Skip to content
Get App

MOTOR LISTRIK VINFAST EVO COCOK UNTUK HARIAN??

Ulasan VinFast Evo tipe satu baterai: alasan memilih satu baterai, jarak tempuh 60-an km, pengisian 3 jam, dan kekurangan rem belakang tromol.

Key Takeaways

  • VinFast Evo tipe satu baterai dinilai cocok sebagai motor harian dengan kebutuhan jarak sekitar 50 km.
  • Keunggulan utama tipe satu baterai adalah harga lebih murah dan bagasi lebih lega.
  • Performa hub motor 1.800 W dan 3.000 W dianggap mirip karena konstruksinya serupa.
  • Rem belakang tromol menjadi kekurangan yang bisa diatasi dengan modifikasi.

What the video covers

  • Penulis memilih VinFast Evo tipe satu baterai karena harganya lebih murah dan dinilai cukup untuk kebutuhan harian.
  • VinFast menawarkan dua skema kepemilikan baterai: beli putus dan sewa baterai (bisa dicas di rumah atau tukar baterai dengan biaya tertentu).
  • Kapasitas baterai 1,5 kWh dengan klaim jarak 85 km, sementara hasil tes nyata sekitar 60-an km per sekali cas.
  • Kebutuhan harian sekitar 50 km dinilai sudah tercukupi untuk penggunaan operasional kantor.
  • Charger 6,3 A sama untuk kedua versi, dengan waktu pengisian penuh sekitar 3 jam pada tipe satu baterai.
  • Tipe satu baterai memberi tambahan ruang bagasi, namun konektor asli perlu ditutup busa agar lebih aman.
  • Hub motor tipe satu baterai berdaya 1.800 W, sedangkan versi dua baterai 3.000 W, meski ketebalan, diameter, dan konstruksi terlihat serupa.
  • Kekurangan yang disorot: rem belakang masih tromol sementara rem depan sudah cakram, berbeda dengan umumnya motor listrik.
  • Penulis berencana memodifikasi rem belakang dengan adaptor agar menjadi disc brake.
  • Penulis juga membuka kemungkinan mengoprek baterai (misalnya paralel) di masa depan.

Answers

Questions about this video

Mengapa penulis memilih VinFast Evo tipe satu baterai?

Alasan utamanya adalah harga yang lebih murah dibandingkan versi dua baterai. Selain itu, kapasitas 1,5 kWh dinilai sudah cukup untuk kebutuhan harian operasional kantor.

Berapa jarak tempuh VinFast Evo tipe satu baterai menurut ulasan ini?

Klaim di atas kertas adalah 85 km, namun hasil tes nyata penulis sekitar 60-an km per sekali cas. Angka tersebut dinilai lebih dari cukup untuk kebutuhan harian sekitar 50 km.

Apa kekurangan VinFast Evo yang disoroti dalam video?

Rem belakang masih menggunakan tromol, berbeda dengan rem depan yang sudah cakram dan umumnya motor listrik yang sudah memakai cakram di belakang. Penulis berencana memodifikasinya dengan adaptor disc brake.

Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:01
Speaker A
Nah, VinFast Evo yang ada di tangan kita ini itu adalah yang tipe kepemilikan baterai.
00:12
Speaker A
Nah, terus kenapa kita pilih yang satu baterai?
00:18
Speaker A
Pertama, murah.
00:32
Speaker A
Satu baterai itu pasti lebih murah daripada yang dua baterai.
00:37
Speaker A
Ya, betis [tertawa] kena ujung kaki.
00:52
Speaker A
Ya.
01:07
Speaker A
Jadi, Om Obeng mesti mundur dikit dong di ujung.
01:14
Speaker A
[musik] Ih.
01:20
Speaker A
Nah, kita sudah punya motor baru nih dan saya sudah coba mutar-mutar keliling-keliling.
01:33
Speaker A
Ini adalah VinFast Evo.
01:50
Speaker A
Yuk, kita bedah lebih dalam dan bagi teman-teman yang belum subscribe, subscribe dulu ya.
02:04
Speaker A
Like dan share.
02:20
Speaker A
[musik] VinFast Evo yang ada di depan saya ini adalah yang tipe satu baterai ya.
02:30
Speaker A
Nih, teman-teman bisa lihat.
02:43
Speaker A
Tuh, kosong bagian baterai keduanya.
02:52
Speaker A
Nah, VinFast Evo yang ada di tangan kita ini itu adalah yang tipe kepemilikan baterai.
03:05
Speaker A
Nah, bagi teman-teman yang penasaran, VinFast itu ada dua skema untuk kepemilikan baterainya.
03:19
Speaker A
Yang pertama adalah beli putus, dan yang kedua itu adalah sewa baterai.
03:35
Speaker A
Nah, yang untuk sewa baterai sendiri, dia itu sendiri itu ada bisa dicas di rumah dan bisa juga tukar baterai dengan biaya tertentu.
03:48
Speaker A
Nah, terus kenapa kita pilih yang satu baterai?
04:00
Speaker A
Pertama, murah.
04:06
Speaker A
Satu baterai itu pasti lebih murah daripada yang dua baterai.
04:13
Speaker A
Kedua, kita ada kemungkinan untuk koprek-koprek nih baterai nih.
04:28
Speaker A
Kita rencana mau nambah, kek, mau di paralel, kek, itu masih urusan ke depan.
04:35
Speaker A
Tapi, ada kemungkinan.
04:46
Speaker A
Sehingga kalau kita beli yang versi dua baterai itu kayaknya mubazir deh karena ujung-ujungnya bakal kita koprek juga.
04:58
Speaker A
Gitu.
05:10
Speaker A
Dan lagi pula, motor ini itu rencananya bakal jadi kendaraan operasional kantor sehingga bakal mutar-mutar di sekitaran kantor.
05:17
Speaker A
Sehingga dengan kapasitas baterai yang 1,5 kWh ini itu sudah cukup banget deh untuk memenuhi kebutuhan harian kita.
05:33
Speaker A
Nah, klaimnya untuk versi satu baterai ini itu dapat menempuh jarak hingga 85 km.
05:38
Speaker A
Di atas kertas ya.
05:50
Speaker A
Dan kebutuhan kita itu di setiap hari ada di 50-an km ya.
06:00
Speaker A
Jadi harusnya ini sudah jauh lebih dari cukup.
06:14
Speaker A
Dan buat teman-teman yang penasaran, ini sudah pernah kita tes, kita dapat di 60-an km sekali cas.
06:27
Speaker A
Jadi harusnya untuk harian kita tuh cukup banget.
06:36
Speaker A
Nah, dan jangan lupa untuk charger-nya.
06:42
Speaker A
Jadi charger motor ini, yang versi satu baterai atau dua baterai itu adalah sama ya teman-teman, ada di 6,3 A.
06:50
Speaker A
Saya enggak... kalau baterainya cuma satu itu jauh lebih cepat.
06:57
Speaker A
Nah, untuk motor ini penuh dalam waktu sekitar 3 jam.
07:02
Speaker A
Nah, ini keuntungan lainnya nih teman-teman kalau pakai satu baterai, kita dapat bagasi tambahan.
07:08
Speaker A
Tuh, lihat kosong, lumayan dalam lagi.
07:20
Speaker A
Eh, tapi jangan lupa ini mesti kita tutup pakai busa karena di bagian dalamnya itu masih ada konektor aslinya meskipun dia tutup pakai plastik.
07:26
Speaker A
Tapi tetap lebih aman kalau kita tutup pakai busa.
07:32
Speaker A
Nah, jadi kita masih bisa naruh barang-barang nih kalau belanja.
07:37
Speaker A
Nah, untuk power hub motornya versi satu baterai ini dia ada di 1.800 [musik] W.
07:42
Speaker A
Nah, beda hal ya dengan yang versi dua baterai, kalau yang versi dua baterai itu hub motornya ada di 3.000 W.
08:00
Speaker A
Nah, tapi ada yang menarik nih teman-teman, untuk versi yang motor 1.800 W dan 3.000 W itu baik dari ketebalan sama diameter sama konstruksi itu sama banget dan kabelnya pun itu ukurannya mirip-mirip.
08:08
Speaker A
Jadi harusnya performanya tuh mirip-mirip ya.
08:16
Speaker A
Nah, tapi di motor ini tuh kalau menurut saya ada yang kurang teman-teman.
08:29
Speaker A
Nih, teman-teman bisa lihat pengereman bagian belakangnya dia itu masih tromol.
08:40
Speaker A
Jadi bagian depan sudah cakram, cuma bagian belakang masih tromol, rasanya agak nanggung gimana gitu.
08:56
Speaker A
Sementara pada motor listrik pada umumnya itu pengereman bagian belakang itu mereka sudah menggunakan cakram.
09:06
Speaker A
Jadi agak ganjal kalau buat saya.
09:12
Speaker A
Ya, meskipun kalau buat kita sih enggak masalah ya karena kalau kita mau pun gampang nih, kita tinggal bongkar, kita bikin adaptor, kita jadiin disc brake.
Topics:VinFast Evomotor listrikmotor listrik harianbaterai motor listriksewa bateraireview motor listrikVinFast Indonesiahub motor 1800Wrem tromolEVHOLIC

Get More with the SozAI App

Transcribe recordings, audio files, and YouTube videos — with AI summaries and speaker detection. 30 minutes free.

Or transcribe another YouTube video here →