Video ini membahas mengapa motor listrik Honda tidak laku di Indonesia, meski memiliki nama besar. Harganya dinilai terlalu mahal dibanding performa yang ditawarkan.
Key Takeaways
- Harga motor listrik Honda terlalu mahal dibanding performa dan jarak tempuh yang ditawarkan.
- Nama besar dan teknologi Jepang tidak otomatis menjamin penjualan di segmen motor listrik.
- Pemain baru dari luar dunia otomotif justru mendominasi pasar motor listrik Indonesia saat ini.
What the video covers
- Pasar motor listrik Indonesia masih lesu meski ada insentif, dengan penjualan Januari-Agustus 2026 hanya 18.900 unit (data IC Molly).
- Penjualan motor listrik turun dari 77.000 unit (2024) menjadi 70.000 unit (2025), namun antusiasme masyarakat dinilai masih tumbuh.
- Lima produsen motor listrik terlaris dalam 3 tahun terakhir adalah Polytron, Volta, Alpha, Yadea, dan Yuwinfly, yang umumnya merupakan pemain baru di otomotif.
- Produsen otomotif besar seperti Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki belum menjual motor listrik di Indonesia.
- Honda memiliki lineup motor listrik seperti Icon i, IM1, dan QF, namun tidak masuk daftar terlaris.
- Penjualan motor listrik Honda bahkan tidak mencapai 10.000 unit per bulan, berbanding terbalik dengan motor bensinnya.
- Motor listrik Honda di atas Rp40 juta dinilai hanya menawarkan performa setara motor kompetitor seharga Rp15-20 juta.
- Contoh: IM1ei memiliki kecepatan maksimal 45 km/jam dan jarak tempuh sekitar 41 km, sedangkan Alpha Servo (Rp35-37 juta) mencapai 103 km/jam dengan jarak 62 km.
- Video menyimpulkan penyebab utama kegagalan Honda adalah harga yang tidak sebanding dengan spesifikasi.
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
Pasar motor listrik Indonesia tidak pernah bisa menarik sampai saat ini.
Speaker A
Mau dikasih insentif ataupun tidak, pasar ini tetap aja lesu.
Speaker A
Bahkan di semester 1 tahun 2026 ini, penjualan motor listrik di Indonesia mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Speaker A
Menurut data dari IC Molly, angka penjualan motor listrik dari Januari sampai Agustus tahun 2026 cuman ada di angka 18.900 unit.
Speaker A
Padahal di tahun 2024, penjualan motor listrik sempat menunjukkan angka yang cukup solid yaitu di 77.000 unit.
Speaker A
Kemudian di tahun 2025 ada di angka 70.000 unit.
Speaker A
Namun walaupun angkanya terus mengecil, sebenarnya antusias pasar terhadap motor listrik sebenarnya masih bertumbuh ke arah yang positif.
Speaker A
Lihat aja di jalanan.
Speaker A
Setidaknya dalam berpergian kalian udah bisa menemukan motor listrik di jalan.
Speaker A
Jadi enggak kayak dulu, kayak nemuin jarum di tumpukan jerami lagi.
Speaker A
Dan yang bikin menarik dari pasar motor listrik adalah rata-rata produsen motor listrik di Indonesia adalah produsen yang cukup baru terjun ke dunia otomotif.
Speaker A
Misalnya Polytron.
Speaker A
Walaupun speaker rumah kita Polytron, walaupun TV rumah kita Polytron, namun motor Polytron, hmm, ini mungkin sesuatu yang cukup aneh awalnya.
Speaker A
Tapi walaupun mungkin merek Polytron terkesan aneh pada awalnya, tapi Polytron berhasil memegang pasar ini dengan Fox Air dan Fox 350-nya.
Speaker A
Kemudian selain Polytron ada Volta.
Speaker A
Ya, lagi dan lagi ini nama yang cukup baru di telinga kebanyakan orang.
Speaker A
Tapi walaupun begitu, dengan basis untuk ojol, Volta berhasil menduduki peringkat dua di bawah Polytron sebagai produsen motor listrik yang laris di Indonesia.
Speaker A
Kemudian selain itu ada Alpha, Yadea, dan tentu aja Yuwinfly.
Speaker A
Itu adalah lima produsen motor listrik terlaris di Indonesia dalam 3 tahun terakhir.
Speaker A
Jika kita melihat daftar tersebut, semua daftar diisi oleh produsen baru, bahkan diisi oleh produsen yang bukan berasal dari dunia otomotif.
Speaker A
Tidak ada produsen otomotif yang bisa nempel di list tersebut.
Speaker A
Emang sih, Yamaha belum menjual motor listrik di Indonesia, Suzuki apalagi.
Speaker A
Kawasaki pun juga begitu.
Speaker A
Tapi bagaimana dengan Honda?
Speaker A
Honda punya beberapa lineup motor listrik mulai dari Icon i, IM1 sampai QF.
Speaker A
Dengan nama besar Honda dan teknologi Jepang mereka, seharusnya motor listrik buatan Honda bisa laku di pasar Indonesia.
Speaker A
Namun sayangnya nama Honda tidak masuk dalam daftar motor listrik terlaris di Indonesia dan ini berbanding terbalik dengan motor bensinnya yang mana Honda bisa menjual jutaan unit motornya.
Speaker A
Tapi di motor listrik boro-boro 1 juta unit.
Speaker A
10.000 unit per bulan aja Honda tidak mampu.
Speaker A
Namun apa yang salah?
Speaker A
Kenapa motor listrik Honda tidak laku?
Speaker A
Jawabannya karena harga motor Honda terlalu mahal untuk spesifikasi yang bisa dibilang cukup buruk.
Speaker A
Ironisnya, motor listrik Honda yang memiliki harga di atas 40 juta hanya menawarkan performa yang setara dengan motor listrik kompetitor seharga Rp15 sampai Rp20 juta aja.
Speaker A
Sebagai contoh, model IM1ei hanya bisa melaju maksimal 45 km/jam dengan jarak tempuh sekitar 41 km dan harga motor ini adalah 40 juta lebih.
Speaker A
Coba kalian bandingkan misalnya dengan Alpha Servo yang harganya di Rp35 sampai Rp37 juta.
Speaker A
IM1 kecepatan maksimalnya di 45 km sedangkan Alpha ada di 103 km/jam.
Speaker A
Jarak tempuhnya juga, Honda sepertinya lagi melawak yang mana cuman bisa sampai 41,1 km.
Speaker A
Sedangkan Alpha ada di 62 km.
Topics:motor listrikHonda IM1penjualan motor listrik IndonesiaPolytronVoltaAlpha Servoharga motor listrikFUSE BOX MOTO











