Analisis taktik John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia dengan fokus pada formasi tiga bek dan strategi menyerang serta bertahan.
Key Takeaways
- John Herdman membawa pengalaman internasional dan adaptasi formasi yang fleksibel.
- Formasi tiga bek menjadi basis utama taktik Herdman dengan fokus pada wing play dan overload sayap.
- Strategi bertahan Herdman menggunakan high press dan formasi dinamis yang efektif.
- Tipe penyerang cair cocok dengan gaya permainan Herdman dan materi pemain Timnas Indonesia.
- Permainan Herdman memiliki kesamaan karakter dengan skema Timnas Indonesia era sebelumnya.
What the video covers
- John Herdman resmi ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia dengan target membangun fondasi dan lolos ke Piala Dunia 2030.
- Herdman dikenal sebagai motivator dan pelatih yang adaptif dengan formasi favorit tiga bek seperti 3-4-3, 3-4-2-1, dan 3-5-2.
- Ia pernah membawa Timnas Kanada ke Piala Dunia dan sukses di timnas wanita Kanada serta klub MLS Toronto FC.
- Strategi menyerang Herdman mengandalkan wing play dengan kombinasi build up pendek dan long ball untuk menciptakan peluang.
- Taktik wing overload dan peran back yang naik untuk mendukung sayap menjadi ciri khas permainan Herdman.
- Herdman menyukai striker dengan pergerakan cair dan nyaman dengan bola, cocok dengan tipe striker Timnas Indonesia saat ini.
- Dalam bertahan, Herdman menggunakan formasi dinamis antara 5-3-2 dan 4-4-2 dengan penerapan high press intensif.
- Gelandang pivot menjadi filter utama dalam pertahanan, mirip dengan pola yang pernah digunakan Timnas Indonesia era sebelumnya.
- Permainan Herdman secara keseluruhan mirip dengan karakter permainan Timnas Indonesia yang lebih nyaman dengan skema tiga bek.
- Adaptasi formasi Herdman diprediksi mudah dengan materi pemain Timnas Indonesia saat ini.
Chapters
- 00:00Pembukaan dan pengenalan John Herdman
- 00:38Pengumuman resmi penunjukan Herdman
- 00:58Karakter dan strategi Herdman yang cocok untuk Timnas
- 02:26Profil dan pencapaian Herdman
- 03:05Pengalaman Herdman di klub dan timnas sebelumnya
- 05:05Formasi favorit Herdman dan adaptasi di Timnas Indonesia
- 06:50Strategi menyerang dengan wing play dan build up
- 12:07Strategi bertahan dan high press Herdman
- 15:04Kesimpulan dan karakter permainan Herdman
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
Halo, selamat datang di channel Ruang Taktik. Di video kali ini kita akan analisis taktik pelatih baru timnas.
Speaker A
John Hertman.
Speaker A
Setelah melalui seleksi yang cukup panjang, PSSI sudah sepakat menunjuk John Herman. Kabar ini disampaikan langsung oleh website resmi PSSI serta akun Timnas Indonesia.
Speaker A
Dalam pernyataan resmi mengatakan bahwa Herman akan memimpin era baru skuad Garuda. Secara profil, John Hertman sendiri adalah pelatih yang menarik.
Speaker A
Selain dikenal sebagai seorang motivator, ia kadang-kadang punya karakter taktik dan strategi yang cocok dengan timnas Indonesia.
Speaker A
Hal yang pertama Ruang Taktik temukan adalah pemakaian formasi berbasis tiga centerback. Apakah formasi ini akan juga dipakainya kala menukangi timnas Indonesia nanti?
Speaker A
Nah, penasaran seperti apa perkiraan taktik timnas di bawah John Herman? Let's go, kita bahas sama-sama.
Speaker A
Nama John Hertman sudah jadi perbincangan hangat sejak dirinya belum diresmikan menjadi pelatih timnas Indonesia.
Speaker A
Banyak orang sudah tahu kalau Hertman punya CV yang cukup menarik. Ia diberi target membangun fondasi dan meloloskan Indonesia ke Piala Dunia 2030. Sebelumnya Herman sendiri sudah pernah cetak sejarah.
Speaker A
Ia adalah orang yang membawa timnas Kanada lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1986.
Speaker A
Hertman juga pernah mengantar timnas wanita Kanada raih dua medali perunggu Olimpiade serta membawa mereka ke perempat final Piala Dunia Wanita 2015.
Speaker A
Hertman terakhir kali bertugas melatih klub MLS Toronto FC. Di sana pelatih berusia 50 tahun tersebut catatkan 17 kemenangan dan 25 kekalahan dari 46 laga.
Speaker A
Ini juga jadi pertanda bahwa ia pernah gagal. Setelah mundur dari jabatannya sebagai pelatih Toronto FC pada November 2024, Hertman sudah tak lagi melatih sampai akhirnya ditunjuk menangani Timnas Indonesia.
Speaker A
Selain dikenal sebagai motivator yang pandai membangkitkan semangat ruang ganti, ada satu sisi menarik lain dari John Hertman.
Speaker A
Pelatih asal Inggris itu dikenal mempunyai formasi favorit tiga bek, terutama formasi 3-4-3 atau 3-4-2-1 serta 3-5-2.
Speaker A
Baik di Toronto maupun di timnas Kanada, formasi yang dominan dipakai Hertman adalah formasi tersebut.
Speaker A
Di Kanada, ia lebih suka memainkan skema 5-3-2. Sementara di Toronto, pelatih yang juga pernah menangani timnas wanita Selandia Baru itu lebih menyukai skema 3-4-2-1.
Speaker A
Fakta ini menunjukkan bahwa Herman adalah pelatih yang adaptif, mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan tim serta tersedianya pemain.
Speaker A
Dengan komposisi materi pemain yang dimiliki Timnas Indonesia sekarang, rasanya tidak sulit untuk mengubah formasi kembali ke basis tiga bek seperti zaman Shinteong. Bisa dengan 3-5-2 atau 3-4-2-1 disesuaikan dengan game tiap laga.
Speaker A
Sebagai pelatih yang prefer menggunakan pakem tiga bek, John Herman termasuk yang gemar memanfaatkan wing play.
Speaker A
Bagi mantan pelatih Toronto FC ini, sayap adalah sektor paling penting dalam permainan timnya.
Speaker A
Ia lebih sering terlihat bermain direct menggunakan long ball. Namun, tidak jarang pula memainkan umpan-umpan pendek untuk membangun serangan dengan cepat.
Speaker A
Di klip ini menunjukkan Kanada asuhan Hertman melakukan build up pendek dan cepat dan mengubah shape tiga back menjadi 1-4-2 dengan kiper lalu menyerang dari sisi sayap dan lakukan progresi cepat hingga ke depan gawang.
Speaker A
Shape 1-4-2 ini dipakai ketika build up awal dan cukup cair. Di sini terlihat gelandang turun dan berubah menjadi tiga bek di belakang.
Speaker A
Pada pertandingan yang sama, Hertman mencoba cara lain, yakni build up panjang menggunakan long ball. Di mana di sini target utamanya adalah satu striker Kanada, Larin.
Speaker A
Long ball direct seperti ini digunakan untuk switch atau memindah serangan ke pemain sayap. Taktik seperti ini memang jadi tren untuk melompati press serta memindah serangan guna menjauhinya.
Speaker A
Build up long ball John Herman tadi mirip dengan gaya build up timnas Indonesia era Sintyong. Salah satunya dalam momen bangun serangan di laga kontra Arab Saudi berikut ini.
Speaker A
Pada klip-klip tadi terlihat tim asuhan Hertman dominan menyerang lewat sayap. Pada pertandingan lain, Toronto yang diasuhnya menciptakan situasi overload di sayap kanan 3 versus 2.
Speaker A
Terlihat kembali di laga yang sama, Toronto ciptakan wing overload 2 versus 1 melawan fullback New England yang pada akhirnya menghasilkan peluang.
Speaker A
Taktik wing overload ini mirip dengan pola yang sering dimainkan timnas era Shinteong seperti pada momen berikut.
Speaker A
Satu pola lain yang mirip antara timnas era Shinteong dengan John Hertman adalah pola back saat situasi bangun serangan.
Speaker A
Di klip ini terlihat back paling kanan Kanada cenderung lebih naik dari dua centerback lainnya.
Speaker A
Hal ini dimaksudkan supaya back yang naik tadi bisa memberikan support untuk wingback ketika harus menciptakan situasi overload atau menang jumlah.
Speaker A
Terlihat pemain yang melakukan overload ini sejatinya adalah back paling kanan Toronto yang didorong naik untuk ciptakan overload di sisi kanan.
Speaker A
Di timnas peran back yang naik tadi dijalankan oleh Rizky Ridho. Terlihat di sini posisi back Persija Jakarta itu lebih naik daripada posisi Izopner yang sejajar.
Speaker A
Pada momen berikutnya, Ridho ikut membantu menyerang ciptakan wing overload di area sayap kanan timnas Indonesia.
Speaker A
Hertman menyukai semua tipikal penyerang tengah, tapi tipe penyerang favoritnya mungkin adalah striker yang punya pergerakan cair dan nyaman dengan bola-bola daerah.
Speaker A
Ini tentu jadi kabar bagus mengingat timnas Indonesia punya striker tipikal seperti itu dalam diri Oloan.
Speaker A
Permainan John Hertman tidak hanya menarik dari segi attacking, tetapi juga menarik dari segi defending.
Speaker A
Saat bertahan tidak terpaku pada satu formasi, melainkan beberapa momen berganti-ganti.
Speaker A
Bisa dilihat di sini Kanada asuhan John Hertman bertahan dengan shape 5-3-2. Namun shape bertahanan itu juga bisa berubah menjadi 4-4-2 seperti ini ketika ada trigger dalam melakukan press.
Speaker A
Pola tersebut sudah tidak asing buat timnas mengingat di era Sintayong skema 5-3-2 banyak dipakai saat situasi bertahan seperti berikut.
Speaker A
Pola 4-4-2 tadi juga pernah dipakai timnas Indonesia di round 4 ketika menghadapi Arab Saudi.
Speaker A
Shape di lapangan nantinya memang digunakan sebagai awalan posisi pemain saja. Ketika bola berjalan seringnya akan dinamis dan pemain wajib bisa merespon situasi dengan tepat.
Speaker A
Selain soal formasi, ciri khas paling mencolok dari permainan John Herman adalah menerapkan high press ketika bertahan.
Speaker A
Di sini terlihat tiga pemain Kanada sekaligus mengepung satu pemain Amerika Serikat yang sedang menguasai bola.
Speaker A
Cara serupa juga diperagakan Kanada dalam beberapa momen lainnya. Lagi-lagi Indonesia dulu juga kerap memainkan skema seperti itu ketika masih dibesut.
Speaker A
Selain bertumpu pada trio bek tengah, pertahanan tim asuhan Hertman juga bertumpu pada kekuatan dua gelandang pivot mereka yang jadi filter utama serangan lawan.
Speaker A
Indonesia punya dua sosok yang bisa diandalkan di sektor tersebut, yaitu Joe Pipi Pessi yang selalu bisa saling mengisi dengan Tom He.
Speaker A
Overall secara karakter, John Herman bisa dibilang mirip dengan karakter permainan timnas Indonesia yang justru lebih nyaman dengan skema tiga bek.
Topics:John HerdmanTimnas Indonesiataktik sepak bolaformasi tiga bekwing playhigh press3-4-33-5-2Piala Dunia 2030analisis taktik

![In Depth Tour Toyota Land Cruiser FJ [J240] – Indonesia — Transcript](https://i.ytimg.com/vi/cKMHMzZWwbk/maxresdefault.jpg)









