Skip to content

FIFA ASEAN Cup 2026: Misi John Herdman Menebus Kegagalan Garuda

Pembahasan misi John Herdman menebus kegagalan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 dan peluang Indonesia di turnamen ini.

Key Takeaways

  • FIFA ASEAN Cup adalah momentum penting untuk membuktikan kemampuan timnas Indonesia setelah kegagalan AFF.
  • Turnamen ini memiliki nilai lebih karena poin FIFA resmi dihitung, berbeda dengan AFF.
  • John Herdman tetap dipercaya sebagai pelatih hingga Piala Asia 2027 meski ada tekanan akibat hasil buruk.
  • Pemain terbaik harus dimaksimalkan dan klub wajib melepas pemain untuk memperkuat timnas.
  • Indonesia harus punya mindset menjadi tim terkuat di Asia Tenggara dengan skuad lengkap.

What the video covers

  • John Herdman ditargetkan menebus kegagalan timnas Indonesia di AFF dengan memaksimalkan FIFA ASEAN Cup 2026.
  • Turnamen FIFA ASEAN Cup dianggap lebih berkualitas dan penting karena dihitung dalam peringkat FIFA resmi.
  • Indonesia harus memanfaatkan momentum FIFA ASEAN Cup untuk membangun kembali kepercayaan dan semangat suporter.
  • Pemain terbaik wajib dipanggil dan dilepas klub untuk memperkuat timnas di FIFA ASEAN Cup.
  • Indonesia berada di grup dengan Malaysia dan Singapura, dan harus menjadi tim terkuat di Asia Tenggara.
  • Kegagalan di AFF memicu evaluasi dan tekanan, tapi Herdman tetap dipertahankan hingga Piala Asia 2027.
  • Turnamen ini menjadi ajang pembuktian Herdman dan kesempatan kedua setelah performa buruk di AFF.
  • Pentingnya konsistensi pemain dan adaptasi di timnas untuk hasil maksimal di turnamen regional.
  • FIFA ASEAN Cup diikuti oleh 11 negara Asia Tenggara dengan tambahan tim tamu, meski India mundur.
  • Harapan agar Indonesia bisa lolos ke babak semifinal atau lebih di turnamen ini untuk meningkatkan ranking FIFA.

Answers

Questions about this video

Apa tujuan utama John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?

Tujuan utama John Herdman adalah menebus kegagalan timnas Indonesia di AFF dan memaksimalkan peluang di FIFA ASEAN Cup untuk membangun kembali kepercayaan dan meningkatkan peringkat FIFA.

Mengapa FIFA ASEAN Cup dianggap lebih penting daripada Piala AFF?

FIFA ASEAN Cup dianggap lebih penting karena poin yang didapat dihitung dalam peringkat FIFA resmi, dan semua pemain terbaik wajib dilepas klub untuk memperkuat timnas, berbeda dengan Piala AFF.

Bagaimana posisi John Herdman setelah kegagalan di AFF?

John Herdman tetap dipertahankan sebagai pelatih hingga Piala Asia 2027 meskipun ada tekanan akibat hasil buruk di AFF, dengan evaluasi akan dilakukan setelah Piala Asia.

Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:00
Speaker A
Kalaupun ada Halan sendiri di depan, enggak akan juara [tertawa] juga. Ada Rodri di tengah, enggak akan juara juga ya kan? Enggak akan juara juga ya. Ada di belakang juga ada Simon, enggak juara juga kalau penjaga gawang yang punya ini
00:12
Speaker A
kan atau fosingnya taruh di kiper, enggak akan juara juga [tertawa] karena butuh 11 pemain yang bagus, yang top. Ini Pak Erik sebagai ketua ya, Pak Erik lihat 11 pemain itu hanya pakai di Piala FF Michel Baker dan Tom H doang. Kemudian
00:29
Speaker A
sembilan diambil dari yang bermain di Eropa. Kita juara belakang penjaga gawang Emil atau Paes bermain. [mendengus] Erkan Begot bermain sama J Ises dan Yasin Hner tiga bek. Kevin Dick di kanan, Calvin Ferdong di kiri. Jope Lupesi dan Tom Hae bermain di empat. Di
00:46
Speaker A
depan adalah Ole Romeni, Luke Fikiri dan Michel Becker juara. Jadi kalau juara tuh ini otomatis meningkatkan peringkat FIFA juga ya.
00:55
Speaker A
Iya. Ini pertandingan pertandingan dan kenapa lebih lebih ini lebih kualitas hadiah uang dibandingkan dengan tiga kali lipat dibandingkan hadiah uang di AFM ee lawan yang lebih kuat dan lebih apa yang seimbang itu akan lebih ideal gitu ya karena dalam sebuah turnamen itu
01:16
Speaker A
pasti pelatih akan senang kalau ketemunya lawan yang kuat juga gitu enggak melalu ee lawan yang ada di bawah gitu.
01:23
Speaker A
Hai people, selamat datang kembali di Talk With Me, Talking with It's Me bersama aku Pudila dan Bang Gilang.
01:30
Speaker A
Bang, tadi malam ada pertandingan seru banget Piala Super Eropa antara PSG melawan Aston Villa dan dimenangkan oleh PSG yang artinya PSG back to back nih menang dan dia jadi kalau enggak salah tim keempat ya setelah Madrid, Milan sama Ajax yang
01:46
Speaker A
back to back Piala Eropa. Piala Super Eropa. Benar enggak sih? Gila pengetahuannya. Jangan kayak gitu dong. [tertawa] Nah [terkesiap] cakep cakep.
01:54
Speaker A
Nah, kita bakal ngebahas dulu PSG melawan AT Ston Villa bersama dengan Bung Ropan dan Bung Erwin.
02:02
Speaker A
[tepuk tangan] Apa kabar, Bung? Baik, baik alhamdulillah. Setelah jeda AFF kemarin kan ya kita udah lemas ya di ee prestasi timnas di AFF jeblok lah.
02:16
Speaker A
Betul. Terus banyak ramai di sosm mungkin semangat untuk nonton timnas menurun menurun ak engak dong jangan dong harapannya nih di ASEAN Cup ya FIFA ASEAN Cup FIFA ASEAN Cup sendiri yang nota B-nya ini sebenarnya ee apa FIFA persahabatan ya
02:34
Speaker A
FIFA match Day cuma dibuat kompetisi akhirnya mungkin jadi target baru nih buat John Hetman untuk juara di sini untuk pembuktian mungkin ya menebus lah kesalahan ya ee animo itu kan menurun setelah Indonesia jauh ya dari e Piala FF animo
02:50
Speaker A
menurun untuk timnas itu kan setelah Indonesia gagal di e round 4 kualifikasi ya ada turbulensi pergantian pelatih ada pro kontra setelah itu Indonesia gagal harus diakui itu animonya menurun ya baik di medsos ataupun datang ke stadion itu enggak seheboh waktu kita
03:07
Speaker A
masuk ke e round 4 dan sebetulnya eF kemarin tuh bisa menjadi momentum kalau misalnya Indonesia itu enggak jeblok gitu. Iya.
03:16
Speaker A
Bisa lolos ke babak semifinal, bisa masuk ke final atau ee juara itu momentumnya akan terbentuk. Tapi kan kenyataannya Indonesia tampil di AFF kemarin sudahlah gagal di babak penyisian, mainnya juga enggak bagus gitu kan dengan pemain-pemain yang sebenarnya ee secara materi itu ee bagus jika
03:35
Speaker A
dibandingkan dengan AFF yang lalu-lalu, terutama dari AFF yang terakhir ketika Indonesia pakai pemain U22 tapi malah enggak bisa lolos ke babak semifinal. Nah, sekarang ada FIFA ASEAN Cup. Ini yang eh harus benar-benar diperhatikan oleh terutama John Hertman gitu ya dan PSI sebagai apa yang
03:54
Speaker A
bertanggung jawab atas e timnas bahwa ini harusnya menjadi momentum kedua gitu dan waktunya ini kan enggak terlalu lama ya kan akhir September sudah main. Jadi ketika orang masih apa ee terbayang-bayang dengan kegagalan di AFF dengan mainnya yang enggak bagus, ada
04:11
Speaker A
kesempatan kedua. Ini harus benar-benar dimaksimalkan. Itu yang pertama. Terus yang kedua, ini pemain-pemain yang enggak main di AFF karena ini FIFA match day ee harus apa bisa pulang ya, harus bisa maksimal.
04:24
Speaker A
Kan kemarin-kemarin kan ada anggapan, wah ini yang main bukan pemain-pemain terbaik Indonesia. Iya kan? Bukan ee timnas A-nya gitu. ada orang yang bilang seperti itu.
04:33
Speaker A
Nah, ini sekarang di FIFA ASEAN Cup enggak ada lagi alasan ya kan harus bisa mengambil momentum terlepas dari ini pertandingan uji coba yang dilegalkan gitu ya sehingga pemain-pemain terbaik bisa pulang gitu tapi ini ee momentum yang harus dimanfaatkan
04:48
Speaker A
untuk membangun kepercayaan ee tim untuk e apa menimbul menimbulkan lagi hasrat dari ee suporter gitu.
04:56
Speaker A
Itu sih yang penting ya. Kalau di grup ini kan sebenarnya ada Malaysia, ada Singapura. He.
05:01
Speaker A
Dan tadinya ada India gitu. Kabar terbarunya India kan ngundurin diri karena mau fokus lawan Brazil. He.
05:08
Speaker A
Nah, ada kemungkinan enggak sih kita jadi tim kuat padahal di grup kita tuh ada Malaysia sama Singapura?
05:14
Speaker A
Ya harus mau siapapun lawannya kalau di Asia Tenggara. Kalau kita Indonesia itu bisa diperkuat Jzes, Kevin Dick, Oli Romani, Joey Pelupesi, Justin Hner eh itu yang dua kiper ya kan eh Martin sama Emil itu bisa pulang semua. Enggak cuman
05:31
Speaker A
Singapura sama Malaysia, Indonesia harus jadi tim terkuat. Itu kan mindset mindset orang sudah seperti itu. Karena apa? Waktu kualifikasi Piala Dunia itu kan standarnya sudah kelihatan tinggi gitu.
05:44
Speaker A
Enggak ada tim seperti Indonesia yang lolos sampai ke babak kualifikasi keempat dari ASEAN. Hanya Indonesia aja yang bisa sampai ke situ. Itu kan memperlihatkan bahwa levelnya Indonesia tuh sebenarnya sudah ada di situ ya.
05:56
Speaker A
terlepas dari ada turbulensi, pergantian pelatih ya, ada pro kontra, tapi Indonesia sudah mencapai ke level itu.
06:03
Speaker A
Jadi di level regional kalau full team enggak ada alasanlah Indonesia kalah dengan apa seperti Piala AFF kemarin malu-maluin kebangetan gitu.
06:13
Speaker A
Kalau grup itu malu ya. Iya kebangetan. Iya. Iya. Bung Ran mungkin ee FIFA ASEAN Cup yang tadinya mungkin tidak tidak menjadi perhatian ya, mungkin pertandingan yang tidak cukup penting tapi setelah gagal di AFF ini mungkin jadi pertandingan penting bagi John
06:29
Speaker A
Hedman ya ee untuk bisa membuktikan lah karena dia sendiri kan bahkan menyatakan enggak akan ada lagi nih kalah gitu. Enggak.
06:38
Speaker A
Ketika FIFA ASEAN Cup itu dibikin oleh Infantino dan Dewan FIFA untuk menjadi sebuah ajang turnamen dan ini pertama kali terjadi dalam sejarah itu menjadi jauh lebih penting daripada Piala AFF.
06:53
Speaker A
Dari segi kualitas jelas FIFA ASEAN Cup ini lebih tinggi. Kenapa? Karena di situ akan dihitung peringkat FIFA yang sebenarnya.
07:00
Speaker A
Poin poin FIFA di IFF tidak dihitung. Peringkat FIFA ada di situ. Makanya saya bilang lebih berkualitas. Kedua, semua pemain-pemain top diizinkan dan wajib bagi klub manapun untuk melepas pemain tersebut, memperkuat negara masing-masing. Termasuk Indonesia ketika ada yang namanya FIFA M Day. Nah, ini
07:19
Speaker A
kan FIFA M yang dikemas menjadi sebuah turnamen yang bergengsi yang melibatkan 11 negara di Asia Tenggara plus ada dua ee tim tamu yang tadinya India dan juga dengan Pakistan. Dan kalau India memang mundur tinggal tergantung yang untuk siapa yang akan menggantikan India kan.
07:35
Speaker A
Tapi apapun itu jelas ini turnamen yang memang tidak boleh kita lewatkan ya. Sangat keterlaluan kalau sampai kita sudah menjadi tuan rumah I kemudian dengan pemain yang grade A dan akhirnya kita gagal itu pukulan sekali dan wajar kalau banyak yang menuntut
07:52
Speaker A
untuk tentunya ada perubahan termasuk coach JH untuk lengser tapi tidak sampai segitu saya pikir karena JH itu dikontrak 2 tahun sampai 2027 sampai Piala Asia jadi kalau kalaupun gagal dia tidak akan mungkin dimundurkan. H PSI akan menuju ke Piala Asia. Nanti
08:07
Speaker A
evaluasi ada di Piala Asia karena sudah terlalu mepet di antara Piala Asia itu dan FIFA ASEAN Cup. Jadi mau Jurgen Club juga yang datang dan Pep Guardiola, [tertawa] tidak akan mungkin kita juara untuk di Piala Asia. Iya kan? I
08:22
Speaker A
jadi untuk apa ganti pelatih? Misalnya STY pun balik enggak ada jaminan untuk bisa menjadi juara. Karena kita bicara Piala Asia loh.
08:29
Speaker A
Iya. Piala Asia. Kalau kita gagal di ASEAN Cup ini e FIFA ASEAN Cup ini kan, maka John Herman itu akan terus dipertahankan sampai di Piala Asia baru di situ dilihat. Kalau t
08:42
Speaker A
sama seperti STY lakukan itu sampai ke 16 besar walaupun kita bergantung terhadap negara lain ketika itu waktu kita lolos kan. He.
08:49
Speaker A
Tapi tetap itu tujuan utama bagi John Herman membawa tim ini lolos dari basek grup. Tidak mudah. Jepang, Qatar, dan Thailand kan kita sudah tahu tuh di grup itu berat. Makanya saya bilang siapapun pelatih terbaik mau taruh di situ, mau
09:02
Speaker A
berderet juga misalnya STy Klop sama PEP jadi pelatih sama-sama pegang Indonesia bertiga itu ada di pinggir [tertawa] lapangan tiga-tiga itu tiga kepala enggak akan juara kita.
09:12
Speaker A
Iya kan? Bingung mau dengerin siapa kecuali naturalisasiin tuh Halan. [tertawa] Iya kan? Enggak enggak akan juara kita ya. Kalaupun ada Halan sendiri di depan enggak akan juara juga. [tertawa] Ada Rodri di tengah enggak akan juara juga ya kan? Enggak akan juara juga ya.
09:27
Speaker A
Ada di belakang juga ada Simon enggak juara juga kalau penjaga gawang yang punya ini kan atau fosingnya taruh di kiper enggak akan juara juga [tertawa] itu loh kalau untuk itu karena butuh 11 pemain yang bagus yang top untuk ini
09:39
Speaker A
Jepang tim kuat favorit pasti kan Iran tim kuat favorit pasti akan makanya saya bilang ini kalau kita kembali ke topik kita bahwa FIFAan Cup ini menjadi penting itu sangat penting karena pertaruhannya ada di situ.
09:53
Speaker A
Iya. kendati mungkin jihad tidak akan dipecat tetapi akan sangat malu buat kita kepercayaanah malu besar karena J Isya sudah main Ole Romani sudah main iya kan iya Joelupesi main Kevin Dick main Calvin Verdong main apalagi yang kurang sudah
10:08
Speaker A
dikasih kan dan lawan hanya level ASEAN ini tiba-tiba kita enggak bisa menang melawan Malaysia lawan Singapura yang Singapura enggak ada pemain main di Bundesliga enggak ada main di Seri A enggak ada bermain di level yang top di le Eng enggak ada gitu loh
10:23
Speaker A
event even event pemain-pemain juga eh Vietnam yang bermain di luar enggak ada. Itu Rafaelson tuh ambil di liga-liga mereka sendiri tuh.
10:31
Speaker A
Nanti enggak bermain dia di Serie A gitu kan tiba-tiba kita enggak bisa menang kan keterlaluan gitu loh.
10:37
Speaker A
Dan kita keuntungannya juga mainnya di kandang kan di kandang. Makanya wajar kalau semua berseru, "Ah, ini enggak benar pecat ada ya out John Herman kalau gagal." Walaupun saya bilang enggak akan out kan akan tapi itu wajar karena apalagi
10:48
Speaker A
amunisi sudah bagus main di kandang dukungan kuat tiba-tiba kita kalah. Namun saya bilang kita enggak akan kalah.
10:56
Speaker A
Ini prediksi enggak akan kalah. Apalagi kalau Herman bisa mendengar omongan kita di It's Me ini ya. [tertawa] Mr. John, coba tolong dengar dulu Pak Sumarji, Pak Erik sebagai ketua. Pak Erik lihat 11 pemain itu hanya pakai di Piala FF Michel Becker dan Tom H doang.
11:15
Speaker A
Kemudian sembilan diambil dari yang bermain di Eropa. Kita juara belakang penjaga gawang Emil atau Paes bermain. Erkan Begot bermain sama J Ises dan Yasin Hner di tiga bek. Kevin Dick di kanan, Calvin Ferdong di kiri. Jope Lupesi dan Tom Hae bermain di empat. Di
11:33
Speaker A
depan adalah Ole Romeni, Luke Fikiri dan Michel Becker juara enggak ada. Kita enggak bicara kita pemain lokal. [tertawa] Kita enggak ada bicara pemain lokal ini. Bicara loh kita kan mau bicara juara kan.
11:46
Speaker A
Rido main di babak kedua ketika kita unggul lawan Singapura 5-0 misalnya [tertawa] atau 3-0 main.
11:52
Speaker A
Iya kan? Mau Egi main main bab kedua mau Riki Kambuaya main gitu kan. Jadi kita sudah unggul gitu.
11:59
Speaker A
Kalau dengan materi ini saya rasa unggul. Oman aja yang peringkatnya jauh di atas kita yang menahan imbang Qatar 3-0 kita bikin bulan-bulanan bertahan total enggak bisa menang.
12:10
Speaker A
Bulgaria yang levelnya top di Eropa Timur itu dipaksa untuk parkir bas lawan kita dengan pergerak. Walaupun kita kalah juga dengan hanya dengan penalti yang kontroversial itu kan.
12:19
Speaker A
Tapi Bulgaria itu top tapi memaksa mereka untuk hanya bermain dengan counter attack. Jadi memang kita kuat kalau dengan materi yang saya bilang ini. Jangan campur-campur dengan pemain lokal dulu. Jangan pemain lokal boleh tapi main di babak kedua boleh. Di
12:33
Speaker A
saat kita unggul pemain lokalnya nonton dulu nih. Ya kan bagus can 45 menit kan cukup nonton saja ketika kita 3-0 masuk mereka gitu enggak masalah masuk kan siapap pun main mau mau bekamp putar doni tri rido kan sudah aman ketika masuk dengan 3-0
12:47
Speaker A
kan percaya diri lebih tinggi dong. Iya iya kan dia ganti Elkan Bigot atau ganti Yashin Hub dan dia ganti semua 43 ya. Iya, ganti aja 3-0. Masa mau mau mau dibalik sama lawan 43 [tertawa] gitu loh. Enggak mungkin
12:57
Speaker A
kan. Tapi coba kalau main kan belum pernah di zaman STY, di zaman PK Patrick Card sekarang enggak pernah main dengan yang saya bilang tadi.
13:06
Speaker A
Semua main tuh mereka full team itu diaspora itu coba belum pernah dicoba kok. Kpi kalau mereka coba dream team itu siapa mau lewat Elkan Bigot Jisah sama Yasin Hner untuk ukuran ASEAN?
13:16
Speaker A
Iya. Enggak bisa. Vietnam ketika Yen Hon ada di belakang kalah 3-0 kok di Hanoi. Jas bermain dibikin bola pimpong sama kita.
13:26
Speaker A
Itu kan fakta bahwa mereka enggak bisa menang lawan kita ketika ada J Ises di sana sama Yasin Hner bermain kan Tom Ha bermain Ragnar bermain kalah kok 3-0 Ramadan Sananta bahkan masuk babak kedua bikin gol juga. Nah itu maksudnya
13:39
Speaker A
ikut seperti itu. Ramadan Sananta nanti masuk babak kedua bikin dua gol Ramadan gitu loh.
13:44
Speaker A
5-0 juga. Nah, gitu maksudnya saya pikir [tertawa] tapi di babak pertama main seperti itu enggak akan kasih kalah kita untuk ukuran itu. Bos bermain di level grade A di Eropa mereka main Tom Haya, Pelupesi, Kevin Dick, Calvin Verdong mau
14:00
Speaker A
kasih kalah bagaimana itu empat orang itu iya kan oleh Romani di depan MK sama Luk Fikri mah gimana apalagi kalau Milano Jonathan sembuh fit datang dia bermain kuat kita babak kedua tengah kasih masuk Ivar Yenner mau Ramadan kek
14:14
Speaker A
main Ricky Kambuaya Rido main enggak masalah Doni Tri main kasih main aja tapi kan kita sudah leading kita sudah unggul itu saya pikir coba Coba dicoba. Tapi kalau dicampur dibikin gado-gado lagi ya susah.
14:27
Speaker A
Mungkin enggak sih karena belum ada chemistrya ya. Mana chemistry yang semua pemain diaspora itu dijadiin 11 pertama karena belum ada kemistrinya gitu. Kayak belakang kan enggak bukan, bukan ada kemistri. Enggak pernah dicoba.
14:37
Speaker A
Enggak pernah dicoba aja. Mereka itu sudah chemistry. Mereka itu datang dari akademi. Sudah terbiasa dari akademi besar di Eropa tahu itu feeling untuk kasih bola-bola passing tahu semua.
14:47
Speaker A
Cuma enggak pernah dicoba aja. Sebagian besar dicoba kan kita menang melawan Mosambik sama kemarin Oman kan sebagian besar yang nasional Rido waktu itu yang masuk selalu menyisakan satu atau dua hanya dua Doni cuma itu saya lebih nah sekarang coba enggak ada itu semua 11-1
15:06
Speaker A
bagus makanya saya bilang enggak ada tandingan kita Tom H Pelupesi Dick sama Calvin Fero enggak Bundesliga 1 eng 1 coba liga Belgia 1 semua main di atas loh bukan di kasta kedua loh heeh He iya kan Lil itu kasta pertama.
15:22
Speaker A
Iya Monsegbach kasa pertama Bundesliga. Iya kan? Lomel itu ada di atas sekarang di posisi atas bermain Persip bermain dengan Tom Ha kan bagus bagus ni tim gitu kalau bisa kalau bisa dicoba dan saya yakin kalau dicoba oleh John Herman kita enggak bisa tandingin
15:41
Speaker A
untuk ukuran siapapun mau India mau level dengan Singapura kita pasti menang kok dengan tim seperti aja kemarinnya bermain itu kan satu-satu Singapura cuma dapat gol dengan kesalahan Rido sama ee Cahya kan seharusnya kita bisa menang kan peluang juga banyak dengan materi seperti itu
15:57
Speaker A
yang main mungkin biasa-biasa aja enggak begitu Singapura enggak bisa susah di kandang. Nah, kalau J Ismain apakah apa Ilfon bisa lewat ke Ji sama Bagot sama Yasin Hner? Enggak bisa lewat, enggak bisa bikin apa-apa. Itu untuk masuk di
16:10
Speaker A
tengah aja susah karena kan kualitas kan yang yang dibilang sekarang adalah kualitas. Kualitas ini Kevin Kevin Dick ini itu kapten di Mon Gladba untuk menjadi kapten di Bundesliga itu susah seorang dan pemain Indonesia loh pertama yang di kemarin kapten yang kemarin
16:27
Speaker A
menang besar berapa kosong tu mereka uji coba kemarin tuh. Dia kapten loh, pemain Indonesia pertama di Bundesliga yang kapten. Nah, bagaimana mau lawan Singapura, mau lawan Malaysia, mau lawan? Jauhlah kualitas. Tapi kalau enggak dicoba seperti itu, saya enggak
16:43
Speaker A
yakin. Kalau misalnya dicampur-campur lagi, no komen saya enggak berani saya [berdehem] untuk ngomong. Kalau ada campur-campur lagi ya.
16:52
Speaker A
Iya. Ah, gadoh-gadoh segala saya no komen. Tapi kalau yang saya bilang tadi full, saya yakin 100% menang. Bung Erwin gimana nih? Setuju enggak? [tertawa] Waktu dan tempat saya serahkan ke Bung Erwin.
17:05
Speaker A
Kalau Bang Ropan sudah no komen susah juga. [tertawa] Jangan dicampur katanya dipisah. Artinya gini, kalau misalnya ee secara individu gitu ya, no debat lah pemain Indonesia kalau pulang semua.
17:19
Speaker A
Iya. No debat itu [tertawa] di kawasan ASEAN kan. JZ main di Liga Ital Serie A gitu kan.
17:25
Speaker A
[tertawa] Iya kan? Heeh. Kevin Dix di Bundesliga, Calvin Verdong di League Ang. Belum dua kipernya Emil sama Martin ya kan main di seri A sama di area divisi.
17:36
Speaker A
Artinya secara kualitas individu itu mereka bagus-bagus sebelas-sebelasnya itu ya dicampur sama Tom Ha orang didik yang didikan Eropa ya saya bilang didikan Eropa.
17:47
Speaker A
Jadi mereka kan juga sudah pernah bermain bersama sebetulnya ya kan sejak dari lawan Saint Kids and Nefis. Iya.
17:56
Speaker A
Setelah itu lawan Bulgaria. Ada empat pertandingan Indonesia itu full team lawan Oman, lawan Mozambik. Setelah itu di Piala FF YZ dan kawan-kawan enggak bisa pulang. Jadi kalau ditanya lagi bahwa gimana di ASEAN cup ini itu no debat harus juara.
18:12
Speaker A
Pakistan Pakistan tuh seperti apa sih kekuatannya? Negara-negara Asia Selatan itu kan bukan negara kuat dalam sepak bola. Paling lebih yang paling ini ya.
18:20
Speaker A
Iya. Negara-negara apa? Pakistan, Bangladesh, India itu kalau lawan apa ee Asia Tenggara saya pikir masih lebih kuat Asia Tenggara kok. Mereka kan lebih kuat kriket main kriket ya. Mereka lebih enggak bukan negara yang kuat dalam sepak bola gitu. India
18:36
Speaker A
pun kalau kan sempat ada kabar bahwa India akan membagi timnya karena mereka akan menghadapi Brazil juga gitu ya. Belakangan akhirnya mundur.
18:44
Speaker A
Kalau misalnya India tampil dengan full team datang ke Indonesia dengan kualitas pemain-pemain seperti Jiz dan kawan-kawan, saya yakin Indonesia masih bisa menang kok. G benar. setuju. Jadi enggak ada cerita lah untuk Indonesia kalau misalnya enggak menang itu berarti kalau gagal di situ sebenarnya
18:59
Speaker A
pertaruan ya tadi sudah disebutin Bung Ropan kan enggak kalau dipecat kan enggak mungkin nih tapi pertaruhannya mungkin kepercayaan publik ya kepercayaan publik dan yang harus diingat adalah ee kita sebagai media selain masyarakat harus beri kritik yang paling keras
19:14
Speaker A
kalau misalnya gagal kita hajar lagi aja di sini gitu kita kritik lagi aja di sini gitu karena itu tadi bahwa apa sih yang membuat Indonesia gagal dengan materi pemain seperti itu ya kan dengan negara-negara Eropa, Bulgaria, Mozambik, Oman kita bisa menang gitu lawan
19:30
Speaker A
Bulgaria. Okelah enggak kalah kita kalahnya lewat penalti itu selalu ada faktor yang mungkin non teknis atau yang membuat sepak bola itu enggak bisa ditentukan oh 100% menang gitu. Tapi kan peluangnya besar sekali, probabilitasnya besar sekali dengan latar belakang
19:45
Speaker A
seperti itu. Kalau tadi Bung Erwin bilang skill individu pemain timnas Indonesia ini sebenarnya enggak perlu diragukan lagi.
19:50
Speaker A
Berarti apakah ee kemenangan kita nanti atau juaranya kita nanti di FIFA ASEAN Cup ini di bergantung sama strategi yang dimiliki sama Jun Hertman?
20:00
Speaker A
Ya pasti ee kemarin itu kan yang paling di paling disorot adalah bagaimana ketika John Hertman itu ee plan A-nya enggak berhasil. Plan B-nya enggak ada.
20:11
Speaker A
Plan B-nya ada tapi terlambat atau plan B-nya ada tapi enggak works gitu, enggak bekerja. Kan kelihatan waktu lawan Vietnam kebobolan dua gol cepat di apa di babak pertama. Setelah itu 15 kita kebobolan 15 menit nih kebobolan dua gol nih.
20:25
Speaker A
Heeh. 15 menit dan sampai selesai itu enggak ada Iya. Heeh. Enggak ada plan B yang benar-benar bisa bekerja gitu. Waktu menghadapi Singapura kan gitu juga. Setelah unggul 1-0, Singapura menyamakan skor. Setelah itu apa? Enggak bisa cetak gol lagi. Enggak
20:41
Speaker A
ada plan B. Pergantian pemain kan di menit ke-70 ke atas semua itu waktu lawan Singapura itu pergantian pemainnya kan setelah apa ee Singapura kan masuk menit 88 menit 7 eh iya Beckham e 88 waktu lawan Vietnam itu sekitar 79.
20:55
Speaker A
Iya. Jadi entah itu enggak bekerja, entah itu ada plan B-nya tapi e terlambat. Itu kan yang paling disorot kan dengan kualitas yang bagus-bagus. Kalau strateginya ee enggak jitu ya ada kemungkinan Indonesia enggak menang gitu. Misalnya strategi enggak jitu
21:12
Speaker A
seperti kata Bang Ropan tadi, campur-campurnya terlalu banyak gitu ya kan mau coba-coba gitu dan kawan-kawan enggak dimainin sebagai starter coba-coba pemain law pemain lain gitu kan bisa aja seperti itu.
21:25
Speaker A
Nah, Bung Ropan kalau tadi kan sudah disebutin ya yang patennya lah e tadi Bung Ropan dengan jelas bahwa 11 pemain diaspora semua ya. He.
21:33
Speaker A
Nah, kalau ee untuk pemain-pemain yang tidak perform di AFF kemarin masih layak gak untuk dipanggil atau coret aja nih harus agak tegas mungkin.
21:41
Speaker A
Kan saya sudah bilang tadi di awal hanya dua yang boleh masuk di starting eleven yang bagus Tom Hae sama Michel Becker.
21:46
Speaker A
Dan dua-duanya bagus di Piala FF. Satu yang menggendong tim Indonesia Tom Hae enggak bisa diragukan lagi. Satu bikin empat gol kan. Jadi kalau masuk di starting 11 di antara 11 itu ya dua itu yang pantas. Nah, pemain lain
22:00
Speaker A
mungkin bisa misalnya ya misalnya Doni, Doni, Rido katakan ya bisa ambil Beckam mungkin Egi tapi cadangan pelapis pelapis. Nah, di sini juga harus berani bagi John Hertman untuk memanggil pemain-pemain yang punya kualitas yang tidak diambil di Piala AFF kemarin. Itu
22:17
Speaker A
yang membuat bahwa kedalaman squad di FF itu itu tipis, tidak tebal. Maka seperti bilang tadi, ada plan B tapi telat.
22:26
Speaker A
H. [berdehem] Dan bukan juga soal telat karena Herman berpikir begitu dia lihat di bench ini enggak meyakinkan enggak meyakinkan plan B gua saya pasangan yang A bagus semua misalnya ditarik ini masuk kurang tapi kalau ada misalnya ini contoh Komang Teguh
22:39
Speaker A
misalnya yang tidak tergantikan dengan Borneo yang bikin empat gol hanya kalah terhadap Barba kan untuk pemain belakang loh back belakang di back tengah dia enggak dipanggil Rivaldo Pakpahan bagus tidak tergantikan bermain dengan Borneo itu kan oke kalau bermain jadi kalau
22:57
Speaker A
PL ada enak bisa masuk. Ricky Kambuaya kan bagus pegang bolanya. Oke. Esra Walian yang kemarin dipakai di All Star di Indonesia lawan Aston Villa dan bagus main.
23:08
Speaker A
Jadi ada alternatif gelandang serang bisa, main sahib juga bisa. Jadi kalau kalau mereka berempat ada pilihan plan B itu bilang telat banyak untuk masuk nanti. Nah makanya di di bicara di FIFA ASEAN Cup ini mereka berempatnya saya bilang ini harus dipanggil kiper
23:24
Speaker A
misalnya kasih kesempatan enggak dipanggil. Nadeo sama Cahaya istirahat dulu ya kan panggil aja misalnya Tejah tok hanya kiper ketiga dan belum tentu main karena akan main kalau enggak Emil Paes dua itu sudah pasti bergantian terus mereka berdua kecuali
23:39
Speaker A
dua-duanya cidra kena hamstring udah enggak main dua-dua merah iya kartu merah tapi selama berdua itu fit-fit aja bugar akan main terus nah kiper ketiga bisa teja ini kan apapun yang harus bicarakan ini kiper terbaik yang ada di clean sheet yang terbanyak
23:54
Speaker A
yang bermain di Liga Super kemarin kan di kita dan di juara di tim juara. Jadi dia wajar untuk untuk masuk sebagai kasih kesempatan lah. kesempatan atau ada Ernando Ari masih kalau iya dia kemarin ke cidra ya kan Rea yang main bagus bisa menahan dua
24:10
Speaker A
penalti di presiden Persip kan Ren Baros dia tahan ya Hamra dia tahan kan kasih kesempatan untuk kibar ketiga enggak masalah tapi kalau mau diusul saya pikir Teja yang untuk bisa bermain sana di bawah Emil dan Pas udah udah
24:24
Speaker A
bagus masukinlah Kambuaya misalnya Esra Walian itu Rivaldo Pakpahan dan Koman jadi kan baru segar nih mereka enggak main di Piala AFF masuk. Nah, dari Piala AF siapa yang tanya Gilang? Ya, itu mungkin Rido bisa misalnya Doni Bekam Putra itu kan masih bisa
24:40
Speaker A
dipanggil karena cadangannya bagus-bagus. Cadangan itu ada Natan Jo cadangan. Jadi kalau di di FIFA ASEAN itu banyak dia lihat Nathan main ada Ivar Yenner cadangan itu banyak. Makanya John Herman banyak opsi-opsi dia plan B, plan C dia banyak bagus kan kalau di di
24:56
Speaker A
kiri itu hebat-hebat semua pemain-main kita itu. Iya yang yang ada ya pati nama Sandy WS itu jadi cadangan itu. Iyalah Sandy W cadangan tunggu sampai Cidra Kevin Dix baru masuk ya kan Sain Patinama mungkin bisa aja enggak dipanggil
25:11
Speaker A
i karena di kiri itu kan sudah banyak FDO bisa bermain di kiri, Jasin Hapner bisa bermain di kiri, Natan bisa bermain di kiri karena di klub-klub asal mereka semua di kiri.
25:20
Speaker A
Jadi harus diingat Ferdong itu bermain di Lil itu bukan gelandang dia B kiri. Natancho bermain di Willam Tilberg di era divisi itu bek kiri. Justin Hner bermain di fortuna seitar itu back kiri.
25:32
Speaker A
Yang rada susah tu adalah pengganti palupesi dan high ya. Nah, itu palupesi tapi kalau untuk ukuran ASEAN FIFA ini itu udah top. Kalau dia pun keluar masih ada Ivar, dia pun keluar masih Ferdong masih bisa didorong main di gelandang
25:45
Speaker A
kan dikirim bisa Tanco, bisa ada Doni. Jadi bisa dan Ferdon sudah beberapa kali kan bermain di gelandang kan. Jadi enggak ada masalah Tom Haya enggak bermain empat kali karena dia dihukum.
25:55
Speaker A
Kita hanya kalah satu kali lawan Bulgaria. empat kali kan bermain S kita menang Oman kita menang tanpa Tom Hai, Mosambi kita menang tanpa Tom Ha juga.
26:04
Speaker A
Jadi sebenarnya enggak ada pengaruh besar kalau Tom juga enggak main karena tuh kita menang dengan tim-tim yang peringkat itu Oman di atas kita kan.
26:10
Speaker A
Apalagi kalau Tom Ha main akan lebih bagus akan mengembalikan posisi Calvin Verdong di kiri itu akan lebih bagus posisi sebenarnya kalau dia enggak main berdua dengan Pelupesi masih bisa Ferdong bermain dengan I Jener. Ada Natancho bisa didorong di situ bisa
26:23
Speaker A
bermain. Jadi banyak opsi-opsi yang bisa dipakai Rivaldo Bakpahan juga bagus kalau untuk main di babak kedua. Jadi gitu bukan berarti pemain Indonesia enggak bisa main tapi di babak kedua di 15 menit terakhir, 10 menit terakhir 3-0 kita unggul, 4-0 kita unggul. kan bagus
26:39
Speaker A
tinggal John Herman K tarik jangan sampai cidra pemain-pemain top ini kan main di final atau main di apa ya gitu pergantian pemainya e pemain-pemain inti diaspora inti yang di AFF bisa jadi cadangan Ragnar segala macam Ragnar cadangan bisa bergantian misalnya
26:54
Speaker A
dengan Ole atau dengan Luk Fikri kan jadi stoknya banyak itu tipis kan kemarin dibela FF kalau sekarang di FIFA ASEAN itu banyak bayangin itu di cadangan ada Nathan Ivar Ragnar Orat Mangun Sandy Walls itu kan tinggal dipilih termasuk dari
27:10
Speaker A
Rido di dalam ada Doni ada bekam di sana misalnya ada Rikambuaya. Wah bayangin tuh kalau yang yang mereka ada 11 cadangan bagus-bagus semua kan Istra Walian misalnya dipanggil lagi jadi enggak ada masalah kalau untuk berarti Herman juga sudah menyatakan
27:26
Speaker A
tidak akan kalah lagi. Dia juga sudah cukup percaya diri sebenarnya untuk nah itu menghadapi harus haruslah kalau dengan materi pemain seperti itu ngomongnya kita akan berusaha untuk menang gitu. Nah, enggak usah jadi pelatih.
27:38
Speaker A
Iya, iya. Mau apaagi gitu. Iya, [tertawa] Bung. Kalau yang baru dinaturalisasi itu kan ada Mitch Baker sama Gapens ya.
27:45
Speaker A
Dan ternyata Gapens juga enggak sebagus MITBaker juga gitu. Enggak, enggak sebagus itulah intinya permainannya. Itu salah, salah langkah atau kenapa?
27:54
Speaker A
Orang itu pemain itu kan juga butuh adaptasi kan ya. Main bola itu kan main tim. Adaptasi itu bisa sebentar, bisa lama, bisa sebentar bisa butuh waktu gitu. kemarin harus diakui tim Gapens belum terlalu menunjukkan eh potensi dia yang
28:12
Speaker A
benar-benar dibutuhkan sama timnas gitu ya. Saya enggak tahu itu karena menit mainnya yang belum banyak dia harus adaptasi juga sama teman-temannya untuk di turnamen pertama ini. Nah, kebetulan kalau Mitbaker langsung kelihatan karena dia goal getter.
28:29
Speaker A
Kebetulan lagi dua lawan Indonesia di awal itu adalah Kamboja dan Timor Leste yang secara kualitas individu ya kita harus akui itu di bawah dari Indonesia walaupun kesulitan juga lawan Timor Lest karena dalam dua pertandingan selanjutnya MSER juga enggak cetak gol
28:44
Speaker A
kan lawan Vietnam i dia umur 19 tahun ee dengan pola permainan seperti itu yang sudah ketebak Vietnam kan sudah nebak bahwa matiin Tom Hye suplai bola akan susah he kan itu yang kejadian ketika bola-bola kepada matchbacker itu terhambat.
29:00
Speaker A
Michbackernya juga masih menurut saya masih hijau ya, masih di level ASEAN ini kalau main di level ee senior dia akan berhadapan dengan back-back yang sudah sangat berpengalaman ya. Pemain Vietnam, pemain Singapura itu sangat berpengalaman. Itu akan menjadi susah. Jadi kalau kembali ke
29:18
Speaker A
pertanyaannya Dila, bisa aja tim Gens harus beradaptasi dengan teman-temannya sehingga ya kelihatannya ya makanya Dila bilang ini salah ambil apa enggak gitu ya. Tapi ada juga kan pemain-pemain di masa lalu di naturalisasi ternyata enggak bagus juga gitu ya. Contoh
29:35
Speaker A
ee zamannya Tony Kusel dan kawan-kawan tuh. He. Ada Jonny Van Bewering. Waduh gitu itu kan dinaturalisasi striker gitu ya dari bentukannya aja sama sekali enggak meyakinkan gitu ya.
29:48
Speaker A
Kalau itu oke itu kita salah mungkin menaturalisasi pemain seperti itu gitu. Tapi kalau seperti tim Gapens ya mungkin aja dia masih butuh waktu gitu ya.
29:58
Speaker A
Nah, eh kayak Ranger aja kemarin sempat dikritik juga ya permainannya ya. Eliano sor Tianim kakak Renders ya.
30:07
Speaker A
Eliano Renders sempat dikritik juga gitu bahkan dibanding-banding kenapa waktu zaman STY enggak dipanggil. Ee kalau Bung Erwin yang melihat kualitas eh renders eh layak enggak sih untuk seorang diaspora ya?
30:21
Speaker A
Iya. Eh, kalau dibanding-bandingkan zaman STY enggak dipanggil, mungkin memang Reinders enggak masuk dalam e skema yang diinginkan sama STY. Karena kan pemain e pelatih itu juga cocok-cocokan pemain belum tentu. Karena kalau misalnya kita lihat e dia main di Persip,
30:38
Speaker A
dia oke kok main di Persip. Dia bisa main sebagai wingb kanan, dia bisa didorong ke depan sebagai pemain sayap kanan gitu. Dan menurut saya oke ketika dia main di Persip, tapi ketika ee dia main di AFF kemarin dan
30:52
Speaker A
kebetulan waktu lawan Vietnam itu golnya dari kanan semua. He. Which is di kanan itu ada Rido sama Reinders.
30:59
Speaker A
Kenalah itu. Iya. Bukan cuman sekali kan, dua kali itu kena dari sayap kanan. Jadi memang adalah apa bad days gitu.
31:07
Speaker A
Tapi kalau menurut saya enggak fair juga kalau langsung dijudge bahwa dia pemain yang enggak bagus gitu. dia pemain yang ee jelek misalnya, enggak fair juga gitu. Bagaimana sistem dari pemain apa dari ee pelatih ketika ee pertandingan itu sehingga mungkin dia enggak bisa
31:23
Speaker A
keluar potensinya gitu ya. Karena mungkin pemanggilan dia ke timnas juga atas dasar ee dari penampilan dia selama di liga kan.
31:32
Speaker A
Konsistensi harusnya kan seperti itu. Iya harusnya kan seperti itu. Evaluasi bagaimana main di liga sehingga masuk ke timnas. Terkecuali mungkin ini ya teja ya. Teja itu kan masih ada pro kontra ini e kiper juara kok enggak dipanggil sama sekali enggak dipanggil
31:47
Speaker A
ke seleksi loh terbanyak ya ket terbanyak dan nasibnya mirip-mirip siapa kiper Arsenal mungkin enggak sih kalau enggak dikasih sama Persipnya enggak lah enggak bolehlah enggak boleh iya apalagi kalau FIFA series iya harus dikasih tadi kalau kata Bung Erwin kan waktu di
32:04
Speaker A
AFF nih Bung ee kebanyakan crossing-cossing mentok dimatiin Tom He ya artinya kedatangan e oleh mungkin itu akan membuat varian serangan jadi lebih banyak lagi. Enggak akan ada lagi tuh crossing-cossing dimatiin Tom Hey atau eh saya wing-wingnya dimatiin gitu. Di
32:22
Speaker A
awal kan saya bilang bahwa tanpa oleh juga kita di FIFA MD kemarin di Juni kita menang kok clean sheet juga lawan Oman enggak ada oleh eh enggak ada enggak ada apa Tom High enggak bermain dan main bagus semua ya kan lawan Mambik
32:35
Speaker A
juga enggak ada Tom High kita kita main dan itu clean sheet juga jadi sebenarnya kalau kita ada Tom High lebih bagus ada Tom High ada juga ada Ole Roman jadi opsinya banyak ada Jope Lupesi yang bisa bermain bisa
32:49
Speaker A
memberikan umpan-umpan jadi itulah enaknya bagi John Hern untuk bisa memilih pemain di starting el karena banyak opsi, banyak pemain berkualitas sehingga dia enak untuk bisa meracik mau kasih plan A enggak jalan plan A bisa plan B dia jalanin kan itu
33:04
Speaker A
yang karena cadangan-cadangan tadi kita bilang jadi Elian atau dia enggak masuk dalam bagian mungkin bisa cadangan lagi.
33:08
Speaker A
Iya iya kan enggak mungkin akan bersaing di yang starting level yang saya bahas tadi.
33:13
Speaker A
Maka untuk PL PL BL C jalan kalau dengan kualitas ada di bench itu kan yang bisa ini bagus-bagus jadi itu enak. Jadi kalau bicara dengan Tom Ha misalnya enggak ada masalah buat saya karena kan semua sudah teruji. Sudah lihat enggak
33:28
Speaker A
ada Tom Hai juga kita bagus bermain apalagi ada Tom Hai. Kalau Tom Hai bagus lebih jalan dan Mber akan dimanjakan dengan oleh bergerak di kiri ya.
33:37
Speaker A
Kemudian ada Luke Fikri di kanan. Wah itu semua akan dikasih disuapin semua itu sama mereka-mereka karena oleh kan bermain lebih lebih enak Ole juga asis-asisnya ajaib juga tuh.
33:48
Speaker A
Iya, bisa aja Herman bisa memainkan misalnya ee apa boleh berdiri di belakang Mitchbacker bisa aja.
33:55
Speaker A
Kemudian Tom Haya lebih ke belakang untuk ngatur bersama dengan ee Jopeel Lupesi akan jauh lebih bagus 3421 jadinya ya.
34:02
Speaker A
Iya akan jauh lebih bagus. Misalnya di belakang Missbeker itu ada Ole sama Luk Fikri. Wah itu kencang itu bagus itu enggak ada masalah kan gitu kan. Harus ingat lagi kita di kiri itu masih kencang karena kita masih akan diperkuat
34:15
Speaker A
oleh namanya D James. Wah, yang kita lupa untuk bahas ini kan di James itu sudah selesai kasus dia kan, sudah beras dan dia masih bisa dipanggil sekarang. Berarti di ASEAN Cup nanti bisa main bisa untuk Vsian Cup bisa dan King James
34:28
Speaker A
itu pemain inti di go ahead eagles yang kemarin mereka bisa menang ketika bermain dengan Nathan Cho Aon kan bertemu kemarin di Willem ya di Willem kan menang 4-1 jadi dia bermain jadi kalau dia ada di kiri lebih banyak jadi FDO bisa bermain ke tengah
34:42
Speaker A
Dinas bisa bermain di kiri makanya yang terancam kan posisi Doni kan yang untuk enggak ada jadi Dines masih ada di situ.
34:49
Speaker A
Jadi banyak kalau untuk Miss Hilgers sendiri gimana Bu? Miss Hilgers kemarin belum main dia ya. Kalah mereka kemarin Utreh bermain eh itu eh 20 ya 20 dia bukan di UT di 20 dia kalah tapi dia katanya sudah kemarin
35:03
Speaker A
sudah sudah masuk namanya sudah mulai ikut latihan semoga itu kabar bagus kalau Michilas ada lebih lebih kuat di belakang i kan walaupun mungkin tidak terlalu belum 100% tapi dia kan sudah ikut latihan waktu di FIFA M Day sebelumnya kan
35:19
Speaker A
ada datang gitu. Nah, sekarang bagus untuk cadangan Elkan Bagot. Okelah dia di kanan tapi kalau di belakang itu enggak enggak tergantikan tuh. Kalau Elkan bermain event enggak usah bermain dengan tiga back lah. Empat back aja. Elkan sama Jas
35:33
Speaker A
bermain sudah susah lewat dua itu kan empat back. Kevin Dick di kanan kemudian Yasin Hterner bermain di kiri. Udah gitu aja dua back tengah itu Elkan sama Jes udah berat mau lewat untuk ukuran ASEAN loh. Kita bicara kan dengan kualitas
35:46
Speaker A
mereka yang bermain susah. Enggak ada pemain ASEAN bermain di Championship. Apalagi di Milwall sama seperti Elkan Bot kan.
35:54
Speaker A
Jadi udah udah top lah bermain sekali-sekali enggak usah bermain dengan tiga back lah. Nah itu juga banyak di coba jangan jangan jangan terpakus tiga be ngapain tiga dari STJ tiga bek masuk ke JH tiga back lagi.
36:04
Speaker A
Memang enggak ada pola lain yang bagus dan pola empat back itu Ji bermain dengan ini kan dua menara kembar itu untuk bola-bola atas enggak bisa masuk.
36:13
Speaker A
Heeh. Heeh. Tinggi Ji sama E Bot mana bisa masuk. Dari ada Jasin Habar di kanan Kindis itu pemain bermutu semua kan bermain dengan posisi itu sudah bagus kan 42 31 woh kencang itu yang bermain di bermain Verdong bermain ke
36:31
Speaker A
dalam sama dengan Pelupesi udah enak udah topaya aja dorong sedikit ke sana ke depan iya iya kan Miss Beaker ada di depan oleh Romeni Luk Fikri udah mantap itu juara ya iya bayang Bayangkan di cadangan-cadangan Sandy Bamen cadangan semua loh.
36:51
Speaker A
Sangar semua yang bermain cadangan itu itu kan siap. Jadi plan B yang bilantia telat enggak apa-apa semua banyak. Jadi dia tinggal lihat woi bos masuk masuk ngertilah sudah ngerti semua kan.
37:01
Speaker A
Enggak perlu bawa kertas yang kayak kemarin di bawa itu tuh [tertawa] iya kan kemarin ba bagi-bagi kertas tuh. Iya kan begitu Pelesi enggak bisa main Natancoh masuk udah bagus Ivar pemanasan itu enak bermain enak udah udah top punya itu
37:14
Speaker A
level top misser cidra gantian sama ole yang didorong ke depan Miss Beaker ditarik bagus itu masuk levelnya udah Asia lah udah Asia Ragnar bayang pemanasan Sny Walls pemanas cadangan semua loh it bayangin tuh disuruh pemanasan semua kan bagus gitu
37:31
Speaker A
jadi enggak usah takut keber asal itu mereka-mereka yang main itu aja sekali lagi. Tapi menarik berarti berarti untuk ee minimal deh melawan Singapura besok tuh kita mesti ganti formasi dulu ya.
37:42
Speaker A
Kalau bermain dengan empat enggak usah takut bermain ngapain mau takut lawan Singapura dengan dengan ada ada ole sama Jai Isas Ferdong Kevin ya kan kan saya sudah bilang tadi dengan enggak ada mereka aja Singapura susah kok menangmain di kandang. Iya, iya,
37:55
Speaker A
iya. Kan cuma gol itu gol untung-untungan aja. Kalau enggak ada kesalahan itu ya kita menang 1-0. Iya, iya ya kan. Tapi kan sekarang kan sudah 100% berubah di saat menghadapi mereka sudah enggak ada pemain Lang. Enggak ada kecuali Tom Hae kan sama Miss Beaker
38:07
Speaker A
yang ada sembilan kan baru semua yang tidak di tidak dilawan tidak dilihat oleh Singapura yang sembilan ini udah baru mau lihat sosok Emil Auder atau Martin Pas di bawah mis udah ketakutan Ivan [tertawa] udah udah udah sok mau lewat mereka
38:20
Speaker A
enggak bisa pikai apa-apa Bung Erwin nih aku masih penasaran banget nih kan baru per hari ini per 13 Agustus tuh India ngundurin diri karena mau melawan Brazil nah kira-kira menurut Bung Erwin berdasarkan analisis Bung Erwin apakah posisi itu kosong atau
38:35
Speaker A
siapakah yang menggantikan di posisi India di grup itu? Idealnya sih ada yang menggantikan ya.
38:41
Speaker A
Idealnya seperti itu sama ya karena kan tim undangan [berdehem] kalau enggak ada apa enggak diganti kan jumlah pertandingannya berkurang gitu.
38:49
Speaker A
Agak merugikan juga sih ya. Kalau pertandingannya berkurang ya pemain enggak punya kesempatan untuk ee main enggak apa pertandingannya menjadi enggak sebanyak ketika e timnya lengkap gitu. Heeh.
39:01
Speaker A
Karena kan menit bermain, jam ee jam bermain itu menjadi sangat berharga. He. Buat pemain-pemain yang timnas ini kan enggak gampang untuk kumpul ya, enggak gampang untuk klub ee harus melepas pemainnya ke ee timnas ya. Klubnya harus diakui. Faktor jarak
39:19
Speaker A
itu kan juga sangat mempengaruhi gitu. Memanggil pulang pemain itu kan enggak gampang gitu. Jadi harusnya ada gantinya dan saya berharap sih kalau ada gantinya kualitasnya juga bagus gitu sehingga enggak apa enggak menurunkan kualitas secara keseluruhan dari turnamen ini.
39:36
Speaker A
Karena kan FIFA Asian Cup ini kan ada dua level. Satu levelnya kan yang main e Hongkong.
39:41
Speaker A
Iya Hongkong, Laos Myanmar. Iya Philipin. Jangan tim seperti itu yang masuk ke dalam ee yang level apa? Level Indonesia main di grup Indonesia main.
39:51
Speaker A
Jangan apa levelnya juga harus paling tidak usah lah. Usbek itu malah lebih kuat kalau menurut saya ya.
39:59
Speaker A
Entar enggak juara lagi. Kalau ini mendingan yang lebih lemah dari kita [tertawa] atau yang lebih kuat dari seimbang lah. Seimbang ya.
40:04
Speaker A
Ee lawan yang lebih kuat dan lebih apa? Yang seimbang itu akan lebih ideal gitu ya. Karena dalam sebuah turnamen itu pasti pelatih akan senang kalau ketemunya lawan yang kuat juga gitu.
40:15
Speaker A
Enggak melah gitu. Karena kan gini, Joh John Hartman pernah bilang bahwa dia perlu melihat timnas Indonesia ini ketika full team menghadapi tim yang level topnya Asia.
40:26
Speaker A
He. Karena apa? Nanti di Piala Asia Indonesia kan satu grupnya sama Jepang sama Thailand. Oke. Thailand udah ketemu nanti misalnya ya sudah tahulah level regional karena targetnya itu di Piala Asia. Jadi perlu ngelihat Indonesia main lawan tim yang levelnya top levelnya Asia. sebagai
40:44
Speaker A
gambaran kayak apa sih kalau misalnya lawan top levelnya karena lawan apa Jepang kan nanti di Piala Asia Jepang.
40:50
Speaker A
Jadi seperti itu gambarnya ya. Akan lebih baik kalau ada tim pengganti tapi jangan yang ece-ecek gitu.
40:56
Speaker A
Iya bukan tim yang udahlah dia biar jadi juru kunci aja gitu ya. Iya ngapain kita udah sering kalau lawan itu kan lawan Kamboja Timoreste ngapain lagi gitu.
41:04
Speaker A
Jadi fokus kita ke Malaysia sama Singapura aja gitu. Malaysia Singapura sama ada satu tim lagi gitu ya undangan ya. menangnya enggak dengan cara gitu juga dia. [tertawa] Saya pikir kalau mau cari tim saya tambahkan aja cari tim pengganti India
41:17
Speaker A
Cina. Cina gitu bisa Cina pertama ya mungkin ee Kuwait masih masih oke untuk bisa bermain event Palestina juga masih bagus untuk bisa Kirgistan Suriah mungkin masih bisa ya bisa aja jadi itu yang levelnya bagus kalau bisa ee masuk Cina
41:37
Speaker A
juga kan tadinya berharap bahwa dia mereka bisa ikut juga di FIFA Asian Cup siapa tahu mungkin Cina yang masuk ya tapi kita enggak tahu tiba-tiba Taiwan yang muncul kita enggak tahu ya 11 lah itu. tuh kalau iya kan karena
41:49
Speaker A
pernah mereka bermain dengan kita kanya 6-0 kan waktu ee apa di Gelora Bung Tomo kan waktu itu. Pernah ingat enggak waktu kita sebelum kita draw dengan Lebanon iya kan 6-0 kita menang waktu sama mereka di sama Taiwan Taipi
42:05
Speaker A
ya. Iya Cina Taipei ya. Apalagi kalau sekarang oleh main semua sudah lengkap dufikir ya. Makanya saya bilang kan 10 dapat tuh untuk selawan mereka. Tapi ya kalau Cina main nah itu lebih cocok, lebih enak, lebih punya greget bagus kan
42:19
Speaker A
atau kit kan itu itu itu oke loh. Terakhir kan U yang Kurniawan ya kalau enggak salah yang kalah sama Cina tuh ya timnas kita tuh gitu ya. Kita kan menang lawan Cina main di GBK kan penalti oleh Iya yang seniornya.
42:32
Speaker A
Yang seniornya kan jadi waktu di Cina kalah S2 gitu. Iya kalah 12 di sana yang agak sedikit ada polemik-polemik itu kan. He.
42:38
Speaker A
Tapi ketika main di sini kan mereka enggak bisa bikin gol oleh yang dapat penalti itu kan yangik buaya dihajar itu masih seimbang tuh pas kalau Cina oke atau bisa saja tiba-tiba yang kita enggak harapkan itu muncul Bangladesh yang ganti karena ganti Pak
42:52
Speaker A
ganti India kan ya Laos enggak Laos sudah bermain mungkin di ini di grupnya Hongkong Kamboja, Myanmar la Brunei Darussalam Timur Leste itu enam tim itu bermain di di bawah di bawah kita di divisi du lah istilah untuk ukuran di FIFA ASEAN Cup
43:07
Speaker A
ini atau siapa tahu Selandia Baru gitu, Bang ya. Asalnya baru bagus sebenarnya itu topl tinggi mungkin kalau ke sana kan [tertawa] mungkin tapi cocok Cina.
43:16
Speaker A
Cina atau Kuwait itu yang paling yang paling yang paling pas misalnya untuk berar main atau sekali-sekali Korea Utara lah. Korea Utara kalau Australia itu berarti enggak ya?
43:25
Speaker A
Enggak lah. Australia enggak mungkin tuh ketinggian Australia itu kan di bawah di bawah di bawah di bawah 30 kan atau Uni Emirat Arab masih bisa Uni Mirat Arab. untuk bisa untuk bisa main kan kalau Oman kita sudah main
43:41
Speaker A
ini berat Arab aja untuk bisa diundang kan paling bagus yang diundang Qatar calon lawan kita nantinya di PL Asia juara dong Qatar ya kan belum tentu juga kan Qatar juara belum tentu jugalah lawan kita kan seimbanglah lawan kita itu karena Oman
43:56
Speaker A
juga ke sekala dia di Piala Teluk dan bermain imbang 0-0 ketika putaran keempat piala dunia kan satu grup kan sama UA Qatar enggak menang lawan Oman kita bisa menang melawan Oman ya tapi kita tunggu aja kalau Kalau saya
44:08
Speaker A
feeling sih Cina menurut saya karena di awal tadinya Cina yang akan masuk atau Bangladesh bisa akan ikut satu rumpun dengan Pakistan tuh India kan.
44:18
Speaker A
Jadi kalau juara tuh ini otomatis meningkatkan peringkat FIFA juga ya. Iya itu pertandingan turn pertandingan dan kenapa lebih lebih ini lebih kualitas hadiah uang dibandingkan dengan tiga kali lipat dibandingkan hadiah uang di AFF. Juara AFF itu cuma 5 M bos. rupiah
44:37
Speaker A
ini hampir 20 m gedean Piala Sudir eh presiden mak makanya tiga kali lipat ini ini 1 juta dolar itu sekitar hampir 18 miliar 18 juara kalau di sana kan cuma 300.000 US di AFF. Jadi makanya peringkat tuh jauh,
44:54
Speaker A
kualitas tuh jauh di di ASEAN. Dan satu lagi, setiap pertandingan itu ada duit untuk di Piala kayak Piala Dunia kemarin dibikin oleh FIFA. Nah, tim 14 tim 11 tim ini uang partisipasi aja untuk datang sudah langsung dapat 2.500
45:16
Speaker A
US dolar tuh uang partisipasi untuk datang. Apakah di AFF seperti itu? Enggak ada. Makanya ini jauh lebih bergengsi karena sedikit-sedikit main uang, sedikit-sedikit main duit. Coba sampai final. Iya. Palunya kan begitu kan.
45:30
Speaker A
Sedikit main duit sama dibikin sama Infantino di Piala Ini. Berarti ada man of the match di tiap pertandingan.
45:36
Speaker A
Oh, ada pokoknya ini pokoknya sedikit tutup mata buka mata duit. Tutup buka mata duit [tertawa] gitu.
45:42
Speaker A
duit duit dibikin sama seperti AFF ini Persip sedikit-sedikit duit kan masuk ke babak ini duit yang kemarin yang ACL2 kan kan begitu dibikin sama nah ini dimanjain semua gitu loh jadi enak berlomba-lomba untuk masuk masuk ke sini setiap pertandingan dapat
45:58
Speaker A
kan bagus semangat makanya semangat kalau mau bilang bergengki mau juara di sini karena peringkat FIFA itu berpengaruh menang satu naik menang dua naik menang tiga naik jadi empat kali menang itu kita bisa dapat di 100 bisa nantinya itu sistemnya akan final gitu
46:12
Speaker A
di dari grup A I juara grup A sama juara grup B final langsung final enggak ada semifinal enggak ada semifinal iya juara dua grup A juara 2 grup B perebutan tempat ketiga sedemikian juga begitu akan dihitung karena kira-kira
46:23
Speaker A
karena di bawah itu yang di divisi du akan naik dua tim ke atas bagaimana prediksinya dari Bung Ropan sendiri nanti Indonesia bakal ketemu siapa di final nah di sebelah rame tuh pasti akan cari cari juara antara Vietnam dan Thailand
46:34
Speaker A
kan heeh [tertawa] siapapun itu mau Thailand mau Vietnam siapa aja kalau dengan materi seperti ini kita juara kita berharap Vietnam sih dendam ya.
46:42
Speaker A
Enggak. Kalau Vietnam kan sudah pernah kalahin mereka juga dengan materi ini loh. Mereka kalahin kita kemarin di pela FF bukan dengan materi oleh yang datang.
46:50
Speaker A
Bukan Jes enggak main kan. Calvin Ferno enggak main, Martin P enggak main, Jasin Hner enggak main. Nah, Thailand paling enak tuh.
46:57
Speaker A
Tapi kalau kita ketemu misalnya dengan Vietnam ya kita harus oke kalau enggak diduga-duga malah Pakistan gitu. Gimana bisa bisa itu di tim-tim ini yang semua yang ikut ini levelnya kita tuh di atas. He.
47:09
Speaker A
Kalau untuk ukuran pemain ya, kualitas pemain. Jadi, makanya saya bilang mau siapap pun enggak usah pilih-pilih.
47:14
Speaker A
Mau Thailand, mau fitnah, mau Pakistan juga enggak apa-apa, mau Filipina juga karena materi kita bagus. Makanya saya bilang ini keterlaluan kalau sampai kita gagal.
47:23
Speaker A
Iya. Ya, kalau dicaci juga saya setuju pasti dicaci pelatihnya. Ya udah wajar sudah materi bagus dikasih kok apalagi yang kurang. Iya kan? Jadi kalaupun dikritik silakan kritik memang enggak bisa mau apa gimana kan. Nah, itu masalahnya.
47:37
Speaker A
Kita ngobrolin lagi mengenai sepak bola. Tapi kali ini Piala Super Eropa antara PSG melawan ee Aston Villa. Ini kalau pertandingan semalam ini kan ee PSG menang tipis 2-1 I melawan Aston Villa.
47:52
Speaker A
Karena sebenarnya PSG pun banyak peluang juga, Bung. Itu kalau misalnya menurut Bung Ropan sendiri faktor apa sih yang membuat PSG bisa menang melawan Aston Villa?
48:00
Speaker A
Kalau bicara faktor ya pasti layak loh. Masa juara champions mau kalah sama yang juara yang dibawa itu kan. itu terlalu inilah ya kalau bisa dilihat ini apalagi back to back di Champions League kan Aston Villo itu bukan wakil Inggris yang
48:13
Speaker A
ikut di Champions League kan karena yang lolos di situ Arsenal he dia hanya juara ya di bawahnya itu ya di kategori kedua ya di liga Eropa lah dan memang wajar kalau saya pikir ya untuk Aston Villa lawan All Star aja Indonesia
48:27
Speaker A
KK bisa bikin gol [tertawa] iya enggak iya benar enggak iya kan 3-1 ya 3 Iya 3 I kan kita masih bisa bikin gol. Oh, kalau enggak salah kakak ya, Kakak arkan kakak kan coba itu balong kita apalagi lawan PSG. Iya, udah bagus 2-1 PSG
48:45
Speaker A
menang. Iya, harusnya 3-0. Iyalah apalagi kalau lihat sejumlah peluang ya. Saya sih enggak begitu tertarik sebenarnya ya kalau bicara dengan Piala super Eropa ini ya. Karena ya ini kan hanya simbolis aja mempertemukan dua tim yang juara juara antara juara itu kan
49:02
Speaker A
champion untuk bisa ini dan kalau bisa mau lihat kenapa PSG bisa juara. aja saya bilang tadi itu mereka lebih pantas juara kedalaman skuad bagus kalau bisa dilihat dengan mereka dan peluang mereka sebenarnya bukan cuma dua gol kan bisa lebih dari itu mereka bisa dapatkan
49:16
Speaker A
tapi sekali lagi mereka bisa apa ya menegaskan kepada dunia bahwa ini kami PSG yang bisa menjadi juara di turnamen apapun bukan cuma di Champions League kan di termasuk di liga ee di Piala Super ini dan ini menjadi batu loncatan
49:35
Speaker A
yang bagus buat mereka untuk mempersiapkan diri bisa mengukur kan untuk di liga super apa di Liga Champion berikut bagaimana kalau untuk bicara di apa ya di League Eng sendiri ya udahlah ya seperti mereka sudah menguasai sama sekali gitu kan kalau bicarain tinggal
49:51
Speaker A
sekarang bagaimana mereka ingin mempertahankan bisa enggak mereka bikin hattrick untuk tiga kali di di Champions League itu kan yang menjadi target tujuan utama bagi Luis Enrique sebagai pelatih dan juga pemain-pemain lainnya yang ada di dalamnya. Ya, semua pemainnya top-top lah. Sudah enggak
50:06
Speaker A
perlu kita sebutkan siapa mereka dan tinggal kita menguji siapa tim yang bisa mengalahkan mereka nantinya di Champions League untuk berikut. Mudah-mudahan Muncen bisa membalas kekalahan itu setelah kalah di semifinal yang menyakitkan itu kan [tertawa] itu dia ya. Tapi mungkin kalau melihat
50:26
Speaker A
pertandingannya ya mungkin di awal nih PSG lawan Aston Villa jomplang nih secara skuad ya tapi pada kenyataannya ngelawan juga nih Aston Villa ya meskipun kayak gitu peluangnya banyak terutama pemain mudanya yang baru umur 17 tahun yang cetak gol tuh
50:40
Speaker A
Bran Majo. Bry Majo. Wah itu mainnya keren tuh. Melihat penampilan seperti itu mungkin ee gimana nih Bung melihat Aston Vilac eh kemarin juga kan mengejutkan ya dengan juara Eropa nanti di Liga Inggris peringkat empat gitu.
50:53
Speaker A
Eh, PSG itu turun dengan semua pemain terbaiknya ya. Eh, e apa PSG mungkin kecuali Dembele kali.
51:00
Speaker A
Iya, Dembe. Dembele I Dembél eh Fabian Ruis eh Vitinya itu sudah main semua meskipun Dembél sama eh Fabian Ruis itu main di babak kedua ya sebagai pemain pengganti. Jadi bisa dibilang ee PSG itu sudah main dengan kekuatan terbaik. Nah,
51:17
Speaker A
Aston Villa saya pikir dengan eh dia sudah tour ya, dia sudah memanaskan mesin, mereka sudah memanaskan mesin termasuk ke Jakarta itu juga ee membuat mereka sudah dalam kondisi ee kompetisi gitu ya, bukan sama sekali nol terus langsung main lawan Madrid. Enggak.
51:33
Speaker A
Cuman yang mungkin jadi PR bagi eh Aston Villa itu adalah bagaimana kedalaman skuad mereka.
51:39
Speaker A
Karena kan e Morgan Rogers pindah, Yud Tilm pindah ya. dia enggak punya striker yang benar-benar kalau menurut saya yang benar-benar eh siap untuk main di e Liga Inggris. Maju oke cetak gol tapi kalau dilihat dari pertandingannya lebih banyak dia banyak peluangnya daripada
51:58
Speaker A
seta golnya gitu. Peluangnya banyak sekali semalam. Iya itu memperlihatkan bahwa ee maju ini adalah pemain muda oke potensial gitu tapi apakah sudah matang atau belum? Saya pikir belum. Itu buktinya masih 17 tahun ya. dia memecahkan rekor sebagai pemain termuda
52:13
Speaker A
yang ee mencetak gol di Piala Super Eropa. Rekor sebelumnya itu 19 tahun, umur 19 kalau maju kan 17. Umur 19 tahun dicetak oleh Patrick Cvert mantan kita.
52:26
Speaker A
Waduh. [tertawa] Waduh. Ada juga sih dia prestasinya ya waktu main di Ajax. Jadi ee Aston Villa. Oke. Mereka mesinnya sudah ee cukup panas. PSG dengan e tampil dengan e hampir semua pemerik meskipun ada rotasi ya. pertandingannya akhirnya berjalan
52:42
Speaker A
cukup seru ya. Meskipun itu tadi kata Bang Ropan bahwa mungkin ini hanya seperti dalam tanda kutip formalitas mempertemukan juara Liga Champions dan Liga Europa gitu. Tapi okelah cukup menghibur sebelum minggu depan kita kan mulai lagi tuh apa Liga Eropa ya.
52:57
Speaker A
Jangan ketukur lagi Madrid sama PSG PSG. Tapi kalau melihat Ban Majo e bakal bisa selevel halan enggak sih masa depannya?
53:06
Speaker A
Kan badan gede juga tuh. Iya ya. Dia potensi ada. potensial dia tingginya 198 cm ya hampir 2 m.
53:14
Speaker A
Eh, position-nya bagus ya. Beberapa kali dia ee menang adu sprint lawan pemain-pemain Madrid di belakang Marquinos sama ee pemain-pemain belakang lainnya kuat ya.
53:25
Speaker A
Iya. Dengan postur yang besar gitu. Tapi itu tadi bahwa ee perlu kematangan buat pemain usia 17 tahun dan dia main di Liga Inggris ya. Liga Inggris itu menurut saya cukup kejam back-bagnya ya.
53:38
Speaker A
eh dia harus menghadapi pemain-pemain belakang yang sudah sangat berpengalaman ya. Dia kalau di Liverpool ketemunya sama Virgil Vanek, di E MU misalnya lawan MU ketemunya sama Harry Muire, pemain-pemain yang sangat berpengalaman.
53:49
Speaker A
Belum lagi nanti ketemu Manchester City, ketemunya sama Ruben Diaz. Jadi I jadi umur 17 tahun kalau ketemunya e bek yang sangat berpengalaman ya contohnya seperti semalam. Oke dia cetak satu gol tapi kan peluangnya banyak sekali sebetulnya.
54:03
Speaker A
Iya peluang. Nah, Bung Ran kalau e ngobrolin Aston Villa nih sedikit mungkin eh menjelang Liga Inggris dimulai kemarin kan dia tadi aku bilang ada di posisi empat nih di atas Chelsea dan Liverpool ya.
54:15
Speaker A
Tapi sekarang musim ini kehilangan tadi beberapa pemain kuncinya Garnaco juga pindah tapi cuma sebentar. Apakah Aston Villa akan kembali mengejutkan dengan tapi pelatihnya kan masih tetap kan Un masih Unai Meri ya Loki Loki ya ya bisa juga tapi kalau untuk musim
54:37
Speaker A
ini 2627 menurut saya agak berat ya agak berat persaingan karena semua tim di Inggris itu kan mempersiapkan diri dengan baik pembelian-pembelian pemain yang bagus yang sudah terjadi saat ini dan Liverpool juga pasti tidak akan tinggal diam akan coba untuk bisa
54:54
Speaker A
bangkit untuk bisa bersaing di posisi empat besar semua. Artinya dengan dengan Chelsea ya yang ada sana Spurs juga yang hampir degradasi itu sekarang sudah balik lagi dan berbahaya kalau saya lihat dia ingin juga menyemarakan di posisi empat besar agak ramai sangat
55:10
Speaker A
kompetitif sekali ya nantinya dan ini menjadi tantangan bagi Unai MRI nantinya apakah mereka akan bisa ada di empat besar itu kan setelah musim kemarin mereka dapatkan itu. Tapi menurut saya kalau ditanya apakah bisa saya pikir agak berat agak berat apa karena mereka
55:23
Speaker A
kehilangan dua pemain kunci apalagi kalau bicara di lini tengah dua dua kunci itu kan itu benar-benar sangat berpengaruh itu kalau bisa roh dan jiwanya bagi Aston Villa dengan Rogers dan juga dengan Tilmans yang ee sangat bagus ya bisa ee bermain jadi agak berat kalau
55:41
Speaker A
menurut saya ya agak agak agak agak sulit kalau untuk bisa kalau kalau kita melihat dengan pembelian-pembelian yang ada di Chelsea ya enggak usah bilanglah dengan Arsenal United dan dengan City yang memang top ingin bertahan di atas dengan tiga itu
55:53
Speaker A
aja kan cuma tinggal satu Liverpool saya pikir belum ada Chelsea Spurs yang akan bersaing jadi itu yang akan ramai mungkin Aston Villa ya walaupun interalu pagi saya bilang akan keluar dari lima besar mungkin menariknya Liga Inggris musim depan adalah pelatih baru semua nih City
56:09
Speaker A
ya kan Chelsea, Liverpool. itu nanti akan bersaing SP juga ya. Berarti yang bukan pelatih baru akan bertahan untuk jadi juara.
56:17
Speaker A
Iya. Arsenal dong. Oh iya Arsenal ya. [tertawa] Saya enggak bilang sesuai sesuai saya enggak bilang dalamnya enggak sih kan yang bilang yang bilang yang jawab gali kan saya enggak bilang berarti pelatih yang masih bertahan yang itulah yang tetap dengan komposisi pemain yang
56:29
Speaker A
masih seperti itu juga kan masih enggak apa-apalah Arsenal asal jangan MU. Oh Liverpool dia Liverpool [tertawa] kalau enggak salah kemarin Liverpool kalah di am persahabatan. [tertawa] Soal persama.
56:41
Speaker A
Tapi kan dari situ sudah kalah. Baru main pertama main di main di UNFIT lagi.
56:45
Speaker A
Win tenang targetnya enggak juara sih tahun ini. Iya kan main di unfit lagi. Tapi kan itu kan namanya berpemanasan karena kita bisa lihat lagi nantinya. Tapi susah ya kalau Irawola apa ya jiwanya jiwanya enggak seperti klop Jauh membandingkan. Kalau ditanya bagaimana
57:03
Speaker A
klop dengan klop dong jauh di atas bukan karena dia orang Jerman. [tertawa] Iya kan? Tapi enggak.
57:09
Speaker A
Tapi kan Spanyol juaranya. Iya, tapi kan sudah membuktikan kan kalau dari CV kan klub Iraula pernah bawa juara Champions enggak?
57:16
Speaker A
Iya kan klubnya belum. Nah, itu dia. Jadi kalau saya mau bicara Iola udah lama [tertawa] enggaklah enggak jauhlah dengan klub untuk urusan itu kan untuk juara dia belum pernah bawa juara Liga Premier Inggris juga kanak itu kan wah susahlah berat.
Topics:FIFA ASEAN CupJohn HerdmanTimnas IndonesiaPiala AFFSepakbola IndonesiaTurnamen Asia TenggaraPeringkat FIFAPemain TimnasEvaluasi PelatihSepakbola ASEAN

Get More with the SozAI App

Transcribe recordings, audio files, and YouTube videos — with AI summaries, speaker detection, and unlimited transcriptions.

Or transcribe another YouTube video here →