rotasi juga di apa namanya di TNI kita eh tidak ada orang yang baru ya itu itu kan hanya bertukar posisi ya antara Pak
Speaker A
Maruli dan Pak Tandio jadi eh Pak Presiden saya pikir punya pertimbangan tersendiri kemudian untuk menempatkan orang-orang yang dianggap kapabel di bidang masing-masing dan eh kita lihat juga Pak Maruli dapat eh tugas tambahan baru ya sebagai badan kepala apa namanya perbatasan dan
Speaker A
eh apa namanya eh pulau-pulau kecil juga jadi saya pikir itu sudah sesuatu yang tepat yang eh sangat pas yang dilakukan oleh Presiden kita dan kami dari Partai Gerindra akan terus memberikan dukungan Hmm.
Speaker A
eh memberikan apa namanya eh ya insyaallah Gerindra terus mem-mem-mem-mem-backup eh Presiden dalam upaya bagaimana program-program kerja yang sudah direncanakan Hmm.
Speaker A
bisa berjalan dengan baik terus kemudian bisa lebih tepat sasaran dan juga eh manfaat-manfaat dari program yang sudah dirancang oleh Presiden Prabowo Iya.
Speaker A
bisa dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat kita. Bang Batra kabarnya sebelum nanti genap 2 tahun pemerintahan Pak Prabowo dan juga Mas Gibran ini bakal ada reshuffle lagi ada bocorannya kah kira-kira siapa yang mau diganti lagi?
Speaker A
Iya tentu lagi-lagi ya berkenaan dengan reshuffle ini kan eh sewaktu-waktu Presiden boleh eh apa namanya melak-mengangkat kemudian memberhentikan jika beliau merasa perlu ya setiap saat sebetulnya tidak ada larangan ya untuk kemudian melakukan reshuffle dan itu sah-sah saja sekiranya
Speaker A
presiden merasa membutuhkan dan kemudian ingin melakukan percepatan terhadap program-program yang sudah direncanakan oleh pemerintah termasuk dengan program-program strategis ya, apalagi kita sekarang kan Mas Adi tahu sendiri juga ya, ini kan di era media begini kan butuh penanganan-penanganan cepat
Speaker A
hal-hal yang dianggap urgen misalnya setiap saat dan publik juga pasti tahu ya yang mana-mana saja yang perlu dibenahi jadi saya pikir presiden juga terus mendengarkan masukan, mendengarkan apa namanya pandangan-pandangan dari publik juga.
Speaker A
Yang urgen ini termasuk soal pergantian kepala BNPB juga karena baru sehari dia jadi tersangka kemudian adiknya Pak Suharyanto kemudian diganti itu apakah juga suatu yang urgen menurut Pak Prabowo?
Speaker A
Ya tentu kita lihat ya bahwa kan eh berkenaan dengan bencana di kita kan terutama karhutla kita kan sampai hari ini kan kita tahu sendiri karena
Speaker A
maksimal untuk kemudian memadamkan titik-titik api tetapi kan titik-titik baru kan tidak bisa dihindari karena termasuk juga faktor cuaca Ya.
Speaker A
yang selama ini kita tahu sendiri sampai hari ini ya hampir seluruh daerah kalau dulu kan hanya beberapa provinsi itu saya pikir sekarang hampir seluruh daerah mengalami hal yang sama termasuk di dapil saya di Sulawesi Tenggara ya Ya.
Speaker A
Mas jadi ini butuh penanganan yang cepat ya dan saya pikir kepala BNPB yang baru tadi sudah apa ya kemarin menjelaskan bahwa bukan hanya penanganannya per menit kalau bisa per detik karena memang kita ini enggak bisa menghindari titik-titik api baru karena
Speaker A
faktor cuaca ini jadi tentu itu juga butuh penyelesaian cepat dan itu yang menjadi harapan kita bersama dan harapan masyarakat kita.
Speaker A
Oke, baik. Saya akan Mas Adi. Mas Adi kalaukan Anda melihat reshuffle yang dilakukan Pak Presiden ini beberapa kali dalam waktu yang sangat singkat, ada sejumlah yang diganti seperti itu. Ini apakah memang secara bertahap ini Pak Presiden beres-beresnya atau seperti apa
Speaker A
sih? Ya, saya kira ini menjelang 2 tahun pemerintahan Pak Prabowo ya, pasti ada upaya-upaya untuk terus selalu melakukan pembenahan dan koreksi di semua segmen tentu saja terkait dengan kinerja menteri. Kalau kita mencermati reshuffle kabinet yang kemarin dilakukan oleh
Speaker A
Presiden, itu kan saya kira menegaskan dua hal sekaligus. Pertama, dari dahulu kala kita kan sering menyatakan Prabowo Subianto di tengah gonjang-ganjing situasi global yang tidak menentu, situasi perang yang terus berkecamuk di Timur Tengah, kemudian di Eropa antara Ukraina dan Rusia misalnya, Prabowo
Speaker A
Subianto selalu mengatakan bahwa Indonesia itu harus mempersiapkan segala sesuatu yang misalnya adalah soal ketahanan pangan, energi, dan kemudian air. Jadi, ini adalah strategi perang dalam konteks bagaimana Indonesia itu memang mempersiapkan segala-galanya supaya tidak terkontaminasi ataupun tidak terdampak terkait dengan gejolak global, Mas.
Speaker A
Jadi, tidak mengherankan kalau kemarin misalnya kita melihat ada dua wamen lah yang kemudian dilantik. Yang pertama itu adalah wamenhan dan yang kedua adalah wamentan.
Speaker A
Yang saya kira jika kita tahu bahwa fungsi dari menteri pertanian apalagi ditambah wamentan dari rektor ITB, tentu tujuannya adalah untuk memperkuat sektor ketahanan di bidang pangan. Termasuk di wamenhan ya, ini tentu adalah sebagai upaya untuk melakukan mitigasi dan
Speaker A
langkah-langkah yang cukup terukur ya di tengah gejolak global yang per hari ini tentu sangatlah tidak menentu dan bahkan kemarin Houthi kan juga sudah menyerang Arab Saudi, sesuatu yang di luar jangkauan kemanusiaan kita yang tinggal di Indonesia. Jadi, dalam
Speaker A
konteks itulah saya menduga kok rasa-rasanya Presiden itu punya feeling sebagai antisipasi perang yang terus berkecamuk, maka sesuatu yang harus dilakukan dalam konteks ketahanan dan kemandirian itu harus dilakukan, energi, pangan dan seterusnya. Yang kedua memang ini tidak bisa dilepaskan dari kasus ya
Speaker A
case to case. Hmm. Apapun judulnya misalnya terkait dengan sidak yang dilakukan oleh Ombudsman beberapa waktu yang lalu ke Lapas. Itu kan cukup melukai perasaan publik. Mana mungkin Lapas yang mestinya adalah tempat orang bertaubat gitu ya, Hmm.
Speaker A
melakukan perbaikan tapi fasilitasnya cukup fantastis, mirip-mirip apartemen, ada fasilitas main golf dan semacamnya. Jadi wajar kalau kemudian posisi Wamen Imepas yang sempat kosong kemudian digantikan, tentu tujuannya adalah untuk menghilangkan ya bagaimana kesan-kesan yang terkait dengan Lapas kemarin itu bisa dibenahi.
Speaker A
Hmm. Kalau BNPB tentu kan sudah hampir berbulan-bulan lamanya terkait dengan kebakaran ini belum ada solusi yang terukur Mas.
Speaker A
Hmm. sudah semakin menguap. Jadi tujuan untuk mengakselerasi kinerja terkait dengan penanggulangan bencana entah itu bencana alam yang lain di luar Karhutla, tentu adalah hal-hal yang diupayakan oleh Presiden. Tentu yang paling happening adalah kasus OTT.
Speaker A
Hmm. Jadi dua hal ini yang menurut saya yang kemudian bisa menjelaskan kenapa reshuffle kabinet itu terjadi kemarin ya ada Wamen yang dilantik dan kemudian ada pergantian Kepala BNPB. Hanya dengan cara-cara itulah yang saya kira saya selalu meyakini bahwa karena evaluasi
Speaker A
Presiden itu berlangsung setiap saat, bukan tidak mungkin menjelang tanggal 20 itu persis 2 tahun pemerintahan Pak Prabowo akan ada reshuffle-reshuffle lagi.
Speaker A
Hmm. Terutama misalnya Menteri yang sering dipertanyakan. Kan di tengah situasi terkait dengan Karhutla, itu kan menterinya juga ditanyakan, Mas.
Speaker A
Hmm. Bagaimana peran-peran signifikannya? Termasuk misalnya ada sejumlah atau ada Menteri yang dikait-kaitkan terkait dengan kasus tertentu. Itu kan kalau tidak diganti dan tidak reshuffle khawatir justru akan memperburuk citra positif pemerintah.
Speaker A
Oke, ini yang kemudian saya tanyakan kembali ke Bang Batra soal mungkin menteri-menteri yang dalam tanda kutip ini rawan ini mungkin bisa diganti ya dengan adanya beberapa kasus Karhutla misalnya Menteri Kehutanan atau Menteri Lingkungan Hidup kemudian juga beberapa menteri yang terseret belum tentu ada
Speaker A
kaitannya cuman disebut-sebut dalam sebuah kasus seperti itu. Seperti apa kemudian Bang Batra? Pak Presiden bakal reshuffle juga enggak?
Speaker A
Iya tentu berkenaan dengan siapa-siapa yang kemudian akan di reshuffle dan berkenaan dengan reshuffle ini kan setiap saat ya bisa dilakukan oleh Presiden dan kami juga enggak bisa menduga-duga sepenuhnya kami serahkan kepada Pak Presiden yang bisa mengevaluasi kabinetnya menterinya adalah Presiden
Speaker A
itu sendiri dan saya pikir Presiden tahu ya kinerja para menteri-menterinya para kabinetnya kenapa sih setiap saat juga dilakukan pemantauan soal evaluasi kinerja jadi eee berkenaan dengan siapa-siapa yang akan diganti atau misalnya tetap bertahan itu hanya Presiden yang tahu ya
Speaker A
karena beliau yang user-nya tetapi yang paling penting bagi kami dari Partai Gerindra bahwa semua yang menjadi anggota kabinet harus betul-betul sekuat tenaga mencurahkan bukan hanya soal pikirannya tetapi tenaga sekuatnya untuk kemudian mem-backup Presiden dalam upaya melakukan pembenahan-pembenahan terutama yang kita diskusikan tadi kita
Speaker A
tahu sendiri bahwa Mas Adi juga sudah menyampaikan ya situasi global ini kan unpredictable setiap saat ada kejadian-kejadian yang mungkin kita tidak bisa prediksi sama sekali termasuk misalnya kejadian terakhir ini bagaimana Houthi misalnya menyerang Arab Saudi dan itu kan apa
Speaker A
namanya eh tempat eh seluruh eh umat muslim seluruh dunia ya dan itu juga menjadi sasar- sasaran. Jadi artinya eh tidak ada yang tahu situasi ini dan bahkan juga eh bisa saja sewaktu-waktu mengarah kepada bangsa kita dan ini juga
Speaker A
perlu eh persiapan dan presiden saya pikir dengan pengalaman yang panjang eh dengan eh beliau selama ini bertugas di eh ketentaraan kita dan eh pengalaman-pengalaman yang lain juga pasti punya bacaan-bacaan tersendiri ya.
Speaker A
Mmm. Makanya yang diperkuat tadi yang disampaikan oleh eh Mas Adi ya, mulai dari ketahanan pangan kita, ketahanan energi kita, eh belum lagi misalnya ya yang lain-lainnya bahwa eh saat ini juga memang eh harus butuh penanganan cepat berkenaan soal eh bencana karena
Speaker A
eh setiap saat kan negara kita memang yang eh rawan bencana hampir semua provinsi ya. Jadi ini juga butuh persiapan yang dan butuh orang yang istilahnya yang lincah lah, yang gesit untuk kemudian menangani eh situasi-situasi eh seperti ini dan mudah-mudahan dengan
Speaker A
ditempatkannya misalnya eh kabinet anggota kabinet yang baru ini eh bisa terus bekerja secara maksimal untuk mendukung eh presiden kita untuk melakukan langkah-langkah yang eh lebih cepat, yang lebih konkret eh kemudian agar program-program yang eh sudah di apa namanya didesain oleh pemerintah eh
Speaker A
bisa terlaksana dengan eh tepat sasaran. Jadi Oke. harapan kami sih eh orang-orang yang eh diangkat ini bisa eh membantu maksimal presiden sehingga apa yang sudah dijanjikan oleh presiden eh terhadap masyarakat kita pada saat kampanye yang lalu, insya Allah semuanya bisa
Speaker A
ditunaikan dengan baik. Oke, baik. Saya kembali ke Mas Adi. Mas Adi kita baca soal pergantian kepala BNPB, apakah memang ini kuat sebenarnya sinyal-sinyal bahwa digantinya karena adik kepala BNPB sebelumnya terjerat korupsi misalnya Dan mungkin ataukah ada bacaan bahwa ternyata ada kaitan dengan
Speaker A
kepala BNPB sebelumnya yang juga mungkin ada kaitannya dengan korupsi. Bagaimana Anda membacanya, Mas Adi?
Speaker A
Ya, saya kira multilevel cara menjelaskannya terkait dengan pergantian kepala BNPB, ya. Kalau kita bicara tentang case to case penanganan terkait dengan karhutla ini kan sebenarnya sejak lama sudah mendapatkan sorotan yang cukup signifikan.
Speaker A
He eh. Belum ada langkah-langkah yang solutif dan konkrit, ya, untuk melakukan inovasi. Bagaimana cara untuk mengurangi terkait dengan, misalnya asap itu tidak terus berkembang dan cukup mengganggu bagaimana menjadi aktivitas warga. Jadi, hal-hal yang semacam ini tentu butuh koreksi yang cukup luar biasa dan itu
Speaker A
adalah bagian dari evaluasi kinerja. Bagi saya ketika kemarin kepala BNPB itu diganti, ini adalah semacam akumulasi yang sebenarnya dipantau oleh Presiden. Ini kepala BNPB tidak perform, tidak sesuai dengan harapan di tengah begitu banyak ekspektasi yang cukup kuat bagaimana solusi terkait
Speaker A
dengan kebakaran hutan ini, ya, konkrit dan ada solusi yang terukur. Ya, tentu yang paling teranyar adalah ini kan cukup mencoreng, ya, Mas, terkait dengan OTT yang terjadi di BNPB. Apapun judulnya dana yang terkait dengan bantuan bencana apa segala macam, itu korupsi kan sangat
Speaker A
melukai perasaan publik. Itulah yang kemudian menjadi dua indikasi yang saya sebut sebagai multilevel cara menjelaskan kenapa pada akhirnya kepala BNPB itu diganti. Ya, karena memang enggak perform tidak mampu menjaga integritas kelembagaan karena ada sejumlah pegawainya juga terindikasi yang
Speaker A
berurusan dengan persoalan-persoalan korupsi dan itu adalah dana kemanusiaan, itu adalah dana bencana, itu adalah dana-dana sosial yang mestinya diberikan kepada pihak-pihak yang selama ini cukup membutuhkan.
Speaker A
Ya. Gimana tidak, gimana pemerintah itu tidak marah, Mas, di saat daerah-daerah yang ada karhutla, kebakaran itu dan butuh penanganan yang cukup cepat dan signifikan, tapi pada saat bersamaan lembaga yang mestinya bertanggung jawab justru terlibat dalam tindakan-tindakan yang sifatnya koruptif. Jadi bagi saya
Speaker A
ini adalah semacam akumulasi dari bagaimana kinerja BNPB itu bukan hanya tidak perform dan memang sudah sangat layak untuk diganti. Harapan terbesarnya pergantian kepala BNPB ini bukan hanya ganti orang, tapi memperbaiki citra dan memperbaiki kinerja dan jangan pernah terulang bahwa persoalan korupsi di
Speaker A
lingkungan BNPB itu terulang Mas, karena Iya. kalau kita hitung rata-rata secara umum ini kok level korupsinya sudah meluas ke mana-mana, MBG juga ada korupsi BNPP juga ada korupsi, di mana-mana ada korupsi. Ini tentu sesuatu yang buruk informasinya terkait dengan supremasi
Speaker A
hukum dan penanganan hukum-hukum korupsi yang mestinya harus mengedepankan integritas di atas segala-galanya dan satu hal, banyak sekali pejabat publik di lingkaran istana hari ini lupa Iya.
Speaker A
bahwa Pak Prabowo Subianto berulang-ulang loh ngomongnya jangan pernah melakukan korupsi enggak pandang bulu, mau teman, mau sahabat, mau satu partai kata Pak Prabowo Subianto itu akan disikat Mas. Jadi jangan pernah merasa diri sok asik, sok dekat, sok akrab kalau melakukan tindakan-tindakan
Speaker A
korupsi, tinggal tunggu waktu, pasti akan disikat oleh pemerintah. Oke, baik saya ke Bang Batra lagi Bang Batra, kita melihat bahwa ada mungkin pro dan kontra dan juga ada positif negatifnya gitu tanggapan masyarakat terkait dengan reshuffle yang berdekatan dan sangat sering ini Bang Batra,
Speaker A
terutama misalnya soal badan gambut ini bedanya sama yang sebelumnya apa? Apa jangan-jangan ini cuma ganti nama doang atau seperti apa tanggapannya Bang Batra?
Speaker A
Iya saya pikir itu juga dibutuhkan ya dalam situasi karhutla begini kan badan itu juga dibutuhkan untuk kemudian membantu ya pemerintah, membantu juga bukan hanya BNPB saya pikir pemerintah-pemerintah daerah juga yang selama ini kita tahu bahwa hal-hal yang sifatnya butuh penanganan lebih cepat,
Speaker A
artinya eee mudah-mudahan dengan eee lahirnya badan baru ini bisa kemudian juga memperkuat ya eee program-program pemerintah eee untuk kemudian agar semua program-program itu bisa eee manfaatnya dirasakan oleh eee masyarakat kita. Tapi yang paling penting adalah bahwa eee tentu Presiden eee tahu, paham apa
Speaker A
yang harus dilakukan, kemudian eee bidang-bidang mana saja yang butuh pergantian eee dan Bapak Presiden kan pasti melakukan evaluasi setiap saat dan kalau kita lihat bahwa eee jangan dinilai soal seringnya pergantian ini, tetapi karena memang Presiden kan diberi kewenangan untuk kemudian setiap saat
Speaker A
boleh melakukan perombakan, boleh melakukan pengangkatan, pemberhentian dalam rangka eee apa yang menjadi eee kebutuhan Presiden untuk mendukung program-program kerja pemerintah bisa lebih cepat dan eee lebih tepat sasaran lagi. Dan yang paling penting adalah eee dalam situasi begini kita butuh
Speaker A
kekompakan eee untuk kemudian bekerja secara bergotong royong karena kan tantangan-tantangan ya eee yang kita hadapi ya tentu tidak mudah ya. Eee bukan hanya faktor eksternal tadi, tetapi faktor internal kita juga seperti misalnya eee bencana setiap saat Ya.
Speaker A
yang tidak ada habis-habisnya dan eee itu juga butuh penanganan yang begitu cepat dan masyarakat kita membutuhkan saya pikir eee semacam kepercayaan ya untuk kemudian eee pemerintah bisa bekerja eee secara maksimal juga. Jadi eee kami terus mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Presiden dan kami
Speaker A
Partai Gerindra eee akan terus memberikan support apa yang sudah di lakukan dan dikerjakan oleh pemerintah.
Speaker A
Jadi mudah-mudahan ini semua dalam rangka, dalam upaya agar eee apa namanya program-program itu bisa eee cepat berjalan dan tepat sasaran dan kemanfaatannya bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat kita.
Speaker A
Ehm, oke baik. Nah, selain soal menteri, kepala badan, wakil menteri, kepala badan, kemudian juga ada kepala BNPB yang diganti, ada juga soal pergeseran ataupun tukar guling nih di pejabat TNI. Mas Adi, kalau Anda membacanya, apa yang ingin ditunjukkan
Speaker A
oleh Pak Prabowo terkait dengan tukar guling antara Kasad dan juga wakil panglima ini? Ya, dua hal, Mas. Kalau kita mengacu pada kebiasaan semacam rotasi, ini kan perkara biasa di sejumlah tempat ataupun kementerian, termasuk juga di TNI. Ganti dari posisi ke posisi
Speaker A
yang lain, pasti tujuannya adalah untuk melakukan penyegaran dan refresh. Dan ada kecenderungan kalau ada peremajaan, reposisi, biasanya ada inovasi-inovasi dan kreativitas-kreativitas yang baru yang akan nantinya ditampilkan oleh pejabat yang dilantik. Tapi, memang politik kita ini kan tidak bisa
Speaker A
dilepaskan dari gonjang-ganjing. Apalagi kalau kita membaca medsos, ya, bahwa reposisi ataupun rotasi di apa namanya, di internal TNI itu kan selalu dikait-kaitkan dengan bagaimana jalan panjang soal pergantian TNI di masa-masa yang akan datang, Mas.
Speaker A
Persoalan siapa yang akan mengganti panglima TNI, posisinya harus di seperti apa, itu adalah pembicaraan yang per hari ini juga menjadi sesuatu yang cepatnya menarik. Tapi, sekali lagi soal itu, saya kira ini adalah domainnya presiden. Tapi, memang karena ada sejumlah pergantian, hal-hal
Speaker A
yang sifatnya signifikan, misalnya Kapolri sudah diganti, pasti banyak pihak yang bertanya-tanya kapan misalnya pergantian panglima TNI, kemudian kejaksaan, dan seterusnya dan seterusnya. Karena itu dianggap sebagai sesuatu yang sifatnya alamiah dan tinggal tunggu waktu. Karena apapun jabatan politiknya, itu kan pasti ada
Speaker A
masanya. Pasti ada fase-fase tertentu yang harus ditinggalkan. Jadi, wajar kalau kemudian rotasi, pergantian, dan reposisi hal-hal yang semacam ini, kalau kita membaca gonjang-ganjing di media sosial, pasti dikait-kaitkan dengan bagaimana jalan panjang, entah itu kapan, terkait dengan pergantian-pergantian yang mungkin akan
Speaker A
terjadi di level elit di TNI, Mas. di mana. Saya kira di situ sih sebenarnya konteksnya.
Speaker A
Oke, baik. Eh, kembali Bang Batra. Kalau kita melihat emm untuk reshuffle kali ini, bagaimana kita bisa memastikan bahwa orang-orang yang menempati jabatan baru ini tidak dalam tanda kutip tersandung kasus, kemudian juga kerjanya memuaskan gitu, Bang Batra. Kita pastikan
Speaker A
bagaimana caranya? Ya, tentu kita enggak bisa menggaransi setiap individu ya, tetapi yang pasti kan kita lihat jejak rekam dari eh, yang diangkat oleh Presiden ini.
Speaker A
Saya pikir eh, bagus semua ya. Eh, pengalaman-pengalaman panjang, apalagi tadi ya kalau di TNI kita eh, saya pikir orang-orangnya orang-orang yang punya eh, kualitas yang memadai ya, kapabel semua ya. Eh, tapi yang paling penting adalah eh, mudah-mudahan dengan pengangkatan baru
Speaker A
ataupun rotasi ini bisa kemudian melakukan inovasi-inovasi dalam rangka atau dalam upaya untuk mendukung program-program kerja emm, Presiden eh, Prabowo selain memperkuat eh, apa namanya pertahanan kita. Ehh, tetapi yang paling penting juga eh, program-program pemerintah yang sudah dirancang itu eh, yang begitu baik ini
Speaker A
bisa berjalan secara maksimal dan dalam upaya itulah kemudian eh, Pak Presiden membutuhkan orang-orang yang eh, istilahnya itu ya harus responsif lah terhadap situasi. Terutama berkenaan dengan apa namanya kebencanaan kita.
Speaker A
Ehh, itu harus apa namanya ya butuh penanganan secara cepat. Karena bagaimanapun dampaknya kan kalau berlarut-larut eh, bukan hanya kita, negara tetangga juga mulai banyak yang komplain. Nah, mudah-mudahan itu semua bisa eh, kita atasi dengan baik dan eh, sehingga kerja-kerja Presiden bisa
Speaker A
didukung secara eh, menyeluruh. Emm, oke baik. Terakhir saya ke Mas Adi. Mas Adi, 4 hari jelang 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dengan reshuffle yang sudah 8 kali dilakukan, apakah ini kemudian bisa meningkatkan citra pemerintahan bahwa mereka sudah eh, bisa menjalankan pemerintahan secara
Speaker A
baik dan juga menempatkan orang-orang yang tepat di posisinya. Ya, saya kira publik secara umum tidak terlampau peduli apakah reshuffle itu sering dilakukan atau jarang dilakukan atau tidak pernah dilakukan.
Speaker A
Publik itu tahunya siapapun yang dilantik jadi menteri, wakil menteri, kepala badan itu perform. Kinerjanya maksimal dan yang paling penting semua persoalan-persoalan yang ada di sekitar masyarakat selesai.
Speaker A
Kalau hari ini begitu banyak pihak yang menyoroti terkait dengan karhutla, selesaikan itu barang. Kan sudah ada pergantian, sudah ada reposisi dan sudah ada orang-orang baru yang dilantik.
Speaker A
Kalau hari ini misalnya kita juga menyaksikan bagaimana rutan itu di sorot gara-gara ada fasilitas mewah, yang hal yang semacam itu jangan pernah terulang.
Speaker A
Dan itu harus ditunjukkan dengan integritas yang tidak bisa ditawar. Termasuk misalnya soal indikasi korupsi ya. Saya ingin selalu mengatakan bahwa sepanjang menjadi pejabat publik jangan pernah nyerong-nyerong dan jangan pernah melakukan abuse of power karena sehebat apapun pasti akan tinggal tunggu waktu
Speaker A
akan dieksekusi dan akan ditangkap oleh para penegak hukum. Itulah yang saya sering selalu mengatakan jangan pernah anggap remeh dan jangan pernah anggap enteng pernyataan Pak Prabowo yang selalu mengatakan bahwa korupsi itu akan ditindak dan akan dikejar sampai Antartika, itu bukan main-main, Mas.
Speaker A
Itu adalah sesuatu yang cukup serius karena sepanjang hampir 2 tahun apa yang dilakukan oleh pemerintah dalam konteks pemberantasan korupsi itu kan persepsinya positif. Survei kita yang dilakukan di bulan Juli-Agustus kemarin ada sekitar 65% dari masyarakat yang mengapresiasi langkah tegas yang
Speaker A
dilakukan oleh pemerintah, oleh presiden terkait dengan upaya-upaya untuk terus melakukan pengungkapan-pengungkapan korupsi karena ini adalah biang dari kebocoran yang terus menjadi sebab betapa persoalan ketidakadilan dan kemiskinan itu menjadi sebab utama di negara kita, Mas. Itulah yang saya kira menjadi variabel penting
Speaker A
pejabat baru, orang-orang baru tugasnya cuma satu, jangan pernah terlampau banyak wacana, bekerjalah maksimal dan hindari tindakan-tindakan korupsi. Tiga hal ini yang saya kira menjelang 2 tahun pemerintahan Pak Prabowo harus menjadi atensi yang cukup serius.
Speaker A
Ya, itu yang dipedulikan masyarakat. Hanya soal bagaimana kerjanya, kerjanya tepat, bagus, dan juga tidak nyeleweng-nyeleweng ke mana-mana, apalagi korupsi gitu ya. Terima kasih Mas Adi Prayitno, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, dan juga Bang Bachtiar Banong, Juru Bicara Partai
Speaker A
Gerindra, sudah bergabung di Sapa Indonesia Pagi. Selamat pagi semuanya.
Topics:reshuffle kabinetPrabowo SubiantoBNPBkorupsi dana bencanakarhutlaTNIwakil menteripenanganan bencanapolitik IndonesiaGerindra











