Skip to content

Hybrid Canggih Hingga Hybrid Ekonomis, Kita Coba Semua, Mana Yang Paling Cocok Buat Kamu?

Ulasan lengkap berbagai teknologi hybrid di Indonesia, dari mild hybrid hingga plugin hybrid, untuk membantu pilih mobil paling cocok.

Ask about this video. Answers come from its transcript only — with the timestamp, so you can check them.

Generated from the transcript and can be wrong — check the timestamp.

Key Takeaways

  • Hybrid di Indonesia hadir dalam berbagai teknologi dan model mobil yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
  • PHV menawarkan jarak tempuh tanpa bensin yang signifikan dan fleksibilitas pengisian baterai.
  • Mild hybrid dan paralel hybrid tidak mengubah kebiasaan pengisian bahan bakar sehingga mudah diterima konsumen.
  • Nissan E-Power memberikan sensasi berkendara seperti mobil listrik murni dengan efisiensi tinggi.
  • Transisi dari mobil ICE ke BEV melalui hybrid adalah langkah yang smooth dan praktis.

What the video covers

  • Teknologi hybrid di Indonesia sangat beragam, meliputi mild hybrid, serial hybrid, paralel hybrid, dan plugin hybrid (PHV).
  • Berbagai jenis mobil sudah menerapkan teknologi hybrid, mulai dari SUV, MPV, hingga sedan premium.
  • Harga mobil hybrid di Indonesia sangat bervariasi, mulai dari di bawah Rp300 juta hingga mobil hybrid premium seperti Lexus LM.
  • Hybrid menawarkan transisi yang smooth dari mesin bensin (ICE) ke mobil listrik murni (BEV), tanpa mengubah kebiasaan pengisian bahan bakar secara signifikan.
  • Mild hybrid menggunakan motor listrik kecil yang membantu akselerasi dan pengisian baterai secara regeneratif, contohnya Suzuki Grand Vitara dengan SHVS.
  • Nissan E-Power menggunakan sistem serial hybrid dimana roda digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik dengan mesin sebagai generator listrik.
  • Toyota Yaris Cross menggunakan sistem paralel hybrid yang memungkinkan mesin dan motor listrik bekerja bersama atau secara mandiri.
  • Plugin Hybrid Vehicle (PHV) seperti 38 CSH memiliki baterai besar yang dapat dicas langsung dan mampu berjalan tanpa bensin hingga 90 km.
  • Setiap teknologi hybrid memberikan pengalaman berkendara dan efisiensi bahan bakar yang berbeda, dengan PHV menawarkan fleksibilitas tertinggi.
  • Hybrid dianggap sebagai teknologi paling efisien dan praktis untuk pasar Indonesia dengan berbagai pilihan sesuai kebutuhan dan selera konsumen.

Answers

Questions about this video

Apa saja jenis teknologi hybrid yang tersedia di Indonesia?

Di Indonesia tersedia berbagai jenis teknologi hybrid seperti mild hybrid, serial hybrid, paralel hybrid, dan plugin hybrid (PHV) yang diterapkan pada berbagai model mobil.

Apa keunggulan plugin hybrid dibandingkan hybrid lainnya?

Plugin hybrid memiliki baterai yang lebih besar dan dapat dicas langsung, memungkinkan mobil berjalan tanpa bensin hingga 90 km, memberikan fleksibilitas pengisian dan efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi.

Bagaimana hybrid mempengaruhi kebiasaan pengisian bahan bakar pengemudi?

Kebanyakan teknologi hybrid seperti mild, serial, dan paralel hybrid tidak mengubah kebiasaan pengisian bensin pengemudi, sehingga transisi dari mobil ICE ke hybrid terasa sangat smooth dan familiar.

Full Transcript — Download SRT & Markdown

00:02
Speaker A
[Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Halo teman-teman, selamat datang di channel Greit Auto. Mungkin teman-teman tahu ya, bahwa teknologi hybrid di Indonesia itu sudah sangat beragam. Kita tahu bahwa di Indonesia ada pilihan mal hybrid, serial, paralel, bahkan hingga plugin hybrid PHV. Dan sekarang
00:53
Speaker A
teman-teman dalam perjalanan Jakarta Solo, tim GRD Auto akan mengeksplorasi kira-kira mana yang paling pas ya atau apa yang kita dapatkan dari keempat teknologi hybrid tersebut melalui mobil tes yang ada di sini. Enggak sabar katanya. Kita ulas sekarang.
01:15
Speaker A
[Musik] Halo. [Musik] [Musik] Ya, teman-teman. Seperti yang tadi disebutkan di awal bahwa memang hybrid di Indonesia itu sudah sangat beragam teknologinya. Ada malt, serial, paralel sampai yang plugin PHV. Dan diterapkannya teman-teman itu di banyak sekali jenis mobil mulai dari SUV
02:02
Speaker A
teman-teman tahu kayak Rocky, Frong atau MPV. Salah satu yang paling ikonik tuh mungkin Zenix gitu ya. Hingga sedan Camry, Accord gitu sudah menerapkan hybrid. Artinya brand di Indonesia sekarang sudah mampu menyesuaikan selera konsumen yang menginginkan teknologi
02:21
Speaker A
hybrid. Dan enggak hanya jenis mobilnya, teman-teman, atau model mobilnya ya, tapi juga rentang harganya. Teman-teman bisa mendapatkan teknologi hybrid mulai dari di bawah Rp300 juta ada Frong GX gitu ya atau Dehatsu Rocky Hybrid ya kalau harganya belum berubah ya. Itu
02:41
Speaker A
kita bisa mulai dari itu. Lalu yang paling mahal kayak misalnya apa? LM Lexus ya misalnya itu salah satu mobil hybrid yang premium di Indonesia.
02:54
Speaker A
Jadi kesesuaian dari selera hingga kebutuhan termasuk juga harga gitu ya, hybrid ada di semua variasi itu.
03:06
Speaker A
Itu titik di mana kita mensyukuri bahwa pasar di Indonesia seberagam itu ya. Dan kami rasa ya teman-teman ya untuk konteks mobil elektrifikasi hybrid itu adalah jenis teknologi yang paling smooth transisinya dari ICE ke BEV ke mobil listrik murni. Ya, teman-teman
03:28
Speaker A
tahu ya bahwa kalau mobil hybrid yang secara kepemilikan ketika mengisi bensin ya dia biasa aja seperti mobil ICE biasa gitu. Beda ceritanya kalau mobil listrik BEV ketika dia mengisi baterai, mengisi energi baik di rumah maupun di SPKLU
03:48
Speaker A
itu behaviornya berbeda, teman-teman. Secepat-cepatnya ngisi baterai di SPKLU yang ultra fast charging tetap lebih lama saat ini ya. Tetap lebih lama dibanding selama-lamanya ngisi bensin di SPBU kalau di luar dari antre. Jadi enggak ada behavior yang berbeda antara
04:08
Speaker A
mobil ICE yang sudah lebih familiar dengan kita ya antara ICE dengan mobil hybrid ya seperti biasa saja gitu. Jadi hemat kami hybrid di titik ini pertama dia bisa menyesuaikan banyak selera dan kebutuhan konsumen karena variatif
04:27
Speaker A
penerapannya di banyak model mobil. Kemudian secara penggunaan, secara kepemilikan pun ya smooth banget. Iya. [Musik] Halo [Musik] Halo. Yes, teman-teman. Sekarang kita sudah di KM 161 menuju Cirebon ya, pemberhentian kita sebelum lanjut ke Solo.
07:14
Speaker A
Dan seperti tadi sudah dijelaskan sama Mas Bowi, kalau di Indonesia itu ada berbagai sistem hybrid yang sekarang sudah tersedia untuk setiap konsumen mobil baru. Kita dapat mild hybrid di in this case ada Suzuki Smart Hybrid vehicle by Suzuki SHVS. Lalu ada
07:32
Speaker A
E-Power, Nissan E-Power dengan serial hybrid ya. Lalu juga ada sistem power split serial paralel ya dan juga ada PHV plugin hybrid electric vehicle itu yang diwakilkan oleh 38 CSH dan cara kerja masing-masing gimana ya? Cara mereka memberikan keiritan itu gimana ya? Oke,
07:55
Speaker A
kita mulai dari yang paling simpel dulu ya. Yaitu si Grand Vitara ya. Dia punya mesin 1462 cc dual jet itu irit banget yang tenaganya cuma 102 dk dan torsinya tuh di 136 Nm.
08:08
Speaker A
Enggak gede tapi mesin tersebut itu disokong oleh SHVS dan SHVS itu punya motor listrik kecil yang posisinya tuh menggantikan alternator ya. ISG namanya integrated starter generator.
08:22
Speaker A
Dia fungsinya tuh ada tiga. Pertama ketika stop gitu ya, stop and go di lampu merah. Si ISG ini bisa menyalakan mesin secara halus. Dia lebih halus daripada si starter yang ada di transmisi, ya. Lalu ketika kita berakselerasi itu dia juga memberikan
08:41
Speaker A
assisting. Jadi rasa akselerasinya tuh jadi lebih ringan gitu. Jadi rasanya tuh lebih apa ya ketika berakselerasi juga lebih irit dan lebih bertenaga gitu ya. Tapi ketika berdeselerasi dia juga kayak motor listrik teman-teman. Dia memberikan saluran listrik atau
09:01
Speaker A
pengecasan secara regeneratif ya ketika berdeselerasi ke baterai berukuran 12 volt 6A di bawah jok penumpang. Dia memang baterainya lebih kecil ya kecil banget cuma 12 volt. Tapi dengan 12 volt saja dia sudah memberikan keiritan yang lebih baik, lebih oke
09:22
Speaker A
gitu. Selanjutnya adalah e-power. Dan e-power ini unik. Kenapa? Karena produknya itu enggak digerakkan langsung oleh transmisi, mesin transmisi gitu ya.
09:30
Speaker A
Kalau di Grand Vitara kan ada mesin, ada transmisi dan percepatan dia masih seperti mobil konvensional. Sementara untuk e-power, rodanya digerakkan oleh motor listrik. Jadi full motor listrik penggerak roda depannya yang torsinya bisa sampai 315 Nm tersebut itu
09:48
Speaker A
memberikan saluran yang cukup bertenaga. Jadi rasanya tuh kayak mobil listrik, panci. Akselerasinya benar-benar panci.
09:54
Speaker A
Tapi dia masih punya mesin. Nah, mesinnya itu tergabung sama generator, teman-teman. Jadi, fungsinya mesin itu mengubah bensin menjadi listrik ke baterai lithium ion yang ada di Serena itu kapasitasnya 1,76 kWh. Dengan kombinasi tersebut itu dia lebih efisien
10:13
Speaker A
mengubah bensin menjadi listrik ya. Terus listrik tersebut digunakan untuk menggerakkan roda. Jadi rasanya itu lebih efisien gitu. Jadi kerjanya di jarak jauh tuh lebih efisien gitu.
10:27
Speaker A
Lalu ada Toyota Yaris Cross Hybrid ya dengan seri paralel. Jadi utamanya paralel hybrid ya karena mesin sama motor listrik itu bisa kerja barengan. Bisa lagi mesin yang ngecas baterai gitu ya, motor listriknya yang gerakin roda atau kadang mesinnya sama
10:44
Speaker A
motornya itu sama-sama ngerakin roda secara paralel gitu atau motor listriknya bisa gerakin roda secara mandiri gitu ya. Jadi kayak mobil listrik gitu. Dia bisa memberikan konsumsi BBM yang baik ya karena paduan tenaga tersebut dan juga baterainya memang enggak terlalu
11:04
Speaker A
besar ya 0,7 kWh dan kalau dari hasil pengujian kita sih Yaris Cross Hybrid tuh jadi salah satu mobil yang paling irit bahkan sampai 31 km/l di rute dalam kota. Dan terakhir adalah PHV.
11:16
Speaker A
Nah, PHV ini secara kerjanya mirip seperti seri paralel biasa karena lewat masih ada transmisi DHT mesin sama motor listriknya itu masih tergabung ya dengan transmisi tersebut dan secara kinerja motor listriknya bisa mandiri ataupun bisa saling bareng dengan mesin atau
11:34
Speaker A
bahkan ketika mesinnya masih ngecas si motor listriknya bisa menggerakkan roda. Bedanya dia bisa dicas dan baterainya lebih gede. Lithium ion tepatnya LFP ya. Dia kapasitasnya 18,3 kWh. Jadi tanpa bensin si 38 itu bisa bergerak tanpa bensin sama sekali itu sejauh 90 km. Dia
11:56
Speaker A
ada pilihannya tuh bisa dicas langsung, bisa secara regeneratif juga, bisa diisi dari mesin juga. Jadi ya memang kecanggihan PHV tersebut membuat 38 CSH bisa melaju sampai 1300 km dan bahkan sampai 76 km/l plus klaim-nya konsumsi BBM. Wow. Kira-kira dari teman-teman nih
12:15
Speaker A
lebih suka yang mana nih? Ada PHV, ada seri paralel, ada mal hybrid, ada juga serial hybrid dan tentu saja serial hybrid mild hybrid dan juga parallel hybrid tuh dia enggak mengubah kebiasaan kita ngisi bensin. Tapi untuk
12:32
Speaker A
PHV ini serunya kita enggak cuma punya pilihan ngisi bensin, tapi juga bisa ngisi baterainya langsung. Jadi ketika di kota tujuan bisa muter-muter enggak pakai bensin. Wow.
12:45
Speaker A
[Musik] Kalau rasa berkendara teman-teman, keempatnya memang memberikan feel yang berbeda. Serena dengan e-power ya, serial dia adalah yang paling mobil listrik. Di antara keempatnya, dia sepenuhnya berjalan dengan motor listrik. Di kecepatan rendah, menengah sampai tinggi dia dengan motor listrik. Dan itu
14:00
Speaker A
memberikan feel yang paling beda di antara yang lain. Dia grafik tenaga torsinya itu sudah instan sejak dari kecepatan rendah, teman-teman.
14:09
Speaker A
Wah. Oh, be
14:15
Speaker A
Dan ini enggak hanya di Serena ya, Teman-teman e tentu tahu bahwa e-power serialnya Nissan gitu ya. eh hybrid in Nissan itu juga terjadi di Nissan Kick sama diil X-Trail gitu. Artinya ee di antara keempat ini teman-teman sekali lagi saya
14:30
Speaker A
katakan bahwa ini yang paling terasa mobil listrik cuma ya karena ada mesin yang menjadi genset yang dia gendong sepanjang jalan. Jadi kita tenang untuk ee enggak perlu ngisi baterai yang lama.
14:44
Speaker A
Tinggal ngisi bensin doang. Iya, tinggal ngisi bensin. Oke. Lalu kemudian kalau Tigo 8 dia adalah PV dan PV itu ya sebenarnya dia sistem hybrid yang e sudah proper tapi keunggulan e komparatifnya adalah baterainya yang besar.
14:57
Speaker A
Ketika baterainya besar lalu kemudian ee full ya, lalu ee tangki bensinnya juga full. Ini range-nya paling paling besar paling mumpuni ini paling besar paling jauh. Masih ingat itu waktu tanknya full itu tulisannya 999 km.
15:10
Speaker A
Iya. Jadi, e bisa sebanyak itu kalau buat road trip jarak jauh gitu ya, yang enggak perlu mikirin koncern ee soal SPBU gitu ya, di tempat-tempat yang remote itu yang paling menenangkan gitu. Dan karena baterainya besar juga ketika dia masuk ke EV mode, EV mode ya,
15:26
Speaker A
dia bisa berjalan e tanpa mesin menyala untuk jarak yang e sangat jauh. B 90 km enggak pakai bensin tuh.
15:33
Speaker A
Heeh. Dan lanjut. Ini adalah Yaris Cross. Ini best of BS nih. Karena di slow speed dia kayak mobil listrik nih, senyap gitu ya, halus, terus responsif.
15:44
Speaker A
Tapi ketika dibejek itu akselerasi gitu ya, dari menengah ke atas lebih tinggi itu mesinnya masuk ke roda itu rasanya jadi lebih mantap lagi. Performanya juga ee pas di speed range manapun.
15:57
Speaker A
Iya. Tapi gini teman-teman, e kalau teman-teman bawa ya Ris Cross ya mungkin akan ngerasain dan kelihatan di energy flow-nya bahwa ini sistemnya yang salah satu yang paling sibuk nih. Jadi di kecepatan berapap pun banyak elemen yang mempengaruhi sumber tenaga mana yang
16:12
Speaker A
dipakai. Bisa motor listrik, bisa mesin bakar, atau bisa dua-duanya. Kalau misalnya pas lagi jalan santai gitu baterainya ada, motor listrik yang dipakai sama sistem. Lalu kemudian, "Wah, ini event jalan santai tapi kemudian baterainya habis. Mesin yang nyala untuk ngegerakin mobil sama buat
16:27
Speaker A
ngisi baterai." Atau kalau wah e si pengemudi lagi ngegaspol nih, dia lagi butuh akselerasi cepat, ini bisa nyalain dua-duanya gitu. Jadi e all the time di setiap ee momen gitu ya, ini bisa e sangat amat sibuk untuk menentukan mana
16:43
Speaker A
yang dipakai. Tapi balik lagi ini kan memang punya transmisi yang canggih ya, power split device kan bisa ngatur dari mesin, dari motor listrik, dari ke generator juga ke baterai itu kan ke mana-mana. Tapi kalau yang ini nih, ini
16:55
Speaker A
yang paling simpel nih. Grand Vitara dia punya mesin. Mesin yang memang menggerakkan all the time ya rodanya. Tapi kalau misalnya butuh akselerasi yang lebih cepat, ada motor listrik kecilnya tuh untuk assisting.
17:06
Speaker A
Jadi rasanya tuh lebih ringan gitu. Apalagi kemarin pas nanjak-nanjak itu rasanya lebih enak, lebih apa ya, lebih bertenaga gitu ketika masuk. Plus pas di perkotaan gitu ya, auto startop-nya nyala dia kinerjnya lembut gitu ya, halus gitu dan ngirit beberapa mililit
17:26
Speaker A
per km jadi makin irit dengan start stop. Heeh. Dengan start stop. Iya. Jadi kalau teman-teman bisa membayangkan bahwa ee di antara keempat ini mal hybrid yang ada di Suzuki ya, SFS dalam nomenklator mereka itu yang paling sederhana sistem hybridnya
17:42
Speaker A
gitu ya. Salah satu keuntungannya atau beberapa keuntungannya pertama dia harganya oke kan karena enggak dengan sistem yang rumit, baterai yang besar gitu.
17:50
Speaker A
Terus kedua kalau mungkin termasuk teman-teman yang koncern soal baterai ini baterainya paling kecil nih. Jadi untuk ke pemilikan jangka panjang mestinya sih enggak terlalu mahal ya.
17:58
Speaker A
Iya harus ya. [Musik] Gua lebih ke m bang dong yoi. Serial paralel mas. Serial serial si Mas.
18:16
Speaker A
PV serial Mas PV Mas lu kalau disuruh milih di antara keempat ini, lu pilih yang mana?
18:27
Speaker A
Gua milih yang ini. Kenapa, Mas? Ini gua ngerasain seperti bawa mobil EV tapi enggak pusing, enggak ribet. Karena kalau kenapa-kenapa habis bensin lu tinggal langsung ke SPBU.
18:39
Speaker A
Pilih mana, Mi? Mm kayaknya gua pilih PV deh. Kenapa? Karena secara baterai ini paling besar tentunya range-nya juga sangat jauh, Mas.
18:50
Speaker A
Duh, harus milih ya. semuanya oke sih, cuman kalau dipilih salah satu ee mayat hybrid lah.
18:57
Speaker A
Harganya oke, terjangkau dompet, perawatannya gampang. Mas, Mas Bowi, kalau dari empat mobil hybrid ini gua pilih yang ini nih, Yaris Cross Hybrid. Karena ini eh sistem hybridnya tuh paralel. Pas gua jalan pelan itu motor listriknya aja yang bekerja. Jadi kerasa banget-nya pas gua
19:18
Speaker A
bejek nih untuk akselerasi. Itu kombinasi antara motor listrik dan mesin bensinnya kerja sama dia. Jadi wah keren dah. Ini hybrid-nya lebih terasa.
19:31
Speaker A
[Musik] Yes teman-teman sekarang kita bisa sampai pada akhir ulasannya. Jadi kalau ditanya apa yang kita dapatkan atau apa yang mungkin teman-teman dapatkan di antara e keempat mobil hybrid ini, pertama adalah ee yang pasti ini ee sudah punya kecenderungan atau bahkan
19:54
Speaker A
hampir pasti ya. Iya, pas untuk lebih irit dibanding e mobil bermesin biasa, IC internal combust engine.
20:01
Speaker A
Dan itu disebabkan oleh e sistem e hybrid yang e memang berorientasi selama di mobil massal ya H berorientasi untuk memberikan efisiensi bahan bakar yang lebih baik. Nah, kayak misalnya Serena gitu ya.
20:16
Speaker A
Mungkin teman-teman ingat ya kalau Nissan Serena itu terkenal enggak ada mobil yang irit. Iya enggak? Tapi ketika hybrid itu datang, kita tahu bahwa oh Serena ternyata bisa seirit ini BBM-nya gitu kan. Ee dan itu misalnya Serena dan teman-teman tahu
20:31
Speaker A
bahwa di antara semua banyak kelebihan hybrid yang paling e kita suka adalah teman-teman tuh enggak perlu mengubah behavior.
20:39
Speaker A
Benar. Masih ngisi bensin. Masih ngisi bensin biasa. Jadi teman-teman enggak perlu untuk ngisi baterai seperti di mobil listrik yang membutuhkan waktu lebih lama gitu ya.
20:47
Speaker A
meskipun 38 bisa dicolok, bisa diisi. Oh iya, kalau 38 PV atau PUV yang lain gitu ya memang dia punya keunggulan bisa ngisi baterai sama ngisi bensin. Tapi intinya behavior teman-teman untuk memiliki mobil hybrid itu enggak berubah tuh. Jadi transisinya smooth
21:02
Speaker A
dan ee selain keunggulan terus kemudian ee cara memiliki menggunakannya gitu ya. E kita suka hybrid di sini itu memberikan e kelebihan yang masing-masing. Misalnya PV dia baterainya paling besar. Jadi secara R paling jauh. Lalu kemudian hybrid yang ada di SHS-nya Suzuki itu paling
21:22
Speaker A
sederhana. Tapi secara konsumsi BBM dia bagus ternyata lumayan. Iya karena udah dapat BSG juga kan. Jadi lebih apa lebih optimal lah efisiensinya.
21:32
Speaker A
Nah kalau Yaris Cross dia hybrid banget nih. Nah soalnya e antara mesin sama motor tuh bisa saling sibuk gitu ya, saling ee bekerja sama ataupun saling kerja satu sama lain gitu ya. He bisa motor listriknya doang, bisa mesinnya doang. Tapi ujung-ujungnya
21:47
Speaker A
adalah konsumsi oke, performa juga oke gitu. Iya. Dan kalau ini kalau Serena yang kita mobil listrik banget gitu. Dan teman-teman kalau konteksnya adalah efisiensi bahan bakar mestinya sih terkait ban juga optimal ya kan?
22:01
Speaker A
Iya. kita bisa optimalkan lagi konsumsi BBM tersebut dengan Eco tireer. Nah, kalau di Briston tuh eh Eco tire-nya tuh adalah di Ecopia series dan Briston juga punya teknologi yang namanya enlighten. Jadi, bannya tuh lebih enteng dengan rolling resistance
22:16
Speaker A
yang sudah teroptimasi sehingga dia jadi bisa lebih irit. Iya, kebayang teman-teman kalau udah e irit dengan menggunakan hybrid gitu ya, makin oke kalau e bannya pun juga sudah optimal dan berorientasi sama penghematan bahan bakar. E tire.
22:32
Speaker A
Ecco tire. Jadi, Teman-teman, kita bisa membayangkan bahwa hybrid sangat relevan. Menurut kita ini adalah e pilihan yang kalau teman-teman konsern sama irit-iritan ini pilihan yang lebih ee irit dibanding mobil biasa tapi belum sampai dalam penggunaan gitu lebih repot dibanding mobil listrik.
22:51
Speaker A
Betul gitu. Keempat, mobil hybrid yang e ada di Indonesia. Salah empatnya ada di sini semua gitu, Teman-teman. Mungkin teman-teman punya pengalaman e gimana sih mobil hybrid? Tulis di kolom komentar atau e di antara keempat ini sistem mana yang
23:08
Speaker A
teman-teman paling suka? Tulis juga di kolom komentar ya. Terima kasih teman-teman sudah menonton. Sampai ketemu di video berikutnya. Terima kasih.
23:18
Speaker A
[Musik] Yeah.
Topics:hybridmobil hybrid Indonesiamild hybridserial hybridparalel hybridplugin hybridPHVNissan E-PowerToyota Yaris CrossSuzuki SHVS

Get More with the SozAI App

Transcribe recordings, audio files, and YouTube videos — with AI summaries, speaker detection, and unlimited transcriptions.

Or transcribe another YouTube video here →