Video membahas 30 Ramalan Jayabaya tentang masa depan Nusantara, termasuk masa bencana dan zaman keemasan setelah kedatangan Ratu Adil.
Key Takeaways
- Ramalan Jayabaya masih relevan dan dipercaya sebagai gambaran masa depan Nusantara.
- Masa sulit dan bencana akan diikuti dengan zaman keemasan yang membawa kemuliaan.
- Kehadiran Ratu Adil atau Satria Piningit menjadi simbol harapan dan perubahan positif.
- Ketidakadilan sosial dan penderitaan orang baik menjadi tema utama ramalan.
- Ramalan ini mempengaruhi pemikiran dan harapan masyarakat Indonesia hingga kini.
What the video covers
- Jayabhaya adalah Raja Kediri yang memerintah pada abad ke-12 dengan masa kejayaan Kediri.
- Peninggalan sejarah Jayabhaya meliputi prasasti Hantang, Talent, Jepun, dan kakawin Bharatayuddha.
- Ramalan Jayabaya menggambarkan masa penuh bencana seperti gunung meletus dan banjir besar.
- Masa penderitaan akan diikuti oleh zaman keemasan Nusantara setelah datangnya Ratu Adil atau Satria Piningit.
- Ramalan ini masih dipercaya dan menjadi harapan rakyat hingga ratusan tahun kemudian.
- Soekarno mengomentari ramalan ini sebagai simbol harapan rakyat yang menunggu pertolongan.
- Ramalan Jayabaya menyebut tahun 2021 sebagai tahun Kalah Suroto yang diprediksi akan terjadi kiamat.
- Video menjelaskan beberapa ramalan Jayabaya terkait kondisi sosial seperti orang jahat naik pangkat dan orang jujur menderita.
- Isi ramalan juga menyinggung ketidakadilan sosial dan kesewenang-wenangan yang akan terjadi.
- Video mengajak penonton untuk mendukung Hindu Ensiklopedi Indonesia melalui subscribe dan interaksi.
Chapters
- 00:00Pembukaan dan Perkenalan Raja Jayabhaya
- 01:27Sejarah dan Peninggalan Jayabhaya
- 02:27Isi Ramalan Jayabaya tentang Masa Depan Nusantara
- 04:23Komentar Soekarno tentang Ramalan Jayabaya
- 04:42Ramalan Tahun 2021 dan Kiamat
- 05:27Ajakan Mendukung Hindu Ensiklopedi Indonesia
- 05:51Ramalan 1-5: Kondisi Sosial dan Politik
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
Hai.
Speaker A
[Musik]
Speaker A
[Musik]
Speaker A
Yang Maha Raja Jayabhaya adalah Raja Kediri yang memerintah sekitar tahun 1135 sampai dengan 1157. Nama gelar lengkapnya adalah Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sriwarno Suara Madhusudana Awatara Anindita Sutri Singa Parakrama Uttunggadewa. Pemerintahan Jayabhaya dianggap sebagai
Speaker A
masa kejayaan Kediri. Peninggalan sejarahnya berupa prasasti Hantang 1135, prasasti Talent 1136, dan prasasti Jepun 1144 serta kakawin Bharatayuddha 1157. Pada prasasti Hantang atau biasa juga disebut prasasti Ngantang terdapat semboyan Panjalu Jayati yang artinya Kediri menang. Prasasti ini dikeluarkan sebagai piagam
Speaker A
usaha dan anugerah untuk penduduk desa Ngantang yang setia pada Kediri selama perang melawan Jenggala. Ramalan Jayabaya adalah ramalan tentang keadaan Nusantara di suatu masa pada masa datang. Dalam ramalan Jayabaya itu dikatakan akan datang satu masa penuh bencana. Gunung-gunung akan meletus, bumi
Speaker A
berguncang-guncang, laut dan sungai akan meluap. Ini akan menjadi masa penuh penderitaan, masa kesewenang-wenangan dan ketidakpedulian, masa orang-orang licik berkuasa dan orang-orang baik akan tertindas. Tapi setelah masa yang paling berat itu akan datang zaman baru, zaman yang penuh
Speaker A
kemegahan dan kemuliaan, zaman keemasan Nusantara. Dan zaman baru itu akan datang setelah datangnya sang Ratu Adil atau Satria Piningit. Ramalannya kelihatannya begitu mengena dan bahkan masih diperhatikan banyak orang ratusan tahun setelahnya. Bung Karno pun juga merasa perlu
Speaker A
berkomentar tentang ramalan ini. Berikut kutipannya: Tuan-tuan hakim, apakah sebabnya rakyat senantiasa percaya dan menunggu-nunggu datangnya Ratu Adil? Apakah sebabnya Sabda Prabu Jayabaya sampai hari ini masih terus menyalakan harapan rakyat? Tak lain ialah karena hati rakyat yang menangis itu tak habis-habisnya
Speaker A
menunggu-nunggu, mengharap-harap datangnya pertolongan, sebagaimana orang yang dalam kegelapan tak berhenti-berhentinya menunggu-nunggu dan mengharap-harap kapan-kapan matahari terbit. Soekarno, 1930, Indonesia Menggugat.
Speaker A
[Musik]
Speaker A
Berikut ramalan Prabu Jayabaya yang menyebutkan bahwa tahun 2021 merupakan tahun Kalah Suroto atau tahun Suryo yang
Speaker A
akan terjadi kiamat. Sugra, mari kita simak bersama.
Speaker A
Hai, sebelum kita melanjutkan, support Hindu Ensiklopedi Indonesia dengan cara subscribe, like, komen, dan share.
Speaker A
Satu, wongkang lagu. Walau munggah pangkat wong kan laku oleh munggah pangkat memiliki arti akan banyak sekali orang
Speaker A
jahat yang akan naik pangkat.
Speaker A
Dua, wong cilik akeh kang kepencil. Wong cilik akeh kang kepencil memiliki arti banyak sekali rakyat kecil yang tersingkir.
Speaker A
Tiga, wong kang mulyo di kunjoro memiliki arti banyak orang yang mulia malah dipenjara.
Speaker A
Empat, kan curang garang. Kan curang garang memiliki arti orang yang berlaku curang malah berkuasa.
Speaker A
Lima, wongkang jujur malah ajur. Wong kan jujur malah ajur memiliki arti orang yang jujur malah menerima nasib sengsara.
Topics:Ramalan JayabayaRaja KediriNusantaraRatu AdilSatria PiningitPrasasti HantangKejayaan KediriKiamat 2021SoekarnoIndonesia











