Video sejarah dan profil Partai Golkar: dari Sekber Golkar 1964, peran di Orde Baru, transisi reformasi 1998, hingga ketua umum dan posisi terkini menjelang Pemilu 2024.
Key Takeaways
- Golkar berawal sebagai sekretariat bersama, bukan partai, dan baru menjadi partai politik pada 1998.
- Pengaruh Golkar sangat besar di masa Orde Baru, namun melemah pascareformasi.
- Ideologi dan lambang Golkar merujuk pada gagasan tokoh nasional serta simbolik kemerdekaan.
- Stabilitas internal dan elektabilitas partai menghadapi tantangan menjelang Pemilu 2024.
What the video covers
- Video membahas sejarah dan profil Partai Golongan Karya (Golkar) yang disebut bertahan meski sering dihantam konflik internal dan isu perpecahan.
- Golkar awalnya dibentuk sebagai Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar) pada 20 Oktober 1964, sebagai respons atas Peraturan Presiden Nomor 193 Tahun 1964, dan belum berbentuk partai.
- Gagasan Golkar dikaitkan dengan pemikiran Soekarno, Soepomo, dan Ki Hajar Dewantara, termasuk gagasan integralistik dan kolektivisme sejak 1940, yang mewujud dalam golongan fungsional.
- Ideologi partai bersumber pada konstruksi sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, dan Ketuhanan yang berkebudayaan, dengan Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar.
- Pada era Orde Baru, Golkar menjadi mesin elektoral yang mendominasi; pada Pemilu 1971 meraih 62,8% suara (236 dari 360 kursi), dan kader Golkar menduduki banyak jabatan eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
- Setelah peristiwa reformasi, Golkar dikritik karena dianggap melanggengkan rezim Orde Baru dan sempat terancam bubar; Golkar mendeklarasikan diri sebagai partai politik pada Munas luar biasa 9-11 Juli 1998.
- Lambang Golkar berupa pohon beringin dalam perisai segi lima dengan padi dan kapas; angka 17, 8, dan 45 melambangkan tanggal proklamasi 17 Agustus 1945.
- Ketua umum berganti dari Brigjen Djuhartono hingga Harmoko, Akbar Tanjung, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, dan saat ini Airlangga Hartarto.
- Perolehan suara Golkar menurun pascareformasi: sekitar 11,2% (kursi DPR) pada Pemilu 2009, 16,3% (91 kursi) pada 2014, dan 85 kursi pada 2019.
- Menjelang Pemilu 2024 muncul keraguan terhadap partai, termasuk kabar bergabungnya Ridwan Kamil dan catatan tujuh kader elite yang terjerat kasus dalam lima tahun terakhir.
Chapters
- 00:00Pembuka: Kabar Politik Terkini Golkar
- 00:59Pengantar Profil dan Ketahanan Partai
- 05:05Asal-Usul Gagasan dan Ideologi Golkar
- 08:00Sekber Golkar dan Peran di Era Orde Baru
- 09:32Transisi Reformasi dan Pendirian sebagai Partai
- 11:59Lambang dan Daftar Ketua Umum
- 14:59Perolehan Suara Pemilu dan Tantangan Menuju 2024
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
Dunia politik awal tahun 2023 diwarnai dengan kabar bergabungnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ke Partai Golkar, meski ditegaskan capres 2024 yang diusung adalah Airlangga Hartarto.
Speaker A
karya buat kamu yuk simak sampai habis [Musik] partai golongan karya adalah dianggap sebagai partai politik yang tetap awet meski berulang kali dihantam konflik internal dan diterpa isu perpecahan gak heran jika umur partai ini udah mencapai ulang tahun yang ke-58 Wah kalau pegawai
Speaker A
Ada yang kenal, nggak nih?
Speaker A
fungsional dari nama ini kemudian diubah dalam bahasa Sansekerta sehingga menjadi golongan karya pada 1959 sebenarnya saat pertama kali didirikan pada tahun 1964 Golkar belum berbentuk partai namun perwakilan golongan melalui golongan Karya jadi statusnya saat itu masih sekber Golkar atau sekretariat bersama golongan
Speaker A
Kali ini aku udah siapin video sejarah dan profil dari Partai Golongan Karya buat kamu.
Speaker A
bergabung dengan parpol atau membentuk organisasi sendiri dari yang awalnya hanya tergabung dari 61 organisasi kemudian berkembang menjadi 291 organisasi dan jumlah anggotanya terus bertambah besar karena diyakini memiliki perjuangan untuk menegakkan Pancasila dan undang-undang Dasar 1945 sekber Golkar pun kemudian dibagi dalam
Speaker A
Yuk, simak sampai habis!
Speaker A
Golkar mulai terlihat sebagai mesin electoral yang menjamin posisi dominan militer di dalam politik pasca peristiwa G30S Pemilu pertama sekber Golkar adalah Pemilu 3 Juli 1971 dan langsung berhasil memenangkan suara sebanyak 62,8% yaitu 236 dari 360 kursi anggota dalam DPR
Speaker A
Partai Golongan Karya dianggap sebagai partai politik yang tetap awet meski berulang kali dihantam konflik internal dan diterpa isu perpecahan.
Speaker A
Baru diciptakan dan kemudian dilaksanakan oleh pimpinan militer dan Golkar bahkan nih jabatan-jabatan dalam struktur eksekutif legislatif dan yudikatif hampir semuanya diduduki oleh kader-kader Golkar bahkan rezim orde baru mewajibkan semua pegawai negeri sipil dan anggota Kopri lainnya untuk mendukung Golkar makanya Golkar selalu
Speaker A
Nggak heran jika umur partai ini sudah mencapai ulang tahun yang ke-58.
Speaker A
krisis multidimensional rakyat Indonesia selain itu Golkar juga terancam bubar karena dianggap turut melanggengkan rezim orde baru pada akhirnya Golkar pun mendeklarasikan diri sebagai partai politik setelah dilakukan Musyawarah Nasional luar biasa pada tanggal 9 hingga 11 Juli 1998 bersamaan dengan itu terjadi
Speaker A
Wah, kalau pegawai negeri bentar lagi pensiun, ya. Mudah-mudahan panjang umur Golongan Karya!
Speaker A
meraih gelar doktor dalam bidang ilmu politik di Universitas Padjajaran akar ideologis Partai Golkar bersumber pada konstruksi Sosio nasionallisme Sosio demokrasi dan Ketuhanan yang berkebudayaan pemikiran ini berasal dari pemikiran Soekarno yang lahir sejak 1926 hingga 1945 yakni marhaenisme dan menjadi basis
Speaker A
Golongan Karya muncul dari kolaborasi gagasan tiga tokoh, yaitu Soekarno, Soepomo, dan Ki Hajar Dewantara.
Speaker A
dalam tiga mungkin yang pertama menegaskan mengamankan dan mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa demi memperkokoh negara kesatuan Republik Indonesia lalu yang kedua mewujudkan cita-cita proklamasi melalui pelaksanaan pembangunan nasional di segala bidang untuk merealisasikan masyarakat yang demokratis dan berdaulat sejahtera dan
Speaker A
Mereka mengajukan gagasan integralistik, kolektivisme, sejak 1940.
Speaker A
dengan lambang partai ini apalagi yang lahir sebelum Reformasi lambang ini berupa pohon beringin yang dikelilingi untaian padi dan kapas dalam perisai segi lima dengan pita di bagian bawah bertuliskan golongan karya pohon beringin memiliki makna melindungi seperti niat Partai Golkar yang ingin
Speaker A
Saat itu, gagasan tiga tokoh ini mewujud dengan adanya golongan fungsional.
Speaker A
kapas mencapai 17 dan 8 Akar gantung pada beringin serta 45 butir melambangkan Hari Kemerdekaan Indonesia yaitu tanggal 17 bulan 8 tahun 45 [Musik] setelah 58 tahun berdiri Golkar sudah mengalami banyak pergantian kepengurusan ketua umum pertama ada Brigadir Jenderal
Speaker A
Dari nama ini kemudian diubah dalam bahasa Sansekerta, sehingga menjadi Golongan Karya pada 1959.
Speaker A
1993 kemudian ada Harmoko pada periode 1993 hingga 1998 nah pasca reformasi ada Akbar Tanjung yang menjadi ketua umum pada periode kepengurusan 1998 hingga 2004 lalu digantikan oleh Jusuf Kalla pada periode 2004 hingga 2009 selanjutnya ada Aburizal Bakrie pada periode 2009 hingga 2014 dan
Speaker A
Sebenarnya, saat pertama kali didirikan pada tahun 1964, Golkar belum berbentuk partai.
Speaker A
Golkar adalah Airlangga hartato hingga saat ini dengan jumlah anggota saat ini mencapai 839.187 orang Dengan pengurus mencapai 222 orang [Musik] nah selama era Soeharto Golkar selalu memperoleh mayoritas suara Namun pasca reformasi terjadi penurunan apalagi ada beberapa kasus kontroversial yang
Speaker A
Namun, perwakilan golongan melalui Golongan Karya, jadi statusnya saat itu masih Sekber Golkar, atau Sekretariat Bersama Golongan Karya.
Speaker A
kursi atau 11,2% di DPR setelah mendapat sebanyak 15 juta 37.757 suara lalu pada pemilu legislatif 2014 partai golongan karya mendapat 91 kursi atau 16,3% di DPR setelah mendapat sebanyak 18 juta 432.312 suara pemilu legislatif 2019 partai golongan Karya terdapat 85 kursi
Speaker A
Nah, Sekber ini adalah wadah untuk golongan yang tidak berada di bawah pengaruh politik tertentu.
Speaker A
suaranya tidak mencapai 4% total suara San Nasional tidak mendapatkan kursi di DPR RI jadi saingan makin dikit nih dan sayangnya ada banyak keraguan pada partai ini menjelang Pemilu 2024 nanti sebab dalam 5 tahun terakhir ada 7 kader dari elite Golkar yang terjerat kasus
Speaker A
Soeharto dan Suhardiman mendirikan Sekber Golkar pada 20 Oktober 1964, sebagai respons dari Peraturan Presiden Nomor 193 Tahun 1964.
Topics:Partai Golkarsejarah GolkarSekber GolkarOrde BaruAirlangga HartartoPemilu 2024ideologi GolkarGolongan Karyareformasi 1998











