Review lengkap motor listrik Yadea Velax H, nyaman, murah, dengan fitur lengkap dan performa baik di harga Rp22.800.000.
Ask about this video. Answers come from its transcript only — with the timestamp, so you can check them.
Generated from the transcript and can be wrong — check the timestamp.
Key Takeaways
- Yadea Velax H adalah motor listrik yang nyaman dan terjangkau di kelas Rp20-25 juta.
- Fitur lengkap seperti cruise control dan aplikasi monitoring menambah nilai lebih motor ini.
- Suspensi dan posisi duduk sangat mendukung kenyamanan berkendara harian.
- Top speed dan jarak tempuh sesuai dengan kebutuhan penggunaan dalam kota.
- Garansi baterai 3 tahun memberikan rasa aman bagi konsumen.
What the video covers
- Motor listrik Yadea Velax tipe H dibanderol sekitar Rp22.800.000 dengan baterai lithium 72V yang cukup untuk penggunaan harian.
- Posisi duduk nyaman untuk tinggi badan sekitar 171 cm, dengan stang yang ergonomis dan suspensi empuk namun tetap stabil.
- Rem kiri memerlukan tekanan agak dalam agar pakem, fitur regenerative braking aktif saat rem ditekan.
- Speedometer desainnya informatif dan mudah dibaca, menampilkan jam, baterai, trip, mode berkendara, dan koneksi ke HP Android.
- Top speed motor ini sekitar 69-70 km/jam, dengan fitur cruise control yang membantu menjaga kecepatan saat berkendara santai.
- Motor menghasilkan suara bunyi saat dinyalakan dan dimatikan, serta bunyi sein yang cukup kencang, tidak bisa dimatikan tapi bisa dikecilkan.
- Suspensi motor lebih nyaman dibandingkan beberapa model Yadea sebelumnya dan motor listrik lain di kelas harga yang sama.
- Motor ini memiliki aplikasi pendukung untuk memantau penggunaan dan status motor, meskipun hanya kompatibel dengan Android.
- Garansi baterai sampai 3 tahun, memberikan jaminan keamanan bagi pengguna.
- Motor cocok untuk penggunaan harian dengan jarak tempuh sedang, meskipun jarak tempuh tidak terlalu jauh.
Chapters
- 00:00Pembukaan dan pengenalan motor Yadea Velax H
- 01:22Spesifikasi dan fitur baterai
- 02:38Posisi duduk dan kenyamanan berkendara
- 03:45Perbandingan suspensi dengan model lain
- 04:50Desain speedometer dan fitur konektivitas
- 05:47Top speed dan performa motor
- 07:00Suara motor dan fitur aplikasi
- 08:03Fitur cruise control dan pengalaman berkendara
- 09:23Kesimpulan dan penutup
Full Transcript — Download SRT & Markdown
Speaker A
Cuman gua kapan nyampai kantor ya kalau kayak gini terus. Weh, ngebul, Mas motornya Mas. Itu knalpotnya, Mas. Cumi.
Speaker A
Asik, cumi. Motor listrik di range harga 20 sampai 25 ini yang paling [Musik] nyaman. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi. Kali ini gua bakal ngantor pakai ya Velx tipe H. Ini dipinjamin sama seseorang di komunitas ya. Oke, sekarang kita berangkat aja.
Speaker A
Bismillahirrahmanirrahim. Masuk gang gini masih aman ya. Radio seputarnya kecil ini. Saya li dulu. Papi kerja dulu ya. Iya. Puk dulu. M I love you. I love you. Yang baik ya hari ini. Oke, dadah.
Speaker A
Assalamualaikum. Jadi ini adalah Velx tipe H ya. Harganya Rp22.800 ya. Seperti biasa untuk spesifikasi nanti akan gua tampilin aja sambil gua jelasin dikit-dikit. Jadi ini pakai 72 volt at 74 ya 30H ya. Jadi eh sebenarnya cukuplah segini baterai
Speaker A
segini ya. untuk gua, untuk pemakaian gua. Hal pertama yang gua notice pada saat pakai motor ini adalah ini tangkai spionnya panjang banget ya. Kalau misalnya agak pendek sih oke ya. Menurut gua tuh ini adalah Velx yang paling worthed untuk
Speaker A
dibeli ya yang tipe H ini tipe tengah. Karena di harga 22.800 itu dia udah pakai baterai litium walaupun jaraknya enggak terlalu jauh ya. Sekarang kita bahas dari posisi duduknya ya. Tinggi gua satu. Kemarin tuh gua ngukur ternyata tinggi gua 171,
Speaker A
guys. Bukan 170 tapi ya udah beda 1 sensi doang ya. Terus juga pas kemarin gua ngantar anak gua ke posandu, gua juga kan ditimbang ya. Ternyata bobot gua 1,3 KW udah naik. Astagfirullah. Gua harus diet ini. Udah, udah cukuplah
Speaker A
seginiilah. Harus ngurangin ya. Oke, sampai mana tadi? Eh, posisi duduk enak. Terus suspensinya ya ini adalah motor di bawah R25 juta. Motor listrik di bawah Rp25 juta. Yang paling nyaman menurut gua ini tuh feelingnya paling mendekati ke motor bensin ya.
Speaker A
Kayak bawa Vario mungkin. Kalau Vario tuh gua ngerasanya stangnya masih agak ke bawah ini, tapi agak ke atas nih yang ini stangnya ini. Jadi enak gitu pas gitu posisi duduknya tuh. Untuk yang postur apa untuk yang tinggi badannya sebuah enak sih ni.
Speaker A
Terus tuh shok depan dan belakangnya juga enak ya dia dibanding Adora gua lebih suka ini sih lebih nyaman ini sih. Kemarin kan gua bilang Adora tu shoknya enak ya. Enggak terlalu enggak terlalu keras dan enggak terlalu empuk. Nah ini lebih enak lagi.
Speaker A
Ini lebih ke arah empuk sih tapi masih oke untuk dikendalikan ya. Enggak yang mantul-mantul tuh.
Speaker A
Masih enak ini. Sok depan belakangnya enak ini. Beda sama Yadea gua ya. Pokoknya yang Yadea Yada terdahulu tuh T9 E8S Pro. Ini feelingnya udah beda sama Velx ini.
Speaker A
Kalau G6 kayaknya gua belum pernah nyobain. Eh udah pernah ya, tapi lupa rasanya gimana karena cuma sesekali doang waktu nyobainnya. Tapi kalau dibandingin T9 sama Pro ini udah jauh lebih enak suspensinya.
Speaker A
Untuk remnya yang gua rasakan nih yang sebelah kiri nih kayak ada sesuatu yang apa ya bukan yang bisa direm truk langsung berhenti gitu kayak ada set terus ditekan lagi baru dia bisa pakem gitu entah karena CBS atau apa
Speaker A
ya tuh jadi harus benar-benar kayak agak dalam gitu kalau misalnya setengah ya dia agak kurang feelingnya gitu kalau yang depan kan yang kanan kan emang ya udah gitu. Kalau yang kiri ini sebenarnya remnya enak ya, cuman harus terbiasa aja sama mencet
Speaker A
remnya. Ini kalau kayak cuman setengah-setengah doang jatuhnya enggak enak sih. Kalau misalnya langsung ditekan langsung gitu enak dia. Kalau menurut spesifikasi nih top speed-nya cuman di berapa ya? 70 apa ya apa 65 ya? Gua lupa deh ngomongin
Speaker A
speedometernya ini juga gua cukup suka sama desainnya ya. Kemarin gua bilang di video Adora tuh gua enggak suka sama desain speedometernya karena enggak enak dilihat, enggak enak dipandang itu tulisannya rapat-rapat, kecil-kecil.
Speaker A
Kalau ini tuh kayak pas aja gitu ada jamnya, ada persentase baterainya, ada tripnya juga, ada mode berkendara, ada logo sinyal sama lokasi sama ya. Karena ini kan bisa connect ke HP ya, cuman karena ini punya orang dan udah connect ke HP-nya dia, jadi gua
Speaker A
enggak bisa kekin. Dan kalau enggak salah tuh baru bisa di Android aja gitu. Di iOS belum bisa. Dan seperti kebanyakan motor listrik ya, kalau misalnya lihat untuk ngelihat odo sama tripnya itu jadi satu ya. Jadi kalau misalnya mau apa namanya? Mau lihat odo itu baru
Speaker A
dinyalain itu kelihatan odonya. Cuman kalau udah jalan dia bakal jadi trip. Ini baru jalan 5 kilo, baterai udah 91%.
Speaker A
Ya berarti 1 kilo 2%. Kalau misalnya 40 berarti bakal. Kalau dijual ini kan emang agak turun jalannya. Jadi enggak apa-apa kita tes juga apakah bisa dapat lebih dari 69. Karena kemarin gua di jalan lurus itu 69. Oh, ni 69 dia udah nahan ya,
Speaker A
guys. 70 tuh dapat tuh 70 masih dapat. 69 70 udah enggak bisa nambah lagi. Top speed-nya segitu. Dan motor ini juga punya regenerative braking, tapi harus dipencet dulu remnya. Nanti dia bakal muncul tanda regenerative braking-nya dan ada semacam indikatornya di sebelah
Speaker A
kanan speedometer ini kayak naik gitu kalau misalnya regennya aktif. Tuh, untuk lampu kemarin gua cobain juga pas jalan malam tuh dia karena ini masih pakai reflektor ya, jadi sinarnya tuh enggak sefokus proyektor. Di motor ini juga banyak bunyi-bunyian gitu ya. Kalau
Speaker A
misalnya dinyalain dia bunyi, dimatiin dia bunyi. Di sein kanan kiri juga dia bunyinya cukup kencang. Kemarin gua tanya sama yang punya motor ini, apakah suara dari saya itu bisa dimatiin?
Speaker A
Katanya enggak bisa, cuma bisa dikecilin doang gitu. Padahal sebenarnya ya setahu gua aplikasinya itu dia bisa kayak mantau pemakaiannya udah jaraknya berapa, terus kepakai berapa persen gitu.
Speaker A
Enak sih dia harga segini udah punya aplikasi yang bisa mantau motor ini gitu. Itu jadi salah satu kelebihan juga ya. Dia udah punya aplikasi. Oh ya ini gua lagi nyoba profile picture baru ya dari S Pro ini pakai Leik Vivid. Nanti kalian komen
Speaker A
gimana. Harusnya warnanya lebih keluar sih. Kalian komen apakah lebih suka yang standar aja atau yang kayak gini atau enggak peduli sama sekali. Yang penting info informasinya. Motor ini juga punya cruise control ya, guys. Jadi kalau misalnya kalian jalan lagi kosong nih di
Speaker A
depan misalnya gua mau di speed 30 gitu ya atau 35 lah gua langsung tekan tombol ini yang sebelah di bawah sini ada logo cruise control sama mundur. Tinggal ditekan aja.
Speaker A
Nanti bakal muncul ininya nih indikator cruise controlnya udah digas dia eh dilepas dia bakal ngegas terus enak ya punya kayak fitur kayak gini kalau misalnya jalan kosong kalau lagi macet sih enggak berguna juga sebenarnya enggak mungkin juga motor
Speaker A
punya Adas kan eh punya maksudnya punya ada ti cruise control gitu kayaknya masih jauh deh ya nih ya misalnya gua mau ini kan agak kosong nih di depan udah 50 deh gua pakai cruise control udah gua lepas aja aja gasnya. Mungkin
Speaker A
akan bisa lebih irit kali ya kalau gua berkendara kayak gini ya. Enggak gua gaspol-gaspolin gitu. Jalan santai aja gitu tuh. Aduh jangan deh. Lagi agak ramai di Margonda ini lagi ya. Kita tes cruise controlnya. Enak banget sih guys
Speaker A
punya fitur ini di 50 set. Uh, udah deh. Dia bakal terus ngejaga di 50 km/h tanpa harus gua gas ya.
Speaker A
Tuh, mungkin kalau iya, kalau gua begin kayak gini ya terus baterai bakal awet sih. Cuman gua kapan nyampai kantornya kalau kayak gini terus tuh. Udah okelah enggak apa-apa gua tes nih sekarang di Margonda 50 ya.
Speaker A
Terus pakai cruise control. Hah. Tuh, karena agak turunan jadi naik ke 51 dia. Ih, enak juga ya kalau mau cruising santai gitu ya kayak gini ya. Kalau misalnya lagi nanjak dia akan turun apa akan jadi ngebut ya. Ini tetap gua di sini de tangan gua
Speaker A
tapi enggak gua gas ya. Oh, tetap di 50 ya walaupun agak nanjak juga mungkin ya ekspektasi orang-orang kalau misalnya naik motor listrik harus kayak gini kali ya, harus nyantai gitu.
Speaker A
Karena kemarin ada yang komen, guys, di Facebook kan gua nge-share itu ya yang gua pakai motor Adora ke kantor habisnya sekian persen sekian persen gitu. Terus ada bilang, "Mungkin berkendaranya seperti motor bensin." Lah, emang emang gua kayak gitu. Huh.
Speaker A
Udahlah enggak apa-apa. Namanya juga netizen ya. Motor ini tuh kalau misalnya dilepas
Speaker A
akselerasi terus dilepas gasnya dia kayak nyelonong. Hmm. Tapi t apa karena remnya enak. Asik. Terus di speedometernya juga ada semacam animasi lampu gitu ya. Kalau misalnya kita berkendaranya oke, dia ya warna hijau. Tapi kalau misalnya kita agak gas dikit dia jadi warna orange
Speaker A
terus jadi merah gitu kali ya. Tuh ini agak orange kalau kita gas. Merah tuh kalau parkir apa kalau enggak salah ya.
Speaker A
Ya pokoknya kalau kita gas ini dia jadi ini deh jadi berubah warnanya gitu. Weh, ngebul Masnya Mas. Itu knalpotnya Mas. Cumi. Asik cumi. Motornya juga masih punya cut off ya, Guys. Jadi kalau misalnya di rem dia enggak bisa digas ya. Harus dilepas dulu
Speaker A
remnya baru bisa digas. Untuk sebagian orang mungkin akan bikin kagok ya. Cuma kalau yang udah terbiasa naik motor listrik sih harusnya ya udah terbiasa, udah paham caranya gimana.
Speaker A
Kalau untuk tenaganya ini tergolong smooth ya. Ini tuh ee enggak se jengat Adora, tapi menurut gua justru malah ini enak gitu untuk pengguna-pengguna molis pemula ya. Biar enggak terlalu jengat ini. Eh, gimana sih ngomongnya? Pokoknya untuk tarikan awalnya ini bisa ah untuk tarikan
Speaker A
awalnya ini tergolong semut ya enggak kayak adora yang jengat gitu kalau di speed tnya ini di mode sportnya pun masih halus gitu tarikannya gua lebih suka yang kayak gini sih dibanding yang jengat-jengkat gitu halus gitu. Gua mengapresiasi ya
Speaker A
sih karena setelah pisah dari Indomobil dia kayak lebih apa ya lebih maju jatuhnya gitu. Komunitas juga jadi solid gitu ya. Tuh ada bunyinya. Nah ini kita masuk ke Gang Sabar ya untuk ngetes suspensi karena jalan di sini cukup rusak.
Speaker A
Tuh. Hup. Wih, gak jeduk. Ini enak banget sih soknya. Wah, masyaallah. Harga 20 sampai 25 ini udah paling benar sih. Paling nyaman ini. Ya, hidung gua mampet lagi. Ih, enak banget, Guys. Ini suspensinya masyaallah. Motor listrik di range harga 20 sampai 25 ini yang paling
Speaker A
nyaman. Kekurangannya apa? Jaraknya. Jarak tempuhnya sih ini aja gua jalan baru 20 kilo udah sisa 69% loh baterainya loh. Jujur ya gua naik motor ini enggak segaspol biasanya loh.
Speaker A
Biasanya gua kan gaspol-gaspol terus ya. Paling gua jujur agak santai ini naik motor ini karena motornya enak juga di bawah santai gitu halus gitu.
Speaker A
To speed menurut gua masih kurang sih 70 tuh. Harusnya bisalah di 75 atau 80 lah.
Speaker A
80 tuh udah oke banget menurut gua. Lagi-lagi gua pakai fitur cruise control di 46 km/h ya di bawah tol ini nih Andara. Iya kan ini gua agak santai aja nih beri kendara ini enggak kayak biasa-biasanya. Oke ya ini udah mau
Speaker A
sampai di tanjakan testing kita. Ya, start dari bawah sini. Hup. Gaspol. Speed 35. Dropnya di berapa ini? Wah, waduh.
Speaker A
16 17. Haduh, agak waswas sih, tapi masih bisa. Bobot gua 1,3 kW ya, Guys. Ingat itu ya. Harusnya kalau kalian harusnya lebih enteng daripada gua kalian ya. Harusnya masih sih masih aman-aman aja ya. Dan enggak ada warning apapun di
Speaker A
sini ya. Enggak ada tanda seru, enggak ada yang indikator overheat atau apa gitu. Tenaga juga masih lancar-lancar aja. Dan ini cuma 2000 watt ya, Guys. Ingat ya, ini 2000 watt.
Speaker A
Beldnya adon tuh 3.000 watt ya. Ada tuh kemarin kalau enggak salah tuh paling minimnya najak di situ gua dapat 21 km/h ya. Kalau ini tadi udah di bawah 20 nih. Walaupun motor ini punya regenerative breaking, tapi ini enggak
Speaker A
kelihatan ya udah seberapa besar eh daya yang didapatkan dari regenerative breaking ini. Tuh enggak ada apa ya? Enggak ada angkanya gitu. Gua enggak bisa ngelihat seberapa besar rod-nya itu. Dia garansi baterai 3 tahun, dinamo 2 tahun, controller sama charger 1
Speaker A
tahun. Jadi garansi baterai 3 tahun ya amanlah. Ini worthed ini untuk dibeli 22800 ya. Oke, baterai di 53%. Kita bakal gaspol lagi di Pondok Indah nih kalau misalnya kosong. Oke, udah hijau.
Speaker A
Ayo. Huh. Huh. Weh, Vario santai, kawan. 52% ya nih. Kita lihat bisa dapat berapa. Enak kayak baterai litium gitulah. Kalau misalnya baterainya udah berkurang, dia performanya masih tetap nih. Tuh 68 68 nih, Guys, di pondok ini, Guys, udah maksimum banget. Turun di 67 tuh
Speaker A
dia. Iya, di ya 68 aja. Ini udah lebih dari klaimnya ya. Klaimnya 62 loh. Kalau underclaim enggak apa, tapi kalau overcap yang bahaya tuh. Ini gua gaspol terus ya selama di jalan Pondok Indah ya. Huh 68 aja.
Speaker A
Terus dah oke di 68 ya guys. Jalanan lurus. Asik asik motornya asik. Untuk ngecas motor ini kemarin gua ngetes ya di Bardi itu dia sekitar 500 watt ya 72 volt 6 amp. Tapi kalau dicek di Bardi dia bisa sampai 500 watt
Speaker A
sebenarnya ya. 4 sampai 5 jam juga udah cukup sih harusnya ya. Pak, sisa baterai di 33% jarak 38 kilo.
Speaker A
Ya, kita foto dulu. Oke, jadi gua baru menemukan cara biar bisa kiles. Jadi, ini di pencet dulu yang lama jelek baru bisa dibuka gitu.
Speaker A
Sekarang gua mau ngecas dulu ya. Udah jam berapa ini? 11.54. Kita cas dulu motornya. Oke, ya. Ini jam 11.57 ya, kita mulai cas. Jadi ngecasnya tuh ini di dalam ya. Nah, dari dalam kabelnya terus keluar lewat sih ini. Ini ada celahnya
Speaker A
di sini. Udah. Terus kalau misalnya kita mau cek ini tinggal di tekan yang lama.
Speaker A
Nah, sampai bunyi jelek baru kita bisa nyalain ya. 33% ada tanda ngecas jam 11.57 mulai ngecas.
Speaker A
[Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Oke, saatnya masuk ke kesimpulan dari review Velx tipe H ini. Menurut gua dengan harga Rp22,8 juta, ini motor listrik yang sangat-sangat worthed untuk dibeli ya. Pertama karena desainnya oke, terus nyaman shock breaker dan shok depannya.
Speaker A
Terus juga garansi baterainya panjang sampai 3 tahun ya. Jadi selama 3 tahun ke depan ya enggak usah mikirin baterai dah. Walaupun tetap ada kekurangannya yaitu jarak tubuhnya enggak terlalu jauh.
Speaker A
Terus top speed-nya juga menurut gua masih kurang ya di angka 69 tuh minimal di 75 atau 80 tuh udah switch spot banget deh top speed segitu. Terus juga dari penyimpanannya bagasi dan di dashboard-nya itu menurut gua kurang lega aja penyimpanannya. Paling segitu
Speaker A
dulu review YD Velx ini selama gua pakai ke kantor pulang pergi. Terima kasih telah menonton. Buat yang belum subscribe, jangan lupa subscribe. Buat yang udah, terima kasih. Sampai bertemu di video berikutnya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Speaker A
[Musik] Yeah.
Topics:motor listrikYadea Velax Hmotor listrik murahreview motor listrikmotor listrik nyamancruise control motor listrikbaterai lithium motor listrikmotor listrik Indonesiamotor listrik 20 jutamotor listrik harian











