Skip to content

Apakah Tes MBTI Seakurat Itu?

Video ini membahas akurasi dan kritik terhadap tes MBTI yang populer namun dianggap pseudo sains oleh banyak psikolog.

Ask about this video. Answers come from its transcript only — with the timestamp, so you can check them.

Generated from the transcript and can be wrong — check the timestamp.

Key Takeaways

  • MBTI bukan tes kepribadian yang ilmiah dan tidak reliabel untuk penggunaan jangka panjang.
  • Pendekatan MBTI yang biner tidak mencerminkan sifat manusia yang dinamis dan spektrum.
  • Hasil tes MBTI mudah berubah dan sangat subjektif karena bergantung pada jawaban diri sendiri.
  • Penggunaan MBTI dalam seleksi kerja dapat menimbulkan diskriminasi dan tidak etis.
  • Popularitas MBTI tetap tinggi meski banyak kritik dari kalangan psikolog dan akademisi.

What the video covers

  • MBTI adalah tes kepribadian yang populer untuk mengenal diri, memilih jurusan, dan melamar kerja, tapi banyak dianggap tidak ilmiah.
  • Tes MBTI dibuat oleh Katherine Cook Briggs dan Isabel Briggs Myers yang bukan psikolog profesional, berdasarkan teori Carl Jung yang disederhanakan.
  • MBTI mengelompokkan kepribadian dalam 16 tipe berdasarkan empat kategori, namun pendekatannya biner dan tidak dinamis.
  • Banyak kritik terhadap MBTI, termasuk ketidakreliabelan hasil tes yang bisa berubah dalam waktu singkat.
  • Tes ini juga bersifat subjektif karena hasilnya berdasarkan jawaban diri sendiri yang bisa dimanipulasi.
  • Konflik kepentingan muncul karena riset pendukung MBTI banyak diterbitkan oleh lembaga yang dimiliki oleh pembuat MBTI sendiri.
  • MBTI sering digunakan dalam dunia kerja untuk seleksi karyawan meski dianggap tidak etis oleh asosiasi psikologi resmi.
  • Pendekatan MBTI yang hitam-putih tidak sesuai dengan penelitian modern yang menunjukkan sifat manusia bersifat spektrum.
  • Film dokumenter di HBO Max mengangkat kritik dan dampak negatif MBTI, termasuk diskriminasi dalam pekerjaan.
  • Meski banyak kritik, MBTI tetap populer dan sering digunakan di media sosial dan organisasi.

Answers

Questions about this video

Apa itu tes MBTI dan untuk apa biasanya digunakan?

MBTI adalah tes kepribadian yang mengelompokkan orang ke dalam 16 tipe berdasarkan preferensi dalam berpikir dan bertindak. Biasanya digunakan untuk mengenal diri, memilih jurusan, atau seleksi kerja.

Mengapa banyak psikolog mengkritik tes MBTI?

MBTI dikritik karena dibuat oleh orang tanpa latar belakang psikologi formal, pendekatannya biner, hasilnya tidak konsisten (tidak reliabel), dan riset pendukungnya memiliki konflik kepentingan.

Apakah hasil tes MBTI bisa berubah dari waktu ke waktu?

Ya, studi menunjukkan hampir 50% orang mendapatkan hasil berbeda jika tes diulang dalam waktu singkat, karena hasil sangat dipengaruhi oleh kondisi mood dan situasi saat tes.

Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:00
Speaker A
Kebanyakan dari kita mungkin sudah pernah mengikuti tes MBTI. Entah itu untuk mengenal diri, menemukan jurusan kuliah yang cocok, melamar kerja, atau sekadar pengin kelihatan keren dengan menunjukkan tipe kepribadian di bio Instagram. Dalam satu dekade terakhir, tes MBTI ini semakin populer. Bahkan sudah merambah ke dunia kerja. Dari yang tadinya cuma jadi bahan obrolan tongkrongan, sekarang sudah bisa menentukan nasib seseorang. Tapi kalau boleh jujur, kebanyakan tes kepribadian kayak gini tuh cuma omong kosong doang.
00:15
Speaker A
Para ilmuwan menganggap kalau MBTI ini adalah ilmu cocok logi alias pseudo sains. Dan lebih gilanya lagi kalau kita pelajari sejarahnya, ternyata tes ini dibuat oleh seorang ibu dan anak yang lagi bingung tentang sifat mantunya.
00:28
Speaker A
Tapi sebelum itu dan biar kita enggak salah kaprah, mari kita kenalan dulu dengan apa itu MBTI.
00:41
Speaker A
Myers-Briggs Type Indicator atau MBTI adalah tes kepribadian yang didesain untuk mengidentifikasi tipe kepribadian, kekuatan, dan kelemahan, termasuk apa yang kita suka dan enggak suka secara umum sesuai dengan kepribadian masing-masing. Ketika kamu mengambil tes MBTI, pertama-tama kamu akan disuruh
00:52
Speaker A
mengerjakan kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan umum terkait apa yang biasa kamu lakukan dan gimana cara kamu berpikir atau memandang suatu masalah. Kemudian dari hasil tes ini diperoleh empat rangkaian huruf yang mewakili kepribadian kita. Misalnya INTJ, ENFP, atau lain sebagainya. MBTI
01:09
Speaker A
mengelompokkan sifat seseorang ke dalam empat bidang dan jika ditotal ada 16 tipe kepribadian yang terdiri dari empat kombinasi kategori tersebut. Hasil tes MBTI ini bukan untuk mengukur seberapa pintarnya kita, tapi lebih ke untuk mengetahui preferensi atau kenyamanan
01:28
Speaker A
seseorang ketika berhadapan dengan suatu masalah. Perlu diketahui bahwa MBTI ini enggak sesaintifik yang kita kira.
01:44
Speaker A
Banyak psikolog modern mengkritik kredibilitas dari tes kepribadian ini. Salah satu kritik terbesarnya menyoroti latar belakang pembuatannya yang salah.
01:51
Speaker A
Cerita ini dimulai pada tahun 1917 dari seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Amerika bernama Katherine Cook Briggs.
02:04
Speaker A
Pada waktu itu dia heran sama menantu yang pengen menikahi anaknya bernama Isabel Briggs Myers. Dia heran karena menantunya ini punya temperamen atau kepribadian yang unik dan beda banget sama seluruh anggota keluarganya yang lain. Saking penasarannya, Katherine mulai suka ngulik dan baca banyak buku
02:12
Speaker A
hanya untuk mencari tahu perbedaan karakteristik ini. Titik baliknya terjadi pada tahun 1923. Katherine yang dibantu Isabel menemukan buku Carl Jung yang berjudul Psychological Types. Mereka merasa teori yang ada di buku ini sesuai banget sama pemikiran mereka. Tapi ini versi
02:29
Speaker A
yang jauh lebih rapinya. Buku inilah yang kemudian mereka gunakan sebagai dasar dari pemikiran yang mereka kembangkan. Tapi di tengah perjalanan mereka merasa kalau buku Carl Jung ini sangat rumit dan sulit dipahami oleh banyak orang. Oleh karena itu, mereka
02:47
Speaker A
berinisiatif untuk menyederhanakannya biar semua orang bisa mengerti. Namun yang perlu kamu tahu, baik Katherine maupun Isabel, dua-duanya bukan seorang psikolog. Mereka enggak pernah mengenyam pendidikan formal di bidang psikologi.
03:02
Speaker A
Semuanya hasil belajar otodidak doang. Cara mereka mengembangkan teori ini adalah dengan mengamati kehidupan manusia sehari-hari. Mereka menyebutnya sebagai type watching atau memperhatikan kepribadian orang. Selama kurang lebih 20 tahun mereka terus ngulik dan bikin kuesioner yang menjadi cikal bakal dari
03:15
Speaker A
MBTI. Sayangnya dalam proses penyederhanaan ini ada beberapa hal penting yang melenceng. Sebagai contoh dalam teori aslinya, sifat kayak introvert dan ekstrovert itu merupakan spektrum yang dinamis. Artinya, setiap orang bisa punya keduanya atau proporsi sifatnya bisa seimbang. Tapi Katherine
03:32
Speaker A
dan Isabel malah mengotak-ngotakkannya. Kalau kamu introvert, maka sudah pasti bukan ekstrovert. Intinya enggak boleh setengah-setengah. Bahkan mereka juga menambahkan satu kategori baru yang sebenarnya enggak ada di teori aslinya, yaitu judging dan perceiving atau huruf J dan P dalam MBTI. Nah, latar belakang
03:50
Speaker A
inilah yang nantinya jadi bahan kritik dari para psikolog modern. Belakangan ini kekurangan MBTI semakin terekspos. Bahkan sudah dijadikan film dokumenter dalam film Persona yang tayang di HBO Max. Banyak korban yang menceritakan pengalaman pahitnya akibat diskriminasi dari tes kepribadian ini.
04:07
Speaker A
Salah satunya adalah orang ini. Dia bersaksi bahwa dia ditolak saat melamar kerja di swalayan hanya karena hasil tes kepribadiannya dianggap enggak sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. Di mana hasil tesnya menyatakan bahwa dia merupakan orang yang cenderung mengabaikan pelanggan. Padahal dia sudah
04:31
Speaker A
berpengalaman di jenis pekerjaan tersebut dan dia juga sadar terkait pemisahan antara tugas pribadi dengan pekerjaan. Walaupun begitu, dia tetap enggak mendapatkan kesempatan itu. Di dunia akademik, MBTI itu dianggap sebagai ilmu semu. Kalau kamu kuliah di jurusan psikologi, kecil kemungkinannya
04:47
Speaker A
kamu akan belajar tentang MBTI. Kenapa? Pertama, cara pembuatan awalnya sudah bermasalah. Akar dari semua masalah ini sebenarnya sudah ada dari dasarnya, yaitu pendekatannya yang biner alias hitam atau putih. Padahal penelitian terbaru sudah membuktikan kalau sifat manusia itu dinamis. Kebanyakan orang itu enggak
05:03
Speaker A
100% ekstrovert atau 100% introvert, tapi ada di tengah-tengahnya yang disebut ambivert. Nah, buat kamu yang pengin tahu terkait masalah introvert ini, kita sudah buatkan video lengkapnya di literasi introvert dalam 20 menit.
05:21
Speaker A
Pendekatan hitam putih ini tuh bikin masalah besar. Bayangkan jika kamu ingin mengukur skala introvert dari 1 sampai 100 dengan garis pemisah di angka 50, orang yang skornya 49 bakal dicap sebagai introvert. Sementara yang skornya 51 akan dicap ekstrovert.
05:35
Speaker A
Padahal di dunia nyata perbedaan 2% itu hampir enggak ada artinya. Tapi kenapa labelnya bisa beda sejauh itu? Kedua, tidak lulus standar tes psikologi.
05:52
Speaker A
Standar dasar tes psikologi itu ada dua, yaitu harus reliable dan valid. Sayangnya MBTI gagal di keduanya.
06:02
Speaker A
Reliabel itu artinya konsisten. Tes yang baik harusnya memberikan hasil yang sama walaupun diulang-ulang. Nah, MBTI gagal di sini. Ada satu studi yang menunjukkan kalau hampir 50% orang yang mengambil tes MBTI untuk kedua kalinya hanya dalam jarak 5 minggu mereka bisa mendapatkan
06:09
Speaker A
hasil yang berbeda. Bayangkan sekarang hasil tesmu INFP. Terus bulan depan pas kamu ikut tes lagi, hasilnya berubah jadi ENTJ hanya karena perasaanmu lagi happy. Kalau hasilnya bisa berubah segampang itu hanya karena mood atau situasi, gimana ini bisa digunakan buat
06:25
Speaker A
menentukan karir atau pengembangan diri jangka panjang? Ini ibaratnya kamu pakai timbangan berat badan yang angkanya beda-beda setiap kali kamu naik. Ketiga, terlalu subjektif. Hampir semua tes kepribadian itu sifatnya self-reported.
06:40
Speaker A
Artinya hasilnya murni berdasarkan jawaban yang kita kasih tentang diri sendiri. Di sinilah letak masalahnya karena gampang banget buat bohong.
06:54
Speaker A
Ditambah menilai diri sendiri secara objektif itu susah banget. Apalagi jika tes ini dilakukan untuk tes masuk universitas atau melamar pekerjaan.
07:02
Speaker A
Contohnya tes akhlak buat masuk BUMN. Di sana dijelaskan kalau akhlak itu digunakan untuk mengukur poin-poin yang sesuai dengan nilai perusahaan. Namun sayangnya tes jenis ini gampang banget buat diakalin karena kita cukup pilih jawaban yang rasanya diinginkan oleh pemberi kerja. Keempat, konflik
07:11
Speaker A
kepentingan. Sebagian besar riset yang mendukung keakuratan MBTI itu diterbitkan oleh Center for Applications of Psychological Type dan Journal of Psychological Type. Di mana kedua lembaga ini dimiliki oleh The Myers-Briggs Foundation itu sendiri. Ini artinya sama aja kayak produsen minuman
07:29
Speaker A
bersoda yang mendanai riset buat membuktikan kalau produk mereka itu menyehatkan. Melihat semua bukti ini, enggak heran kalau banyak psikolog yang menganggap kalau MBTI itu memang ilmu cocok logi.
07:48
Speaker A
Meskipun sudah dikritik habis-habisan, bahkan sampai dibuatin film dokumenter, ternyata MBTI tetap eksis dan makin populer.
08:03
Speaker A
Meskipun udah dikritik habis-habisan, bahkan sampai dibuatin film dokumenter, ternyata MBTI tetap eksis dan makin populer. Bahkan sampai saat ini MBTI masih merupakan salah satu tes paling populer di kalangan organisasi dan perusahaan untuk menyeleksi dan menentukan posisi karyawannya. Tujuannya
08:20
Speaker A
sih baik, yaitu pengin tahu kepribadian calon karyawan dan nyocokin sama budaya perusahaan atau tuntutan kerja.
08:27
Speaker A
Misalnya, HR yang nyari tipe orangstrovert untuk posisi sales atau orang yang bertipe jing buat kerjaan yang butuh perencanaan detail. Tapi menggunakan MBTI buat keputusan rekrutmen itu sangat berisiko dan enggak disaranin sama para ahli. Bahkan The Myers Bricks Company sebagai penerbit
08:43
Speaker A
resminya sendiri juga bilang kalau menggunakan tes ini buat nyeleksi karyawan itu sebenarnya enggak etis.
08:48
Speaker A
Alasannya udah jelas, karena kemampuan MBTI untuk memprediksi kesuksesan kerja seseorang itu lemah banget. Kalau perusahaan terlalu ngandelin MBTI, mereka bisa kehilangan talenta hebat yang kebetulan tipenya enggak cocok sama perusahaan. Nah, walaupun udah dianggap salah, MBTI ini tetap bisa viral. MBTI
09:05
Speaker A
bisa sepopuler kayak sekarang karena menawarkan cara yang sederhana dan mudah dipahami untuk menggambarkan keberagaman sifat seseorang. Dengan membagi orang ke dalam 16 tipe yang mudah diingat, banyak orang jadi merasa kalau konsep ini bisa membantu mereka untuk memahami diri
09:21
Speaker A
sendiri. Di zaman media sosial kayak sekarang, menulis kata intj atau ENTP di bio Instagram tuh adalah cara singkat buat ngenalin siapa diri kita ke dunia.
09:32
Speaker A
Sekarang MBTI juga udah ada di mana-mana. di biosmate, di obrolan tongkrongan, di kantor, bahkan jadi bahan buat nyari jodoh di dating apps.
09:46
Speaker A
Jadi, apakah MBTI itu sepenuhnya buruk? Jawabannya enggak juga. Enggak ada salahnya jika kita menggunakan MBTI hanya untuk bersenang-senang atau sebagai pemicu agar kita bisa merefleksi diri. Masalahnya baru muncul ketika kita menelannya mentah-mentah dan menjadikan label empat huruf ini sebagai identitas
10:02
Speaker A
yang enggak bisa diubah. Kalau kita terlalu percaya sama hasil tesnya, bisa-bisa kita ngebatasin potensi diri sendiri. Orang yang hasilnya introvert mungkin akan nolak kesempatan untuk public speaking hanya karena ngerasa kalau itu bukan dirinya. Padahal skill komunikasi itu kan bisa dipelajari.
10:18
Speaker A
Masalah besar lainnya juga muncul ketika tes-tes kayak gini dipakai oleh institusi untuk mengambil keputusan penting. Misalnya sekolah menggunakannya untuk mengarahkan siswa harus mengambil jurusan tertentu atau perusahaan yang menggunakannya untuk memutuskan siapa yang harus direkrut dan ditempatkan di posisi mana. Padahal faktanya hasil tes
10:38
Speaker A
kepribadian kayak gini enggak bisa memprediksi performa seseorang. Bahaya terbesar dari tes MBTI ini bukan pada tesnya, melainkan lebih ke cara kita memakainya. Nah, kunci biar bisa manfaatin tes ini adalah dengan tahu batasnya, tahu kapan boleh dipakai, dan tahu kapan harus dihindari. Pada
10:56
Speaker A
akhirnya manusia itu jauh lebih kompleks, dinamis, dan berwarna daripada yang bisa ditangkap oleh empat huruf aja. Daripada hanya terpaku pada hasil tes, lebih baik kita fokus untuk mengenali diri lewat pengalaman nyata.
11:09
Speaker A
Misalnya dengan berinteraksi dengan orang lain atau mencoba hal-hal baru. Karena di situlah jati diri kita yang sebenarnya bisa terbentuk. Ingat, kepribadian kita itu bukan takdir.
11:19
Speaker A
Kepribadian kita terbentuk dari cerita apa yang kita tulis setiap hari. Sekian video kali ini dan semoga bermanfaat.
Topics:MBTItes kepribadianpseudo sainsMyers-Briggspsikologikritik MBTIintrovert ekstrovertseleksi kerjadiskriminasites psikologi

Get More with the SozAI App

Transcribe recordings, audio files, and YouTube videos — with AI summaries, speaker detection, and unlimited transcriptions.

Or transcribe another YouTube video here →