Analisis taktikal laga Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis oleh John Herdman dengan formasi hybrid 4-4-2 yang cair dan efektif.
Key Takeaways
- Formasi 4-4-2 John Herdman sangat fleksibel dan berubah sesuai situasi pertandingan.
- Pemain diberi kebebasan roaming untuk menciptakan ruang dan kombinasi serangan.
- Pertahanan Timnas sangat rapat dan efektif dalam menutup ruang lawan serta memenangkan second ball.
- Pergantian pemain tidak mengurangi intensitas pressing dan counter attack.
- Skema bola mati tetap menjadi andalan dalam mencetak gol Timnas.
What the video covers
- John Herdman menggunakan formasi 4-4-2 yang fleksibel dan bisa berubah menjadi 3-2-5 saat menyerang.
- Timnas Indonesia menang telak 4-0 atas Saint Kitts and Nevis yang berperingkat 154 FIFA.
- Pemain seperti Oli Romeni dan Beckham Putra diberi kebebasan roaming untuk menciptakan kombinasi dan ruang.
- Rizky Rido diplot sebagai fullback kanan dengan peran defensif untuk membentuk tiga bek saat menyerang.
- Saint Kitts and Nevis menggunakan formasi 5-3-2 dengan blok press 3-2 untuk menutup jalur tengah Timnas.
- John Herdman memanfaatkan ruang di sisi sayap dan ruang antar lini untuk progresi serangan.
- Pergantian pemain dilakukan secara masif di babak kedua dengan tetap mempertahankan skema bertahan 4-4-2.
- Taktik bertahan Timnas fokus pada jarak rapat antar pemain untuk memenangkan second ball dan mempersulit lawan.
- Gol-gol tercipta dari kombinasi roaming winger, umpan terobosan, dan skema bola mati yang efektif.
- Formasi hybrid 4-4-2 ini memungkinkan transisi cepat antara bertahan dan menyerang dengan fleksibilitas tinggi.
Chapters
- 00:00Pembukaan dan pengantar analisis
- 00:45Gaya main John Herdman dan rotasi pemain
- 01:38Formasi dasar dan perubahan shape saat menyerang
- 02:18Peran Rizky Rido dan strategi bertahan lawan
- 02:48Teknik progresi bola dan pemanfaatan ruang
- 04:01Peran roaming winger Beckham Putra dan Oli Romeni
- 05:18Strategi bertahan dan counter attack babak kedua
- 09:09Skema bola mati dan gol Timnas
- 09:59Kesimpulan dan evaluasi taktikal John Herdman
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
Halo, selamat datang di channel Ruang Taktik FC, bagian dari Ruang Taktik yang khusus membahas sepak bola tanah air.
Speaker A
Dan di video kali ini kita akan analisis laga Timnas Indonesia versus Saint Kitts and Nevis.
Speaker A
John Herman dimulai di FIFA series bulan Maret ini melawan tim berperingkat 154 yaitu Saint Kitts and Nevis. Timnas Indonesia menang telak 4-0.
Speaker A
Lewat laga ini, kita bisa meraba gaya main yang dibawa pelatih asal Inggris tersebut, juga untuk melihat performa pemain yang dipasang di posisi berbeda seperti Jordi Ahmad yang bermain sebagai gelandang bertahan. Laga ini juga jadi rotasi pemain yang tampil di mana hampir
Speaker A
semua starter diganti pada babak kedua. Nah, penasaran dengan jalannya laga dari segi taktikal? Let's go kita bahas sama-sama.
Speaker A
John Herman di atas kertas menurunkan formasi 4-4-2 dengan Oli Romeni serta Ramadan Sananta sebagai ujung tombak. Di tengah ada Jordi Ahmad serta Calvin Verdong diapit Beckham Putra dan Kevin Dick. Di belakang menariknya Rizky Rido diplot sebagai back kanan sedangkan kiri
Speaker A
Doni Tri mengapit J Iza serta Elkan Baggot. Di atas kertas memang Timnas Indonesia menggunakan pakem 4-4-2 yang lebih banyak dipakai saat bertahan. Namun saat bangun serangan shape selalu berubah cair.
Speaker A
Will up dengan empat pemain lebih terlihat di awal-awal saja. Nampak 1-4-1-1 di sini yang bertujuan mengurai press.
Speaker A
Namun shape ini tidak banyak terlihat karena lawan jarang lakukan press hingga ke depan. Shape yang paling sering terlihat adalah 3-2-5 atau 3-4-3.
Speaker A
Di sini terlihat Don diplot lebih ke depan dan ide memainkan Rizky Rido sebagai fullback kanan sejatinya untuk menjadi tiga centerback di belakang seperti ini karena ia tidak diberi lisensi menyerang seperti Doni Tri.
Speaker A
Terlihat pula Beckham yang masuk ke tengah untuk memberikan area winger kepada Doni Tri yang overlap.
Speaker A
Lini depan yang rapat ke arah bola terlihat dengan shape 3-2-5. Kevin Dick di kanan tetap menjaga lebar lapangan.
Speaker A
Terlihat pula bagaimana Saint Kitts and Nevis bertahan menggunakan shape 5-3-2 untuk merespon serangan Timnas Indonesia yang menggunakan lima pemain di depan.
Speaker A
Mereka memakai blok press 3-2 di depan untuk menutup jalur progresi Timnas lewat tengah. Target serangan John Herman adalah lakukan progresi di samping kiri atau kanan blok press tersebut.
Speaker A
Salah satu cara menggunakan white centerback yang lebar. Nampak struktur Rido dan Elkan yang berada di antara blok press tersebut yang bisa digunakan untuk ciptakan jalur ke depan.
Speaker A
Cara lain dengan pemain yang drop di samping blok press tersebut. Contohnya Verdong yang drop sedikit melebar untuk alirkan bola ke depan.
Speaker A
Namun di sini blok press lawan cepat bergeser sehingga menutupnya. Salah satu cara yang berhasil terekam pada momen Beckham yang drop.
Speaker A
Blok press Saint Kitts and Nevis terlihat masih berada di kanan serangan dan Beckham segera turun di kiri. Ia terima bola dan bisa balik badan serta kirim umpan untuk pos ruang belakang lini ke Doni. Belakang lini memang jadi target serangan direct Timnas.
Speaker A
Beberapa kali umpan diarahkan langsung ke area tersebut guna mengekspos ruang di belakang backline. Salah satu hal yang menarik adalah bagaimana John Herman memanfaatkan Beckham Putra sebagai roaming winger.
Speaker A
Di sini pemain asal Persik itu drop untuk mengekpos ruang di half space dan lakukan kombinasi segitiga.
Speaker A
Selain Beckham, Romeni juga diberi lisensi yang sama. Ini membuat lini serang Timnas menjadi cair.
Speaker A
Romeni terlihat berada di sayap untuk berikan support ke Dick sekaligus mengacaukan marking lawan. Jordi Ahmad datang dari lini kedua untuk mengisi ruang sekaligus menerima operan Dick.
Speaker A
Namun cutback-nya masih tertahan. Kembali terlihat Romeni yang roaming drop hingga ke belakang memancing satu bek lawan naik. Beckham dan Sananta terlihat di belakangnya.
Speaker A
Beberapa detik kemudian, Beckham berpindah dari kiri ke kanan. Ia berhasil mengekspos ruang antar lini yang terbuka dan berikan terobosan ke Kevin Dick. Sayang, sepakannya masih melebar.
Speaker A
Meski diplot sebagai striker, Romeni sangat mobile dan ia kerap turun bantu build up ke belakang.
Speaker A
Kali ini ia yang jadi target progresi dengan turun dan melebar di samping blok press. Romeni lakukan kombinasi dan berhasil mengekspos sayap.
Speaker A
Aksi Romeni yang kerap roaming dan memancing bek lawan ini yang jadi awal gol pertama.
Speaker A
Melalui throw terlihat tiga penyerang berada di depan. Rido kemudian berikan bola ke Oli Romeni yang drop.
Speaker A
Ia berhasil balik badan dan alirkan bola terobosan ke Beckham yang lari mengekspos belakang lini lantaran bek lawan memasang garis pertahanan tinggi. Dengan keseimbangan ia lolos dari tackle lalu melakukan sedikit gocekan sehingga ia mampu memperdaya kiper dan menceploskan bola ke gawang 1-0.
Speaker A
Romeni yang diberi kebebasan bergerak terlihat lebih perform layaknya pengatur serangan atau nomor 10. Lihat kemampuannya lakukan switch play akurat yang diterima Doni.
Speaker A
Lalu diteruskan ke Beckham. Tanpa press, ia lancarkan tendangan melengkung yang masih ditepis kiper. Timnas bertahan dengan shape 4-4-2.
Speaker A
Terlihat backline terjaga rapat, sementara yang melebar adalah pemain tengah untuk lakukan press ke pembawa bola. Hal yang paling terlihat adalah rapatnya jarak antar pemain.
Speaker A
Jarak yang rapat ini bertujuan untuk mempersempit area bermain lawan sekaligus mempermudah situasi perebutan bola. Apalagi tim tamu hanya mengandalkan umpan-umpan panjang. Jarak rapat diperlukan untuk memenangkan second ball.
Speaker A
Terlihat serangan yang dialirkan ke sayap dan pertahanan 4-4-2 Timnas merespon dengan bergeser. Dan ketika lawan buntu serta pilih long pass, J Iza bisa memotong sekaligus melanjutkan bola ke Jordi Ahmad.
Speaker A
Ketika bola berada di penguasaan Kevin Dick terlihat Oli Romeni berada di posisi yang sedikit drop. Di situ ia mampu menarik back lawan untuk naik dan membuat ruang terbuka di belakangnya.
Speaker A
Dick kemudian berikan umpan ke Sananta yang mengekspos space tersebut. Kesulitan menembus sendiri, Oli kembali naik lakukan support dan terlihat Beckham melebar untuk cari ruang kosong ketika Beckham berfokus pada Sananta dan Oli.
Speaker A
Formasi striker bernomor punggung 10 ini berikan umpan ke Beckham dan mampu diselesaikan dengan finishing yang tenang oleh pemain bernomor punggung 7 tersebut, defend dan counter.
Speaker A
Di babak kedua, John Herman melakukan tujuh pergantian pemain, namun skema bertahan tetap menggunakan dua pressure, yaitu Reinders di depan. Struktur menggunakan 4-4-2.
Speaker A
Taktik bertahan lalu counter cepat pun beberapa kali terlihat. Salah satunya saat crossing berhasil dipotong lalu dijadikan serangan balik oleh Yob Sayuri langsung ke Zilstra. Ia lakukan kombinasi segitiga dengan Ragnar dan pos belakang lini.
Speaker A
Dengan memasukkan pemain fresh, pressing tetap terjaga dan situasi bertahan lalu counter pun kembali menghasilkan gol.
Speaker A
Terlihat dua pressure di depan dan empat pemain belakang. Zilstra lakukan press dan Eliano berhasil rebut bola yang kemudian jatuh ke kaki Peluesi.
Speaker A
Terlihat Ragnar expos belakang lini dahulu sebagai dami. Disusul Mauro Roilstra. Umpan terobosan diberikan ke striker Persija itu dan mampu diselesaikan dengan satu sentuhan crash dan counter kilat.
Speaker A
Sebelum gol keempat, Timnas sempat mencetak gol ketiga melalui bola mati. Di era Sintayong, bola mati jadi andalan untuk cetak gol. Dan terlihat skema sepak pojok yang diarahkan ke Elkan di tiang jauh lalu dipantulkan ke tengah terjadi meski di sini tidak terjadi gol.
Speaker A
Gol bermula pada percobaan corner kesekian dengan skema berbeda. Diawali gangguan di area kiper oleh Rizky Rido dan J Iza yang bertujuan agar penjaga gawang tidak bisa memotong crossing. Oli berdiri di tiang jauh dan kemudian berlari ke box area kosong bersamaan
Speaker A
dengan Jordi Ahmad. Umpan Doni mengarah kepadanya. Tandukannya mampu diblok, namun bola jatuh ke kaki kembali dan Romeni mampu ceploskan bola di antara kepungan empat pemain.
Speaker A
Overall, laga ini cukup memuaskan dari segi taktikal di mana John Herman memainkan formasi hybrid 4-4-2 yang bisa berubah jadi tiga bek ketika menyerang.
Speaker A
Ruang taktik pun menebak jika 4-4-2 ini juga bisa jadi lima bek saat winger seperti Kevin Dick turun di samping Rizky Rido, terutama di...
Speaker A
e
Topics:John HerdmanTimnas Indonesiaanalisis taktikalformasi 4-4-2sepak bola IndonesiaRuang Taktik FCserangan cairroaming wingerpressing dan counterbola mati

![In Depth Tour Toyota Land Cruiser FJ [J240] – Indonesia — Transcript](https://i.ytimg.com/vi/cKMHMzZWwbk/maxresdefault.jpg)









