Analisis Adi Prayitno tentang reshuffle Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo sebagai hak prerogatif untuk percepatan kinerja pemerintahan.
Key Takeaways
- Reshuffle kabinet adalah hak prerogatif presiden dan dapat dilakukan kapan saja tanpa pemberitahuan publik.
- Tujuan reshuffle adalah memperbaiki kinerja kabinet dan mempercepat pencapaian visi misi presiden.
- Mayoritas publik mendukung reshuffle sebagai langkah pembuktian kinerja pemerintah.
- Pergantian Kapolri dan menteri dilakukan secara signifikan dan mendadak sebagai bagian dari strategi pemerintah.
- Reshuffle merupakan mekanisme penting untuk menjaga konsistensi dan efektivitas pemerintahan.
What the video covers
- Pembahasan mengenai reshuffle Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo menjelang dua tahun masa pemerintahannya.
- Reshuffle dianggap sebagai upaya memperbaiki kinerja kabinet dan mengakselerasi visi misi presiden.
- Hak prerogatif presiden dalam melakukan reshuffle kapan saja tanpa harus diumumkan terlebih dahulu.
- Publik umumnya mendukung reshuffle sebagai bentuk pembuktian kinerja para menteri dan pejabat pemerintah.
- Tujuh kali reshuffle dalam kurang dari dua tahun dianggap wajar oleh narasumber meskipun ada kritik dari kelompok tertentu.
- Reshuffle juga terkait dengan pergantian Kapolri yang dilakukan secara mendadak dan menjadi kejutan bagi publik.
- Survei menunjukkan 66% masyarakat setuju dengan reshuffle menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
- Nama-nama yang masuk dan keluar dalam reshuffle masih berasal dari lingkaran pemerintahan yang sama.
- Reshuffle diharapkan dapat menghilangkan figur yang kontroversial dan meningkatkan efektivitas kerja kabinet.
- Presiden menerapkan prinsip reward and punishment dalam mempertahankan atau mengganti pembantunya.
Chapters
- 00:00Pembukaan dan pengantar pembahasan reshuffle kabinet
- 01:17Alasan dan tujuan reshuffle kabinet oleh Presiden
- 02:27Hak prerogatif presiden dalam reshuffle kabinet
- 03:29Kriteria penggantian dan prinsip reward and punishment
- 04:30Survei publik dan dukungan terhadap reshuffle
- 05:32Respon publik dan kritik terhadap frekuensi reshuffle
- 07:10Pergantian Kapolri dan kejutan dalam reshuffle
- 08:09Nama-nama menteri dan dinamika politik pemerintahan
- 10:25Kontroversi dan harapan publik terhadap reshuffle
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
Ada di Istana Kepresidenan Jakarta. Terima kasih, Rahmah. Kita bahas soal perombakan kabinet merah putih hari ini bersama Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Mas Praitno, yang sudah bergabung lewat sambungan daring dengan Breaking News Kompas TV. Selamat siang, Mas Adi. Assalamualaikum.
Speaker A
Selamat siang, Mas. Mas Adi, 14 September belum 1 bulan. Purbaya digantikan, susah hasil reshuffle-nya sudah dilakukan lagi. Ini belum 1 bulan sudah ada perombakan lagi di kabinet merah putih oleh Presiden Prabowo. Ini Anda membacanya kenapa harus berdekatan seperti ini?
Speaker A
Ya, saya kira menurut saya cukup sederhana. Ini jelang 2 tahun pemerintahan Pak Prabowo tentu ada upaya-upaya untuk melakukan perbaikan kinerja dan sekaligus ingin mengakselerasi bagaimana semua visi misi dan keinginan Presiden itu bisa diwujudkan secara signifikan. Karena apapun judulnya, kalau
Speaker A
sudah memasuki tahun pertama, kedua itu biasanya hal-hal yang dinilai masih kurang progresif. Ada hal-hal yang dinilai akselerasinya belum maksimal.
Speaker A
Maka di situlah kemudian presiden kelihatan akan secara signifikan supaya tentu saja kebutuhannya adalah untuk memperbaiki kinerja. Dan yang kedua tentu saja seperti yang kita ketahui bersama, persoalan pergantian reshuffle kabinet itu ya adalah hak prerogatif presiden. Jadi mau ganti tiap bulan
Speaker A
sebenarnya enggak ada persoalan. Sepanjang kebutuhannya adalah untuk memperbaiki kinerja dan visi misi besar yang diinginkan oleh presiden itu bisa diwujudkan dengan signifikan. Saya kira tidak akan ada persoalan apapun. Bahkan ketika hari ini kalau kita mau jujur ya terkait dengan isu reshuffle kabinet ini
Speaker A
kan tidak ada waro-woronya, tidak ada hal-hal yang kemudian mencuat narasi-narasi yang berkembang. Biasanya reshuffle kabinet itu kan ada prakondisinya, sudah mulai beredar siapa yang harus diganti, siapa yang kemudian akan masuk, kemudian ada yang keluar.
Speaker A
Termasuk juga soal pergantian Kapolri yang baru. Karena kan orang masih menganggap ini adalah sesuatu yang masih sifatnya lama. 20 Oktober itu kurang lebih sekitar 3 minggu lagi. Tapi satu hal yang publik lupa bahwa persoalan pergantian, persoalan reshuffle itu murni
Speaker A
domain yang dimiliki oleh Presiden. Jadi tak ada satupun yang bisa memprediksi kira-kira kapan Presiden itu akan melakukan perombakan. Dan per hari ini terbukti ketika begitu banyak orang yang tidak tahu soal rencana reshuffle. Tapi per hari ini, siang hari ini kita pun
Speaker A
juga sudah mulai mendengar ada sejumlah menteri yang ada reposisi, ada yang juga diganti dan kemudian akan memasukkan orang yang baru. Bagi saya ini adalah hal-hal yang sifatnya alamiah dan yang paling penting sebagai upaya untuk melakukan akselerasi dan percepatan supaya konsolidasi dan
Speaker A
kerja-kerja politik yang diharapkan di masa-masa yang akan datang itu yang betul-betul diwujudkan. Karena kalau sudah memasuki tahun kedua itu kan tinggal 3 tahun sebenarnya menuju 2024.
Speaker A
Itu yang saya sebut sebagai tahun sebagai pembuktian bahwa presiden, bahwa pemerintah tidak mungkin akan main-main lagi memberikan batas toleransi kepada para pembantunya yang tidak perform, tidak maksimal. Maka di situlah kemudian berlaku hukum reward and punishment.
Speaker A
Yang baik itu pasti akan lanjut. Tapi pada saat yang bersamaan yang kinerjanya tidak sesuai dengan harapan pasti akan diganti seperti yang kita saksikan hari ini.
Speaker A
Tapi memang seru juga itu ya, Mas. Ini kan lagi peringatan kesaktian Pancasila 1 Oktober lalu dilakukan perombakan yang sangat signifikan. Ini ada delapan posisi menteri dan juga ada kepala badan juga di sana. Dan ada juga pergantian Kapolri hari ini.
Speaker A
Ya, tentu saja signifikan bagi pemerintah persoalan hari kesaktian Pancasila 1 Oktober. Apakah misalnya beberapa waktu yang lalu baru mengganti Pak Purbaya misalnya. Saya kira itu adalah persoalan-persoalan teknis.
Speaker A
Karena kebutuhan untuk memperbaiki kinerja, mengakselerasi semua keinginan-keinginan pemerintah itu tentu tidak kenal apakah cepat atau punkah soal timing. Yang paling penting diperbaiki ke depan adalah soal bagaimana tantangan-tantangan ke depan yang selama ini compang camping perlu diperbaiki, perlu diperbaharui adalah sesuatu yang memang salah satunya
Speaker A
itu wajib kemudian dijawab oleh pemerintah. Salah satunya adalah melalui mekanisme reshuffle. Nah, yang kedua, Mas, kalau saya punya survei ya di bulan Juli, Agustus ada sekitar 66% masyarakat itu setuju jika jelang pemerintahan Pak Prabowo Gibran 2 tahun persisnya di 20
Speaker A
Oktober itu dires dilakukan reshuffle kabinet. Tujuannya sederhana, mempercepat keinginan supaya visi misi presiden itu bisa diwujudkan. Yang kedua adalah peremajaan dan yang paling penting adalah bagaimana pembuktian kinerja memasuki tahun ketiga pemerintahan adalah sesuatu yang paling dominan dan paling menonjol dibandingkan
Speaker A
dengan yang lainnya. Jadi kalau hari ini misalnya terjadi reshuffle kabinet itu tentu sesuai dengan ekspektasi publik.
Speaker A
Karena kabinet yang diisi oleh begitu banyak menteri dan wakil menteri plus kepala badan ini memasuki tahun kedua pemerintahan ini dalam banyak hal. Ada evaluasi, ada kritik dan feedback. Maka presiden ketika melakukan reshuffle kali ini itu mendapatkan sambutan yang cukup
Speaker A
positif. Makanya setelah ada reshuffle diumumkan hari ini siapa yang diganti dan kemudian diganti yang baru.
Speaker A
Tujuannya adalah untuk memberikan respon positif. Ada sentimen yang kemudian bisa dikapitalisasi. Ini adalah sebagai upaya dan keinginan serius dari pemerintah untuk melakukan perbaikan, pikirkan kinerja. Bukankah sejak tahun yang lalu banyak sekali suara-suara yang bermunculan di kalangan publik bahwa yang paling utama itu harus
Speaker A
segera melakukan reshuffle menteri dan wakil menteri yang tidak perform, tak ada lagi tempat di kabinet pemerintahan kali ini.
Speaker A
Itulah yang saya sebut ini adalah tahun pembuktian bagi Prabowo Subianto siapapun dia enggak maksimal diganti. Yang baik performanya pasti akan dilanjutkan, Mas.
Speaker A
Justru positif ya, Mas Adi ya. Karena kan ini tujuh kali reshuffle ini belum 2 tahun sudah terjadi tujuh kali perombakan. Bukannya justru itu akan menjadi pandangan negatif dari publik kalau ini terlalu banyak perombakan, tidak konsisten atau seperti apa?
Speaker A
Kalau di kelompok-kelompok kritis mungkin muncul sentimen. Mungkin di kalangan-kalangan kelompok kritis mungkin terlampau menganggap bahwa ini sudah tujuh kali terlalu banyak untuk sebuah ukuran.
Speaker A
Tapi dua hal yang banyak sekali publik lupa. Pertama, persoalan reshuffle kabinet itu adalah domain dan hak prerogatif presiden. Itu enggak bisa dibantah. Yang kedua, tentu saja reshuffle itu bisa kapanpun bisa terjadi dan dalam waktu yang kemudian tidak bisa ditebak. Dan
Speaker A
hari ini terjadi kalau kita mendengarkan argumen-argumen publik misalnya soal pergantian Kapolri itu kan masih diprediksi akan terjadi tahun depan.
Speaker A
Bahkan ada yang mengatakan pertengahan tahun depan mungkin akan ada pergantian Kapolri karena ada misalnya usia pensiun yang sampai 60. Tapi kan hari ini kita bisa saksikan terbuka di mana Presiden mengeluarkan surprise kepada DPR dan mengirim satu nama untuk
Speaker A
dilakukan pin and properties. Dan pada saat yang bersamaan tak lama setelah itu muncul isu-isu yang terkait dengan reshuffle. Nama-namanya pun juga sudah mulai bermunculan. Itu artinya apa?
Speaker A
Kalau kita mau jujur sebenarnya, Mas, persoalan rombak kabinet itu adalah persoalan rahasia yang sebenarnya yang tidak semua orang akan tahu. Mungkin hanya presiden dan orang-orang terdekatnya saja yang kemudian tahu terkait dengan ini semua. Jadi, oleh karena itu bagi saya kalau di kalangan
Speaker A
kelompok kritis terutama di media sosial mungkin hal-hal rombak kabinet yang dinilai terlampau cepat, terlampau banyak itu mendapatkan kritik. Tapi publik dan masyarakat secara umum mendukung secara penuh apapun yang dilakukan oleh pemerintah dan presiden mengganti para pembantu-pembantunya.
Speaker A
Tujuannya adalah untuk memperbaiki kinerja. Menurut saya di situ konteksnya. Oke, Mas Adi dari nama-nama yang beredar ini, Mas Adi sudah peroleh pasti dan menurut Anda tepat enggak, Mas Adi?
Speaker A
Mas Adi Praitno. Siap. Halo, Mas. Kok suaranya enggak kedengaran? Baik. Da
Speaker A
Menurut Anda sudah tepat enggak? Halo. Halo, Mas Adi. Iya. Baik, Mas Adi. Dari sejumlah nama yang beredar di publik yang akan mengisi di kabinet merah putih dan satu kepala badan, menurut Anda sudah tepat enggak keputusan dari Presiden ini?
Speaker A
Ya, saya melihat rata-rata secara umum sudah tepat, Mas. Misalnya KSP diganti dan kemudian KSP yang lama itu digeser misalnya. Itu kan adalah informasi-informasi yang beredar di kalangan media ya. Tapi tinggal kita tunggu kira-kira bagaimana validasinya.
Speaker A
Tapi secara umum kalau kita hitung rata-rata dari sekian begitu nama yang beredar adalah nama-nama yang cukup familiar, nama-nama yang selama ini memang cukup dekat dan kemudian ada di sekitaran kekuasaan pemerintahan juga.
Speaker A
Jadi jikapun ada tambal sulang, rombak kabinet, ada yang keluar, ada yang masuk. Kalau kita lihat itu adalah orang-orang yang selama ini memang cukup familiar dengan kerja-kerja politik mereka sebagai pejabat publik. Karena kalau kita cek ada yang [berdehem] resapel kali ini itu sifatnya reposisi.
Speaker A
Mengganti satu orang di posisi yang lain, tapi orang yang diganti itu kemudian ditempatkan di tempat yang lainnya. Tidak secara spesifik misalnya diganti dan kemudian tidak mendapatkan jabatan politik apapun. Bahkan dari nama-nama yang beredar kan Pak mantan Kapolri atau Kapolri ya Pak Sigit
Speaker A
misalnya itu kan diproyeksikan menempati jabatan-jabatan politik tertentu nantinya kan itu juga muncul. Ini adalah menegaskan betapa rombak kabinet ini satu hari ini adalah sebagai upaya untuk melakukan penyelenggaraan, kemudian mempermudah sekaligus mengakselerasi dan yang paling penting adalah soal rangkul-merangkul dan akomodasi. Karena
Speaker A
sekalipun ada pergantian tapi orang-orang yang diganti itu masih tetap menjadi bagian dari kekuasaan politik pemerintahan hari ini. Jadi bagi saya nama-namanya adalah orang-orang itu saja ganti posisi dan mungkin ganti peran di masa-masa yang akan datang.
Speaker A
Iya. Tapi justru tidak ada nama-nama yang sebelumnya sempat beredar di publik yang jadi sorotan terkait dengan sejumlah kasus. Di antaranya adalah kita sebut saja misalnya kasus karhud lah, ada Menteri Kehutanan Raja Juli kasus ee korupsi di ee soal HGB di Kementerian
Speaker A
ATR BPN ada nama Nusron Wahid di sana tidak ada nama-nama seperti ini di ee nama yang beredar dalam risavel hari ini. Menurut Anda seperti ya tentu saja publik juga berharap Mas ini bukan hanya resavel yang terakhir kalinya di tahun kedua pemerintahannya
Speaker A
publik tentu berharap hal-hal yang sifatnya kontroversial dan menimbulkan persepsi agak kurang baik terkait dengan kinerja menteri misalnya. Bagi saya penting untuk melakukan evaluasi dan bahkan pergantian ketika ada sejumlah menteri dikait-kaitkan dengan persoalan swap tertentu. Ketika dikaitkaitkan dengan karutlah, dikait-kaitkan dengan
Speaker A
menerima sejumlah blok tertentu, itu menurut saya harus menjadi atensi yang cukup signifikan dari pemerintah.
Speaker A
Khawatir ini justru menjadi beban ini khawatir menjadi sesuatu yang kurang positif karena ketika ada sejumlah pihak menilai menteri-menteri itu sangat layak diganti. Tapi per hari ini nama-namanya [berdehem] tidak beredar. Tentu kita berharap menjelang 20 Oktober 2026 dan ini kurang lebih sekitar 3 minggu lagi
Speaker A
kira-kira begitu akan ada resavelresaval selanjutnya terutama kepada menteri ataupun wakil menteri atau siapapun yang terindikasi memang bukan hanya persoalan kita saja tapi misalnya terindikasi ada persoalan-persoalan yang dikait-kaitkan dengan soal urusan hukum suap-menyuap itu. ini tentu sebagai upaya untuk
Speaker A
melakukan bagaimana recovery, persepsi dan citra publik dalam melihat kinerja pemerintahan hari ini, yaitu mengganti semua orang yang memang kinerjanya tidak baik, mengganti para menteri-menteri yang kemudian mendapatkan sentimen negatif, mengganti menteri-menteri yang dinilai, terindikasi terkait dengan isu suap tertentu. Karena itu sebagai upaya
Speaker A
untuk membersihkan nama pemerintahan. Tujuannya adalah tentu menyongsong 3 tahun di masa-masa yang akan datang.
Speaker A
Jadi harapannya bukan hari ini yang terakhir Mas di bulan Oktober ini resapel dan harapan terbesarnya adalah kabinet segera dilakukan untuk yang kesekian kalinya terutama kepada pihak-pihak yang terindikasi bermasalah secara hukum itu.
Speaker A
Kalau itu memang bisa membuat citra positif ee bagi pemerintahan, kenapa tidak sekarang menurut Mas Adi? Kan ini banyak sekali menteri mungin kalkulasinya bertahap mungkin kalkulasinya bertahap hari ini kan kelihatan cukup banyak ada yang bilang empat ada yang bilang lima, ada bilang
Speaker A
yang sampai tujuh mungkin sehingga yang hal-hal yang mengarah kepada perompakan-perombakan itu mungkin akan ada jilid menjilid. Makanya kalau kita membaca sentimen di media sosial banyak sekali menteri-menteri yang dimention khususnya yang dikaitkan dengan persoalan-persoalan hukum dan dinilai mendapatkan hal-hal yang sifatnya
Speaker A
suap-menyuap itu ya. Tapi per hari ini orang-orang yang disebut itu tidak kelihatan harapannya semoga setelah tanggal 1 ini entah minggu depan atau minggu depannya lagi persis menjelang 2 tahun pemerintahan presiden, orang-orang yang semacam ini ya diganti atau direposisi karena untuk mengurangi
Speaker A
persepsi publik terhadap kinerja pemerintah secara umum karena menteri-menterinya tidak perform dan kemudian tidak bisa bekerja secara maksimal. Mas harusnya urgnya ee beberapa menteri yang bermasalah itu dong yang diganti. Kenapa harus pergantian dengan jumlah besar hari ini?
Speaker A
Kan sebenarnya kalau kita iris satu persatu alasan-alasan resol. Alasan alasan kinerja, alasan mendapatkan sentimen publik, alasan-alasan yang misalnya dinilai punya persoalan-persoalan dengan hukum.
Speaker A
Variabel-variabel ini tidak kelihatan semua ya. hari ini yang kelihatan itu mungkin karena ada semacam reposisi pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Yang kedua adalah persoalan yang terkait dengan performa dan kinerja.
Speaker A
Tapi yang ketiga yang lupa bahwa ada sejumlah menteri yang dinilai menimbulkan kontroversi, kegaduhan, dikait-kaitkan dengan persoalan suap.
Speaker A
Nah, ini yang tidak kelihatan. Harapannya setelah tanggal 1 Oktober ini akan muncul resavel-resavel yang memang terkait dengan sejumlah menteri terindikasi mendapatkan persepsi dan sentimen negatif terutama jika dikaitkan dengan persoalan-persoalan suap itu.
Speaker A
Iya. Ravel di kabinet hari ini juga bersamaan dengan pergantian Kapolri Jenderal Listio digantikan Komjenji. Apa yang bisa kita sorat terkait dengan penggantian Kapolri hari ini?
Speaker A
Ya, saya kira ee sederhana ini sebagai upaya untuk melakukan apa ya peremajaan bagaimana pemerintahan kali ini betul-betul ingin perform setelah memasuki tahun kinerja pemerintahannya.
Speaker A
Pergantian-pergantian ini tentu sebagai sebuah sinalmen yang besar. Bagaimana Presiden tidak pernah main-main dengan kabinet dan para pembantunya yang memang tidak sesuai dengan harapan. Jadi inilah yang kita harapkan rata-rata secara umum bahwa harapan terbesar dari resapel ini tujuan utamanya adalah untuk memperbaiki
Speaker A
kinerja, mengakselerasi dan sekaligus mempercepat bagaimana kerja-kerja politik pemerintah bisa disaksikan secara e kita akan geser dulu ke istana karena pelantikan sudah dimulai.
Speaker A
[musik]
Topics:reshuffle kabinetKabinet Merah PutihPresiden PrabowoAdi Prayitnohak prerogatif presidenperombakan kabinetkinerja pemerintahKapolripolitik IndonesiaKompas TV











