Perubahan drastis status desil kesejahteraan menyebabkan hilangnya bantuan sosial dan ancaman putus kuliah bagi anak warga miskin di Indonesia.
Ask about this video. Answers come from its transcript only — with the timestamp, so you can check them.
Generated from the transcript and can be wrong — check the timestamp.
Key Takeaways
- Perubahan data desil yang tidak akurat dapat menyebabkan warga miskin kehilangan bantuan sosial penting.
- Pemutakhiran data oleh BPS dan pemerintah daerah sangat krusial untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
- Keterlambatan update data di DTSen berdampak pada penyaluran bansos yang tidak tepat waktu.
- Kasus tuduhan judi online terhadap warga yang tidak berdaya menunjukkan adanya masalah validitas data.
- Bansos dan beasiswa pendidikan sangat penting untuk keberlangsungan hidup dan pendidikan anak warga miskin.
What the video covers
- Perubahan sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan (desil) menyebabkan warga yang biasanya masuk desil rendah naik ke desil tinggi.
- Kenaikan status desil membuat warga kehilangan akses bantuan sosial dari pemerintah, termasuk beasiswa pendidikan anak.
- Siti Khadijah, pedagang gorengan di Solo, mengalami hilangnya bantuan sosial karena status desilnya naik dari 3 ke 10.
- Timbul, pengemudi becak di Kulon Progo, juga mengalami kenaikan desil dari 1 ke 9, padahal penghasilannya tidak mencukupi kebutuhan keluarga.
- BPS dan pemerintah daerah melakukan pemutakhiran data untuk mengoreksi status desil warga yang terdampak.
- Data di Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSen) masih tertunda pembaruannya karena proses rilis setiap 3 bulan.
- Beberapa warga kehilangan bansos karena tuduhan judi online, seperti pasangan lansia di Pekalongan yang sebenarnya tidak memiliki HP dan buta huruf.
- Diduga KTP warga tersebut dipinjam pihak lain sehingga muncul data tidak valid.
- Kondisi ini menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran di masyarakat terkait kelangsungan bantuan sosial dan pendidikan.
- Pemerintah berupaya memperbaiki data agar bantuan sosial dapat kembali tepat sasaran.
Chapters
- 00:00Perubahan Sistem Desil dan Kebingungan Masyarakat
- 00:39Hilangnya Akses Bantuan Sosial dan Ancaman Putus Kuliah
- 01:50Kisah Siti Khadijah dan Dampak Kenaikan Desil
- 05:47Kisah Timbul, Pengemudi Becak dengan Status Desil Berubah
- 11:43Upaya Pemutakhiran Data oleh BPS dan Pemerintah Daerah
- 15:41Kasus Tuduhan Judi Online dan Dampaknya pada Lansia Pekalongan
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
Sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan alias desil yang berubah drastis menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
Speaker A
Warga yang biasanya masuk dalam desil 5 ke bawah mendadak naik ke desil 6 ke atas yang artinya dianggap mampu.
Speaker A
Akses bantuan sosial dari pemerintah pun hilang dan anak mereka terancam tak mendapat beasiswa siswa lagi.
Speaker A
Lalu kok bisa masyarakat yang masuk dalam desil 5 ke bawah tiba-tiba melonjak drastis ke desil ke atas?
Speaker A
Status desil kesejahteraan yang naik membuat kaget banyak warga, termasuk salah satunya Siti Khadijah.
Speaker A
Setiap harinya ia berkeliling menjajakan dagangan gorengan di kompleks Balai Kota Solo.
Speaker A
Penghasilannya pun tak seberapa.
Speaker A
Selama ini ia sudah mendapat bantuan dari pemerintah, baik sembako dan lansia serta uang.
Speaker A
Namun bantuan dari pemerintah tersebut kini terancam hilang karena perubahan dalam status desil kesejahteraan.
Speaker A
Bahulas yang dulu masuk di desil 3 kini naik menjadi desil 10.
Speaker A
Matur suwun.
Speaker A
Matur iya kaget no aku lah.
Speaker A
Biasa semua pada dapat kok aku enggak dapat aku ngono nut itu anak saya entar kalau ini di kelurahan dulu.
Speaker A
Bu RTne ya aku lapor ke kelurahan kemarin ya enggak dapat apa semua apa aja anu beras beras enggak dapat nut lansia enggak h aku susahnya kalau entar ke rumah sakit kan aku enggak bayar heeh kalau ini lah itu apa ya ini ya hilang kan aku sendirian
Speaker A
kakak ni kakak sendirian heeh Heeh.
Speaker A
Anak saya kan udah ini mecah sendiri.
Speaker A
Jadi aku hidup sendiri cari ini.
Speaker A
Tapi jenis sepi.
Speaker A
Tak hanya sampai di situ, saudara, polemik perubahan desil juga menimpa Timbul, seorang pengemudi becak di Kulon Progo Yogyakarta.
Speaker A
Tak tanggung-tanggung, yang awalnya ia masuk di kategori desil 1, kini melejit masuk ke kategori desil 9 yang seharusnya dianggap golongan mampu.
Speaker A
Padahal kesehariannya bekerja sebagai tukang becak di Malioboro.
Speaker A
Pendapatannya tak menentu dan bahkan tidak cukup untuk kebutuhan keluarganya.
Speaker A
Namun perubahan drastis dari desil 1 ke desil 9 tersebut membuatnya semakin pusing tujuh keliling.
Speaker A
Pasalnya perubahan itu berpotensi memutus akses keluarga Timbul terhadap program bantuan sosial termasuk beasiswa pendidikan sang anak.
Speaker A
Mendengar keluhan tersebut, BPS dan pemerintah daerah langsung melakukan pemutakhiran data.
Speaker A
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kulon Progo menyebut informasi terakhir dari BPS status Timbul telah masuk di kategori desil 1 sampai 5.
Speaker A
Namun untuk saat ini data di data tunggal sosial dan ekonomi nasional atau DTSen masih berada di desil 9 karena perbaruannya berlangsung per 3 bulan.
Speaker A
Jelas kaget itu soalnya kan harapan saya kan ya itu tadi sudah saya bilang anak saya kuliah dengan harapan ada kartu ada beasiswa itu kan saya dengar-dengar itu bisa nanti yo bisa untuk mempering tapi ternyata hasilnya naik kan yo tetap kaget harapan saya ya mudah-mudahan nanti ee dari pemerintah entah nanti bisa merubah data saya dan nanti dari desil 9 tuh bisa jadi desil satu lagi.
Speaker A
Informasi terakhir untuk desil itu sudah turun menjadi desil 1 sampai 5 nih seperti itu.
Speaker A
Dan terus terang untuk data yang di BPS ini sudah turun 1 sampai 5.
Speaker A
Tapi untuk yang di DTSen cek terakhir sepertinya belum karena proses kalau DTSen kan 3 bulan sekali rilisnya.
Speaker A
Tapi intinya kalau yang di BPS sudah turun menjadi satu ee sampai 5.
Speaker A
Tak hanya warga yang status desilnya naik yang kehilangan bansos.
Speaker A
Beberapa warga kehilangan bansos karena dituding main judi online.
Speaker A
Sepasang lansia di Pekalongan, Jawa Tengah dicoret dari daftar penerima bansos karena dinyatakan terdaftar judi online.
Speaker A
Padahal keduanya tak memiliki handphone dan tak bisa baca tulis.
Speaker A
Kok bisa?
Speaker A
Enggak punya HP, enggak bisa baca tulis, tapi terdaftar jadi online.
Speaker A
Saya rasa kan enggak mungkin Dayat dan Darmi kehilangan jatah bansos sejak November 2025.
Speaker A
Dayat dan Darmi sebelumnya berstatus keluarga penerima manfaat yang mendapat bantuan uang sebesar Rp600.000 per bulan.
Speaker A
Keduanya hidup dalam kemiskinan dan masuk dalam desil satu.
Speaker A
Sehari-hari Mbah Dayat hanya bekerja sebagai buruh lepas dengan penghasilan pas-pasan.
Speaker A
Pihak keluarga bilang KTP Mbah Dayat dan Mbah Darmi diduga pernah dipinjam pihak lain.
Topics:desil kesejahteraanbantuan sosialbansosbeasiswaBPSDTSenkemiskinanpedagang gorenganpengemudi becakdata sosial











