Analisis kekuatan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 di era John Herdman dan target juara di kompetisi regional.
Key Takeaways
- Timnas Indonesia memiliki skuad kuat dengan banyak pemain naturalisasi dan diaspora.
- Target juara FIFA ASEAN Cup 2026 sangat realistis dan menjadi harga mati bagi Timnas Indonesia.
- John Herdman mendapat tekanan besar setelah hasil kurang memuaskan di AFF.
- Kualitas pemain Indonesia lebih unggul dibandingkan negara Asia Tenggara lain, terutama dari segi pengalaman di liga top Eropa.
- Evaluasi akhir terhadap Herdman akan dilakukan setelah Piala Asia, bukan hanya berdasarkan hasil FIFA ASEAN Cup.
What the video covers
- Pembahasan kesulitan Timnas Indonesia menembus kotak penalti lawan di era John Herdman.
- Target utama Timnas Indonesia adalah juara grup di FIFA ASEAN Cup 2026, dengan evaluasi ketat jika gagal.
- Perbandingan performa Timnas Indonesia saat ini dengan era sebelum naturalisasi pemain.
- Kekuatan pemain naturalisasi dan diaspora yang memperkuat skuad utama Timnas Indonesia.
- Kritik dan evaluasi terhadap pelatih John Herdman terkait hasil di AFF dan harapan di FIFA ASEAN Cup.
- Keunggulan kualitas pemain Indonesia dibandingkan negara Asia Tenggara lain seperti Thailand dan Vietnam.
- PSSI menetapkan target juara karena Indonesia menjadi inisiator dan tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026.
- Persaingan ketat dengan negara lain yang juga melakukan naturalisasi pemain untuk menghadapi Indonesia.
- Perbedaan kondisi fisik dan pelatihan pemain Timnas Indonesia dibandingkan lawan di level Asia Tenggara dan pertandingan FIFA match day.
- Harapan besar pada John Herdman untuk membawa Timnas Indonesia juara dan evaluasi akan dilakukan pada Piala Asia.
Chapters
- 00:00Kesulitan Timnas Indonesia di Era John Herdman
- 00:37Target Juara dan Evaluasi John Herdman
- 01:24Perbandingan dengan Era Sebelum Naturalisasi
- 02:20Kritik dan Evaluasi Ekstrem Terhadap Timnas
- 03:05Keunggulan Pemain Indonesia di Asia Tenggara
- 03:35Tekanan dan Target Juara di FIFA ASEAN Cup
- 04:15Komposisi Tim dan Pemain Naturalisasi
- 06:01Persaingan dan Strategi Negara Lain
- 06:57Perbedaan Fisik dan Pelatihan Pemain
- 08:19Harapan dan Evaluasi Akhir untuk John Herdman
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
He. Masuk ke kotak penalti aja susah. Iya. Iya. Ya. Melewati Jah aja susah sama Jasin Hner.
Speaker A
[berdehem] Iya. Makanya Jasin Hner kan sempat e bersi kan. Lu main di lu aja di sana enggak bisa bikin apa-apa, lawan kita masuk aja ke kita susah. Apalagi sekarang mau ada kita dia jadi gitu. Jadi mereka sudah berasa itu.
Speaker A
Targetnya kan juara ya. Menurut saya kalau misalnya Indonesia ternyata enggak bisa tampil sebagai juara grup, itu berarti ada yang salah.
Speaker A
Gagal. Gagal total kalau menurut saya. Heeh. Eh, fokus ini kan ee timnas ini kan targetnya juara di FIFA ASEAN Cup ya.
Speaker A
Heeh. Kalau enggak juara, masalahnya apa nih sama John Hertman ini? Kalau misalnya enggak jadi juara, sebenarnya masalahnya ada di John Hertman-nya atau di timnya atau di permasalahan apa sih sebenarnya?
Speaker A
Iya. Jadi e FIFA ASEAN Cup ini kan menjadi, ya menurut saya, menjadi tantangan berikutnya untuk John Hertman ya.
Speaker A
Setelah kemarin di AFF ternyata kita keok ya, e bahkan lolos fase grup aja enggak gitu kan. Ini kan tamparan sebenarnya ee buat John John Hertman gitu dan PSSI. Menurut saya apapun alasannya, apakah kan banyak orang bilang ah karena pemain kita enggak
Speaker A
komplit gitu ya. Enggak ada Jes, enggak ada Ferdong, enggak ada Kevin Dick, enggak ada oleh Romeni gitu kan. Kalau bersaing di tingkat Asia Tenggara, saya kira itu enggak bisa dijadikan alasan.
Speaker A
Kemudian tim kita enggak bisa ee lolos fase grup gitu loh. Toh sebelum-sebelumnya juga ketika Indonesia belum ada pemain naturalisasi, kita bisa ke final kok enam kali.
Speaker A
Tapi kan enggak juara juga loh. Iya enggak apa-apa. Tapi kan kalau kita, kalau kita mau bandingkan antara ee catatan yang dibuat John Hertman di AFF 2026 dengan e sebelum sebelumnya ketika Indonesia ee masih diperkuat oleh pemain-pemain ee lokal gitu ya, pemain
Speaker A
asli kan kita enam kali ini lolos fase grup aja enggak gitu loh. Iya kan? Kalau yang Piala AFF sebelumnya okelah kita bisa terima enggak lolos. Karena apa? Karena kan waktu itu kita menurunkan pemain-pemain U22 ya. Jadi kalau e kemudian John
Speaker A
Hertman di FIFA ASEAN Cup besok ternyata termehek-mehek juga enggak bisa ngapa-ngapain juga di saat pemain nasional komplit gitu ya. Eh Idz dan kawan-kawan Ferdong Ole Romeni Joel Lopesi, Din James semuanya hadir Martin Pas dan juga eh Emil Audero. [berdehem]
Speaker A
Ya, saya kira evaluasinya sih cukup ee ekstrem ya. Total rapor merah banget berarti. Oh iya. Kalau misalnya kita enggak bisa berbuat banyak di ee FIFA ASEAN Cup.
Speaker A
Nah, bukannya kemarin PSSI juga sudah ada meeting khusus ya terkait FIFA ASEAN Cup. Mungkin yang tadinya nih tidak terlalu ditargetkan, mungkin setelah ya jelek tampil di AFF akhirnya jadi ini wajib menang nih. Mungkin ada evaluasi khusus enggak sih kepada JH
Speaker A
gitu? Enggak. Target kalau sampai kalau bicara target-target juara wajar. Kalau bicara target juara wajarnya di mana? Kita bermain di kandang.
Speaker A
Heeh. Sudah itu keuntungan besar. Kedua, kualitas pemain kita di atas rata-rata tim yang ada di Asia Tenggara.
Speaker A
Artinya tidak ada pemain misalnya di Thailand atau di Vietnam yang bermain misalnya di Seri A.
Speaker A
Kita punya dua yang ada di Seri A. Ada Emil di Komomo dan juga ada J.
Speaker A
Iya kan? Kemudian bermain misalnya di kasta tertinggi di League Eng, kita punya Calvin Verdong yang mereka enggak punya.
Speaker A
Liga Champion juga ada K Liga Champion dia kan di Bundesliga ada Kevendix dan Ken pula gitu loh. Dan mereka enggak punya itu. Jadi kalau dari ukur situ PSC bilang kami harus juara ya wajar kalau kami ke final dan tidak mau juara
Speaker A
enggak mungkin. Sudah ke final enggak mau juara gimana? Harus juara harus ke final dan juara.
Speaker A
Kesempatan sudah ada main sudah main di kantong kok main di GBK sudah dipilih dua dari dua venue GBK dan Sijal Harupat ya. Kita main di stadion utama kita bukan di Sijala Karupat.
Speaker A
Dan FIFA FIFA ASEAN Cup itu inisiatornya Indonesia loh ya. Iya. Sudah juara grup kan formatnya kan hanya juara grup aja A sama B langsung ketemu tanggal 5 itu grup final. Jadi enggak ada alasan kalau kita enggak bisa juara. Makanya saya bilang
Speaker A
sangat-sangat keterlaluan John Herman. Namun kalaupun ini yang terburuk ini kita bicara gagal misalnya oh itu dipecat nih. Bisa aja orang bisa bicara begitu tapi kontrak dia itu sampai di Piala Asia.
Speaker A
Jadi evaluasi dia akan di Piala Asia walaupun sudah dihujat di harus dipujat. Enggak mungkin PCC akan tetap bertahan sampai ke Piala di situlah nanti akan menjadi tolok ukur manggilia gagal.
Speaker A
Tidak tidak seperti STJ yang membawa tim ini lolos ke 16 besar ya pasti di situ dihukum bahwa dia tidak bisa meneruskan. Tapi kalau kita juara di FIFA ASEAN, wah itu bagus memang harus dengan komposisi pemain yang ada sampai saat ini. Ini kan bukan tim yang
Speaker A
bermain di AFF gitu loh. Yang mungkin akan dua yang akan diambil di AFF hanya Michel Baker sama Tom High untuk masuk di starting 11. Menurut saya selebihnya itu sembilan itu dari sana dari Eropa termasuk penjaga gawang Emil atau Martin Pas mungkin Emil Audero yang
Speaker A
main duluan kan itu ada di sana. Kemudian empat di belakang itu kan atau tiga di belakang itu sudah kelihatan kan semua Isus Elkan Bagot mungkin 11 pemain semuanya pemain diaspora semua diaspora cuma makanya kalau ada penambahan dua itu yang
Speaker A
bermain itu di sini satu-satunya Tom H Tom Hey yang bisa melengkapi itu yang bermain di sini juga pemain dipora sebelumnya kan nama Michel Becker yang ada di depan tu nomor 9 gitu karena Ole Romani ini pasti akan bermain di belakang situ kan bersama
Speaker A
dengan Luku Fikiri jadi memang berbeda dengan tim yang ada yang kalah di AFF. Dan itu Vietnam tahu, Malaysia juga tahu, Singapura tahu bahwa Indonesia punya tim yang sebenarnya yang tampil melawan Oman.
Speaker A
Iya. Yang mengalahkan Oman 3-0 tuh mereka tahu. Kim Sangsik tahu karena Kim Sangsik datang nonton [tertawa] nonton gitu. Jadi waktu kalah kemarin mereka bisa mengalahkan dia dia pikir ini bukan tim yang sebenarnya. Dia tahu ada ada J Ises oleh Romani dia tahu semua. Makanya
Speaker A
mereka catat itu untuk bisa melihat gitu. Jadi bukan berarti mereka enggak tahu, mereka akan itulah sebabnya Vietnam itu menambah dua lagi naturalisasi baru.
Speaker A
Iya. Untuk untuk kedalaman main mereka gitu. Jadi berbondong-bondong. Kenapa mereka melakukan itu? Untuk melawan Indonesia karena Kim Sansik merasa enggak kuat.
Speaker A
Iya [tertawa] dengan J ISAS aja bermain sama rakter mereka kalah 3-0 kok di Myin di putang ketiga yang bermain sama seperti pemain itu. Kuanghai bermain Dinb semua bermain kalah 3-0 di kandang loh. Makanya dia merasa ini perlu kalau
Speaker A
enggak kalau cuma dengan Rafaelson ini Swanson enggak mungkin untuk bisa melewati Elkan Bag sama Jes atau Justin Hnerit gitu saya pikir. Jadi ya wajar kalau mereka bisa menjadi juara dan harus menurut saya tuh tuh harga mati juara.
Speaker A
Tapi mungkin sepakat mungkin dari ini statement salah satu tinggi klub ya Semen Padang bahwa timnas yang sekarang tuh perbedaannya di fisik mungkin di sama era STY fisiknya agak lemah nam enggak kalau melihat dari lawan Oman apa fisik lemah
Speaker A
ya lawan ee apa lawan Bulgaria apa fisik Bulgaria itu tim Eropa Timur yang kuat secara fisik bersih dipaksa bertahan terus asumsi untuk sekuat AFF oke mungkin ah kalau AFF mungkin saya setuju tapi kalau sudah bicara jere terlatih jangan salah Mereka terlatih di Sasuolo
Speaker A
loh. Ini kan sekarang tuh jadi terbagi dua ya untuk menilai timnas tuh gara-gara ada AFF ini nih.
Speaker A
Ee mengomentari yang kalau ukuran AFF sih saya kira betul apa yang disampaikan oleh Bengopan enggak enggak bisa disamakan dengan saat Indonesia menghadapi FIFA match di lawan Bulgaria dan Oman.
Speaker A
Karena pelatih fisik dias suolo itu lebih hebat dari pelatih fisik yang ada di kita [tertawa] sini.
Speaker A
Pelatih fisik yang ada di M Glasb lebih hebat. yang ada di Lil itu semua bagus-bagus beda. Jadi jangan disamakan enggak boleh gitu makan. Makanya ketika lawan Oman kan habis Oman kan Mosambik selesai.
Speaker A
Iya kan betul itu hanya menang penalti aja orang Bulgaria. Jadi AFF ini membuat bingung sebenarnya kan ya kan perdebatan wah ee JH ee enggak punya taktik karena melihat di AFF tapi waktu lawan FIFA match Day oke gitu dengan
Speaker A
kedalaman suadnya kurang tipis dibanding
Speaker A
Jadi banyak kalau mau dicari pemain-pemain yang lapis kedua untuk masuk ke dalam di untuk ke bergeser ke ee pen A dan ke plan B kan. Jadi ya baguslah kalau bisa bisa melihat.
Speaker A
Iya. Memang pada akhirnya kelengkapan ee skuad itu sangat penting ya bagi John Hertman gitu.
Speaker A
Ketika itu kan hampir separuh hampir separuh 15. Iya 15 kan enggak ada di di tim nasional di AFF ya. Kalau kemudian babak belur menurut saya ya wajar gitu karena tidak ada pemain-pemain utama itu. Dan Vietnam kan tahu sendiri 2 tahun terakhir ini kan
Speaker A
mereka ngegas terus. Iya kan? Tapi ketika Indonesia kalau di ee apa catatan prestasinya di apa dibandingkan dengan Indonesia. Indonesia di kualifikasi Piala Dunia dengan pemain yang sangat lengkap ya. Bukan yang di AFF.
Speaker A
Yang di AFF [tertawa] begitu enggak ada Jes enggak ada FD Vietnam rasanya seperti di atas angin. Iya kan? He.
Speaker A
Tapi ketika nanti mereka ada, saya kira pasti penilaiannya akan beda. Akan penilaiannya beda. Kalau sudah ada ee lengkap nih main-main kita nanti John Hertman enggak bisa mengolah tim ini menjadi bagus, nah itu baru tempat waktu dan tempat dipersilakan ya
Speaker A
untuk komen. Kalau enggak bisa ya kalau [tertawa] misalnya lawan Singapura lagi kan kita lawan Singapura lawan Malaysia.
Speaker A
Ee Malaysia enggak bisa ngapa-ngapain juga ya. sudah lawan Bangladesh. Kalau Bangladesh jadi kan sudah teruji sudah lihat ketika main di Vietnam nih ya masuk ke kotak penalti aja susah.
Speaker A
Iya iya ya. Melewati Jahi aja susah sama Jasin Habner. Iya, makanya Yasin Abdal kan sempat e bersi kan lu main di lu aja di sana enggak bisa bikin [tertawa] apa-apa lawan kita masuk aja ke kita susah apalagi sekarang mau pada kita dia
Speaker A
jadi gitu jadi mereka sudah berasa itu dan itu bayangin kalau ada Emil di bawah mistar kan bahaya aduh lu belum ada emil ya temboknya banyaklah di tengah ada paluesi ada paling tidak tongkrongan timnas kalau pemain kita lengkap nanti
Speaker A
itu juga bikin Singapur Vietnam juga ini pemain seri ya pemain bunda Bundesliga pemain League ang iya kan?
Speaker A
Heeh. Heeh. Ada area divisi minder mereka ya. Bayangin kalau empat main di belakang tiba-tiba kipernya dari Komo.
Speaker A
Di kiri ada Fortuna Sitar, ada Milwall sama Sasuolo. Iya kan? Di kanan ada Borusia Monse Glakba, kemudian ada Lil di sana ada Lomel FK, ada Fortuna Sitar oleh gila itu tim [tertawa] Rizky Rido juga malu mau blunder lagi.
Speaker A
Iya kan ada Persip dong. Ada Persip ada Persip. Iya Persip satu di tengah di kanan ada Migarter. [tertawa] Luk Fikri kan itu begitu mereka lihat tuh Kim Sangsit bisa ke toilet melulu itu bolak-balik ke toilet melulu tuh iya kan
Speaker A
karena mereka pernah merasakan ketika ja di belakang itu jarang dapat bola kiper itu kayak minum kopi di belakang tenang aja enggak bisa masuk ya kan enggak bisa bikin apa-apa termasuk di Senayan Egi bikin gol kan mereka enggak bisa masuk ke dalam
Speaker A
kalau ketemu Vietnam nanti karena kan mereka di grup mereka kan di grup sebelah kan mudah-mudahan finalnya Vietnam Indonesia sih Bisa saja tapi Thailand bagus loh. Thailand kemarin delan pemain top mereka enggak main. Bahaya kalau mereka juga sama Thailand kan juga sama seperti
Speaker A
Vietnam itu. Wah boleh juga nih kalau Canatip sangin main. Wah mantap itu mereka tuh Sarayoyen wah bagus-bagus tuh Vietnam atau Thailand. Tapi yang jelas sih ee kalau mau komentar ya nanti tunggu FIFAan Cup baru tuh.
Speaker A
Iya main pertama lawan Singapura kan yang satu-satu yang hampir kita menang kan. Ya. Iya.
Speaker A
Lawan di sini boleh bikin dua gol [berdehem] itu. Kalau [tertawa] kalau sampai di FIFA ASEAN Cup jelek, nah waktu dan tempat persilakanlah netizen. [berdehem] Enggak. Sebenarnya kan tim IF kemarin sebenarnya bisa menang melawan Singapura itu kan gol balasan mereka kan hanya
Speaker A
kesalahan komunikasi Rido sama Cahya kong gol balasan seharusnya kan kita bisa main satu kos itu baru dengan tim itu belum ada oleh kan Huluk Fikiri belum ada Jope Lupesi belum ada Ferdong belum ada kalau ada mereka tuh paling tidak
Speaker A
setengah main 4 menit pertama 2-0 kita enam deh bisa enam ya [tertawa] juara juara juara [terkesiap] tapi kalau misalnya gagal di FIFA ASEAN Cup jangankan Piala Asia Piala Dunia pun aja kayaknya kita kebalik dong jangan kalau Sor. Kalau
Speaker A
bicara bicara gagalnya gagalnya di mana gitu loh. Jadi ee targetnya kan juara ya. Menurut saya kalau misalnya Indonesia ternyata enggak bisa tampil sebagai juara grup itu berarti ada yang sama gagal gagal total kalau menurut saya ya.
Speaker A
Tapi kalau misalnya Indonesia ke final tapi penampilannya ternyata menjanjikan lah gitu. Kita kalah juga enggak enggak enggak apa namanya enggak malu-maluin amat gitu. Kalau seandainya yang terburu kita kalah, entah itu nanti ketemunya Vietnam atau Thailand misalnya kalahnya apes lah misalnya kalah penalti
Speaker A
misalnya. Ah misalnya seperti itu gitu kan. Tapi kalau dari sisi permainannya menjanjikan enggak ada. Saya pikir ya harusnya [tertawa] sih enggak sampai harus jalan gitu loh.
Speaker A
Kalau ukuran ASEAN enggak harusnya sih enggak ada cerita gitu. Enggak ada cerita kita enggak bisa bikin apa-apa di FIFA ASEAN Cup.
Speaker A
Iya karena belakang kita tuh terlalu kuat untuk ukuran di belakang itu terlalu kuat. Memang Vietnam, Thailand pasti bakal di pasti itu sudah main di kandang kita. Kemudian bigasolo di belakang yang biasa ketemu dengan Lautaro Martinez yang dia bisa ke
Speaker A
ini kan turam semua kan yang bisa atasi Seri A kan kencang semua sih tahu sendiri lihatnya kemarin begitu J begitu J main pertama kali langsung menang lawan Torino Natan asis di kan dia enggak main dua kali kalah kalah
Speaker A
begitu dia main kemarin belak jadi kuat walaupun tarik Muovis enggak ada tapi jadi kuat buktikan apalagi cuma lawan ni Kuang Hai sama [tertawa] Dinbak Dinbak ini kan Swanson Verdong udah ngerepotin PSG, Nathan as habner ngecetak gol ke gawang sendiri ya
Speaker A
[tertawa] beda mencetak gol tapi menang kan menang menang dan dia bermain 90 menit terus kan bukan murni kesalahannya Hopner juga itu kipernya juga ngapain cepat-cepat Bagot juga kemarin debut kan iya walaupun kalah tapi debut kan ada Bagot oh kalau Bagot Hnerner sama jahit tuh di
Speaker A
belakang wah termehek-mehe tuh lawan tuh bisa mau lewat. Oke. Oke. Siap. Sudah seru banget pembahasan hari ini.
Speaker A
Seru. Seru. Seru banget. Gimana? Boleh minum ya? Apa? Boleh. Boleh. Silakan. Silakan silakan silakan. Boleh.
Speaker A
Kita ee sudahi saja untuk episode kali ini. Kita lanjut lagi di episode berikutnya. Terima kasih Bung Kesit, terima kasih Bung Ropan.
Speaker A
Sama-sama. Analisisnya keren. Semoga kita ee menang di FIFA ASEAN Cup dan Liga Indonesia seru begitu pertandingannya.
Speaker A
Diharapkan seru lah ya. Persaingan semakin kompetitif. Jangan lupa like, comment, share, and subscribe di YouTube-nya It's Me. Terus jangan lupa baca artikel di Indonesiaravelsport.com dan follow Instagram dan TikTok-nya it's me_entt.
Speaker A
Sampai jumpa di episode berikutnya. Dadah. Salam olahraga. Salam olahraga. [tepuk tangan]
Topics:Timnas IndonesiaFIFA ASEAN Cup 2026John Herdmanpemain naturalisasiPSSIkompetisi sepak bola Asia Tenggaraevaluasi pelatihskuad diasporatarget juaraAFF Cup




![In Depth Tour Toyota Land Cruiser FJ [J240] – Indonesia — Transcript](https://i.ytimg.com/vi/cKMHMzZWwbk/maxresdefault.jpg)






