Skip to content
Get App

Seri 1. 🔥 SATRIO PININGIT 🔥TINGGALNYA DEKAT GUNUNG TANGKUBAN PERAHU

Pembahasan mendalam tentang sosok Satrio Piningit berdasarkan manuskrip kuno dan hadis akhir zaman, serta ciri-ciri dan tempat tinggalnya di dekat Gunung Perahu.

Key Takeaways

  • Satrio Piningit adalah sosok yang berbeda dengan Ratu Adil/Al Mahdi dan berasal dari Pulau Jawa.
  • Tempat tinggal Satrio Piningit adalah di dekat Gunung Perahu dengan gaya hidup zuhud dan membangun komunitas tauhid murni.
  • Manuskrip kuno menjadi sumber utama pemahaman tentang Satrio Piningit, bukan klaim tanpa dasar atau media sosial.
  • Penting untuk menafsirkan ulang dan memahami konteks sejarah dan nubuwah akhir zaman dengan hati-hati.
  • Klaim sensasional tanpa bukti yang sahih harus diwaspadai dan tidak dipercaya begitu saja.

What the video covers

  • Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing, orang asing yang positif akan viral di langit.
  • Ada empat manuskrip kuno yang menjadi rujukan tentang Satrio Piningit: Serat Musarar, Serat Jangka Jayabaya, Serat Wangsit Prabu Siliwangi, dan Jangka Serat Jangka Sabdo Balon.
  • Satrio Piningit dan Ratu Adil adalah entitas berbeda; Satrio Piningit berasal dari Pulau Jawa dan putra Bani Tamim, sedangkan Ratu Adil identik dengan Al Mahdi.
  • Satrio Piningit harus tinggal di dekat Gunung Perahu, hidup zuhud dan membangun komunitas bertauhid murni, bukan di kota atau tempat ramai.
  • Manuskrip kuno ini bukan untuk ranah akidah, melainkan sebagai wawasan dan pelengkap penjelasan fenomena akhir zaman.
  • Sejarah Nusantara terkait Majapahit dan Turki Utsmani berperan dalam konteks kebangkitan Islam dan sosok Satrio Piningit.
  • Klaim palsu tentang Satrio Piningit yang tinggal di kota atau bukan orang Jawa tidak sesuai dengan manuskrip kuno.
  • Satrio Piningit sedang membangun komunitas bertauhid murni dan menjalani kehidupan sederhana di alam.
  • Video mengkritik klaim sensasional dan tanpa dasar yang beredar di media sosial terkait sosok ini.
  • Terdapat penafsiran ulang yang diperlukan untuk memahami sosok Satrio Piningit di tengah kegalauan umat Islam dan Nusantara.

Answers

Questions about this video

Siapa sebenarnya Satrio Piningit menurut video ini?

Satrio Piningit adalah sosok yang lahir di Pulau Jawa, putra Bani Tamim, yang membangun komunitas bertauhid murni dan berbeda dengan Ratu Adil yang identik dengan Al Mahdi.

Di mana tempat tinggal Satrio Piningit menurut manuskrip kuno?

Menurut empat manuskrip kuno, Satrio Piningit harus tinggal di dekat Gunung Perahu, hidup zuhud dan menyingkir di tengah alam, bukan di kota.

Apakah Satrio Piningit dan Ratu Adil adalah sosok yang sama?

Tidak, video ini menegaskan bahwa Satrio Piningit dan Ratu Adil adalah entitas berbeda; Ratu Adil diidentikkan dengan Al Mahdi, sedangkan Satrio Piningit adalah putra Bani Tamim.

Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:01
Speaker A
Seperti rumput liar. Dalam sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam, Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awalnya. Maka berbahagialah orang-orang yang dianggap asing.
00:16
Speaker A
Karena orang asing itu biasanya jadi viral. Orang yang aneh itu biasanya viral gitu ya.
00:26
Speaker A
Nah, gitu. Tapi viralnya viral yang positif ya. Viral di langit. Nah, iya betul. Viral di langit ya.
00:51
Speaker A
Empat ciri utama Satrio Piningit yang tidak mungkin bisa dirubah. Ciri-ciri pertama lahir dan misinya.
01:02
Speaker A
Dari empat manuskrip yang kemarin kita bongkar, kita cari di Perpustakaan Nasional, ada beberapa manuskrip atau buku-buku kuno yang isinya selaras sejalan dengan hadis-hadis akhir zaman yang biasa kita kaji dan yang bisa dikaji bersama-sama. Jadi kalau Anda para pemirsa, Anda pemerhati akhir zaman dan Anda
01:37
Speaker A
pengikut dari para ustaz-ustaz akhir zaman yang kau undang insyaallah manuskrip ini, buku-buku kuno ini isinya selaras dengan fenomena-fenomena akhir zaman yang terjadi saat ini. Walaupun tidak secara eksplisit disebutkan bahwa isyarat-isyarat akan kebangkitan Islam di arah timur wabil khususnya sosok tokoh itu, itu
02:13
Speaker A
sudah banyak digambarkan atau dikisi-kisi di dalam buku kuno tersebut. Ada empat buku kuno yang sering disebut-sebut sebagai dalam tanda kutip dalil. Ya, awas dalam tanda kutip dalil ya. Bukan dalil secara syari, agama Islam, syariat bukan ya. Nah, istilahnya isyarat petunjuk gitu
02:44
Speaker A
ya. Ada empat buku kuno manuskrip. Yang pertama Serat Musarar, Serat Jangka Jayabaya, Serat Wangsit Prabu Siliwangi atau disebut Ugait Siliwangi dan Jangka Serat Jangka Sabdo Balon.
03:07
Speaker A
Ya, ketika kita membahas tentang buku ini, minta tolong agar kita mengosongkan mindset kita.
03:17
Speaker A
Dalam arti begini, bukan kita membahas buku-buku ini dalam ranah akidah, ya. Bukan. Kita membahas ini dalam ranah pemahaman, dalam ranah wawasan gitu ya. Kalaupun nanti disinyalir ada yang kita banget gitu ya, kita serahkan kepada Allah Subhanahu wa taala itu aja
03:48
Speaker A
ya. Ini sebagai pelengkap penjelas dari mungkin kisi-kisi Allah yang berikan lewat buku-buku kuno ya.
04:00
Speaker A
Karena sejatinya bahwa memang buku-buku kuno tersebut semakin juga mubasyirat ya, mubasyirat masa lalu yang diterima oleh raja-raja dan seorang waskita kebijaksanaan masa lalu ya.
04:21
Speaker A
Karena kita ingat di kisah Nabi Yusuf itu bahkan raja kafir pun itu menerima mubasyirat. Dalam empat manuskrip tersebut mayoritas jelas menyatakan sosok Satrio Piningit dan Ratu Adil itu sosok yang berbeda. Satrio Piningit itu lahir di Pulau Jawa.
04:49
Speaker A
Asli orang Indonesia atau Nusantara. Kalau sekarang Indonesia, kalau dulu ketika kerajaan Majapahit, akar dari kita Indonesia ini adalah Majapahit. Waktu itu Majapahit wilayahnya hampir mencakup dari wilayah Asia Tenggara yaitu Singapura,
05:18
Speaker A
Malaysia, Brunei, Patani, dan Mindano. Tapi setelah waktu berjalan, sejarah berjalan, kekuasaan Majapahit terkerus oleh intrig politik jalan sampai sekarang, sampai ketika Turki Utsmani jatuh.
05:47
Speaker A
Wilayah-wilayah keislaman di belahan dunia digembosi, dipereteli satu-satu oleh kekuatan elit global. Karena sejatinya Nusantara setelah jatuhnya kerajaan Majapahit dengan awal beriringnya kerajaan Islam di Demak sampai turun ke kerajaan Mataram sampai ke kerajaan Yogyakarta itu semuanya masih di bawah kekuasaan
06:24
Speaker A
dari Kesultanan Turki Utsmani yang Sultan terakhirnya Sultan Abdul Hamid II akhirnya diasingkan, dijatuhkan oleh kekuatan elit berombal. Maka runtuhlah kekuasaan dari Turki Utsmani dan diganti dengan Kamal Mustafa Tartuk.
06:50
Speaker A
Lanjut kembali ke Nusantara. Satrio Piningit itu lahir di Pulau Jawa, asli orang Indonesia atau Nusantara untuk kepemimpinan dan kepentingan Nusantara. Atau dari sisi nubuwah hadis itu insyaallah sosok putra Bani Tamin. Sedangkan Ratu Adil itu sebutan bagi Al Mahdi. Nah, jadi ini perlu digaris bawahi bahwa
07:20
Speaker A
entitas ini berbeda. Entitas ini berbeda. Kalau Ratu Adil itu diidentikan dengan Al Mahdi. Kalau Satrio Piningit itu identik dengan putra Bani Tamim.
07:41
Speaker A
Jadi kalau umpamanya bagi para pemirsa yang Anda pernah membaca atau melihat di YouTube atau di manapun bahwa Satria Piningit Ratu Adil itu ada kerancuan bahwa itu satu entitas padahal itu bukan bukan banyak dibahas di channel-channel padepokan atau di paguyuban itu ya dengan memanggil mediumisasi, memanggil
08:13
Speaker A
jin-jin gitu ya. Dan beritanya ceritanya ngacur gitu ya. Ngacur karena enggak ada awal, enggak ada ujung muter-muter gitu aja bulat ya. Jadi enggak ada kejelasan gitu ya.
08:27
Speaker A
Iya. Isinya hanya ini aja cari konten dan sensasi saja untuk biasa followernya naik gitu aja. Langit enggak dapat. Iya betul.
08:39
Speaker A
Tinggalnya harus di Pulau Jawa. Ada yang menyatakan daerah campuran Jawa dan Sunda. Namun dalam Masjid Siliwangi Satrio ini lahir di daerah Sunda asli di Jawa Barat.
08:58
Speaker A
Karena sejatinya dia itu masih keturunan dari Mataram gitu. Dari Mataram. Nabi hijrah pindah di Jawa Barat. Jadi kalau ada klaim di luar orang Jawa, mohon maaf ya ini bukan SARA ya, kita tidak membahas SARA. Ini kita membahas manuskrip
09:25
Speaker A
yang dijelaskan di Serat tadi ya, buku tadi. Maka tidak sesuai dengan manuskrip yang ada. Jadi kalau ada klaim di luar orang luar Jawa, maka tidak sesuai dengan manuskrip yang ada. Artinya itu dipaksakan. Ya, itu tadi ciri-ciri yang pertama.
09:49
Speaker A
Ciri-ciri yang kedua tempat tinggalnya. Nah, ini ya ini kita rangkum dari beberapa serat tadi serat tadi dan di semenjak mubasyiratnya Jayabaya ini bergulir dari turun-temurun telah banyak buku dan banyak analisa dari para pujangga-pujangga masa lalu maupun
10:16
Speaker A
penulis-penulis kontemporer yang sudah banyak membahas tentang mubasyirat Jayabaya ini salah satunya adalah buku ini ya seperti ini sudah banyak beredar ya setelah dikaji buku ini atau buku yang lain ketinggalan tadi ya ada memang beberapa manuskrip-manuskrip yang lain yang bisa ditampilkan di foto tapi
10:42
Speaker A
karena sesuatu hal dajal tidak ingin berita ini tersebar luas. Makanya alat-alatnya di sini live-nya agak ini ya terganggu gitu.
10:55
Speaker A
Ciri kedua tempat tinggalnya. Dari empat manuskrip tersebut Serat Musar, Jangka Jayabaya, Wangsit Pramusliwangi dan Jangka Sabdok Malon sebelum muncul dan dikenal oleh umat, sosok Satrio ini harus tinggal di dekat Gunung Perahu.
11:23
Speaker A
Ini bukan saya ya yang ngomong ya. Ini hasil dari penelaan empat manuskrip tersebut. Satrio Piningit ini atau putra Bani Tamim ini harus tinggal di dekat Gunung Perahu. Hidup menyingkir di tengah alam atau di hutan. Hidup zuhud apa adanya.
11:55
Speaker A
Istilahnya nerimo ing pangdum. Jadi dia itu harus menyingkir di tengah alam di hutan. Hidup zuhud apa adanya nerimo ing pangdum dan dia sedang membangun komunitas membangun komunitas yang bertauhid murni ya perlu digaris bawahi ya sedang membangun komunitas bertauhid murni jadi kalau ada sosok yang hidup
12:34
Speaker A
ada di kota. Ya, jikalau jikalau ada sesosok yang disinyalir itu adalah Satrio Piningit dan tinggalnya di kota, itu adalah pendapat palsu gitu ya.
12:50
Speaker A
Mendapat langsung karena dia itu Satrio Piningit itu istilahnya ini bertapa ya dalam tanda kutip ya bertapa bukan yang gimana-gimana ya dia dalam sarana untuk bertaqarub ilallah sudah banyak sudah banyak dibahas sudah sudah di para pemerhati-pemerhati akhir
13:17
Speaker A
zaman pemerhati akhir zaman kontemporer maupun pemerhati dari para ahli-ahli tentang manuskrip-manuskrip kuno.
13:32
Speaker A
Kuno sampai saat ini tidak terbukti bahwa sosok-sosok tersebut identik dengan Satrio Piningit yang dinubuatkan oleh mubasyirat Jayabaya.
13:52
Speaker A
Jadi sajaat kita perlu mentelaah ulang, menafsirkan ulang siapa sih sosok dari Satrio Piningit?
14:09
Speaker A
Ya, karena di tengah kegalauan umat Islam umumnya ya dan umat Nusantara pada khususnya bahwa Satrio Piningit itu akan mengembalikan kepada keadilan.
14:29
Speaker A
Ini selaras dengan sosok entitas dari putra Bani Tamim. Di mana sosok putra Bani Tamim ini dia sedang membangun komunitas bertauhid murni.
14:51
Speaker A
Jadi kalau ada sosok yang hidup di kota ya atau di tempat keramaian dan dia mengklaim sebagai satu itu adalah klaim palsu.
15:06
Speaker A
Kalau kita biasa melihat di majalah-majalah atau di berita-berita online ya, ada yang disinyalir itu Satrio Piningit itu dan klaim diri itu.
15:39
Speaker A
artinya gugur. Salah satunya dulu saya pernah ee ketemu dengan ee salah satu dari komunitas yang namanya Darul Arqom ya. Darul Arqam itu pusatnya di Malaysia, tapi karena gerakannya masih menyebar sampai ke Indonesia pimpinannya Ustaz Abuya Asari Muhammad at-Tamimi.
16:15
Speaker A
Namun pengasas dari ee gerakan tersebut adalah Syekh Suhaimi dari Indonesia, dari Jawa. Halo, Mak.
16:27
Speaker A
Nah, di Darul Arqam itu juga ada ee ajaran bahwa memang kita ini hidup sudah di pengusung akhir zaman. Itu ketika tahun ee 90-an.
16:43
Speaker A
Ketika itu saya masih SLTA ya, santri kalong waktu itu. Santri kalong istilahnya apa Mas Wi?
16:54
Speaker A
Santri kalong ini. Nah, itu santri kalong. Santri ke sono kemari enggak jelas pindah-pindah pesantren.
17:04
Speaker A
Iya, pindah-pindah pesantren gitu ya. Karena biasa enggak punya uang. Kalau santri ngetok kan harus aduh bisarah gitu.
17:19
Speaker A
Jadi waktu itu kenal dengan salah seorang e aktivis dari Darul Arqam. Dan Darul Arqam ini mempercayai bahwa Abu Asari Muhammad Atamini itu adalah ee putra Bani Tamin. Tapi di buku-bukunya beliau tidak menyebut ee secara detail apa ini tanda-tanda
17:46
Speaker A
atau kisi-kisi yang jelas, yang eksplisit bahwa kita sudah dibengunjung akhir zaman. Padahal itu tahun 90-an. Nah, akhirnya kita kan masih hidup sampai sekarang ya. Nah, berarti gugur dong pendapat itu.
18:02
Speaker A
Berarti item-item syarat-syarat untuk melengkapi bahwa kita di pengujung akhir zaman belum tergenapi kan gitu ya. Nah, setelah waktu berjalan tahun 90-an sampai sekarang itu sudah banyak para tokoh-tokoh yang mengaku Imam Mahdi lah, Satrio Piningit lah, dan lain-lain. Tapi semuanya pendapat itu gugur. Karena
18:32
Speaker A
syarat-syarat untuk bahwa kita sudah dipenguzung akhir zaman itu ada yang tidak tergenapi sampai sekarang 2025. sebelum 2025 itu saya mencatat ada beberapa orang yang mengaku Imam Mahdi Almahdi santriin tapi itu hanya klaim-klaim saja tidak didukung oleh pendapat-pendapat yang sahih tidak didukung oleh ee dalil-dalil yang sahih.
19:19
Speaker A
Bagaimana parameternya kalau kita melihat oh bahwa kita ini sosok ini sudah istilahnya sudah paten ya dalam tanda kutip maka kita harus mengkaji hadis-hadis akhir zaman. sayangnya mulai dulu sampai sekarang, oh kalau sekarang mungkin 5 tahun terakhir, 10 tahun terakhir ya, 5 tahun terakhir ya,
19:45
Speaker A
itu sudah banyak ee bermunculan ustaz-ustaz yang konsen atau fokus kepada akhir zaman. Dahulu ketika tahun-tahun 2000-an pun, oh 90-an ya, itu jarang enggak ada. Jadi apa yang kajiannya cuma ya itu-itu aja ya kajiannya fikih, kajiannya ya tasawuf gitu aja ya tapi tidak ada kajian-kajian yang secara eksplisit
20:17
Speaker A
tentang akhir zaman. pembahasan akhir zaman. Ada satu kitab yang ee membahas tentang akhir zaman yang sudah ditulis ulang itu ya dirangkum namanya kitab Fafiru Ilallah.
20:33
Speaker A
Itu adafiru ilallah. Maka bersegeralah kembali kepada Allah dijadikan judul dari kitab yang isinya kitab tersebut adalah nukilan-nukilan dari hadis-hadis akhir zaman.
20:49
Speaker A
gitu. Dan di ulama-ulama kontemporer sekarang diperjelas oleh ee ustaz-ustaz akhir zaman baik dari dalam negeri maupun luar negeri ya seperti Profesor Muhammad Ahmad Muhammad Almubayyad ya atau ustaz-ustaz e lokal Indonesia. Kita lanjut Wangsit Jayabaya.
21:19
Speaker A
Prenahe iku kaki perak lan Gunung Perahu. Tempatnya itu anakku di Perak dan Gunung Perahu.
21:29
Speaker A
Ya, tafsirnya lokasi keberadaan di tempat yang memurnikan tauhid itu menyuarakan kebenaran itu di dekat gunung yang berbentuk perahu. Ya, ini bukan kata saya loh ya. Saya bukan ngarang-ngarang ya.
21:48
Speaker A
Nah, lokasi keberadaannya ya tempat untuk memnunikan tauhid dan menyuarakan kebenaran di dekat gunung yang berbentuk perahu.
21:58
Speaker A
Setelah dicek ee di Jawa ini ada dua. Di sini di Gunung Takuman Perahu dan di daerah Jawa Tengah di daerah ee rebukit Dieng.
22:17
Speaker A
Dieng, Jawa Tengah. Ya, di permukitan Dieng, Jawa Tengah itu ada yang namanya Gunung Perahu. Gunung Perahu.
22:27
Speaker A
Gunung Perahu. Perahu. Kalau ee absen Jawa gunung perahu hilang. Nah, ya kalau di sini Gunung Takuban Parahu Parahu. Nah, gitu ya.
22:44
Speaker A
daerah ee Dataran Tinggi Deng perbatasan Kabupaten Batang, Kendal, Temanggung, Wonosobo itu ada namanya Gunung Perahu ya. Ya, itu daerah sekitar situ.
23:03
Speaker A
Analisanya Gunung Perahu itu ada dua ya, di Jawa Barat dan di Jawa Tengah. Ada penjelasan lainnya, Satilin itu harus sosok yang uzlah dan ada komunitasnya.
23:18
Speaker A
ini saya membaca di beberapa ee buku-buku analisa dari para ahli di bidang ee ini ee sejarah juga ya, bahwa sosok Sakira ini itu dia itu ee menyepi.
23:37
Speaker A
menyebi ya istilahnya itu ee dia tidak di keramaian gitu. Dalam arti kalau bahasa kerennya itu dia di luar sistem dari penelitian saat ini tidak ada sosok atau kelompok yang sedang uzlah di Gunung Perahu Jawa Tengah itu enggak ada gitu
24:06
Speaker A
ya. saat ini enggak ada. Sehingga dari fakta yang terjadi saat ini hanya ada sosok dan kelompok yang menyingkir itu yaitu hanya di majelis Gaza.
24:24
Speaker A
Itu ini kalau kita melihat dari ee Serat Joyoboyo ini ya, bahwa tidak ada lagi. Intinya kan ini kita bangun gitu ya.
24:39
Speaker A
Begitu. Coba cek di YouTube, coba cek di sosmet. Anda enggak sosok komunitas yang uzlah di daerah Gunung Perahu di Jawa Tengah. Coba cek.
25:04
Speaker A
Sedangkan di Gunung Perahu, Gunung Parahu yang satunya kan ada sosok komunitas yang silakan gitu. Ya, kita lanjut ciri yang ketiga.
25:17
Speaker A
Hidupnya sederhana ya. Hidupnya sederhana bagaimana di sudara naung di hutan atau di gunung. Iya, betul kan gini ya. Makannya aja sih.
25:27
Speaker A
Nah, makannya ya akar pohon gitu ya. makanannya agar mohon silakan kita simak di serat atau di buku kuno atau di pintu dari e Wangsit Siliwangi bubukna nyampak pinggir walungan handap batu tunggul nangtung tak kuda daunan handelem jeung hanjuang saungnya berada Di tepi sungai
26:04
Speaker A
di bawah batu yang tegak berat dedaunan handelem dan hanjuang. Handelem naon ni? Handelem jeung anjuang ya tafsirnya ya. Nah, ini tempat tinggalnya itu alami gitu ya. Kalau kita manakan secara bebas ya Bu nanya Pak pinggir palungan pinggirnya alami tingkat pinggalnya alami sederhana
26:44
Speaker A
terlindung oleh alam Allah sedang memingitnya. Allahu Akbar. Allah sedang memingitnya. memurnikannya dalam kesunyian. Sunyi dalam kosong, kosong dalam sunyi.
27:05
Speaker A
Allah sedang memingitnya, memurnikannya dalam kesunyian, meneguhkan imannya seperti batu tegak. Handap batu tunggul nangtung.
27:19
Speaker A
Batu berdiri. Apa, Pak Nabi? Batu berdiri. Batu berdiri, ya. ini kan semacam simbol gitu ya, bukan berarti makna sebenarnya kan gitu ya. Gitu. Kalaupun kita di sini ee nanti kalau jalan-jalan ke bukit sebelah menemukan ee mungkin ada batu yang
27:42
Speaker A
nangtung ya. Nangtung ini di mana nanti? Mengambang atau gimana kan gitu ya. Bukan kan ya. Nah, berdiri tegak di ee tanah gitu kan ya. Nah, itu kan kalau dalam arti sebenarnya ya dan menempatkan kehidupannya dalam kesederhanaan agar kelak ia menjadi hamba pilihan yang siap memikul amanah
28:10
Speaker A
gitu ya. Kalau andelem ini ee kemarin eh apa kapan kita cari itu ada. Hah?
28:17
Speaker A
Ada. Ada. Ada. Ada. Ada. Ya. Daun ungu itu ya? Iya. Daun ungu di sawah banyak. Oh iya ya. Daun ungu ya di bawah sana itu ada ya. Itu bisa untuk itu Pak Fadri ya. Apa ini ambein Pak Fadri ya? Wasir. Wasir.
28:35
Speaker A
Wasir ya daun ungu ini gitu. Ya, banyak duduk mungkin nanti besok ini berguna ini bergunaan.
28:49
Speaker A
Iya. Ciri keempat, apalagi kehidupannya sangat sesuai dengan manuskripmanuskrip bahwa Satria Piningit itu dan kelompoknya dan komunitasnya sedang menjalani kehidupan tauhid murni. Walaupun kita orang Nusantara yang kental atau identik, kata orang luar Indonesia itu identik, kental dengan hal-hal yang mistik,
29:22
Speaker A
metafisika, supranatural. Tapi nanti insyaallah sati ini dan kelompoknya ini adalah menjalani kehidupannya itu dengan tauhid murni. Kalau kita membaca buku-buku sejarah bahwa memang sejarah orang Nusantara ini asalnya adalah monoteisme, menyembah sesuatu yang satu. Nanti mungkin bisa dibahas pada
29:56
Speaker A
pembahasan selanjutnya insyaallah ya. Contoh lagi kita ambil ee kalimat dari naskah tersebut nyaeta budak angon imahna diri lewih pantona batu satangtengeun kahiuman kuhan delem karimbunan kuhan juang karena orang Jawa bagi pemirsa saya orang Jawa ya bukan orang sund mohon
30:29
Speaker A
maaf Maaf jika pengucapan bahasa sundanya bahasa bule bule putan ya. Itulah anak gembala nyaeta budak angon imahna rumahnya di tepi lembah sungai. Di mana? beralaskan batu di seberangnya dinaungi atau ada tumbuhan handelem yang tadi itu tadi ya dan rimbun oleh hanjuang ya jadi kita bangun kan ada dalam to di di
31:08
Speaker A
ay ayak kan nah tuh kan berarti masuk kan ini i cocok cocokan ya nah Nah, jangan sampai cocok lagi karena kejadiannya memang ada handelem di sini. Masa waktu kita bikin ee Kang Dikit tanah uzlah, Majelis Gaz Tanah Uzlah ini kita nyocok-nyocokkan ini ah kita cari
31:36
Speaker A
yang tak ada handelemnya ini. Nah, masa gitu kan enggak juga ya kan handelem itu sudah tumbuh mungkin ya 10 tahun yang lalu atau 50 tahun yang lalu sudah ada di sini ya. Jis gaz anak uzahnya kan baru saja. Nah,
31:52
Speaker A
begitu. Apakah ini cocokologi atau kebetulan atau takdir? Wallahuam bawab. Masukkan saja cologi itu sebagai ilmu. Nah, gitu. Ada ini ya fakultas baru ya, ilmu cocokologi. Tafsir ruhani. Nah, ini kalau kita komunikasikan dengan e dari sisi esoteris Islam, sosok Buddha
32:20
Speaker A
Angon, anak gembala adalah lambang hamba yang zuhud dan pengemban rahasia tuan. Ya, anak gembala lambang hamba zuhud.
32:34
Speaker A
Kalau gembala kan hidupnya kan kalau matchingnya itu kan di hutan, di gunung, gunung kan gitu matchingnya ya.
32:42
Speaker A
Jangan di jangan di ee bayangkan kalau pengembala modern itu ya di kota-kota juga ada gembala kan. Kandangnya aja yang ditaruh ya orangnya yang beli kan gitu ya. Kalau kalau di hutan itu kan makannya kan ya apa aja yang di situ kan gitu ibaratnya kan gitu ya. Jadi dia
33:11
Speaker A
hamba yang zuhud dan penggemban rahasia Tuhan. Karena ketika kita angon ngangon pikiran apalagi kalau kita tidak pikiran ee fabiayikum tukadiban gitu ya. Memang gitu ya yang dimakan apa adanya kan gitu ya. Tepi lembah sungai melambangkan tempat uzlah. Jauh dari hirup pikuk dunia dekat dengan
33:35
Speaker A
aliran kehidupan. Ini ilmu dan wahyu. Bagaimana kita mengkaji keilmuan dan mubasyirat setiap hari kita kaji di sini. Batu di seberang menandakan keteguhan iman dan pondasi tauhid.
33:51
Speaker A
Ya, batu menandakan batu sekeras apapun dia tegar ya walaupun kena panas, kena hujan ya ibaratnya begitu. Handelem tumbuhan berdaun ung gelap melambangkan kesetiaan dan ketenangan batin.
34:12
Speaker A
Hanjuang tanaman tinggi. Hanjuang hanjuang tanaman tinggi. Nah, di sini ada hanjuang ya tanaman tinggi. Rimbun. Pinus pinus ya. Iya kan?
34:25
Speaker A
Tinus atau yang lain-lainnya apa ini kaliandra gitu ya. Pokoknya kan rimbun gitu ya sampai ditebangin. Nah enggak habis-habis melambangkan naungan rohani dari langit tanda perlindungan ilahi atas dirinya.
34:44
Speaker A
Maka rumah sang budak angon adalah tempat ilmu, kesunyian dan perlindungan Allah. Berikutnya hari ngangon ngona lain kembo lain embe lain meong lain banteng tapi dalakai jeung punggul nahjeman bebasnya ya kalau yang digembalakan atau dijaga bukan kerbong bukan kambing
35:14
Speaker A
bukan kucing bukan banteng tapi lalang dan tunggul kayung Ari ngangon-ngona pertanyaan tentang apa yang digembalakan kan gitu ya. Ini adalah simbol fungsi kepemimpinan spiritual. Seorang pengembala, penjaga umat, guru rohani, khalifah kecil yang membimbing makhluk-makhluk di bawah amanahnya kan gitu ya. Dalam konteks wangsit ini adalah
35:49
Speaker A
sindiran halus dari langit. Apakah ia yang pelihara? Ya tentu bukan ternak ya, ternak biasa bukan. Tapi sesuatu yang tampak mati atau liar gitu ya. Mungkin hati kita lupa kepada Allah atau ee pikiran kita liar gitu ya, itu nanti
36:13
Speaker A
dicinakan begitu ya. lain kebo, lain embek, lain meong, lain banteng. Semua hewan yang disebut di sini menggambarkan tipe manusia tebu, kerbau seperti rakyat pekerja kuat tapi patuh, empek, umat penurut tapi mudah tersesat, meong, cerdik dan mandiri, banteng, simbol
36:37
Speaker A
kekuatan dan perlawanan. Maka kalimat ini menandakan bahwa yang digembalakan ini bukan manusia biasa. bukan manus manusia biasa kita ini manusia banjir tapi nanti kalau suatu saat pada waktunya dipoles akan menjadi ee sosok personal-personal yang luar biasa. Amin ya rabbal alamin.
37:05
Speaker A
Tapi kalake jeung tutunggul kalakai ilang ilalang tumbuh liar. Heeh. Sekaliannya di padang gersang. Tumbuh liar di padang gersang. Simbol umat atau jiwa-jiwa terserah tak terurus tapi masih hidup. Hidup segan, mati tak mau gitu ya. Kadang ee dalam pencarian mau ngapain ini kita ini gitu ya. Mungkin
37:38
Speaker A
ada tersit terbersit dalam hati ee kita ya. Kalau sudah di pengunjung akhir zaman ini kita mau ngapain gini gitu ya.
37:50
Speaker A
Itu tunggul-tunggul kayu sisa batang pohon yang telah ditebang. Simbol orang-orang tua rohani, bekas kekuatan besar yang sudah lama tertidur tinggal akar dan punggulnya saja. Mana simboliknya? Yang digembalakan adalah jiwa-jiwa tertinggal, terlupakan, dan tersisa dari peradaban lama.
38:11
Speaker A
Orang-orang yang masih memiliki sisa cahaya iman, tapi telah lama hidup dalam sistem dunia yang gersang.
38:22
Speaker A
Makna rohani dalam peta kebangkitan timur kalayak eh kalakai ya itu ee guroba orang-orang yang terasing. Mereka adalah umat kecil yang dianggap tidak penting seperti rumput liar. Dalam sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam, Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana
38:49
Speaker A
awalnya. Maka berbahagialah orang-orang yang dianggap asing. Karena orang asing itu biasanya jadi viral. Orang yang aneh itu biasanya viral gitu ya.
39:05
Speaker A
Nah, gitu. Tapi viralnya viral yang positif ya. Viral di langit. Nah, iya betul. Viral di langit ya.
39:16
Speaker A
Jadi menggembalakan kalakai berarti membina kaum guroba mereka yang kecil tapi hidup yang akan tumbuh menjadi padang hijau baru di akhir zaman.
39:27
Speaker A
Tetunggul ahlul aksar peninggalan rohani. Mereka adalah para pewaris keturunan atau penjaga hikmah kuno. Seperti leluhur ulama terdahulu atau tokoh waskita yang sudah tidak terpengaruh oleh duniawi, tapi masih memiliki akar rohani yang kuat.
39:46
Speaker A
Dalam konteks Jawa tunggul menunjuk pada sisa-sisa cahaya wali dan pandito lama gadis rohani yang menunggu kebangkitan kembali. Mana strategis dalam perjuangan pergerakan di akhir zaman? Ee mohon maaf sebentar lagi ya, jangan bosan. Ini bahasa-bahasa aneh mungkin bagi Anda ya.
40:08
Speaker A
Kumpulan para pejuang pergerakan di akhir zaman diibaratkan sebagai penggembala kalakai jeng tetunggul. Bukan umat mainstream, bukan massa, tapi kelompok rohani terpilih yang tersembunyi terpinggirkan, namun masih berakar pada iman dan hikmah leluhur. Ini selaras dengan tugas saf Huroba Timur. Menghidupkan kembali roh tauhid di antara jiwa-jiwa terserak.
40:36
Speaker A
menyambung akar rohani dari wali-wali nusantara terdahulu. Tutup tunggul iman menumbuhkan padang hijau baru, umat baru dari tanah gersang dari sistemnya ajar. Kesimpulan rohaninya, kalimat ini bukan menggambarkan penggembalaan hewan, melainkan misi rohani untuk membangkitkan sisa-sisa cahaya dari tanah Jawa dan timur. Orang yang
41:00
Speaker A
menggembalakan kalakai jeng te tunggul adalah penjaga amanah. Sabd maon. Cerita dari Sabda Palam ini nanti dibahas e di lain waktu juga ada ceritanya juga. Pembina kaum guraba menumbuh kembali akar tauhid di tanah yang bersama. Pemetaan kode nubuah kebangkitan guru timur tahap pemetaan
41:21
Speaker A
tekstual dan rohani bagaimana kalimat wangsit ari ngangon lain kebo lain embek lain meong lain banteng tapi kalake jeung tunggul berfungsi sebagai kode nubuah kebangkitanur khususnya dalam fasenya mah ikhw zuhur tiga fase besar kebangkitan kelompok pergerakan akhir zaman yang Allah pilih
41:43
Speaker A
Yeah.
Topics:Satrio PiningitRatu AdilManuskrip kunoGunung PerahuAkhir zamanHadis akhir zamanMajapahitPutra Bani TamimTauhid murniNubuwah

Get More with the SozAI App

Transcribe recordings, audio files, and YouTube videos — with AI summaries and speaker detection. 30 minutes free.

Or transcribe another YouTube video here →